• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Dosen Pendidikan Biologi UAD Gelar Pelatihan STEM Berbasis NGSS untuk Guru SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta

10/06/2025/in Terkini /by Ard

Pelatihan STEM Berbasis NGSS oleh Dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) untuk Guru SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta (Foto. PKM UAD)

Tim dosen dari Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bagi guru-guru di SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta. Puncak dari kegiatan yang telah berlangsung sejak Februari hingga Mei 2025 ini adalah pelatihan yang digelar pada 3 Juni 2025, dengan fokus utama pada penguatan pemahaman dan implementasi pendekatan STEM berbasis NGSS (Next Generation Science Standards) dalam proses pembelajaran.

Kegiatan ini diketuai oleh Dr. Novi Febrianti, dengan anggota tim pengabdian yaitu Dr. Risanti Dhaniaputri dan Etika Dyah Puspitasari, S.Si., M.Pd. Ketiganya merupakan dosen aktif di Prodi Pendidikan Biologi UAD.

Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran sains berbasis STEM yang terintegrasi dengan prinsip-prinsip NGSS. Pendekatan ini menekankan integrasi antara ilmu pengetahuan (Science), teknologi (Technology), rekayasa (Engineering), dan matematika (Mathematics) guna membekali siswa dengan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, pemecahan masalah, serta kolaborasi.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para guru dapat lebih siap menerapkan pembelajaran sains yang kontekstual, eksploratif, dan berorientasi pada pemecahan masalah nyata, sebagaimana ditekankan dalam NGSS,” ujar Novi.

Kegiatan pengabdian ini tidak hanya berfokus pada guru, tetapi juga mencakup sesi implementasi langsung bersama siswa di kelas. Hal ini menjadi bentuk nyata dari penerapan materi pelatihan, sekaligus ruang refleksi bersama antara guru dan dosen dalam memperkuat kualitas pembelajaran.

Kolaborasi antara Universitas Ahmad Dahlan dan SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta ini diharapkan dapat menjadi contoh sinergi positif antara perguruan tinggi dan sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan, khususnya dalam pembelajaran sains yang relevan dengan tantangan masa kini. (Nov/Lus)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pelatihan-STEM-Berbasis-NGSS-oleh-Dosen-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-untuk-Guru-SMA-Muhammadiyah-4-Yogyakarta-Foto.-PKM-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-06-10 12:28:152025-06-10 12:28:15Dosen Pendidikan Biologi UAD Gelar Pelatihan STEM Berbasis NGSS untuk Guru SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta

Mahasiswa Pendidikan Biologi UAD Berbagi Lewat Pelatihan POC

10/06/2025/in Terkini /by Ard

Pelatihan POC oleh Mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Risa)

Malam Keakraban (Makrab) mahasiswa Pendidikan Biologi angkatan 2024 Universitas Ahmad Dahlan sukses diselenggarakan pada 10–11 Mei 2025. Bertempat di Mangunan, kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa angkatan 2024 dan dihadiri oleh dosen Pendidikan Biologi serta tokoh inspiratif Ustaz Inggit Prabowo, yang memberikan motivasi melalui tausiah bertema “Kaisar Kehidupan”.

Makrab tahun ini mengusung konsep keseimbangan antara hiburan dan edukasi. Peserta juga mengikuti pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) yang dipandu oleh mahasiswa Pendidikan Biologi, Anggun Lintang Permata Putri, dan dihadiri oleh masyarakat sekitar.

Berbagai kegiatan interaktif seperti sesi berbagi, senam pagi, dan pengajian memperkuat rasa solidaritas antarmahasiswa. Evaluasi awal menunjukkan dampak positif terhadap dinamika angkatan, dengan seluruh peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan merasa lebih dekat satu sama lain.

Makrab ini juga menjadi ajang adaptasi sosial dan penguatan komunikasi, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat. Ke depan, kegiatan ini diharapkan semakin menekankan unsur pengabdian masyarakat secara aktif sehingga mahasiswa dapat berperan lebih dari sekadar peserta.

Pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) menjadi salah satu kegiatan utama dalam Makrab HMPS Pendidikan Biologi UAD 2024 yang melibatkan langsung masyarakat sekitar lokasi kegiatan. Melalui pelatihan ini, mahasiswa tidak only belajar secara praktis, tetapi juga mengaplikasikan ilmu yang dimiliki untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Kehadiran warga dalam kegiatan ini menunjukkan adanya interaksi yang positif dan menumbuhkan semangat pengabdian sejak dini. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk terus berpartisipasi aktif dalam program-program pemberdayaan masyarakat berbasis edukasi lingkungan.

Dengan semangat inklusivitas dan kebersamaan, Makrab Pendidikan Biologi 2024 berhasil menjadi wadah pembentukan identitas kolektif yang kuat dan berkesan bagi seluruh pesertanya. Melalui perpaduan antara kegiatan edukatif, hiburan, dan pengabdian, makrab ini tidak hanya mempererat hubungan antarmahasiswa, tetapi juga membangun kesadaran akan peran sosial mereka sebagai calon pendidik dan agen perubahan di masyarakat. (Risa)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pelatihan-POC-oleh-Mahasiswa-Pendidikan-Biologi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Risa.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-06-10 11:25:322025-06-10 11:25:32Mahasiswa Pendidikan Biologi UAD Berbagi Lewat Pelatihan POC

Peran Mahasiswa Hadapi Krisis Seksual

08/06/2025/in Feature /by Ard

Meutia Alin Najwa, Mahasiswa PBSI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Alin)

Indonesia tengah menghadapi kondisi darurat seksual. Fenomena ini ditandai dengan maraknya kekerasan seksual, penyimpangan seperti fantasi sedarah, serta rendahnya literasi seksual di kalangan masyarakat. Dalam forum SIGMA (Suara Immawati untuk Gender dan Masa Depan Setara), Meutia Alin Najwa, Sekretaris Bidang Immawati Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, dan Pendidikan Bahasa Inggris (PBII) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), hadir menyuarakan keresahan sekaligus memberikan pandangan kritis tentang peran mahasiswa dalam merespons situasi ini.

Mengusung materi berjudul “Peran Mahasiswa Khususnya Kader IMM dalam Menyikapi Krisis Seksual”, Alin menekankan bahwa mahasiswa, khususnya kader IMM, harus hadir tidak hanya sebagai pengamat, tetapi sebagai aktor perubahan. Ia menyampaikan bahwa darurat seksual yang terjadi hari ini bukan hanya persoalan moralitas individu, melainkan juga cerminan dari krisis sosial dan pendidikan. Menurutnya, lemahnya pola asuh, konsumsi media yang tidak terkontrol, serta pudarnya rasa malu dalam masyarakat menjadi penyebab utama memburuknya kondisi ini. Ia menyebutkan bahwa kasus viral mengenai fantasi sedarah beberapa waktu lalu adalah bukti nyata betapa rapuhnya batas moral dan agama yang seharusnya melindungi.

Alin juga menyampaikan bahwa kader IMM harus memainkan peran penting secara religius, intelektual, dan humanis. Peran religius diwujudkan dengan menjunjung nilai-nilai Islam, peran intelektual dengan memberikan edukasi yang mencerahkan, serta peran humanis dengan hadir sebagai pelindung bagi yang rentan. Ia menekankan bahwa kesadaran kolektif harus dimulai dari kesadaran diri. Seorang Immawati harus mampu menjaga kehormatan, menutup aurat, dan memperkuat nilai iffah sebagai bentuk perlindungan spiritual. Sementara itu, seorang Immawan harus mampu menjaga pandangan, mengontrol hawa nafsu, dan menjadi pelindung bagi perempuan, bukan ancaman.

Alin menekankan pentingnya membangun relasi yang sehat antara laki-laki dan perempuan, dilandasi oleh penghormatan, adab, serta pemahaman nilai keislaman yang seimbang. Ia menegaskan bahwa seksualitas bukan isu tabu, justru perlu dibicarakan dengan pendekatan yang tepat agar generasi muda memiliki bekal dalam menjaga diri dan lingkungan mereka. Dalam pandangannya, pendidikan seksual harus menjadi bagian dari diskusi dan ruang belajar yang aman di kalangan mahasiswa agar tidak terjadi kesalahpahaman maupun pembiaran terhadap kekerasan dan penyimpangan.

