• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Soroti Krisis Iklim, Pengajian Ramadan PWM DIY Kupas Tuntas Dinamika Politik dan Kebijakan Ekologi

09/03/2026/in Terkini /by Ard

Pemaparan materi Pengajian Ramadan PWM DIY di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Melanjutkan rangkaian kajian ekologis pada Pengajian Ramadan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, sesi Materi IV menyoroti isu lingkungan dari sudut pandang yang lebih makro, yakni Isu Politik dan Kebijakan. Diskusi yang berlangsung pada Ahad, 1 Maret 2026 di Amphitarium Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ini menghadirkan dua pakar kompeten untuk membedah tema “Dinamika Politik dan Kebijakan Ekologi di Era Perubahan Iklim”.

Pemateri pertama, Ketua Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Rahmawati Husein, MCP, Ph.D., memaparkan bahwa perubahan iklim kini bukan lagi sekadar isu ilmiah, melainkan krisis politik global. Efek rumah kaca yang kian parah akibat aktivitas manusia telah memicu peningkatan intensitas dan kompleksitas bencana hidrometeorologi, yang dampaknya semakin nyata dirasakan masyarakat, seperti halnya bencana yang sempat melanda kawasan Wonosari.

Rahmawati menegaskan bahwa lingkungan telah menjadi arena pertarungan politik karena menyangkut sumber daya ekonomi, kepentingan pembangunan, hak masyarakat, dan legitimasi pemerintah. Ia menyoroti fenomena Pilkada yang kerap menjadikan hutan dan Sumber Daya Alam (SDA) sebagai “komoditas politik” yang mudah ditukar dengan izin usaha maupun konsesi lahan. Mengingat kuatnya pengaruh aktor swasta di sektor pertambangan, perkebunan sawit, dan kehutanan, ia mendorong peran aktif masyarakat sipil untuk melakukan kampanye, monitoring, serta evaluasi pengelolaan lingkungan guna mengawal cita-cita pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Sejalan dengan hal tersebut, pemateri kedua, Guru Besar Bidang Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. Ir. San Afri Awang, M.Sc., mengkritisi realitas tata kelola lingkungan di Indonesia yang lebih condong pada praktik politik ekologi. Ia menyebutkan bahwa regulasi sering kali dibuat untuk melayani kepentingan kapitalisme dan didukung oleh elite politisi. Relasi timpang antara orientasi pertumbuhan ekonomi dan daya dukung lingkungan ini berdampak pada tingginya polusi dan memicu terjadinya ecocide atau perusakan ekosistem secara masif.

“Pada tahun 1978, hutan di Indonesia ada 143 juta hektare, namun hari ini hutan kita tinggal 112 juta hektare. Berapa banyak hutan kita yang sudah terdeforestasi?” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa meski Indonesia telah memiliki dokumen Nationally Determined Contribution (NDC) sesuai Perjanjian Paris, implementasinya kerap berkebalikan dengan fakta di lapangan. Mengutip forum COP ke-30, ia juga mengingatkan bahwa perkotaan adalah sumber pencemaran terbesar. Oleh karena itu, penanaman hutan secara global tidak akan efektif menurunkan suhu bumi jika tingkah laku masyarakat perkotaan tidak berubah. Ia mengimbau aksi nyata yang bisa dimulai dari rumah, seperti menghemat penggunaan listrik dan perangkat AC.

Sebagai solusi atas krisis iklim dan kebijakan yang tumpang tindih ini, Prof. San Afri menawarkan konsep keadilan ekologi. Hal ini menuntut adanya akses pemerataan SDA yang berkeadilan, pemanfaatan yang tidak merusak daya dukung ekosistem, serta perlindungan lingkungan hidup yang menjamin keberlanjutan bagi generasi sekarang dan generasi yang akan datang. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pemaparan-materi-Pengajian-Ramadan-PWM-DIY-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-09 10:45:492026-03-09 10:45:49Soroti Krisis Iklim, Pengajian Ramadan PWM DIY Kupas Tuntas Dinamika Politik dan Kebijakan Ekologi

Solusi Sampah Organik Rumah Tangga, KKN UAD Kenalkan Biopori

09/03/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggiatkan program pengelolaan sampah organik berbasis biopori di Dusun Semilir (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit VII.A.2 menggiatkan program pengelolaan sampah organik berbasis biopori di Dusun Semilir RT 17–20. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada 7–10 Februari 2026. Langkah ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sampah rumah tangga menjadi pupuk alami bernilai guna, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.

