• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Kunci Mendapatkan Kebahagiaan Hidup

04/07/2025/in Feature /by Ard

Ustaz Dr. H. Riduwan, M.Ag. selaku Pemateri Kajian Ahad Pagi di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Darmawan)

Setiap manusia tentunya ingin bahagia. Hidup bahagia kerap menjadi tolok ukur keberhasilan, melampaui materi, pangkat, ataupun pencapaian lainnya. Hal inilah yang dibahas dalam pemaparan materi oleh Ustaz Dr. H. Riduwan, M.Ag., selaku Wakil Ketua PWM DIY, pada Kajian Rutin Ahad Pagi di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Minggu, 29 Juni 2025.

Ia menyampaikan bahwa setiap umat manusia pasti menginginkan kehidupan yang bahagia. Dalam konteks demikian, bahagia mempunyai arti perasaan senang yang ada pada diri manusia dan diwujudkan dengan berbagai perilaku atau tindakan positif. “Yang dimaksud bahagia adalah ketika kebutuhan jasmani sekaligus kebutuhan rohani telah terpenuhi,” tuturnya.

Selanjutnya, Ustaz Riduwan menjelaskan mengenai kecenderungan manusia yang bersukacita terhadap kepemilikan harta. Ketika kemauan terpenuhi, maka manusia tersebut merasa lebih bahagia. Namun, kesenangan atas kepemilikan harta hanya sementara karena pada hakikatnya kebahagiaan tidak hanya bergantung pada materi, melainkan pada kesetimbangan hati. “Harta tidak menjamin kebahagiaan hidup, tetapi dengan harta seseorang bisa mencapai kenyamanan hidup untuk menuju kebahagiaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga memaparkan kepada para jemaah mengenai istilah berkah, yakni ziyadatul khair yang berarti bertambahnya kebaikan. Makna dari istilah tersebut ialah bertambahnya nikmat yang telah diberikan oleh Allah Swt. serta menghadirkan kebaikan dalam kehidupan sehingga umat manusia dapat menerima nikmat yang telah diberikan oleh-Nya. “Semakin banyak pemberian dari Allah Swt., seharusnya perilaku hidup dari seorang individu menjadi lebih baik lagi,” tandasnya.

Salah satu kunci untuk memperoleh kebahagiaan hidup adalah dengan cara memberi atau membantu orang lain. Sebab, membantu orang yang sedang berada dalam kesulitan dapat memunculkan rasa kepedulian sosial dan empati. Dengan demikian, membantu atau memberi kepada orang lain dapat mempererat hubungan antarmanusia dan juga dapat meningkatkan rasa kebahagiaan dalam diri.

Dengan berakhirnya Kajian Ahad Pagi kali ini, diharapkan para jemaah dapat memperoleh pemahaman dan wawasan, khususnya mengenai kunci untuk mendapatkan kebahagiaan dalam hidup serta bagaimana cara penerapannya. (Dar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ustaz-Dr.-H.-Riduwan-M.Ag_.-selaku-Pemateri-Kajian-Ahad-Pagi-di-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Darmawan.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-07-04 12:01:092025-07-04 12:01:09Kunci Mendapatkan Kebahagiaan Hidup

Alumnus FAI UAD Terima Beasiswa Muhammadiyah Scholarship Preparation Program 2025

04/07/2025/in Terkini /by Ard

Alumni Universitas Ahmad Dahlan (UAD) saat Menerima Beasiswa MSPP (Foto. Daffa)

A.R. Bahry Al Farizi, alumnus Program Studi Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), terpilih sebagai salah satu awardee Muhammadiyah Scholarship Preparation Program (MSPP) Batch VII 2025.

Program ini diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) bekerja sama dengan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah serta didukung penuh oleh LazisMu PP Muhammadiyah.

Program persiapan ini akan berlangsung selama tiga bulan, mulai 23 Juni hingga 23 September 2025, bertempat di Universitas Muhammadiyah Malang. MSPP bertujuan untuk mempersiapkan kader-kader terbaik Muhammadiyah agar mampu melanjutkan studi ke luar negeri dengan bekal yang utuh, tidak hanya dari aspek akademik, tetapi juga emosional, spiritual, serta nilai-nilai keislaman dan Kemuhammadiyahan.