Menutup penyampaiannya, Alin berharap peserta forum memiliki kesadaran baru bahwa mereka bukan hanya penonton atau pengkritik, melainkan juga pelaku perubahan yang bisa dimulai dari lingkungan terdekat. Sebagai mahasiswa dan kader IMM, mereka memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk tidak apatis terhadap isu ini. Dengan mengedepankan ilmu dan iman, ia yakin IMM mampu mengambil peran nyata dalam membentuk masyarakat yang lebih sadar, adil, dan manusiawi. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Meutia-Alin-Najwa-Mahasiswa-PBSI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Alin.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-06-08 12:47:432025-06-08 12:47:43Peran Mahasiswa Hadapi Krisis Seksual

Indonesia Darurat Seksual dan Perspektif IMM

07/06/2025/in Feature /by Ard

Maysaroh, Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) selaku Pemantik Diskusi IMM (Foto. Maysaroh)

Dalam forum diskusi bertajuk Suara Immawati untuk Gender dan Masa Depan Setara (Sigma) yang diselenggarakan oleh Bidang Immawati Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, dan Pendidikan Bahasa Inggris (PBII) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada 25 Mei 2025, Maysaroh, Ketua Bidang Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Sospem), tampil sebagai salah satu pemantik diskusi dengan materi berjudul “Indonesia Darurat Seksual dan Perspektif IMM”.

Maysaroh membuka pemaparannya dengan menyuguhkan kenyataan pahit: Indonesia tengah berada dalam kondisi darurat seksual. Ia menyoroti meningkatnya kasus pelecehan dan kekerasan seksual yang menimpa berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. “Fenomena ini menyentuh ruang paling privat, bahkan dalam lingkungan yang seharusnya menjadi tempat perlindungan, yaitu keluarga,” tegasnya.

Menurutnya, perempuan masih menjadi kelompok paling rentan terhadap pelecehan seksual, baik di ruang publik maupun dalam rumah sendiri. “Apakah perempuan hari ini tidak bisa merasa aman? Ini pertanyaan yang menyayat hati. Ketika rumah sendiri menjadi tempat yang tidak aman dan pelaku justru adalah orang terdekat, maka kita tahu bahwa ini sangat darurat,” ujar Maysaroh dengan nada prihatin.

“IMM harus mulai menggali lebih dalam isu ini, bukan sekadar wacana. Kita perlu tahu bagaimana bersikap saat menjadi korban, menjadi saksi, atau ketika berada di sekitar korban,” jelasnya.

Sebagai calon pendidik, Maysaroh menyampaikan harapan besar agar peserta kegiatan ini menyadari pentingnya edukasi seksual sejak dini. “Suatu hari, saya ingin anak-anak didik saya paham bahwa tubuh mereka berharga dan punya hak untuk dilindungi. Saya ingin mereka belajar bahwa pendidikan seksual bukan hal tabu, tetapi kebutuhan,” ungkapnya dengan penuh tekad.

Materi yang disampaikan Maysaroh tak hanya menambah wawasan peserta, tetapi juga mengajak semua yang hadir untuk merenungkan kembali peran mereka sebagai agen perubahan di tengah maraknya krisis nilai dan moral di masyarakat. Ia menutup dengan ajakan agar kader IMM menjadi garda terdepan dalam menanamkan kesadaran gender, keberanian bersuara, dan keberpihakan pada korban. “Perubahan tidak datang dari diam dan takut, tetapi dari mereka yang berani bersuara dan bertindak,” pungkas Maysaroh, menyuarakan semangat perjuangan kaum muda untuk masa depan yang lebih setara dan aman bagi semua. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Maysaroh-Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-selaku-Pemantik-Diskusi-IMM-Foto.-Maysaroh.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-06-07 14:29:592025-06-07 14:29:59Indonesia Darurat Seksual dan Perspektif IMM

Mahasiswa PBSI UAD Raih Juara III Lomba Esai Victory Cup 2025

07/06/2025/in Prestasi /by Ard

Mawar Ledya Serli, Mahasiswa PBSI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Peraih Juara III Lomba Esai Victory Cup (Foto. BEM FAI UAD)

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Mawar Ledya Serli, mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) UAD, sukses meraih Juara III dalam Lomba Esai Victory Cup 2025 tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Agama Islam (FAI) UAD. Diselenggarakan secara daring pada 11–19 April 2025, pengumuman pemenang dilakukan dalam acara Talkshow Literasi pada 13 Mei 2025 di Kampus IV UAD.

