• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Mahasiswa UAD Raih Best Design Award di Thailand

18/09/2018/in Prestasi, Terkini /by NewsUAD

Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengantarkan tim memperoleh Best Design Award pada bidang Controlled Logistics Vehicle (CLV) Competition. Penghargaan ini diraih di ajang “The International Students Contest on Autonomous Surface Vehicle (ASV) and Controlled Logistic Vehicle (CLV) 2018 di Khon Kaen University Thailand (22–26/8/2018).

Tim dari Robotics UAD ini terdiri atas Syukran Anas (Teknik Industri), Ekky Armandi (Teknik Industri), Jihad Rahmawan (Teknik Elektro), dan Anggit Febriawan (Teknik Elektro), dengan dosen pembimbing Okka Adiyanto, S.T.P, M.Sc., dan didampingi Soni Ali Akbar, S.T., M.Eng.

Negara-negara yang mengikuti kompetisi tersebut di antaranyaLaos, Thailand, Indonesia, dan Taiwan. Bentuk kompetisi yang diberikan panitia, tim harus menyelesaikan soal yang diberikan berupa permasalahan tentang logistik. Yaitu dengan memindahkan barang dari Distributor Center (DC) ke titik-titik yang sudah ditentukan.

Menurut Okka Adiyanto, pemenang ditentukan berdasarkan lintasan mana yang paling optimal sehingga membutuhkan waktu tersingkat. Meskipun belum mencatat waktu singkat, tim UAD berhasil memperoleh penghargaan di kategori lain. (doc/ard)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/FB52649E-F32F-4753-B6FA-E95EBBB77440.jpeg 393 696 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2018-09-18 16:10:582018-09-18 16:12:14Mahasiswa UAD Raih Best Design Award di Thailand

Lindungi Diri dengan Ikut UKM Taekwondo

01/09/2018/in Feature, Prestasi /by NewsUAD

Program Pengenalan Kampus (P2K) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) hari ketiga pada Rabu (29/8/2018) yang dilaksanakan di GOR Among Raga, dihadiri oleh mahasiswa zona dua dari Fakultas Hukum (FH), Fakultas Sastra Budaya dan Komunikasi (FSBK), serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Kegiatan ini berupa pameran Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) untuk mahasiswa baru agar nantinya mereka dapat memilih sesuai bakat dan keinginan.

Ada 16 UKM yang dikenalkan kepada mahasiswa baru, salah satunya adalah taekwondo. Taekwondo merupakan bela diri bergaya Korea yang memiliki dua kategori yaitu kyourugi (fighter) dan pomsae (taeguk). Kyourugi atau pertarungan dengan teknik dua orang, yakni bertarung saling mempraktikkan teknik serangan dan teknik pertahanan diri. Sementara pomsae atau rangkaian jurus, dilakukan dengan rangkaian teknik gerakan dasar serangan dan pertahanan diri yang dilakukan melawan lawan imajiner, dengan mengikuti diagram tertentu.

“UKM Taekwondo UAD baru saja selesai mengikuti lomba tingkat nasional di UPN Jatim Surabaya yang dilaksanakan dari 21-27 Agustus 2018. Kami berhasil membawa pulang 9 medali emas, 3 medali perak, dan 2 medali perunggu,” ucap Andi Al Aziz.

Untuk ke depannya, masih banyak lagi lomba yang akan diikuti tim taekwondo. Mahasiswa baru yang ingin ikut gabung di UKM ini bisa mendaftarkan diri dengan mengunjungi stan Taekwondo di Among Raga atau bisa langsung daftar di basecamp yang terletak di gedung ITC kampus 1 UAD.

“Penting banget buat mahasiswa baru untuk mengikuti UKM Taekwondo. Selain bisa menjaga diri, taekwondo melatih kedisiplinan, bertanggung jawab, dan kemandirian. Tidak hanya itu, kalian juga akan mempunyai solidaritas tinggi dan rasa kekeluargaan yang kental. Selama ini, kami melakukan latihan secara rutin sehingga kesehatan serta kebugaran jasmani semakin kuat, jarang sakit, dan terhindar dari kelelahan ketika beraktivitas,” ucap Bella Tamara, salah satu peraih medali emas di ajang lomba tingkat nasional UPN Jatim.

