• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Merawat Bumi sebagai Manifestasi Dakwah Perempuan Berkemajuan

10/03/2026/in Terkini /by Ard

Dr. Muhammad Rofiq, Ph.D. pemateri pengajian Ramadan 1447 H PWA DIY di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Pengajian Ramadan 1447 H yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Daerah Istimewa Yogyakarta menghadirkan Dr. Muhammad Rofiq, Ph.D., sebagai pemateri pada sesi pertama dengan tema “Etika Lingkungan dalam Perspektif Keimanan: Merawat Bumi sebagai Manifestasi Dakwah Perempuan Berkemajuan”.

Dalam pemaparannya, Muhammad Rofiq menyoroti kondisi lingkungan global yang semakin memprihatinkan akibat perubahan iklim. Ia menyampaikan bahwa kenaikan permukaan air laut setiap tahun mencapai sekitar 3,5 milimeter sebagai dampak dari pemanasan global. Kondisi tersebut bahkan mulai terlihat di beberapa wilayah pesisir, termasuk di Jakarta yang sebagian wilayahnya telah berada di bawah permukaan air laut.

Menurutnya, fenomena kerusakan lingkungan telah dijelaskan dalam Al-Qur’an melalui QS. Ar-Rum ayat 41 yang menyebutkan bahwa kerusakan di darat dan laut terjadi akibat ulah manusia. Ayat tersebut, lanjutnya, menjadi pengingat bahwa ketidakseimbangan alam merupakan konsekuensi dari tindakan manusia terhadap lingkungan.

Ia menjelaskan bahwa istilah fasad dalam ayat tersebut tidak hanya merujuk pada kerusakan yang tampak secara fisik seperti banjir dan longsor, tetapi juga kerusakan batin yang berakar dari perilaku manusia. “Ketika terjadi fasad, artinya bumi kita sedang mengalami ketidakseimbangan,” jelasnya.

Muhammad Rofiq juga menegaskan bahwa Islam sebagai agama yang bersifat komprehensif tidak hanya mengatur ibadah ritual, tetapi juga mengajarkan tanggung jawab manusia terhadap alam. Ia memaparkan tiga tugas utama manusia dalam hubungannya dengan lingkungan, yaitu al-‘ibadah, istikhlaf, dan isti’mar.

Pertama, al-‘ibadah, yakni memandang interaksi manusia dengan alam sebagai bagian dari ibadah. Menjaga kelestarian lingkungan termasuk dalam bentuk penghambaan kepada Allah Swt. Kedua, istikhlaf, yaitu peran manusia sebagai khalifah yang bertugas menjaga keseimbangan alam yang telah diciptakan secara harmonis. Ketiga, isti’mar, yaitu memakmurkan bumi melalui berbagai bentuk kreativitas dan pembangunan.

Ia mengingatkan bahwa manusia sering kali hanya berfokus pada aspek isti’mar atau pemanfaatan sumber daya alam, tanpa diimbangi kesadaran sebagai hamba dan khalifah yang bertanggung jawab menjaga keseimbangan alam. Akibatnya, eksploitasi lingkungan kerap dibenarkan atas nama pembangunan.

Lebih lanjut, ia menawarkan beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk merespons persoalan ekologis. Salah satunya melalui tafsir transformasi yang mengaitkan teks keagamaan dengan isu lingkungan, termasuk pengembangan konsep fikih air. Pendekatan ini dapat dilakukan melalui metode hierarkis yang meliputi nilai-nilai dasar Islam (al-qiyam al-asasiyyah), prinsip-prinsip umum (al-ushul al-kulliyyah), hingga pedoman praktis (al-ahkam al-far’iyyah).

Ia juga menekankan pentingnya memahami teks-teks keagamaan dengan perspektif ekologis melalui pendekatan manhaj tarjih. Banyak ayat Al-Qur’an maupun hadis yang sebenarnya memiliki pesan ekologis, tetapi selama ini belum banyak dielaborasi secara mendalam dan sering dipahami secara tekstual semata.

Selain penguatan pemahaman keagamaan, Muhammad Rofiq mendorong agar isu lingkungan dibawa ke berbagai ruang dakwah, baik melalui dakwah bil lisan, dakwah bil qalam, maupun dakwah bil hal. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian bumi.

