• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Kembangkan Kosmetik dengan Daun Teh Hijau

21/04/2015/0 Comments/in Terkini /by Super News

Menurut Dr. Nining Sugihartini, M.Si., Apt., teh hijau merupakan salah satu jenis teh yang diperoleh dengan cara pengukusan atau pemanasan suhu tinggi pucuk daun teh. Proses ini mencegah terjadinya oksidasi polifenol oleh enzim oksidase sehingga kandungan dalam teh hijau paling tinggi dibandingkan dengan jenis teh lainnya, yaitu teh olong dan teh hitam.

Lebih lanjut ia menjelaskan, kandungan polifenol epigalokatekin galat diidentifikasi sebagai zat yang bertanggung jawab terhadap khasiat teh hijau sebagai antioksidan dan antiinflamasi. Antioksidan adalah senyawa yang dapat mengatasi efek radikal bebas. Akibat radikal bebas adalah kerusakan sel di permukaan kulit sehingga menjadi cepat menua. Oleh karena itu, penggunaan teh hijau diharapkan dapat menjaga keindahan dan kesehatan kulit.

“Selain untuk mengatasi radikal bebas, teh hijau juga berkhasiat sebagai antiinflamasi, yakni senyawa yang dapat mengatasi peradangan akibat berbagai macam gangguan dalam tubuh atau kulit. Salah satunya adalah peradangan kulit karena jerawat,” terang Nining dalam rilisnya yang dipersiapkan untuk “Langkah Pakar” di AdiTv.

Dosen sekaligus Wakil Dekan Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ini menjelaskan, berdasarkan khasiat teh hijau, diperlukan suatu upaya untuk membuatnya dalam bentuk sediaan yang aman dan nyaman digunakan oleh konsumen. Misalnya krim. Keuntungan bentuk ini adalah nyaman digunakan karena sebagian komposisinya yang bersifat larut air dan lemak, sekaligus dapat mempertahankan kelembaban kulit.

Sebuah sediaan dikatakan baik jika stabil, baik secara fisik maupun secara kimia. Epigalokatekin galat dalam ekstrak teh hijau mudah rusak karena peristiwa oksidasi. Oleh karena itu, penelitian dilanjutkan dengan upaya peningkatan stabilitas dengan penambahan antioksidan lainnya. Antioksidan yang paling baik meningkatkan stabilitas kimia tersebut adalah Vitamin C konsentrasi 1%. Keuntungan lain dari penggunaan Vitamin C karena baik untuk kesehatan kulit sehingga penambahan dalam formulasi krim ekstrak teh hijau ini memberikan banyak manfaat.

Saat ini, penelitian terkait pengembangan sediaan teh hijau diarahkan pada penggunaannya sebagai tabir surya dan pelembab kulit. Potensi sebagai tabir surya dievaluasi dengan penetapan nilai Sun Protection Factor (SPF) dan penetapan kadar air dalam kulit relawan. Inovasi lainnya juga dilakukan dengan memformulasikannya dengan bahan alami lain, seperti ekstrak lidah buaya yang diharapkan mampu meningkatkan kemampuan melembabkan kulit.

Pada akhirnya, penelitian ini diharapkan akan dapat dikolaborasikan dengan pihak industri melalui mekanisme hibah yang dikeluarkan oleh pemerintah sehingga hasil penelitian dapat diproduksi dan dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.        

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/field/image/krim_teh_hijau_uad.jpg 262 268 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2015-04-21 02:27:232015-04-21 02:27:23Kembangkan Kosmetik dengan Daun Teh Hijau

Mengolah Limbah Sekam Padi dengan Alat Cetak Briket Bioarang

20/04/2015/0 Comments/in Terkini /by Super News

Pada proses penggilingan padi, sekam akan terpisah dari butir beras dan menjadi bahan sisa atau limbah penggilingan. Kadar sekam adalah 20-30% dari bobot gabah yang digiling, dedak/abu 15 %, dan beras giling 50-53,5 % (Hambali dkk, 2007).

Sekam padi kebanyakan dibuang atau dibakar. Hal ini karena para petani belum mampu memanfaatkannya. Kesadaran yang masih minim, pengetahuan, dan keterampilan untuk mengolah menjadi penyebab utama. Akibatnya, pencemaran lingkungan karena sekam padi tidak dapat terelakkan.

“Hanya sedikit petani yang memanfaatkan sekam padi. Biasanya digunakan untuk membakar bata merah, alas kandang ayam, abu gosok, membuat tungku, dan lain-lain. Pemanfaatan itu dinilai kurang maksimal,” terang Fatwa Tentama, S.Psi., M.Si.

Menurutnya, masyarakat petani dapat memanfaatkan dan mengolah sekam menjadi produk sehingga mengurangi dampak dari limbah tersebut. Di antaranya menjadi briket bioarang, media tanam, dan pupuk organik. Mereka juga bisa membuat bahan bakar (bioenergi) untuk keperluan petani, penghematan bahan bakar fosil, dan potensi penguatan perekonomian petani.

