• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Workshop Cek Similarity dan Penggunaan EPrints

06/06/2022/in Terkini /by Ard

Nanik Arkiyah, M.IP., pemateri Workshop Pelatihan Cek Similarity dan Penggunaan EPrints Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Farida)

β€œEPrints atau Repositori Institusi merupakan tempat untuk menyimpan dan menyebarluaskan atau diseminasi karya intelektual yang dihasilkan oleh institusi dalam format digital. Fungsi Repositori Institusi yaitu sebagai penyimpanan tesis, disertasi, skripsi, artikel jurnal, dan makalah. Selain itu, berfungsi juga sebagai penyebarluasan (Google Scholar).”

Begitulah yang disampaikan Nanik Arkiyah, M.IP. yang selama ini dikenal sebagai pustakawan UAD, saat menjadi pemateri dalam Workshop Pelatihan Cek Similarity dan Penggunaan EPrints yang diselenggarakan Program Studi Pendidikan Guru dan Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Acara pada Sabtu, 28 Mei 2022, itu digelar secara daring melalui platform Zoom Meeting dan disiarkan langsung di kanal YouTube PGSD Official.

Nanik menjelaskan manfaat dari Repositori Institusi, yakni untuk peningkatan pemeringkatan dan prestise, sentralisasi penyimpanan kekayaan intelektual sivitas akademika, mendukung proses pembelajaran, proses temu kembali informasi penelitian lebih mudah, dan mendukung akreditasi perguruan tinggi maupun program studi.

β€œUAD menempati posisi peringkat satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Nasional dari Scimago. Hal tersebut merupakan salah satu kegunaan dari Repositori Institusi, yaitu makin banyak artikel atau orang mengakses nantinya akan ter-record. Perpustakaan juga bekerja sama dengan Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) supaya artikel mahasiswa terkumpul dan banyak dimasukkan dalam Repositori Institusi agar bisa diakses banyak orang, β€œpapar Nanik.

Lebih lanjut ia menjelaskan mengenai plagiarisme. Plagiat merupakan pengambilan karangan (pendapat dan sebagainya) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karang sendiri, misalnya menerbitkan karya tulis orang lain atas nama dirinya sendiri. Tipe plagiarisme seperti verbatim plagiarism (copy and paste), mosaic plagiarism, global plagiarism, paraphrasing plagiarism, self-plagiarism, dan accidental plagiarism. Sedangkan jenis plagiarisme yaitu word by word plagiarism, word switch plagiarism, style plagiarism, metaphor plagiarism, idea plagiarism dan self-plagiarism.

Nanik juga menyampaikan cara menghindari plagiarisme yaitu dengan tidak menunda pekerjaan, catat atau simpan sumber referensi, kutip atau parafrase, gunakan gaya sitasi menggunakan plagiarism tools. Pentingnya kutipan yaitu untuk mempermudah pembaca dan penulisan melakukan penelusuran terhadap sumber dan mencegah tindakan plagiat. Penulisan kutipan langsung dengan tanda kutip, sedangkan kutipan tidak langsung dengan bentuk parafrase dan ringkasan. Namun penulisan kutipan tersebut tetap wajib mencantumkan sumber kutipannya. Adapun macam gaya kutipan yaitu APA (American Psychological Association), MLA (Modern Language Association), CHICAGO/TURABIAN, HARVARD, Vancouver, dan IEE.

Terakhir ia memberikan tips menurunkan persentase similarity dan plagiasi yaitu cermati persentase besar, parafrase dan mencari sinonim atau persamaan kata, kemudian reference manager. Selanjutnya langkah-langkah dalam parafrase yaitu membaca beberapa kali untuk memahami maknanya, tulis dengan kata-kata sendiri tanpa melihat sumber aslinya, bandingkan hasil parafrase dengan sumber aslinya, dan catat sitasi sumber yang digunakan. (frd)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Nanik-Arkiyah-M.IP_.-sedang-memaparkan-materi-pada-Workshop-Pelatihan-Cek-Similarity-dan-Penggunaan-EPrints-UAD.-foto-farida-2.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-06-06 08:19:312022-06-06 08:19:31Workshop Cek Similarity dan Penggunaan EPrints

Makna Fitrah Menjadi Manusia

04/06/2022/in Terkini /by Ard

Scara syawalan PBSI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Farida)

Sabtu, 29 Mei 2022, Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan syawalan dengan mengusung tema β€œMenjadi Cahaya Selepas Hari Raya”. Acara ini merupakan agenda dari Prodi PBSI dengan tujuan menjalin silaturahmi antara dosen, mahasiswa, dan alumni pasca-Idulfitri.

Berlangsung selama dua jam melalui platform Zoom Meeting dan tayang melalui kanal YouTube PBSI FKIP UAD Official, hadir Dra. Hj. Eny Harjanti selaku pemateri sekaligus alumnus Prodi PBSI UAD.

β€œKegiatan syawalan ini bisa mengawali kegiatan kita untuk senantiasa menjalin silaturahmi dari prodi, mahasiswa, dosen, dan alumni, karena sampai kapan pun silaturahmi akan mendekatkan rezeki kita. Dengan adanya siraman rohani ini harapannya kita bisa bercahaya selepas hari raya, insyaallah bisa menjadi cahaya untuk diri kita sendiri ataupun keluarga,” papar Roni Sulistiyono, S.Pd., M.Pd. selaku Kaprodi PBSI dalam sambutannya.