Di akhir penyampaiannya, ia mengajak seluruh pihak untuk terlibat aktif dalam berbagai gerakan ekologis, seperti pelatihan, advokasi, serta aksi nyata dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, merawat bumi merupakan bagian dari tanggung jawab keimanan sekaligus wujud dakwah yang relevan dengan tantangan zaman. (Dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-Muhammad-Rofiq-Ph.D.-pemateri-pengajian-Ramadan-1447-H-PWA-DIY-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-10 11:17:002026-03-10 11:17:00Merawat Bumi sebagai Manifestasi Dakwah Perempuan Berkemajuan

Berapa Lama Sampah Kita Terurai? Mahasiswa KKN UAD Jawab Lewat Papan Edukasi

10/03/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN UAD membuat papan edukasi tentang waktu penguraian sampah di Sentolo, Kulon Progo (Foto. KKN UAD)

Pertanyaan sederhana, tetapi jarang dipikirkan oleh banyak orang, “Berapa lama sampah kita terurai?” menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di Padukuhan Siwalan, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo. Melalui pembuatan papan edukasi tentang waktu penguraian sampah, mahasiswa berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat setempat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang bijak.

Program pengabdian ini dilatarbelakangi oleh masih minimnya informasi yang diketahui warga mengenai lamanya proses penguraian berbagai jenis sampah. Banyak masyarakat yang belum menyadari bahwa sampah plastik—seperti kantong kresek, botol minuman, atau sedotan—membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk terurai secara alami. Hal ini tentu sangat berbeda dengan sampah organik, seperti daun atau sisa makanan, yang relatif lebih cepat terurai.

Papan edukasi yang dipasang di titik-titik strategis lingkungan padukuhan tersebut memuat informasi visual mengenai jenis-jenis sampah beserta estimasi waktu penguraiannya. Penyajian data dikemas secara sederhana dan mudah dipahami agar dapat dibaca oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Dalam proses pembuatannya, mahasiswa berkoordinasi dengan perangkat padukuhan untuk menentukan lokasi pemasangan yang mudah terlihat dan sering dilalui oleh warga. Material papan juga dipilih agar cukup kuat dan tahan terhadap kondisi cuaca sehingga dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lama.

“Kami ingin masyarakat lebih sadar bahwa setiap sampah yang dibuang memiliki konsekuensi waktu yang berbeda terhadap lingkungan. Harapannya, informasi ini dapat mendorong perubahan perilaku dalam memilah dan mengurangi sampah,” ujar Ketua Unit KKN UAD.

Kehadiran papan edukasi tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Sejumlah warga mengaku baru mengetahui lamanya proses penguraian sampah anorganik setelah membaca informasi yang tertera.

Edukasi sederhana ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya peduli lingkungan di tingkat padukuhan. Melalui program ini, mahasiswa KKN UAD tidak hanya menghadirkan media informasi, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan dimulai dari kebiasaan kecil sehari-hari. Sebab, dari satu pertanyaan tentang waktu penguraian sampah, tumbuh pemahaman bahwa setiap tindakan manusia meninggalkan jejak bagi bumi. (anw)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-UAD-membuat-papan-edukasi-tentang-waktu-penguraian-sampah-di-Sentolo-Kulon-Progo-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-10 11:13:332026-03-10 11:13:33Berapa Lama Sampah Kita Terurai? Mahasiswa KKN UAD Jawab Lewat Papan Edukasi

Langkah Strategis KKN UAD Tekan Sampah Rumah Tangga di Sokorojo

10/03/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melakukan penguatan Bank Sampah Sepuri Jaya di Nanggulan, Kulon Progo (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Unit IV.C.2 Periode 155 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melakukan penguatan Bank Sampah Sepuri Jaya di Padukuhan Sokorojo, Kalurahan Wijimulyo, Kapanewon Nanggulan, pada Jumat, 27 Februari 2026. Program ini bertujuan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah berbasis lingkungan.

Kegiatan yang dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Iin Narwanti, M.Sc., Ph.D., tersebut dilatarbelakangi hasil pengamatan mahasiswa KKN terhadap kondisi Bank Sampah Sepuri Jaya yang belum dimanfaatkan secara optimal. Keterbatasan fasilitas serta partisipasi warga yang masih rendah menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan program ini.