Bahry mengungkapkan bahwa keterlibatannya di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat FAI UAD menjadi fondasi penting dalam perjalanannya. “IMM membuka jalan bagi saya untuk melihat dunia yang lebih luas. Dari IMM, saya belajar bukan hanya tentang ilmu, tetapi tentang bagaimana menjadi pribadi yang bermanfaat bagi bangsa dan persyarikatan,” ujarnya.

Sebagai alumni UAD, Bahry meyakini bahwa capaian akademik yang baik harus dilengkapi dengan semangat pengabdian. “Nilai akademik yang baik tidak cukup untuk menjadikan saya kader persyarikatan yang kaffah. Saya harus terlibat dalam organisasi otonom sebagai komitmen atas pengabdian saya untuk persyarikatan,” tambahnya.

Keikutsertaan Bahry dalam MSPP menjadi langkah strategis dalam mengembangkan potensi kader-kader Muhammadiyah agar siap berkontribusi di tingkat global, berlandaskan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin. (Daf)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Alumni-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-saat-Menerima-Beasiswa-MSPP-Foto.-Daffa.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-07-04 11:42:252025-07-04 11:42:25Alumnus FAI UAD Terima Beasiswa Muhammadiyah Scholarship Preparation Program 2025

Dosen UAD Jadi Pemateri Politics Reborn, Soroti Suara Anak Muda dalam Pengambilan Kebijakan

27/06/2025/in Terkini /by Ard

Dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) selaku Pemateri Politics Reborn (Foto. Daffa)

Bertempat di Pusaka Kopi Taman Siswa, Jumat, 20 Juni 2025 diskusi publik bertajuk “Suara Anak Muda: Udah Milih, Masa Nggak Ikut Ngatur?” sukses diselenggarakan. Acara ini mengangkat tema pentingnya peran anak muda dalam politik dan pembangunan negara. Diskusi ini terbuka untuk umum dan dihadiri oleh berbagai kalangan, terutama generasi muda yang memiliki ketertarikan terhadap dinamika politik Indonesia, khususnya mahasiswa.

Hilman Fanniari R., S.E., M.E., dosen Prodi Perbankan Syariah Universitas Ahmad Dahlan (UAD), juga turut menjadi pemateri. Ia adalah seorang akademisi dan pengamat politik kaum muda. Sebagai seorang akademisi, Hilman menyoroti politik melalui pendidikan yang ada di Indonesia.

Hilman menekankan pentingnya kontribusi anak muda dalam membangun sistem yang lebih baik untuk negara. Ia menyampaikan bahwa generasi muda memiliki peran yang sangat besar dalam menentukan arah kebijakan politik, tidak hanya sebagai pemilih, tetapi juga sebagai penggerak perubahan.

“Teman-teman yang mengenyam pendidikan tinggi adalah manusia yang terpilih karena persentase orang berpendidikan tinggi di Indonesia sangat sedikit. Maka, teman-teman harus berperan aktif dalam ruang-ruang pengambilan kebijakan agar tidak keliru,” ujar Hilman.

Selain Hilman, acara ini juga menghadirkan sejumlah pembicara kunci, di antaranya Angkie Yudistia (Staf Khusus Presiden RI 2019–2024), R.A. Yashinta S.M., dan M. Fauhan Fawaqi. Mereka menyampaikan pesan mengenai pentingnya partisipasi aktif anak muda dalam politik dan pemerintahan dengan mengajak generasi muda untuk tidak hanya memilih, tetapi juga berperan serta dalam mengatur dan mengawasi kebijakan negara.

Melalui acara ini, diharapkan para peserta, khususnya mahasiswa, dapat lebih memahami bagaimana mereka dapat berkontribusi secara nyata dalam proses politik dan pembangunan negara, serta mendorong generasi muda untuk lebih aktif dalam menentukan masa depan Indonesia. (Daf)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dosen-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-selaku-Pemateri-Politics-Reborn-Foto.-Daffa.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-06-27 14:25:232025-06-27 14:25:23Dosen UAD Jadi Pemateri Politics Reborn, Soroti Suara Anak Muda dalam Pengambilan Kebijakan

Tim Smellow Buat Inovasi Minuman dari Stroberi dan Marsmalow

27/06/2025/in Terkini /by Ard

Foto Tim Smellow pada Universitas Ahmad Dahlan (UAD) FAIR 2025 (Foto. Tim Smellow)

Tim Smellow berhasil meraih dua prestasi bergengsi dalam ajang UAD FAIR 2025 yang diselenggarakan pada 13–14 Juni 2025 di Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Produk minuman inovatif mereka, kombinasi antara stroberi dan marsmalow yang diberi nama Smellow, sukses menyabet Juara I Video Kreatif Usaha serta Juara II Inovasi Produk dalam kategori minuman.

