• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Mahasiswa UAD Olah Limbah Ampas Tahu Menjadi Suvenir Khas Yogyakarta

29/07/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) olah limbah ampas tahu menjadi suvenir khas Yogyakarta (Foto. Tim TOFILOKA)

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Tim mahasiswa Program Studi Teknik Industri UAD berhasil lolos Pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026 melalui inovasi usaha TOFILOKA, produk suvenir khas Yogyakarta yang memanfaatkan limbah ampas tahu sebagai bahan utama.

Tim TOFILOKA terdiri atas Muhammad Khairul Anam sebagai ketua, dengan anggota Mochamad Geren Wibisana, Adnan Bintang Nur F., Afifa Puspa Wardhana, dan Annida Shafa Salsabila. Seluruh anggota tim merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas Ahmad Dahlan.

Ketua tim, Muhammad Khairul Anam, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan lolos pendanaan P2MW merupakan buah dari kerja keras seluruh anggota tim, dukungan dosen pembimbing, serta kolaborasi yang terjalin selama proses penyusunan proposal.

Ia menjelaskan, “TOFILOKA hadir sebagai inovasi produk suvenir yang mengangkat konsep keberlanjutan. Produk ini memanfaatkan serat ampas tahu yang selama ini dianggap sebagai limbah menjadi berbagai suvenir bernilai estetika, ramah lingkungan, dan memiliki nilai ekonomi,” jelasnya.

Ide tersebut berangkat dari dua persoalan yang saling berkaitan, yakni belum optimalnya pemanfaatan limbah ampas tahu yang berpotensi mencemari lingkungan serta meningkatnya kebutuhan wisatawan terhadap suvenir khas Yogyakarta yang unik dan memiliki nilai cerita.

“TOFILOKA hadir sebagai solusi dengan mengubah limbah ampas tahu menjadi produk suvenir bernilai jual. Selain mengurangi limbah, produk ini juga mampu meningkatkan nilai tambah bagi pelaku UMKM,” tambah Khairul.

Berbeda dengan suvenir pada umumnya, TOFILOKA memiliki sejumlah keunggulan. Produk ini menggunakan bahan baku limbah yang ramah lingkungan, mengusung desain dengan identitas budaya Yogyakarta, memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan limbah yang belum diolah, serta mendukung penerapan ekonomi sirkular. Tidak hanya itu, setiap produk juga memiliki nilai edukasi mengenai pentingnya pemanfaatan limbah menjadi produk yang bermanfaat.

Dalam proses mengikuti seleksi P2MW, tim melakukan berbagai tahapan persiapan secara intensif. Mulai dari identifikasi permasalahan, riset pasar, pengembangan produk, penyusunan proposal, penyempurnaan model bisnis, hingga konsultasi bersama dosen pembimbing. Berbagai masukan yang diterima kemudian dijadikan bahan evaluasi sehingga proposal yang diajukan semakin matang.

Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari peran berbagai pihak, mulai dari seluruh anggota tim, dosen pembimbing, Program Studi Teknik Industri UAD, hingga berbagai pihak yang memberikan masukan selama proses pengembangan usaha.

Setelah memperoleh pendanaan, tim menargetkan peningkatan kualitas dan kapasitas produksi TOFILOKA, memperluas pemasaran baik secara daring maupun luring, memperkuat branding produk, serta menjalin kolaborasi dengan UMKM dan berbagai mitra strategis.

Khairul berharap TOFILOKA dapat berkembang menjadi usaha yang mandiri dan berkelanjutan. Selain mampu menciptakan lapangan kerja, usaha ini juga diharapkan dapat memperluas pemanfaatan limbah ampas tahu menjadi produk bernilai tambah sekaligus menjadi salah satu suvenir khas Yogyakarta yang dikenal masyarakat luas. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-olah-limbah-ampas-tahu-menjadi-suvenir-khas-Yogyakarta-Foto.-Tim-TOFILOKA.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-29 09:32:382026-08-10 10:38:25Mahasiswa UAD Olah Limbah Ampas Tahu Menjadi Suvenir Khas Yogyakarta

PPK Ormawa IMM FKM UAD Latih Kader Gunakan Aplikasi Digital SI-WARAS

28/07/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

PPK Ormawa IMM FKM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) latih kader gunakan aplikasi digital SI-WARAS (Foto. PPKO IMM FKM UAD)

Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menggelar kegiatan Pelita Kader Pertemuan 5 sebagai bagian dari implementasi program HAMEMAYU WARASING DESA. Kegiatan yang berfokus pada pelatihan penggunaan aplikasi SI-WARAS (Sistem Informasi Warasing Desa) ini dilaksanakan di Balai Desa Kalurahan Caturharjo pada Sabtu, 18 Juli 2026.

Acara ini dihadiri oleh Kamituwa Kalurahan Caturharjo Agung, para kader kesehatan setempat, serta Tim Pelaksana PPK Ormawa IMM FKM UAD yang bertindak sebagai pemateri dan fasilitator. Dalam sambutannya mewakili Pemerintah Kalurahan Caturharjo, Agung menyampaikan apresiasi atas inovasi digital yang dikembangkan oleh mahasiswa melalui SI-WARAS. Beliau berharap sistem tersebut mampu membantu kader dalam melakukan pencatatan data kesehatan masyarakat secara lebih efektif, akurat, dan berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal peserta, disusul dengan pemaparan materi mengenai tujuan pengembangan sistem, manfaat aplikasi, alur kerja, hingga prosedur penginputan data dan pemanfaatan dashboard untuk monitoring serta evaluasi kesehatan masyarakat. Setelah memahami alur sistem, seluruh kader kesehatan mempraktikkan langsung penggunaan SI-WARAS dengan pendampingan intensif dari tim mahasiswa. Kader melakukan simulasi secara mandiri, mulai dari proses login, pengisian identitas sasaran, input hasil pemeriksaan skrining, hingga melihat rekapitulasi data pada dashboard.

