• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Nilai Transendental Sebagai Basis Kemajuan Sains dan Teknologi

24/02/2026/in Feature /by Ard

Prof. Dr. Irwan Akib, M.Pd. pemateri ceramah tarawih Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Ika)

Kamis, 19 Februari 2026 bertepatan dengan 2 Ramadan 1447 H, Prof. Dr. Irwan Akib, M.Pd., selaku Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah bidang Pendidikan, Budaya dan Olahraga menyampaikan materi yang menarik bagi jemaah Salat Tarawih Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) terkait revitalisasi pendidikan nasional.

Ceramah Tarawih yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube resmi Masjid Islamic Center UAD ini, mengungkapkan bahwa kehidupan saat ini semakin mudah dan instan, terutama bagi generasi muda. Hal ini terlihat dari berbagai inovasi digital, termasuk teknologi serba daring hingga mobil autopilot.

Namun, kemudahan tersebut juga menimbulkan dampak negatif, seperti penyebaran berita hoaks dan penggunaan media sosial yang tidak bertanggung jawab, sehingga menimbulkan kerenggangan hubungan antarindividu.

Irwan Akib mengungkapkan pentingnya penggunaan ilmu dan teknologi di tangan orang yang tepat, “Jika ilmu dan teknologi berada di tangan orang-orang yang beriman dilandasi dengan nilai-nilai transendental atau nilai agama, maka kemajuan ilmu dan teknologi akan membantu perkembangan dakwah serta kehidupan sehari-hari umat muslim.”

Oleh karena itu, arahan dan dampingan pendidikan yang tepat bagi generasi muda menjadi sangat penting, terutama dimulai dari keluarga. Mengutip pernyataan Aristoteles, ”Bagaimana wajah suatu bangsa saat ini tergantung pendidikannya di masa lalu,” yang menunjukkan bahwa pendidikan adalah unsur penting dalam kesejahteraan suatu bangsa. K.H. Ahmad Dahlan telah mencontohkannya dengan mengadopsi pembentukan sekolah yang memadukan pengetahuan umum dengan pengetahuan agama, yang kini menjadi rujukan bagi sistem pendidikan di Indonesia.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bagaimana menjadi penuntut ilmu yang ideal, “Mahasiswa hendaknya selain memahami pengetahuan umum serta menguasai ilmu dan teknologi, tetapi juga tetap berpegang pada nilai-nilai agama. Dalam pesan muktamar Muhammadiyah ke-46 di Yogyakarta tentang revitalisasi pendidikan ditegaskan bahwa pendidikan Muhammadiyah adalah pendidikan yang membebaskan manusia dari keterbelakangan dan kebodohan.” (Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Prof.-Dr.-Irwan-Akib-M.Pd_.-pemateri-ceramah-tarawih-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Ika.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-24 10:43:232026-02-24 10:43:23Nilai Transendental Sebagai Basis Kemajuan Sains dan Teknologi

Pentingnya Resiliensi di Bulan Ramadan

24/02/2026/in Feature /by Ard

dr. H. Agus Taufiqurrahman, Sp.S., M.Kes., pemateri ceramah tarawih di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Mei)

Ustaz dr. H. Agus Taufiqurrahman, Sp.S., M.Kes., mengisi kajian ceramah tarawih di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Minggu, 22 Februari 2026. Sejalan dengan tema yang diangkat, ia menekankan pentingnya membangun ketahanan mental dengan beribadah penuh selama Ramadan.

Menurut Agus, umat Islam dapat menjadikan bulan Ramadan sebagai sarana untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi berbagai cobaan hidup, sehingga tidak merasa terpuruk saat menghadapi permasalahan.

“Dalam hidup ini, kita pasti akan berhadapan dengan berbagai macam cobaan, dalam Al-Qur’an disebutkan Wa lanabluwannakum bisyai’im minal-khaufi wal-jū’i wa naqaṣim minal-amwāli wal-anfusi waṡ-ṡamarāt(i). Di antara cobaan yang akan bisa dihadapi, ada yang diberi cobaan ketakutan, rasa sakit, ekonomi, semua akan merasakan itu. Di antara orang yang mendapatkan cobaan tersebut, ada yang beruntung bisa bersabar menghadapi dan menyelesaikan permasalahannya,” ujarnya.