Dalam lomba tersebut, Mawar mengusung esai berjudul “Epistemologi Etos Islam dalam Merespons Tantangan Zaman: Formulasi Membangun Generasi Muslim Kosmopolit”. Esai ini menyoroti pentingnya penguatan etos keilmuan Islam dalam membentuk karakter generasi muda Muslim yang mampu bersaing di era global tanpa kehilangan identitas nilai-nilai keislaman. “Melalui esai ini, saya ingin mengajak pembaca merenungkan kembali posisi Islam sebagai agama yang sangat kaya secara epistemologis dan mendorong umatnya untuk terus berpikir kritis, terbuka, dan transformatif dalam menghadapi tantangan zaman,” ungkap Mawar.

Meskipun di tengah kesibukan kuliah dan aktivitas organisasi, Mawar tetap berkomitmen menyelesaikan tulisannya dengan sungguh-sungguh. Ia mengaku banyak belajar dari referensi pustaka dan diskusi keilmuan yang mendalam untuk menyusun gagasannya. “Menulis esai ilmiah memberi saya ruang untuk mengekspresikan pemikiran sekaligus memperkuat literasi akademik. Tantangannya memang besar, apalagi soal manajemen waktu, tetapi hasilnya sepadan,” tambahnya.

Capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa PBSI UAD tidak hanya terampil dalam kebahasaan dan sastra, tetapi juga mampu berpikir kritis dan memberikan kontribusi pemikiran terhadap isu-isu penting di masyarakat. Mawar berharap, prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berkarya dan menginspirasi mahasiswa lain agar lebih aktif dalam ranah literasi dan kompetisi ilmiah. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mawar-Ledya-Serli-Mahasiswa-PBSI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Peraih-Juara-III-Lomba-Esai-Victory-Cup-Foto.-BEM-FAI-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-06-07 14:25:042025-06-07 14:25:04Mahasiswa PBSI UAD Raih Juara III Lomba Esai Victory Cup 2025

Menerapkan Flipped Classroom untuk Menjadi Guru Profesional

05/06/2025/in Feature /by Ard

Dr. Yudi Wardana, M.Sc., Narasumber Kuliah Pakar PGSD Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Guru menjadi profesi yang sangat mulia karena mampu menginspirasi dan berperan penting dalam membentuk masa depan anak bangsa. Diperlukan guru yang profesional dalam membimbing dan mendampingi siswa untuk menerapkan nilai-nilai positif dalam aspek kehidupan.

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melangsungkan kegiatan kuliah pakar pada 23 Mei 2025 di Ruang Amphitarium Kampus IV UAD untuk upaya melahirkan guru yang profesional.

Dr. Yudi Wardana, M.Sc. selaku Kepala Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah Noyokerten turut menghadiri acara tersebut sebagai narasumber hebat yang sangat inovatif. Ia menjelaskan bahwa menjadi guru yang profesional harus mampu mewujudkan sikap tenang, tenteram, sabar, dan bermoral. “Menjadi guru yang profesional berarti harus bisa menerapkan sikap tetap tenang yang artinya tidak mudah panik dan emosi dalam menghadapi masalah,” ujar Yudi.

“Guru juga harus mampu menciptakan ketenteraman batin untuk memecahkan sebuah masalah, kebesaran jiwa saat menerima kritik dan saran dari pihak lain (tidak berpandangan sempit), dan memiliki sikap yang bermoral didampingi dengan penampilan yang baik,” tambahnya.

Tidak hanya itu, menjadi guru yang profesional pun harus diselaraskan dengan kreativitas, inovativitas, dan adaptivitas, yang salah satunya dapat diaktualisasikan dengan Flipped Classroom.

Flipped Classroom adalah model pembelajaran yang memungkinkan siswa mempelajari materi di rumah sebelum pembelajaran di kelas. Waktu di kelas kemudian digunakan untuk diskusi, pemecahan masalah, serta aktivitas interaktif lainnya.

“Pembelajaran dengan metode Flipped Classroom mampu memfasilitasi belajar mandiri siswa disertai dengan peningkatan literasi digital sekaligus pendekatan emosional yang membuat siswa tidak takut untuk berinteraksi dengan guru,” ungkapnya.