Dalam pemaparannya, Eny membahas cara menjadi pencerah selepas hari raya. β€œMenjadi cahaya merupakan satu cita-cita, satu keinginan yang perlu kita perjuangkan. Bagaimana selepas hari raya kita mampu memberi pencerahan, menjadi lentera, menjadi penerangan bagi masyarakat atau lingkungan di mana pun berada. Bagaimana kita bisa menjadi pencerah, lentera? Tentu saja akan kembali pada fitrah kita,” paparnya.

Fitrah menjadi manusia tidak hanya dimaknai dari sekadar suci dan bersih, tetapi fitrah sebagai manusia seperti Allah menciptakan manusia hanya dengan tujuan agar kita beribadah kepada-Nya. Manusia diberikan potensi oleh Allah Swt. berupa tiga hal, yaitu potensi bodi, akal, dan hati. Potensi bodi atau jasad, manusia diciptakan oleh Allah Swt. dalam bentuk terbaik, seperti firman Allah dalam Q.S. At-Tin ayat 4. Allah memberikan akal, makin tinggi ilmu pengetahuan makin tinggi pula akalnya. Potensi yang ketiga adalah hati, Rasulullah saw. bersabda β€œAla wa inna fil-jasadi mudhgatan idza shalahat shalahal-jasadu kulluhu wa idza fasadat fasadal-jasadu kulluhu ala wa hiyal-qalbu.” Yang artinya: β€œIngatlah, dan sesungguhnya di dalam hati itu terdapat segumpal darah. Jika ia baik, baik (pula) seluruh tubuh. Dan bila ia rusak, rusak pula seluruh tubuh. Ketahuilah, ia adalah hati.” (H.R. Imam Bukhari dan Imam Muslim) (Muttafaqun Alaih). Apabila ketiga potensi tersebut mampu berkolaborasi, bersinergi, dan mampu mengolah kemudian muncul satu aktivitas yang bernilai ibadah, maka kita akan mampu menjadi cahaya, lentera di lingkungan sekitar.

β€œOrang yang bisa memberikan pengaruh, pencerah untuk lingkungan tentu saja orang yang memiliki kualitas lebih dibanding yang di sekitarnya. Lantas bagaimana kriteria orang yang berkualitas? Orang yang berkualitas adalah orang yang memiliki ilmu pengetahuan, orang yang beriman dan beramal saleh, orang yang bermanfaat bagi orang lain, dan orang yang bersih hati. Sungguh Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri, bersih hati secara lahir maupun batin. Jika selama bulan Ramadan kita betul-betul belajar untuk menyucikan jiwa kita, maka tidak mustahil kebersihan hati, rohani, jiwa kita peroleh pasca-Ramadan sehingga mewarnai kehidupan kita setelah hari raya dan seterusnya,” tutupnya. (frd)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dra.Hj_.-Eny-Harjanti-sedang-memaparkan-materi-pada-acara-syawalan-PBSI-UAD.-foto-Farida-2.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-06-04 08:38:372022-06-04 08:38:37Makna Fitrah Menjadi Manusia

PGSD UAD Gelar Workshop Penulisan Artikel Ilmiah

04/06/2022/in Terkini /by Ard

Dr. Suyatno M.Pd.I. (kanan) pemateri pada acara Workshop Penulisan Artikel Ilmiah oleh Prodi PGSD Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto Farida)

Program Studi Pendidikan Guru dan Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan workshop penulisan artikel ilmiah. Acara digelar pada Sabtu, 28 Mei 2022, secara daring melalui platform Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube PGSD Official. Hadir sebagai pemateri Dr. Suyatno, M.Pd.I. yang merupakan dosen PGSD UAD.

Dr. Sri Tutur Martaningsih, M.Pd. selaku Kepala Program Studi (Kaprodi) PGSD menyampaikan, penulisan artikel ilmiah saat ini menjadi tuntutan wajib sebagai luaran dari mahasiswa maupun dosen, sehingga dengan adanya pelatihan ini harapannya dapat membuat penulisan artikel ilmiah menjadi mudah dan tetap berkualitas.

Sementara itu, Suyatno menyampaikan, pentingnya menulis artikel ilmiah salah satunya untuk berbagi ide dan ilmu kepada pembaca. Kemudian dengan menulis ilmiah dapat dikenal oleh masyarakat akademis dan membangun rekam jejak. Jenis artikel ilmiah berdasarkan data dibedakan menjadi artikel hasil penelitian empiris dan artikel hasil studi pustaka. Struktur artikel meliputi judul, abstrak, pendahuluan, metode penelitian, hasil penelitian, pembahasan kesimpulan, ucapan terima kasih, dan daftar pustaka. Adapun langkah-langkah menulis artikel ilmiah dimulai dari memilih topik, mencari masalah yang ada dalam topik tersebut, selanjutnya membuat draf judul penelitian, menentukan jenis penelitian, menentukan sumber data, merencanakan pengumpulan data, dan merencanakan instrumen penelitian.

β€œModel penulisan pendahuluan banyak. Dalam menulis pendahuluan dengan metode kualitatif, tulislah identitas dari tema, realisasikan yang terjadi seperti apa, dampak dari realitas yang terjadi seperti apa, uraikanlah dari fenomena yang diteliti dalam setting penelitian yang dipilih, kemudian kontribusi penelitian jika permasalahan penelitian ini berhasil kita selesaikan. Penelitian kualitatif tidak akan menarik kalau setting penelitiannya atau kebaruannya tidak tampak,” papar Suyatno.