“Pemanfaatan limbah akan meminimalisasi pencemaran sekam padi di lingkungan persawahan atau saluran irigasi dan mencegah pencemaran udara karena pembakaran dilakukan di area persawahan maupun penggilingan beras. Briket bioarang yang dihasilkan memiliki kelebihan, yaitu sangat baik digunakan untuk bahan bakar yang merata dan stabil,” ungkap Surahma Asti Mulasari, S.Si., M.Kes.

Menurut Surahma, briket bioarang sekam padi menjadi bioenergi aternatif merupakan pilihan masyarakat. Selain sebagai sumber energi, abu hasil pembakaran briket dapat digunakan untuk abu gosok. Pembakaran briket biorang tidak menghasilkan emisi gas beracun seperti NOx dan SOx yang dihasilkan pada pembakaran briket batu bara. Keuntungan lain adalah tersedia bahan bakar (bioenergi) untuk keperluan petani, penghematan bahan bakar fosil, dan potensi penguatan perekonomian petani.

            Terdapat prosedur kerja pembuatan briket bioarang sebagai bioenergi alternatif yang mengacu pada buku IbM Pedesaan (Tentama dkk., 2014). Alat dan bahan untuk membuat adalah media tanam dan pupuk organik. Beberapa peralatan dan bahan yang dibutuhkan, yaitu drum tertutup, kompor, korek api, panci, penumbuk (lumpang dan alu), limbah sekam padi, air, dan kanji

Cara kerjanya cukup mudah. Untuk pembuatan lem kanji, panaskan air 500 ml hingga hangat, tuangkan kanji ke dalam panci dan aduk terus hingga mengental seperti lem. Untuk pembakaran sampah secara pirolasi, masukan limbah sekam padi kurang lebih ketinggian 10 cm dan dasar drum, kemudian dibakar, diaduk agar pembakaran merata, dan terbentuk bara api. Tutup drum untuk mengurangi oksigen yang masuk supaya yang terbakar tidak menjadi abu. Bila dirasa cukup, hentikan pembakaran dan diamkan beberapa waktu agar proses pembakaran sempurna.

Selanjutnya, buat briket bioarang. Caranya, tuang hasil pembakaran dalam tempat penumbuk, tumbuk sampai halus, kemudian beri campuran lem dan dicampur menggunakan tangan. Cetak adonan hasil pembuatan briket, keringkan.

Arang sekam padi juga dapat dimanfaatkan. Arang yang dihasilkan dari proses pirolisis dihancurkan, lalu campurkan dengan pupuk kandang untuk media tanam. Manfaatnya, padi yang dihasilkan berkualitas unggul, dari segi ekonomis harga jual padi organik lebih tinggi daripada padi yang ditanam dengan pupuk kimia, biaya yang dikeluarkan jauh lebih sedikit sehingga keuntungan menjadi bertambah, dan kualitas tanah senantiasa terjaga (Riofrans, 2013).

Melalui Surahma Asti Mulasari dan Fatwa Tentama, UAD telah mematenkan Desain Industri Alat Cetak Briket Bioarang ke dalam Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Alat cetak didesain untuk menghemat waktu dan tenaga. Bagian cetakan dilengkapi dengan pegangan untuk mempermudah proses mencetak.

Surahma menuturkan, alat cetak briket bioarang tersebut diciptakan untuk industri kecil atau rumah tangga. Keunggulan dan perbedaan dengan alat cetak briket yang lain adalah lebih mudah digunakan dan bersifat portable.

Alat ini terdiri dari dua bagian, yaitu badan alat dan bagian cetakan. Alat cetak dibuat dengan menggunakan dongkrak hidrolik untuk memberikan tekanan ketika meng-press adonan briket. Selain itu, terdapat pegangan pada badan alat untuk mempermudah membawa atau memindah. Bagian cetakan didesain dengan 9 cetakan sehingga dalam sekali dioperasikan, alat ini dapat langsung menghasilkan 9 briket.

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png 0 0 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2015-04-20 01:57:082015-04-20 01:57:08Mengolah Limbah Sekam Padi dengan Alat Cetak Briket Bioarang

Pusat Studi Astronomi UAD Ikut Meneliti Gerhana 2016

20/04/2015/0 Comments/in Terkini /by Super News

Pusat Studi Astronomi Universitas Ahmad Dahlan (Pastron-UAD) diajak terlibat dalam penelitian gerhana matahari total 2016 oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan). Tim UAD juga hadir dalam acara Lokakarya Nasional GMT 9 Maret 2016 di Bandung, Selasa (14/42015).

Adalah Yudhiakto Pramudya, Ph.D., kepala Pastron UAD, bersama dua rekannya, Eko Nursulistyo M.Pd., S. dan Oki Mustafa, S.Pd., M.Pd.Si yang menjadi wakil UAD dalam penelitian tersebut.

Yudhiakto yang merupakan dosen S-2 Pendidikan Fisika UAD ini mengatakan, gerhana matahari sering dihubungkan dengan peristiwa yang akhirnya menimbulkan mitos. Dalam perspektif astronomi, peristiwa gerhana matahari adalah peristiwa biasa dan tidak berhubungan dengan kejadian atau mitos yang berkembang di masyarakat. Dalam penelitian 2016 nanti, yang direncanakan di Ternate, tim dari UAD akan memberikan edukasi mengenai hal tersebut.