Diharapkan, penerapan metode Flipped Classroom dalam pembelajaran mampu menjadi wadah untuk menghasilkan guru yang hebat, bermartabat, dan profesional. Selain itu, peran dan fungsi guru sebagai fasilitator, pembimbing, konsultan, inspirator, motivator, dan teman belajar dapat teraktualisasikan dengan relevan. (Salsya)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-Yudi-Wardana-M.Sc_.-Narasumber-Kuliah-Pakar-PGSD-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-06-05 10:44:102025-06-05 10:44:10Menerapkan Flipped Classroom untuk Menjadi Guru Profesional

PGSD UAD Gelar Kegiatan Kuliah Pakar: Mempersiapkan Diri menjadi Pendidik Profesional

04/06/2025/in Terkini /by Ard

PGSD Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Sukses Gelar Kegiatan Kuliah Pakar Mempersiapkan Diri menjadi Pendidik Profesional (Foto.salsya)

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menggelar acara kuliah pakar dengan mengusung tema “Dari Kampus ke Sekolah: Mempersiapkan Diri menjadi Pendidik Profesional” pada 23 Mei 2025 di Ruang Amphitarium Kampus IV UAD.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UAD, Gatot Sugiharto, S.H., M.H., turut hadir dalam memberikan sambutan pada acara tersebut. Ia sangat mendukung acara kuliah pakar ini, karena mampu meningkatkan kompetensi, pemahaman, dan pengembangan diri untuk menjadi calon guru yang profesional nantinya.

Dr. Yudi Wardana, M.Sc. selaku Kepala Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah Noyokerten Yogyakarta dan Ana Rahmatullah, M.Pd., Kepala SD Muhammadiyah Mertosanan sekaligus Dosen PGSD UAD, pun hadir sebagai narasumber yang berpengalaman dalam kuliah pakar tersebut.

“Untuk mempersiapkan diri menjadi pendidik profesional, kita harus mengetahui tantangan apa saja yang menjadi permasalahan guru saat ini, sehingga mampu mengatasi dan membangun hubungan positif dengan para siswa,” ujar Ana.

Pembahasan mengenai kode etik guru, tanggung jawab seorang guru, peran dan fungsi guru dipaparkan dengan cakap oleh kedua narasumber tersebut. Harapannya, dengan diadakan kuliah pakar ini, para calon guru mampu meningkatkan kualitas pendidikan, menjadi contoh teladan bagi peserta didik, serta berkontribusi pada kemajuan pendidikan nasional. (salsya)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/PGSD-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Sukses-Gelar-Kegiatan-Kuliah-Pakar-Mempersiapkan-Diri-menjadi-Pendidik-Profesional-foto.salsya.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-06-04 10:21:132025-06-04 10:21:13PGSD UAD Gelar Kegiatan Kuliah Pakar: Mempersiapkan Diri menjadi Pendidik Profesional

Inovasi Tim Jelantina Raih Juara 3 Lomba Poster

26/05/2025/in Prestasi /by Ard

Tim Jelantina PPG Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Tim Jelantina)

Di balik aroma khas lilin aromaterapi yang menenangkan, tersimpan kisah inspiratif dari para calon guru yang ingin menghadirkan perubahan dari hal sederhana. Mereka adalah Tim Jelantina, mahasiswa Program Profesu Guru Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PPG PGSD) Kelas A Kelompok C Universitas Ahmad Dahlan (UAD), yang menyulap limbah minyak jelantah menjadi produk bernilai guna dan berhasil meraih Juara 3 Lomba Poster Proyek Kepemimpinan dalam kegiatan Gelar Karya PPG UAD pada 19 Mei 2025.

Mengangkat judul “Jelantina: Minyak Jelantah sebagai Bahan Dasar Lilin Aromaterapi–Solusi Ramah Lingkungan untuk Mati Lampu (Studi Kasus di Samigaluh, Kulon Progo),” tim ini menawarkan lebih dari sekadar visual menarik. Poster mereka merupakan cerminan nyata dari sebuah proyek pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan.