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Lindungi-Diri-dengan-Ikut-UKM-Taekwondo.jpg 768 1024 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2018-09-01 06:40:402018-09-01 06:41:09Lindungi Diri dengan Ikut UKM Taekwondo

Prestasi Ahda Gitana UAD

30/08/2018/in Feature, Prestasi /by NewsUAD

PSM (Paduan Suara Mahasiswa) Ahda Gitana pada saat pameran UKM yang digelar di GOR Among Raga pada Rabu (29/8/2018).

Makin Kompak, Tambah Semangat, Ahda Gitana… Siap, Bisa, Yiha….

Itu merupakan jargon yang dipakai oleh PSM (Paduan Suara Mahasiswa) Ahda Gitana. PSM ini mewadahi mahasiswa yang memiliki bakat dan minat dalam bernyanyi. Selain bernyanyi, di dalam PSM, mahasiswa juga dapat belajar berorganisasi.

Melalui pameran yang digelar di GOR Among Raga pada Rabu (29/8/2018), PSM akan mengadakan pembukaan pendaftaran, khususnya bagi mahasiswa baru Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Mahasiswa yang berminat untuk bergabung dengan PSM dapat datang ke sekretariat PSM yang berada di gedung ITC (Islamic Tecnologi Center) kampus 1 UAD. PSM juga akan membuka stan di setiap kampus pada 5 Sepetember.

PSM telah menyabet beberapa prestasi bergensi. Tahun 2015 PSM pulang dengan membawa medali perak setelah menang di LPS (Lomba Paduan Suara) Sapta Gita, Semarang. Pada 2016 di lomba yang sama, PSM Ahda Gitana mendapatkan perunggu. Satu tahun kemudian, Ahda Gitana mengikuti lomba BCF (Brawijaya Choir Festival) di Universitas Brawijaya Malang, dan berhasil mendapatkan perunggu.

Tahun ini, PSM akan mengikuti dua lomba sekaligus. Pada Oktober mengikuti lomba LPS UGM (Universitas Gadjah Mada), sedangkan November akan pergi ke Jakarta untuk lomba di FFN (Festival Foklor Nusantara).

“Untuk persiapan lomba, alhamdulillah sudah matang karena kami sudah rekaman dan mengirim data, hanya tinggal memantapkan latihan rutin saja,” ungkap Eno, yang ditemui di stan PSM Ahda Gitana.

“Teman-teman yang akan memilih PSM sebagai UKM yang ingin diikuti, semoga kalian bisa berkomitmen dengan pilihan, ya,” tambah Eno. (hrv)

 

 

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Prestasi-Ahda-Gitana-UAD.jpg 768 1024 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2018-08-30 12:36:452018-08-30 12:36:53Prestasi Ahda Gitana UAD

Mahasiswa UAD Ciptakan Masker Wajah dari Arang

29/08/2018/in Feature, Prestasi /by NewsUAD


Nur Fitri, mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menciptakan masker wajah dari arang. Ia membuat masker itu sejak mengikuti Program Kuliah Kerja Nyata Pelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) UAD yang mendapat dana hibah dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Penemuannya dilatarbelakangi oleh sumber daya alam yang ada di Pedukuhan Ngemplak, Desa Sinduharjo, Ngaglik, Sleman. Warga pedukuhan tersebut mayoritas berprofesi sebagai petani padi yang menghasilkan banyak sekam padi dan tempurung kelapa. Ditambah lagi, alam di Pedukukan Ngemplak terdapat banyak sekali bahan pendukung pembuatan masker.

Bahannya pun sangat sederhana seperti arang aktif, tepung beras, tempurung kelapa, dan sekam padi.

“Arang aktif dapat sebagai detoksifikasi yang bisa menyerap kotoran dan racun dari wajah. Tepung beras juga bermanfaat sebagai scrub, untuk mengangkat sel kulit mati sehingga kulit bisa lebih cerah,” jelas Nur Fitri saat diwawancara, Minggu (26/8/2018).