“Harapannya masyarakat Indonesia, khususnya Ternate, dapat memahami tentang gerhana. Fenomena gerhana matahari itu dapat dijadikan momentum untuk mengenalkan sains kepada masyarakat,” ucap Yudhi saat diwawancarai, Kamis (16/4/2015).

Gerhana matahari merupakan peristiwa tertutupnya piring matahari oleh piring bulan. Saat tertutup penuh, maka disebut sebagai gerhana total. Akibatnya, langit menjadi gelap, suhu menurun, dan perilaku hewan berubah karena mengira sudah malam. Selain itu, gerhana matahari juga dapat memungkinkan terjadi perubahan pada lapisan ionosfer

“Gerhana hanya akan tertutup dalam waktu tiga menit. Nah, dalam waktu tersebut, kami akan mengamati adanya perubahan, baik suhu maupun perilaku hewan.”

Lebih lanjut Yudhi menjelaskan, “Sebenarnya melihat gerhana matahari aman, asal tahu cara mengamatinya. Tentu saja, gerhana tidak dapat diamati dengan mata telanjang secara langsung karena kuatnya sinar matahari, khususnya dari fase gerhana total yang gelap menjadi terang, bisa merusak mata. Dalam jangka panjang, bisa menimbulkan kebutaan.”

Cara aman mengamati gerhana adalah menggunakan kacamata gerhana atau melihat proyeksi sinar matahari melalui kamera lubang jarum (pin hole) yang dibuat dari kardus.

Bersama dua rekannya, Yudhi berharap hasil penelitiannya dapat memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama menyadari bahwa gerhana matahari salah satu bukti kebesaran ciptaan Tuhan.

Selama ini, Pastron-UAD bergerak di bidang penelitian dan pendidikan astronomi. Pada 4 April 2015 lalu, tim juga mengamati peristiwa gerhana total dari kampus 4 UAD. Sebelumnya, mereka menjadi pembicara di Korea Selatan dan Italia.

Sementara menurut Yatny Yulianty dari Universe Awareness (Unawe) Indonesia, yang dimuat dalam koran cetak Kompas, Rabu, 15 April 2015 lalu mengungkapkan bahwa jalur gerhana total kali ini istimewa karena satu-satunya wilayah daratan negara yang dilintasi hanya Indonesia.

Beberapa kota yang dilintasi jalur gerhana total antara lain Mukomuko (Bengkulu), Palembang (Sumatra Selatan), Tanjung Pandan (Bangka Belitung), serta Sampit dan Palangkaraya (Kalimantan Tengah). Selain itu, Amuntai (Kalimantan Selatan), Balikpapan (Kalimantan Timur), Pasangkayu (Sulawesi Barat), Palu, Poso dan Luwuk (Sulawesi Tengah), serta Ternate, Tidore, dan Maba (Maluku Utara).

 

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/field/image/pastro_uad_gerhana_matahari.jpg 226 448 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2015-04-20 00:58:202015-04-20 00:58:20Pusat Studi Astronomi UAD Ikut Meneliti Gerhana 2016

Alat Medis Belum Berstandar; 20 Triliun Rupiah Melayang

16/04/2015/0 Comments/in Terkini /by Super News

“Pabrik pembuat alat medis belum tentu baik atau standar. Karena itu, perlu dikalibrasi secara berkala agar tetap terjaga standarisasinya,” kata Apik Rusdiarna Indrapraja, S.Si. selaku Kepala Laboratorium Kalibrasi dan Uji Universitas Ahmad Dahlan (LKU–UAD) saat di temui di kantornya.

Sebagaimana disampaikan dalam UU Nomor: 44 Tahun 2009 Pasal 16 Ayat 2, peralatan medis seperti yang dimaksud pada ayat (1) harus diuji dan dikalibrasi secara berkala oleh Balai Pengujian Fasilitas Kesehatan dan/atau institusi pengujian fasilitas kesehatan yang berwenang.

Saat ditanya alasan memperjuangkan standarisasi alat kesehatan tensimeter, Apik menjawab, “Kami membantu upaya pemerintah dalam merealisasikan UU Nomor: 44 Tahun 2009 Pasal 16 Ayat 2.”

Menurutnya, jika alat kesehatan, khususnya tensimeter tidak standar, akan berakibat fatal terhadap pasien. Mengukur tinggi rendahnya darah bisa salah atau tidak akurat. Jika itu terjadi, dampaknya tidak baik. Oleh karena itu, tensimeter perlu dikalibrasi secara berkala.

“Saya berharap ke depan semua alat kesehatan standar, agar pengguna nyaman dan terjamin keamanannya,” harap Apik.