Kegiatan ini disesuaikan dengan kondisi masyarakat Dusun Semilir yang mayoritasnya berprofesi sebagai petani. Pengolahan sampah organik menjadi kompos melalui lubang biopori diharapkan mampu membantu warga dalam memenuhi kebutuhan pupuk secara mandiri, sekaligus menekan volume timbunan sampah rumah tangga.

Rangkaian kegiatan diawali dengan tahap sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya memilah dan mengelola sampah organik, serta memaparkan ragam manfaatnya bagi kelestarian lingkungan dan sektor pertanian. Usai pemaparan materi, warga langsung diajak untuk mempraktikkan pembuatan lubang biopori sebagai media pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos.

Program ini memang dirancang secara aplikatif agar masyarakat tidak sekadar memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkannya secara mandiri di rumah. Tak hanya berfokus pada biopori, mahasiswa KKN UAD Unit VII.A.2 juga melaksanakan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) berupa jahe, kencur, dan cincau.

Guna mengoptimalkan lahan yang ada, penanaman TOGA ini dilakukan di lokasi yang sama dengan titik pembuatan biopori pada masing-masing RT. Melalui sinergi kegiatan ini, mahasiswa mendorong masyarakat untuk memanfaatkan hasil pupuk kompos dari biopori guna menunjang pertumbuhan tanaman herbal yang bermanfaat bagi kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dapur keluarga.

“Melihat pekerjaan warga yang mayoritas adalah petani, kami ingin sampah organik yang ada di lingkungan rumah dapat dimanfaatkan kembali menjadi pupuk yang berguna bagi lahan pertanian. Harapannya, kebiasaan ini dapat terus berlanjut setelah program KKN selesai,” ungkap Rifki, selaku Ketua Unit KKN UAD di Dusun Semilir.

Lebih jauh lagi, inisiatif ini diharapkan mampu mendukung terwujudnya praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan di lingkungan desa. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-menggiatkan-program-pengelolaan-sampah-organik-berbasis-biopori-di-Dusun-Semilir-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-09 10:33:042026-03-09 10:33:04Solusi Sampah Organik Rumah Tangga, KKN UAD Kenalkan Biopori

Bukan Sekadar Ibadah, Puasa sebagai Imunisasi Fisik dan Mental

09/03/2026/in Terkini /by Ard

dr. H. Agus Taufiqurrahman, Sp.S., M.Kes. pemateri Pengajian Dhuha Ramadan 1447 H Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Ana)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melalui Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) menggelar Pengajian Duha Ramadan 1447 H di Masjid Islamic Center (IC) UAD pada Selasa, 3 Maret 2026 bertepatan dengan 14 Ramadan 1447 H. Kegiatan yang mengusung tema “Ramadan Berdampak untuk Kemaslahatan Umat” ini dihadiri oleh pimpinan universitas serta seluruh dosen dan karyawan UAD.

Dalam sambutannya, Kepala LPSI UAD, H. Rahmadi Wibowo Suwarno, Lc., M.Hum., memaparkan berbagai agenda Ramadan terdekat di lingkungan kampus, mulai dari pengajian jelang berbuka bersama difabel hingga penyaluran zakat melalui Lazismu UAD.

Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T., turut mengapresiasi tradisi pengajian rutin di kampus dan melaporkan bahwa banyak pegawai UAD yang kini aktif berkontribusi dalam struktur Muhammadiyah di daerah masing-masing. Ia juga membagikan kabar baik mengenai Surat Keputusan (SK) Tunjangan Hari Raya (THR) yang telah ditandatangani.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi utama dari Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dr. H. Agus Taufiqurrahman, Sp.S., M.Kes. Ia menekankan bahwa puasa yang benar harus membawa perubahan positif secara holistik, baik secara spiritual maupun sosial.

“Di antara tanda puasa yang dilakukan seseorang itu benar, maka semakin banyak hari Ramadan yang dilewati, semakin banyak pula perubahan menuju kebaikan yang tampak pada orang tersebut,” tutur dr. Agus.

