• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Wujudkan Posyandu Digital, PPK Ormawa IMM FKM UAD Dampingi Kader Korowelang Gunakan SI-WARAS

14/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim PPK Ormawa IMM FKM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) merealisasikan kegiatan Pitutur Waras (Foto. Tim PPK Ormawa FKM UAD)

Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) merealisasikan kegiatan “Pitutur Waras”. Kegiatan yang menjadi bagian dari implementasi Program HAMEMAYU WARASING DESA ini diselenggarakan di Posyandu Padukuhan Korowelang, Kalurahan Caturharjo, pada Senin, 10 Agustus 2026.

Kegiatan ini berfokus pada penerapan sistem pelayanan kesehatan masyarakat yang terintegrasi melalui konsep One Stop Service. Melalui sistem ini, seluruh tahapan pelayanan Posyandu yang meliputi pendaftaran, pemeriksaan, pencatatan, edukasi, hingga konseling dilebur ke dalam satu alur pelayanan yang utuh. Pelaksanaannya dilakukan langsung oleh kader kesehatan Padukuhan Korowelang dengan pendampingan melekat dari Tim PPK Ormawa IMM FKM UAD 2026.

Alur kegiatan dimulai dari proses pendaftaran peserta oleh kader kesehatan, yang kemudian langsung diarahkan untuk mengikuti rangkaian pelayanan terintegrasi. Pada tahap pemeriksaan, setiap hasil pengukuran kesehatan dicatat secara sistematis menggunakan Kartu Jati Waras sebagai media pencatatan pelayanan kesehatan peserta.

Tidak berhenti pada pencatatan manual, data hasil pelayanan dan pemeriksaan dari Kartu Jati Waras kemudian diinput dan didokumentasikan secara digital menggunakan aplikasi SI-WARAS (Sistem Informasi Warasing Desa). Langkah digitalisasi pencatatan data kesehatan ini bertujuan agar data terdokumentasi lebih terstruktur, sehingga dapat dimanfaatkan dalam proses pemantauan dan evaluasi kesehatan masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, Tim PPK Ormawa IMM FKM UAD memberikan pendampingan kepada kader untuk memastikan penerapan alur One Stop Service, penggunaan Kartu Jati Waras, dan pencatatan data melalui SI-WARAS berjalan sesuai alur yang dikembangkan.

Berdasarkan hasil pelaksanaan, para kader kesehatan terbukti mampu menerapkan alur pelayanan One Stop Service secara terintegrasi. Kader kesehatan juga memperoleh pengalaman dalam mengintegrasikan pelayanan langsung dengan pencatatan kesehatan berbasis digital. Pelaksanaan kegiatan Pitutur Waras ini menjadi salah satu bentuk implementasi nyata Program HAMEMAYU WARASING DESA dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat berbasis kader yang terintegrasi dan berkelanjutan. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-PPK-Ormawa-IMM-FKM-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-merealisasikan-kegiatan-Pitutur-Waras-Foto.-Tim-PPK-Ormawa-FKM-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-14 09:00:132026-08-20 14:31:47Wujudkan Posyandu Digital, PPK Ormawa IMM FKM UAD Dampingi Kader Korowelang Gunakan SI-WARAS

Tim REGENOCA UAD Manfaatkan Bahan Alami untuk Membuat Obat Luka Bakar

13/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim PKM RE Universitas Ahmad Dahlan (UAD) manfaatkan bahan alami untuk membuat obat luka bakar (Foto. Tim PKM RE UAD)

Di balik kekayaan hayati Indonesia, tersimpan beragam bahan alam yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi inovasi kesehatan. Ikan gabus (Channa striata) dan lidah buaya (Aloe vera) menjadi dua bahan yang menarik perhatian mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) untuk dikembangkan sebagai bagian dari inovasi dalam mendukung proses regenerasi kulit pada kasus luka bakar.

Albumin yang terdapat pada ikan gabus dikenal memiliki peran dalam proses pembentukan dan perbaikan jaringan. Sementara itu, Aloe vera memiliki berbagai senyawa bioaktif dengan aktivitas antiinflamasi dan antioksidan serta kemampuan membantu menjaga kelembapan kulit. Potensi dari kedua bahan alam tersebut kemudian dipadukan dalam satu inovasi nanogel yang dikembangkan oleh mahasiswa UAD.

Melalui penelitian berjudul “Inovasi Nanogel Kombinasi Albumin Channa striata dengan Ekstrak Aloe vera untuk Menstimulasi Regenerasi Sel Dermal Kasus Luka Bakar Secara In Vivo,” Tim REGENOCA berupaya menghadirkan pendekatan baru dalam pemanfaatan bahan alam Indonesia. Kombinasi tersebut diharapkan dapat memberikan potensi sinergis dalam mendukung proses regenerasi sel dermal pada jaringan kulit yang mengalami luka bakar.