Dengan pendekatan yang kreatif, proyek ini mengangkat masalah seringnya mati listrik di Dusun Sidoharjo, Samigaluh, dan menawarkan alternatif penerangan melalui lilin berbahan minyak jelantah. “Kami ingin mengangkat isu pengelolaan limbah rumah tangga, khususnya minyak jelantah, yang sering dibuang sembarangan. Padahal, itu bisa diolah jadi lilin aromaterapi yang ramah lingkungan dan ekonomis,” jelas Defina, salah satu anggota tim.

Nama “Jelantina” sendiri adalah gabungan dari kata “jelantah” dan “tina” yang berarti cahaya, mewakili slogan mereka, “Dari yang Terbuang Menjadi Cahaya Kehidupan.” Dari pemilihan tema hingga pelaksanaan workshop bersama warga, tim ini membangun proyek mereka dari riset mendalam, desain visual yang edukatif, hingga pengalaman langsung di lapangan.

Mereka tidak hanya menghadapi tantangan teknis seperti desain poster, tetapi juga kesulitan geografis. Medan menuju Samigaluh yang curam, sempit, dan terbatas jaringan komunikasi menjadi ujian tersendiri. “Kami harus mengatur logistik dengan matang dan membangun komunikasi langsung secara tatap muka dengan warga. Ternyata, itu justru mempererat hubungan kami,” ujar Aulia.

Di balik poster yang tampak sederhana, ada pembagian peran yang rapi dalam tim. Ada yang bertanggung jawab atas desain, dokumentasi, acara, konsumsi, hingga humas. Semua bekerja bahu membahu demi keberhasilan proyek dan presentasi poster. Momen paling emosional bagi mereka bukan hanya saat menerima penghargaan, tetapi ketika pertama kali menginjakkan kaki di Samigaluh dan disambut hangat oleh masyarakat. “Warga sangat antusias, bahkan berharap kegiatan serupa bisa terus dilaksanakan. Itu membuat kami terharu dan semakin sadar bahwa ilmu harus kembali pada masyarakat,” kenang Amalia.

Rasa syukur juga dirasakan seluruh tim saat diumumkan sebagai juara. “Kami sangat senang dan bangga. Ini jadi bukti bahwa ide sederhana pun bisa diapresiasi. Kami jadi lebih percaya diri untuk terus berkarya,” kata Atika. Makna kemenangan ini tak hanya menjadi pengalaman manis, tapi juga refleksi sebagai calon pendidik.

“Sebagai calon guru, kami belajar bahwa pendidikan bukan sekadar di ruang kelas. Tapi juga tentang memberi contoh, menjadi inspirasi, dan menghadirkan solusi nyata untuk masyarakat,” lanjut Agung. Bagi dunia pendidikan, proyek ini menjadi contoh konkret pembelajaran yang mengajarkan keterampilan abad 21, seperti kolaborasi, inovasi, kepedulian sosial, dan pemecahan masalah.

Tim Jelantina berharap poster ini dapat disebarluaskan sebagai media edukasi tentang pentingnya pengelolaan limbah secara kreatif. Mereka juga berambisi mengembangkan proyek ini lebih jauh sebagai kegiatan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, termasuk melalui kolaborasi dengan sekolah atau lembaga lain. “Pesan kami, tetaplah berinovasi dan ciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. Hal kecil pun bisa berdampak besar,” ujar Anggie penuh semangat. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-Jelantina-PPG-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Tim-Jelantina.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-05-26 10:26:012025-05-26 10:26:01Inovasi Tim Jelantina Raih Juara 3 Lomba Poster

Sabun Ramah Lingkungan dari Ampas Kopi

26/05/2025/in Terkini /by Ard

Tim Bunampi PPG Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Tim Bunampi)

Siapa sangka ampas kopi yang biasa dibuang ternyata bisa menjadi sabun bernilai guna dan membawa pulang penghargaan. Itulah kisah inspiratif dari Tim Bunampi yang diketuai Arief Setiadi, mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang berhasil meraih Juara 2 Lomba Video Proyek Kepemimpinan dalam Gelar Karya PPG UAD, 19 Mei 2025.

Dengan mengangkat video bertema “Pelatihan Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga Ampas Kopi Menjadi Sabun (Bunampi) di Padukuhan Pringwulung,” tim ini membuktikan bahwa inovasi bisa datang dari hal-hal kecil yang sering terlupakan. Mereka menggagas pelatihan pemanfaatan ampas kopi menjadi sabun alami yang ramah lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi lokal.

