• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

FKM UAD Adakan Konferensi Internasional UPHEC ke-7

31/10/2022/in Terkini /by Ard

Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D. Direktur Utama BPJS Indonesia pada UPHEC ke-7 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Istimewa)

Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menggelar agenda rutin tahunan mereka yaitu konferensi internasional dengan tajuk The 7th Public Health Conference (UPHEC) pada Sabtu, 29-10-2022 secara daring. Tahun ini, tema yang diusung adalah “Public health surveillance system for a more resilience health system”.

Kegiatan dibuka secara langsung oleh Rektor UAD Dr. Muchlas, M.T. dan dilanjutkan dengan sambutan dekan FKM UAD Rosyidah, S.E., M.Kes., Ph.D. “Kegiatan UPHEC tahun ini berfokus pada isu penguatan sistem surveilans dalam rangka peningkatan sistem dan derajat kesehatan,” ungkap Rosyidah. Ia juga menambahkan bahwa surveilans tidak hanya masalah pengumpulan data, tetapi lebih jauh lagi hasilnya dapat digunakan dalam penyusunan kebijakan dan penanganan permasalahan kesehatan yang tepat.

Konferensi tersebut berhasil mendapat kehormatan dengan mengundang 7 pakar dari dalam dan luar negeri untuk menjadi narasumber. Pembicara utama adalah Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D. selaku Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Sementara itu, tiga pembicara luar negeri adalah Prof. Dr. Wongsa Laohasiriwong (Khon Kaen University, Thailand), Prof. Guy Daly (British University, Egypt), dan Prof. Lisa McKenna (La Trobe University, Australia).

Sedangkan untuk pembicara dari Indonesia adalah Setyarni Hestu Lestari, S.K.M., M.Kes. (Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta), Dr. dr. Andaru Dahesihdewi, M.Kes., Sp.PK(K). (Ketua Komite PPI RSUP dr, Sardjito), dan Ciptasari Prabawanti, S.Psi., M.Sc., Ph.D. (perwakilan akademisi dan praktisi di UAD).

Muhammad Syamsu Hidayat, S.E., M.Sc., Ph.D. selaku Ketua Panitia UPHEC 2022 menjelaskan bahwa kegiatan ini sedikit berbeda dari tahun sebelumnya karena hanya berlangsung satu hari dan fokus pada pemaparan pakar terkait kebijakan serta best practice surveilans kesehatan. “Dengan tema yang diusung, terdapat dua subtopik yaitu penguatan kebijakan kesehatan dan contoh pelaksanaan surveilans di beberapa negara serta institusi kesehatan,” tandas Syamsu.

UPHEC ke-7 ini diikuti oleh 415 peserta dari dalam dan luar sivitas akademika UAD. Mereka berasal dari berbagai kalangan seperti mahasiswa, dosen, ilmuwan, praktisi, perwakilan organisasi profesi kesehatan, petugas kesehatan dari puskesmas dan rumah sakit, serta masih banyak lagi. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan surveilans yang baik dan menguatkan kebijakan kesehatan yang kita miliki. (tsa)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Prof.-dr.-Ali-Ghufron-Mukti-M.Sc_.-Ph.D.-Direktur-Utama-BPJS-Indonesia-pada-UPHEC-ke-7-Fakultas-Kesehatan-Masyarakat-FKM-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Istimewa.jpg 979 1483 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-10-31 08:38:392022-10-31 08:39:13FKM UAD Adakan Konferensi Internasional UPHEC ke-7

Filosofi Logo P2K FKM UAD

15/09/2022/in Terkini /by Ard

Logo Program Pengenalan Kampus (P2K) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Gambar: Istimewa)

Program Pengenalan Kampus (P2K) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) tahun 2022 diselenggarakan pada 12‒18 September 2022. Kegiatan ini merupakan sarana bagi Dahlan Muda untuk lebih mengenal kehidupan kampus dan berbagai seluk-beluknya. Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) sebagai salah satu fakultas yang ada di UAD juga turut berpartisipasi dalam gelaran ini. Panitia P2K FKM secara resmi merilis logo P2K FKM UAD pada 21 Agustus 2022 melalui akun Instagram @p2kfkmuad.