Tim ini beranggotakan sepuluh mahasiswi dari Program Studi Bahasa dan Sastra Arab, yaitu: Adelia Rahma Putri (Ketua), Siti Humaira’, Afiyah Salsabila, Rahma Nisa Romadhona, Nurul Azizah Itsnaini, Aufa Noto Atmojo, Najmina Nurul Azkia, Dara Safina Darmayana, Salsabila Rizkika Ramadani K., dan Mutiara Wilson.

Adelia Rahma Putri, selaku ketua tim, menyampaikan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari dua jalur utama persiapan yang mereka sebut sebagai “jalur bumi” dan “jalur langit”. Secara teknis, mereka melakukan persiapan matang mulai dari pembagian tugas, pengelolaan modal, hingga menjalin relasi dengan pedagang bahan baku. Sementara itu, dari sisi spiritual, tim ini juga memperkuat persiapan dengan salat hajat, berbagi motivasi positif setiap pagi, dan memohon doa restu dari orang tua.

“Tahun lalu kami juga memenangkan kategori yang sama, tetapi kami tetap merasa perlu mempersiapkan semuanya dari awal lagi. Sebagai ketua, saya merasa bertanggung jawab untuk memastikan semua anggota berkontribusi maksimal,” ujar Adelia. Lebih dari sekadar lomba, partisipasi mereka di UAD FAIR merupakan bagian dari cita-cita jangka panjang untuk memiliki stan usaha sendiri setelah lulus nanti. “Saya ingin membangun pondasi sejak sekarang. Setiap ada acara seperti UAD FAIR atau event Dahlan Muda, kami akan terus ikut,” tambahnya.

Adelia juga memberikan pesan inspiratif bagi teman-teman mahasiswa lainnya, “Kalau kita suka dengan apa yang kita lakukan, hasilnya akan maksimal. Selain itu, bangun relasi yang baik karena saat menjual produk, orang tidak hanya melihat barangnya, tetapi juga siapa penjualnya.” Prestasi gemilang dari tim Smellow ini menunjukkan bahwa mahasiswa dari berbagai latar belakang ilmu pun dapat bersinar di dunia wirausaha kreatif asalkan memiliki semangat, kolaborasi yang solid, dan keyakinan pada nilai produk yang mereka bawa. (Tifa)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Foto-Tim-Smellow-pada-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-FAIR-2025Foto.-Tim-Smellow.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-06-27 13:16:332025-06-27 13:16:33Tim Smellow Buat Inovasi Minuman dari Stroberi dan Marsmalow

Camilan Jeli Mahasiswa PAI UAD Raih Prestasi di Saudagar Dahlan Muda #2025

25/06/2025/in Terkini /by Ard

Mahasiswa PAI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berpose usai meraih penghargaan dalam ajang Saudagar Dahlan Muda 2025 (Foto. Najwa)

Saudagar Dahlan Muda #2025 menjadi wadah unjuk karya dan kreativitas mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dari berbagai program studi. Salah satu tim mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) berhasil mencuri perhatian lewat produk camilan berbentuk jeli yang inovatif dan menarik.

Tim yang terdiri dari Najwa Sulthania (ketua), Meutya Devi Arumsari, dan Alya Nada Nauroh ini menghadirkan produk jeli dengan berbagai varian rasa dan tampilan yang estetik. Produk tersebut dipilih karena mudah diterima masyarakat, fleksibel untuk dikembangkan, dan memiliki nilai jual dari sisi kreativitas rasa, tampilan, serta kemasan.

“Inovasi jeli kami pilih karena mudah dikembangkan dan bisa dikemas secara menarik sehingga cocok dijadikan produk camilan kekinian,” ujar Najwa Sulthania.