Sebagai pakar kesehatan, dr. Agus juga menjelaskan bahwa puasa merupakan bentuk imunisasi spiritual dan fisik yang mampu meningkatkan kesehatan mental serta menurunkan risiko penyakit akibat emosi negatif. Menutup penjelasannya, ia mengingatkan bahwa spiritualitas Ramadan pada akhirnya harus tercermin dalam kejujuran, ukhuwah, dan kontribusi nyata bagi masyarakat. (anw)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/dr.-H.-Agus-Taufiqurrahman-Sp.S.-M.Kes_.-pemateri-Pengajian-Dhuha-Ramadan-1447-H-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Ana.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-09 10:21:022026-03-09 10:21:02Bukan Sekadar Ibadah, Puasa sebagai Imunisasi Fisik dan Mental

Edukasi Monetisasi Digital, Warga Pengkok Antusias Pelajari Potensi Media Sosial

09/03/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan sosialisasi monetisasi digital di Pengkok, Patuk, Gunungkidul (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) unit VIII.A.3 sukses selenggarakan kegiatan Sosialisasi Monetisasi Digital bagi masyarakat Dusun Pengkok, Kalurahan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, pada Senin, 16 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung di Balai Pedukuhan Pengkok ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait pemanfaatan media sosial sebagai sarana menambah penghasilan.

Choirul Huda, sebagai narasumber, memfokuskan sosialisasi pada optimalisasi platform digital, khususnya TikTok dan fitur profesional di Facebook, yang memungkinkan pengguna memperoleh keuntungan dari konten yang dipublikasikan. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan konsep monetisasi digital, strategi pembuatan konten yang konsisten dan relevan, serta pemanfaatan fitur insight untuk menjangkau audiens yang lebih luas.

Festyanove, selaku penanggung jawab program kerja menjelaskan bahwa media sosial memiliki potensi ekonomi apabila dikelola secara tepat dan berkelanjutan. “Media sosial dapat menjadi ruang produktif bagi masyarakat untuk mempromosikan usaha seperti UMKM maupun membangun personal branding yang berdampak pada peningkatan pendapatan,” ujarnya.

Peserta juga diberikan contoh penerapan monetisasi yang sesuai dengan kondisi masyarakat setempat, termasuk promosi produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui video pendek dan konten informatif. Kegiatan ini disambut baik oleh masyarakat Dusun Pengkok yang tampak antusias mengikuti pemaparan materi serta aktif berdiskusi mengenai peluang pengembangan usaha berbasis digital.

Sosialisasi ini diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk memanfaatkan media sosial secara lebih produktif dan berkelanjutan, sehingga potensi ekonomi digital di Dusun Pengkok dapat berkembang secara optimal. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-mengadakan-sosialisasi-monetisasi-digital-di-Pengkok-Patuk-Gunungkidul-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-09 10:13:162026-03-09 10:13:16Edukasi Monetisasi Digital, Warga Pengkok Antusias Pelajari Potensi Media Sosial

Pengajian Ramadan PWA DIY Bahas Etika Lingkungan Berbasis Keimanan

09/03/2026/in Terkini /by Ard

Pengajian PWA DIY di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Pengajian Ramadan 1447 H yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Daerah Istimewa Yogyakarta berlangsung pada 18–19 Ramadan 1447 H atau 7–8 Maret 2026 di Amphitarium Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Kegiatan tersebut mengusung tema “Etika Lingkungan dalam Perspektif Keimanan: Merawat Bumi sebagai Manifestasi Dakwah Perempuan Berkemajuan.”

Dalam sambutannya, Rektor UAD Prof. Dr. Muchlas, M.T. menekankan pentingnya kesadaran menjaga kelestarian bumi sebagai bagian dari amanah manusia sebagai khalifah di muka bumi. Ia mengingatkan bahwa bumi yang menjadi tempat manusia beramal perlu dirawat dengan sebaik-baiknya.