Di tempat berpisah, Manager Mutu LKU UAD, Margi Sasono mengatakan, pelayanan mutu kesehatan di Indonesia masih kurang baik. Salah satu penyebabnya adalah alat yang digunakan belum banyak yang distandarisasi. Menurutnya, pelayanan kalibrasi di Indonesia masih belum memadai, tidak sebanding dengan banyaknya rumah sakit yang ada. Jika dibuat rasio, 1 laboratorium kalibrasi harus melayani  90 rumah sakit. Hal ini berdampak buruk pada mutu pelayanan kesehatan di Indonesia.

Kata Margi, berdasarkan data dari mountelizabeth.com.sg, ada sekitar 30-40% pasien asing di Singapura pada waktu tertentu adalah orang Indonesia. Salah satu alasan mereka ke Singapura atau berobat di luar negeri karena mutu pelayanan dan kemajuan teknologi alat medisnya dirasa lebih lengkap dibandingkan di Indonesia.

Tahun 2012, Menteri Pariwisata RI, sebagaimana dikutip dari laporan International Medical Travel Journal mencatat, jumlah penduduk Indonesia yang berobat ke luar negeri pada diperkirakan 600 ribu orang dan menghabiskan dana sekitar 20 triliun rupiah untuk memburu perawatan medis di luar negeri.

“Tentu saja hal tersebut merugikan bangsa kita karena boleh jadi setiap tahun, belasan bahkan puluhan triliun uang orang Indonesia lari ke luar negeri. Karena itu, alat medis sebagai penunjang harus sudah standar dan ada institusi yang melakukan standarisasi. Bagi kami, itu sangat penting,” tukas Margi.

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/field/image/kalibrasi_alat_kesehatan_tensimeter_lku_uad_meraih_akreditasi_kan.jpg 290 412 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2015-04-16 07:27:532015-04-16 07:27:53Alat Medis Belum Berstandar; 20 Triliun Rupiah Melayang

Kalibrasi Alat Kesehatan Tensimeter LKU UAD Meraih Akreditasi KAN

15/04/2015/0 Comments/in Terkini /by Super News

Berdasarkan hasil assessment Komite Akreditasi Nasional (KAN) pada 7−8 Januari 2015, Laboratorium Kalibrasi dan Uji Universitas Ahmad Dahlan (LKU-UAD) berhak atas akreditasi KAN untuk metode kalibrasi alat kesehatan tensimeter berbasis ISO/IEC: 17025: 2005 atau SNI ISO/IEC: 17025: 2008.

“Ini adalah awal yang baik bagi LKU UAD untuk mampu menjamin mutu akurasi alat tensimeter pada domain layanan kesehatan masyarakat sesuai dengan standarisasi nasional maupun internasional,” terang Manager Mutu LKU UAD, Margi Sasono.

Sebelumnya, LKU UAD sebagai unit layanan publik berbasis kompetensi akademik bidang Fisika Metrologi, meraih akreditasi KAN ISO/IEC 17025: 2005 pada 20 Februari 2014, dengan ruang lingkup kalibrasi massa dan volume dengan nomor kode laboratorium LK-174-IDN.

“Saat ini, LKU UAD juga sedang mempersiapkan akreditasi KAN untuk alat kesehatan lainnya, seperti alat isap medik (suction pump) dan timbangan badan atau bayi,” tutup Margi.

Kalibrasi Alat Kesehatan Tensimeter LKU UAD Meraih Akreditasi KAN

 

Berdasarkan hasil assessment Komite Akreditasi Nasional (KAN) pada 7−8 Januari 2015, Laboratorium Kalibrasi dan Uji Universitas Ahmad Dahlan (LKU-UAD) berhak atas akreditasi KAN untuk metode kalibrasi alat kesehatan tensimeter berbasis ISO/IEC: 17025: 2005 atau SNI ISO/IEC: 17025: 2008.

“Ini adalah awal yang baik bagi LKU UAD untuk mampu menjamin mutu akurasi alat tensimeter pada domain layanan kesehatan masyarakat sesuai dengan standarisasi nasional maupun internasional,” terang Manager Mutu LKU UAD, Margi Sasono.

Sebelumnya, LKU UAD sebagai unit layanan publik berbasis kompetensi akademik bidang Fisika Metrologi, meraih akreditasi KAN ISO/IEC 17025: 2005 pada 20 Februari 2014, dengan ruang lingkup kalibrasi massa dan volume dengan nomor kode laboratorium LK-174-IDN.

“Saat ini, LKU UAD juga sedang mempersiapkan akreditasi KAN untuk alat kesehatan lainnya, seperti alat isap medik (suction pump) dan timbangan badan atau bayi,” tutup Margi.

 

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/images/Kalibrasi Alat Kesehatan Tensimeter LKU UAD Meraih Akreditasi KAN.jpg 290 412 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2015-04-15 05:38:022015-04-15 05:38:02Kalibrasi Alat Kesehatan Tensimeter LKU UAD Meraih Akreditasi KAN

Mengenal Qalbun Salim

15/04/2015/0 Comments/in Terkini /by Super News

“Qalbun salim adalah hati yang memiliki spiritualitas sangat tinggi sehingga sangat peka terhadap Asma Allah dan bacaan ayat-ayat al-Qur’an,” kata Yusuf A. Hasan dalam pengajian rutin di Masjid Darussalam kampus I Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Sabtu (11/4/2015).