Dalam ajang Saudagar Dahlan Muda #2025 ini, tim berhasil meraih dua penghargaan sekaligus, yakni Juara I Video Kreatif dan Juara Harapan I Inovasi Produk. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa ide sederhana pun bisa memberikan dampak besar jika dikembangkan dengan baik.

Selama mengikuti kegiatan, tim merasa mendapatkan banyak pengalaman baru yang berharga. “Kegiatan ini seru dan menyenangkan. Kami belajar banyak hal baru dan diberi ruang untuk mengekspresikan ide-ide kami. Kerja sama dan kekompakan menjadi kekuatan utama kami,” lanjut Najwa.

Sebagai penutup, Najwa memberi semangat kepada mahasiswa lainnya, “Jangan pernah ragu untuk mencoba. Setiap usaha pasti membawa pelajaran berharga yang bisa menjadi bekal untuk masa depan.” (Adi)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-PAI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-berpose-usai-meraih-penghargaan-dalam-ajang-Saudagar-Dahlan-Muda-2025-Foto.-Najwa.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-06-25 10:40:142025-06-25 10:40:14Camilan Jeli Mahasiswa PAI UAD Raih Prestasi di Saudagar Dahlan Muda #2025

Apakah Benar Media Sosial Mengganggu Kesehatan Mental?

21/06/2025/in Feature /by Ard

Daffa Nur Fauzy, mahasiswa Ilmu Hadis Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Di era digital, hampir mustahil menemukan mahasiswa yang tidak menggunakan media sosial seperti Instagram, TikTok, Twitter, dan platform lainnya. Media sosial telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun, apakah benar media sosial dapat mengganggu kesehatan mental?

Fenomena Akibat Media Sosial

Dari berbagai artikel dan berita, menunjukkan bahwa gangguan mental seperti kecemasan dan depresi di kalangan mahasiswa meningkat drastis. Hal ini disebabkan oleh media sosial yang kemudian melahirkan fenomena dengan istilah baru seperti Popcorn Brain dan Strawberry Generation.

Popcorn Brain adalah istilah untuk menyebut kondisi otak yang terbiasa mengonsumsi konten singkat dan cepat di media sosial seperti TikTok, Reels, dan Twitter. Akibatnya, otak menjadi terbiasa dengan stimulasi yang singkat dan dangkal. Fenomena ini dapat mengakibatkan berkurangnya kemampuan untuk fokus dan berkonsentrasi dalam jangka waktu panjang. Hal ini kemudian berdampak pada kehidupan nyata, seperti dalam pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah, yang pada akhirnya dapat memicu gangguan mental.

Ada juga istilah burnout, yaitu kondisi seseorang yang lelah secara mental karena terlalu banyak menerima informasi di media sosial sehingga kemampuan otak dalam berpikir menurun. Kondisi ini ditandai dengan perasaan lelah, hampa, dan merasa tidak memiliki semangat untuk melanjutkan pekerjaan atau aktivitas.

Media sosial juga menyebabkan perbandingan sosial akibat FOMO (Fear of Missing Out). Melihat orang lain berpesta, jalan-jalan, makan di restoran mahal, atau mengenakan pakaian bagus yang seakan-akan menampilkan hidup sempurna di media sosial juga dapat menyebabkan gangguan mental, padahal semua itu adalah standar hidup yang tidak realistis.

Mental lemah ini disebut oleh Rhenald Kasali sebagai Strawberry Generation atau Generasi Stroberi. Mereka adalah generasi yang tampilan luarnya tampak sempurna, tetapi apabila dihadapkan pada suatu persoalan, mereka mudah tertekan dan mengalami gangguan mental.

Apakah Benar Pendapat Tersebut?

Sebelum kita menuduh media sosial sebagai penjahat utama, perlu diingat bahwa platform ini juga memberikan manfaat yang cukup besar. Banyak mahasiswa menemukan sistem pendukung melalui komunitas media digital, dan kesadaran akan kesehatan mental yang semakin meningkat akhir-akhir ini juga dipicu oleh diskusi terbuka di media sosial.

Saat pandemi, media sosial menjadi jembatan untuk tetap terhubung dengan teman dan keluarga. YouTube menjadi perpustakaan gratis untuk belajar keterampilan baru. LinkedIn membantu membangun networking dan mencari peluang karier. Twitter juga menjadi platform diskusi isu-isu penting. Jadi, apakah adil jika kita menyalahkan media sosial sepenuhnya?