Agus juga menyinggung fenomena yang dialami generasi muda saat ini, seperti burnout dan overthinking yang sering muncul apabila seseorang sudah kewalahan menghadapi permasalahan hidupnya. Ia mengingatkan bahwa Allah tidak akan memberi cobaan di luar batas kemampuan hamba-Nya.

“Keimanan tertinggi seorang hamba itu ketika sudah menempatkan Allah dan Rasul-Nya sebagai zat yang paling dicintai. Jika kita mencintai Allah, apa pun takdir yang diberikan akan diterima dengan suka cita, tidak akan mengalami burnout, overthinking, apalagi sampai ansietas depresi yang bermasalah,” ucapnya.

Sesuai data Kementerian Kesehatan, sekitar 28 juta penduduk Indonesia mengalami gangguan jiwa dari berbagai aspek, dan jumlahnya terus meningkat. Agus menilai bahwa Ramadan dapat menjadi momentum untuk membangun ketahanan mental dalam menghadapi permasalahan hidup.

Ia juga mengajak umat Islam untuk senantiasa bersabar dan bersyukur di bulan Ramadan ini, serta meyakini bahwa setiap permasalahan yang dihadapi memiliki hikmah di baliknya. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/dr.-H.-Agus-Taufiqurrahman-Sp.S.-M.Kes_.-pemateri-ceramah-tarawih-di-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Mei.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-24 10:15:342026-02-24 10:15:34Pentingnya Resiliensi di Bulan Ramadan

Prodi Matematika UAD Berkolaborasi dengan IIS Bahas Asuransi Syariah

24/02/2026/in Terkini /by Ard

Pemaparan materi pada seminar yang diselenggarakan Prodi Matematika FAST Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. FAST UAD)

Program Studi Matematika Fakultas Sains dan Teknologi Terapan (FAST) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerja sama dengan Islamic Insurance Society (IIS) sukses menyelenggarakan seminar bertajuk “Mengenal Konsep Asuransi dan Keuangan Syariah”. Acara ini berlangsung  pada Jumat, 13 Februari 2026 di Amphitarium Lantai 9 Kampus IV UAD.

Menghadirkan dua narasumber ahli, sesi pertama diisi oleh Ketua Bidang Hubungan Antarlembaga IIS, Yetty Rochyatini, FIIS. Dalam pemaparannya, Yetty mengenalkan profil Islamic Insurance Society (IIS) sebagai organisasi profesi yang didirikan pada tahun 2003. Ia menjelaskan pentingnya sertifikasi profesi bagi Sumber Daya Manusia (SDM) di industri perasuransian syariah, mulai dari tingkat Dasar, Ajun Ahli (AIIS), hingga Ahli (FIIS), guna meningkatkan profesionalisme dan kualitas layanan syariah di Indonesia.

Materi selanjutnya dipaparkan  oleh Ketua IIS, Edi Setiawan, S.E., M.E., FIIS., yang mengupas tuntas materi “Mengenal Konsep Asuransi dan Keuangan Syariah”. Edi menjelaskan perbedaan mendasar antara asuransi konvensional yang berbasis risk transfer (tijarah) dengan asuransi syariah yang mengedepankan konsep sharing risk (ta’awun/tolong-menolong).

“Konsep risiko dalam Islam bukan untuk dihindari, melainkan dikelola bersama. Hal ini tercermin dalam sejarah, seperti kisah Nabi Yusuf as. dalam menafsirkan mimpi Raja Mesir untuk menghadapi masa sulit, serta praktik al-‘aqilah pada masa Rasulullah saw.,” jelas Edi. Ia juga memaparkan perkembangan industri asuransi syariah di Indonesia yang terus tumbuh positif dari tahun ke tahun.

Acara dilanjutkan dengan prosesi penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara FAST UAD dengan IIS, serta FAST UAD dengan Taman Pintar. Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang magang, penelitian, dan pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri bagi mahasiswa UAD.

Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan cenderamata kepada narasumber, sesi penyerahan hadiah bagi pemenang lomba yang telah digelar sebelumnya, serta sesi foto bersama. Melalui kegiatan ini, diharapkan literasi mahasiswa UAD mengenai asuransi syariah semakin meningkat, sekaligus mempersiapkan mereka menjadi SDM unggul di sektor ekonomi syariah. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pemaparan-materi-pada-seminar-yang-diselenggarakan-Prodi-Matematika-FAST-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-FAST-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-24 09:52:572026-02-24 09:52:57Prodi Matematika UAD Berkolaborasi dengan IIS Bahas Asuransi Syariah

Manusia yang Cerdas Menurut Rasulullah

24/02/2026/in Feature /by Ard

Ust. Prof. Dr. H. Waharjani, M.Ag. pemateri kajian Ahad Pagi Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Mawar)

Dalam Kajian Rutin Ahad Pagi di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada 1 Februari 2026, Ust. Prof. Dr. H. Waharjani, M.Ag., mengajak jemaah memahami makna “manusia cerdas” sebagaimana diajarkan Rasulullah saw. Mengawali tausiah dengan refleksi peringatan Isra Mikraj, ia menegaskan bahwa kecerdasan dalam Islam bukan sekadar kecerdikan intelektual, melainkan kemampuan mengendalikan diri. Rasulullah, katanya, menyebut orang cerdas sebagai mereka yang mampu menahan amarah. Bahkan kepada sahabat yang dikenal mudah marah, Nabi berpesan berulang kali, “La taghdab, la taghdab, la taghdab” (jangan marah).

Selain menahan amarah, kecerdasan juga tampak pada kemampuan mengendalikan gaya hidup, terutama dari perilaku boros. Ia mencontohkan kebiasaan belanja tanpa perencanaan yang sering berujung penyesalan. Menurutnya, hidup hemat bukan berarti pelit, tetapi bijak dalam membedakan kebutuhan dan keinginan. Orang cerdas, lanjutnya, juga tidak menyakiti hati orang lain, tidak bertindak tanpa memikirkan akibat, serta menjauhi sifat malas. Ia menyederhanakan kiat sukses mahasiswa dengan rumus 2T: tekun dan tekan, tekun belajar agar sampai pada tujuan.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa kecerdasan sejati adalah beramal untuk kehidupan setelah kematian. Mengutip hadis tentang keutamaan mukmin yang kuat, ia menjelaskan bahwa kekuatan mencakup iman yang kokoh, fisik yang sehat, akhlak yang luhur, ibadah yang tekun, ilmu yang bermanfaat, serta kedermawanan. Ia mengingatkan bahwa amal seperti sedekah dan ilmu bermanfaat akan terus mengalir pahalanya, berbeda dengan amal lain yang terputus ketika seseorang wafat. Karena itu, ia mendorong orang tua untuk serius mendidik dan menyekolahkan anak sebagai investasi akhirat.

Dalam aspek keteladanan, ia mengutip pandangan Abdullah Nasih Ulwan tentang pentingnya pendidikan berbasis contoh. Orang tua, menurutnya, harus menjadi model iman yang kuat, tubuh yang sehat, dan akhlak yang luhur. Ia juga menyinggung pentingnya menjaga kesehatan melalui olahraga, istirahat cukup, pengelolaan stres, serta menghindari kebiasaan merusak. Mukmin yang kuat, tegasnya, lebih dicintai Allah Swt. daripada mukmin yang lemah, baik lemah iman, lemah usaha, maupun lemah semangat.

