• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Tempura Kocek, Inovasi Camilan Khas Jawa Timur Karya Mahasiswa UAD

20/07/2026/in MBKM, Prestasi /by Ard

Tempura kocek, inovasi camilan khas Jawa Timur karya mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Tim HuHaHinn)

Tim mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menghadirkan inovasi kuliner bertajuk Tempura Kocek pada ajang UAD FAIR #5. Produk tersebut berhasil meraih Juara II Kategori Poster Digital Usaha, sekaligus menunjukkan kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan makanan tradisional dengan sentuhan inovasi dan konsep ramah lingkungan.

Tim yang mengusung nama HuHaHinn ini diketuai oleh Triamanda Fauzia dengan anggota Nanda Khulukil Khusna dan Anisa Nur Amanah, seluruhnya berasal dari Program Studi Teknologi Pangan UAD.

Produk yang dikembangkan tim bernama Tempura Kocek, camilan khas Jawa Timur yang memadukan tempura, kol, dan sambal menjadi satu sajian dengan cita rasa khas. Pada UAD FAIR #5, tim menghadirkan tiga varian rasa, yaitu Tempura Kocek Sambal Bawang, Tempura Kocek Barbecue, dan Tempura Kocek Balado. Dari ketiga varian tersebut, Tempura Kocek Sambal Bawang menjadi menu yang paling diminati pengunjung.

Keunikan produk ini tidak hanya terletak pada cita rasanya, tetapi juga pada konsep yang diusung. Tim mengangkat tema go green dengan mengurangi penggunaan kemasan plastik dan menggantinya menggunakan daun pisang sebagai kemasan utama. Konsep tersebut diharapkan dapat mengurangi limbah plastik sekaligus menghadirkan kesan tradisional yang lebih dekat dengan budaya lokal.

Menurut Nanda, keikutsertaan dalam UAD FAIR dilandasi keinginan untuk menambah pengalaman sekaligus memperkenalkan produk inovatif kepada masyarakat. Selain menjadi ajang kewirausahaan terbesar di UAD, kompetisi ini juga diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi sehingga menjadi kesempatan untuk memperluas relasi dan menguji potensi produk yang dikembangkan.

Tim mempersiapkan kompetisi tersebut sejak jauh hari dengan melakukan riset mengenai produk yang sesuai dengan selera mahasiswa dan dosen, memiliki harga yang terjangkau, serta menawarkan nilai keunikan yang mampu menarik perhatian pengunjung. Selain mengikuti pameran produk, peserta juga berkesempatan mengikuti berbagai kompetisi lain, seperti video kreatif, poster digital usaha, dan sejumlah kategori perlombaan lainnya.

Dalam proses persiapan, tantangan terbesar yang dihadapi adalah manajemen waktu. Seluruh anggota tim merupakan mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan yang memiliki jadwal praktikum cukup padat sehingga harus mampu membagi waktu antara perkuliahan, praktikum, dan persiapan kompetisi.

Triamanda menambahkan, “Walaupun proses persiapannya cukup melelahkan karena harus membagi waktu dengan praktikum, kami sangat bersyukur seluruh perjuangan tim terbayar. Produk kami habis terjual dan kami juga berhasil membawa pulang Juara II Poster Digital Usaha. Pengalaman ini benar-benar menjadi kebanggaan bagi kami,” ungkapnya.

Tim berharap UAD FAIR dapat terus diselenggarakan setiap tahun sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas dan jiwa kewirausahaan. Mereka juga berharap waktu persiapan dan pengumpulan karya pada penyelenggaraan berikutnya dapat diperpanjang sehingga peserta dapat mempersiapkan inovasi secara lebih optimal di tengah padatnya aktivitas perkuliahan. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tempura-kocek-inovasi-camilan-khas-Jawa-Timur-karya-mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Tim-HuHaHinn.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-20 09:57:212026-07-21 07:40:16Tempura Kocek, Inovasi Camilan Khas Jawa Timur Karya Mahasiswa UAD

Citara, Inovasi Mochi Rasa Nusantara Karya Mahasiswa UAD

19/07/2026/in MBKM, Prestasi /by Ard

Citara, inovasi mochi rasa nusantara karya mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Tim Citara)

Tim mahasiswa Program Studi Sastra Inggris Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil menghadirkan inovasi produk pangan bertajuk Citara (Mochi Rasa Nusantara) pada ajang UAD FAIR #5 Tahun 2026 yang diselenggarakan di UAD. Produk tersebut berhasil meraih Juara I Kategori Inovasi Produk serta Juara Harapan I Kategori Video Kreatif, sekaligus menjadi bukti kreativitas mahasiswa dalam mengolah kuliner tradisional menjadi produk yang menarik dan bernilai jual.

Tim yang diketuai oleh Taqiyya Afanin Sholihah ini beranggotakan Naila Lathifatul Maulida, Jesica Lintang Marcheliana, Jihan Qaisyara, dan Yumna Ulya’ Afifah. Salah satu anggota tim, Jihan Qaisyara, mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut menjadi pengalaman yang tidak terlupakan bagi seluruh anggota.

