• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Tips Sukses Jadi Bankir Syariah Internasional

02/11/2020/in Feature, Terkini /by NewsUAD

Profesi sebagai bankir kini sangat menjanjikan. Karier dan peluang, terutama bankir syariah sangat besar termasuk di dunia global. M. Iman Sastra Mihajat, Ph.D. selaku Head of Sharia Oman Arab Bank membagikan tips suksesnya pada stadium general “Menjadi Bankir Syariah Internasional”. Acara tersebut diikuti oleh mahasiswa Program Studi (Prodi) Perbankan Syariah Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang tergabung pada Zoom dan disiarkan langsung di kanal YouTube HMPS Perbankan Syariah UAD (14-10-2020).

M. Iman Sastra Mihajat, Ph.D selaku Head of Sharia Oman Arab Bank saat berbagi tips sukses menjadi bankir syariah internasional

“Jika memiliki impian, haruslah bisa mengontrol diri agar mampu berproses dalam meraih target tersebut. Sebagai contoh, jika ingin menjadi bankir pada 5−10 tahun yang akan datang hendaknya mulai dari semester satu ini kita mengoptimalkan potensi di bidang yang ingin kita capai. Misalnya dengan mengikuti forum ekonomi, komunitas bank syariah, dan seminar sehingga menjadikan kita semakin berwawasan dan meluaskan jaringan,” tutur Iman saat memaparkan materi.

Ia mengimbuhkan, untuk menjadi bankir internasional penting sekali menguasai bahasa asing. Jadi, mulailah mengubah pemikiran dan mengatur tujuan agar tidak salah dalam bertindak. “Kuasai pengetahuan tentang ekonomi syariah, kuasai bahasa asing, dan kuasai ilmu praktik serta teori. Hal ini akan membuat impian menjadi bankir syariah akan terealisasi.”

Motivasi diri agar maju dan mengikuti berbagai forum yang sesuai dengan target impian juga menjadi hal yang sangat penting. Selain itu, menjadi seorang bankir haruslah mengetahui informasi teraktual mengenai perkembangan ekonomi dunia.

“Tahap yang tidak kalah pentingnya ialah mencari relasi sebanyak-banyaknya. Kita bisa mengikuti komunitas dan saling bertukar pendapat dengan praktisi. Setidaknya, bisa mengenal jajaran orang penting di dunia bankir syariah. Jangan lupa terus berdoa dan tingkatkan usaha agar target dapat tercapai,” pungkasnya di akhir pemaparan materi. (Chk)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/M.-Imam-Sastra-Mihajat-saat-menyampaikan-materi-e1604370342959.jpg 526 874 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2020-11-02 11:31:312020-11-03 09:25:47Tips Sukses Jadi Bankir Syariah Internasional

Peringati Bulan Inklusi Keuangan dengan Stadium General Perbankan Syariah

02/11/2020/in Terkini /by NewsUAD

Program Studi (Prodi) Perbankan Syariah Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerja sama dengan Otoritas Perbankan Syariah DIY dan Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) DIY, dalam rangka memperingati Bulan Inklusi Keuangan mengadakan stadium general “Menjadi Bankir Syariah Internasional”. Acara ini disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube HMPS Perbankan Syariah UAD (14-10-2020).

Industri perbankan syariah di masa pandemi tetap menunjukkan eksistensinya dengan tetap memberikan pelayanan bagi masyarakat. Pentingnya literasi keuangan syariah bagi masyarakat menuntun agar cerdas dalam memilih mitra bank.

Parjiman selaku Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY menjelaskan bahwa pemilihan menjadi mitra bank dilihat dari reputasi bank. Hal ini menjadi poin terpenting adanya edukasi dan literasi perbankan syariah bagi masyarakat luas. “Pertumbuhan perbankan syariah di masa pandemi ini semoga dapat maju dan menjadi industri syariah yang sehat, produktif, dan bersaing tinggi,” ujarnya saat menjadi keynote speaker.

“Bankir syariah tidak hanya cukup menjadi pegawai, tetapi harus menjadi tiga sahabat bagi masyarakat. Sahabat finansial, sahabat spiritual, dan sahabat sosial,” terang Nugroho Agung Dewanto selaku Ketua DPW Asbisindo Yogyakarta saat memberikan sambutan.