Menutup kajian, ia menguraikan enam akhlak yang menjadi jaminan surga sebagaimana disebut dalam hadis: jujur ketika berbicara, menepati janji, menunaikan amanah, menjaga kehormatan diri, menundukkan pandangan, serta menahan lisan dan tangan dari menyakiti orang lain. Ia juga mengingatkan pentingnya pembiasaan sejak dini, termasuk mendidik anak salat sejak usia tujuh tahun. “Sulit di awal, tetapi akan mudah jika sudah menjadi kebiasaan,” ujarnya. Dengan pengendalian diri, pembiasaan baik, dan orientasi akhirat, manusia tidak hanya menjadi pintar, tetapi benar-benar cerdas menurut tuntunan Rasulullah. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ust.-Prof.-Dr.-H.-Waharjani-M.Ag_.-pemateri-kajian-Ahad-Pagi-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Mawar.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-24 09:40:182026-02-24 09:40:18Manusia yang Cerdas Menurut Rasulullah

Zul Hamdi Batubara: SE Harus Profesional dan Terus Berkembang

24/02/2026/in Terkini /by Ard

Zul Hamdi Batubara (tengah) pemateri upgrading student employment Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Mawar)

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Zul Hamdi Batubara, dipercaya menjadi pemateri dalam kegiatan Upgrading Student Employment Tahap 2 yang diselenggarakan oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Laboratorium, Kampus IV UAD. Mengusung tema “Belajar Bekerja dan Mengembangkan Pola Pikir Bertumbuh”, acara ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kompetensi mahasiswa yang tergabung dalam program Student Employment (SE) di lingkungan UAD.

Zul menjelaskan, “Tujuan acara ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi SE di lingkungan UAD, sekaligus menggali pengalaman kerja dan membangun sikap profesional dalam bekerja,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa mahasiswa perlu memiliki pola pikir bertumbuh (growth mindset) agar mampu berkembang secara berkelanjutan, adaptif terhadap tantangan, serta siap menghadapi dinamika dunia kerja yang terus berubah. Menurutnya, pengalaman menjadi Student Employment bukan sekadar bekerja paruh waktu di kampus, tetapi juga menjadi ruang belajar untuk membentuk karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab.

Dalam pemaparannya, Zul menyampaikan sejumlah materi penting, di antaranya peran dan tanggung jawab Student Employment, strategi menyeimbangkan kegiatan akademik dan nonakademik, serta cara mengembangkan soft skills dan hard skills. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kemampuan teknis sesuai bidang kerja masing-masing agar kontribusi yang diberikan benar-benar berdampak bagi unit kerja di lingkungan kampus.

Melalui kegiatan ini, Zul berharap para Student Employment dapat memaksimalkan perannya tidak hanya sebagai pelaksana tugas administratif, tetapi juga sebagai agen perubahan yang membawa semangat inovasi dan pelayanan terbaik di lingkungan UAD. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Zul-Hamdi-Batubara-tengah-pemateri-upgrading-student-employment-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Mawar.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-24 09:21:432026-02-24 09:21:43Zul Hamdi Batubara: SE Harus Profesional dan Terus Berkembang

Pentingnya Memahami KHGT dan Zakat

23/02/2026/in Feature /by Ard

 

H. Rahmadi Wibowo Suwarno, Lc., M.A., M.Hum. Penceramah Tarawih RDK Universitas Ahmad Dahlan (UAD) 1447 H (Foto. Ana)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melalui kegiatan Ramadan di Kampus (RDK) 1447 H kembali menggelar rangkaian ceramah tarawih di Masjid Islamic Center UAD. Pada kesempatan kali ini, Sabtu, 21 Februari 2026, hadir sebagai penceramah adalah H. Rahmadi Wibowo Suwarno, Lc., M.A., M.Hum. yang merupakan Kepala Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) UAD. Ia menyampaikan materi mendalam bertajuk “Membumikan Al-Islam Kemuhammadiyahan: Dari Ritual Individual Menuju Kesalehan Institusional”.

Dalam ceramahnya, ia menekankan bahwa membumikan nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) berarti membawa ibadah personal ke ranah yang lebih tertata secara kolektif dan institusional. Salah satu poin kuncinya adalah penggunaan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang kini menjadi acuan resmi di Muhammadiyah untuk menyatukan penentuan waktu ibadah umat secara global.