Untuk merepresentasikan visi dan misinya dalam P2K 2022, FKM memiliki logo yang di dalamnya terkandung makna filosofis. Pertama, palang kesehatan atau health cross sebagai simbol kesehatan dan bentuk memberdayakan Sumber Daya Manusia (SDM) guna mencegah dan melindungi derajat kesehatan manusia. Kedua, manusia melambangkan makhluk sosial yang dapat menghargai juga memahami sesama, serta dapat menciptakan SDM yang bertanggung jawab dan berkualitas dengan pola pikir yang inovatif maupun kreatif dalam mengembangkan sains dan teknologi di bidang kesehatan. Ketiga, daun semanggi melambangkan cinta kasih tanpa batas dan memancarkan kesejukan yang menghidupkan lingkungan sekitarnya.

Kemudian terdapat juga warna ungu dalam logo P2K FKM UAD yang melambangkan spiritualitas serta mendorong kreativitas dan imajinasi dalam meningkatkan perkembangan teknologi maupun komunikasi di bidang kesehatan masyarakat.

Terakhir, warna oranye bermakna kehangatan, keceriaan, serta optimisme untuk berkolaborasi bersama masyarakat mengembangkan ekologi khususnya di lingkungan healthy city. (frd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Logo-Program-Pengenalan-Kampus-P2K-Fakultas-Kesehatan-Masyarakat-FKM-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Farida.png 1080 1080 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-09-15 10:34:102022-09-15 10:34:10Filosofi Logo P2K FKM UAD

Upaya FKM UAD Tingkatkan Kesehatan Pasca-Pandemi

03/08/2022/in Terkini /by Ard

Reuni akbar milad ke-20 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Raihan)

Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar acara reuni akbar milad ke-20 dengan tajuk “Tantangan Tenaga Kesehatan Masyarakat dalam Pembangunan Masyarakat Sehat Pasca-Pandemi di Indonesia”. Acara ini berlangsung pada Sabtu, 23 Juli 2022, melalui platform Zoom Meeting dan YouTube FKM.

Dalam sambutan yang diberikan oleh ketua panitia milad FKM ke-20, Ns. Nurul Kodriati S.Kep., M.Med.Sc. Ph.D. menjelaskan, “perayaan milad telah dilaksanakan bulan Mei lalu, yang puncaknya diadakan di Pantai Parangtritis tepatnya di Laguna View. Berbagai rangkaian acara menjadi bukti bahwa FKM bisa memberikan manfaat kepada masyarakat.”

FKM bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kota Bantul untuk mewujudkan visi dan misi perayaan milad, yaitu memberikan banyak manfaat kepada masyarakat. Adapun rangkaian acara yang diadakan yakni bazar makanan oleh Program Studi (Prodi) Gizi UAD, berbagai perlombaan, layanan kesehatan, dan edukasi kepada masyarakat yang memiliki rumah makan.

“Edukasi yang diberikan di antaranya aspek Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dalam kesehatan masyarakat, sanitasi, dan higienis dalam produk olahan mereka. Aspek tersebut akan terus dikembangkan guna menjaga kesehatan masyarakat dalam cakupan kuliner pascapandemi Covid-19,” jelas Nurul.

“Kami memiliki tagline tahun 2024 FKM UAD sudah memiliki gelar zero master yang diberikan kepada dosen saat studi lanjut. Harapannya dapat memberikan kontribusi lebih cepat dalam perkembangan kesehatan, khususnya dalam paradigma dunia kesmas, gizi, dan K3, yang membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) lebih mumpuni,” kata Lina Handayani, S.K.M., M.Kes., Ph.D. dekan FKM UAD periode 2018-2022.

Kolaborasi yang akan dilakukan untuk memenuhi target SDM kesehatan masyarakat yakni bekerja sama dengan berbagai institusi alumni FKM yang ada di seluruh Indonesia dan di luar negeri. Dalam sambutan yang diberikan, Lina Handayani berharap FKM UAD akan menjadi kiprah bagi semua institusi di Indonesia. Saat ini kolaborasi yang telah terwujud adalah profesi akademisi dalam pengembangan jurnal kesmas menuju level internasional.