Dr. Nur Kholis, S.Ag., M.Ag., selaku Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) menambahkan, menjadi bankir syariah sudah tidak perlu diperdebatkan lagi. “Budaya bank konvensional dan bank syariah tentu berbeda. Dengan menanamkan nilai-nilai syariah pada dunia bank memberikan keberkahan pada kehidupan. Selain itu, nilai integritas, kompetensi, dan akhlakul karimah penting dimiliki oleh seorang bankir syariah.”

Acara ini menghadirkan M. Iman Sastra Mihajat, Ph.D. selaku Head of Sharia Oman Arab Bank sebagai pembicara utama. Berbagi pengalaman dan kiat-kiat menjadi bankir syariah internasional menjadi topik yang menarik bagi mahasiswa Prodi Perbankan Syariah UAD. (Chk)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Stadium-general-Menjadi-Bankir-Syariah-Internasional.jpg 720 1279 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2020-11-02 11:08:402020-11-02 11:41:25Peringati Bulan Inklusi Keuangan dengan Stadium General Perbankan Syariah

Mengatasi Kecanduan Gadget pada Anak

01/11/2020/in Terkini /by Ard

Kecanduan gadget atau gawai pada anak-anak memiliki dampak negatif yang sangat berbahaya dan mengerikan jika benar-benar terjadi. Oleh karena itu Esti Utami, S.Pd., yang merupakan editor, penulis buku Parenting Mengatasi Kecanduan Gadget pada Anak, dan alumnus Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Prodi PBSI) membagi tips mengatasi kecanduan gawai pada anak. Tipsnya yaitu membatasi penggunaan gawai dengan melihat umur anak.

Anak-anak di bawah dua tahun, sebaiknya tidak dibiarkan bermain gawai sendirian. Sementara anak-anak berusia dua sampai empat tahun kurang dari satu jam sehari. Lima tahun ke atas, sebaiknya tidak lebih dari dua jam sehari untuk kebutuhan rekreasional atau kebutuhan di luar belajar.

Tips selanjutnya yaitu mempunyai alternatif kegiatan lain supaya anak tidak bosan dan meminta gawai lagi. Misalnya, anak bisa diajak dalam aktivitas bersama orang tua misal memasak, mengepel atau menyapu, serta ciptakan suasana bermain yang menyenangkan. Jangan beri akses penuh atau letakkan gawai, komputer, dan laptop di ruang yang sulit terjangkau oleh anak. Tips yang terakhir yaitu tetapkan wilayah-wilayah bebas gawai, misal tidak boleh menggunakan gawai dalam kamar, di meja makan, dan di dalam mobil. Orang tua bisa memberikan pujian jika anak berhasil menahan diri untuk tidak menggunakan gawai.

“Anak akan meniru yang dicontohkan orang tuanya. Oleh karena itu, jadilah orang tua yang bijak supaya tumbuh kembang anak tidak terganggu. Usahakan ada waktu untuk bermain bersama anak. Atur waktu untuk menggunakan gawai. Cukuplah menengok gawai pada keadaan darurat saja,” jelas Esti pada 15-10-20 melalui WhatsApp. (Dew)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Saat-Esti-Utami-S.Pd_.-memegang-buah-karyanya.-Kini-dia-menjadi-penulis-buku-dan-editor-naskah.-Dia-juga-yang-merupakan-alumnus-PBSI-UAD.-e1603762921231.jpg 345 508 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2020-11-01 08:00:022020-10-27 08:46:11Mengatasi Kecanduan Gadget pada Anak

Tips dan Trik Lolos PKM

31/10/2020/in Terkini /by Ard

Menurut Dr. Widodo Hariyono, A.Md., S.T., M.Kes., dalam acara Pelatihan Karya Tulis Ilmiah bertajuk, “Membentuk Mahasiswa yang Berpengetahuan Luas, Aktif, dan Kreatif melalui Karya Tulis Ilmiah”, ada beberapa kiat agar proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) lolos seleksi.

Dr. Widodo Hariyono, A. Md., S.T., M.Kes., saat menyampaikan materi tentang PKM

“Proposal harus sesuai dengan format dan aturan yang berlaku, gunakan bahasa yang padat, jelas, dan mudah dipahami, antara judul, latar belakang, rumusan masalah, tinjauan pustaka, metode penelitian dan target luaran memiliki benang merah, manfaat yang jelas baik bagi mahasiswa maupun masyarakat, kerja sama tim yang apik, serta rincian dana jelas dan sesuai dengan target luaran,” ujarnya via Zoom, (18-10-2020).

