Seminar Nasional: Peran Pendidikan dan Islam dalam Menghadapi Perubahan Sosial
Seminar ini, kata R. Muhammad Ali, S.S., M.Pd, dilatarbelakangi oleh keresahan sebagian besar masyarakat, terutama orang tua dan pendidik, atas dampak perubahan sosial terhadap perubahan perilaku dan mental anak. Sebagaimana difahami bersama bahwa perubahan sosial yang dibarengi oleh perkembangan ilmu, pengetahuan, dan teknologi memberi dampak yang sangat besar terhadap perkembangan psikologi dan perilaku anak. Dampak negatifnya dirasa lebih besar daripada dampak positifnya.
Banyak kita saksikan dari kehidupan nyata dan dari pemberitaan di media massa, berbagai kasus mencemaskan yang terjadi di lingkungan kita. Tawuran, perilaku seks menyimpang, pemerkosaan, korupsi yang sudah tidak terbilang jumlahnya, merupakan contoh-contoh peristiwa negatif yang mengitari kita. Terakhir adalah Pekan Kondom Nasional yang menuai banyak kritik karena disinyalir sebagai bagian dari kampanye seks bebas. Meski akhirnya dihentikan, hal ini menunjukkan betapa perilaku sosial kita semakin permisif saja
Seminar nasional yang menghadirkan dua pembicara ini, yaitu: Prof. Abdul Munir Mulkhan (Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) dan Dr. Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto mengatakan, anak-anak unggul dan berkarakter pada dasarnya tidak akan tumbuh dengan sendirinya. Mereka sungguh memerlukan lingkungan subur yang diciptakan oleh orang-orang sekitar. Lingkungan yang nyaman akan memungkinkan potensi mereka dapat tumbuh secara optimal. Dalam hal ini orangtua dan guru, memainkan peranannya yang sangat penting.
“Oleh karena itu tentunya dibutuhkan suatu kesungguhan dari kita semua, para orangtua dan guru untuk secara tekun dan rendah hati melakukan hal-hal yang terbaik bagi anak-anak” ungkap kak Seto dalam seminar Nasional yang bartema “Peran Pendidikan dan Islam dalam Menghadapi Perubahan Sosial” Ahad, 8 Desember 2013 di Auditorium Kampus 1 UAD, Jl. Kapas No.9 Semaki Yogyakarta.
Seminar yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UAD (EDSA) dihadiri oleh lebih dari 300 peserta “Seminar ini diharapkan mampu menggali nilai-nilai Islam dan pendidikan di dalam membantu masyarakat, khususnya orang tua dan pendidik, di dalam mengarahkan anak-anak dan peserta didik agar tidak terperangkap dalam dampak negatif kemajuan ilmu pengetahuan, khususnya teknologi” Selain itu, ketua panitia, Suban Zuhri, mengatakan bahwa panitia berharap dengan seminar ini mahasiswa memainkan perannya sebagai agen perubahan di tengah-tengah masyarakat untuk mencerahkan masyarakat akar pentingnya agama dan pendidikan di dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kesempatan yang sama, Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris, R. Muhammad Ali, S.S., M.Pd,mengatakan : “UAD yang memiliki jargon moral and intellectual integrity memiliki tanggung jawab untuk menjaga moral mahasiswa dan masyarakat agar bisa melindungi dirinya dan masyarakatnya supaya tidak tergerus oleh perubahan sosial.”(Doc)

Family Gathering Universitas Ahmad Dahlan 2013 dalam rangka Milad UAD ke-53, akan berlangsung di Kampus IV, Jalan Ringroad Yogyakarta, dengan agenda:
“Bukan hanya berawal dari rokok, tapi juga alkohol yang menjerumuskan seseorang, terutama remaja untuk mulai mengkonsumsi Narkoba” ungkap salah satu pembicara yang biasa dipanggil Mas Bro Eko pada Talkshow Narkoba dan Aids di Auditorium kampus I Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Sabtu (30/11 2013) dalam rangkaian Milad UAD ke-53. Topik yang diangkat dalam acara tersebut adalah narkoba dan aids ditinjau dari segi hukum dan kesehatan.
Perubahan kurikulum 2013 tidak menjadi persoalan sekolah saja, hal tersebut juga berpengaruh pada kurikulum di Lembaga Pendidikan Tinggi Keguruan (LPTK). Sebab, LPTK cenderung mengalami perubahan dan mementingkan ilmu atau kebijakan dari lulusan yang akan dihasilkan. Melalui LPTK tentu akan menghasilkan calon tenaga pendidik yang beorientasi terhadap ilmu dan mata kuliah, dan dapat menunjang kemampuan dalam mengajarkan masing-masing disiplin ilmu. Mata kuliah yang diajarkan pun mengantarkan lulusannya untuk menguasai kedua kemampuan tersebut. Sesuai KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia), sasaran kedepan penataan mutu pendidikan tinggi berdasarkan penjenjangan kualifikasi lulusan. Penyesuaian capaian pembelajaran (learning outcomes) untuk prodi sejenis, serta penyetaraan capaian pembelajaran dengan penjenjangan kualifikasi dunia kerja. Hal itu diungkapkan Prof. Dr. H. Sunaryo Kartadinata, M. Pd (Rektor UPI sekaligus Ketua Asosiasi Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan) dalam Sarasehan “Desain Kurikulum LPTK dalam Implementasi Kurikulum 2013, KKNI, dan Penyiapan Pendidikan Profesi Guru” yang berlangsung di Auditorium Lantai 4 Kampus 2 Universitas Ahmad Dahlan, Senin (25/11).