Cara pembuatannya pun sangat gampang, tinggal menumbuk arang, tempurung kelapa, dan sekam padi sampai halus. Lalu, disaring untuk mendapatkan serbuk yang halus. Jangan lupa juga, beras dicuci dan direndam sekitar 12 jam untuk mempermudah pembuatan tepung dan memberikan efek dingin . Selanjutnya, beras yang sudah direndam ditumbuk dan disaring untuk memperoleh serbuk yang halus. Arang yang telah halus dan tepung beras dicampur dengan perbandingan 3:5. Cara pemakaiannya bisa ditambah air bunga mawar atau madu untuk menambah sehingga kulit lebih halus dan lembap.

Nur Fitria menerangkan, pembuatan masker ini bisa meningkatkan pemberdayaan masyarakat, khususnya di Pedukuhan Ngemplak. Didukung sumber daya alam melimpah, maka dapat menambah usaha sehingga meningkatkan perekonomian.

Untuk saat ini, pemasaran masker wajah masih dalam masa pengenalan terlebih dahulu. Namun, jika dilihat di acara gelar produk pada Sabtu (25/8/2018), banyak yang merespons positif dari berbagai kalangan. Sekarang, masker ini akan dipromosikan ke teman-teman, sembari menunggu konsumen di media daring.

“Semoga pelatihan pembuatan masker arang dan tepung beras di Pedukuhan Ngemplak, dapat dijadikan usaha bagi masyarakat. Selain memanfaatkan sumber daya alam, warga setempat juga dapat memperbaiki perekonomian secara berkelanjutan,” harap Nur Fitriyah.

Kesuksesan pembuatan masker tersebut dibantu oleh peserta KKN PPM UAD dari unit I.A.1.

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-UAD-Ciptakan-Masker-Wajah-dari-Arang.jpg 682 1024 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2018-08-29 08:43:372018-08-29 15:52:39Mahasiswa UAD Ciptakan Masker Wajah dari Arang

IJECE UAD Terpilih Sebagai Jurnal Terbaik Sinta 1

06/07/2018/in Prestasi, Terkini /by NewsUAD

Jurnal International Journal of Electrical and Computer Engineering (IJECE) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) memperoleh penghargaan sebagai jurnal terbaik Sinta 1. Sinta atau Science and Technology Index merupakan sistem berbasis web yang dimiliki Kemenristekdikti untuk meranking perguruan tinggi dan nonperguruan tinggi, memetakan kepakaran dosen/peneliti, dan meranking kinerja jurnal nasional serta internasional yang ada di Indonesia.

Sinta Award 2018 diselenggarakan oleh Kemenristekdikti di Jakarta (4/7/2018) sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya mendorong peningkatan publikasi dan jurnal ilmiah di Indonesia.

Sebelumnya, UAD juga telah memperoleh penghargaan sebagai perguruan tinggi swasta (PTS) terbaik dari pemeringkatan Sinta dengan skor 11,306. UAD melampaui beberapa perguruan tinggi negeri (PTN) besar di Indonesia. Secara nasional, UAD di peringkat 10 pada pemeringkatan seluruh PTN dan PTS, serta peringkat 11 jika ditambah nonperguruan tinggi.

Di tahun 2017 silam, Jurnal Telkomnika UAD juga mendapat penghargaan dari Kemenristekdikti saat memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional di Makassar. (ard)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/sinta-award-UAD.jpg 610 960 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2018-07-06 09:41:282018-07-06 09:41:28IJECE UAD Terpilih Sebagai Jurnal Terbaik Sinta 1

Olah Daun Mangga, Mahasiswa Farmasi UAD Ciptakan Gel untuk Luka Diabetes

06/07/2018/in Prestasi, Terkini /by NewsUAD

 

Tiga mahasiswa Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang terdiri atas Rudi Afrinanda, Yusa Ristiawati, dan M. Shoufi Islami berhasil menciptakan obat luka diabetes dari daun mangga. Mereka telah memulai riset sejak 2017 silam, sedangkan proses ekstraksi hingga pengujian menghabiskan waktu tiga bulan. Ketiga mahasiswa ini merupakan tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Penelitian UAD dengan dosen pembimbing Deasy Vanda Pertiwi, M.Sc., Apt.

Produk inovasi bernama Gerinludia (Gel Mangiferin Luka Diabetes Ekstrak Daun Mangga) terbukti mampu menyembuhkan luka diabetes.