Widodo menuturkan tips mencari topik PKM yang kreatif secara cepat dan tepat seperti melakukan observasi di masyarakat dan mempelajari permasalahan yang mereka hadapi. Selain itu, munculkan sikap ingin membantu memecahkan permasalahan tersebut, atau membantu dari bidang penerapan teknologi yang bermanfaat untuk masyarakat yang belum tersentuh modernitas.

“Kelemahan umum yang sering terjadi ialah tata bahasa yang buruk, pernyataan bagian kesimpulan yang tidak didukung data yang relevan dan akurat, metodologi tidak konkret, serta topik yang sudah sering digunakan,” lanjutnya di acara yang diadakan Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Ahmad Dahlan tersebut.

Widodo menyarankan agar mahasiswa melihat proposal PKM yang baik dan lolos di tahun sebelumnya agar paham tata cara penulisannya. “Perbanyaklah membaca referensi dan literatur yang mendukung, sering diskusi dengan anggota tim lainnya dan konsultasi dengan dosen pembimbing, selalu berpikir kreatif dan inovatif, serta tidak menunda pekerjaan. Jika proposal PKM disetujui dan didanai, maka segera persiapkan pelaksanaan arah kegiatan selanjutnya,” tutupnya. (JM)

 

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-Widodo-Hariyono-A.-Md.-S.T.-M.Kes_.-saat-menyampaikan-materi-tentang-PKM-1.jpeg 720 1280 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2020-10-31 08:00:192020-10-26 09:46:28Tips dan Trik Lolos PKM

Buah Manis menjadi Mawapres UAD

30/10/2020/in Terkini /by Ard

Furqanul saat membagikan pengalaman menjadi mawapres

Mahasiswa berprestasi (mawapres) identik dengan mahasiswa yang memiliki segudang prestasi dan ambisi. Rentetan prestasi yang telah diraih akan memberikan manfaat tersendiri di kemudian hari. Furqanul Hakim, S.S., M.Pd., BI. membuktikan bahwa menjadi mawapres sangatlah bermanfaat. Alumnus Universitas Ahmad Dahlan (UAD) angkatan 2009 ini pernah meraih gelar finalis mawapres tingkat nasional tahun 2009.

Furqanul membagikan pengalaman serta berbagi kiat-kiat menjadi mawapres dalam acara seminar daring “Dahlan Muda Menginspirasi” yang ditayangkan langsung pada kanal YouTube UAD (15-10-2020).

“Mawapres itu tidak hanya butuh banyak piala, prestasi, IPK tinggi saja. Namun yang terpenting memiliki kemauan yang tinggi. Terkadang kita sebenarnya mampu, hanya saja ragu pada kemampuan diri sendiri,” tutur Furqanul dalam sesi pemaparan materi.

Ia menambahkan, tidak perlu takut untuk mencoba berbagai lomba. Sekali pun bukan bidangnya, jika ada bakat sangat penting untuk diasah. “Saya dulu mencoba berbagai lomba. Bahkan lomba yang tidak sesuai dengan bidang ilmu saya coba. Kita tidak tau hasilnya jika belum mencoba,” ungkapnya.

Berkat rentetan prestasi semasa kuliah dan menjadi mawapres di UAD, kini Furqanul aktif sebagai salah satu dosen di STKIP Paracendekia NW Sumbawa dan juri Kompetisi Debat Mahasiswa Nasional (KDMI). Prestasi yang dulu diperoleh memberikan manfaat yang besar pada kariernya.

“Saya mendapatkan relasi kerja juga berkat pengalaman menjadi mawapres UAD. Selain itu kemampuan hard skill dan soft skill sudah terlatih serta cepat menyelesaikan masalah,” pungkasnya. (Chk)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Furqanul-saat-membagikan-pengalaman-menjadi-mawapres-1.jpg 720 1257 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2020-10-30 08:00:452020-10-26 09:34:13Buah Manis menjadi Mawapres UAD

Bahaya Kecanduan Gawai pada Anak

29/10/2020/in Terkini /by Ard

Di era digital ini gadget atau gawai memang memiliki peran yang membantu dalam perkembangan anak. Walaupun demikian, orang tua harus tahu batasan-batasannya. Jika tidak, maka anak bisa rusak kesehatan fisik maupun mental. Selain itu, sangat dikhawatirkan anak tidak mau bersosialisi, tidak mempunyai teman, dan sekolahnya amburadul. Bahayanya lagi, anak yang sudah parah dalam kecanduan gawai bisa masuk rumah sakit jiwa.