Guna menjaga semangat dan kekompakan peserta selama pelatihan berlangsung, kegiatan juga diselingi dengan sesi ice breaking yang interaktif. Evaluasi kemudian dilakukan melalui sesi post-test yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mengoperasikan sistem pencatatan digital tersebut.

Melalui pelatihan ini, seluruh kader kesehatan Kalurahan Caturharjo diharapkan mampu mengoperasikan SI-WARAS secara mandiri. Digitalisasi pencatatan ini ditargetkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan berbasis kader sekaligus mendukung keberlanjutan program dalam pengendalian faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM). (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/PPK-Ormawa-IMM-FKM-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-latih-kader-gunakan-aplikasi-digital-SI-WARAS-Foto.-PPKO-IMM-FKM-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-28 08:00:392026-07-28 08:47:15PPK Ormawa IMM FKM UAD Latih Kader Gunakan Aplikasi Digital SI-WARAS

Tim PkM Farmasi UAD Beri Penyuluhan Kesehatan Terpadu Lansia di Mergangsan

27/07/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim PkM Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) beri penyuluhan kesehatan terpadu lansia di Mergangsan (Foto. Tim PKM UAD)

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan program penyuluhan kesehatan terpadu. Kegiatan yang mengusung tema “Pemberdayaan Lansia dengan Senam Brain Gym dan Edukasi Demensia” ini dilaksanakan secara komprehensif pada Sabtu, 18 Juli 2026 di RW 18, Mergangsan, Yogyakarta. 

Program pemberdayaan ini diketuai oleh Dr. apt. Iis Wahyuningsih, M.Si., dengan didampingi oleh dua anggota dosen, yakni apt. Prita Anggraini Kartika Sari, M.Farm. dan Dr. apt. Arif  Budi Setianto, M.Si. Pelaksanaan di lapangan digerakkan oleh tim kolaborasi mahasiswa lintas keilmuan. 

Anggota tim mahasiswa tersebut terdiri dari Fatma Marni Sarkol dan Muhammad Rafli Ichwan Rinaldo dari Program Studi Kesehatan Masyarakat, serta deretan mahasiswa Program Studi Farmasi yang meliputi Evan Ardi Kusuma, Namira Nur Aufa, Lolita Asyifa, Ilvana Rajabti, Fira Dwi Salshabirah, Alivia Hedy Putri, dan Wahyu Dyah Sarahsvati Kurniawan. 

Rangkaian kegiatan pada pagi hari dibuka dengan sesi senam pencegahan demensia atau Brain Gym. Senam ini dirancang khusus dengan gerakan ringan untuk merangsang memori, konsentrasi, dan saraf kognitif lansia. Manfaat positif dari rutinitas senam ini langsung dirasakan oleh peserta.

“Alhamdulillah, badan terasa lebih fresh. Daya ingat juga dirasa lebih meningkat dan tubuh terasa lebih bugar,” ungkap Ibu Putri Wijayanti, salah satu lansia peserta Brain Gym.

Setelah senam, acara dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan sediaan jamu kunyit. Tim PkM Farmasi UAD tidak sekadar membuat jamu tradisional biasa, melainkan memberikan inovasi berupa penambahan lada hitam untuk mengoptimalkan penyerapan senyawa aktif yang baik bagi tubuh.

Inovasi dan edukasi takaran bahan ini mendapat apresiasi tinggi dari kader setempat. Novita Wulandari, salah satu anggota Kader Lansia RW 18, menuturkan bahwa ilmu yang diberikan sangat aplikatif bagi warga.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat dan informasinya sangat lengkap. Ternyata penambahan lada hitam pada kunyit asam biasa bisa memberikan manfaat kesehatan yang jauh lebih optimal. Selain itu, takaran pembuatannya mudah dipraktikkan, serta bahan-bahannya pun murah dan terjangkau,” jelas Novita.

Memasuki sore hari, fokus kegiatan beralih pada pelayanan cek kesehatan komprehensif bagi para lansia. Sesi pemeriksaan ini dipadukan dengan pemaparan materi edukasi mengenai pentingnya kualitas tidur yang baik. Lansia diberikan pemahaman mengenai pola istirahat yang tepat agar tubuh tetap bugar di usia senja.

Didukung penuh oleh pihak Kader Lansia RW 18, seluruh rangkaian kegiatan dari pagi hingga sore ini diharapkan mampu mendorong para lansia di Mergangsan untuk lebih mandiri dalam menjaga kesehatan secara holistik, baik melalui aktivitas fisik yang rutin, pola tidur teratur, maupun pemanfaatan sediaan herbal secara tepat dan terstandar. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-PkM-Farmasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-beri-penyuluhan-kesehatan-terpadu-lansia-di-Mergangsan-Foto.-Tim-PKM-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-27 09:26:422026-07-27 09:26:42Tim PkM Farmasi UAD Beri Penyuluhan Kesehatan Terpadu Lansia di Mergangsan

Tim PPK Ormawa IMM FKM UAD Perkuat Sinergi di Caturharjo

26/07/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim PPK Ormawa IMM FKM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar monitoring dan evaluasi (Foto. Tim PPKO FKM UAD)

Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pada Rabu, 8 Juli 2026. Bertempat di Balai Desa Kalurahan Caturharjo, kegiatan ini bertujuan memantau perkembangan program, mengevaluasi kendala, serta memperkuat sinergi antarpihak dalam implementasi program HAMEMAYU WARASING DESA.

Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UAD Dr. Gatot Sugiharto, S.H., M.H., Lurah Caturharjo H. Wasdiyanto, S.Si., serta perwakilan dari pihak universitas yakni Riswanda Himawan, M.Pd. Turut hadir pula para kader kesehatan Caturharjo bersama Tim PPK Ormawa IMM FKM UAD.

Dalam sambutannya, Gatot Sugiharto menyampaikan apresiasinya atas dukungan seluruh pihak terhadap program pengabdian ini. Beliau menekankan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat sangat penting untuk menghasilkan program yang memberikan manfaat nyata, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kapasitas warga melalui pemberdayaan kader.

Senada dengan hal tersebut, Lurah Caturharjo Wasdiyanto menegaskan komitmen penuh pemerintah kalurahan dalam mendukung keberlangsungan program. Dukungan tersebut diwujudkan melalui fasilitasi tempat kegiatan, peminjaman peralatan, hingga pengoordinasian kader kesehatan agar terus berpartisipasi aktif dalam setiap agenda yang telah direncanakan.

Sesi kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang melibatkan kader kesehatan, mahasiswa, pihak universitas, dan pemerintah kalurahan. Forum dua arah ini membahas perkembangan capaian program, kendala teknis di lapangan, serta rencana perbaikan untuk kegiatan selanjutnya. Para kader menyumbangkan berbagai masukan konstruktif berdasarkan pengalaman nyata saat mengedukasi warga.

Berdasarkan hasil monitoring tersebut, pelaksanaan program dinilai telah berjalan dengan optimal dan sesuai dengan jadwal. Melalui kegiatan evaluasi bersama ini, seluruh pihak sepakat untuk terus menjaga koordinasi agar program pengendalian faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) di Caturharjo ini dapat terus memberikan dampak positif yang berkelanjutan. (ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-PPK-Ormawa-IMM-FKM-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-menggelar-monitoring-dan-evaluasi-Foto.-Tim-PPKO-FKM-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-26 09:00:292026-07-27 14:09:24Tim PPK Ormawa IMM FKM UAD Perkuat Sinergi di Caturharjo

HISKI UAD Gelar Apresiasi Penulisan Naskah Ketoprak di Caturharjo, Bantul

24/07/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

HISKI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) gelar apresiasi penulisan naskah ketoprak di Caturharjo, Bantul (Foto. Hiski UAD)

Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Komisariat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerja sama dengan Kalurahan Caturharjo menyelenggarakan Apresiasi Penulisan Naskah Ketoprak bagi Pemuda-Pemudi Karang Taruna Caturharjo pada 10 Juli 2026 di Pendopo Kalurahan Caturharjo, Pandak, Bantul. Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian pendampingan penulisan naskah ketoprak yang bertujuan menumbuhkan kreativitas generasi muda sekaligus memperkuat upaya pelestarian seni budaya lokal melalui karya sastra.

Acara dibuka secara resmi oleh Lurah Caturharjo, Wasdiyanto, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada HISKI Komisariat UAD atas kolaborasi yang telah membuka ruang kreatif bagi generasi muda untuk mengenal, mengembangkan, dan melestarikan budaya daerah. Menurutnya, ketoprak tidak hanya menjadi media hiburan, tetapi juga sarana pewarisan nilai-nilai kehidupan, sejarah, dan karakter masyarakat.

Apresiasi juga disampaikan oleh Sudiono, penggerak budaya sekaligus tokoh masyarakat Caturharjo. Ia menilai bahwa keterlibatan pemuda dalam proses kreatif penulisan naskah merupakan langkah penting dalam menjaga keberlangsungan seni tradisi. Melalui karya yang lahir dari tangan generasi muda, budaya lokal akan terus hidup dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Kegiatan dipimpin oleh Dr. Yosi Wulandari, M.Pd., Ketua HISKI Komisariat UAD sekaligus Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat. Dalam sambutannya, Yosi menjelaskan bahwa program ini tidak berhenti pada pelatihan menulis, tetapi juga memberikan pengalaman kepada peserta untuk menghasilkan karya yang memiliki nilai akademik dan budaya sekaligus memperoleh perlindungan hak kekayaan intelektual.

“Kami berharap para pemuda tidak hanya menjadi penikmat budaya, tetapi juga menjadi pencipta dan penjaga budaya. Ketika sebuah cerita berhasil ditulis, didokumentasikan, dan dilindungi melalui hak cipta, warisan budaya memiliki peluang lebih besar untuk terus hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Yosi.

Suasana apresiasi berlangsung hangat ketika para peserta secara bergantian mempresentasikan dan membacakan sinopsis naskah ketoprak yang telah mereka susun. Tiga karya yang dihasilkan dalam program ini, yaitu Labuh Bakti ing Samparan, Babad Korowelang, dan Crahing Ati: Pecahing Desa, memperlihatkan kemampuan para pemuda dalam mengangkat sejarah lokal, nilai pengabdian, dinamika kehidupan masyarakat, hingga konflik sosial yang dikemas dalam bentuk cerita ketoprak yang sarat pesan moral.

Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kreativitas peserta, pada akhir kegiatan dilakukan penyerahan sertifikat penghargaan serta sertifikat Hak Cipta kepada para penulis naskah. Penyerahan tersebut menjadi bukti bahwa karya sastra tradisional juga memiliki nilai intelektual yang patut dihargai dan dilindungi secara hukum.

Sebagai tindak lanjut program, ketiga naskah ketoprak beserta dokumen hak ciptanya akan dipublikasikan melalui website resmi Kalurahan Caturharjo. Publikasi ini diharapkan menjadi arsip digital budaya yang dapat diakses masyarakat luas sekaligus menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya dan mencintai budaya daerah.

Melalui sinergi antara HISKI Komisariat UAD dan Kalurahan Caturharjo, kegiatan ini diharapkan menjadi model kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mengembangkan literasi budaya. Tidak hanya melahirkan karya sastra baru, program ini juga menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui pendekatan kreatif yang memberikan ruang bagi generasi muda untuk menjadi pelaku utama dalam menjaga warisan budaya bangsa. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/HISKI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-gelar-apresiasi-penulisan-naskah-ketoprak-di-Caturharjo-Bantul-Foto.-Hiski-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-24 10:23:152026-07-24 10:23:15HISKI UAD Gelar Apresiasi Penulisan Naskah Ketoprak di Caturharjo, Bantul

KKN UAD Kenalkan AI untuk Tingkatkan Kualitas UMKM

23/07/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kenalkan AI untuk tingkatkan kualitas UMKM (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melakukan pendataan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sekaligus membagikan buku panduan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) di RW 06, Kalurahan Prenggan, Kotagede, Yogyakarta.

UMKM di Prenggan RW 06 mengalami berbagai kendala seperti keterbatasan pemasaran, permodalan, dampak Covid-19, serta rendahnya pemanfaatan teknologi menjadi penyebab utamanya. Belum adanya data yang lengkap membuat pemangku kepentingan sulit memberikan bantuan yang tepat sasaran.

Pemerintah Kota Yogyakarta juga mengusung tema digitalisasi UMKM, oleh karena itu tim KKN melakukan pendataan menyeluruh untuk mengetahui profil, potensi, serta masalah yang dihadapi setiap usaha. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk membangkitkan kembali kemajuan UMKM di lingkungan Prenggan RW 06.

Pendataan tidak hanya sebatas melalui penyebaran formulir digital, tetapi dilakukan secara langsung dengan mengunjungi rumah ke rumah pelaku UMKM. Pendataan diawali dengan sesi wawancara, pertanyaan yang diajukan meliputi produk yang dijajakan atau ditawarkan, latar belakang atau sejarah dari usaha yang dibangun, lokasi berwirausaha, media sosial, jumlah produk/jasa yang terjual per hari, dan kendala yang dialami selama menjalankan usaha.

Sasaran pendataan ini di antaranya usaha yang bergerak di bidang makanan (GandingGendong, angkringan, telur asin, infused water, dan sebagainya), di bidang jasa (dokter hewan, reparasi elektronik, binatu pakaian, dan sebagainya). Proses transaksi seringkali dilakukan secara daring, untuk pemesanan makanan maupun kebutuhan jasa. Misalnya, UMKM GandingGendong melayani pemesanan makanan berat/ringan dalam porsi besar. Untuk jasa pemeriksaan hewan peliharaan bisa menghubungi dokter hewan Winda melalui WhatsApp untuk melakukan pemeriksaan atau tindakan lanjutan jika diperlukan.

Penyebaran buku panduan pemanfaatan AI dilakukan secara langsung bersamaan dengan kegiatan pendataan UMKM. Setiap pelaku usaha menerima satu buku panduan yang berisi penjelasan sederhana mengenai konsep dasar AI, manfaat AI bagi pengembangan usaha, serta contoh penerapan yang dapat dilakukan dalam kegiatan usaha sehari-hari. Materi dalam buku disusun menggunakan bahasa yang mudah dipahami agar dapat dipelajari secara mandiri oleh pelaku UMKM dengan berbagai latar belakang pendidikan dan tingkat literasi digital.

Pada saat penyerahan buku panduan, mahasiswa KKN juga memberikan penjelasan singkat mengenai isi buku serta memperkenalkan beberapa aplikasi berbasis AI yang dapat dimanfaatkan secara gratis. Pelaku UMKM dikenalkan pada penggunaan AI untuk menyusun ide promosi, caption media sosial, mendesain konten pemasaran, dan menyusun deskripsi produk. Pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan daya saing usaha, memperluas jangkauan pemasaran, serta menciptakan inovasi yang berkelanjutan pada era transformasi digital.

Sebagai bentuk realisasi dari rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berhasil mendata sembilan pelaku UMKM di RW 06, selama tiga hari pendataan, yaitu pada tanggal 28 Juni, 29 Juni, dan 2 Juli 2026, dengan sasaran pelaku usaha dari berbagai bidang, di antaranya usaha katering makanan, toko mukena handmade, toko kelontong, serta beberapa jenis usaha lainnya.

Tim KKN UAD juga mendistribusikan sembilan buku panduan pemanfaatan AI kepada seluruh pelaku UMKM yang menjadi sasaran kegiatan. Jumlah buku yang dibagikan disesuaikan dengan jumlah pelaku UMKM yang berhasil didata, sehingga setiap pelaku usaha menerima satu buku panduan sebagai media edukasi. Data tersebut menunjukkan bahwa seluruh target kegiatan berhasil terlaksana sesuai dengan rencana, baik dari aspek pendataan UMKM maupun distribusi buku panduan AI.