”Kami melakukan uji coba Gerinludia pada tikus yang telah diberi perlakuan khusus sehingga memilki luka diabetes. Gel ini efektif menyembuhkan luka diabetes selama 15 hari,” terang Rudi ketika diwawancarai Senin (2/7/2018).

Yusa Ristiawati dan M. Shoufi Islami menambahkan, Gerinludia yang berbentuk gel memiliki kelebihan dibandingkan jenis salep yang umumnya digunakan untuk menyembuhkan luka diabetes. Gerinludia lebih cepat kering dan mudah diserap oleh kulit. Deasy sebagai dosen pembimbing juga menerangkan, Gerinludia mampu membentuk lapisan baru di atas kulit yang sekaligus berfungsi sebagai pelindung luka.

Untuk menghasilkan produk Gerinludia, dibutuhkan 10 kilogram daun mangga jenis mangifera indica. Sebelumnya, tim ini terlebih dahulu melakukan ekstraksi daun mangga dengan larutan etanol untuk kemudian dilakukan pengujian analisis terhadap senyawa aktifnya, mangiferin.

Setelah itu, mereka melakukan perbandingan basis untuk menentukan presentase yang terbaik dan memberikan variasi pada dosis ekstraknya.

“Setelah mendapatkan formula yang tepat, kami mengujicobakannya pada tikus. Hasil uji coba yang dilakukan pada 20 tikus dapat dilihat pada hari ke-15. Tikus yang sebelumnya memiliki luka terbuka sebesar 1 cm dapat tertutup seperti semula setelah diberi Gerinludia,” terang Rudi.

Meskipun terbilang berhasil menyembuhkan luka, Rudi mengungkapkan bahwa obat herbal seperti Gerinludia belum bisa menggantikan secara penuh peran obat sintesis. Namun, gel yang diciptakan dengan timnya minim efek samping dan memiliki kelebihan apabila dibandingkan dengan obat sintesis yang terkadang menimbulkan resistensi dari tubuh seperti alergi.

Gel yang mengandung antioksidan ini masih memiliki kekurangan dari segi tampilan dan aroma yang cukup menyengat. Hal ini kemudian ditanggapi oleh Deasy yang menganggap bahwa aroma Gerinludia masih bisa diatur lagi, tetapi warnanya yang terlihat hijau kecokelatan ini memang sudah menjadi ciri khas dari ekstrak daun mangga.

“Meskipun warnanya kurang menarik, setelah dioleskan pada kulit warna dari gel ini tidak akan terlihat. Selain itu, Gerinludia hanya akan terasa lengket beberapa detik saja, selebihnya akan kering dan tidak seperti menggunakan gel. Apabila digunakan pada manusia, Gerinludia dapat digunakan 1-2 kali sehari setelah luka diabetes dibersihkan terlebih dahulu. Untuk diujicobakan lebih lanjut pada manusia juga masih diperlukan tahapan yang cukup panjang,” tandas Deasy.

Inovasi yang dilakukan oleh ketiga mahasiswa Farmasi UAD tersebut dilatarbelakangi banyaknya penderita luka diabetes yang tidak ditangani secara serius sehingga harus berujung pada amputasi.

Pemilihan daun mangga untuk Gerinludia ini bertujuan agar daun mangga yang jumlahnya melimpah di berbagai wilayah dapat memiliki nilai ekonomi lebih karena sebelumnya hanya dibuang atau dimanfaatkan sebagai pupuk kompos.

Kendala dari penelitian ini, tim kesulitan untuk mendapatkan senyawa standar mangiferin karena harus menunggu impor dengan jangka waktu 3-4 bulan. Untuk menyiasatinya, mereka memutuskan untuk mengganti standar mangiferin dengan senyawa yang juga segolongan, yaitu senyawa kuersetin yang cukup mudah didapatkan dan juga masih segolongan dengan mangiferin yaitu golongan flavonoid. (ard/doc)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Olah-Daun-Mangga-Mahasiswa-Farmasi-UAD-Ciptakan-Gel-untuk-Luka-Diabetes-2.jpg 720 1280 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2018-07-06 09:03:512018-07-06 09:03:51Olah Daun Mangga, Mahasiswa Farmasi UAD Ciptakan Gel untuk Luka Diabetes

Tim Bponik UAD Raih HKTI Award

05/07/2018/in Prestasi, Terkini /by NewsUAD

 

Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) telah mengumumkan 10 penerima penghargaan HKTI Innovation Award 2018. Satu di antaranya adalah tim dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta.