“Ibadah kita acuannya bukan Masehi, tetapi bulan-bulan Hijriah,” tegasnya. Ia menjelaskan bahwa kesalehan institusional dapat diwujudkan dengan kepatuhan pada sistem penanggalan yang sahih menurut hadis nabi, di mana durasi bulan hanya antara 29 atau 30 hari.

Selain terkait penanggalan, ia juga menyoroti implementasi zakat mal di lingkungan institusi. Ia memaparkan bahwa karena adanya selisih 10-11 hari antara kalender Masehi dan Hijriah setiap tahunnya, maka pada tahun ke-30, seorang muzaki wajib membayar zakatnya dua kali (dobel) agar hitungannya genap secara syariat. Ia mengingatkan bahwa jika hal ini tidak diperhitungkan, maka selisih tersebut akan menjadi hutang kepada Allah yang harus dilunasi.

Menutup ceramahnya, Ustaz Rahmadi Wibowo mengajak jemaah untuk menyadari bahwa setiap ritual ibadah, termasuk zakat dan puasa, pada hakikatnya kembali untuk kemaslahatan diri kita sendiri. Ia berharap agar ibadah yang dijalankan tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi benar-benar membekas dalam diri kita.

“Semoga Allah memberi umur panjang kepada kita supaya kita bisa menyelesaikan ibadah kita hingga akhir ramadan nanti. Semoga 30 hari tidak terputus puasa serta bacaan Al-Qur’an kita, sehingga kita termasuk orang-orang yang bertakwa,” pungkasnya. (anw)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/H.-Rahmadi-Wibowo-Suwarno-Lc.-M.A.-M.Hum_.-Penceramah-Tarawih-RDK-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-1447-H-Foto.-Ana.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-23 11:51:292026-02-23 11:51:29Pentingnya Memahami KHGT dan Zakat

Dari Mahasiswa Saleh ke Alumni Berdampak

23/02/2026/in Feature /by Ard

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menggelar rangkaian kegiatan Ramadan di Kampus (RDK) 1447 H pada Jumat, 20 Februari 2026. Pada kesempatan kali ini, tausiah salat tarawih diisi oleh Dr. Gatot Sugiharto, S.H., M.H., selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UAD sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Olahraga PP Muhammadiyah. Tausiah tersebut mengusung tema utama “Mahasiswa dan Tanggung Jawab Sosial: Dari Mahasiswa Saleh ke Alumni Berdampak”.

Sebelum salat tarawih dimulai, panitia mengumumkan adanya fasilitas ruang khusus di lantai 1 bagi jemaah yang membawa anak usia balita. Fasilitas area bermain yang didampingi oleh panitia RDK ini disediakan agar putra-putri jemaah tetap kondusif, sehingga dapat menjaga kekhusyukan ibadah salat berjemaah di masjid.

Mengawali tausiahnya, Dr. Gatot mengajak jemaah untuk bersyukur kepada Allah Swt. karena telah dipertemukan kembali dengan bulan yang penuh ampunan dan keberkahan. Ia mengibaratkan perjalanan hidup manusia dan fluktuasi iman layaknya mengendarai kendaraan yang sedang menempuh perjalanan jauh. Setelah setahun berlalu, indikator “bahan bakar” keimanan manusia sering kali menipis. Oleh karena itu, bulan Ramadan menjadi momentum esensial untuk kembali mengisi penuh takwa dan iman melalui berbagai ibadah wajib maupun sunah sebagai bekal hidup satu tahun ke depan.

Lebih lanjut, ia menyoroti peran strategis kaum intelektual dan mahasiswa. Menurutnya, gelar dan kemuliaan seseorang tidak sebatas diukur dari tingginya ilmu di belakang nama, melainkan sejauh mana ilmu tersebut membawa kemaslahatan bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan sabda Nabi Muhammad saw. bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Dr. Gatot juga mengingatkan pesan dalam Surah Ali Imran bahwa umat Islam diciptakan untuk saling menyuruh pada yang makruf dan mencegah kemungkaran. Ia memaparkan bahwa baik atau buruknya masa depan negara sangat bergantung pada generasi yang ada saat ini.