“Kami berhasil meraih Juara I Kategori Inovasi Produk dan Juara Harapan I Kategori Video Kreatif. Menurut saya, persiapan kami sebenarnya masih jauh dari kata sempurna karena waktu yang tersedia sangat terbatas. Namun, kemenangan ini menjadi bukti bahwa keterbatasan waktu bukanlah penghalang selama kami mau berusaha, bekerja sama, dan memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Produk yang dikembangkan tim diberi nama Citara (Mochi Rasa Nusantara). Berbeda dengan mochi pada umumnya, Citara memadukan hidangan penutup khas Jepang dengan cita rasa yang lekat dengan budaya kuliner Indonesia. Tim menghadirkan tiga varian rasa, yaitu nastar, klepon, dan pisang cokelat, yang masing-masing memiliki makna tersendiri.

Varian nastar dipilih karena identik dengan momen Lebaran dan kebersamaan keluarga. Sementara itu, klepon merepresentasikan jajanan pasar tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan kuliner Nusantara. Adapun varian pisang cokelat menghadirkan nostalgia jajanan sekolah dan camilan rumahan yang akrab di kalangan masyarakat.

Tidak hanya dari sisi rasa, tim juga menghadirkan konsep produk yang mengangkat nilai-nilai lokal. Citara dikemas menggunakan besek mini yang dilengkapi alas daun pisang sehingga memberikan kesan tradisional sekaligus ramah lingkungan. Selain itu, setiap varian mochi memiliki karakter maskot tersendiri yang diwujudkan dalam bentuk stiker sebagai identitas produk.

Menurut Jihan, keikutsertaan tim dalam UAD FAIR berawal dari keinginan untuk menambah pengalaman di bidang kewirausahaan sekaligus mengembangkan ide menjadi produk yang benar-benar siap dipasarkan. Oleh karena itu, persiapan tidak hanya difokuskan pada proses produksi, tetapi juga pada penyusunan konsep bisnis secara menyeluruh, mulai dari pemilihan rasa, desain kemasan, hingga strategi pemasaran yang didasarkan pada pertimbangan yang matang.

Dalam proses persiapannya, tim menghadapi tantangan berupa keterbatasan waktu, baik saat produksi maupun menjelang pelaksanaan kompetisi. Produk Citara harus disajikan dalam kondisi segar sehingga proses pembuatan dimulai sejak dini hari. Bahkan, sebagian proses penyelesaian produk masih dilakukan ketika tim telah berada di lokasi acara.

Untuk mengatasi kendala tersebut, setiap anggota diberikan tanggung jawab yang berbeda sesuai kemampuannya. Sebagian anggota berfokus pada proses produksi, mulai dari menyiapkan bahan, membuat adonan, menyiapkan isian, mengukus, membentuk, hingga mengemas mochi. Sementara anggota lainnya bertugas menyiapkan stan dan kebutuhan penjualan. Pembagian tugas yang jelas serta komunikasi yang baik membuat seluruh proses dapat berjalan efektif sehingga kualitas produk tetap terjaga.

“Keberhasilan sebuah produk tidak hanya ditentukan oleh kualitas rasanya, tetapi juga oleh perencanaan yang matang dan kekompakan tim dalam menghadapi setiap tantangan. Pengalaman ini memberikan gambaran nyata kepada kami tentang bagaimana menjalankan sebuah usaha,” tutur Jihan.

Menurutnya, meskipun proses persiapan UAD FAIR cukup melelahkan karena membutuhkan banyak tenaga dan waktu, kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Citara-inovasi-mochi-rasa-nusantara-karya-mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Tim-Citara.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-19 10:00:372026-07-21 08:15:29Citara, Inovasi Mochi Rasa Nusantara Karya Mahasiswa UAD

Tim Teknik Industri UAD Lolos Pendanaan P2MW 2026 melalui Inovasi GREENXIA

18/07/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim Teknik Industri Universitas Ahmad Dahlan (UAD) lolos pendanaan P2MW 2026 melalui Inovasi GREENXIA (Foto. Tim Greenxia)

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Tim mahasiswa yang diketuai oleh Muhammad Faisal berhasil lolos pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026 melalui inovasi usaha bertajuk GREENXIA, sebuah bisnis budi daya microgreen lobak merah yang mengusung konsep ramah lingkungan.

Tim GREENXIA beranggotakan Muhammad Faisal sebagai ketua, bersama Ika Melviana, Muhammad Rafly Sandika, Muhammad Abim Pratama, dan Rahima Daegal Nabilah. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kreativitas dan semangat berwirausaha mahasiswa mampu melahirkan solusi yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.

Muhammad Faisal mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan memperoleh pendanaan merupakan hasil dari kerja keras seluruh tim selama proses penyusunan proposal hingga tahapan seleksi.

GREENXIA merupakan usaha budi daya microgreen lobak merah yang memanfaatkan botol plastik bekas sebagai media tanam. Melalui konsep tersebut, tim tidak hanya menghasilkan pangan sehat yang kaya nutrisi, tetapi juga berupaya mengurangi limbah plastik melalui penerapan prinsip ekonomi sirkular.

Ide bisnis ini berangkat dari keprihatinan terhadap masih rendahnya konsumsi sayuran, khususnya di kalangan mahasiswa, serta tingginya jumlah limbah plastik yang belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, GREENXIA hadir sebagai solusi inovatif yang menggabungkan aspek kesehatan, kewirausahaan, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Produk microgreen yang dihasilkan memiliki berbagai keunggulan, di antaranya kaya akan nutrisi, dipanen dalam waktu singkat sehingga selalu segar saat dikonsumsi, serta dibudidayakan menggunakan media tanam berbahan botol plastik bekas. Konsep ini menjadikan GREENXIA sebagai produk yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga mendukung pelestarian lingkungan.