Saat Esti Utami, S.Pd., memegang buah karyanya. Kini dia menjadi penulis buku dan editor naskah. Dia juga yang merupakan alumnus PBSI UAD

Esti Utami, S.Pd., kerap kali mengisi kajian daring muslimah. Salah satunya pada grup WhatsApp Tholabul Ilmi yang bertema The Happiest Mommy “Cara Mengatasi Kecanduan Gadget pada Anak”. Esti merupakan alumnus dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Prodi PBSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Selain menjadi seorang istri, dia juga menjadi penulis buku dan editor naskah di penerbit Araska, Media Cerdas, Genesis, dan Yanita. Beberapa karyanya telah terbit yaitu buku dengan judul The Happiest Mommy, 7 Seri Fabel, Doa Anak Sehari-hari, Doa Umum, Nama-Nama Bayi, Parenting Mengatasi Kecanduan Gadget pada Anak, dan Melatih Berbicara.

Menurutnya, anak yang kecanduan gawai akan terus-menerus bermain gawai, lebih sering diam, aktivitas lain ditinggalkan, dan menolak bersosialisasi. Selanjutnya, anak selalu meminta gawai. Apabila tidak diberikan, anak mengamuk dan membuat kegaduhan. Ketika diajak bermain di luar rumah, anak meminta untuk pulang dan memilih memainkan gawainya. Bahkan, anak menolak untuk makan dan mandi.

“Agar anak tidak kecanduan gawai, maka gunakan gawai secara cermat. Misalnya digunakan untuk belajar menghitung, mengenal warna, bentuk, huruf, binatang, dan sebagainya. Jangan biarkan anak menonton sendiri, selalu dampingi anak dalam belajar dan ajak komunikasi. Alihkan anak pada hal lain untuk meminimalisir penggunaan gawai, misalnya bermain bola, melihat ikan, dan menyiram tanaman. Ketegasan juga diperlukan supaya tidak terjadi kecanduan gawai pada anak,” pesan Esti melalui grup WhatsApp pada 5-10-20. (Dew)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Saat-Esti-Utami-S.Pd_.-memegang-buah-karyanya.-Kini-dia-menjadi-penulis-buku-dan-editor-naskah.-Dia-juga-yang-merupakan-alumnus-PBSI-UAD.-e1603762921231.jpg 345 508 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2020-10-29 12:00:332020-10-27 08:43:36Bahaya Kecanduan Gawai pada Anak

Serba-serbi PKM UAD

29/10/2020/in Terkini /by Ard

Dr. Widodo Hariyono, A. Md., S.T., M.Kes., saat menyampaikan materi tentang PKM

Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) merupakan ajang kompetisi kreativitas ilmiah terbesar di Indonesia yang menyajikan ide-ide kreatif mahasiswa. “Ide-ide tersebut dituangkan dalam proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang terdiri atas berbagai bidang seperti penelitian, penerapan teknologi, kewirausahaan, pengabdian masyarakat, karsa cipta, gagasan tertulis, serta artikel ilmiah,” ungkap Dr. Widodo Hariyono, A.Md., S.T., M.Kes. selaku Pembimbing Berprestasi dalam Bidang Penalaran Terbaik 2019 via Zoom, (18-10-2020).

PKM menjadi ajang bergengsi tingkat nasional tiap tahunnya dengan dana hibah yang besar, diskusi berkala, jaringan yang luas, mengasah soft skills, memacu kecerdasan, semangat kompetisi, serta cita-cita yang tinggi. Alur yang harus dilewati peserta PKM yaitu, mengajukan proposal ke dinas pendidikan tinggi, tim yang lolos akan menerima hibah, masuk finalis PIMNAS, dan yang terakhir pengumuman juara.

“Hal yang perlu dipersiapkan dalam menyusun proposal PKM yaitu, membaca buku pedoman PKM yang akan diteliti, memilih bidang PKM yang diminati, fokus mempelajari jenis PKM yang dipilih, mendiskusikannya dengan tim dan dosen pembimbing, membuat proposal bertahap dan mengembangkan idenya, proses terakhir yaitu menguji dan memperbaiki, serta menuntaskan administrasi,” lanjutnya dalam acara Pelatihan Karya Tulis Ilmiah bertajuk “Membentuk Mahasiswa yang Berpengetahuan Luas, Aktif, dan Kreatif melalui Karya Tulis Ilmiah”. Acara diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Ide atau gagasan merupakan hal yang sangat mahal dan bersifat rahasia. “Ujilah ide yang sudah ditentukan dengan diskusi, catatlah gagasan yang muncul dan lakukan pengembangan, serta cari literatur pendukung yang memadai untuk memperkuat ide tersebut,” tutupnya. (JM)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-Widodo-Hariyono-A.-Md.-S.T.-M.Kes_.-saat-menyampaikan-materi-tentang-PKM-2.jpeg 720 1280 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2020-10-29 08:00:192020-10-26 09:32:13Serba-serbi PKM UAD