Padukuhan Sokorojo yang dihuni sekitar 107 kepala keluarga diperkirakan menghasilkan kurang lebih 53,5 kilogram sampah per hari. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pengelolaan sampah yang lebih terorganisir melalui optimalisasi peran bank sampah sebagai pusat pengelolaan berbasis masyarakat.

Sebagai langkah penguatan, mahasiswa menyediakan sejumlah fasilitas pendukung, meliputi banner nama bank sampah sebagai identitas dan penanda lokasi, papan informasi untuk menunjang edukasi, serta tempat sampah organik dan anorganik guna mendukung proses pemilahan sejak dari sumbernya.

Kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi yang dihadiri puluhan warga, terdiri atas pengurus bank sampah, ibu-ibu PKK, kelompok tani, kelompok ternak, serta pemuda setempat. Materi yang disampaikan mencakup manfaat bank sampah, pengelolaan sampah berbasis prinsip 3R (Reuse, Reduce, Recycle), pemilahan sampah organik dan anorganik, serta optimalisasi pemanfaatan bank sampah.

Ketua KKN Unit IV.C.2 menyampaikan bahwa program ini diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari rumah. “Kami ingin bank sampah tidak hanya menjadi fasilitas, tetapi benar-benar dimanfaatkan secara rutin oleh warga sehingga dapat mengurangi sampah rumah tangga,” ujarnya.

Pengurus Bank Sampah Sepuri Jaya menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai memberikan semangat baru bagi warga untuk kembali aktif menabung sampah dan mengelola lingkungan secara bersama.

Selain penguatan fasilitas dan edukasi, mahasiswa KKN turut menghadirkan inovasi pemanfaatan limbah anorganik berupa kaca bekas yang dijadikan penopang tiang bendera. Proses pembuatannya menggunakan galon bekas, pipa paralon, dan campuran semen. Galon dipotong sebagai wadah, kemudian diisi adonan semen sebagai lapisan dasar. Pipa ditempatkan di bagian tengah, kaca bekas yang telah dihancurkan dimasukkan dan dipadatkan, lalu kembali ditutup dengan semen hingga rapat.

Inovasi tersebut menunjukkan bahwa limbah anorganik masih memiliki nilai guna dan dapat dimanfaatkan kembali secara produktif. Melalui program ini, mahasiswa KKN Reguler Unit IV.C.2 Periode 155 memperkuat peran Bank Sampah Sepuri Jaya sebagai pusat pengelolaan sampah berbasis masyarakat, sekaligus mendorong terciptanya sistem yang lebih tertata, partisipatif, dan berdampak nyata bagi kebersihan lingkungan Padukuhan Sokorojo. (Doc)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-melakukan-penguatan-Bank-Sampah-Sepuri-Jaya-di-Nanggulan-Kulon-Progo-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-10 11:04:332026-03-10 11:04:33Langkah Strategis KKN UAD Tekan Sampah Rumah Tangga di Sokorojo

KKN UAD Kenalkan BRIKAM di Kulon Progo

10/03/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kenalkan olahan BRIKAM Kulon Progo (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 155 Unit IV.D.1 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar sosialisasi pengolahan limbah sekam padi menjadi briket arang yang dinamai dengan BRIKAM (Briket dari Sekam Padi) di Padukuhan Setan, Kalurahan Wijimulyo, Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 13 dan 15 Februari 2026 dengan sasaran Kelompok Tani Handayani dan perkumpulan UKLPMD Dusun Setan.

Program ini digagas sebagai upaya penanggulangan limbah organik berupa sekam padi yang banyak ditemukan di wilayah tersebut. Selama ini, sekam padi umumnya hanya dibuang, dibakar, atau dijual tanpa pengolahan lanjutan.

Melalui sosialisasi dan pelatihan, mahasiswa KKN memperkenalkan inovasi BRIKAM sebagai solusi bahan bakar alternatif yang ekonomis dan ramah lingkungan. Dalam pemaparannya, mahasiswa mengingatkan bahwa limbah sekam padi dapat mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan bijak. Mahasiswa menjelaskan proses pembuatan BRIKAM, mulai dari pengeringan sekam, penghalusan, pencampuran dengan tepung kanji, pencetakan, dan pengeringan briket.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui penyampaian materi, demonstrasi, pembuatan briket, serta sesi diskusi. Anggota Kelompok Tani Handayani dan UKLPMD menunjukkan antusiasme dengan mengajukan beberapa pertanyaan mengenai manfaat dan potensi pengembangan BRIKAM.