Dalam mempersiapkan proposal P2MW, tim melakukan berbagai tahapan, mulai dari riset pasar, uji coba produk, penyusunan proposal secara bertahap, hingga diskusi intensif bersama dosen pembimbing. Menurut Faisal, kolaborasi yang solid menjadi faktor utama keberhasilan tim.

Meski demikian, perjalanan menuju pendanaan tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satu kendala terbesar adalah membagi waktu antara aktivitas perkuliahan dengan proses penyusunan proposal, sekaligus memastikan ide bisnis yang diajukan memiliki tingkat inovasi, potensi pasar, dan dampak sosial yang kuat.

Faisal juga menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama seluruh anggota tim serta dukungan penuh dari dosen pendamping. Setiap anggota menjalankan perannya masing-masing sehingga seluruh proses dapat berjalan secara optimal.

Setelah memperoleh pendanaan P2MW 2026, tim GREENXIA menargetkan peningkatan kapasitas produksi, perluasan pemasaran, pengembangan produk, serta penguatan branding usaha. Selain itu, mereka juga menargetkan dapat melaju ke Kompetisi Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo sebagai ajang untuk memperkenalkan GREENXIA di tingkat nasional.

Ke depan, tim berharap GREENXIA mampu berkembang menjadi usaha yang mandiri dan berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui penyediaan pangan sehat dan penerapan konsep bisnis yang ramah lingkungan. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-Teknik-Industri-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-lolos-pendanaan-P2MW-2026-melalui-Inovasi-GREENXIA-Foto.-Tim-Greenxia.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-18 10:00:352026-07-21 08:12:54Tim Teknik Industri UAD Lolos Pendanaan P2MW 2026 melalui Inovasi GREENXIA

UAD dan Pemkab Blora Perkuat Sinergi melalui Penandatanganan Nota Kesepahaman

17/07/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Pemkab Blora perkuat sinergi melalui penandatanganan nota kesepahaman (Foto. Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menerima kunjungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, Jawa Tengah, dalam agenda Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Benchmarking pada Rabu, 15 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Audio Visual Museum Muhammadiyah, Kampus IV UAD tersebut menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam bidang pendidikan.

Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T., menyambut baik komitmen Pemkab Blora untuk menjalin kemitraan dengan UAD. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa UAD memiliki berbagai potensi yang dapat mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Blora, seperti program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Mahasiswa UAD yang berasal dari Blora sangat banyak. Kami berharap Kabupaten Blora dapat mengirimkan lebih banyak mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan di UAD. Selain itu, kami siap bekerja sama dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, termasuk melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) maupun Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Kabupaten Blora,” ujarnya.

Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu prioritas utama pembangunan daerah. Menurutnya, kemajuan suatu daerah tidak dapat dilepaskan dari kualitas sumber daya manusianya sehingga kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi langkah strategis untuk mewujudkan hal tersebut.

“Kami berniat menjalin persaudaraan dengan UAD. Salah satu syarat daerah untuk maju adalah pendidikannya. Karena itu, kami terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan agar semakin banyak anak-anak Blora dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Ia juga berharap kerja sama yang dibangun tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman semata, melainkan diwujudkan melalui program-program yang konkret dan terukur.

“Kami ingin ada tindak lanjut kerja sama yang terukur sehingga menjadi kolaborasi nyata. Kami berharap UAD dapat membantu berbagai program untuk kepentingan kemaslahatan masyarakat, baik melalui pendidikan, penelitian, pengabdian, maupun pengembangan inovasi di Kabupaten Blora,” tambahnya.

Dalam sesi diskusi, kedua belah pihak membahas berbagai peluang kolaborasi, di antaranya peningkatan kualifikasi dan kompetensi guru, pendampingan Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat SD dan SMP, penguatan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), pengembangan inovasi daerah, program dosen mengabdi, hingga kerja sama di bidang pendidikan keagamaan. Disebutkan pula bahwa saat ini terdapat 219 mahasiswa UAD yang berasal dari Kabupaten Blora.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Rektor UAD menegaskan kesiapan universitas untuk memberikan dukungan sesuai kapasitas yang dimiliki.

“Semuanya bisa kita kerja samakan. UAD memiliki sumber daya yang memadai untuk mendukung peningkatan kompetensi guru, pendampingan OSN, hingga berbagai program pengabdian masyarakat. Kami juga siap menyiapkan Perjanjian Kerja Sama (PKS) lanjutan bersama Kabupaten Blora agar kolaborasi ini dapat segera direalisasikan,” tegasnya.