Pelaku UMKM menunjukkan ketertarikannya selama kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN. Mereka menunjukkan ketertarikan karena teknologi tersebut dapat membantu berbagai kebutuhan usaha. Suasana kegiatan berlangsung interaktif melalui diskusi dan tanya jawab mengenai penerapan AI yang mudah diakses dan dapat digunakan secara gratis.

Kegiatan ini juga menghasilkan data yang menggambarkan kondisi, potensi, dan berbagai tantangan yang dihadapi oleh pelaku UMKM. Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembinaan maupun pengembangan UMKM pada masa mendatang.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran pelaku UMKM terhadap pentingnya transformasi digital semakin meningkat. Data hasil pendataan yang telah dikumpulkan diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai dasar dalam penyusunan program pendampingan dan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha. Dengan adanya pembinaan yang berkelanjutan, pelaku UMKM diharapkan mampu memanfaatkan teknologi digital secara lebih optimal, mengembangkan inovasi dalam usahanya, serta menciptakan usaha yang lebih mandiri, berkelanjutan, dan mampu bersaing di tengah perkembangan era digital saat ini. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kenalkan-AI-untuk-tingkatkan-kualitas-UMKM-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-23 08:23:252026-07-23 08:23:25KKN UAD Kenalkan AI untuk Tingkatkan Kualitas UMKM

Tim Teknik Industri UAD Raih Dua Penghargaan melalui Inovasi Produk BEKRESS

22/07/2026/in MBKM, Prestasi /by Ard

Tim Teknik Industri Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih dua penghargaan melalui inovasi produk BEKRESS (Foto. Indah)

Mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang UAD Fair 2026. Melalui inovasi produk pangan berkelanjutan bertajuk BEKRESS, tim berhasil meraih Juara Harapan II Kategori Inovasi Produk serta Juara Harapan II Kategori Stand Terunik.

Tim tersebut diketuai oleh Susilo Indah Rahayu dengan anggota Muhammad Panca Nugraha, Sailah Aulivia, dan M. Gilang Karnanda. Keberhasilan ini menjadi apresiasi atas kreativitas dan kerja keras tim dalam menghadirkan inovasi pangan yang mengusung konsep keberlanjutan dan pemanfaatan limbah pertanian.

Ketua tim mengungkapkan rasa bangga atas penghargaan yang berhasil diraih. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang dilalui bersama seluruh anggota tim. “Kami merasa bangga bisa mendapatkan Juara Harapan II Inovasi Produk dan Juara Harapan II Stand Terunik pada Saudagar Dahlan Muda #5. Menurut kami, kemenangan ini merupakan balasan yang setimpal atas seluruh usaha, kerja keras, dan proses yang telah kami lakukan selama mempersiapkan produk hingga mengikuti kompetisi.”

Produk unggulan yang diusung tim adalah BEKRESS, camilan sehat berbahan dasar bekatul padi, yaitu lapisan luar beras yang selama ini sering dianggap sebagai limbah hasil penggilingan. Selain BEKRESS, tim juga mengembangkan BEKAMIE, mi instan inovatif yang menggunakan bekatul sebagai bahan baku utama. Kedua produk tersebut dihadirkan sebagai alternatif pangan yang lebih bernilai sekaligus mendukung pemanfaatan limbah pertanian.

Melalui inovasi ini, tim ingin mengajak generasi muda untuk lebih peduli terhadap isu keberlanjutan dengan mengembangkan produk pangan berbasis konsep zero waste. Mereka berharap bahan-bahan yang selama ini dipandang sebagai limbah dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Perjalanan mengembangkan BEKRESS tidaklah mudah. Tantangan terbesar yang dihadapi tim terjadi pada tahap trial and error, mengingat bekatul merupakan bahan baku yang cukup sulit diolah menjadi produk pangan yang memiliki cita rasa dan kualitas yang baik. Namun, melalui berbagai riset, pengujian, dan penyempurnaan formulasi, tim akhirnya berhasil menghasilkan produk yang layak dipasarkan.

Kompetisi ini juga memberikan pengalaman berharga bagi seluruh anggota tim. Mereka tidak hanya memperoleh penghargaan, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan banyak mahasiswa dan pemuda yang memiliki kepedulian terhadap isu keberlanjutan melalui berbagai inovasi produk kreatif.

Menurut tim, ajang Saudagar Dahlan Muda menjadi ruang yang tepat bagi mahasiswa untuk bertukar ide, memperluas wawasan, serta membangun jejaring dengan para inovator muda dari berbagai bidang.

Panca menyampaikan, “Senang sekali bisa menjadi bagian dari UAD Fair lagi. Sebelumnya kami juga pernah mengikuti UAD Fair #4, tetapi tahun ini terasa lebih seru, lebih meriah, dan semakin menginspirasi kami untuk terus berkarya, berkembang, serta mencoba hal-hal baru. Terima kasih UAD Fair atas pengalaman yang sangat berharga.”