Waktu Penggunaan Merupakan Kunci

Tidak tepat jika kita menyalahkan media sosial sepenuhnya. Persoalannya adalah bagaimana kita menggunakan media sosial secara lebih bijak, bukan sekadar melabelinya baik atau buruk.

Algoritma platform dirancang untuk membuat kita menggulir lebih lama, tetapi kita masih punya kontrol. Kita bisa memilih untuk mengikuti akun yang memberikan konten positif dan mendidik serta mengatur batas waktu layar sehingga tidak terkena dampak fenomena sosial yang dijelaskan di atas. Hal ini juga sesuai dengan pandangan Islam.

Bagaimana Pandangan Agama?

Dalam sebuah hadis sahih tentang tanggung jawab yang diriwayatkan Ibnu Umar sebagai berikut:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، فَالإِمَامِ الَّذِى عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالرَّجُلُ راع عَلَى أَهْل بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى أَهْل بَيْتِ زوجها وهيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ، وَعَبْدُ الرَّجُل راع عَلَى مَال سَيِّدِه وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ، أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Tiap-tiap kalian adalah pemimpin, dan tiap-tiap kalian bertanggung jawab atas yang dipimpinnya. Seorang imam memimpin orang banyak dan ia bertanggung jawab atas yang dipimpinnya. Seorang pria adalah pemimpin di keluarganya, dan ia bertanggung jawab atas yang dipimpinnya. Seorang wanita adalah pemimpin di keluarga suaminya, dan ia bertanggung jawab atas yang dipimpinnya. Seorang budak adalah pemimpin harta tuannya, dan ia bertanggung jawab tentang hal itu. Ingatlah, tiap-tiap kalian adalah pemimpin, dan tiap-tiap kalian bertanggung jawab atas yang dipimpinnya.” 

Hadis di atas oleh Utsman Najati (tokoh Psikologi Islam) diambil sebagai hadis tentang pembentukan kesehatan mental. Beliau menjelaskan bahwa setiap individu harus bertanggung jawab atas apa yang ada di dalam pengurusannya, termasuk dalam penggunaan media sosial.

Dalam konteks ini, nilai tanggung jawab sangat relevan bagi anak muda agar dapat menggunakan media sosial secara bijak. Salah satu bentuk tanggung jawab tersebut adalah dengan membatasi waktu penggunaan media sosial serta memilih dan menyaring konten yang bermanfaat.

Nilai tanggung jawab di atas juga terdapat dalam agama-agama lain sehingga hadis ini adalah bentuk inklusivitas dalam memberikan solusi terhadap persoalan mental untuk semua kalangan agama.

Kesimpulan

Media sosial bukanlah musuh kesehatan mental, tetapi juga bukan sahabat terbaik. Namun, yang terpenting adalah kesadaran kita untuk menggunakan platform ini secara bijaksana dan tidak membiarkannya mengontrol hidup kita.

Akhir kata, media sosial hanyalah alat dan yang menentukan dampaknya adalah kita sendiri. Jadi, daripada menghindari atau menyalahkan media sosial, lebih baik kita belajar menggunakannya secara bijak, misalnya untuk mendukung karier ke depan sehingga terbentuk mental yang sehat. (daf)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Daffa-Nur-Fauzy-mahasiswa-Ilmu-Hadis-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-06-21 10:10:272025-06-21 10:58:27Apakah Benar Media Sosial Mengganggu Kesehatan Mental?

Fikih Wanita dalam Bingkai Manhaj Tarjih Muhammadiyah

21/06/2025/in Feature /by Ard

Diskusi Siti Bariyah di Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Daffa)

Dalam sebuah “Diskusi Siti Bariyah” di Islamic Center, Aisya Nabila Hanifa, seorang mahasiswi Ilmu Hadis Universitas Ahmad Dahlan (UAD), menyampaikan dinamika perkembangan pemikiran tentang Fikih Wanita yang menjadi salah satu topik hangat.

Muhammadiyah dalam pandangan Manhaj Tarjih memandang kedudukan dan peran perempuan tidak boleh berhenti pada pemahaman tekstual semata, melainkan mengintegrasikan pendekatan bayani, burhani, dan irfani untuk menghasilkan pemahaman yang komprehensif dan kontekstual.