Komitmen tersebut turut diperkuat oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UAD, Prof. Dr. Suyatno, M.Pd., yang menyampaikan bahwa FKIP telah berpengalaman menjalin kerja sama dengan berbagai pemerintah daerah, termasuk dalam penyelenggaraan kelas RPL dan pendampingan peningkatan kompetensi guru.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara UAD dan Pemerintah Kabupaten Blora, dilanjutkan dengan penyerahan cendera mata serta buku karya Prof. Suyatno sebagai simbol dimulainya sinergi kedua institusi dalam mendukung pembangunan daerah melalui pendidikan dan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dan-Pemkab-Blora-perkuat-sinergi-melalui-penandatanganan-nota-kesepahaman-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-17 08:00:022026-07-21 08:10:47UAD dan Pemkab Blora Perkuat Sinergi melalui Penandatanganan Nota Kesepahaman

KKN UAD Ciptakan Media Visual Edukasi Pengelolaan Sampah

14/07/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ciptakan media visual edukasi pengelolaan sampah (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif 104 Unit I.A.3 dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan program kerja bertajuk “Pembuatan Papan Edukasi Sampah” di Kelurahan Sorosutan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah anorganik.

Program ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya permasalahan penumpukan sampah anorganik seperti plastik, botol, dan kaleng yang membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk terurai secara alami. Kurangnya kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah turut menjadi salah satu penyebab masih maraknya pembuangan sampah secara sembarangan.

Mengacu pada konsep Visual Management atau manajemen visual dalam bidang teknik industri, mahasiswa KKN menghadirkan media edukasi berupa papan informasi yang dirancang untuk menyampaikan pesan lingkungan secara lebih langsung, komunikatif, dan mudah dipahami oleh masyarakat.

Papan edukasi tersebut dibuat secara mandiri menggunakan material kayu dan dipasang di lokasi strategis yang mudah dijangkau serta dilihat oleh warga sekitar. Kehadiran media visual ini diharapkan mampu menjadi pengingat bagi masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya sekaligus melakukan pemilahan sampah anorganik secara disiplin.

Sebelum pelaksanaan program, mahasiswa melakukan pengamatan di lapangan dan menemukan bahwa imbauan berupa tulisan “Dilarang Membuang Sampah” dinilai kurang efektif dalam mengurangi perilaku membuang sampah sembarangan. Masyarakat dinilai membutuhkan media edukasi yang lebih menarik dan mampu memberikan gambaran nyata mengenai dampak jangka panjang sampah terhadap lingkungan.

Melalui kreativitas mahasiswa, papan edukasi tersebut dilengkapi dengan contoh fisik sampah anorganik beserta informasi mengenai waktu penguraiannya. Warga dapat melihat secara langsung bahwa botol plastik membutuhkan waktu sekitar 450 tahun untuk terurai, kaleng minuman 200 tahun, kantong plastik 20 tahun, sementara styrofoam tergolong sebagai material yang sangat sulit terurai.

Keberadaan papan edukasi ini mulai mendapatkan respons positif dari masyarakat, terutama anak-anak dan ibu rumah tangga yang sering melintas di lokasi pemasangan. Informasi visual yang disajikan mampu menarik perhatian warga sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pemilahan sampah anorganik.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN Alternatif Unit I.A.3 berharap dapat meninggalkan warisan edukasi yang berkelanjutan bagi masyarakat Sorosutan serta mendorong terbentuknya budaya pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab demi menjaga kelestarian lingkungan di masa mendatang. (Doc/Dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-ciptakan-media-visual-edukasi-pengelolaan-sampah-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-14 10:42:122026-07-21 07:31:31KKN UAD Ciptakan Media Visual Edukasi Pengelolaan Sampah

PPK Ormawa IMM FKM UAD Bekali Kader Caturharjo Teknik Komunikasi Kesehatan

13/07/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

PPK Ormawa IMM FKM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekali kader Caturharjo teknik komunikasi kesehatan (Foto. PPKO IMM FKM UAD)

Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali melanjutkan rangkaian program HAMEMAYU WARASING DESA. Pada Sabtu, 4 Juli 2026, tim mahasiswa menggelar kegiatan Pelita Kader Pertemuan 3 yang berlokasi di Balai Desa Kalurahan Caturharjo.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kamituwa Kalurahan Caturharjo Bapak Agung, jajaran kader kesehatan, Tim PPK Ormawa IMM FKM UAD, serta Supangat, S.K.M. dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul yang hadir sebagai narasumber. Dalam sambutan pembukanya, Bapak Agung mewakili Pemerintah Kalurahan menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan program ini yang secara bertahap terus meningkatkan kompetensi para kader. Beliau menaruh harapan besar agar para kader kesehatan mampu menerapkan ilmu yang didapat untuk memberikan edukasi secara efektif kepada masyarakat.

Fokus utama pada pertemuan ketiga ini adalah penguatan soft skill kader melalui materi Komunikasi Kesehatan Efektif. Sebelum pemaparan materi, peserta diarahkan untuk mengikuti pre-test guna mengukur tingkat pengetahuan awal mereka. Setelah itu, Supangat, S.KM. memberikan pemaparan komprehensif yang mencakup konsep dasar komunikasi kesehatan, teknik interpersonal, hingga strategi penyampaian pesan yang mudah dipahami oleh warga.

Selain teori dasar, narasumber juga membekali kader dengan keterampilan membangun hubungan baik dengan sasaran serta metode penyuluhan yang persuasif. Para kader menunjukkan antusiasme yang tinggi, yang terlihat dari keaktifan mereka dalam sesi diskusi dan tanya jawab terkait berbagai tantangan komunikasi di lapangan.