Prestasi yang diraih tim Teknik Industri UAD melalui BEKRESS menunjukkan bahwa inovasi berbasis potensi lokal dan konsep keberlanjutan memiliki peluang besar untuk terus berkembang. Melalui semangat kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan solusi yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan kelestarian lingkungan. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-Teknik-Industri-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-raih-dua-penghargaan-melalui-inovasi-produk-BEKRESS-Foto.-Indah.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-22 10:00:222026-07-23 08:08:27Tim Teknik Industri UAD Raih Dua Penghargaan melalui Inovasi Produk BEKRESS

Tiga Mahasiswa UAD Siap Berlaga di Pilmapres Nasional

22/07/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tiga mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) siap berlaga di Pilmapres nasional (Foto. Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Tiga mahasiswa UAD berhasil lolos sebagai Finalis Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Nasional 2026 setelah melalui serangkaian seleksi berjenjang mulai dari tingkat fakultas, universitas, hingga Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ketiga mahasiswa tersebut adalah M. Analta Gibransyah dari Fakultas Hukum (kategori Sarjana), Rizal Agus Setiawan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (kategori Diploma/Vokasi), serta Dimas Ananda Pangestu dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (kategori Disabilitas). Mereka akan mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta pada ajang Pilmapres Nasional dengan membawa berbagai inovasi dan rekam jejak prestasi yang telah memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Analta Gibran mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan menjadi finalis nasional bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi juga amanah besar untuk membawa nama baik Universitas Ahmad Dahlan dan Daerah Istimewa Yogyakarta di tingkat nasional.

“Saya ingin menjadikan kesempatan ini sebagai ruang untuk menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Perjalanan menuju final nasional, lanjut Gibran, ditempuh melalui proses seleksi yang panjang dan pembinaan intensif. Ia mengikuti berbagai simulasi presentasi, wawancara, serta evaluasi secara berkelanjutan bersama dosen pembimbing. Selain itu, ia juga memperoleh pendampingan dari mentor dan para ahli di luar kampus untuk memperkuat kompetensi akademik maupun kepemimpinan.

Dalam ajang Pilmapres, Gibran mengusung gagasan inovatif mengenai pemenuhan hak identitas hukum bagi anak-anak dari kelompok rentan yang belum memiliki akta kelahiran. Gagasan tersebut lahir dari keprihatinannya terhadap masih banyaknya anak yang kehilangan akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan perlindungan hukum akibat belum memiliki identitas hukum yang sah.

Sementara itu, Rizal,  juga menyampaikan rasa syukur atas kesempatan mewakili DIY di tingkat nasional. Baginya, pencapaian tersebut merupakan buah dari kerja keras, doa, serta dukungan berbagai pihak selama proses pembinaan.

“Kesempatan menjadi Finalis Mahasiswa Berprestasi Nasional merupakan kehormatan besar. Ini menjadi bukti bahwa kerja keras, doa, dan dukungan dari keluarga, dosen, serta Universitas Ahmad Dahlan dapat mengantarkan saya hingga ke tingkat nasional,” katanya.

Rizal menjelaskan bahwa persiapan menuju final dilakukan melalui pembinaan intensif, peningkatan kemampuan bahasa Inggris, penguatan keterampilan presentasi dan komunikasi, hingga penyempurnaan portofolio serta gagasan kreatif yang diusung.

Dalam kompetisi tersebut, ia memperkenalkan OKANA, inovasi daging analog berbasis ampas tahu dan jantung pisang sebagai alternatif pangan berkelanjutan. Produk tersebut memanfaatkan limbah pangan menjadi bahan pangan bernilai gizi dan memiliki nilai tambah sehingga diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan sekaligus mengurangi limbah makanan.

Di kategori Disabilitas, Dimas turut mengukir prestasi dengan lolos sebagai finalis nasional. Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang didukung oleh keluarga, dosen pembimbing, OSCOM, teman-teman, dan Universitas Ahmad Dahlan yang senantiasa memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang.

“Pencapaian ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memberikan kontribusi yang lebih luas kepada masyarakat, serta membawa nama baik daerah dan universitas di tingkat nasional,” ungkapnya.

Dimas mempersiapkan diri melalui penyusunan portofolio prestasi, pengembangan gagasan kreatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta berbagai simulasi presentasi dan wawancara. Selama proses seleksi, ia terus melakukan evaluasi berdasarkan masukan dari dosen pembimbing dan tim pendamping OSCOM.

Adapun inovasi yang dibawanya adalah KARTUNARA (Kartu Pantun untuk Tunanetra), sebuah media pembelajaran yang dirancang untuk membantu anak-anak tunanetra memahami karya sastra, khususnya pantun. Program tersebut dikembangkan sebagai solusi atas keterbatasan akses pembelajaran sastra yang inklusif sekaligus mendukung pemerataan pendidikan bagi penyandang disabilitas.

Ketiga finalis tersebut memiliki harapan yang sama, yakni memberikan penampilan terbaik pada ajang Pilmapres Nasional sekaligus mengharumkan nama Universitas Ahmad Dahlan dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Bagi mereka, kompetisi ini bukan semata-mata tentang meraih gelar juara, melainkan menjadi ruang untuk menghadirkan inovasi, memperluas jejaring, serta memperkuat kontribusi mahasiswa dalam menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat.

Mereka juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa UAD agar tidak ragu mengembangkan potensi diri. Prestasi, menurut mereka, dibangun melalui proses belajar yang konsisten, keberanian mencoba berbagai kesempatan, serta komitmen untuk terus memberikan manfaat bagi sesama.