Perwakilan tim Bponik saat memberikan penjelasan kepada Presiden RI terkait Bluetooth untuk Pemantauan dan Pengendalian Hidroponik (Bponik) yang berhasil meraih penghargaan khusus young innovator.

Tim ini berhasil meraih penghargaan khusus young innovator setelah menciptakan Bluetooth untuk Pemantauan dan Pengendalian Hidroponik (Bponik). Mereka adalah Vernandi Yusuf Muhammad, Mar’atul Husna, Yenny Rahmawati, Muhammad Annas, Ponco Sukaswanto dan, Rifa’ Atul Hanifa, dengan dosen pembimbing Anton Yudhana, S.T., M.T., Ph.D.

HKTI award diumumkan bertepatan dengan pelaksanaan Asian Agriculture and Food Forum (ASAFF) 2018 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, 28-30 Juni 2018. Total ada 67 peserta dari berbagai daerah dari 16 provinsi yang mendaftar mengikuti seleksi HKTI Innovation Award.

Bponik merupakan alat pengontrol dan monitoring hidroponik berbasis gawai. Platform ini dapat membantu para petani hidroponik untuk mengontrol tanaman secara lebih baik. Penggunaannya pun cukup mudah karena Bponik hanya diletakkan di dalam green house. Alat ini akan bekerja sendiri, petani tidak harus mengecek setiap hari untuk mengetahui kadar keasaman air (pH).

“Ide awal pembuatan Bponik berasal dari keluhan petani hidroponik, khususnya di mitra kami, Damar Hidrofarm, yang selalu mengeluhkan kesusahan dalam memonitoring pH, suhu air, dan kontrol suhu udara green house,” ujar Vernandi, ketua tim.

Ia menambahkan, Bponik saat ini sedang terus dikembangkan. Ke depan akan dimodifikasi menggunakan wifi, karena penggunaan bluetooth hanya menjangkau radius 10 meter.

Tim juga optimis, teknologi Bponik ke depan akan semakin dibutuhkan seiring dengan tren bertanam secara hidroponik yang terus meningkat. Petani hidroponik kini digeluti oleh masyarakat urban yang sangat tanggap teknologi sehingga Bponik akan menjadi pilihan.

Pada pameran Asian Agriculture & Food Forum (ASAFF) 2018 dan penghargaan HKTI, tim Bponik UAD juga mendapat kunjungan dari Presiden Joko Widodo, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dan Kepala Staf Kepresidenan sekaligus Ketua Umum HKTI Moeldoko. (ard)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-Bponik-UAD-Raih-HKTI-Award-2.jpg 851 1280 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2018-07-05 09:26:142018-07-05 09:29:34Tim Bponik UAD Raih HKTI Award

Pelajari K3, Mahasiswa FKM UAD Magang di UTeM

04/07/2018/in Prestasi /by NewsUAD

Tiga mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) akan menjalani magang selama Agustus 2018 di Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM). Mahasiswa dari peminatan keamanan, keselamatan, dan kesehatan kerja (K3) FKM ini merupakan yang pertama magang di luar negeri. Mereka adalah Susan Feriana, Luthfatul Marifah Rahmawati, dan Muhammad Ghazali.

Dari penjelasan Dekan FKM, Lina Handayani, S.K.M., M.Kes., Ph.D. magang merupakan bagian dari kurikulum yang merupakan aplikasi dari pembelajaran teori di kelas.

“Antara teori dan praktik belajar lapangan harus seimbang. Oleh karenanya lokasi dan tempat magang harus benar-benar dipertimbangkan,” paparnya didampingi Oktomi Wijaya, S.K.M., M.Sc. dan Muchamad Rifai, S.K.M., M.Sc. di ruang dekanat FKM, Kamis (28/6/2018).

Di FKM, lokasi magang dibagi dari tingkat lokal, nasional, dan internasional. Selama ini paling banyak ada di tingkat nasional. Dengan magang, mahasiswa akan tahu keadaan riil di masyarakat, karena subjek utama FKM adalah masyarakat.