Lebih lanjut ia menjelaskan penulisan dalam kajian teori. Di antaranya, identifikasi konsep-konsep atau variabel yang muncul dalam judul penelitian; jelaskan masing-masing konsep atau variabel tersebut secara jelas dan sistematis; dari segi definisi, proporsional, dan penjelasan-penjelasan relevan terkait konsep atau variabel; serta teori utama terkait dengan variabel penelitian dan konstruksi teoritis sehingga dapat membentuk alur pikir atau hipotesis.

β€œDalam penulisan metode penelitian, jelaskan secara rinci dan operasional tentang empat hal yaitu desain penelitian, sumber data penelitian, prosedur dan teknik penelitian, serta analisis data penelitian. Kemudian dalam menuliskan pembahasan hendaknya merujuk pada rumusan masalah atau pertanyaan penelitian, dan tampilkan beberapa data penting,” tambahnya.

Dalam kesimpulan, susunlah simpulan dengan kalimat ringkas sebagai jawaban dari pertanyaan penelitian. Sedangkan bagian referensi pastikan apa yang dikutip dalam teks artikel tertulis pada daftar pustaka, dan sebaliknya.

β€œLain-lain dalam penulisan artikel, pastikan tidak ada unsur plagiarisme, cantumkan pihak-pihak yang berkontribusi sebagai co-author baik itu dosen pembimbing atau teman sejawat, pilih jurnal target yang tepat, dan satu artikel tidak boleh dikirim lebih dari satu jurnal dalam waktu yang bersamaan,” tutup Suyatno. (frd)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-Suyatno-M.Pd_.I-sedang-memaparkan-materi-pada-acara-Workshop-Penulisan-Artikel-Ilmiah.-foto-Farida-2.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-06-04 08:05:562022-06-04 08:05:56PGSD UAD Gelar Workshop Penulisan Artikel Ilmiah

Adab Sebelum Ilmu

27/05/2022/in Terkini /by Ard

Ustaz Budi Jaya Putra, S.Th.I., M.H. pemateri Syawalan Pendidikan Biologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Laela)

Sabtu, 21 Mei 2022, Prodi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan syawalan dengan mengusung tema β€œAdab Sebelum Ilmu”. Acara ini merupakan agenda dari Prodi Pendidikan Biologi dengan tujuan menjalin silaturahmi pasca-Idulfitri, membangun kembali komunikasi, serta mempersiapkan perkuliahan luring setelah ujian tengah semester usai.

Berlangsung selama tiga jam melalui platform Zoom Meeting dan tayang melalui kanal YouTube PBio UAD Official, hadir Ustaz Budi Jaya Putra, S. Th.I., M.H. selaku pemateri sekaligus dosen Al Islam dan Kemuhammadiyah (AIK). Sebanyak 53 partisipan membersamai acara tersebut yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, orang tua/wali mahasiswa, dan alumi Prodi Pendidikan Biologi UAD.

β€œTema syawalan pada hari ini menarik sehingga bermanfaat bagi semua partisipan baik dosen, mahasiswa, maupun orang tua/wali mahasiswa. Perlu kita ketahui ilmu adalah bagian dari ketaatan mengharap rida Allah Swt., di balik itu semua adab yang akan menentukan keberkahan dari ilmu yang kita dapatkan. Harapan dilaksanakan acara ini yaitu kita bisa menuntut ilmu sesuai dengan ajaran agama Islam dan membawa keberkahan di dunia dan akhirat.” papar Novi Febrianti, M.Si. selaku Kaprodi Pendidikan Biologi dalam sambutannya.

Dalam pemaparannya, Ustaz Budi membahas mengenai pentingnya adab sebelum ilmu dalam kehidupan sehari-hari.

β€œMempelajari adab sebelum ilmu penting dipahami setiap pribadi untuk kehidupan lebih baik. Adab adalah kehalusan, kebaikan pekerti, kesopanan, dan akhlak mulia. Orang yang baik akhlaknya maka baik pula adabnya, karena pada dasarnya akhlak adalah pekerti atau kelakuan,” paparnya.

Berkaitan dengan itu, ia menjelaskan bahwa dengan memperhatikan adab akan mempermudah seseorang memperoleh ilmu. Seseorang yang menjunjung tinggi adab maka ia pasti berilmu, tetapi orang berilmu belum tentu memiliki adab yang baik. Seperti dalam kehidupan sekarang, tidak sedikit orang yang berilmu tetapi rendah tata krama, sopan santun kepada orang tua ataupun rekan sebaya. Sehingga pendidikan pertama dan utama yang wajib diterapkan pada anak usia dini yaitu pendidikan karakter.