“Bumi yang sudah cukup tua ini harus kita rawat dengan sebaik-baiknya, karena di sinilah kita menyemai semua pahala dan aktivitas amal saleh kita,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa keterlibatan perempuan dalam organisasi dan gerakan dakwah merupakan bentuk nyata menjalankan peran sebagai khalifah yang memakmurkan bumi. Menurutnya, aktivitas mengelola organisasi dan memperhatikan umat merupakan bagian dari ikhtiar memajukan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr. Widiastuti, S.Ag., M.M., menyampaikan bahwa tema merawat bumi sangat dekat dengan peran perempuan. Ia menjelaskan bahwa nilai merawat tidak hanya berlaku dalam lingkup keluarga, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan lingkungan.

“Merawat itu lekat dengan perempuan sebagai ibu. Tidak hanya merawat anak-anak biologis, tetapi juga merawat anak-anak sosial di sekitar kita melalui berbagai aktivitas dakwah,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa dakwah yang dilakukan oleh ‘Aisyiyah tidak hanya berfokus pada aspek spiritual, tetapi juga pada gerakan sosial yang berdampak bagi masyarakat. Hal tersebut terinspirasi dari ajaran Ahmad Dahlan yang menekankan pentingnya implementasi ajaran Islam dalam kehidupan nyata.

Menurutnya, spirit gerakan sosial tersebut tercermin dalam pemaknaan surah Al-Ma’un yang menekankan kepedulian terhadap kaum lemah serta Al-‘Asr yang mengajarkan pentingnya kedisiplinan dan profesionalisme dalam mengelola amal usaha.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak anggota ‘Aisyiyah untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki, termasuk pemanfaatan lahan wakaf yang belum dikelola secara maksimal. Salah satunya dengan mengembangkan kegiatan produktif seperti gerakan penghijauan dan pembentukan kelompok perempuan tani.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa ‘Aisyiyah DIY baru saja menerima wakaf berupa tiga kapling rumah yang direncanakan untuk pembangunan rumah lansia. Hal tersebut menjadi salah satu bentuk dakwah sosial dalam merespons meningkatnya jumlah lansia di Yogyakarta.

Ia menegaskan bahwa ‘Aisyiyah memiliki komitmen dalam gerakan perempuan berkemajuan, termasuk pada aspek filantropi dan pelestarian lingkungan. Karena itu, pada tahun 2026 organisasi tersebut mengusung tagline “Berdaya, Bergerak, dan Berdampak.”

“Berdaya secara spiritual berarti memiliki keimanan dan ketakwaan yang terus ditingkatkan. Pengajian seperti hari ini menjadi salah satu upaya untuk memperkuat hal tersebut,” tuturnya.

Melalui pengajian Ramadan ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif untuk merawat lingkungan serta menguatkan peran perempuan dalam dakwah yang memberi manfaat luas bagi masyarakat. (Dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pengajian-PWA-DIY-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-09 09:55:572026-03-09 09:55:57Pengajian Ramadan PWA DIY Bahas Etika Lingkungan Berbasis Keimanan

Perbedaan Awal Ramadan dan Urgensi Kalender Hijriah Global Tunggal

06/03/2026/in Terkini /by Ard

Dr. H. Oman Fathurrahman, M.Ag., Penceramah Tarawih RDK 1447 H Universitas Ahmad Dahlan (Foto. Mawar)

Kamis, 26 Februari 2026, dalam rangkaian Ramadan di Kampus (RDK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Dr. H. Oman Fathurrahman, M.Ag., menyampaikan ceramah Tarawih yang membahas perbedaan awal Ramadan serta urgensi penyatuan kalender Hijriah global. Dalam tausiah tersebut, ia mengajak jemaah untuk memahami perbedaan penentuan awal puasa secara ilmiah dan proporsional.

Mengawali ceramahnya, ia mengajak jemaah bersyukur karena masih diberi kesempatan oleh Allah Swt. untuk menjalankan ibadah puasa Ramadan tahun ini. Hingga malam itu, sebagian jemaah telah menyelesaikan sembilan hari puasa, sementara sebagian lainnya baru delapan hari karena memulai Ramadan pada hari yang berbeda, yakni Rabu, 18 Februari 2026, dan Kamis, 19 Februari 2026.

Menurutnya, perbedaan tersebut kerap memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Padahal, secara sistem waktu, hari yang kita miliki sama, yakni hasil dari rotasi bumi pada porosnya yang membentuk siklus 24 jam. Hari-hari yang berulang dari Ahad hingga Sabtu kemudian diberi penanda angka dan nama bulan agar tidak tertukar. Sistem ini dikenal sebagai kalender syamsiah (matahari).