Rangkaian acara ditutup dengan pelaksanaan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta, disusul dengan penyerahan plakat penghargaan dari Tim PPK Ormawa kepada narasumber. Melalui pelatihan ini, kader kesehatan Caturharjo diharapkan semakin cakap dan percaya diri dalam memotivasi serta mendampingi masyarakat, sehingga kesadaran warga dalam mencegah Penyakit Tidak Menular (PTM) dapat terus meningkat. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/PPK-Ormawa-IMM-FKM-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-bekali-kader-Caturharjo-teknik-komunikasi-kesehatan-Foto.-PPKO-IMM-FKM-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-13 13:21:212026-07-14 08:39:45PPK Ormawa IMM FKM UAD Bekali Kader Caturharjo Teknik Komunikasi Kesehatan

Mahasiswa KKN Alternatif UAD Kenalkan Minuman Tepache dari Kulit Nanas

11/07/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Alternatif Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Kenalkan Minuman Tepache dari Kulit Nanas (Foto. KKN UAD)

Limbah buah, seperti kulit nanas, sering kali berakhir sebagai sampah meskipun masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan. Padahal, jika ditinjau dari perspektif optimalisasi dan produktivitas lingkungan, limbah organik seperti kulit nanas masih memiliki nilai guna yang sangat tinggi jika diproses dengan tepat. Upaya pemanfaatan kembali (reuse) material sisa ini menjadi langkah krusial untuk menekan volume sampah domestik sekaligus menciptakan produk baru yang bermanfaat bagi masyarakat.

Berangkat dari urgensi pengurangan limbah organik tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit I.A.3 menyelenggarakan kegiatan pelatihan bertajuk “Pembuatan Minuman dari Limbah Kulit Nanas” di RW 03 Kelurahan Sorosutan, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Program kerja tematik ini diikuti oleh ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dengan penuh antusias.

Program ini bertujuan mengurangi limbah organik di lingkungan permukiman, meningkatkan kreativitas masyarakat dalam mengolah hasil sampingan pertanian, serta membuka peluang usaha baru yang berbasis pada pemanfaatan produk lokal.

Sebelum pelatihan dimulai, tim mahasiswa KKN Unit I.A.3 melakukan pengamatan sederhana mengenai kebiasaan warga dalam memperlakukan sampah dapur non-sayuran. Hasilnya menunjukkan bahwa mayoritas warga masih menganggap kulit nanas sebagai sampah yang tidak memiliki nilai ekonomi dan sering memicu bau asam jika dibiarkan menumpuk di tempat pembuangan.

Kurangnya literasi mengenai pemanfaatan limbah buah menjadi alasan utama mengapa potensi ekonomi dan kesehatan dari bahan ini terlewatkan begitu saja. Kondisi lapangan ini menegaskan pentingnya intervensi edukatif berupa pelatihan praktis yang mudah diterapkan di skala rumah tangga.

Dalam pelatihan ini, warga diajak untuk mengenal tepache, yaitu minuman fermentasi tradisional yang sehat, menyegarkan, dan terbukti tinggi kandungan vitamin C yang dibuat dengan memanfaatkan kulit nanas. Mahasiswa mendemonstrasikan secara langsung seluruh proses pembuatan, mulai dari teknik pencucian kulit nanas agar higienis, pencampuran dengan air dan gula merah, hingga proses fermentasi singkat selama beberapa hari. Suasana di Balai RW menjadi semakin hidup ketika memasuki sesi diskusi interaktif dan mencicipi tepache yang telah difermentasi.

Pelatihan ini meningkatkan pemahaman warga secara signifikan mengenai konsep produk bernilai tambah (value-added product). Warga tidak hanya memahami teori penanganan sampah, tetapi juga terinspirasi melihat bagaimana limbah yang awalnya tidak berharga dapat diubah menjadi produk yang memiliki daya jual dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

“Harapan kami ingin menunjukkan bahwa penerapan sistem industri hijau dan konsep zero waste tidak harus muluk-muluk, melainkan bisa dimulai dari pemanfaatan limbah dapur kita sendiri. Kulit nanas yang tadinya dibuang, dengan sedikit kreativitas fermentasi, bisa menjadi minuman sehat yang bernilai ekonomi. Jika ini konsisten dikembangkan, lingkungan Sorosutan akan semakin bersih dan peluang usaha mikro warga bisa ikut tumbuh.”

Melalui program ini, warga Kelurahan Sorosutan tidak sekadar memperoleh pengetahuan tentang kelestarian lingkungan, melainkan mendapatkan keterampilan praktis untuk mandiri secara ekonomi. Harapannya, kegiatan ini dapat melahirkan berbagai inovasi produk lokal yang ramah lingkungan, sekaligus menjadi pemantik gerakan pemilahan dan pemanfaatan limbah organik yang lebih luas di tengah masyarakat. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Alternatif-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Kenalkan-Minuman-Tepache-dari-Kulit-Nanas-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-11 09:05:582026-07-13 10:10:18Mahasiswa KKN Alternatif UAD Kenalkan Minuman Tepache dari Kulit Nanas

Mahasiswa Teknik Industri UAD Raih Juara I Lomba Desain Produk Tingkat Nasional

10/07/2026/in MBKM, Prestasi /by Ard

Mahasiswa Teknik Industri Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih juara I lomba desain produk tingkat nasional (Foto. Tim Incluvia)

Mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali mengharumkan nama kampus di kancah nasional. Tim yang diketuai Muhammad Panca Nugraha, bersama Lydia Ayu Azzahrani dan M. Aditya Yakub Kuswara, berhasil meraih Juara I pada Lomba Desain Produk Ergonomis ERGOVATE DINASTI 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Mataram.