Landasan Metodologis

Manhaj Tarjih Muhammadiyah dalam memahami fikih wanita bertumpu pada prinsip-prinsip dan nilai-nilai keadilan dan kesetaraan.

Pendekatan Bayani (tekstual) tidak berdiri sendiri, melainkan diperkuat dengan analisis Burhani (rasional) yang mempertimbangkan konteks sosial, budaya, dan perkembangan zaman, kemudian diperkaya dengan dimensi Irfani (spiritual) yang menghasilkan sebuah prinsip dan hukum.

Dalam konteks ini, Muhammadiyah memandang bahwa Islam sejak awal telah memberikan kedudukan mulia kepada perempuan. Al-Qur’an dan hadis, ketika dipahami secara holistik, justru mengangkat derajat perempuan dari kondisi yang sebelumnya marginal menjadi subjek yang memiliki hak dan kewajiban setara dengan laki-laki dalam banyak aspek kehidupan.

Kontekstualisasi dalam Kehidupan Modern

Menurut Aisya, salah satu keunggulan Manhaj Tarjih Muhammadiyah adalah kemampuannya dalam melakukan kontekstualisasi tanpa kehilangan substansi dari ajaran Islam, termasuk dalam pembahasan isu-isu kontemporer seperti kepemimpinan perempuan hingga partisipasi perempuan dalam ruang publik.

Misalnya, dalam persoalan kepemimpinan perempuan, Tarjih tidak melihat gender sebagai penghalang mutlak karena yang menjadi pertimbangan utama adalah kapasitas, kompetensi, dan integritas individu. Prinsip al-rijalu qawwamuna ‘ala al-nisa’ tidak dimaknai sebagai superioritas gender, melainkan sebagai pembagian peran yang fleksibel dan dapat disesuaikan dengan konteks zaman.

Peran UAD Terhadap Isu Wanita

Universitas Ahmad Dahlan, sebagai institusi pendidikan tinggi Muhammadiyah, memiliki peran strategis dalam mengembangkan wacana fikih wanita yang progresif namun tetap otentik. Melalui berbagai program studi, penelitian, dan pengabdian masyarakat, UAD dapat menjadi laboratorium pemikiran yang menghasilkan solusi-solusi inovatif atas persoalan-persoalan kontemporer yang dihadapi perempuan Muslim.

Integrasi antara ilmu agama dan ilmu umum yang menjadi ciri khas UAD memberikan peluang untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya memahami fikih secara tekstual, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam konteks kehidupan modern yang kompleks.

Menuju Islam yang Adil Gender

Fikih wanita dalam perspektif Manhaj Tarjih Muhammadiyah bukan sekadar sekumpulan aturan yang mengekang perempuan, melainkan panduan hidup yang membebaskan dan memberdayakan. Pendekatan yang holistik, kontekstual, dan berorientasi pada keadilan ini sejalan dengan misi Islam sebagai agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam.

Sebagai bagian dari keluarga besar Muhammadiyah, UAD memiliki tanggung jawab untuk terus mengembangkan pemahaman yang mencerdaskan dan membebaskan. Melalui pendidikan dan pengabdian, UAD dapat berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang adil gender, di mana laki-laki dan perempuan dapat berkolaborasi secara harmonis dalam membangun peradaban yang berkeadilan. (daf)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Diskusi-Siti-Bariyah-di-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Daffa.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-06-21 09:35:392025-06-21 09:35:39Fikih Wanita dalam Bingkai Manhaj Tarjih Muhammadiyah

Mahasiswa UAD Raih Juara 2 dalam Lomba Pidato Gebyar Ilmu Hadis 2025

18/06/2025/in Prestasi /by Ard

Abdurrahman, Mahasiswa Ilmu Hadis Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Peraih Juara 2 Lomba Pidato Nasional (Foto. Abdurrahman)

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Abdurrahman, mahasiswa Program Studi Ilmu Hadis (ILHA) angkatan 2024, berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Lomba Pidato Gebyar Ilmu Hadits 2025 Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Hadits Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati, Bandung.

Kompetisi ini dilaksanakan secara online pada 5 Mei 2025. Para peserta diminta untuk mengunggah video pidato mereka ke Google Drive, kemudian mengirimkan tautannya kepada panitia.