Mulai dari Suka Mengajar, Akhirnya Menjadi Wali Kelas

28/10/2020/in Terkini /by Ard

“Saya sangat suka mengajar, suka tantangan, dan belajar hal-hal yang baru. Waktu di sana, saya sangat senang karena itu pengalaman pertama kali mengajar di luar negeri. Apalagi di tempat magang, bahasa Inggris menjadi bahasa keseharian,” kata Siti Aminah, mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang pernah magang di Filipina.

Siti Aminah dalam Sharing Session yang berlangsung di kanal facebook OIA UAD.

Menurutnya, tantangan mengajar di luar negeri sangatlah menarik. Selama di Filipina, Senin-Jumat ia mengajar di kelas 7 SMP dan diamanahi menjadi wali kelas. Setiap Sabtu, ia menolong temannya untuk mengajar SD.

“Bisanya kegiatan di minggu pertama ialah observasi kelas, jadi asisten, dan baru mengajar. Namun, saya hanya didampingi dua kali, setelah itu dilepas sendiri. Saat itu juga bertepatan dengan UTS dan supervisor menantang saya. Saya hanya diberi buku paket, lalu diminta mencari lima topik mengajar,” terang Aminah dalam Sharing Session yang mengusung tema “Magang Mengajar di Luar Negeri” yang berlangsung di kanal Facebook Oia UAD, Jumat (16-10-2020).

Ia melanjutkan, pertama kali mengajar ia sama sekali tidak merasa gugup karena siswa sangat antusias. Meskipun dalam satu kelas ada 32 siswa, ia dengan mudah mengatur siswa saat pelajaran berlangsung. Ditambah, fasilitas yang ada di tempat sangat istimewa, apalagi ada ruang untuk menjalankan ibadah.

Selain mengajar, Aminah diajak berdiskusi dengan dosen dan mahasiswa. Di situ ia berbagi cerita tentang Indonesia, setelah itu menceritakan tentang universitas. Dalam mini diskusi, ia mengungkapkan kebanggaannya kuliah di UAD yang memberikan fasilitas untuk ia belajar dan berusaha. (ASE)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Siti-Aminah-dalam-Sharing-Session-yang-berlangsung-di-kanal-facebook-Oia-UAD..jpeg 607 800 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2020-10-28 12:00:312020-10-26 09:14:47Mulai dari Suka Mengajar, Akhirnya Menjadi Wali Kelas

Adinda, Mahasiswa BSA Torehkan Juara 1 dan 3 Lomba Tingkat Nasional

28/10/2020/in Terkini /by Ard

Adinda Nur Fitriyah mahasiswa BSA UAD mengikuti lomba Ghina Aroby di UIN Walisongo

Adinda Nur Fitriyah, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) meraih juara 1 dalam lomba menyanyi Arab dalam Festival Kebudayaan Arab (FKA) Universitas Gajah Madah (UGM) tahun 2020. Ia juga juara 3 dalam Festival Padang Pasir (FPP) yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Bahasa Arab UIN Walisongo pada Sabtu, (17-10-2020).

Ghina Aroby (menyanyi Arab) merupakan salah satu lomba yang diadakan Ikatan Mahasiswa Sastra Arab (Ikmasa) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM. Lomba diikuti peserta dari tingkat nasional, termasuk perlombaan yang diadakan oleh UIN Walisongo. Sekitar 40 peserta mulai dari pelajar hingga mahasiswa di seluruh Indonesia ikut dalam acara ini. Situasi pandemi membuat teknis perlombaan berupa pengumpulan video hasil karya. Untuk pengumuman pemenang, diunggah di kanal YouTube Ikmasa FIB UGM maupun HMJPBA UIN Walisongo.

“Untuk seleksinya diadakan dalam satu kali putaran saja, tidak ada final,” ungkap Adinda. “Lomba ini membuat saya semakin semangat dalam mengasah kemampuan. Untuk teman-teman, jangan pesimis ataupun malu di awal, ya. Ayo sama-sama belajar untuk terus meraih prestasi dan bisa membuat bangga orang tua.”