Kompetisi tersebut berlangsung di Universitas Mataram, Lombok, pada 28 Juni-2 Juli 2026. Sebelum melaju ke babak final, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti tahap seleksi mini proposal yang dimulai sejak Mei 2026. Pada babak final, penilaian dilakukan berdasarkan presentasi, video inovasi, serta prototipe produk yang dikembangkan oleh masing-masing tim.

Keberhasilan tim UAD menjadi juara pertama tidak diraih dengan mudah. Muhammad Panca Nugraha mengungkapkan bahwa keberangkatan menuju babak final sempat diwarnai keraguan. Bahkan, tim hampir memutuskan untuk mengundurkan diri karena minimnya persiapan. Namun, mereka akhirnya saling menguatkan untuk tetap mengikuti kompetisi.

“Alhamdulillah kami berhasil meraih Juara I. Awalnya kami berangkat ke final hanya bermodal nekat tanpa persiapan yang benar-benar matang. Kami bahkan sempat ingin mundur, tetapi akhirnya saling meyakinkan untuk tetap berangkat. Syukur kepada Allah Swt., hasilnya di luar dugaan karena kami berhasil menjadi juara dengan selisih nilai yang cukup jauh dari juara kedua,” ujar Panca.

Dalam kompetisi tersebut, tim mengusung karya berjudul “INCLUVIA (Inclusive Mobility for Active Tourism): Inovasi Kursi Roda Olahraga Multifungsi Berbasis Sustainable Design untuk Mewujudkan Sport Tourism Tanpa Batas.” Inovasi ini lahir dari kepedulian tim terhadap masih terbatasnya akses wisata alam bagi penyandang disabilitas dan lansia.

Menurut Panca, Indonesia terus mengembangkan sektor pariwisata, khususnya wisata alam. Namun, banyak lokasi wisata seperti perbukitan, pantai, maupun jalur dengan permukaan yang tidak rata masih sulit diakses menggunakan kursi roda konvensional. Berangkat dari kondisi tersebut, tim mengembangkan INCLUVIA sebagai kursi roda multifungsi yang dirancang agar mampu beradaptasi dengan berbagai jenis medan sekaligus memberikan kenyamanan dan keamanan bagi penggunanya.

Produk tersebut dilengkapi dengan sejumlah fitur inovatif, di antaranya pemanfaatan panel surya sebagai sumber energi dan teknologi Adaptive Stability System yang memungkinkan kursi roda menyesuaikan keseimbangan saat melintasi berbagai kondisi permukaan. Melalui inovasi ini, tim berharap dapat mendukung terwujudnya sektor sport tourism yang lebih inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Selain menawarkan solusi bagi mobilitas penyandang disabilitas dan lansia, INCLUVIA juga dirancang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals). Inovasi ini mendukung SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan kualitas hidup dengan desain yang lebih ergonomis, SDG 10 (Reduced Inequalities) dengan mendorong kesetaraan akses terhadap wisata aktif, serta SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui pengembangan pariwisata yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Panca mengaku banyak memperoleh pengalaman berharga selama mengikuti ERGOVATE DINASTI 2026. Menurutnya, panitia memberikan suasana yang hangat dan bersahabat sehingga para peserta merasa nyaman selama mengikuti rangkaian kegiatan. Salah satu momen yang paling berkesan terjadi saat presentasi final. Ketika hendak menyampaikan slogan penutup secara serempak, masing-masing anggota justru mengucapkannya dengan cara yang berbeda sehingga mengundang gelak tawa seluruh peserta dan dewan juri.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan tidak hanya mampu menghadirkan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat, tetapi juga mampu bersaing dan meraih prestasi di tingkat nasional melalui kreativitas, kolaborasi, serta semangat pantang menyerah. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Teknik-Industri-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-raih-juara-I-lomba-desain-produk-tingkat-nasional-Foto.-Tim-Incluvia.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-10 09:00:102026-07-13 09:41:17Mahasiswa Teknik Industri UAD Raih Juara I Lomba Desain Produk Tingkat Nasional

UAD Perkuat Literasi Kesehatan Ibu-Ibu Aisyiyah

09/07/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) memperkuat literasi kesehatan masyarakat melalui kegiatan PkM (Foto. Tim PKM UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) terus memperkuat literasi kesehatan masyarakat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) berupa skrining faktor risiko penyakit tidak menular bagi ibu-ibu Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Bangunharjo I, Sewon, Bantul, Ahad, 5 Juli 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka Milad Aisyiyah ke-109 di TK ABA Randubelang.

Dosen Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UAD, Prof. Dr. Surahma Asti Mulasari, S.Si., M.Kes., hadir sebagai narasumber dalam ceramah kesehatan bertema “Pendampingan Pola Hidup Sehat Ibu-Ibu PRA Bangunharjo I Melalui Digitalisasi Pemantauan Berat Badan dan Komposisi Tubuh”.