BRIKAM dinilai lebih unggul dibandingkan kayu bakar biasa, di antaranya menghasilkan residu asap yang lebih sedikit, panas yang stabil, serta daya tahan pembakaran yang lebih lama. BRIKAM juga bermanfaat untuk alternatif bahan bakar kebutuhan rumah tangga dan pelaku UMKM.

Mahasiswa KKN berharap inovasi BRIKAM dapat terus dikembangkan oleh masyarakat Padukuhan Setan, bukan hanya sebagai solusi pengelolaan limbah sekam padi, tetapi juga menjadi nilai tambah bagi ekonomi warga setempat. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kenalkan-olahan-BRIKAM-Kulon-Progo-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-10 10:51:252026-03-10 10:51:25KKN UAD Kenalkan BRIKAM di Kulon Progo

Pentingnya Mencegah Stunting Sejak Dini

10/03/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) adakan edukasi pencegahan stunting bagi remaja Bantar Wetan, Kulon Progo (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 155 Unit I.C.2 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan kegiatan edukasi pencegahan stunting bagi remaja pada Selasa 17 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Posyandu Bantar Wetan, Kabupaten Kulon Progo, bertepatan dengan agenda rutin Posyandu Remaja setempat.

Penyuluhan kesehatan tersebut menyasar 23 remaja anggota Karang Taruna Dusun Bantar Wetan yang hadir dengan antusias. Program ini diinisiasi sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Rokhmayanti, S.K.M., M.P.H.

Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai urgensi pencegahan stunting sejak dini. Mahasiswa menekankan bahwa stunting tidak hanya menjadi isu pada masa balita, tetapi berkaitan erat dengan kesiapan kesehatan remaja sebagai calon orang tua di masa depan. Faktor kurangnya asupan gizi seimbang dan risiko anemia pada remaja putri menjadi sorotan utama yang dibahas dalam kegiatan ini.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal peserta. Selanjutnya, mahasiswa menyampaikan materi secara sistematis melalui presentasi dan diskusi interaktif. Topik yang dikupas mencakup pengertian stunting, penyebab, dampak jangka panjang, pentingnya gizi seimbang, serta imbauan konsumsi tablet tambah darah bagi remaja putri.

Di akhir sesi, mahasiswa melakukan post-test untuk mengevaluasi pemahaman peserta. Hasil evaluasi tersebut menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja yang signifikan mengenai langkah-langkah pencegahan stunting.

Pemanfaatan momentum kegiatan Posyandu Remaja dinilai menjadi strategi efektif untuk menjangkau sasaran secara langsung. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Unit I.C.2 berharap remaja Karang Taruna di Dusun Bantar Wetan makin sadar untuk menjaga status gizi dan konsisten menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan dan percepatan pencegahan stunting di tingkat desa. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-adakan-edukasi-pencegahan-stunting-bagi-remaja-Bantar-Wetan-Kulon-Progo-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-10 10:43:212026-03-10 10:43:21Pentingnya Mencegah Stunting Sejak Dini

Kaderisasi Umat: Menyiapkan Pemimpin Masa Depan yang Berintegritas dan Berkompetensi

10/03/2026/in Terkini /by Ard

Ceramah Tarawih Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada rangkaian RDK 1447 H (Foto. Dinda)

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar kajian dan salat tarawih berjemaah dalam rangkaian Ramadan di Kampus (RDK) 1447 H pada Rabu, 4 Maret 2026. Kajian tersebut menghadirkan Dr. Mhd. Lailan Arqam, M.Pd. yang menyampaikan tausiah bertema “Kaderisasi Umat: Menyiapkan Pemimpin Masa Depan yang Berintegritas dan Berkompetensi.”

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa kaderisasi kerap dipahami secara sempit sebagai persoalan organisasi semata. Padahal, menurutnya, kaderisasi memiliki dimensi yang jauh lebih luas karena berkaitan dengan berbagai aspek kehidupan.

“Saya diminta berbicara tentang kaderisasi umat. Tema ini menarik, tetapi sering kali orang menyempitkan makna kaderisasi hanya sebagai persoalan organisasi. Padahal kaderisasi juga merupakan problem epistemologis, sosiologis, teologis, hingga psikologis,” ujarnya.