Inovasi ini dikembangkan oleh Tim REGENOCA, yang terdiri atas Yurika Shifa Tuzzahra, Nurmala Ayu Azzahra, Shasqik Alfida Danin Djati Wicaksana, dan Berliana Putri Rahmadani dari Fakultas Farmasi, serta Nanda Putri Kinasih dari Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi Terapan UAD. Penelitian ini berada di bawah bimbingan Haris Setiawan, S.Pd., M.Sc., dosen Fakultas Sains dan Teknologi Terapan UAD. Penelitian ini dilaksanakan pada Mei hingga Agustus 2026.

Bukan hanya sekadar memadukan dua bahan alam, penelitian ini menjadi upaya untuk mengangkat potensi sumber daya hayati Indonesia ke dalam pengembangan sediaan farmasi berbasis teknologi modern. Integrasi albumin Channa striata dan ekstrak Aloe vera dalam bentuk nanogel diharapkan dapat membuka peluang pengembangan inovasi baru dalam mendukung proses penyembuhan dan regenerasi jaringan kulit.

Melalui kolaborasi lintas disiplin antara Fakultas Farmasi dan Fakultas Sains dan Teknologi Terapan, Tim REGENOCA berharap inovasi ini dapat menjadi salah satu langkah menuju pemanfaatan bahan alam Indonesia yang lebih optimal di bidang kesehatan. Penelitian ini juga diharapkan dapat mendorong lahirnya inovasi farmasi yang tidak hanya memanfaatkan kekayaan hayati lokal, tetapi juga dikemas menggunakan pendekatan teknologi modern. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-PKM-RE-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-manfaatkan-bahan-alami-untuk-membuat-obat-luka-bakar-Foto.-Tim-PKM-RE-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-13 08:58:562026-08-20 14:31:18Tim REGENOCA UAD Manfaatkan Bahan Alami untuk Membuat Obat Luka Bakar

Ayah Terlibat, Anak Sehat: UAD Edukasi Keluarga Cegah Stunting

11/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Mahasiswa Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat (MKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Tim MKM UAD)

Mahasiswa Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat (MKM) Peminatan Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan edukasi pencegahan stunting melalui Program “Suamiku Terbaik” di RW 10 Jogokaryan, Kelurahan Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Sabtu, 13 Juni 2026. Kegiatan yang menjadi bagian dari Praktik Kerja Lapangan (PKL) Promosi Kesehatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pentingnya keterlibatan ayah dalam mendukung tumbuh kembang balita sebagai upaya pencegahan stunting.

Program ini dilaksanakan oleh Muhammad Mirza Nuraikan, Alfi Hamduna, Erlina Sari Pujirahayu, dan Endang Widilestari di bawah bimbingan Dr. Heni Trisnowati, S.KM., M.P.H. Melalui pendekatan promosi kesehatan berbasis keluarga, mahasiswa mengajak masyarakat memahami bahwa pencegahan stunting memerlukan peran aktif ayah dan ibu dalam pengasuhan, pemenuhan gizi, pemantauan tumbuh kembang anak, serta penciptaan lingkungan rumah yang sehat.

Edukasi diberikan kepada ibu yang memiliki balita menggunakan media presentasi PowerPoint. Materi yang disampaikan mencakup pengertian stunting, faktor penyebab, dampaknya terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, pentingnya gizi seimbang, pemantauan berat dan tinggi badan, hingga peran ayah dalam mendukung kesehatan anak.

Penyampaian materi dilakukan melalui ceramah interaktif dan diskusi sehingga peserta dapat berbagi pengalaman sekaligus berkonsultasi mengenai penerapan pencegahan stunting dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan sekaligus mendorong keluarga menerapkan pola pengasuhan yang lebih kolaboratif.

Dalam kegiatan tersebut, tim mahasiswa juga menekankan bahwa keterlibatan ayah dapat dimulai dari aktivitas sederhana yang dilakukan secara konsisten di rumah, seperti mendampingi anak saat makan, membantu menyediakan makanan bergizi, bermain bersama anak, membantu ibu dalam pengasuhan, mengetahui jadwal Posyandu, serta memperhatikan hasil pemantauan pertumbuhan balita. Ayah juga didorong untuk berperan aktif dalam pengambilan keputusan terkait kesehatan dan kebutuhan anak.

Selain itu, peserta diedukasi mengenai pentingnya menciptakan rumah yang sehat dan aman bagi balita, termasuk menghindarkan anak dari paparan asap rokok. Keluarga diajak membangun komitmen bersama agar tidak merokok di dalam rumah maupun di sekitar anak sebagai salah satu langkah menjaga kesehatan balita.

Sebagai tindak lanjut, peserta diperkenalkan dengan Logbook Challenge Ayah, yaitu media pendukung Program “Suamiku Terbaik” yang berisi berbagai aktivitas yang dapat dilakukan ayah bersama anak dan keluarga. Logbook tersebut diharapkan membantu keluarga membangun kebiasaan positif secara bertahap sekaligus memantau keterlibatan ayah dalam pengasuhan.