Namun, persoalan muncul ketika umat Islam menggunakan sistem kalender qamariah (bulan) untuk kepentingan ibadah, seperti penentuan Ramadan, Syawal, dan Zulhijah. Dalam sistem ini, awal bulan ditentukan berdasarkan peredaran bulan, sehingga potensi perbedaan semakin besar.

Dr. Oman menjelaskan bahwa perbedaan awal Ramadan tahun ini juga terjadi di berbagai negara. Berdasarkan data yang beliau paparkan, terdapat negara-negara yang memulai puasa pada 18 Februari 2026, seperti Afghanistan, Bahrain, Palestina, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan lainnya. Sementara itu, negara-negara seperti Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Mesir, dan Turki memulai puasa pada 19 Februari 2026.

Beliau menyoroti fenomena menarik, yakni Arab Saudi yang secara geografis berada di sebelah barat Indonesia justru memulai Ramadan lebih dahulu. Hal ini dapat dipahami melalui pendekatan ilmu astronomi. Dalam sistem kalender qamariah, posisi dan visibilitas hilal sangat dipengaruhi oleh perbedaan lokasi geografis. Semakin ke barat suatu wilayah, semakin besar peluang hilal terlihat karena posisi bulan relatif lebih tinggi saat matahari terbenam.

Ia menjelaskan bahwa bulan, seperti matahari, terbit di timur dan terbenam di barat. Namun, setiap hari bulan terbenam lebih lambat dibandingkan matahari. Perbedaan waktu terbenam ini semakin besar di wilayah yang lebih barat, sehingga kemungkinan terlihatnya hilal lebih tinggi dibandingkan wilayah timur.

Menurutnya, salah satu penyebab utama perbedaan awal bulan qamariah adalah penggunaan ufuk atau horizon setempat dalam penentuan hilal. Setiap negara atau kawasan menggunakan kriteria masing-masing berdasarkan lokasi geografisnya. Akibatnya, tanggal 1 Ramadan bisa berbeda antara satu wilayah dan wilayah lainnya.

Sebagai solusi jangka panjang, beliau menekankan pentingnya upaya mewujudkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), yakni sistem kalender yang menetapkan satu tanggal untuk satu hari yang sama di seluruh dunia. Bukan berarti momen pergantian hari terjadi serentak secara waktu, tetapi tanggalnya sama pada hari yang sama secara global, sebagaimana yang berlaku dalam kalender Masehi.

Ia menegaskan bahwa upaya penyatuan kalender ini bukan hanya dilakukan oleh satu organisasi, melainkan melibatkan banyak tokoh dan negara di dunia Islam. Meski secara konsep sudah memungkinkan dan layak diterapkan, implementasinya masih menghadapi tantangan karena perbedaan pendekatan dan kesiapan masing-masing pihak.

Di akhir ceramahnya, Dr. Oman berharap agar ke depan umat Islam di seluruh dunia dapat menggunakan satu sistem kalender Hijriah yang sama, sehingga persatuan umat semakin kuat, terutama dalam momentum-momentum penting seperti Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha. (Mawar)

uad.ac.id

 

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-H.-Oman-Fathurrahman-M.Ag_.-Penceramah-Tarawih-RDK-1447-H-Universitas-Ahmad-Dahlan-Foto.-Mawar.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-06 12:36:392026-03-06 12:36:39Perbedaan Awal Ramadan dan Urgensi Kalender Hijriah Global Tunggal

KKN UAD Sosialisasikan Pola Asuh Anak Gen Z di Masjid Nurul Huda

06/03/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sosialisasikan pola asuh anak Gen Z (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unit I.A.2 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan sosialisasi mengenai pola asuh pendidikan dalam keluarga tradisional terhadap anak Generasi Z. Kegiatan tersebut ditujukan kepada ibu-ibu jamaah Masjid Nurul Huda Bantengan, Wonocatur, pada Sabtu, 28 Februari 2026. Program ini merupakan bagian dari rangkaian KKN yang berfokus pada penguatan peran keluarga dalam pendidikan anak.

Sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman kepada para orang tua mengenai pentingnya pola asuh yang tepat dalam mendampingi anak di era Generasi Z. Materi disampaikan oleh mahasiswa Program Studi PGPAUD yang menekankan bahwa keluarga merupakan unit sosial pertama dan utama bagi anak dalam memperoleh nilai, norma, serta pendidikan karakter.

Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan konsep keluarga dan keluarga tradisional yang masih menjunjung tinggi nilai adat istiadat dalam proses pengasuhan. Peserta diajak memahami peran keluarga dalam menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, serta membangun komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak.

Selain itu, dijelaskan pula jenis-jenis pola asuh, yakni otoriter, demokratis, dan permisif, beserta dampaknya terhadap perkembangan anak. Mahasiswa juga menekankan pentingnya komunikasi dua arah serta penanaman nilai moral secara konsisten tanpa kekerasan sebagai upaya menciptakan lingkungan keluarga yang suportif bagi anak Generasi Z.

Dalam sesi diskusi, salah satu peserta menyampaikan, “Iya, Mbak, sekarang keluarga bukan lagi tempat yang nyaman bagi anak-anak untuk bercerita kepada orang tuanya. Mereka justru lebih merasa nyaman bermain di luar bersama teman-temannya.”

Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang terlihat dari berbagai pertanyaan dan berbagi pengalaman pengasuhan. Melalui sosialisasi ini, mahasiswa KKN berharap para orang tua semakin memahami pentingnya pola asuh yang tepat dan komunikasi efektif dalam keluarga guna mendukung tumbuh kembang anak Generasi Z secara optimal. (Doc)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-sosialisasikan-pola-asuh-anak-Gen-Z-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-06 12:26:042026-03-06 12:26:04KKN UAD Sosialisasikan Pola Asuh Anak Gen Z di Masjid Nurul Huda

Mahasiswa KKN UAD Optimalkan Edukasi Pencegahan PTM di Wonocatur

06/03/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) optimalkan edukasi pencegahan PTM di Wonocatur (Foto. KKN UAD)

Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah penyakit tidak menular (PTM) masih perlu ditingkatkan. Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif 103 Unit I.A.2 dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar sosialisasi bertajuk “Menjaga Kesehatan sebagai Amanah Allah dan Upaya Mencegah Penyakit Tidak Menular (PTM)”.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 21 Februari 2026, bertempat di Masjid Nurul Huda, Wonocatur, Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sosialisasi digelar bertepatan dengan Pengajian Ibu-Ibu menjelang waktu berbuka puasa.

Sosialisasi bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan sebagai bagian dari amanah Allah sekaligus langkah preventif dalam mencegah PTM. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada edukasi pola hidup sehat dan prinsip pencegahan PTM melalui perubahan gaya hidup.

Materi dipaparkan oleh anggota KKN yang merupakan mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UAD. Dalam penyampaiannya, mahasiswa menjelaskan konsep kesehatan dalam perspektif Islam sebagai bentuk syukur dan tanggung jawab atas amanah tubuh yang diberikan Allah Swt. Selain itu, dijelaskan pula gambaran umum penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, dan stroke yang memiliki angka kejadian cukup tinggi, baik secara global maupun nasional.

Mahasiswa juga memaparkan berbagai faktor risiko PTM, antara lain pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, kebiasaan merokok, stres, dan obesitas. Penjelasan disertai langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan secara sederhana di rumah, seperti menerapkan pola makan seimbang, rutin berolahraga, menghindari asap rokok, mengelola stres, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif dengan bahasa yang mudah dipahami. Metode yang digunakan berupa pembagian cetak materi presentasi (print out PPT) agar peserta dapat mengikuti penjelasan secara lebih efektif dan partisipatif.

Kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat respons positif dari peserta. Ibu-ibu jemaah Masjid Nurul Huda tampak antusias mengikuti sosialisasi serta aktif mengajukan pertanyaan, terutama terkait pola makan sehat dan cara mengontrol tekanan darah serta gula darah.

“Menjaga kesehatan memang harus dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Apa yang sudah disampaikan tadi sangat membuka wawasan kami agar lebih peduli terhadap pola hidup sehari-hari,” ujar salah satu peserta. Peserta lainnya menambahkan, “Sekarang lebih baik mencegah daripada mengobati.”