“Kami terinspirasi dari isu lingkungan, terutama pengelolaan limbah rumah tangga. Ampas kopi sering dianggap sepele, padahal punya potensi besar jika dimanfaatkan,” ujar Arjun Dwi Fadlullah, salah satu anggota tim. Inovasi ini dinamakan Bunampi, akronim dari Sabun Ampas Kopi.

Produk ini diklaim memiliki keunggulan dalam melembapkan kulit serta lebih ramah lingkungan. Pelatihan dilakukan bersama warga Padukuhan Pringwulung dengan antusiasme yang tinggi, mulai dari pengenalan bahan, proses pembuatan, hingga hasil akhir berupa sabun siap pakai. Proses produksi video mereka dimulai dari riset manfaat ampas kopi, survei minat warga, perencanaan konten, hingga dokumentasi saat pelatihan berlangsung. Tim menyusun narasi yang edukatif dan inspiratif, memperlihatkan kerja sama nyata antaranggota.

“Tiap anggota punya peran aktif. Ada yang jadi MC, pemateri, dokumentasi, sampai penanggung jawab logistik. Semua tampil dan berkontribusi langsung dalam video,” jelas Arjun. Namun, jalan menuju keberhasilan tak selalu mulus. Mereka sempat mengalami kegagalan saat bereksperimen dengan takaran dan bahan pembuatan sabun. Solusinya? Mereka kembali ke formulasi awal yang sudah teruji. Semangat pantang menyerah jadi kunci utama. Saat nama mereka diumumkan sebagai pemenang, perasaan haru dan bangga menyelimuti tim. “Senang, bangga, dan bersyukur. Semua kerja keras dan perjuangan kami terbayar lunas,” ujar Anies Nur Kholifah.

Lebih dari sekadar penghargaan, pengalaman ini membentuk semangat kepemimpinan, kolaborasi, dan kreativitas yang sangat dibutuhkan calon guru masa depan. Proyek ini juga mereka integrasikan dalam pembelajaran sebagai contoh nyata penerapan nilai-nilai pendidikan lingkungan dan teks prosedur.

“Kegiatan ini menyadarkan kami bahwa pembelajaran tidak harus kaku. Bisa disampaikan lewat media kreatif seperti video yang dekat dengan kehidupan siswa,” tutur Anies. Momen paling berkesan bagi mereka adalah saat melihat antusiasme warga yang luar biasa.

“Sambutan hangat dan partisipasi aktif warga menjadi energi baru bagi kami. Rasanya bangga sekaligus terharu,” ungkap Arief Setiadi. Tak lupa, mereka menyampaikan rasa terima kasih kepada Christin, kader PKK Padukuhan Pringwulung, yang sangat mendukung dari awal. Mulai dari perizinan kegiatan hingga menjembatani komunikasi dengan masyarakat.

Bagi Tim BUNAMPI, proyek ini hanyalah permulaan. Mereka berharap video ini bisa disebarluaskan lebih luas lagi sebagai inspirasi bagi banyak orang untuk peduli lingkungan dan berani berinovasi dari hal kecil. “Jangan pernah berhenti berproses karena lelah. Proses tidak akan pernah mengkhianati hasil,” tutup Arief, penuh semangat. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-Bunampi-PPG-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Tim-Bunampi.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-05-26 10:09:042025-05-26 10:09:04Sabun Ramah Lingkungan dari Ampas Kopi

Tim Bouqet Snack PBSI PPG UAD Juara 1 Lomba Video dalam Gelar Karya 2025

26/05/2025/in Prestasi /by Ard

Tim Bouqet Snack PBSI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Tim Bouqet Snack)

Bagi Deliyana Safitri dan rekan-rekannya dari tim Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Pendidikan Profesi Guru Universitas Ahmad Dahlan (PBSI PPG UAD), proyek kepemimpinan bukan sekadar tugas akademik. Kegiatan ini adalah jembatan pengabdian, ruang kreativitas, dan ladang kolaborasi.

Melalui karya video bertajuk “Pelatihan Pembuatan Bouquet Snack bersama Ibu-Ibu PKK Dusun Karangjati”, mereka menyulap ide sederhana menjadi sajian visual bermakna, dan pulang sebagai Juara 1 Kategori Video Proyek Kepemimpinan dalam Gelar Karya PPG UAD, 19 Mei 2025.