Pelaksanaan kegiatan didukung melalui koordinasi dengan Ketua RW 10 Jogokaryan, Puskesmas Mantrijeron, Kelurahan Mantrijeron, kader Posyandu, serta kelompok PKK. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pesan kesehatan sekaligus mendukung penerapan pengasuhan bersama di lingkungan masyarakat.

Melalui kegiatan PKL ini, mahasiswa UAD menunjukkan komitmennya menghadirkan promosi kesehatan yang aplikatif, partisipatif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dosen pembimbing, Dr. Heni Trisnowati, S.KM., M.P.H., turut mendukung pelaksanaan program yang mengangkat peran ayah dalam pencegahan stunting. Mahasiswa berharap semakin banyak keluarga memahami bahwa keterlibatan ayah merupakan faktor penting dalam mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak sehingga semangat “Ayah Terlibat, Anak Sehat” dapat menjadi kebiasaan positif di tengah masyarakat.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Program-Studi-Magister-Kesehatan-Masyarakat-MKM-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Tim-MKM-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-11 10:22:442026-08-13 08:37:41Ayah Terlibat, Anak Sehat: UAD Edukasi Keluarga Cegah Stunting

PPK Ormawa IMM FKM UAD Gencarkan Penanaman TOGA di Caturharjo

06/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

PPK Ormawa IMM FKM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) gencarkan penanaman TOGA di Caturharjo (Foto. PPKO IMM FKM UAD)

Rangkaian kegiatan Pelita Kader yang diinisiasi oleh Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) resmi berakhir. Pertemuan ke-7 Pelita Kader ini sebagai penutup, kegiatan ini diselenggarakan di Balai Desa Kalurahan Caturharjo pada Sabtu, 1 Agustus 2026.

Kegiatan pamungkas ini mengangkat tema “Kesehatan Lingkungan: Menjaga Lingkungan, Menjaga Kesehatan Jiwa”. Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman kader mengenai keterkaitan erat antara lingkungan yang sehat, pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA), dan kesehatan jiwa sebagai langkah preventif pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM).

Acara ini dihadiri oleh Lurah Caturharjo H. Wasdiyanto, S.Si., Dosen Pendamping PPK Ormawa IMM FKM UAD Drs. Hadi Sasongko, M.Si., para kader kesehatan, dan Tim PPK Ormawa IMM FKM UAD. Dalam sambutannya, H. Wasdiyanto menyampaikan apresiasi tinggi atas berbagai inovasi pemberdayaan yang telah dilakukan mahasiswa. Beliau menaruh harapan besar agar keterampilan dan inovasi yang telah diberikan dapat menjadi program yang berkelanjutan di Caturharjo.

Memasuki sesi materi, peserta mengikuti pre-test sebelum mendengarkan pemaparan dari Drs. Hadi Sasongko, M.Si. Materi yang disampaikan menyoroti pentingnya menjaga kesehatan lingkungan sebagai penentu derajat kesehatan masyarakat. Beliau juga memaparkan hubungan lingkungan sehat dengan kesehatan jiwa, manfaat penghijauan, serta pemanfaatan TOGA sebagai pendukung pencegahan penyakit tidak menular.

Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif selama tujuh pertemuan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat penghargaan secara simbolis kepada perwakilan kader oleh Lurah Caturharjo dan Dosen Pendamping.

Momen puncak kegiatan ini ditandai dengan serah terima bibit TOGA dari Tim PPK Ormawa IMM FKM UAD kepada Pemerintah Kalurahan Caturharjo. Selanjutnya, H. Wasdiyanto mendistribusikan bibit tersebut secara simbolis kepada perwakilan kader dari 14 padukuhan.

Tidak sekadar seremonial, kegiatan ditutup dengan aksi nyata. Sebagai tindak lanjut, mahasiswa bersama kader langsung melaksanakan penanaman bibit TOGA di pekarangan rumah kader di 14 padukuhan dengan pendampingan melekat. Aksi penanaman ini menjadi wujud implementasi nyata dalam menciptakan lingkungan Caturharjo yang sehat, hijau, dan produktif secara berkelanjutan. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/PPK-Ormawa-IMM-FKM-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-gencarkan-penanaman-TOGA-di-Caturharjo-Foto.-PPKO-IMM-FKM-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-06 09:50:532026-08-10 10:40:34PPK Ormawa IMM FKM UAD Gencarkan Penanaman TOGA di Caturharjo

Gerakan Shadaqah Sampah: Ikhtiar Muhammadiyah Menjaga Kesehatan Lingkungan

03/08/2026/in Feature /by Ard

Nur Aina Azizah., S.K.M., Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD)

Penulis Nur Aina Azizah., S.K.M.

Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD)

Sampah masih menjadi salah satu persoalan kesehatan lingkungan yang paling nyata di Indonesia. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah dapat mencemari sungai, menyumbat saluran air, dan meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk diare dan demam berdarah. Karena itu, persoalan sampah tidak lagi bisa dipandang sekadar urusan kebersihan, melainkan sudah menyangkut kesehatan masyarakat secara luas.

Persoalan sampah sesungguhnya bukan hanya berkaitan dengan kemampuan mengelola limbah, tetapi juga cara pandang manusia terhadap lingkungan. Selama sampah dianggap sebagai sesuatu yang selesai ketika dibuang, persoalan itu akan terus berulang. Yang dibutuhkan bukan sekadar teknologi, melainkan perubahan perilaku.

Di tengah persoalan tersebut, Muhammadiyah menghadirkan ikhtiar yang berbeda melalui Gerakan Shadaqah Sampah Berbasis Eco-Masjid Indonesia. Dalam gerakan ini, sampah tidak dipandang semata-mata sebagai limbah, melainkan dikumpulkan, dipilah, dan dijual, lalu hasilnya disalurkan untuk kegiatan sosial serta pemberdayaan umat.

Gerakan yang dirintis Ananto Isworo sejak 2013 di Bantul, Yogyakarta, ini kembali mendapat sorotan setelah ia dianugerahi Kalpataru 2026 kategori Perintis Lingkungan. Penghargaan tertinggi pemerintah di bidang lingkungan hidup itu menegaskan bahwa pendekatan berbasis masjid ini bukan sekadar gagasan, melainkan ikhtiar nyata yang memberi dampak.

Cara kerjanya sederhana. Warga memilah sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan kaleng dari rumah, lalu membawanya ke masjid sebagai bentuk shadaqah. Dari titik kumpul yang sederhana itulah gerakan ini tumbuh dan meluas ke berbagai daerah.

Menurut Ananto, sebagaimana dikutip dari Muhammadiyah.or.id, pendekatan penanganan sampah dapat dilakukan melalui jalur keagamaan dan rumah ibadah. Ia menyebut gerakan ini telah direplikasi oleh ratusan komunitas, dengan sekitar 532 komunitas di Bantul dan menyebar hingga sekitar 300 masjid di seluruh Indonesia.

Bagi Muhammadiyah, menjaga lingkungan bukan sekadar persoalan teknis kesehatan, melainkan bagian dari ibadah, amanah, dan tanggung jawab moral manusia sebagai khalifah di bumi. Lingkungan yang sehat diyakini menjadi kunci lahirnya masyarakat yang sehat pula, sehingga nilai-nilai Islam perlu hadir dalam perilaku nyata, mulai dari pengelolaan sampah, kebersihan udara, sanitasi, hingga pencegahan pencemaran.

Yang membuat gerakan ini istimewa adalah Landasan nilainya. Dalam Islam, shadaqah tidak selalu berbentuk uang; setiap kebaikan yang memberi manfaat bagi orang lain juga bernilai shadaqah. Karena itu, memilah sampah dan merawat lingkungan dapat dipahami sebagai amal saleh. Dakwah pun tidak berhenti di mimbar, tetapi hadir melalui tindakan nyata yang manfaatnya langsung dirasakan warga.

Muhammadiyah menjadikan masjid sebagai pusat gerakan karena tempat inilah yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat. Dari sana lahir kebiasaan baru seperti memilah sampah dari rumah, membawanya ke masjid, lalu bersama-sama membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah.

Dampaknya tidak hanya terasa pada aspek lingkungan. Hasil penjualan sampah di berbagai daerah dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan remaja masjid, membantu biaya pendidikan anak-anak, hingga membiayai program sosial. Di sejumlah komunitas, penggunaan mesin pencacah sampah juga meningkatkan nilai jual sampah sehingga manfaat ekonominya semakin besar.

Dari sisi kesehatan lingkungan, gerakan ini membantu menekan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir atau mencemari sungai. Gerakan ini juga membiasakan warga memilah sampah sejak dari sumbernya, sebuah langkah kecil yang menjadi fondasi penting dalam sistem pengelolaan sampah berkelanjutan.