“Pembangunan kesehatan nasional merupakan permasalahan cukup serius yang dialami oleh Indonesia. Upaya yang dilakukan harus memiliki potensi yang bagus untuk dapat keluar dari permasalahan kesehatan. Dari dua belas masalah yang telah dikelompokkan, permasalahan yang cukup serius bagi Indonesia yakni pencegahan dan pengendalian penyakit menular. Sebab masyarakat Indonesia sering menyepelekan permasalahan kecil yang dampaknya akan membesar,” jelas Henny Surendra, S.K.M., M.P.H., Ph.D., FRSPH.

Lebih lanjut ia menambahkan, arah kebijakan dan strategi nasional pembangunan kesehatan tahun 2020 hingga 2024 memiliki tujuan untuk mencapai cakupan kesehatan semesta, salah satunya dengan penguatan pelayanan kesehatan dasar. Adanya arahan yang diberikan merupakan upaya dalam meningkatkan kualitas SDM dalam bidang pelayanan kesehatan. Untungnya, masyarakat telah memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan sehingga dalam dunia kesehatan memiliki budaya gerakan masyarakat hidup sehat (Germas).

“Dampak pandemi terhadap penyakit menular di Indonesia telah menjadi permasalahan serius bagi kesehatan masyarakat. Salah satu dampak yang diberikan berupa penurunan kunjungan fasilitas kesehatan. Tidak hanya itu, penurunan ini disebabkan oleh kualitas tenaga kesehatan yang masih belum maksimal. Saat ini upaya yang dilakukan yakni memberikan arahan kepada tenaga kesehatan dalam penanggulangan penyakit menular, salah satunya menggunakan masker dan sering mencuci tangan,” tutup Henny Surendra. (rai)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Reuni-akbar-milad-ke-20-FKM-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Raihan.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-08-03 10:08:592022-08-03 10:08:59Upaya FKM UAD Tingkatkan Kesehatan Pasca-Pandemi

Diskusi Panel Interprofessional Education

11/04/2022/in Terkini /by Ard

dr. Leonny Dwi Rizkita, M. Biomed. Pemateri Diskusi Panel Interprofessional Education oleh Faultas Kedokteran, FKM, dan Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Farida)

Terdapat peran dan tanggung jawab profesi kedokteran dalam Interprofessional Education (IPE). Domain dari IPE yaitu teamwork, attitudes, responsibilities, communication, learning, dan person-centred care. Hal inilah yang dibahas dr. Leonny Dwi Rizkita, M. Biomed. dalam kolaborasi antara Fakultas Farmasi, Fakultas Kedokteran, dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ketika mengadakan diskusi panel dengan tajuk “Interprofessional Education” pada Sabtu, 9 April 2022.

Selain Leonny, acara yang digelar secara daring melalui platform Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube FKM UAD Official ini menghadirkan dua pembicara lainnya yang ahli di bidangnya. Mereka adalah apt. Putri Rachma Novitasari, M.Pharm. Sci. dan Ahmad Faizal Rangkuti, S.K.M., M.Kes.

“Roles and responsibilities, secara umum diartikan, sebagai tim harus melakukan pengawasan kesehatan dan pencegahan penyakit, penelitian perawatan kesehatan (penelitian medis), rehabilitasi, pendidikan penyedia layanan kesehatan (dokter, perawat, ahli gizi, pekerja sosial, dll.), serta melakukan penyelidikan, diagnosis, dan perawatan orang sakit maupun terluka tidak bisa dilakukan seorang diri tanpa bantuan tim. Oleh karena itu diperlukan belajar dan memahami peran profesi masing-masing agar dalam melayani pasien bisa secara maksimal,” ujar Leonny.

Ethical practice, masing-masing profesi harus memiliki dan mengetahui kode etiknya, seperti halnya kode etik dokter yang tertera pada UU RI No. 29 tahun 2002 tentang Praktik Kedokteran. Dalam menghadapi resolusi konflik, hal-hal yang harus diperhatikan dalam IPE yaitu beri nama masalah dan taruh di atas meja kemudian bersama-sama mengidentifikasi kemungkinan penggerak konflik, mengidentifikasi kepentingan dan tujuan bersama, bersama-sama mencari solusi yang memungkinkan, memastikan solusi memenuhi kepentingan masing-masing pihak, serta mencapai kesepakatan tentang solusi dan cara bertindak.