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UAD Alternatif 103 Unit I.A.2 berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan sebagai amanah Allah serta mendorong penerapan perilaku hidup sehat guna mencegah Penyakit Tidak Menular (PTM) sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. (Doc)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-optimalkan-edukasi-pencegahan-PTM-di-Wonocatur-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-06 11:06:032026-03-06 11:06:03Mahasiswa KKN UAD Optimalkan Edukasi Pencegahan PTM di Wonocatur

Kupas Tuntas Fikih Lingkungan, Pengajian Ramadan PWM DIY Tekankan Pentingnya Kesalehan Ekologis

06/03/2026/in Terkini /by Ard

Dr. H. Hamim Ilyas, M.Ag., pemateri Pengajian PWM DIY di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Rangkaian Pengajian Ramadan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hari kedua resmi dilanjutkan pada Ahad, 1 Maret 2026 di Amphitarium Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Memasuki sesi Materi III, pengajian kali ini mengangkat fokus yang sangat relevan dengan isu global saat ini, yaitu mengenai Isu Fikih Lingkungan. Sesi yang dipandu langsung oleh Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani (MPK SDI) PWM DIY ini berlangsung khidmat dan antusias.

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. H. Hamim Ilyas, M.Ag., hadir sebagai narasumber utama dengan membawakan tema “Etika Islam dalam Menjaga Keseimbangan Alam”. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa Islam memiliki pandangan yang sangat komprehensif terkait pelestarian lingkungan, di mana manusia berkedudukan sebagai khalifah yang bertanggung jawab merawat bumi, bukan merusaknya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa alam dan manusia memiliki kedudukan yang setara sebagai sesama makhluk ciptaan Allah, yakni subjek yang memiliki kesadaran. Oleh karena itu, hubungan antara manusia dan alam seharusnya saling merahmati (memberikan kebaikan), bukan saling menguasai. Sebagai wakil Allah, manusia diamanahkan untuk mengelola alam dengan prinsip mizan dan ihsan. Prinsip mizan berarti manusia harus senantiasa menjaga keseimbangan alam, sedangkan prinsip ihsan bermakna bahwa pengelolaan alam tersebut harus memberikan kebaikan dan manfaat yang nyata.

Idealnya, pembangunan harus berkelanjutan baik dalam aspek ekonomi, sosial, maupun lingkungan hidup. Namun kenyataannya, hal tersebut sering kali tidak berjalan dengan semestinya, apalagi sejak zaman reformasi. Saat ini, Muhammadiyah telah menerima konsesi pengelolaan tambang dari pemerintah dengan komitmen untuk menerapkan prinsip Pertambangan Hijau demi menjaga keseimbangan lingkungan.

Sementara itu, Kepala Biro Sarana dan Prasarana UAD, Prof. Dr. Ir. Zahrul Mufrodi, S.T., M.T., IPM. selaku narasumber kedua membawakan materi dengan tema “Etika Islam & Edu-Ekologi dalam Menjaga Keseimbangan Alam”. Dalam pemaparannya, beliau menekankan konsep dasar etika Islam dalam menjaga keseimbangan alam. Selain itu, beliau menyampaikan upaya yang telah dilakukan UAD dalam melindungi alam, dimulai dengan memilah dan mendaur ulang sampah, memanfaatkan air hujan, mendaur ulang air, dan melestarikan tanaman di lingkungan kampus.

Melalui kajian ini, diharapkan warga Muhammadiyah semakin menyadari pentingnya kesalehan ekologis. Menjaga keseimbangan alam bukan sekadar anjuran sosial, melainkan bagian dari implementasi nilai-nilai keislaman yang berkemajuan dalam merespons ancaman krisis lingkungan di masa kini. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-H.-Hamim-Ilyas-M.Ag_.-pemateri-Pengajian-PWM-DIY-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-06 10:51:032026-03-06 10:51:03Kupas Tuntas Fikih Lingkungan, Pengajian Ramadan PWM DIY Tekankan Pentingnya Kesalehan Ekologis

Mahasiswa KKN UAD Dorong Visibilitas Usaha Lokal

06/03/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dorong visibilitas usaha lokal di Patuk, Gunungkidul (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 155 Unit VIII.A.2 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan program tematik berupa pembuatan banner dan branding Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Dusun Ngrancahan, Kalurahan Pengkok, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul, pada Rabu, 25 Februari 2026. Program ini merupakan tindak lanjut dari hasil observasi lapangan yang menunjukkan masih adanya pelaku UMKM yang belum memiliki media promosi visual yang memadai.