Dalam perspektif kesehatan masyarakat, pengelolaan sampah sejak dari sumber merupakan salah satu strategi promotif dan preventif yang efektif. Ketika masyarakat terbiasa memilah sampah dari rumah, risiko pencemaran lingkungan dapat ditekan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Ananto sendiri menegaskan bahwa penghargaan bukanlah tujuan utama. Baginya, semua ini dijalankan karena “bumi adalah amanah dari Allah yang harus dijaga”. Dari selembar kardus bekas hingga botol plastik yang dipilah, gerakan ini membuktikan bahwa dakwah bisa hadir lewat aksi sederhana: mengubah sampah menjadi shadaqah, sekaligus mengubah kepedulian lingkungan menjadi budaya hidup yang diakui secara nasional.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Nur-Aina-Azizah.-S.K.M.-Mahasiswa-Magister-Kesehatan-Masyarakat-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-03 08:49:472026-08-10 10:28:58Gerakan Shadaqah Sampah: Ikhtiar Muhammadiyah Menjaga Kesehatan Lingkungan

Inovasi SI-WARAS Warnai Pembukaan Program PPK Ormawa IMM FKM UAD di Caturharjo

26/06/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

IMM FKM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar acara Sosialisasi dan Pembukaan PPK Ormawa 2026 di Kalurahan Caturharjo (Foto. IMM FKM UAD)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar acara Sosialisasi dan Pembukaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026 di Balai Desa Kalurahan Caturharjo pada Senin, 15 Juni 2026.

Acara ini dihadiri oleh Lurah Caturharjo H. Wasdiyanto, Dosen Pembimbing PPK Ormawa IMM FKM Drs. Hadi Sasongko, M.Si., serta Ketua Program Studi Kesehatan Masyarakat FKM UAD Ahmad Faizal Rangkuti, S.K.M., M.Kes., S.Si. yang hadir mewakili Dekan FKM. Turut hadir pula jajaran perangkat desa, kader kesehatan, dan Tim PPK Ormawa IMM FKM UAD.

Seluruh pihak menyampaikan dukungan penuh terhadap program bertajuk “HAMEMAYU WARASING DESA: Model Desa Sehat Berbasis Kader Berdaya untuk Pengendalian Multirisiko Penyakit Tidak Menular Menuju Caturharjo Sehat”. Program ini diharapkan menjadi wujud nyata kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan.

Selain menyamakan persepsi terkait tujuan, sasaran, dan strategi pelaksanaan program, Tim PPK Ormawa IMM FKM UAD juga memaparkan secara menyeluruh alur implementasi program HAMEMAYU WARASING DESA.

Program tersebut terdiri atas beberapa inovasi utama, yaitu PITUTUR WARAS sebagai pilar edukasi terpadu bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap faktor risiko personal penyakit tidak menular (PTM), One Stop Service (Skrining Terpadu 1 Meja) sebagai sistem pelayanan skrining kesehatan yang terintegrasi dan efisien dalam satu alur pemeriksaan, serta PELITA KADER (Pelatihan Inti Skrining Terpadu Berbasis Simulasi untuk Kader) sebagai upaya penguatan kapasitas kader kesehatan dalam deteksi dini, edukasi, dan monitoring PTM.

Selain itu, tim juga menghadirkan inovasi digital melalui peluncuran Dashboard SI-WARAS (Sistem Informasi Warasing Desa) yang didemonstrasikan sebagai media pencatatan data kesehatan berbasis digital untuk mendukung efektivitas skrining, monitoring, evaluasi, serta pengelolaan data kesehatan masyarakat secara lebih terstruktur, akurat, dan berkelanjutan.

Lurah Caturharjo, H. Wasdiyanto, menyatakan komitmen dan kesiapan kalurahan dalam memfasilitasi program dan mengoordinasikan masyarakat. Dukungan senada juga disampaikan oleh perwakilan kader kesehatan yang menyatakan kesiapannya menjadi mitra utama dalam edukasi dan pendampingan warga di lapangan.

Puncak acara ditandai dengan penandatanganan berita acara dan surat pernyataan dukungan program oleh Lurah Caturharjo H. Wasdiyanto, Ketua Ormawa IMM FKM UAD Abner Alvah Nabilla, Ketua Kader Kesehatan Ibu Siti Aminah, serta Dosen Pembimbing Drs. Hadi Sasongko, M.Si.

Dengan diresmikannya program ini, sinergi berkelanjutan diharapkan dapat segera berjalan untuk menekan angka risiko penyakit tidak menular (PTM) secara masif dan mewujudkan Caturharjo yang sehat secara menyeluruh. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/IMM-FKM-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-menggelar-acara-Sosialisasi-dan-Pembukaan-PPK-Ormawa-2026-di-Kalurahan-Caturharjo-Foto.-IMM-FKM-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-06-26 08:00:562026-06-29 09:41:44Inovasi SI-WARAS Warnai Pembukaan Program PPK Ormawa IMM FKM UAD di Caturharjo

PK IMM FKM UAD Sukses Gelar Darul Arqam Dasar 2026

15/06/2026/in Terkini /by Ard

PK IMM FKM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) gelar darul arqam dasar 2026 (Foto. IMM FKM UAD)

Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan perkaderan utama Darul Arqam Dasar (DAD) pada 4-7 Juni 2026. Agenda kaderisasi formal pertama ini diawali dengan sesi Studium Generale di Auditorium Kampus 3 UAD, kemudian dilanjutkan dengan sesi karantina intensif di SMP Muhammadiyah Pakem.