Ia menuturkan bahwa dalam perspektif Islam, konsep kaderisasi dapat dipahami melalui ayat Al-Qur’an yang menjelaskan dialog antara Allah Swt. dan malaikat tentang penciptaan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Dalam ayat tersebut, Allah menegaskan bahwa manusia memiliki peran penting dalam memakmurkan bumi dan menjalankan nilai-nilai kebaikan.

Menurutnya, konsep khalifah fil ardh menjadi dasar penting dalam memahami regenerasi kepemimpinan. Manusia diciptakan sebagai generasi yang saling menggantikan serta memiliki tanggung jawab untuk menegakkan nilai-nilai kebaikan di dunia.

“Dalam tafsir dijelaskan bahwa khalifah adalah generasi yang saling menggantikan dan berperan untuk menegakkan hukum Allah serta memakmurkan bumi. Inilah yang menjadi dasar bahwa kaderisasi merupakan proses regenerasi kepemimpinan yang berkelanjutan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa peran khalifah tidak hanya dimiliki oleh pemimpin formal seperti presiden, gubernur, atau wali kota. Setiap individu sejatinya memiliki tanggung jawab sebagai khalifah dalam kehidupan sehari-hari.

“Khalifah tidak hanya mereka yang memiliki jabatan tertentu. Sejatinya setiap individu adalah pemeran khalifah di muka bumi ini,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa profil kader yang unggul setidaknya memiliki dua karakter utama, yakni tauhid yang lurus dan kompetensi profesional. Tauhid menjadi fondasi utama yang mengarahkan seseorang untuk menjalankan kehidupan sesuai dengan nilai-nilai yang diridai Allah Swt.

“Profil kader yang paling dasar adalah memiliki tauhid yang lurus. Kita sadar betul dari mana kita berasal, ke mana tujuan kita, dan dengan cara apa kita menjalani kehidupan,” tuturnya.

Selain itu, kader juga harus memiliki kompetensi yang unggul dan profesionalitas agar mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, profesionalitas yang dilandasi oleh nilai tauhid akan mendorong seseorang untuk bekerja secara optimal demi kemaslahatan bersama.

“Kader yang baik adalah mereka yang memiliki kompetensi unggul dan profesional. Kompetensi itu kemudian digunakan untuk membawa kemaslahatan bagi masyarakat,” katanya.

Di akhir tausiah, ia mengajak seluruh jemaah untuk memahami pentingnya kaderisasi dalam berbagai peran kehidupan, baik sebagai orang tua, pendidik, maupun anggota masyarakat. Dengan demikian, setiap individu dapat berkontribusi dalam melahirkan generasi yang berintegritas, berkompetensi, dan berkemajuan di masa depan. (Dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ceramah-Tarawih-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-pada-rangkaian-RDK-1447-H-Foto.-Dinda.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-10 10:34:502026-03-10 10:34:50Kaderisasi Umat: Menyiapkan Pemimpin Masa Depan yang Berintegritas dan Berkompetensi

UAD Peringkat 1 PTS Indonesia dalam Pendanaan Penelitian Multitahun Lanjutan 2026

10/03/2026/in Terkini /by Ard

 

Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas dan Protokol UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam bidang penelitian. Berdasarkan data pendanaan penelitian multitahun lanjutan melalui program BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun Anggaran 2026, UAD berhasil menempati peringkat pertama perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia serta peringkat ke-16 perguruan tinggi secara nasional.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UAD, Prof. Dr. Anton Yudhana, S.T., M.T., Ph.D., menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menjelaskan bahwa sebanyak 31 proposal penelitian dosen UAD berhasil lolos pendanaan penelitian multitahun lanjutan untuk tahun kedua “Alhamdulillah, ini merupakan capaian yang sangat membanggakan. UAD mampu masuk 16 besar perguruan tinggi di Indonesia dan menempati posisi pertama untuk kategori PTS. Ini tentu menjadi prestasi luar biasa bagi para dosen peneliti di UAD,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa kualitas penelitian di UAD semakin kuat dan berkembang. Ia menambahkan, “Dari 31 proposal yang dilanjutkan pada tahun kedua ini, ketersebarannya hampir merata di seluruh fakultas. Baik fakultas berbasis sains dan teknologi, pendidikan, sosial-humaniora, maupun kesehatan. Hal ini menunjukkan bahwa budaya penelitian di UAD berkembang secara luas dan merata,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof. Anton menyebutkan bahwa capaian tersebut tidak lepas dari berbagai faktor pendukung. Salah satunya adalah komitmen dosen dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang penelitian.