Abdurrahman mengungkapkan hanya memiliki waktu persiapan sekitar satu pekan, dimulai dari pencarian referensi, penyusunan naskah pidato, hingga proses pengambilan video. Meski waktu persiapan terbilang singkat, ia bersyukur karena semua proses berjalan lancar dan hasilnya pun membanggakan.

“Saya sangat berterima kasih kepada Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) ILHA UAD yang telah memberikan informasi serta dorongan untuk mengikuti lomba ini. Bagi saya, ajang ini menjadi wadah untuk unjuk kemampuan serta refleksi sejauh mana potensi diri saya dapat dikembangkan,” ujar Abdurrahman.

Keberhasilan meraih Juara 2 tentu membawa kebahagiaan tersendiri bagi Abdurrahman. Namun, ia juga mengungkapkan perasaan “nanggung” karena perbedaan nilai dengan juara pertama hanya terpaut satu poin. Hal ini justru menjadi motivasi besar baginya untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan di kesempatan berikutnya.

“Saya merasa sangat bahagia dan ingin mencoba lagi. Juara 2 ini tidak membuat saya puas begitu saja. Saya ingin terus berkembang dan memberi yang terbaik,” tambahnya.

Sebagai penutup, Abdurrahman menyampaikan pesan penuh semangat kepada rekan-rekan mahasiswa, khususnya angkatan 2024. “Jangan malu untuk menunjukkan kemampuan dan bakat kita. Memang dibutuhkan langkah awal, dan meskipun sulit, itu adalah bagian dari proses untuk menjadi lebih baik di masa depan.” (Tifa)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Abdurrahman-Mahasiswa-Ilmu-Hadis-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Peraih-Juara-2-Lomba-Pidato-Nasional-Foto.-Abdurrahman.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-06-18 10:59:462025-06-18 10:59:46Mahasiswa UAD Raih Juara 2 dalam Lomba Pidato Gebyar Ilmu Hadis 2025

Hidupkan Harapan, Kejar Impian di Universitas Ahmad Dahlan

18/06/2025/in Feature /by Ard

Rofiul Wahyudi, S.E.I., M.E.I., Pemateri Satu Hari Menjadi Dahlan Muda di Amphitarium Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali melangsungkan kegiatan Satu Hari Menjadi Dahlan Muda yang bertempat di Ruang Amphitarium Kampus IV UAD pada Sabtu, 31 Mei 2025. Dalam kesempatan ini, Rofiul Wahyudi, S.E.I., M.E.I., yang merupakan dosen dari Program Studi (Prodi) Perbankan Syariah UAD, dipilih untuk menjadi pemateri.

Dalam paparan materinya, ia menekankan kepada peserta agar tidak berputus asa meskipun tidak diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit. Menurutnya, berputus asa hanya akan mendatangkan hal-hal negatif dalam kehidupan, padahal masih banyak pilihan universitas terbaik lainnya, salah satunya UAD. “Jadikanlah UAD sebagai pilihan utama karena UAD hadir sebagai kampus swasta unggul, islami, dan berkemajuan,” ucapnya.

Beliau juga menegaskan kepada peserta kegiatan bahwa terdapat program internasional di UAD, seperti pertukaran pelajar, yang tentunya dapat bermanfaat bagi mahasiswa untuk melatih soft skills dan menemukan pengalaman hidup baru sebagai tahapan awal sebelum menghadapi dunia kerja di masa mendatang.

Meski tergolong sebagai kampus swasta, UAD tetap berpegang pada prinsip untuk membimbing mahasiswa secara spiritual, bukan hanya melalui akademik. Sebab, hal spiritual merupakan fondasi utama dalam diri manusia dan memberi makna dalam kehidupan. “Lulusan UAD selain pintar dalam hal akademik, juga pintar dalam hal spiritualnya dan insyaallah akan menjadi orang saleh dan salihah,” kata Rofiul.

Universitas Ahmad Dahlan membuktikan bahwa harapan bukanlah impian semata, sebab UAD adalah salah satu kampus yang mempunyai kualitas prima, seperti lingkungan yang kondusif dan budaya akademik yang luar biasa. Hampir seluruh prodi di UAD telah diakui unggul oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Hal ini menandakan bahwa setelah lulus dari UAD, seorang sarjana dianggap memiliki daya tarik yang tinggi dibandingkan yang lain.