“Communication juga menjadi hal yang penting dalam kesuksesan kerja sama. Pada dasarnya tidak mungkin semua hal akan dikerjakan sendiri tanpa adanya komunikasi dengan yang lain. Tak hanya itu, kolaborasi dan kerja sama dalam IPE menjadi peran yang utama,” tambahnya.

Lebih lanjut, Putri menyampaikan mengenai peran dan tanggung jawab profesi Farmasi dalam IPE. Sebagai calon praktisi kesehatan diharapkan kita mengetahui apa yang dimaksud dengan tim kolaborasi dan kerja sama tim yang efektif untuk menghadapi tantangan di zaman modern ini. Permasalahan yang sering terjadi dalam IPE yaitu masalah komunikasi dan sering memicu medication eror.

“Program IPE dalam disiplin ilmu Farmasi memiliki peranan yang sangat penting tidak hanya dalam hal pelayanan obat kepada pasien atau pada tim multidisiplin profesi, tetapi juga sangat memiliki peranan penting dalam dunia pendidikan. Ada berbagai keuntungan yang dapat diperoleh dari model IPE, di antaranya membantu mempersiapkan mahasiswa pendidikan kesehatan untuk mampu terlibat dan berkontribusi secara aktif dalam memecahkan permasalahan (problem solving), serta dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.”

Ia menambahkan, “Peran dan tanggung jawab Farmasi dalam IPE yaitu professional awareness, professional recognition, exploration and trial, professional relation expansion, dan commitment to the collaborative working relationship. Komunikasi dalam kolaborasi merupakan unsur penting untuk meningkatkan kualitas perawatan dan keselamatan pasien, karena dapat melibatkan tumpang tindih terjadinya konflik interprofesional dan juga keterlambatan pemeriksaan jika terdapat salah komunikasi dalam kolaborasi tenaga kesehatan.”

Sementara itu, Ahmad selaku pemateri ketiga menyampaikan mengenai peran dan tanggung jawab ahli Kesehatan Masyarakat dalam IPE. Peran tenaga ahli Kesehatan Masyarakat di masyarakat di antaranya pemberantasan penyakit menular dan tidak menular, perbaikan sanitasi lingkungan tempat-tempat umum, perbaikan lingkungan pemukiman, pemberantasan vektor, pendidikan atau penyuluhan kesehatan masyarakat, pelayanan ibu dan anak, pembinaan gizi masyarakat, pengawasan sanitasi tempat-tempat umum, pengawasan obat dan minuman, serta pembinaan peran masyarakat.

“Apa yang kita dilakukan dalam kolaborasi IPE ini tidak terlepas dari perintah Allah Swt. yaitu kita diciptakan dari berbagai suku, bangsa, agar saling mengenal. Apabila kita jabarkan lebih luas, kita diciptakan dari berbagai profesi untuk lebih saling mengenal dan kita dianjurkan untuk fastabiqul khairat saling berlomba dalam kebaikan. IPE dalam kerja sama meningkatkan kesehatan masyarakat melalui kolaborasi ini merupakan sunah dan suatu perintah dari Allah Swt. sehingga tidak ada alasan untuk bersikap egois dalam profesi masing-masing, karena sesungguhnya setiap profesi itu mulia,” tutup Ahmad.

Terakhir, dari diskusi panel Interprofessional Education, mahasiswa diminta untuk membuat esai mengenai IPE kemudian dipresentasikan dalam pertemuan diskusi selanjutnya. (frd)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/dr.-Leonny-Dwi-Rizkita-M.-Biomed-sedang-memaparkan-materi-dalam-Diskusi-Panel-Interprofessional-Education.-foto-Farida.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-04-11 09:27:452022-04-11 09:28:17Diskusi Panel Interprofessional Education

General Lecture Interprofessional Education

29/03/2022/in Terkini /by Ard

dr. Barkah Djaka Purwanto, Sp. PD-KGH FINASIM Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan (UAD) memaparkan materi pada Kuliah Umum Interprofessional Education (Foto: Farida)

Kolaborasi antara Fakultas Farmasi, Fakultas Kedokteran, dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan kuliah umum dengan tajuk “Interprofessional Education” pada Sabtu, 26 Maret 2022. Acara digelar secara daring melalui platform Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Farmasi UAD. Hadir sebagai pemateri adalah dr. Barkah Djaka Purwanto, Sp. PD-KGH. FINASIM. selaku dosen Fakultas Kedokteran UAD.