Keberhasilan tiga mahasiswa UAD melaju ke Final Pilmapres Nasional 2026 semakin menegaskan komitmen Universitas Ahmad Dahlan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang mendorong lahirnya mahasiswa berprestasi, inovatif, berkarakter, dan memiliki kepedulian sosial. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, UAD terus mengantarkan mahasiswanya berkiprah di tingkat nasional maupun internasional sebagai generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan bangsa. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tiga-mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-siap-berlaga-di-Pilmapres-nasional-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-22 08:00:422026-07-23 07:59:21Tiga Mahasiswa UAD Siap Berlaga di Pilmapres Nasional

Buat Inovasi Minuman Sehat Purple Moo, Tim UAD Juara I Video Kreatif Usaha

21/07/2026/in MBKM, Prestasi /by Ard

Tim Purple Moo Universitas Ahmad Dahlan (UAD) juara I video kreatif usaha (Foto. Tim Purple Moo)

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Tim mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat berhasil meraih Juara I Lomba Video Kreatif Usaha Kategori Minuman pada UAD Fair 2026 melalui inovasi produk minuman sehat bernama Purple Moo. Tim tersebut diketuai oleh Rinaldi Muhammad Fauzi dengan anggota Cindy Wahyuningsih, Gita Novita Ramdani, Mohd Haisyam, dan Islami Z.

Ketua tim, Rinaldi Muhammad Fauzi, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian yang diraih. Menurutnya, kemenangan tersebut merupakan hasil dari kerja keras seluruh anggota tim selama mempersiapkan kompetisi. “Alhamdulillah, kami sangat senang dan bersyukur karena berhasil meraih Juara I Video Kreatif Usaha Kategori Minuman pada UAD Fair 2026. Kemenangan ini merupakan hasil dari kerja keras, kerja sama, dan semangat seluruh anggota tim dalam mempersiapkan Purple Moo. Bagi kami, penghargaan ini bukan hanya tentang menjadi juara, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan mengembangkan usaha agar semakin dikenal oleh masyarakat. ” ujarnya.

Produk yang diusung tim adalah Purple Moo, minuman berbahan dasar ubi ungu pilihan yang dipadukan dengan susu UHT full cream dan krim premium sehingga menghasilkan cita rasa yang lembut dan creamy. Produk ini hadir sebagai alternatif minuman kekinian yang tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki kandungan gizi yang baik bagi tubuh.

Cindy menjelaskan bahwa keunggulan Purple Moo terletak pada penggunaan ubi ungu asli yang kaya akan antioksidan. Kandungan tersebut bermanfaat untuk membantu menjaga daya tahan tubuh, melancarkan pencernaan, serta menjadi sumber energi alami. Selain varian Original, Purple Moo juga tersedia dalam pilihan rasa Matcha dan Taro, serta dilengkapi pilihan topping berupa keju serut dan cokelat serut yang semakin

Meski berhasil meraih prestasi, perjalanan menuju kemenangan tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satu kendala terbesar yang dihadapi adalah mengatur waktu karena setiap anggota berasal dari angkatan yang berbeda, yakni angkatan 2023, 2024, dan 2025, sehingga memiliki jadwal perkuliahan dan aktivitas yang tidak sama. Selain itu, perbedaan cara pandang antaranggota juga menjadi tantangan tersendiri dalam proses pengambilan keputusan.

Untuk mengatasi hal tersebut, tim secara rutin melakukan koordinasi melalui grup komunikasi untuk menentukan jadwal pertemuan dan membagi tugas. Mereka juga mengadakan diskusi-diskusi kecil guna menyamakan visi, mengevaluasi progres pekerjaan, serta menentukan langkah yang harus diselesaikan berikutnya.

Melalui kompetisi ini, tim memperoleh banyak pengalaman berharga, terutama mengenai pentingnya manajemen waktu, komunikasi yang efektif, dan kerja sama dalam tim. Mereka belajar untuk saling menghargai pendapat, menyesuaikan jadwal, serta membangun kolaborasi yang solid demi mencapai tujuan bersama.

Menurut tim, UAD Fair merupakan wadah yang sangat positif bagi mahasiswa untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan sekaligus menyalurkan kreativitas. Berbagai kompetisi dan pertunjukan seni yang diselenggarakan turut menciptakan suasana kampus yang lebih hidup serta membuka kesempatan bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk saling mengenal dan memperluas jejaring.

Tim berharap UAD Fair dapat terus diselenggarakan setiap tahun sebagai ruang belajar nyata bagi mahasiswa dalam mengasah kemampuan berbisnis, manajemen, inovasi, dan kreativitas. Selain itu, mereka juga berharap kegiatan tersebut semakin mempererat hubungan antarmahasiswa dari berbagai universitas sehingga kolaborasi dan jejaring akademik dapat terus berkembang. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-Purple-Moo-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-juara-I-ideo-kreatif-usaha-Foto.-Tim-Purple-Moo.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-21 08:44:412026-07-21 08:44:41Buat Inovasi Minuman Sehat Purple Moo, Tim UAD Juara I Video Kreatif Usaha

PPK Ormawa RDC UAD Bekali Karang Taruna Karangtengah Dasar-Dasar Robotika untuk Dukung Pertanian Cerdas

21/07/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

PPK Ormawa RDC Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekali Karang Taruna Karangtengah dasar-dasar robotika (Foto. RDC UAD)

Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Robotic Development Community (RDC) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Pelatihan Perdana bagi Pemuda Karang Taruna Kalurahan Karangtengah, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Minggu, 19 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam implementasi program NAWASENA: Sistem Pertanian Cerdas Berbasis Robotika dan Internet of Things (IoT) untuk Pengendalian Hama Tikus dan Produktivitas Padi Berkelanjutan.

Pelatihan bertujuan memberikan pembekalan dasar mengenai teknologi robotika kepada Pemuda Karang Taruna sebagai bekal untuk mendukung pelaksanaan program yang akan diterapkan di Kalurahan Karangtengah. Kegiatan dihadiri oleh Dosen Pembimbing PPK Ormawa RDC UAD, Ir. Phisca Aditya Rosyady, S.Si., M.Sc., Kepala Padukuhan Karangtengah Sumardiyono, Tim PPK Ormawa RDC UAD 2026, serta Pemuda Karang Taruna Kalurahan Karangtengah.