Kegiatan yang diikuti oleh 27 mahasiswa aktif FKM UAD ini mengusung tema besar “Tumbuh dalam Ikatan, Bergerak untuk Umat, Mewujudkan Kader Pemimpin Berintegritas”. Melalui tema tersebut, DAD kali ini dirancang khusus agar para kader tidak melupakan posisinya sebagai promotor kesehatan yang bertanggung jawab atas peningkatan derajat kesehatan masyarakat di masa depan.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Perkaderan LPSI UAD, Yahya Hanafi, M.Sc., serta dihadiri langsung oleh jajaran Dekanat FKM dan Ketua Umum PC IMM Djazman Al-Kindi. Dalam sambutannya, Dekan FKM UAD, Rosyidah, S.E., M.Kes., Ph.D., memberikan apresiasi tinggi karena kader IMM FKM dikenal tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga pandai berorganisasi serta konsisten mempertahankan prestasi lolos pendanaan PPK Ormawa Kemendiktisaintek.

Pujian senada juga datang dari Ketua PC IMM Djazman Al-Kindi, Ilham Jul Aiman, S.Kom., yang menyebut IMM FKM sebagai role model percontohan karena memiliki gerakan perkaderan yang sangat terstruktur, terarah, dan masif. Menanggapi hal tersebut, Yahya Hanafi berharap agar FKM terus menyusun roadmap perkaderan yang kuat demi melahirkan kader yang teladan dalam aspek akhlak maupun adab.

Selama empat hari masa karantina, para peserta dibekali materi keislaman, kemuhammadiyahan, dan ke-IMM-an yang disampaikan secara interaktif, termasuk oleh Ustaz Budi Jaya Putra, S.Th.I., M.H. pada sesi awal. Selain mendengarkan materi, para kader juga dilatih menganalisis serta menyelesaikan masalah bidang kesehatan lewat forum Focus Group Discussion (FGD) dan disegarkan kembali fokusnya melalui agenda outbound di pagi hari.

Ketua Umum PK IMM FKM UAD, Abner Alvah Nabilla yang akrab disapa Lala, mengungkapkan bahwa output utama dari DAD ini adalah agar peserta memahami secara mendalam arah gerak organisasi. Ia berharap para kader baru mampu menginternalisasi nilai trilogi dan trikompetensi dasar IMM serta tetap menjaga adab dan etika dalam kehidupan bersosialisasi di tengah masyarakat.

“Harapan terbesarnya adalah para kader dapat menjadikan IMM FKM sebagai ruang untuk terus bertumbuh, berproses, dan berprogres tanpa lepas dari ideologi ikatan,” pungkas Lala.

Melalui kelulusan puluhan kader baru ini, IMM FKM UAD optimis dapat terus mencetak kader penggerak yang berkualitas, berintelektualitas, serta siap menjadi pelopor dan penyempurna amanah Muhammadiyah. (Ana)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/PK-IMM-FKM-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-gelar-darul-arqam-dasar-2026-Foto.-IMM-FKM-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-06-15 09:57:072026-06-15 09:57:07PK IMM FKM UAD Sukses Gelar Darul Arqam Dasar 2026

Tim PPK Ormawa IMM FKM UAD Usung Program Desa Sehat di Caturharjo

11/06/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim PPK Ormawa IMM FKM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) usung program desa sehat di Caturharjo (Foto. Ito)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar kegiatan Pembekalan dan Penerjunan Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) tahun 2026. Acara persiapan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Aula Islamic Center UAD Kampus 4 pada Selasa, 9 Juni 2026.

Tahun ini, Tim PPK Ormawa IMM FKM UAD mengusung program bertajuk “HAMEMAYU WARASING DESA: Model Desa Sehat Berbasis Kader Berdaya untuk Pengendalian Multirisiko Penyakit Tidak Menular Menuju Caturharjo Sehat”. Program pengabdian ini difokuskan di Kalurahan Caturharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul.

Kegiatan penerjunan ini turut dihadiri oleh dosen pendamping beserta Tim PPK Ormawa. Dari pihak Kalurahan Caturharjo, hadir pula Kamituwo Caturharjo Agung, Staf Kalurahan Sabani, Ketua Kader Posyandu Tegalayang 10 Aminah, serta Kader Kesehatan Ibu Lies. Bersama Tim PPK Ormawa, mereka melangsungkan sesi diskusi dan koordinasi guna menyamakan persepsi mengenai kebutuhan masyarakat sasaran dan kelancaran pelaksanaan program ke depan.

Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, Pemerintah Kalurahan Caturharjo menyatakan komitmen dan dukungannya untuk memfasilitasi tempat kegiatan yang dibutuhkan selama program berlangsung. Disepakati pula bahwa sasaran utama dari program desa sehat ini mencakup kader kesehatan, masyarakat usia produktif, serta kalangan lansia di Kalurahan Caturharjo.