“Kaum-kaum terpelajar yang masih muda ini merupakan miniatur bangunan bangsa Indonesia 20 hingga 30 tahun yang akan datang,” tegasnya.

Sebagai sebuah institusi pendidikan, UAD diharapkan mampu mencetak lulusan dengan tiga karakter utama. Karakter pertama adalah integritas, yakni adanya kesesuaian dan kesinambungan antara apa yang dipikirkan dan diperbuat agar selaras dengan norma maupun etika. Kedua, lulusan diharapkan memiliki filantropi ilmu, yang bermakna kemampuan dalam mendayagunakan pengetahuannya untuk memberdayakan masyarakat secara nyata. Terakhir, lulusan harus mempunyai social leadership atau kepemimpinan sosial, sehingga mereka mampu menjadi panutan serta mengambil peran terdepan dalam merespons dan menyelesaikan berbagai problematika sosial di tengah masyarakat.

Menutup ceramahnya, Dr. Gatot berpesan bahwa menunaikan tanggung jawab sosial adalah sebuah bentuk investasi untuk akhirat. Ia mendorong para jemaah dan lulusan UAD untuk senantiasa berkolaborasi secara positif. Sebab, melalui komunitas yang solid, umat tidak hanya sekadar bisa melakukan perubahan, tetapi juga bisa menciptakan sejarah baru bagi kemajuan peradaban. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-Gatot-Sugiharto-S.H.-M.H.-saat-menyampaikan-ceramah-Tarawih-di-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-UAD-Foto.-Itoshiko.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-23 11:36:412026-02-23 11:36:41Dari Mahasiswa Saleh ke Alumni Berdampak

Gelar Tarawih Perdana 1447 H Rektor UAD Tekankan Pentingnya Kalender Hijriah Global Tunggal

23/02/2026/in Terkini /by Ard

 

Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Prof. Dr. Muchlas, M.T. pada tarawih perdana Ramadan 1447 H dalam rangkaian RDK UAD (Foto. Septi)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan agenda rutin Ramadan di Kampus (RDK). Salat tarawih perdana Ramadan 1447 H di Masjid Islamic Center (IC) UAD disiarkan langsung melalui kanal YouTube Masjid Islamic Center UAD pada Selasa, 17 Februari 2026. Tema ceramah tarawih bertajuk “Ramadan Berdampak: Meneguhkan Peran Kampus Sebagai Pusat Peradaban Berdampak dan Berkemajuan”.

Dalam ceramahnya, Rektor UAD Prof. Dr. Muchlas, M.T., menyampaikan bahwa momentum ini menjadi sejarah baru karena Persyarikatan Muhammadiyah resmi mulai memberlakukan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) untuk memberikan kepastian waktu ibadah bagi umat Islam di seluruh dunia.

Prof. Muchlas menjelaskan bahwa penerapan KHGT sangat mendesak untuk mengatasi perbedaan penetapan hari besar Islam yang kerap terjadi akibat penggunaan kalender lokal. Ia mencontohkan kasus nyata di mana jemaah umrah yang berlebaran di Mekkah bisa mengalami masa puasa hanya 28 hari karena perbedaan awal Ramadan antarnegara.

Oleh karena itu, KHGT hadir dengan prinsip kesatuan matlak, yang memandang seluruh permukaan bumi sebagai satu kesatuan zona waktu, sehingga umat Islam dapat merayakan Idulfitri dan Iduladha pada hari yang serentak tanpa kebingungan.

Dalam kesempatan tersebut, Muchlas menegaskan bahwa penyatuan kalender ini merupakan wujud kemandirian umat dalam menjawab tantangan zaman dan melunasi “hutang peradaban” Islam. “Jika umat Islam mampu bersatu dalam penentuan waktu, ini akan menunjukkan kematangan dan kemandirian dalam mengelola urusan keagamaan kita di tengah arus globalisasi,” ungkapnya.

Ia berharap kehadiran kalender global ini dapat meminimalisir konflik perbedaan serta memperkuat persatuan dan solidaritas umat Islam di masa depan.