β€œIman, adab, ilmu, dan amal adalah tingkatan urutan dalam kehidupan, sehingga amal yang baik adalah hasil dari kuatnya iman, baiknya adab, dan tingginya ilmu. Perlu ditekankan kembali kepada mahasiswa jangan bangga mendapat IPK tinggi, tetapi bangga dan iringi syukur jika ilmu yang didapatkan bermanfaat dan membawa keberkahan. Lantas bagaimana kita bisa mengetahui keberkahan ilmu tersebut? Keberkahan ilmu dapat kita rasakan dengan hadirnya kemudahan-kemudahan yang Allah berikan lewat cara-cara yang tidak terduga,” tutupnya. (lae)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ustaz-Budi-Jaya-Putra-S.Th_.I.-M.H.-sedang-memaparkan-materi-mengenai-adab-sebelum-ilmu-pada-kajian-yang-diselenggarakan-oleh-Pendidikan-Biologi-UAD.-foto-Farida.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-05-27 16:52:312022-05-27 17:01:16Adab Sebelum Ilmu

Kenali Passion, Peluang, dan Tantangan untuk Hadapi Masa Depan

25/05/2022/in Terkini /by Ard

Veny Hidayat, S.Psi., M.Psi. (kiri) pemateri pelepasan wisudawan FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Periode April 2022 (Foto: Farida)

Kegiatan pelepasan wisudawan dan wisudawati Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) periode April 2022 dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan secara langsung melalui akun YouTube FKIP UAD Official pada Jumat, 20 Mei 2022. Menurut Dekan FKIP, Dr. Trikinasih Handayani, M.Si., pada periode wisuda saat ini April 2022, FKIP UAD akan mewisuda sejumlah 312 mahasiswa yang terdiri atas 44 dari jenjang S2 dan 268Β  dari jenjang S1.

Dr. Muchlas, M.T.Β  selaku Rektor Universitas Ahmad Dahlan ikut menimpali, β€œSelesainya masa perkuliahan kita, belum akhir dari pencapaian kita, bahkan itu menjadi titik awal untuk memasuki the real word, yang selama ini kita jalani adalah simulation word.”

Acara ini mengambil tajuk β€œKenali Passion, Peluang, dan Tantangan Siap Hadapi Masa Depan”, sebuah materi yang diberikan kepada calon lulusan FKIP untuk bisa mengenali passion, peluang, dan tantangan untuk jenjang kehidupan mereka selanjutnya. Hadir sebagai pemateri Veny Hidayat, S.Psi., M.Psi. yang merupakan CEO PT Mitra Optima Talenta.

β€œSesungguhnya tidak ada orang yang terlahir gagal, tetapi merekalah yang membuat perencanaan untuk hidup gagal. Jika kita terlahir miskin bukan salah kita, itu takdir hidup. Namun ketika kita meninggal dalam keadaan miskin, itu salah kita. Mengapa demikian? Karena kita tidak mendengar seruan Allah Swt. makna dari hayya alal falah dan kita tidak bergerak untuk sukses. Allah hanya mengubah nasib suatu kaum ketika kaum itu mengubah keadaannya dan Allah tidak akan mengubah suatu kaum kalauΒ  kaum itu tidak mengubah keadaannya,” jelas Veny.

Menurutnya, awal kegagalan atau ketidaksuksesan adalah limiting belief. Cara untuk memecahkan limiting belief tersebut dengan mengubah mindset atau pola pikir sebelum mengenal passion. Pola pikir tersebut yang telah menjadi keyakinan untuk bisa. Memasuki era Revolusi Industri 4.0 mindset yang harus dimiliki adalah a growth mindset atau pola pikir yang selalu tumbuh dan beradaptasi. Growth mindset ketika menghadapi tantang akan selalu berkata dan yakin bahwa β€œaku akan bisa mengembangkan kemampuanku dan tantangan membuatku belajar hal baru”. Orang yang memiliki growth mindset adalah orang yang selalu bergerak dan menjadi lebih baik.

Lebih lanjut, strategi untuk menghadapi masa depan yaitu kenali diri kita (passion) dan ubah mindset, bangun impian dengan melihat peluang dan fokus kembangkan diri kita untuk menghadapi tantangan.Β  Potensi merupakan kemampuan yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan. Potensi dasar yang wajib dimiliki individu sukses yaitu karakter seperti kejujuran, disiplin, dan berani. Cara menentukan atau mengenali passion yaitu dengan mencoba berbagai hal, supaya bisa mengetahui kira-kira apa kegiatan yang bisa memberikan makna atau value dan cocok.

Β Terakhir Veny berpesan bahwa, β€œKesuksesan adalah sebuah perjalanan from zero to be hero, jatuh bangun lagi, gagal perbaiki. Namun jika kita menyerah, semua akan berakhir. Sukses itu penting, tetapi yang terpenting bisa bermanfaat.” (frd)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Veny-Hidayat-S.Psi_.-M.Psi_.-pemateri-pelepasan-wisudawan-FKIP-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Periode-April-2022-Foto-Farida.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-05-25 07:56:072022-05-25 07:56:07Kenali Passion, Peluang, dan Tantangan untuk Hadapi Masa Depan

Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan II pada Lomba Video Pembelajaran Tingkat Nasional

24/05/2022/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa PGSD Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Juara harapan II pada lomba Video Media Pembelajaran Tingkat Nasional (Foto: Istimewa)

β€œKeterkaitan kami dengan lomba ini salah satunya berhubungan erat dengan keilmuan kami, yaitu keguruan. Selain itu, motivasi yang kami miliki untuk mengembangkan keterampilan dalam hal media pembelajaran menjadi faktor utama.”

Hal itu yang disampaikan oleh Ketua Tim Lomba Video Media Pembelajaran Rashika Ardafa Sahila yang akrab dipanggil Dafa dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) angkatan 2020. Lomba itu beranggotakan Siti Nur Fadhilah dan Viranika Ade Rahayu yang keduanya juga dari Prodi PGSD UAD angkatan 2020. Saat diwawancarai via WhatsApp pada 20-05-2022, Dafa mengatakan mengikuti perlombaan tingkat nasional yang diselenggarakan FKIP Universitas Bangun Nusantara Sukoharjo (Univet Bantara).