Dalam pelaksanaannya nanti, Tim PPK Ormawa IMM FKM UAD akan memegang tanggung jawab penuh dalam perencanaan, pendampingan, hingga tahap monitoring dan evaluasi kegiatan. Di sisi lain, pihak kalurahan akan memfasilitasi koordinasi warga, sementara kader kesehatan akan bertindak sebagai mitra pelaksana sekaligus penggerak di lapangan.

Melalui kegiatan pembekalan dan penerjunan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang solid antara mahasiswa UAD dan Pemerintah Kalurahan Caturharjo. Sinergi berkelanjutan ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pengendalian multirisiko penyakit tidak menular secara masif. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-PPK-Ormawa-IMM-FKM-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-usung-program-desa-sehat-di-Caturharjo-Foto.-Ito.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-06-11 09:45:182026-06-17 13:39:20Tim PPK Ormawa IMM FKM UAD Usung Program Desa Sehat di Caturharjo

Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat UAD Dorong Pencegahan Stunting Lewat Konseling Keluarga

13/03/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dorong pencegahan stunting lewat konseling keluarga (Foto. Prodamat UAD)

Menyadari pentingnya upaya pencegahan sejak dini, mahasiswa Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan Program Pemberdayaan Umat (PRODAMAT) di Kelurahan Mantrijeron, Kota Yogyakarta. Program ini difokuskan pada peningkatan pengetahuan keluarga mengenai pencegahan stunting melalui kegiatan konseling keluarga (family counseling) serta edukasi gizi bagi ibu balita.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 23 Januari hingga 13 Februari 2026 di wilayah RW 10, Kelurahan Mantrijeron. Wilayah ini dipilih berdasarkan data dari pihak kelurahan dan puskesmas setempat yang menunjukkan angka kasus stunting lebih tinggi dibandingkan area lainnya. Oleh karena itu, intervensi yang terarah dan intensif dinilai sangat diperlukan untuk meningkatkan kesadaran gizi masyarakat.

Seperti diketahui, stunting masih menjadi salah satu tantangan besar kesehatan masyarakat di Indonesia. Kondisi akibat kekurangan gizi kronis ini tidak hanya membuat tinggi badan anak berada di bawah standar usianya, tetapi juga berisiko memicu gangguan perkembangan kognitif, penurunan daya tahan tubuh, hingga berkurangnya produktivitas di masa depan.

Dalam pelaksanaannya, program PRODAMAT ini melibatkan lima keluarga yang memiliki balita berisiko maupun yang telah terindikasi stunting. Melalui pendekatan kunjungan rumah, tim mahasiswa memberikan edukasi menyeluruh. Materi yang disampaikan meliputi pemahaman dasar stunting, dampaknya terhadap tumbuh kembang anak, pentingnya ASI eksklusif, serta praktik pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tepat.

Selain pemaparan materi, keluarga juga mendapatkan pendampingan langsung dalam pengolahan makanan tambahan bergizi bagi balita. Guna mengukur efektivitas program, para ibu balita diminta mengisi kuesioner sebelum dan sesudah sesi konseling. Hasil evaluasi tersebut menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan. Seluruh peserta yang awalnya memiliki pemahaman terbatas, kini menunjukkan tingkat literasi gizi yang jauh lebih baik terkait stunting.

Selain edukasi, kegiatan ini turut disertai dengan pembagian bahan makanan yang dapat digunakan sebagai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita. Hal ini diharapkan dapat membantu keluarga dalam mempraktikkan langsung ilmu yang telah diperoleh selama konseling.

Program ini membuktikan bahwa pendekatan pemberdayaan keluarga melalui edukasi secara langsung menjadi langkah efektif dalam meningkatkan kesadaran pemenuhan gizi anak. Ke depan, upaya serupa diharapkan dapat terus berjalan secara berkelanjutan melalui sinergi antara masyarakat, tenaga kesehatan, pemerintah, dan institusi pendidikan demi mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Magister-Kesehatan-Masyarakat-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dorong-pencegahan-stunting-lewat-konseling-keluarga-Foto.-Prodamat-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-13 09:34:122026-06-17 13:26:19Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat UAD Dorong Pencegahan Stunting Lewat Konseling Keluarga

Tim MKM FKM UAD Luncurkan Sekolah Lansia BKL SETAMAN

23/02/2026/in Terkini /by Ard

Tim MKM FKM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) luncurkan Sekolah Lansia BKL SETAMAN (Foto. TIM PKL MKM FKM UAD)

Untuk memperkuat pemberdayaan lansia di tingkat komunitas, mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) Magister Kesehatan Masyarakat (MKM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) secara resmi meluncurkan Sekolah Lansia BKL SETAMAN (Bina Keluarga Lansia Sehat, Tangguh, dan Mandiri) RW 10 Jogokariyan, Kemantren Mantrijeron, Kota Yogyakarta pada 10 Februari 2026. Kegiatan peluncuran dilaksanakan secara daring dan luring serta menjadi bagian dari peluncuran sembilan Sekolah Lansia di Kota Yogyakarta.