Di akhir wawancara, Adinda mengatakan bahwa semua ini tidak dapat diraih tanda peran orang-orang yang mendukungnya. (Amb)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Adinda-Nur-Fitriyah-mahasiswa-BSA-UAD-mengikuti-lomba-Ghina-Aroby-di-UIN-Walisongo-e1603678440310.jpg 474 830 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2020-10-28 08:00:252020-10-26 09:14:24Adinda, Mahasiswa BSA Torehkan Juara 1 dan 3 Lomba Tingkat Nasional

 Melalui PBSI, Banyak Peluang yang Bisa Diraih

27/10/2020/in Terkini /by Ard

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) selesai mengadakan kuliah umum dengan tema “Cintai Bahasa Indonesia, Raihlah Kesuksesan Nyata” dengan pembicara Dr. Laili Etika Rahmawati, M.Pd. Kuliah umum menjadi agenda rutin yang diadakan oleh PBSI setiap semesternya. Namun, kegiatan kali ini berbeda dari tahun sebelumnya mengingat kondisi pandemi. Acara berlangsung pada Sabtu (17-10-20) di ruang virtual Zoom Meeting. Narasumber yang didatangkan adalah dosen sekaligus pakar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).

Peserta Kuliah Umum “Cintai Bahasa Indonesia, Raihlah Kesuksesan Nyata”

Penggunaan bahasa memiliki arti yang sangat penting. Bahasa adalah alat komunikasi, baik secara lisan maupun tertulis. Inilah yang membuat Dirjen Depdiknas RI memutuskan memasukkan bahasa Indonesia sebagai salah satu mata kuliah yang wajib diajarkan di seluruh perguruan tinggi dan seluruh jurusan. Tujuannya untuk mengasah kemampuan berbahasa dan mengembangkan kepribadian. Dalam berbahasa nanti akan menentukan apakah kita sukses atau tidak bagaimana cara kita menyajikannnya dalam pola tutur.

Sementara itu, Roni Sulistiyono, S.Pd., M.Pd. selaku Kepala Program Studi PBSI mengutarakan tujuan dari kuliah umum ini adalah untuk menguatkan dan memantapkan hati kepada mahasiswa baru (maba), bahwasanya melalui Prodi PBSI banyak peluang kerja yang nantinya bisa diraih. Di antaranya pendidikan guru, dosen, peneliti, jurnalis, penulis, sastrawan, pengajar BIPA, serta wirausaha di bidang bahasa dan sastra.

Ia menambahkan, “Kami sengaja mengundang pembicara yang juga pakar BIPA tujuannya adalah memberikan pencerahan lebih awal kepada mahasiswa berkaitan dengan pengajar bahasa Indonesia bagi penutur asing.”

Laili Etika Rahmawati berpesan, “Ketika teman-teman nanti jadi pengajar BIPA, jangan sampai luntur rasa nasionalismenya karena sering kali saking senangnya mengajar sampai menjelekkan negara kita. Padahal kalau berada di luar negeri, Indonesia adalah tempat ternyaman.

Di akhir acara Roni menutup, “Pelaksanaan kuliah umum ini tetap berjalan di setiap semester dengan materi yg bervariasi. Rencananya untuk semester depan kuliah umum yang akan diselenggarakan berkaitan dengan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia.” (Amb)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Peserta-Kuliah-Umum-Cintai-Bahasa-Indonesia-Raihlah-Kesuksesan-Nyata.jpeg 719 1280 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2020-10-27 12:00:332020-10-26 09:05:37 Melalui PBSI, Banyak Peluang yang Bisa Diraih
Page 465 of 743«‹463464465466467›»

TERKINI

  • Perbedaan Awal Ramadan dan Urgensi Kalender Hijriah Global Tunggal06/03/2026
  • KKN UAD Sosialisasikan Pola Asuh Anak Gen Z di Masjid Nurul Huda06/03/2026
  • Mahasiswa KKN UAD Optimalkan Edukasi Pencegahan PTM di Wonocatur06/03/2026
  • Kupas Tuntas Fikih Lingkungan, Pengajian Ramadan PWM DIY Tekankan Pentingnya Kesalehan Ekologis06/03/2026
  • Mahasiswa KKN UAD Dorong Visibilitas Usaha Lokal06/03/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan I Presenter Terbaik pada ADIYC 202522/01/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top