β€œPerlombaan dilaksanakan secara daring oleh Univet Bantara. Dalam membuat proyek lomba ini pun kami melakukannya secara daring. Setelah pembahasan konsep, setiap anggota akan bertugas mengerjakan proyeknya secara individu di rumah. Sampai akhirnya, penyusunan proyek tersebut dilakukan secara bersama. Namun, dalam penyusunan proyek itu, saya dan tim senantiasa untuk berkomunikasi jika ada beberapa bagian proyek yang mungkin sekiranya terdapat kesulitan ataupun sekadar memberi saran maupun pendapat,” tutur Dafa.

Lebih lanjut Dafa menjelaskan, perlombaan dilaksanakan dengan tiga tahap, yaitu pendaftaran yang dilaksanakan pada 28 Maret hingga 22 April 2022, pengumpulan karya pada 13 April hingga 30 April 2022, dan terakhir pengumuman pemenang pada 9 Mei 2022.

Menurutnya, ada beberapa kendala yang dihadapi, salah satunya ialah komunikasi dan koordinasi saat proses mengedit video pembelajaran. Dafa dan timya membutuhkan waktu kurang lebih tiga minggu untuk bisa menyelesaikan proyek video pembelajaran secara maksimal. Motivasinya dalam mengikuti perlombaan adalah ingin mencoba hal yang baru, mengisi waktu luang, dan mengasah kemampuan yang dimiliki. Selain itu, dengan adanya beberapa mahasiswa dari universitas maupun Prodi PGSD yang berprestasi, mendorong mereka untuk mencoba mengikuti perlombaan ini.

Dafa dan timnya memberikan beberapa cara yang bisa dilakukan agar dapat mengikuti perlombaaan walaupun sibuk dengan perkuliahan. Salah satunya dengan pandai mengatur waktu. β€œDalam sehari, biasanya hanya ada satu mata kuliah ataupun lebih. Paling banyak dalam satu hari ada empat mata kuliah dan perkuliahan tidak semuanya full. Dari hari Senin sampai Sabtu, di beberapa hari ada jatah liburnya. Dengan begitu, di sela-sela waktu inilah, kami mendiskusikan tema atau konsep video yang akan dibuat. Setelah itu, dalam pembuatan video kami mengerjakannya sedikit demi sedikit, mulai dari proses pembuatan sampai editing yang ditentukan dengan kesepakatan deadline sehingga jam perkuliahan tidak akan terganggu. Namun, itu semua tergantung pengaturan waktu dari masing-masing orang,” papar Dafa.

Di akhir ia berharap, dalam mengukuti perlombaan yang akan datang dapat memaksimalkan diri, tidak hanya memaksimalkan hasil untuk perlombaan tetapi juga konten-konten dan proses yang mereka alami. Dari perlombaan satu ke perlombaan yang lainnya, pasti akan ada plus minusnya sehingga yang perlu dimaksimalkan tidak hanya hasil yang didapatkan tetapi prosesnya.

β€œPesan yang ingin saya sampaikan adalah jangan pernah putus asa walaupun sebanyak apa pun kita berusaha dan seberapa banyak kita berdoa. Ketika hasil yang didapatkan belum sesuai dengan apa yang diinginkan, jadikanlah sebagai pelajaran jangan jadikan sebagai sebuah hukuman. Tidak semua manusia sempurna. Jika gagal pelajari apa yang menjadi kekurangan dan jangan mengeluh.Yakinlah bahwa seberapa banyak perlombaan atau prestasi yang ingin diraih jika itu sudah menjadi takdir dan rezeki kita maka tidak akan jatuh ke tangan orang lain,” tutupnya. (ctr)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-PGSD-UAD-Juara-harapan-II-pada-lomba-Video-Media-Pembelajaran-Tingkat-Nasional.jpg 935 935 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-05-24 11:34:322022-05-24 11:34:32Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan II pada Lomba Video Pembelajaran Tingkat Nasional

Strategi Jitu Generasi Z Sukses di Dunia Kerja

19/04/2022/in Terkini /by Ard

Viringga Prasetyaji Kusuma pemateri seminar yang diselenggarakan PVTO Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bertajuk ‘Strategi Jitu Generasi Z Mendapatkan dan Sukses di Dunia Kerja’ (Foto: Farida)

Program Studi Pendidikan Vokasional Teknik Elektronika (PVTE) dan Program Studi Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif (PVTO) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan seminar dengan tajuk β€œStrategi Jitu Generasi Z Mendapatkan dan Sukses di Dunia Kerja”.

Program ini dilangsungkan secara daring melalui platform Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Universitas Ahmad Dahlan, juga secara luring bertempat di Amphitarium lantai 9 Kampus IV UAD. Acara digelar pada Sabtu, 16 April 2022. Narasumber adalah Muhammad Sayuti, Ph.D. selaku dosen Magister Pendidikan Guru Vokasi (MPGV) UAD sekaligus Sekretaris Majelis Ditlitbang PP Muhammadiyah, dan Viringga Prasetyaji Kusuma yang dikenal sebagai pendiri AMATI Indonesia.