Dalam sambutannya, Ir. Phisca Aditya Rosyady S.Si., M.Sc., menekankan pentingnya pemahaman dasar robotika sebelum teknologi tersebut diterapkan secara langsung di lapangan. “Pelatihan ini merupakan pembelajaran awal bagi peserta untuk mengenal teknologi robotika yang akan diterapkan selama pelaksanaan Program PPK Ormawa RDC. Setiap robot memiliki bentuk, fungsi, dan tujuan yang berbeda, tetapi pada dasarnya bekerja dengan konsep yang sama. Oleh karena itu, pemahaman mengenai dasar-dasar robotika menjadi bekal penting sebelum robot diterjunkan ke lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Padukuhan Karangtengah, Sumardiyono, mengapresiasi pelaksanaan program yang diinisiasi mahasiswa UAD tersebut. Ia berharap pelatihan tidak hanya meningkatkan pengetahuan peserta mengenai teknologi, tetapi juga mampu mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam mendukung keberhasilan program.

Pada sesi inti, materi disampaikan oleh Galih. Sebelum memasuki pembahasan, peserta diperkenalkan dengan berbagai jenis robot yang dibawa oleh tim sebagai media pembelajaran. Robot-robot tersebut meliputi robot mobile beroda, robot berkaki (legged robot), robot manipulator yang banyak dimanfaatkan di sektor industri, hingga robot humanoid yang dirancang menyerupai manusia. Pengenalan tersebut bertujuan memberikan gambaran mengenai perkembangan teknologi robotika beserta fungsi dari masing-masing jenis robot.

Dalam pelatihan, peserta mempelajari konsep dasar penyusun sebuah robot yang terdiri atas perangkat input berupa sensor, proses melalui mikrokontroler sebagai pusat kendali, dan output berupa motor maupun aktuator. Selain itu, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai proses perakitan robot, mekanisme pengoperasian melalui laman berbasis web, hingga cara kerja robot dalam menyelesaikan tugas sesuai kondisi medan.

Memasuki sesi kedua, kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD), demonstrasi robot, serta praktik langsung. Peserta dibagi ke dalam lima kelompok untuk mengenal komponen robot sekaligus mencoba mengoperasikan robot yang telah disediakan oleh Tim PPK Ormawa RDC dengan pendampingan pemateri. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan, mulai dari perbedaan Arduino Uno dan Arduino Nano, jenis sensor yang digunakan, hingga sistem pengendalian robot. Seluruh pertanyaan dijawab melalui penjelasan dan demonstrasi sehingga peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai penerapan teknologi robotika.

Melalui pelatihan tersebut, peserta berhasil memperoleh pemahaman mengenai konsep dasar robotika, mengenal berbagai jenis dan komponen robot, memahami prinsip kerja robot yang akan digunakan dalam Program PPK Ormawa RDC, serta mendapatkan pengalaman praktik secara langsung. Selain itu, tercipta diskusi yang aktif antara peserta dan pemateri sehingga kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat respons positif dari seluruh peserta.

Pelatihan perdana ini menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi antara Tim PPK Ormawa RDC UAD, Pemerintah Kalurahan Karangtengah, dan Pemuda Karang Taruna untuk mendukung implementasi Program NAWASENA. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/PPK-Ormawa-RDC-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-bekali-Karang-Taruna-Karangtengah-dasar-dasar-robotika-Foto.-RDC-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-21 08:37:392026-07-21 08:37:39PPK Ormawa RDC UAD Bekali Karang Taruna Karangtengah Dasar-Dasar Robotika untuk Dukung Pertanian Cerdas
Page 8 of 34«‹678910›»

TERKINI

  • Mahasiswa Gizi UAD Gelar Program GENZI di SMPN 3 Berbah07/10/2026
  • UAD PTS Terbaik DIY Berdasar Pemeringkatan THE WUR07/10/2026
  • Mahasiswa PBI UAD Terpilih sebagai Google Student Ambassador 2026 Batch 207/10/2026
  • Menempa Mahasiswa Menuju Konselor Profesional yang Unggul dan Berkemajuan07/10/2026
  • Prodi BK UAD Pererat Kebersamaan melalui Camp Counseling 202606/10/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa UAD Raih Juara III pada Kejurnas IX Senior-Junior Hapkido Indonesia 202630/09/2026
  • Tim Al Qorni UAD Raih Dua Gelar Juara di Ajang KMLI 202630/09/2026
  • Pustakawan UAD Raih Prestasi di IPI Awards DIY 202629/09/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Esai Nasional Ajang PIKIR 202629/09/2026
  • Tim King Phoenix UAD Juara III Kontes Robot Terbang Indonesia28/09/2026

FEATURE

  • Kesederhanaan yang Menjadi Pilihan Hidup Rasulullah06/10/2026
  • Runtuhkan Sekat Pembatas, Dekan FKIP UAD Tekankan Kolaborasi Pendidikan yang Berdampak28/09/2026
  • Menelusuri Hakikat dan Empat Tanda Kebahagiaan di Dunia15/09/2026
  • Memaknai Singkatnya Kehidupan dan Rahmat Berlimpah Menuju Surga10/09/2026
  • Menapaki Jalan Lurus melalui Sepuluh Wasiat Allah04/09/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top