Selain menyampaikan materi terkait KHGT, Rektor UAD juga secara resmi membuka kegiatan RDK 1447 H dan menginformasikan ketersediaan fasilitas ramah anak berupa area bermain yang didampingi panitia agar orang tua dapat beribadah dengan khusyuk. Rangkaian acara malam tersebut kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan salat iftitah dan salat tarawih berjemaah. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Rektor-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Prof.-Dr.-Muchlas-M.T.-pada-tarawih-perdana-Ramadan-1447-H-dalam-rangkaian-RDK-UAD-Foto.-Septi.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-23 10:21:442026-02-23 10:22:27Gelar Tarawih Perdana 1447 H Rektor UAD Tekankan Pentingnya Kalender Hijriah Global Tunggal

Tim MKM FKM UAD Luncurkan Sekolah Lansia BKL SETAMAN

23/02/2026/in Terkini /by Ard

Tim MKM FKM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) luncurkan Sekolah Lansia BKL SETAMAN (Foto. TIM PKL MKM FKM UAD)

Untuk memperkuat pemberdayaan lansia di tingkat komunitas, mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) Magister Kesehatan Masyarakat (MKM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) secara resmi meluncurkan Sekolah Lansia BKL SETAMAN (Bina Keluarga Lansia Sehat, Tangguh, dan Mandiri) RW 10 Jogokariyan, Kemantren Mantrijeron, Kota Yogyakarta pada 10 Februari 2026. Kegiatan peluncuran dilaksanakan secara daring dan luring serta menjadi bagian dari peluncuran sembilan Sekolah Lansia di Kota Yogyakarta.

Inisiatif strategis yang digagas oleh Dr. Heni Trisnowati, S.K.M., M.P.H., bersama empat mahasiswa UAD yaitu Rini Ismiyati (ketua tim), Ghanis Kristia, Lutviyah Nurfath, dan Fitri Rahmayani ini membantu mahasiswa dalam mengintegrasikan teori promosi kesehatan mulai dari analisis situasi, pemetaan pemangku kepentingan, hingga strategi keberlanjutan program secara sistematis dan berbasis evidence.

Heni Trisnowati menyampaikan, “Sekolah Lansia BKL SETAMAN dirancang sebagai model pembelajaran sepanjang hayat bagi lansia yang menekankan pendekatan promotif dan preventif, bukan hanya kuratif.”

Diawali dengan penguatan konsep melalui kajian literatur serta kuliah tamu bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta. Kemudian dilanjutkan dengan koordinasi bersama Ketua RW 10 Jogokariyan, pengurus Posyandu Lansia Brotowali 10, Petugas KB Kemantren Mantrijeron, serta para kader sebagai bentuk pendekatan partisipatif.

Dilakukan juga skrining calon peserta melalui pengkajian Activity of Daily Living (ADL), Instrumental Activities of Daily Living (IADL), serta risiko jatuh. Heni menambahkan langkah ini menunjukkan bahwa Sekolah Lansia BKL SETAMAN tidak sekadar seremonial. “Sekolah ini dirancang secara komprehensif dan profesional dengan struktur kepengurusan terdiri atas kepala sekolah, sekretaris, bendahara, dan kader, sebagai fondasi keberlanjutan program,” ujarnya.

Setelah seremoni peluncuran, kegiatan dilanjutkan dengan stadium general bertema “Proses Menua” sebagai materi perdana. Pembelajaran akan dilaksanakan rutin setiap hari Rabu minggu kedua setiap bulan. Kolaborasi ini turut didukung oleh Prof. Dr. Sitti Nur Djannah, M.Kes., sebagai Kaprodi S2 Kesehatan Masyarakat FKM UAD, DP3AP2KB Kota Yogyakarta, dan Kemantren Mantrijeron.

