IMM FTI UAD Gelar Pelatihan dan Kompetisi Esai Se-DIY

IMM FTI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) gelar pelatihan dan kompetisi esai se-DIY (Foto. IMM FTI UAD)
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan kegiatan Pelatihan dan Kompetisi Esai tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Bertempat di Ruang Sidang Bersama FTI Kampus 4 UAD pada Sabtu, 9 Mei 2026, kegiatan ini mengusung tema “Harmonisasi Teknologi: Menenun Tradisi dalam Ekosistem Digital”.
Ketua Panitia, Banu, dalam sambutannya menyampaikan bahwa antusiasme mahasiswa sangat luar biasa. Tercatat, acara ini dihadiri oleh para peserta dari berbagai perguruan tinggi se-DIY, di antaranya UGM, UNY, UAD, Universitas Mercu Buana Yogyakarta, UST, hingga Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
Lebih lanjut, Banu menjelaskan esensi dari tema yang diangkat. Menurutnya, perkembangan teknologi yang sangat cepat dan masif tidak seharusnya menjauhkan generasi muda dari budaya, kearifan lokal, serta identitas diri.
“Teknologi harus berjalan seiringan dan berdampingan dengan kultur, budaya, ataupun kearifan lokal dari negara kita. Teknologi tidak akan berfungsi dan bermanfaat jikalau tidak bermanfaat untuk kemanusiaan, masyarakat, ataupun lingkungan itu sendiri,” ujar Banu.
Apresiasi atas terselenggaranya acara diskusi intelektual ini juga datang dari Muhammad Fuad Ramadan yang hadir mewakili Pimpinan Cabang (PC) IMM Djazman Al-Kindi Kota Yogyakarta. Ia menekankan pentingnya esai sebagai medium analisis di tengah derasnya arus informasi di era digital.
“Menulis itu adalah tradisi kaum intelektual. Harapannya, esai yang ditulis akan menjadi senjata teman-teman untuk amar ma’ruf nahi mungkar,” tegas Fuad.
Memasuki sesi inti, pelatihan esai dipandu langsung oleh akademisi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP UAD, Sudaryanto, S.Pd., M.Pd. Dalam pemaparannya, Sudaryanto membedah secara komprehensif mulai dari definisi esai, anatomi penulisan, hingga kiat-kiat agar tulisan dapat dipublikasikan di jurnal maupun media massa populer.
Untuk memantik gagasan peserta, Sudaryanto memberikan contoh isu-isu aktual yang menarik untuk diangkat menjadi esai, seperti polemik kebijakan yang sedang hangat saat ini. Ia juga membagikan tips praktis memanfaatkan perangkat literasi, mulai dari penggunaan rujukan resmi seperti KBBI Edisi VI dan EYD Edisi V, hingga pengoptimalan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) seperti ChatGPT dan Meta AI guna memperkaya sudut pandang penulisan.
Rangkaian pelatihan ini menjadi bekal penguatan konsep bagi para peserta sebelum nantinya mereka mengumpulkan karya dan berlaga dalam sesi kompetisi esai yang diselenggarakan oleh IMM FTI UAD. (Ito)