Pada akhir penjelasan materi, Rofiul berpesan kepada peserta kegiatan untuk menjadikan UAD bukan pilihan kedua, melainkan jalan terbaik untuk masa depan. Melalui sesi kali ini, diharapkan pandangan para peserta dapat bertambah, bahwa UAD sangat menjunjung tinggi nilai-nilai Islam yang berkemajuan, khususnya dalam aspek spiritual dan moralitas. (dar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Rofiul-Wahyudi-S.E.I.-M.E.I.-Pemateri-Satu-Hari-Menjadi-Dahlan-Muda-di-Amphitarium-Kampus-4-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-06-18 10:55:312025-06-18 10:55:31Hidupkan Harapan, Kejar Impian di Universitas Ahmad Dahlan

Amalan 10 Hari Pertama Bulan Zulhijah

18/06/2025/in Feature /by Ard

Ustaz Akhmad Arif Rifan, S.H.I., M.S.I. sebagai Pemateri Kajian Ahad Pagi di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Darmawan)

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menayangkan siaran langsung Kajian Rutin Ahad Pagi pada 1 Juni 2025. Ustaz Akhmad Arif Rifan, S.H.I., M.S.I., dari Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dipilih sebagai pemateri kali ini.

Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan bahwa tidak ada amalan yang dicintai Allah Swt. melebihi 10 hari pertama pada bulan Zulhijah. Sejatinya, umat manusia akan menyadari dan merasakan bahwa seiring bertambahnya usia, mereka semakin dekat dengan hari kematiannya. “Setiap momen yang telah ditetapkan oleh Allah dengan penuh keberkahan, maka kita harus menyadarinya dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.

Kemudian, Ustaz Arif juga menjelaskan kisah dari keluarga Nabi Ibrahim a.s. dalam menerima ketetapan takdir yang diberikan oleh Allah Swt. Nabi Ibrahim diberikan banyak ujian, salah satunya adalah mengorbankan anaknya untuk disembelih. Meski dipenuhi dengan rasa kesedihan, Nabi Ibrahim a.s. tetap menjalankan perintah yang telah dikehendaki oleh Allah Swt., sebab rasa cintanya pada Allah Swt. lebih besar daripada pada anaknya sendiri.

Ketika Nabi Ibrahim a.s. hendak menyembelih putranya, keduanya telah pasrah sepenuhnya pada perintah Allah Swt., kemudian Allah menggantikannya dengan seekor domba besar. Dari sinilah, ibadah kurban menjadi tanda keikhlasan dan kepatuhan pada Allah Swt. “Segala kehendak dan ketetapan yang telah diberikan oleh Allah Swt., kita harus ikhlas untuk menerimanya karena segala peristiwa yang terjadi pasti akan ada hikmahnya dan Allah tidak akan menguji seorang hamba di luar batas kemampuannya,” kata Ustaz Arif.

Kajian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan gambaran bagi para jemaah agar senantiasa menerapkan sikap ketaatan dan keikhlasan pada segala perintah ataupun kehendak Allah Swt., sebab Allah yang menciptakan kita dan memberikan segala nikmat. Oleh karenanya, sebagai manusia sudah sepantasnya untuk selalu taat kepada-Nya. (dar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ustaz-Akhmad-Arif-Rifan-S.H.I.-M.S.I.-sebagai-Pemateri-Kajian-Ahad-Pagi-di-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Darmawan.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-06-18 10:44:322025-06-18 10:44:32Amalan 10 Hari Pertama Bulan Zulhijah
Page 6 of 20«‹45678›»

TERKINI

  • Mengapa Generasi Muda Terjebak Pinjol dan Paylater Demi Gaya Hidup?11/03/2026
  • KKN UAD Kenalkan Teh Herbal dari Limbah Rambut Jagung11/03/2026
  • Dakwah Perempuan Berkemajuan dalam Merespons Krisis Lingkungan11/03/2026
  • Mahasiswa UAD Edukasi Warga Padukuhan Pengkok Olah Limbah Dapur Menjadi Pupuk Organik11/03/2026
  • Banjir dalam Perspektif Iman dan Manajemen Risiko11/03/2026

PRESTASI

  • Inovasikan AR dan Permainan Edukatif, Mahasiswa UAD Juara 2 Microteaching International Competition09/03/2026
  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top