Lebih lanjut Yusuf menyampaikan, pada hati itulah terkandung ruh setiap manusia. Di dalam ruh terdapat spirit yang menggerakkan kesadaran manusia untuk melakukan apa pun. Ia jugalah yang menggerakkan kesadaran, kesengajaan, atau niat kuat, untuk bekerja keras mengembangkan dan mempertahankan hidup serta kehidupan diri maupun keluarga. Tujuannya agar dapat mencapai kebahagiaan sesuai dengan yang disyariatkan agama dan ketentuan-ketentuan hukum lain yang berlaku. Bagi orang yang hatinya kosong dari kesadaran mengenai kepentingan hidup dan kehidupan ini, tentu tidak tebesit sedikit pun untuk hidup dengan bekerja keras serta sesuai dengan tuntunan syariat serta hukum.  

“Untuk mengenal qolbun salim, maka perlu perhatikan tiga hal. Pertama, qalbu salim berarti salamatul qalb ’anisy-syirk awil-aqa’id al-fasidah, yakni selamatnya hati dari syirik atau kepercayaan-kepercayaan yang sesat. Hati yang sehat berarti memiliki akidah yang benar, lurus, serta bebas dari segala bentuk kemusyrikan,” tutur Yusuf.

Lebih lanjut ia menjelaskan poin lainnya. Kedua, qalbin salim berarti salim min amradhil-qulub, yakni bersih dari penyakit-penyakit hati. Ketiga, qalbun salim berarti hati yang sehat dan memiliki kesempurnaan serta kekuatan melakukan yang menjadi tugas dan fungsinya sesuai maksud penciptaan manusia di dunia. Dalam hal ini, fungsi hati yang paling utama adalah mengenal Allah atau iman, lalu menggerakkan si pemilik hati untuk mewujudkan keimanannya itu dalam sikap dan perilaku konkret kehidupan sehari-hari.

“Oleh sebab itu, Rasulullah Saw dalam hadits riwayat Baihaqi dari Abu Hurairah bersabda, ‘At-tagwa ha-huna, takwa itu di sini,” ucap Yusuf sambil menunjuk ke dada tiga kali.

Secara bahasa, qolbun salim berasal dari dua kata bahasa Arab, yaitu qolbun yang berarti ‘hati’ dan salim  yang berarti ‘bersih, suci, dan lurus’. Jika kedua kata ini digabungkan, maka akan membentuk arti ‘hati yang lurus, bersih, suci, dan ikhlas dalam segala gerak, pikiran, perasaan, perbuatan dan lain sebagainya hanya kepada Allah Swt’. Dalam al-Qur’an, Allah menyebut istilah qolbun salim sebanyak dua kali. Keduanya menggambarkan tentang hati Nabi Ibrahim As.

“Semoga hati kita senantiasa diberikan pencerahan dan bersih dalam menghadapi segala kemungkaran yang ada di hadapan kita. Amin,” tutup ustadz Yusuf dalam pengajian yang diikuti dosen serta karyawan UAD kampus I itu.

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/field/image/mengenal_qalbun_salim.jpg 299 448 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2015-04-15 02:14:482015-04-15 02:14:48Mengenal Qalbun Salim

Mengolah Limbah Sekam Padi dengan Alat Cetak Briket Bioarang

13/04/2015/0 Comments/in Terkini /by Super News

 

Pada proses penggilingan padi, sekam akan terpisah dari butir beras dan menjadi bahan sisa atau limbah penggilingan. Kadar sekam adalah 20-30% dari bobot gabah yang digiling, dedak atau abu  15 %, dan beras giling  50-53,5 %. (Hambali dkk, 2007).

Sekam padi kebanyakan dibuang dan dibakar. Banyak petani yang belum mampu memanfaatkan karena minimnya kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan. Oleh karena itu, dampak yang ditimbulkan adalah pencemaran lingkungan karena sekam padi tidak dapat terelakkan.

“Hanya sedikit petani yang memanfaatkan sekam padi. Biasanya mereka gunakan untuk membakar bata merah, alas kandang ayam, abu gosok, membuat tungku, dan lain-lain sehingga pemanfaatannya kurang maksimal,” terang Fatwa Tentama, S.Psi., M.Si.

Sebenarnya, petani dapat memanfaatkan dan mengolah sekam menjadi produk sehingga bisa mengurangi dampak dari limbah yang dihasilkan. Di antaranya menjadi briket bioarang, media tanam, dan pupuk organik. Mereka juga bisa membuat bahan bakar (bioenergi) untuk keperluan petani, penghematan bahan bakar fosil, dan potensi penguatan perekonomian. Strategi efektif pemanfaatan limbah sekam ini dapat dilakukan dengan alat dan teknologi yang sederhana.