Di sisi lain, Oktomi yang merupakan pembimbing lapangan menyampaikan, selama di Malaysia mahasiswa akan mendalami mengenai K3.

“Sebulan penuh, tiga mahasiswa tersebut akan belajar di UTeM dan melakukan kunjungan ke berbagai perusahaan di Malaka. Pengalaman ini akan sangat bermanfaat bagi mereka di dunia kerja nantinya.”

Sementara pengelola K3 FKM, Muchamad Rifai, menjelaskan, peminatan K3 ini paling diminati mahasiswa.

“Di dunia lapangan pekerjaan, K3 sangat dibutuhkan, baik di lingkungan pemerintah maupun industri sudah menjadi kebutuhan. Di Indonesia sendiri baru menjadi tren,” tandasnya.

Untuk meningkatkan kualitas magang dan mahasiswanya, FKM UAD terus mengembangkan kurikulum K3. Harapannya, mahasiswa dapat mendongkrak K3 di Indonesia dan mengikuti perkembangan K3 dunia. (ard)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pelajari-K3-Mahasiswa-FKM-UAD-Magang-di-UTeM.jpg 640 960 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2018-07-04 09:47:342018-07-04 09:47:34Pelajari K3, Mahasiswa FKM UAD Magang di UTeM

Sarung Tangan Pengendali Kursi Roda

04/06/2018/in Prestasi, Terkini /by NewsUAD

Adalah Ahmad Yogaswara (Teknik Elektro), Iqbal Cahya Kurniawan (Teknik Elektro), dan Ferosa Ardina Wardani (Fakultas Kesehatan Masyarakat) yang tergabung dalam salah satu Tim Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), berhasil mendapat dana dari Dikti. Ketiga mahasiswa ini membuat sarung tangan yang bisa mengendalikan kursi roda. Alat itu diberi nama Si Sistem Sarung Tangan Pintar sebagai Pengendali Kursi Roda (Si Sarpin).

Ahmad Yogaswara selaku ketua menjelaskan, kelompoknya ingin membuat teknologi yang bisa memudahkan penyandang disabilitas melakukan aktivitas sehari-hari.

“Banyak saudara kita penyandang  disabilitas yang mengalami kesulitan dalam mengakses fasilitas umum. Kurangnya akses layanan transportasi, bangunan, pendidikan, dan pekerjaan, merupakan beberapa contoh yang menjadi penghambat dalam kehidupan mereka.”

Berangkat dari data sensus penduduk tahun 2010, tim mahasiswa UAD menemukan, saat ini terdapat 10,6 juta penduduk penyandang disabilitas. Sedangkan menurut Survei Sosial Ekonomi Nasional Badan Pusat Statistik (Susenas BPS) tahun 2012, penyandang disabilitas tercatat 6.008.661 jiwa.

Berdasarkan data BPS Agustus 2016, Penduduk Usia Kerja Indonesia mencapai 189.096.722 juta orang. Di antaranya terdapat sebanyak 22.563.392 orang adalah penduduk usia kerja yang memiliki gangguan (disabilitas), terdiri atas laki-laki 10.333.806 orang dan perempuan 12.229.586 orang.

Peningkatan kualitas fasilitas umum dan terobosan-terobosan dari pemerintah terhadap penyandang disabilitas yang masih menganggur merupakan sebuah langkah bahwa pemerintah serius untuk menyejahterahkan penyandang disabilitas. Sehingga, penyandang disablitas bisa melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik.

Ferosa menjelaskan, di zaman yang penuh teknologi seperti saat ini penting untuk generasi muda lebih memperhatikan penyandang disabilitas.

“Sekarang ini memang masih banyak dari kita yang lupa dengan penyandang disabilitas, baik itu dari kesehatan, pekerjaan, maupun fasilitas umum yang tersedia untuk mereka.”

Selain itu, Ferosa juga menjelaskan bahwa era modern seyogyanya digunakan untuk menciptakan terobosan-terobosan baru untuk meningkatkan kesejahteraan penyandang disabilitas.