Dalam pelaksanaannya, materi dikembangkan menjadi edukasi mengenai skrining sederhana faktor risiko penyakit tidak menular agar lebih mudah diterapkan oleh masyarakat. Kegiatan ini juga memanfaatkan inovasi teknologi “Timbangan Pintar Berbasis Mobile” sebagai alat pemeriksaan kesehatan. Inovasi tersebut merupakan hasil riset Tim HBTI yang melibatkan Prof. Surahma Asti Mulasari sebagai salah satu periset.

Puluhan ibu-ibu Aisyiyah dari berbagai dusun di wilayah Bangunharjo mengikuti kegiatan dengan antusias. Selain memperoleh penyuluhan kesehatan, peserta juga menjalani pemeriksaan sederhana meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh (IMT), lingkar perut, dan tekanan darah sebagai upaya deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, dan stroke.

Dalam pemaparannya, Prof. Surahma Asti Mulasari menjelaskan bahwa penyakit tidak menular sering berkembang tanpa gejala yang jelas sehingga banyak masyarakat baru menyadarinya setelah muncul komplikasi. Menurutnya, sebagian besar penyakit tidak menular sebenarnya dapat dicegah melalui pemeriksaan sederhana dan penerapan pola hidup sehat secara konsisten.

Ia juga menambahkan bahwa pemeriksaan IMT, lingkar perut, dan tekanan darah merupakan metode skrining yang mudah, murah, serta dapat dilakukan secara berkala di masyarakat. Hasil pemeriksaan tersebut kemudian menjadi dasar dalam memberikan edukasi kesehatan yang sesuai dengan kondisi masing-masing peserta.

Tidak hanya memperoleh hasil pemeriksaan, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai arti hasil pengukuran, faktor risiko yang dimiliki, serta langkah-langkah praktis yang dapat diterapkan di rumah. Edukasi yang diberikan meliputi penerapan pola makan bergizi seimbang, pembatasan konsumsi gula, garam, dan lemak, peningkatan aktivitas fisik, serta pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Ketua PRA Bangunharjo I, Siti Nurjanah, S.Ag., menyampaikan apresiasi atas kontribusi UAD dalam memberikan edukasi kesehatan yang mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan oleh masyarakat. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut karena dinilai sangat bermanfaat bagi ibu-ibu dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dijalankan UAD melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). Melalui kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan, UAD terus menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui pendekatan edukatif dan pemberdayaan berbasis hasil riset. (Dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-memperkuat-literasi-kesehatan-masyarakat-melalui-kegiatan-PkM-Foto.-Tim-PKM-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-09 09:58:012026-07-13 09:57:06UAD Perkuat Literasi Kesehatan Ibu-Ibu Aisyiyah

Tim PESTAMI UAD Olah Limbah Pisang Jadi Inovasi Ekonomi Sirkular

09/07/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim PESTAMI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) olah limbah pisang jadi inovasi ekonomi sirkular (Foto. Tim PESTAMI)

Tim PESTAMI dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses mengukir prestasi gemilang dengan melaju ke babak semifinal Kompetisi Ilmu Bisnis, Manajemen, dan Keuangan (KBMK) Tingkat Nasional Tahun 2026. Membawa inovasi ramah lingkungan yang solutif, tim kolaborasi lintas disiplin ilmu ini siap bersaing di panggung nasional. KBMK sendiri merupakan ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditbelmawa), Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Tinggi (Dikti), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Kompetisi ini dirancang untuk menguji kemampuan akademik sekaligus mendorong mahasiswa menciptakan solusi inovatif yang aplikatif, etis, dan berdampak nyata bagi dunia usaha serta masyarakat. Pada tahun 2026, KBMK mengusung tema “Pemanfaatan Teknologi dan Strategi Bisnis Adaptif untuk Pertumbuhan Usaha Berkelanjutan dalam Menciptakan Nilai dan Dampak melalui Transformasi Digital dan Praktik Bisnis Bertanggung Jawab.”

“Motivasi utama kami mengikuti KBMK adalah untuk menguji sejauh mana ide dan inovasi yang kami kembangkan mampu memberikan solusi nyata terhadap permasalahan di masyarakat,” jelas Arya, “kami melihat KBMK bukan hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga wadah untuk belajar, berkolaborasi, dan mengembangkan kemampuan dalam bidang bisnis, riset, serta komersialisasi teknologi.” Tambahnnya.

Komristek dan Inovasi Ekonomi Sirkular Berbasis ESG

Dari lima bidang lomba yang tersedia, yaitu Perencanaan Bisnis, Riset Investasi, Keuangan Audit Investigatif, Penulisan Karya Tulis Ilmiah, dan Komersialisasi Riset dan Teknologi Tepat Guna (KOMRISTEK), Tim PESTAMI memilih bertanding pada bidang KOMRISTEK. Gagasan utama yang diusung oleh Tim PESTAMI berfokus pada SDGs 12 atau Responsible Consumption and Production, yaitu dengan menyulap limbah kulit dan batang pisang menjadi produk pangan berupa mie yang bernilai ekonomis tinggi. Inovasi ini mengedepankan konsep ekonomi sirkular serta pendekatan Environmental, Social, and Governance (ESG).