“Pemanfaatan limbah akan meminimalisasi pencemaran sekam padi di lingkungan persawahan, saluran irigasi, dan mencegah pencemaran udara karena pembakaran sekam padi yang dilakukan di area persawahan atau pengilingan beras. Briket bioarang yang dihasilkan dari sekam padi memiliki kelebihan, yaitu sangat baik digunakan untuk bahan bakar yang merata dan stabil,” papar Surahma Asti Mulasari, S.Si., M.Kes

Ia melanjutkan, briket bioarang dengan pemanfaatan bioenergi dapat menjadi aternatif pilihan masyarakat. Selain sebagai sumber energi, abu hasil pembakaran briket dapat digunakan untuk abu gosok oleh petani dan manfaat lainnya. Pembakaran briket biorang tidak menghasilkan emisi gas beracun seperti NOx dan SOx yang dihasilkan pada pembakaran briket batu bara. Keuntungan lain adalah tersedia bahan bakar (bioenergi) untuk keperluan petani, penghematan bahan bakar fosil, dan potensi penguatan perekonomian petani.

            Prosedur kerja pembuatan briket bioarang sebagai bioenergi alternatif yang mengacu pada buku IbM pedesaan adalah sebagai berikut: 

Alat dan bahan untuk membuat briket bioarang adalah media tanam dan pupuk organik. Beberapa peralatan dan bahan yang dibutuhkan yaitu drum tertutup, kompor, korek api, panci, penumbuk (lumpang dan alu), limbah sekam padi, air, dan kanji.

Cara kerjanya cukup mudah. Untuk pembuatan lem kanji, rebus air 500 ml hingga hangat,  lalu tuangkan kanji ke dalam panci dan aduk terus hingga mengental seperti lem. Untuk pembakaran sampah secara pirolasi, masukan limbah sekam padi kurang lebih ketinggian 10 cm dan dasar drum, lalu dibakar dan diaduk agar pembakaran merata dan terbentuk bara api. Tutup drum untuk mengurangi oksigen yang masuk agar yang terbakar tidak menjadi abu. Bila dirasa cukup, hentikan pembakaran, dan diamkan beberapa waktu agar proses pembakaran sempurna.

Selanjutnya, buat briket bioarang. Caranya, tuang hasil pembakaran dalam tempat penumbuk lalu tumbuk sampai halus, beri campuran lem, dan dicampur menggunakan tangan. Cetak adonan hasil pembuatan briket, lalu keringkan. Pencetakan adonan ini dilakukan dengan menggunakan alat pencetak briket bioarang.

Selain itu, arang sekam padi bisa dimanfaatkan untuk media tanam. Arang yang dihasilkan dari proses pirolisis dihancurkan, kemudian dicampurkan dengan pupuk kandang untuk media tanam. Hal itu juga bisa digunakan sebagai pupuk organik. Manfaatnya antara lain padi yang dihasilkan berkualitas unggul, dari segi ekonomis harga jual padi organik lebih tinggi daripada padi yang ditanam dengan pupuk kimia, biaya yang dikeluarkan jauh lebih sedikit sehingga keuntungan menjadi bertambah, dan kualitas tanah senantiasa terjaga (Riofrans, 2013).

Melalui Surahma Asti Mulasari dan Fatwa Tentama, UAD akhirnya mematenkan Desain Industri Alat Cetak Briket Bioarang ke dalam Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Alat cetak didesain untuk menghemat waktu dan tenaga. Bagian cetakan dilengkapi dengan pegangan untuk mempermudah proses mencetak.

Menurut Surahma, alat cetak briket bioarang tersebut diperuntukkan untuk industri kecil atau rumah tangga. Alat ini memiliki beberapa keunggulan dan perbedaan dengan alat cetak briket yang lain karena lebih mudah digunakan dan bersifat portable.

Alat ini terdiri atas dua bagian, yaitu badan alat dan bagian cetakan. Alat cetak dibuat dengan menggunakan dongkrak hidrolik untuk memberikan tekanan ketika menge-press adonan briket. Selain itu, bagian cetakan didesain dengan sembilan cetakan sehingga dalam sekali operasi, dapat menghasilkan sembilan briket.

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png 0 0 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2015-04-13 01:25:202015-04-13 01:25:20Mengolah Limbah Sekam Padi dengan Alat Cetak Briket Bioarang

Simponi Biologi Edukasi

10/04/2015/0 Comments/in Terkini /by Super News

Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UAD bertempat di Gedung Asri Medical Center (AMC) sukses menyelenggarakan kegiatan Simposium Nasional (Symbion 2015). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Edubiodiversity: Inspiring Education with Biodiversity”.

Acara ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor I UAD, Dr. Muchlas, M.T. ditandai dengan pemukulan gong. Selain Wakil Rektor I, hadir pula Dekan FKIP UAD Dra. Trikinasih Handayani, M.Si., Wakil Dekan FKIP Dr. Suparman, M.Si., DEA, dan Kaprodi di lingkungan FKIP UAD.

Tercatat, kegiatan tersebut diikuti oleh 171 peserta, yakni 94 pemakalah dan 77 non-pemakalah. Mereka adalah mahasiswa S1, S2, S3, dosen, pakar, peneliti, dan guru yang berasal dari beberapa provinsi di Indonesia. Di antaranya Sumatra Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, DKI, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Acara ini juga diikuti oleh pemakalah yang termasuk pakar internasional dalam bidang konservasi, yaitu Dr. Jatna Supriatna.

