Mahasiswa S2 UAD Singgung Peran Organisasi K3 Indonesia

0
276

Organisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Indonesia dewasa ini tumbuh cukup menggembirakan. Sebut saja Health Safety and Environment (HSE) Indonesia, DK3N, A2K4-Indonesia, WSO Indonesia, IAKKI, IIHA, APKPI, dan lain-lain. Masih banyak lagi komunitas sejenis yang lahir di masyarakat maupun muncul dari organisasi-organisasi di lingkungan kampus.

Kehadiran Organisasi K3 seakan menjadi harapan untuk mewujudkan Indonesia Berbudaya K3. Target ini sudah lama dicanangkan pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Republik Indonesia.

“Untuk mewujudkan Indonesia Berbudaya K3, pemerintah diharapkan tidak lagi bekerja sendirian untuk mengampanyekan K3 baik di perusahaan-perusahaan maupun di lingkungan masyarakat. Organisasi K3 berperan di sini,” ujar Hendra Jati, mahasiswa S2 Manajemen Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta.

Praktisi, pendiri, dan Ketua Umum HSE Indonesia ini mengungkapkan, Organisasi K3 merupakan “para pejuang K3”. Organisasi ini bekerja atas panggilan hati untuk berbuat sesuatu yang lebih bagi bangsa, mereka yang terlibat dalam berbagai organisasi K3 terus melakukan serangkaian kegiatan guna memperkenalkan K3 dan membagikan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan keahlian, tentang K3 yang dimilikinya agar bisa diimplementasikan kepada masyarakat.

Hendra berharap, Indonesia menjadi negara yang tertib, bersih, indah, teratur, dan kecelakaan dapat direduce seminimal mungkin.

“Kuncinya seluruh masyarakat dan seluruh elemen bangsa memiliki komitmen tinggi terhadap K3,” tandasnya. (ard)