“Ide ini berawal dari keresahan kami saat berkunjung ke pabrik pengolahan pisang serta bertemu petani setempat. Kulit dan batang pisang belum memiliki sistem pengolahan yang terstruktur dan hanya menjadi limbah. Padahal, riset kami menunjukkan kedua bahan ini memiliki kandungan gizi yang sangat baik untuk produk pangan,” ujar Arya Eka Putra, Ketua Tim PESTAMI.

Produk tersebut kini telah diproses menggunakan teknologi pengolahan skala industri dan didukung dengan uji laboratorium untuk memastikan keamanan serta kualitasnya sehingga layak dikonsumsi.

Sinergi Lintas Disiplin Ilmu

Keunggulan Tim PESTAMI tidak hanya terletak pada produknya, tetapi juga pada komposisi tim yang solid. Didampingi oleh Retnosyari Septiyani, S.T.P., M.Sc. selaku Dosen Pendamping dari Program Studi Bisnis Jasa Makanan UAD, tim ini beranggotakan tiga mahasiswa bertalenta, antara lain Arya Eka Putra, mahasiswa Prodi Bisnis Jasa Makanan angkatan 2023 sebagai Ketua Tim sekaligus Chief Financial Officer (CFO), Muhammad Fajar Habibie, mahasiswa Prodi Teknik Industri di bagian pemasaran, dan Muhammad Al Afif, mahasiswa Prodi Teknik Industri di bagian produksi.

“Meskipun berasal dari program studi yang berbeda, perbedaan tersebut justru menjadi kekuatan kami. Setiap anggota membawa keahlian masing-masing untuk melengkapi strategi bisnis, analisis pasar, hingga proyeksi keberlanjutan usaha ini,” tambah Arya.

Bangkit dari Kegagalan Masa Lalu

Pencapaian menuju semifinal ini tidak didapatkan secara instan. Persiapan Tim PESTAMI rupanya telah dimulai sejak tahun 2025 lalu dengan gagasan yang sama. Namun, karena kendala teknis tertentu, mereka terpaksa menarik usulan tersebut dan menyudahi kompetisi lebih awal. Namun, kegagalan tersebut dijadikan sebagai momentum evaluasi total. Mereka memperbaiki kekurangan, menyempurnakan ide, dan memantapkan komunikasi tim. Kerja keras tersebut akhirnya terbayar lunas pada tahun ini dengan keberhasilan menembus babak semifinal.

Tantangan Menuju Grand Final di UNSOED

Perjalanan Tim PESTAMI masih berlanjut. Hingga saat ini, seluruh rangkaian tahapan seleksi administrasi dan penilaian berkas berlangsung secara daring. Untuk melangkah ke babak Grand Final, mereka harus kembali melengkapi dokumen dan melewati proses seleksi semifinal yang ketat. Jika berhasil lolos ke babak Grand Final, kompetisi akan dialihkan secara luring yang direncanakan bertempat di Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), bersamaan dengan rangkaian acara Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo.

Tantangan terbesar yang kini dihadapi tim adalah mengedukasi masyarakat guna mengubah stereotip bahwa produk berbahan dasar limbah ini aman, higienis, dan memiliki nilai tambah. Melalui kompetisi ini, Tim PESTAMI berharap dapat membawa nama baik program studi, fakultas, dan Universitas Ahmad Dahlan di tingkat nasional, sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa mampu menjadi motor penggerak yang berdampak bagi lingkungan dan perekonomian. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-PESTAMI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-olah-limbah-pisang-jadi-inovasi-ekonomi-sirkular-Foto.-Tim-PESTAMI.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-09 08:15:022026-07-13 09:57:22Tim PESTAMI UAD Olah Limbah Pisang Jadi Inovasi Ekonomi Sirkular
Page 9 of 34«‹7891011›»

TERKINI

  • Mahasiswa Gizi UAD Gelar Program GENZI di SMPN 3 Berbah07/10/2026
  • UAD PTS Terbaik DIY Berdasar Pemeringkatan THE WUR07/10/2026
  • Mahasiswa PBI UAD Terpilih sebagai Google Student Ambassador 2026 Batch 207/10/2026
  • Menempa Mahasiswa Menuju Konselor Profesional yang Unggul dan Berkemajuan07/10/2026
  • Prodi BK UAD Pererat Kebersamaan melalui Camp Counseling 202606/10/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa UAD Raih Juara III pada Kejurnas IX Senior-Junior Hapkido Indonesia 202630/09/2026
  • Tim Al Qorni UAD Raih Dua Gelar Juara di Ajang KMLI 202630/09/2026
  • Pustakawan UAD Raih Prestasi di IPI Awards DIY 202629/09/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Esai Nasional Ajang PIKIR 202629/09/2026
  • Tim King Phoenix UAD Juara III Kontes Robot Terbang Indonesia28/09/2026

FEATURE

  • Kesederhanaan yang Menjadi Pilihan Hidup Rasulullah06/10/2026
  • Runtuhkan Sekat Pembatas, Dekan FKIP UAD Tekankan Kolaborasi Pendidikan yang Berdampak28/09/2026
  • Menelusuri Hakikat dan Empat Tanda Kebahagiaan di Dunia15/09/2026
  • Memaknai Singkatnya Kehidupan dan Rahmat Berlimpah Menuju Surga10/09/2026
  • Menapaki Jalan Lurus melalui Sepuluh Wasiat Allah04/09/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top