Ketua panitia kegiatan Symbion 2015, Hendro Kusumo Eko Moro Prasetyo, M.Sc. mengatakan, kegiatan ini memfasilitasi para dosen, guru, peneliti, mahasiswa, praktisi, dan konsultan pendidikan untuk berbagi pemikiran melalui karya-karya ilmiah atau gagasannya.

“Saya harap mereka yang ikut dapat memaparkan serta berdiskusi tentang hasil pemikiran ataupun penelitian mereka masing-masing dalam memajukan pendidikan di Indonesian. Kegiatan Symbion direncanakan berlangsung setiap tahun dengan target menjadi even skala internasional,” ujarnya.

Hadir sebagai keynote speaker Symbion 2015 adalah Butch O Soulon (University Nueva Caceres, Filipina), Dr. H. Sulistiyo, M.Pd. (Ketua Umum PGRI Pusat), Prof. Dr. Yayuk Rahayuningsih S, M.Sc. (Bid. Zoologi Puslit Biologi LIPI), serta Prof. Dr. Suharsimi Arikunto (UAD).

Sesi pemaparan materi oleh keynote dibagi menjadi 2 sesi, yaitu sesi pertama Prof. Dr. Yayuk Rahayuningsih S, M.Sc dan Prof. Dr. Suharsimi Arikunto dengan moderator Trianik Widyaningrum, M.Si. Sesi kedua oleh Dr. H. Sulistiyo, M.Pd dan Dr. H. Sulistiyo, M.Pd dengan moderator Irfan Yunianto, M.Sc.

“Presentasi dan diskusi peserta pemakalah berlangsung sangat cair dan dinamis di masing-masing round table. Hal tersebut dapat dilihat dari antusiasme pemakalah saat berdiskusi dan sharing,” terang Hendro Kusumo.

Acara diakhiri dengan pembagian door prize untuk para pemakalah terbaik. Secara resmi, Symbion 2015 ditutup oleh Hendro Kusumo.  “Kesuksesan Symbion 2015 merupakan kesuksesan seluruh peserta dan panitia. Tahun depan, Symbion harus lebih sukses dan go international,” papar Hendro saat menutup acara.

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/field/image/simponi_biologi_edukasi_uad_pendidikan_biologi_1.jpg 289 500 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2015-04-10 03:43:412015-04-10 03:43:41Simponi Biologi Edukasi

UAD, Polda, dan BNN Adakan Sosialisasi Narkoba

10/04/2015/0 Comments/in Terkini /by Super News

Senin (7/4/2015) diadakan sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba di auditorium kampus I Universitas Ahmad Dahlan (UAD) jalan Kapas 09 Semaki, Yogyakarta. Acara ini dilaksanakan atas kerja sama UAD dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kepolisian Daerah (Polda) DIY.

Acara tersebut menghadirkan Tri Darmoko selaku wakil dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) DIY. Terselenggaranya kegiatan ini untuk memberi motivasi dan melakukan pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba yang dewasa ini semakin meningkat. Sebagai universitas yang peduli pentingnya kesehatan serta kondisi terkait penyalahgunaan narkoba, UAD mensosialisasikan permasalahan tersebut.

“Kegiatan seperti ini akan terus diadakan di masa depan, mengingat banyaknya pemuda yang menggunakan narkoba. Marilah kita semarakkan sosialisasi ini demi menyelamatkan penerus-penerus bangsa,” ucap Dr. Abdul Fadlil, M.T. selaku Wakil Rektor III UAD dalam sambutannya.

Di UAD, pemberian materi perkuliahan tentang narkoba sudah mulai digencarkan. Salah satunya Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK). Hal ini dilakukan untuk menjadi pelecut awal sikap bersiaga dan bersinergi dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Selain Tri Darmoko, terdapat dua pembicara lainnya. Mereka adalah Bambang Wiryanto yang saat ini menjabat sebagai ketua bidang pencegahan BNNP-DIY, dan Feriyansyah Hartonugroho selaku ketua tim investigasi GRANAT (Gerakan Nasional Anti Narkoba) DIY. Sosialisasi semakin menarik karena arahan dari moderator Gatot Sugiarto, S.H., M.H. yang merupakan dosen UAD.

“Kita harus selalu berhati-hati dengan setiap orang yang belum dapat dipercaya karena bisa saja ia pemakai, pecandu, atau bahkan pengedar. Tetapi jika itu teman, bantulah untuk menyadarkan,” kata Bambang. Dalam acara tersebut, ia juga mengupas materi tentang pengertian narkoba, jenis-jenis narkoba, dan upaya mengatasi permasalahannya.