Kehadiran Sekolah Lansia BKL SETAMAN menjadi representasi bahwa sinergi antara kepemimpinan akademik dan semangat mahasiswa mampu melahirkan inovasi sosial yang berkelanjutan. Harapannya, model ini dapat direplikasi di wilayah lain sebagai bagian dari penguatan kualitas hidup lansia yang sehat, tangguh, dan mandiri. (doc/Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-MKM-FKM-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-luncurkan-Sekolah-Lansia-BKL-SETAMAN-Foto.-TIM-PKL-MKM-FKM-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-23 10:09:142026-02-23 10:09:14Tim MKM FKM UAD Luncurkan Sekolah Lansia BKL SETAMAN

FAI UAD Gelar Temu Alumni Lintas Generasi

23/02/2026/in Terkini /by Ard

Temu Alumni Lintas Generasi FAI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. FAI UAD)

Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Temu Alumni FAI Lintas Generasi pada Sabtu, 14 Februari 2026. Bertempat di Ruang Aula Yunahar Ilyas (Aula Islamic Center), Kampus IV UAD, acara ini menjadi wadah bernostalgia sekaligus memperkuat jejaring silaturahmi bagi alumni yang hadir.

Para peserta merupakan representasi dari berbagai program studi di lingkungan FAI, mulai dari Perbankan Syariah, Ilmu Hadis, Pendidikan Agama Islam, hingga Bahasa dan Sastra Arab.

Dekan Fakultas Agama Islam, Dr. Arif Rahman, M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh alumni yang telah meluangkan waktu untuk kembali sejenak ke kampus.“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh rekan alumni FAI yang telah menyempatkan waktunya untuk hadir. Harapan saya nantinya silaturahmi kita terus berlanjut dan semoga jejaring ini dapat membuka jalan menuju berbagai kesempatan di masa mendatang”, ujarnya.

Acara inti diisi dengan sesi talkshow oleh Ust. Budi Jaya Putra, S.Th.I., M.H., seorang alumni FAI UAD yang menekankan pentingnya peran alumni bagi dosen dan almamaternya. Ia menyampaikan bahwa kontribusi nyata alumni di masyarakat merupakan bentuk amal jariah bagi para pendidik dan institusi yang telah membentuk mereka.

“Kemajuan alumni menjadi tolok ukur bagi almamaternya. Jika ingin memajukan almamater, berkaryalah untuk masyarakat,” tambahnya sebagai pesan motivasi bagi para peserta.

Suasana penuh keakraban semakin memuncak saat panitia memutar video kilas balik yang menampilkan momen-momen kebersamaan para alumni sewaktu masih menjadi mahasiswa. Gelak tawa dan rona haru tampak di wajah para peserta saat melihat kembali memori perjuangan mereka di bangku perkuliahan, mulai dari momen di kelas hingga aktivitas organisasi.

Selain itu, acara juga dimeriahkan dengan penampilan nyanyian serta stand-up comedy persembahan dari alumni dan mahasiswa FAI UAD yang berhasil menciptakan atmosfer hangat dan penuh kekeluargaan. (anw)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Temu-Alumni-Lintas-Generasi-FAI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-FAI-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-23 09:45:572026-02-23 09:45:57FAI UAD Gelar Temu Alumni Lintas Generasi
Page 2 of 577‹1234›»

TERKINI

  • Garda Depan Melawan Dengue: Mahasiswa UAD Perkuat Peran Jumantik di Bokoharjo27/02/2026
  • Dukung Sektor Pertanian, KKN UAD Ikuti Penanaman Kentang Serentak di Batur Lor27/02/2026
  • Mahasiswa KKN UAD dan KWT Banaran Lor Gelar Tanaman Tumbuhan Herbal26/02/2026
  • Mudik Sekolah, Menjembatani Siswa dan Perguruan Tinggi25/02/2026
  • Mahasiswa FKM UAD Adakan Senam dan Edukasi Hipertensi di Wonocatur25/02/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan I Presenter Terbaik pada ADIYC 202522/01/2026

FEATURE

  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026
  • Meminta Tanpa Menuntut, Belajar Ikhlas dan Tawakal dari Doa Nabi Zakaria25/02/2026
  • Bangun Relasi Spiritual di Tengah Overload Motivasi25/02/2026
  • Nilai Transendental Sebagai Basis Kemajuan Sains dan Teknologi24/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top