Inisiatif strategis yang digagas oleh Dr. Heni Trisnowati, S.K.M., M.P.H., bersama empat mahasiswa UAD yaitu Rini Ismiyati (ketua tim), Ghanis Kristia, Lutviyah Nurfath, dan Fitri Rahmayani ini membantu mahasiswa dalam mengintegrasikan teori promosi kesehatan mulai dari analisis situasi, pemetaan pemangku kepentingan, hingga strategi keberlanjutan program secara sistematis dan berbasis evidence.

Heni Trisnowati menyampaikan, “Sekolah Lansia BKL SETAMAN dirancang sebagai model pembelajaran sepanjang hayat bagi lansia yang menekankan pendekatan promotif dan preventif, bukan hanya kuratif.”

Diawali dengan penguatan konsep melalui kajian literatur serta kuliah tamu bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta. Kemudian dilanjutkan dengan koordinasi bersama Ketua RW 10 Jogokariyan, pengurus Posyandu Lansia Brotowali 10, Petugas KB Kemantren Mantrijeron, serta para kader sebagai bentuk pendekatan partisipatif.

Dilakukan juga skrining calon peserta melalui pengkajian Activity of Daily Living (ADL), Instrumental Activities of Daily Living (IADL), serta risiko jatuh. Heni menambahkan langkah ini menunjukkan bahwa Sekolah Lansia BKL SETAMAN tidak sekadar seremonial. “Sekolah ini dirancang secara komprehensif dan profesional dengan struktur kepengurusan terdiri atas kepala sekolah, sekretaris, bendahara, dan kader, sebagai fondasi keberlanjutan program,” ujarnya.

Setelah seremoni peluncuran, kegiatan dilanjutkan dengan stadium general bertema “Proses Menua” sebagai materi perdana. Pembelajaran akan dilaksanakan rutin setiap hari Rabu minggu kedua setiap bulan. Kolaborasi ini turut didukung oleh Prof. Dr. Sitti Nur Djannah, M.Kes., sebagai Kaprodi S2 Kesehatan Masyarakat FKM UAD, DP3AP2KB Kota Yogyakarta, dan Kemantren Mantrijeron.

Kehadiran Sekolah Lansia BKL SETAMAN menjadi representasi bahwa sinergi antara kepemimpinan akademik dan semangat mahasiswa mampu melahirkan inovasi sosial yang berkelanjutan. Harapannya, model ini dapat direplikasi di wilayah lain sebagai bagian dari penguatan kualitas hidup lansia yang sehat, tangguh, dan mandiri. (doc/Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-MKM-FKM-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-luncurkan-Sekolah-Lansia-BKL-SETAMAN-Foto.-TIM-PKL-MKM-FKM-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-23 10:09:142026-02-23 10:09:14Tim MKM FKM UAD Luncurkan Sekolah Lansia BKL SETAMAN
Page 1 of 15123›»

TERKINI

  • Mahasiswa PLP-KKN UAD Edukasi Siswa SMK Muhammadiyah 2 Wates tentang Budidaya Hidroponik15/09/2026
  • Mahasiswa KKN Rekognisi RACANA Jogja UAD Kembangkan Kelorlatte dan Kunyitlatte dari Pangan Lokal15/09/2026
  • UAD Bekali Mahasiswa Penerima Beasiswa dengan Penguatan Karakter15/09/2026
  • KKN Internasional UAD Kenalkan Budaya Indonesia dan KH Ahmad Dahlan di Thailand Selatan15/09/2026
  • KKN UAD 159 Kenalkan CERDIK untuk Cegah Hipertensi dan Diabetes15/09/2026

PRESTASI

  • Buat Inovasi Pendidikan dan Literasi, Mahasiswa UAD Raih Tiga Prestasi Nasional20/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Gold dan Silver Medal pada Essay National Competition 202619/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Poster Edukatif Kesehatan Mental18/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Lomba Baca Puisi Dahlan Culture Festival 202608/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Cakrawala National Essay Competition31/07/2026

FEATURE

  • Menelusuri Hakikat dan Empat Tanda Kebahagiaan di Dunia15/09/2026
  • Memaknai Singkatnya Kehidupan dan Rahmat Berlimpah Menuju Surga10/09/2026
  • Menapaki Jalan Lurus melalui Sepuluh Wasiat Allah04/09/2026
  • LPSI UAD Gelar Kajian Tafsir At-Tanwir, Bedah Makna dan Keutamaan Surat Al-Baqarah Ayat 18503/09/2026
  • Menyelami Kedudukan Al-Qur’an dan Spirit Kemudahan Syariat02/09/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top