Muhammad Sayuti menyampaikan materi pertama mengenai keterampilan abad 21 pascapandemi. Perubahan perilaku setelah pandemi Covid-19 di antaranya meningkatnya e–commerce seperti restaurant delivery, online grocery shopping, online education, dan telemedisin. Selain itu perubahan juga terlihat pada otomatisasi dan artifisial intelijen. Otomatisasi dapat berkembang cepat karena dapat mengurangi workplace density, mengatasi permintaan variabilitas, meningkatkan efisiensi dan kecepatan, serta menawarkan layanan kontak gratis. Skill yang harus dimiliki untuk mempersiapkan masa depan yaitu complex problem solving, critical thinking, creativity, people management, dan coordinating with others.

β€œApa yang harus dilakukan oleh calon mahasiswa atau siswa? Menjadi pembelajar sepanjang hayat, belajar apa saja, harus berpikir terbuka, suka membaca, literasi membaca pengetahuan baru, dan bergaul dengan orang dari berbagai daerah atau suku atau negara,” papar Muhammad.

Sementara itu, Viringga menjelaskan mengenai rise of green jobs. Saat ini ekonomi di dunia bergeser pada green economy, lalu menuntut menjadi green jobs, dan menuntut green skills. Green economy merupakan sesuatu yang menghasilkan peningkatan kesejahteraan manusia dan kesetaraan sosial, sekaligus secara signifikan mengurangi risiko lingkungan dan kelangkaan ekologi. Pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19 menurut survei dari berbagai negara, mereka sepakat membangun pemulihan perekonomian dengan prioritas mengatasi climate change atau perubahan iklim. Dari kesepakatan tersebut, muncullah green jobs, International Labour Organization (ILO) mendefinisikan green jobs sebagai pekerjaan yang membantu mengurangi dampak lingkungan negatif yang pada akhirnya mengarah pada perusahaan dan ekonomi yang berkelanjutan secara lingkungan, ekonomi, dan sosial. Sedangkan green skill adalah kemampuan atau pengetahuan yang dapat digunakan pekerja untuk mencegah, memantau, atau membersihkan polusi dan mengoptimalkan pengelolaan serta konservasi sumber daya alam, yang digunakan perusahaan untuk memproduksi barang atau jasa. Dengan adanya green economy, pekerjaan lebih banyak dibandingkan ekonomi konvensional.

Terakhir ia berpesan, mahasiswa boleh bekerja di kota, sekolah tinggi. Namun ketika berbicara masalah peluang, tidak harus menunggu yang tinggi, sebab potensi peluang di desa sangatlah tinggi. β€œJangan tergiur dengan gemerlap kota!” (frd)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Viringga-Prasetyaji-Kusuma-pemateri-seminar-yang-diselenggarakan-PVTO-Universitas-Ahmad-DahlanUAD-bertaju-Strategi-Jitu-Generasi-Z-Mendapatkan-dan-Sukses-di-Dunia-Kerja-Foto-Farida.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-04-19 07:51:382022-04-19 07:56:32Strategi Jitu Generasi Z Sukses di Dunia Kerja

Aku Anak Kecil yang Ceria, Enggan Mendengar Kisah dengan Klimaks Sad Ending!

16/04/2022/in Feature /by Ard

Nurlaila Hikmah Alfina, Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) saat mengikuti kompetisi mendongeng (Fofo: Didi)

Saat usia Taman Kanak-Kanak (TK) Nurlaila Hikmah Alfina telah diperdengarkan dongeng oleh ayahnya. Kisah β€œSi Kancil” adalah dongeng yang menghiasi ruang-ruang imajinasinya pada saat itu dan membekas di benaknya hingga ia berusia dewasa.

β€œMasih tersimpan dalam ingatan tentang dongeng hewan licik dan cerdik tersebut. Uniknya, dari berbagai macam dongeng yang ayah saya perdengarkan umumnya selalu klimaks dengan sad ending. Sebagai anak kecil yang ceria, saya tidak terima dong dengan akhir cerita yang seperti itu. Karena menginginkan akhir cerita yang happy ending, akhirnya saya mengatakan ke Ayah bahwa kelak saat besar nanti, akan saya ciptakan dongeng karangan saya sendiri.”

Berawal dari keluh polosnya anak perempuan di usia belia, sejak TK sampai Sekolah Menengah Pertama (SMP) Nurlaila, mahasiswi Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), berminat dan terjun ke dunia story telling dengan rekomendasi dari guru pelajaran bahasa Inggrisnya.

Meski berstatus sebagai mahasiswi akhir yang kerap mengalami β€œpening”, perempuan asal Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel) ini tidak kehabisan akal dan spirit untuk terus meraih prestasi di dunia mendongeng dan story telling. Ada pun sederet prestasi yang diringkusnya, antara lain, juara I Mendongeng Kesusastraan Nasional Universitas Mulawarman (Unmul) 2021, juara I Mendongeng Pelagis Super Unmul 2021, juara I dan Favorit Mendongeng Tingkat Internasional Festival Sastra Mursal Esten Universitas Negeri Padang (UNP) 2021, juara I Mendongeng Gebyar PGSD Universitas Negeri Jambi (UNJA) 2021, dan juara I Bercerita Mahasiswa Nasional UAD 2021.

Karena rasa percaya diri, kegemaran bercerita, dan kebiasaan baik orang tua yang selalu memberikannya kesempatan untuk bercerita usai pulang sekolah, Nurlaila tidak heran jika ia berhasil meraih juara di berbagai lomba mendongeng dan story telling. Secara tidak langsung dan tanpa disadari, berbagai hal tersebut menjadi latihan, bekal, dan media tumbuh-kembang bagi dirinya.