“Tugas para pemuda adalah menciptakan sesuatu yang baru guna mempermudah aktivitas sehari-sehari mereka. Alat yang sering digunakan penyandang disabilitas adalah kursi roda dengan kendali manual. Semakin majunya teknologi, ada yang menggunakan joystick. Tentunya inovasi ini sangat memudahkan mereka.”

Hadirnya Si Sarpin ini merupakan pembaru karena lebih efisien dan tenaga yang dikeluarkan tidak terlalu besar. (doc)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sarung-Tangan-Pengendali-Kursi-Roda-2.jpg 501 655 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2018-06-04 09:00:002018-06-04 09:06:09Sarung Tangan Pengendali Kursi Roda

Mahasiswa UAD Ciptakan Robot Pembersih Kaca Pencakar Langit

25/05/2018/in Feature, Prestasi, Terkini /by NewsUAD

Tiga mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) terdiri atas Yusuf Suwandono, Sri Wulandari, dan Geri Asbi Hasan, ciptakan robot pembersih kaca pencakar langit. Robot tersebut bernama Quadcopter Pembersih Gedung Pencakar Langit (Qursi Genit).

Yusuf Suwandono, Sri Wulandari, dan Geri Asbi Hasan (kiri ke kanan)

“Pembersihan gedung pencakar langit di Indonesia masih menggunakan metode manual, yaitu dengan operator (pekerja gondola) langsung menggantung pada dinding gedung. Cara ini sangat membahayakan nyawa operator yang membersihkan gedung tersebut,” tutur Yusuf Suwandono saat ditemui di Gedung Robot UAD, Jalan Prof. Dr. Soepomo, Umbulharjo, Yogyakarta. Ia menceritakan alasan timnya membuat robot itu.

Ketua tim yang sering dipanggil Yusuf ini juga menuturkan, tingginya angka kecelakaan pada proses pembersihan gedung pencakar langit membuat mereka berinovasi. Sehingga, terciptalah ide tersebut guna meminimalisir terjadinya kecelakaan.

Cara kerja robot cukup sederhana. Robot dihidupkan dan diterbangkan secara manual oleh operator melalui remote control, kemudian didekatkan pada dinding. Dinding yang kotor akan dipantau melalui kamera fpv yang videonya langsung ditransfer ke layar monitor operator. Selanjutnya, jika dinding terlihat kotor, operator akan mengaktifkan logic level untuk menghidupkan pembersih dinding dan menyemprotkan cairan pembersih.

“Harapannya, robot ini dapat membantu operator kebersihan dalam melakukan pembersihan dinding gedung pencakar langit, yang semula dengan cara manual diganti dengan quadcopter. Tentu ini lebih efisien dan tidak mengancam nyawa pekerja,” tutup mahasiswa asal Purbalingga itu, Selasa (15/5/2018). (Ami)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/NEWS_PPM_-_Mahasiswa_UAD_Ciptakan_Robot_Pembersih_Kaca_Pencakar_Langit_22_MEI_2018_Tami.jpg 262 587 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2018-05-25 11:32:202018-05-25 11:32:46Mahasiswa UAD Ciptakan Robot Pembersih Kaca Pencakar Langit
Page 67 of 70«‹6566676869›»

TERKINI

  • Garda Depan Melawan Dengue: Mahasiswa UAD Perkuat Peran Jumantik di Bokoharjo27/02/2026
  • Dukung Sektor Pertanian, KKN UAD Ikuti Penanaman Kentang Serentak di Batur Lor27/02/2026
  • Mahasiswa KKN UAD dan KWT Banaran Lor Gelar Tanaman Tumbuhan Herbal26/02/2026
  • Mudik Sekolah, Menjembatani Siswa dan Perguruan Tinggi25/02/2026
  • Mahasiswa FKM UAD Adakan Senam dan Edukasi Hipertensi di Wonocatur25/02/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan I Presenter Terbaik pada ADIYC 202522/01/2026

FEATURE

  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026
  • Meminta Tanpa Menuntut, Belajar Ikhlas dan Tawakal dari Doa Nabi Zakaria25/02/2026
  • Bangun Relasi Spiritual di Tengah Overload Motivasi25/02/2026
  • Nilai Transendental Sebagai Basis Kemajuan Sains dan Teknologi24/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top