Bersama tujuh anggota tim, Deliyana, Alfian, Anita, Atis, Awanis, Ginis, dan Alya, mereka menghadirkan pelatihan kreatif untuk ibu-ibu PKK di Dusun Karangjati. Tak hanya memberi pelatihan merangkai bouquet snack yang estetik dan ekonomis, mereka juga menanamkan nilai kemandirian ekonomi dan pemberdayaan komunitas.

“Kami ingin menampilkan sosok pemimpin yang hadir di tengah masyarakat, bukan yang berdiri di depan tapi yang menciptakan perubahan bersama,” ujar Alfian, salah satu anggota tim. Atis Zahrotul Jannah menambahkan, “Proses kreatif dimulai dari riset sederhana tentang tren dan teknik pembuatan buket camilan, lalu menyusun skenario, mengonsep visual yang ramah penonton, hingga menarasikan pesan secara menyentuh.”

Deliyana menyebut tak ada tantangan besar yang mereka hadapi. Namun kesibukan kuliah PPG membuat koordinasi daring menjadi pilihan utama. “Justru proses ini membuat kami belajar mengatur waktu, berkomunikasi efektif, dan menjaga semangat tim,” katanya.

Kemenangan mereka menjadi kejutan manis. Tanpa ekspektasi tinggi, mereka hanya ingin berpartisipasi memeriahkan acara. “Kaget dan senang. Awalnya kami hanya ingin turut meramaikan. Tapi hasil ini menjadi apresiasi atas kerja keras dan semangat kami sebagai calon guru,” ucap Deliyana. Lebih dari sekadar lomba, mereka menanamkan nilai-nilai pendidikan dalam proyek ini. Materi video bahkan telah diintegrasikan ke dalam pembelajaran teks prosedur untuk mata pelajaran bahasa Indonesia, menjadikannya media edukatif sekaligus inspiratif.

Dalam momen pelaksanaan pelatihan, tim menemukan kenangan yang berkesan, semangat para ibu PKK dan remaja Dusun Karangjati yang antusias mengikuti pelatihan. Dukungan pun mengalir dari dosen pembimbing, masyarakat, hingga rekan satu tim.

“Kami belajar bahwa inovasi, kerja sama, dan ketulusan adalah kunci. Semoga video ini bisa menjadi inspirasi bagi guru maupun masyarakat untuk memulai hal baik di lingkungannya,” pungkas Deliyana. Bouquet snack bukan hanya camilan dalam kemasan cantik. Di tangan para calon guru PPG ini, ia menjadi simbol gagasan, kolaborasi, dan keberdayaan. Sebuah karya kecil yang menebar dampak besar.

“Selama proses pengerjaan proyek kepemimpinan ini, kami mendapatkan banyak dukungan. Dari Bapak Ardi dan Bapak Hermanto selaku dosen pembimbing kami yang memberikan banyak masukan sejak awal, masyarakat Dusun Karangjati yang menerima kami dengan tangan terbuka, hingga teman-teman satu tim yang selalu solid dan penuh semangat. Semuanya sangat berperan dalam keberhasilan proyek ini,” ujar Atis. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-Bouqet-Snack-PBSI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Tim-Bouqet-Snack.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-05-26 09:50:292025-05-26 09:50:29Tim Bouqet Snack PBSI PPG UAD Juara 1 Lomba Video dalam Gelar Karya 2025
Page 10 of 29«‹89101112›»

TERKINI

  • Mengapa Generasi Muda Terjebak Pinjol dan Paylater Demi Gaya Hidup?11/03/2026
  • KKN UAD Kenalkan Teh Herbal dari Limbah Rambut Jagung11/03/2026
  • Dakwah Perempuan Berkemajuan dalam Merespons Krisis Lingkungan11/03/2026
  • Mahasiswa UAD Edukasi Warga Padukuhan Pengkok Olah Limbah Dapur Menjadi Pupuk Organik11/03/2026
  • Banjir dalam Perspektif Iman dan Manajemen Risiko11/03/2026

PRESTASI

  • Inovasikan AR dan Permainan Edukatif, Mahasiswa UAD Juara 2 Microteaching International Competition09/03/2026
  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top