Selain itu, strategi yang disusun oleh LPPM melalui bidang riset dan inovasi juga berperan penting. LPPM membentuk tim task force atau gugus tugas penelitian yang melibatkan berbagai bidang keilmuan dan fakultas. Di tingkat program studi juga telah ditunjuk koordinator penelitian untuk mengawal kegiatan riset para dosen. “Para dosen sangat proaktif mengikuti berbagai kegiatan mulai dari sosialisasi, klinik proposal, hingga proses submission. Dukungan pimpinan universitas juga sangat besar, termasuk dalam penyediaan pendanaan penelitian internal yang memperkuat ekosistem riset di UAD,” tambahnya.

Dalam mendukung peningkatan kualitas penelitian, LPPM juga mengembangkan berbagai strategi, seperti penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Penelitian, panduan penelitian yang lebih implementatif, serta pengembangan Sistem Informasi Penelitian (SIMPEL) yang terintegrasi dalam portal dosen.

Selain itu, LPPM secara rutin melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) melalui program Cipta Reka, yaitu forum evaluasi terbuka yang memperlihatkan capaian penelitian kepada publik internal maupun eksternal, termasuk dunia industri.

Prof. Anton menegaskan bahwa arah penelitian UAD tidak hanya berfokus pada publikasi ilmiah, tetapi juga pada riset yang berdampak dan dapat diterapkan di masyarakat. “Penelitian tidak cukup berhenti pada publikasi, tetapi harus menuju keterterapan. Harapannya, hasil riset dosen dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, dunia usaha, maupun industri, serta mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan umat,” ungkapnya.

Ia juga berpesan kepada para dosen yang memperoleh pendanaan agar menjalankan penelitian dengan integritas akademik yang tinggi, serta memastikan seluruh target luaran penelitian dapat tercapai sesuai proposal yang diajukan. “Kami berharap penelitian multitahun ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Mari kita kawal bersama agar penelitian ini benar-benar berdampak dan membawa kemaslahatan,” tutupnya. (Mawar)

uad.ac.id

 

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kampus-IV-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-dan-Protokol-UAD-1.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-10 10:23:282026-03-10 10:23:28UAD Peringkat 1 PTS Indonesia dalam Pendanaan Penelitian Multitahun Lanjutan 2026

KKN UAD Inisiasi Pengaktifan Kembali Kelompok Wanita Tani Kebonjero

10/03/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) inisiasi pengaktifan kembali Kelompok Wanita Tani Kebonjero (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) periode ke-155 menginisiasi pengaktifan kembali Kelompok Wanita Tani (KWT) Dewi Sri di Padukuhan Kebonjero pada 17 Februari 2026. Program ini dilaksanakan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat sekaligus upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA). Sebelumnya, kegiatan KWT sempat tidak aktif karena kesibukan masing-masing anggota.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai jenis dan manfaat tanaman obat keluarga, kemudian dilanjutkan dengan praktik penanaman bersama anggota KWT. Adapun tanaman yang dibudidayakan antara lain jahe emprit, jahe merah, kunyit, lengkuas, dan kencur. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, mahasiswa KKN mendorong masyarakat untuk tidak hanya mengenal jenis tanaman obat, tetapi juga memahami khasiatnya bagi kesehatan.

Titania Claudia Felicia, salah satu anggota KKN, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat literasi kesehatan berbasis lingkungan. “Sudah banyak masyarakat yang mengetahui jenis-jenis tanaman obat keluarga, namun masih jarang yang memahami manfaat dari masing-masing tanaman tersebut. Karena itu, kami ingin memberikan pemahaman yang lebih komprehensif,” ujarnya.