β€œSederhananya, kepada orang tua aku menceritakan kegiatanku di sekolah dalam satu hari itu.”

Nurlaila pernah berada di fase tidak percaya diri yang terkadang membuat dirinya menahan diri mengikuti berbagai perlombaan. β€œBagaimana kalau nanti kalah? Apa yang terjadi jika penampilan dan hasil yang saya berikan akan mengecewakan guru? Serta masih banyak kecemasan lain yang saya takutkan pada waktu itu.”

Sampai duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) melalui momentum terpilihnya ia sebagai pemeran utama di pagelaran festival Provinsi Sumsel, barulah Nurlaila benar-benar siap dan yakin unjuk gigi di perlombaan. Hingga sampai saat ini, berstatus sebagai mahasiswa, mengikuti perlombaan telah menjadi bagian dari kegemarannya.

β€œSaya mulai serius menekuni dunia mendongeng pada tahun 2018,” jelas Nurlaila.

Dari informasi yang didapat melalui media sosial mengenai salah satu komunitas mendongeng di Yogyakarta, akhirnya Nurlaila menggabungkan diri di Rumah Dongeng Mentari, yaitu komunitas mendongeng yang dibawahi langsung oleh Rona Mentari. Berkat perempuan juru dongeng berusia 26 tahun itulah, Nurlaila tekun mempelajari teknik mendongeng.

Terkait persiapan intens sebelum beraksi di perlombaan, Nurlaila terbiasa melakukannya di jauh hari sebelum hari yang mendebarkan itu tiba.

β€œNaskah dongeng di suatu lomba ada yang sudah ditentukan oleh penyelenggara tetapi ada pula yang tidak, sehingga dua kemungkinan tersebut harus tetap peserta antisipasi dengan kreativitas. Misal di pembuatan naskah, dari banyak dongeng yang telah diketahui, kita bisa mengambil inspirasi dari sana dan membuat kembali dongeng karya sendiri, dengan pengolahan ide yang lebih segar dan tanpa unsur plagiarisme,” ungkap Nurlaila bagikan tips dan trik dalam menulis naskah dongeng.

Menurutnya, makin banyak berlatih dan terampil dalam menguasai materi, maka akan makin apik penampilan yang bisa diberikan oleh peserta.

Nurlaila mempunyai harapan, agar mahasiswa UAD bisa terus berprestasi di bidangnya masing-masing. Ia menekankan bahwa dan tidak ada kata terlambat untuk melakukan segala sesuatu. β€œTeruslah berlatih serta beranikan diri mengikuti perlombaan. Kalah ataupun menang tidak menjadi persoalan, dan jangan ragu show up kemampuan diri.” (didi)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Potret-Nurlaila-saat-sedang-mendongeng-di-salah-satu-kompetisi-mendongeng.Sumber-foto-SS-kanal-YouTube-UAD.jpg 576 1024 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-04-16 08:37:192022-04-16 09:11:42Aku Anak Kecil yang Ceria, Enggan Mendengar Kisah dengan Klimaks Sad Ending!

Masa Pandemi, Diri Sendiri Jadi Kunci untuk Berprestasi

14/04/2022/in Prestasi /by Ard

Panji Nur Fitri Yanto Mahasiswa Prodi BK Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Istimewa)

Panji Nur Fitri Yanto adalah mahasiswa Program Studi (Prodi) Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang baru-baru ini meraih juara II pada Lomba Esai Tingkat Nasional Tahun 2022. Ajang bergengsi tersebut diselenggarakan oleh Universitas Negeri Makassar yang bekerja sama dengan beberapa Organisasi Beasiswa Bidikmisi/Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Indonesia.

Panji sendiri merupakan Mahasiswa Berprestasi Tingkat UAD tahun 2020 dengan meraih peringkat harapan II, dan masih di tahun yang sama, ia berhasil meraih penghargaan sebagai Mahasiswa Berprestasi Tingkat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UAD peringkat I. Tidak berhenti sampai di situ, pada tahun 2021 dirinya berhasil menyabet peringkat II Mahasiswa Berprestasi Bidang Penalaran dan Kreativitas UAD.

β€œWaktu itu saya sedang terpapar Covid-19. Lalu melihat ada kegiatan ini yang bertepatan ketika saya sedang isolasi mandiri, jadi saya berkeinginan menuangkan waktu luang dan kemampuan yang saya miliki ke dalam hal positif,” ucap Panji.

Panji menjelaskan kendala yang dihadapi saat menyelesaikan esainya ialah mengenai waktu. Karena menurutnya, ia baru mendapatkan informasi pada H-3 sebelum lomba ditutup. Jadi ia hanya bisa membuat esai serealistis mungkin dalam waktu tiga hari dengan tidak terlalu memaksakan target. Mengingat juga kondisi kesehatan waktu itu yang tidak terlalu baik.

Lebih lanjut Panji memaparkan, β€œAwalnya perlombaan akan dilaksanakan secara langsung di Makassar, tetapi tiba-tiba dibatalkan karena Universitas Negeri Makassar terkena karantina wilayah (lockdown) akibat peningkatan kasus Covid-19. Secara garis besar perlombaan ada 3 kategori, yaitu esai, Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI), dan debat. Saya memilih lomba esai karena memang kemampuan saya senang menuangkan gagasan ke dalam tulisan ilmiah secara sederhana. Untuk pengumpulan esai tanggal 20 Februari 2022. Kemudian dibagi menjadi 2 tahap, yaitu seleksi naskah untuk menentukan 10 finalis. Setelah finalis terpilih dilaksanakan presentasi dan penjurian secara daring melalui Zoom Meeting pada 26 Maret 2022.”