Dwi Utami, S.Si., M.Si., Apt. selaku Kepala Program Studi Sarjana Farmasi UAD menyampaikan, kolaborasi ini akan menjadi suatu motor penggerak, tempat antara satu mahasiswa dengan yang lain dapat saling mengenal, kolaborasi, juga menginisiasi kegiatan lain yang diminati. Kolaborasi sangat penting di lingkup kesehatan, karena akan saling berinteraksi pada saat dunia kerja.

Lebih lanjut, Barkah menyampaikan Interprofessional Education (IPE) merupakan praktik kolaborasi antara dua atau lebih profesi kesehatan yang saling mempelajari peran masing-masing profesi kesehatan dan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kolaborasi dan kualitas pelayanan kesehatan. IPE menjadi suatu metode pembelajaran yang interaktif dan berbasis kelompok untuk menciptakan suasana belajar kolaborasi untuk mewujudkan praktik kolaborasi di lapangan kerja. IPE akan terjadi ketika anggota dari dua atau lebih profesi belajar tentang dan dari satu sama lain.

“Mahasiswa yang mendapatkan IPE kemungkinan lebih memahami peran dan tanggung jawab antar profesi, karena akan memahami peran masing-masing. Kompetensi yang menjadi dasar IPE yaitu nilai atau etika dalam praktik, peran atau tanggung jawab, komunikasi antarprofesi serta tim, dan kerja sama,” papar Barkah.

Aktor yang dapat berkecimpung untuk mengimplementasikan IPE yaitu pemimpin di bidang kesehatan dan pendidikan, mahasiswa dan profesional kesehatan yang berkomitmen, pendidik serta individu, dan komunitas atau masyarakat. Manfaat IPE dalam kemajuan menuju universal health yaitu untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan akses keprofesian kesehatan, meningkatkan kepercayaan pada profesional kesehatan, pengurangan biaya perawatan kesehatan, meningkatkan praktik, dan produktivitas di tempat kerja.

Terakhir Barkah berharap dengan adanya kuliah umum ini dapat mengantarkan mahasiswa menjadi manusia yang holistik dalam menangani semua kasus di masyarakat. (frd)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/dr.-Barkah-Djaka-Purwanto-Sp.-PD-KGH-FINASIM-selaku-Dosen-Fakultas-Kedokteran-Universitas-Ahmad-Dahlan-sedang-memaparkan-materi-pada-Kuliah-Umum-Interprofessional-Education.-Foto-Farida.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-03-29 08:36:292022-03-29 08:36:29General Lecture Interprofessional Education
Page 15 of 15«‹131415

TERKINI

  • Tim ORIVAGO UAD Lolos Pendanaan P2MW, Kembangkan Suplemen Alami untuk Kesehatan Ayam13/08/2026
  • Tim REGENOCA UAD Manfaatkan Bahan Alami untuk Membuat Obat Luka Bakar13/08/2026
  • UAD dan Universiti Malaysia Pahang Jalankan Student Mobility Program12/08/2026
  • Mahasiswa Farmasi UAD Perluas Wawasan Global melalui Summer Program di Taiwan12/08/2026
  • Tim PKM RE UAD Buat Nanogel dari Ikan Gabus dan Aloe vera untuk Luka Bakar12/08/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Lomba Baca Puisi Dahlan Culture Festival 202608/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Cakrawala National Essay Competition31/07/2026
  • Tim BEKAMIE UAD Raih Juara 2 pada Ajang Studentpreneur Bootcamp 202629/07/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara 2 Lomba Video Kreatif Dahlan Culture Festival 202628/07/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara III Monolog pada PEKSIMIPROV DIY 202628/07/2026

FEATURE

  • Belajar Tak Pernah Usai13/08/2026
  • Dari Titik yang Tertinggal, Fikrotus Shofiyah Menemukan Jalannya13/08/2026
  • Menjadi Versi Terbaik Melalui Ketekunan13/08/2026
  • Membangun Masa Depan dari Setiap Pengalaman12/08/2026
  • Di Balik Prestasi, Ada Proses yang Tak Pernah Berhenti12/08/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top