Sementara Feriyansyah lebih memberikan contoh-contoh kehidupan para pecandu narkoba. “Butuh waktu seumur hidup bagi pecandu untuk memulihkan sugesti ketergantungan terhadap narkoba. Sebab, hanya kematianlah yang dapat menghentikan ketergantungan itu. Betapa miris pula keadaan fisik dan mental pecandu, serta otak yang sudah terkontaminasi oleh zat-zat terlarang. Jangankan untuk berpikir, mengingat saja susah,” katanya. (AKN)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png 0 0 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2015-04-10 03:35:512015-04-10 03:35:51UAD, Polda, dan BNN Adakan Sosialisasi Narkoba

Pengubah Paradigma, Pelopor Bangsa

10/04/2015/0 Comments/in Terkini /by Super News

 

“Mahasiswa merupakan basis perubahan bangsa, perubahan paradigma, dan pengganti pemerintahan di masa yang akan datang,” kata Muhammad Showab selaku Ketua Umum Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fakultas Tarbiyah dan Dirasat Islamiyah (IMM FTDI) dalam sambutannya.

IMM FTDI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali mengadakan pelatihan dasar untuk mahasiswa IMM dari berbagai fakultas. Sebelumnya, telah diadakan Latihan Dasar Organisasi (LDO) yang bertempat di Taman Buah Mangunan, Bantul, DIY, pada akhir 2014 lalu, dan pada Sabtu−Minggu (4−5/4/2015), diadakan Latihan Dasar Ikatan (LDI) di kawasan Kaliurang, Sleman, DIY.

Showab mengungkapkan bahwa acara ini akan mengantarkan mahasiswa kepada pemimpin komisariat. “Jangan hanya berhenti sampai di sini karena masih banyak kegiatan-kegiatan lain. Teruslah aktif agar dapat termotivasi, bersungguh-sungguhlah agar menjadi pribadi yang lebih baik.”

“Acara ini mengusung tema ‘Pemahaman Paham Ideologis untuk Menumbuhkan Kader IMM yang Militan’. Tujuannya adalah untuk politik dan dakwah. Jika tidak bisa berdedikasi untuk bangsa dan agama, maka lebih baik tidak usah sekalian,” tambahnya.

Dalam rangkaian kegiatan ini, terdapat tiga materi yang dikupas. Di antaranya Kemuhammadiyahan, Ke-IMM-an, dan Tauhid.

Sementara itu, Habib Ahmad, mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab semester IV selaku ketua panitia berkata dalam sambutannya, “Kegiatan-kegiatan seperti ini perlu diadakan agar mahasiswa mempunyai pegangan hidup tentang Muhammadiyah dan tentunya bisa mendapatkan berkah. Jadikanlah kegiatan ini sebagai dakwah dan  niatkanlah hanya kepada Allah.”

Di lain pihak, Ihda Rahmatina sebagai peserta yang merupakan mahasiswa semester II program studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) berujar, “Saya sangat senang dapat mengikuti Latihan Dasar Ikatan (LDI) ini, di samping refreshing, saya juga banyak mendapatkan ilmu tentang Kemuhammadiyahan, ke-IMM-an, juga bisa mempererat ikatan dengan sesama teman dan kakak tingkat. Semoga ke depannya dapat diadakan acara-acara seperti ini lagi karena sangat penting bagi keakraban dan pengetahuan.” (AKN)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png 0 0 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2015-04-10 03:34:502015-04-10 03:34:50Pengubah Paradigma, Pelopor Bangsa
Page 585 of 765«‹583584585586587›»

TERKINI

  • Simulasi Kebencanaan FK UAD, Terapkan Manajemen Kedaruratan Lapangan secara Sigap26/06/2026
  • Inovasi SI-WARAS Warnai Pembukaan Program PPK Ormawa IMM FKM UAD di Caturharjo26/06/2026
  • IMM FTI UAD Gelar Studium Generale DAD 2026, Siapkan Kader Adaptif di Era Disrupsi25/06/2026
  • Simulasi Kebencanaan FK UAD Bahas Peran Strategis Dokter Masa Depan dan Resiliensi Kampus25/06/2026
  • Usung Program NAWASENA, Tim PPK Ormawa RDC UAD Siap Terapkan Sistem Pertanian Cerdas24/06/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa Ilmu Komunikasi UAD Raih Juara III dalam University Clash 202625/06/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Penghargaan Favorit pada Kompetisi Fotografi Internasional di Malaysia23/06/2026
  • Mahasiswa Gizi UAD Raih Dua Gelar Juara dalam Kompetisi Artikel Ilmiah Nasional 202622/06/2026
  • Tim CIVIC’S UNITED UAD Raih Juara Harapan I pada Semarak Keilmuan 2026 Lewat Inovasi Pengelolaan Sampah Sungai22/06/2026
  • Mahasiswa Kedokteran UAD Raih Medali Perunggu ONMIPA-PT 202618/06/2026

FEATURE

  • Hukum Puasa Asyura Tanpa Tasu’a: Kajian Ahad Pagi UAD Kupas Tuntas Fikih Muharram22/06/2026
  • Dari Jalur Beasiswa, Rentetan Medali, Hingga Predikat Wisudawan Berprestasi18/06/2026
  • Menghindari Penyesalan Abadi11/06/2026
  • Menggali Makna Kesetiaan dan Pengorbanan01/06/2026
  • Sabil Isan Permana: Kalah Harus Bangkit Lagi30/05/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top