Afwa: Kenalkan Budaya Indonesia ke Taraf Internasional melalui Seni Lukis

    0
    75

    Afwa Rizqia Kautsar dari Program Studi (Prodi) Farmasi angkatan 2019 merupakan perempuan yang lahir di Yogyakarta, tetapi besar di Kalimantan. Ia sudah menekuni hobi melukis sejak kecil. Bahkan, sejak duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK) sudah mengikuti berbagai lomba dan sering menang. Hobinya muncul dari diri sendiri, namun kemudian diperkuat oleh dukungan rang tuanya. Kebetulan, ayah Afwa dahulu juga sering melukis di kanvas memakai cat air.

    Kini lomba International Event dalam bidang lukis dicicipinya, hingga mendapat juara 3 kategori Best Popular. Mengangkat tema “Harmony in Unity”, harapan Afwa keberagaman di Indonesia dapat disatukan. Pesan tersirat dari tema tersebut ialah ingin menunjukkan budaya Indonesia ke orang-orang luar. Singkatnya, Afwa ingin memperkenalkan budaya Indonesia melalui seni lukis.

    Afwa mengikuti lomba lukis memakai cat air baru pertama kali ini. Dahulu ia hanya suka menggambar sketsa wajah menggunakan tangan dan pensil. Vakum sekian lama, membuat Afwa merasa gugup saat di tempat lomba. Apalagi ia bersugesti bahwa peserta lain seperti sudah biasa ikut lomba. Tak mau kalah dengan rasa gugupnya, ia mencari inspirasi di sosial media yang unik dan bukan sekadar gambar biasa saja.

    Pembuatan konsep hanya diperlukan waktu sehari oleh Afwa. Berbekal kematangan konsep, selanjutnya diolah menjadi lukisan yang berisi keberagaman. Dalam goresan kanvasnya yang perdana, ia mengambil ikon tiap kota yaitu Jembatan Ampera, Monas, Tugu, Patung Bekantan, dan rumah adat. Hasil lukisannya mencerminkan bahwa keberagaman Indonesia dilambangkan dalam ikon kota, menyatunya digambarkan melalui Deoxyribo Nucleic Acid (DNA), dan tangan yang bergandengan melambangkan bersatu.

    “Kita sudah menjadi mahasiswa, jangan takut salah karena manusia tempatnya salah. Jangan takut untuk mencoba hal baru. Kalau tidak dicoba sekarang, kapan lagi? Percaya pada potensi sendiri-sendiri. Kemudian, harus diasah karena akan menjadi sebuah value untuk diri sendiri,” pesannya. (Dew)