Dr. Sitti Nur Djannah, M.Kes. Perlunya Pelayanan Peduli Kesehatan Seksual pada Remaja
Melalui disertasinya yang berjudul Model Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelayanan Kesehatan Seksual Remaja, Dr. Sitti Nur Djannah, M.Kes. berhasil meraih gelar doktor di Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta. Dalam disertasi tersebut, ia menyampaikan permasalahan kesehatan remaja pada beberapa tahun terakhir ini yakni terkait dengan masalah perilaku seks bebas dan kekerasan oleh para remaja. Penelitian yang mengambil kasus pada kelompok remaja di sebuah paguyuban seni jathilan tersebut menghasilkan sebuah model alternatif dalam memberdayakan masyarakat.
“Model ini diharapkan mampu mengurangi sekaligus mencegah tindakan menyimpang yang selama ini dilakukan oleh sekelompok remaja,” ucap Sitti yang juga merupakan doktor kelima Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ini.
Modifikasi seni jathilan dilakukan untuk memperoleh model pemberdayaan dalam mengubah perilaku negatif pada sekelompok remaja di paguyuban tersebut.
“Dengan memasukkan unsur kesehatan reproduksi remaja dalam seni jathilan, seperti memasukkan cerita tentang kesehatan atau bermain peran, dapat meningkatkan pengetahuan para anggota paguyuban,” terangnya.
Dengan model itu, maka secara efektif dapat mengubah perilaku seksual remaja yang selama ini cenderung berperilaku negatif. Selain melakukan modifikasi, juga diperlukan penguatan dukungan baik dari pemerintah, tokoh masyarakat, orang tua, maupun lembaga lain yang terkait. Adanya dukungan ini dapat memotivasi para remaja untuk berperilaku lebih baik lagi sebelumnya.
“Orang tua memiliki peran untuk membuat para remaja berperilaku seksual secara baik, sehingga perlu ada bimbingan serta arahan agar para remaja bertindak ke arah positif. Peran pemerintah juga sangat diperlukan dalam hal membuat serta mengawal kebijakan untuk mengurangi perilaku seks bebas serta kekerasan yang dilakukan oleh para remaja. Dengan model pemberdayaan yang seperti ini, maka dapat mencegah serta mengendalikan perilaku menyimpang bagi para remaja,” pungkasnya.

Bidang kepuasan bersekolah (school satisfaction) belum banyak ditekuni oleh para akademisi. Di antara yang sedikit itu, muncullah Dr. Nurul Hidayah, S.Psi., M.Si., Psikolog. dari Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Bu Nurul, begitu ia biasa disapa, telah berhasil meraih gelar doktor di Program Studi S-3 Psikologi Pendidikan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM), Malang, dengan predikat kelulusan cum laude.
Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) berhasil menambah daftar panjang dosen doktor di Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Kali ini, Muhammad Joko Susilo, M.Pd. berhasil meraih gelar doktor dari Program Studi S-3 Penelitian dan Evaluasi Pendidikan PPs Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Untuk meraih gelar tersebut, Joko, begitu ia biasa disapa, menulis disertasi berjudul “Pengembangan Model Evaluasi Kemandirian Sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Sleman”.
Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) memiliki dosen yang menekuni bidang farmasetika dan teknologi farmasi. Nama dosen itu ialah Iis Wahyuningsih, M.Si., Apt. Iis, begitu sapaannya, telah berhasil meraih gelar doktor dari Program S-3 Ilmu Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia menulis disertasi berjudul “Formulasi Self-Nano Emulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) Furosemid: Studi Parameter Fisikokimia, Biovailabilitas, Efek Diuretik, dan Toksisitas”.
Perempuan kelahiran 6 Januari 1980 ini merupakan salah satu doktor di Fakultas Agama Islam. Adapun gelar doktor tersebut didapat setelah menempuh pendidikan kurang lebih lima tahun di Universitas Gadjah Mada (UGM) mengambil Kajian Timur Tengah Program Studi Agama dan Lintas Budaya, dengan desertasi berjudul “Istilah Serapan Bahasa Inggris dalam Bahasa Arab pada Bidang Sains dan Teknologi”. Ia adalah Dr. Rika Astari, S.S., M.A.