Motivasinya dalam mengikuti lomba esai ialah untuk membuat diri agar bisa berpikir positif ketika sedang mendapatkan ujian. Seberapa mampu untuk mengambil hikmah dan menghargai kesempatan yang sudah diberikan ketika dalam keadaan sehat maupun sakit.

β€œPastinya saya mengucap syukur karena usaha yang saya lakukan tidak sia-sia. Tentunya juga menjadi beban moral agar esai yang saya tuliskan benar-benar dapat diimplementasikan kebermanfaatannya. Untuk ke depannya perlombaan yang akan saya ikuti mungkin tinggal beberapa saja yang dipersiapkan. Sebab, saya juga sudah di semester akhir yang fokusnya tentu sudah bukan di perlombaan lagi,” ungkap Panji.

Di akhir Panji berharap supaya teman-teman mahasiswa yang lain bisa lebih produktif dan melampaui apa yang sudah ia capai ketika belajar di UAD.

β€œManfaatkanlah waktu, peluang, dan kesempatan yang sudah teman-teman dapatkan di bangku perkuliahan. Kenali diri sendiri, baik dari segi minat dan bakat. Apalagi ketika pandemi seperti sekarang ini, kita banyak disuguhkan berbagai macam pelatihan maupun seminar yang dapat diikuti secara daring yang sangat bermanfaat jika bijak dalam penggunaannya.” (ctr)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Panji-Nur-Fitri-Yanto-Prodi-Bimbingan-dan-Konseling-UAD-berhasil-raih-juara-II-dalam-Lomba-Esai-Nasional.jpeg 1080 1080 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-04-14 08:11:312022-04-14 08:11:31Masa Pandemi, Diri Sendiri Jadi Kunci untuk Berprestasi

Fun Ramadan for Kids, Upaya Pengurangan Penggunaan Telepon Genggam pada Anak-Anak

13/04/2022/in Terkini /by Ard

IMM BK, PAUD, dan PGSD Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengajak anak-anak Tamanan Bantul membuat kreasi tangan (Foto: Istimewa)

Di bulan penuh berkah ini, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bimbingan Konseling, Pendidikan Anak Usia Dini, dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Pendidikan Ilmu (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta mengajak anak-anak sekitar Masjid Rahmatan Lil Alamin untuk tetap aktif meski dalam keadaan berpuasa.

Fun Ramadan for Kids, kegiatan yang digagas IMM BPP ini sangat menarik dan banyak mengundang antusias anak-anak. Mereka menciptakan pembelajaran yang menyenangkan melalui permainan yang mengasah keterampilan anak.

β€œBentuk kegiatannya seperti mendongeng atau bercerita, bernyanyi, kreasi tangan, dan permainan yang memiliki nilai-nilai tauhid, sikap, serta tanggung jawab,” tutur Khansa Ativa, selaku ketua umum IMM BPP ketika diwawancarai via WhatsApp, (09-04-2022).

Baik anak-anak hingga orang tua sangat antusias dengan merespons baik dan mendukung penuh adanya kegiatan ini. Hal itu tentunya mempermudah kader IMM BPP dalam menjalankan misinya di masyarakat luas.

Selain itu, kegiatan ini juga sebagai upaya Pimpinan Komisariat (PK) IMM BPP untuk memberikan wadah kepada para kadernya untuk belajar bersosial, berinteraksi langsung dengan masyarakat, dan mengimplementasikan hal-hal yang sudah didapat dalam perkuliahan ataupun berorganisasi.

Fun Ramadan for Kids dilaksanakan di bulan Ramadan, setiap hari Sabtu dan Minggu di Masjid Rahmatan Lil Alamin, Perumahan Taman Indah, Tamanan, Krobokan, Tamanan, Kabupaten Bantul. Harapannya baik setelah ataupun masa-masa kegiatan, penggunaan telepon genggam pada anak-anak berkurang dan bertambahnya pemahaman tentang nilai-nilai transendensi. (Lrs)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/IMM-BPP-Mengajak-membuat-Kreasi-tangan-Bersama-Anak-anak--scaled.jpg 1442 2560 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-04-13 08:21:272022-04-13 08:21:27Fun Ramadan for Kids, Upaya Pengurangan Penggunaan Telepon Genggam pada Anak-Anak
Page 26 of 29«‹2425262728›»

TERKINI

  • Mengapa Generasi Muda Terjebak Pinjol dan Paylater Demi Gaya Hidup?11/03/2026
  • KKN UAD Kenalkan Teh Herbal dari Limbah Rambut Jagung11/03/2026
  • Dakwah Perempuan Berkemajuan dalam Merespons Krisis Lingkungan11/03/2026
  • Mahasiswa UAD Edukasi Warga Padukuhan Pengkok Olah Limbah Dapur Menjadi Pupuk Organik11/03/2026
  • Banjir dalam Perspektif Iman dan Manajemen Risiko11/03/2026

PRESTASI

  • Inovasikan AR dan Permainan Edukatif, Mahasiswa UAD Juara 2 Microteaching International Competition09/03/2026
  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top