Kegiatan diawali dengan observasi mendalam terhadap seluruh UMKM di Dusun Ngrancahan. Berdasarkan pendataan yang dilakukan, terdapat delapan UMKM yang belum memiliki banner usaha atau memiliki banner namun dalam kondisi kurang layak. Kondisi tersebut membuat identitas usaha kurang terlihat dan informasi mengenai produk yang dijual belum tersampaikan secara optimal kepada masyarakat sekitar maupun pendatang.

Untuk mengatasi hal tersebut, mahasiswa merancang desain banner sesuai dengan kebutuhan dan permintaan pemilik usaha. Desain tersebut mencantumkan nama usaha, jenis produk, serta informasi pendukung lainnya. Setelah desain disetujui, banner dicetak dengan ukuran yang disesuaikan dengan lokasi usaha dan dibagikan secara gratis kepada delapan UMKM yang terdata.

Salah satu penerima manfaat program ini adalah Yanti, yang akrab disapa “Yanti Yanto Bakul Opo-Opo”, pemilik Warung Pojok di RT 21 Dusun Ngrancahan. Ia menyampaikan bahwa banner warungnya sebelumnya sudah rusak dan belum sempat diganti. Menurut Yanti, banner memiliki peran penting dalam menunjang usaha. Selain sebagai penanda lokasi, banner juga menjadi sarana untuk memperkenalkan jenis dagangan yang tersedia. Tanpa adanya banner, warungnya hanya akan terlihat seperti rumah biasa sehingga orang tidak mengetahui bahwa di tempat tersebut terdapat usaha yang menjual berbagai macam kebutuhan.

“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih banyak kepada mahasiswa KKN yang sudah dibuatkan banner secantik ini. Dengan adanya banner baru ini, warung saya jadi lebih mudah dikenal, terutama oleh orang-orang dari luar daerah,” ujar Yanti.

Program ini diharapkan dapat membantu meningkatkan identitas dan visibilitas UMKM di Dusun Ngrancahan, sehingga usaha yang dijalankan oleh masyarakat semakin dikenal dan memiliki peluang berkembang yang lebih luas. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dorong-visibilitas-usaha-lokal-di-Patuk-Gunungkidul-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-06 10:35:432026-03-06 10:35:43Mahasiswa KKN UAD Dorong Visibilitas Usaha Lokal
Page 16 of 758«‹1415161718›»

TERKINI

  • HISKI UAD dan Balai Bahasa DIY Gelar Siniar Literasi22/05/2026
  • PBI UAD Terima Kunjungan Edukatif SD BIAS Klaten22/05/2026
  • Membangun Akhlak Digital Pelajar di Era Media Sosial21/05/2026
  • FEB dan FSBK UAD Adakan Pelatihan Konten dan Regulasi21/05/2026
  • Dosen UAD Gelar Workshop Manajemen Kesejahteraan Lansia21/05/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Debat Bahasa Indonesia Tingkat Nasional22/05/2026
  • Lawan Rasa Insecure, Dara Safina Raih Juara 3 Qiroatus Syi’ir di AWFest 202611/05/2026
  • Tim Bola Voli Putra UAD Raih Juara 3 di Ajang Immanuel Trans X FEBI Cup 202604/05/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Bronze Medal di Bandung Essay Competition #304/05/2026
  • Mahasiswa Prodi PBS UAD Torehkan Prestasi dalam Ajang Porseni 202604/05/2026

FEATURE

  • Antara Iman dan Cinta: Belajar Adab Berdakwah dari Kisah Nabi Ibrahim21/05/2026
  • Perjuangan Sabriyandi Jadi Wisudawan Terbaik FKIP UAD21/05/2026
  • Regina Nadyani Ungkap Strategi Meraih Predikat Wisudawan Terbaik FSBK UAD19/05/2026
  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top