Ketua KWT Dewi Sri menyambut baik pendampingan yang dilakukan mahasiswa KKN. Ia berharap kegiatan ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan tidak terhenti seperti sebelumnya. Salah satu anggota KKN, Reynaldo menambahkan, “Kami berharap pengaktifan kembali KWT ini dapat terus berlanjut. Selain itu, keberadaan tanaman obat keluarga diharapkan memberi manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pola hidup sehat,” tandasnya. Melalui program ini, mahasiswa KKN UAD berharap KWT Dewi Sri semakin aktif dan mandiri dalam mengembangkan potensi pertanian serta pemanfaatan TOGA di Padukuhan Kebonjero. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-inisiasi-pengaktifan-kembali-Kelompok-Wanita-Tani-Kebonjero-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-10 10:11:462026-03-10 10:11:46KKN UAD Inisiasi Pengaktifan Kembali Kelompok Wanita Tani Kebonjero

Ramadan Berdampak, UAD Adakan Kajian Inklusif dan Buka Bersama HIDIMU se-DIY

09/03/2026/in Terkini /by Ard

 

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) adakan Kajian Inklusif dan Buka Bersama HIDIMU se-DIY (Foto. Tim Masjid IC UAD

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menyemarakkan Ramadan di Kampus (RDK) 1447 H dengan menggelar “Kajian Ramadhan Inklusif & Buka Puasa Bersama” pada Kamis, 5 Maret 2026. Bertempat di Masjid Islamic Center UAD, acara ini mengusung tajuk “Ramadhan Berdampak, Untuk Kemaslahatan Umat”. Lebih istimewa lagi, kajian ini turut dihadiri oleh ratusan anggota Himpunan Difabel Muhammadiyah (HIDIMU) se-DIY yang dikoordinasi oleh Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY.

Kehadiran mereka menjadikan momen ini sebagai ruang silaturahmi inklusif yang menggambarkan semangat dakwah persyarikatan dalam merangkul seluruh kalangan masyarakat, tanpa sekat dan tanpa batas. Rangkaian acara diawali dengan lantunan Ayat Suci Al-Qur’an dari perwakilan TPQ Inklusi Ibnu Ummi Maktum.

Kepala Bidang di Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) Universitas Ahmad Dahlan, Muhammad Syaiful Effendi, M.Pd.B.I., yang pada kesempatan tersebut hadir mewakili Rektor UAD, menyambut hangat kedatangan para tamu undangan.

“Merupakan sebuah keberuntungan bagi UAD dapat menjamu teman-teman HIDIMU. Kami senantiasa membuka pintu agar fasilitas kampus dan masjid milik persyarikatan ini dapat dimanfaatkan untuk masyarakat luas,” tuturnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua MPKS PWM DIY, Zainal Arifin, turut mengapresiasi dukungan fasilitas dari UAD, seperti ketersediaan jalur landai (ramp) di area masjid. Ia sangat berharap sinergi ke depannya dengan UAD dapat mewujudkan cita-cita berdirinya Muhammadiyah Difabel Center di DIY.

Acara dilanjutkan dengan prosesi penyerahan bantuan secara simbolis. Pada momen tersebut, UAD selaku pihak fasilitator menerima penyerahan wakaf Al-Qur’an Braille. Selanjutnya, perwakilan PT BPRS HIK MCI bersama Lazismu DIY turut menyerahkan bantuan kado Ramadan berupa paket sembako secara langsung kepada perwakilan anggota HIDIMU se-DIY.

Memasuki acara inti, Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ust. Muhammad Sayuti, Ph.D., hadir memberikan tausiah Ramadan. Dalam pemaparannya, ia mengingatkan bahwa energi utama dalam menjalankan ibadah adalah rasa syukur. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa karakter utama seorang muslim sejati adalah memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi dalam aspek apa pun, termasuk kepedulian lingkungan.

“Orang Islam, orang beriman, karakter pokoknya adalah tanggung jawab. Setiap tindakan apa pun, entah itu kebaikan sekecil apa pun, yakinlah bahwa Allah senantiasa mencatatnya,” pesannya.

Kajian inklusif ini diakhiri dengan pembacaan doa bersama, persiapan berbuka puasa, dan ibadah Salat Magrib berjemaah. Agenda ini tidak hanya memperkuat pemahaman agama, tetapi juga menegaskan komitmen UAD dan persyarikatan dalam menciptakan dakwah yang adaptif, ramah, dan membawa kemaslahatan nyata bagi umat. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-adakan-Kajian-Inklusif-dan-Buka-Bersama-HIDIMU-se-DIY-Foto.-Tim-Masjid-IC-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-09 11:54:172026-03-09 11:54:17Ramadan Berdampak, UAD Adakan Kajian Inklusif dan Buka Bersama HIDIMU se-DIY

Mahasiswa MKM UAD Edukasi Remaja Mantrijeron tentang Pencegahan Stunting

09/03/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa Prodi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Prodamat di Wilayah Mantrijeron (Foto. Prodamat MKM UAD)

Mahasiswa Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat (MKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Program Pemberdayaan Umat (Prodamat) bertema “Peran Remaja dalam Mencegah Stunting di Wilayah Mantrijeron” pada 13 Februari 2026. Kegiatan ini menyasar remaja perwakilan RW se-Kalurahan Mantrijeron, Kota Yogyakarta, yang merupakan kelompok strategis sebagai calon orang tua penentu kualitas generasi mendatang.

Program ini dilaksanakan oleh Nura Rezka Maharani, Neli Witasari, Iman Gunawan, Rifky Zidane El-Fariq Nizar, Reyna Maulidian, dan Ratnasari di bawah bimbingan Dr. Heni Trisnowati, S.K.M., M.P.H. Latar belakang pelaksanaan kegiatan ini berawal dari temuan kasus stunting serta terbatasnya pemahaman remaja terkait gizi seimbang, anemia, kesehatan reproduksi, dan perilaku berisiko seperti merokok.

Kegiatan diawali dengan pre-test guna mengukur tingkat pengetahuan awal peserta mengenai stunting dan faktor risikonya. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi secara interaktif melalui diskusi kelompok, permainan edukatif, serta pemutaran video tentang prevalensi stunting dan pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Dalam sesi edukasi tersebut, pemateri memberikan penekanan khusus mengenai definisi dan dampak dari kondisi kurang gizi ini.

”Stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan, melainkan kondisi kekurangan gizi kronis yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, pencegahan harus dimulai sejak masa remaja melalui pemenuhan gizi, penerapan perilaku hidup sehat, dan kesiapan sebelum pernikahan,” papar perwakilan pemateri.

Kegiatan ditutup dengan post-test sebagai bentuk evaluasi untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Indikator keberhasilan program ditandai dengan peningkatan pemahaman minimal 80% serta terbentuknya komitmen remaja sebagai agen perubahan dalam mendukung pencegahan stunting di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Melalui kegiatan Prodamat ini, mahasiswa MKM UAD menegaskan peran aktif perguruan tinggi dalam mendukung program nasional percepatan penurunan stunting serta penguatan kualitas generasi masa depan. (Doc/Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Prodi-Magister-Kesehatan-Masyarakat-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-menggelar-Prodamat-di-Wilayah-Mantrijeron-Foto.-Prodamat-MKM-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-09 11:12:492026-03-09 11:12:49Mahasiswa MKM UAD Edukasi Remaja Mantrijeron tentang Pencegahan Stunting
Page 15 of 758«‹1314151617›»

TERKINI

  • HISKI UAD dan Balai Bahasa DIY Gelar Siniar Literasi22/05/2026
  • PBI UAD Terima Kunjungan Edukatif SD BIAS Klaten22/05/2026
  • Membangun Akhlak Digital Pelajar di Era Media Sosial21/05/2026
  • FEB dan FSBK UAD Adakan Pelatihan Konten dan Regulasi21/05/2026
  • Dosen UAD Gelar Workshop Manajemen Kesejahteraan Lansia21/05/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Debat Bahasa Indonesia Tingkat Nasional22/05/2026
  • Lawan Rasa Insecure, Dara Safina Raih Juara 3 Qiroatus Syi’ir di AWFest 202611/05/2026
  • Tim Bola Voli Putra UAD Raih Juara 3 di Ajang Immanuel Trans X FEBI Cup 202604/05/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Bronze Medal di Bandung Essay Competition #304/05/2026
  • Mahasiswa Prodi PBS UAD Torehkan Prestasi dalam Ajang Porseni 202604/05/2026

FEATURE

  • Antara Iman dan Cinta: Belajar Adab Berdakwah dari Kisah Nabi Ibrahim21/05/2026
  • Perjuangan Sabriyandi Jadi Wisudawan Terbaik FKIP UAD21/05/2026
  • Regina Nadyani Ungkap Strategi Meraih Predikat Wisudawan Terbaik FSBK UAD19/05/2026
  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top