• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

UAD Juara II Perguruan Tinggi Paling Inovatif pada Abdidaya Ormawa 2025

15/12/2025/in Prestasi /by Ard

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Juara II Perguruan Tinggi Paling Inovatif pada Abdidaya Ormawa 2025 (Foto. Annove)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Abdidaya Ormawa 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia (RI). Pada puncak penghargaan yang berlangsung Sabtu, 6 Desember 2025, di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), UAD berhasil meraih Juara II kategori Perguruan Tinggi Paling Inovatif. Capaian ini menjadi bukti komitmen UAD dalam menghadirkan inovasi-inovasi pendampingan bagi Program Penguatan Kapasitas (PPK) Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa).

Menurut Dr. Choirul Fajri, S.I.Kom., M.A., Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) UAD, prestasi ini merupakan hasil dari proses panjang yang dijalani oleh organisasi kemahasiswaan UAD dalam program PPK Ormawa.

“Setiap tahunnya, alhamdulillah UAD selalu ikut program PPK Ormawa. Setelah sosialisasi, pendampingan, lalu submit proposal, proposal-proposal dari Ormawa UAD bisa lolos mendapatkan pendanaan,” jelasnya.

Pada tahun 2025, UAD mengajukan 10 proposal sesuai kuota yang ditetapkan. Dari jumlah tersebut, enam proposal berhasil memperoleh pendanaan, kemudian menjalankan program pengabdian masyarakat selama empat hingga lima bulan. Program tersebut mencakup berbagai topik, di antaranya desa sehat, desa hutan, desa literasi, desa bencana, hingga sekolah perempuan. Selama pelaksanaan, setiap tim menghasilkan luaran seperti artikel publikasi ilmiah, konten media sosial, poster, dan video program.

Setelah melalui proses monitoring dan evaluasi (monev) internal oleh UAD serta monev eksternal oleh Kemendikbudristek, tiga tim UAD dinyatakan lolos ke program Abdidaya. Tim tersebut berasal dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Farmasi, Himpunan Mahasiswa (HIMA) Teknologi Pangan, dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Psikologi. Ketiganya kemudian mewakili UAD dalam ajang Abdidaya Ormawa 2025 di UMM.

“Pada akhirnya mereka berhasil mendapatkan kejuaraan-kejuaraan, dan kita juga mendapatkan Juara II Perguruan Tinggi Paling Inovatif, yang berarti UAD sangat berkomitmen memberikan inovasi-inovasi dalam pendampingan program PPK Ormawa,” ujar Dr. Choirul.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar penghargaan, melainkan dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pendampingan bagi Ormawa. Dalam dua tahun sebelumnya, UAD juga memperoleh penghargaan sebagai Perguruan Tinggi dengan Support System Terkomprehensif, yang menunjukkan konsistensi UAD dalam memaksimalkan peran perguruan tinggi untuk pemberdayaan masyarakat melalui program mahasiswa.

“Kita tentu sangat bersyukur dengan kejuaraan tersebut, tetapi esensi dari kebersyukuran ini adalah semangat dan memberikan energi positif untuk memberikan inovasi-inovasi pendampingan yang lebih baik. Mudah-mudahan tahun depan bisa lebih baik lagi,” tuturnya.

Dr. Choirul berharap penghargaan ini mampu menjadi energi positif bagi seluruh mahasiswa. “Semoga penghargaan ini memberikan semangat kepada adik-adik mahasiswa agar terus mengimplementasikan program pengabdian masyarakat melalui PPK Ormawa, lebih kompak, lebih inovatif, kreatif, dan mampu memanajemen waktu dengan baik,” pesannya.

Ia menekankan bahwa prestasi mahasiswa merupakan hasil proses panjang dan pendampingan yang terstruktur. “Prestasi mahasiswa itu by design, tidak datang begitu saja. Perlu kesabaran, ketelatenan, dan keuletan dalam membersamai adik-adik berproses agar mereka bisa memberikan yang terbaik,” pungkasnya.

Dengan raihan ini, UAD kembali menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen terhadap inovasi, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan kapasitas organisasi mahasiswa secara berkelanjutan. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Juara-II-Perguruan-Tinggi-Paling-Inovatif-pada-Abdidaya-Ormawa-2025-Foto.-Annove.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-12-15 11:07:472025-12-15 11:07:47UAD Juara II Perguruan Tinggi Paling Inovatif pada Abdidaya Ormawa 2025

IMM FSBK UAD Gelar Aksi Donor Darah

15/12/2025/in Terkini /by Ard

Aksi Donor Darah oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. IMM FSBK)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menggelar kegiatan donor darah pada 2 Desember 2025 di Hall Kampus IV UAD. Kegiatan ini ditujukan untuk para kader IMM FSBK serta masyarakat umum dengan tujuan menolong sesama dan memberikan harapan hidup bagi masyarakat yang membutuhkan transfusi darah.

Kegiatan ini merupakan program kerja dari Bidang Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Sospem) IMM FSBK yang bekerja sama langsung dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Yogyakarta.

Menurut Daffa Aulia Dzaky, Kepala Bidang Sospem, aksi donor darah ini disambut baik oleh peserta dari kalangan mahasiswa maupun masyarakat umum. “Saya tidak menyangka ternyata masih banyak anak muda yang masih sangat antusias dan menyambut baik kegiatan ini, walaupun beberapa dari mereka terlihat takut dengan jarum suntik,” katanya.

Menurut Daffa, kegiatan ini berjalan sukses, melebihi target yang direncanakan. “Alhamdulillah, sesuai harapan. Dari target minimal yang sudah ditetapkan, justru kami dapat lebih dari itu. Dari yang awalnya kami targetkan 30 pendaftar, tetapi saat itu kami mendapatkan 41 pendaftar,” katanya.

Daffa menambahkan bahwa kegiatan donor darah ini berhasil mendapatkan 16 kantong darah yang tentunya telah melampaui target yang ditentukan, yaitu 10 kantong.

Daffa berharap kegiatan ini dapat diselenggarakan dengan rutin supaya dapat membantu masyarakat yang membutuhkan serta memberikan manfaat untuk para pendonor darah.

“Saya berharap kegiatan ini rutin diselenggarakan karena masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan stok-stok darah yang baru. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi kalender wajib yang lebih terjadwal agar teman-teman dapat mendonorkan darah secara teratur,” tutupnya. (Nah)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Aksi-Donor-Darah-oleh-Ikatan-Mahasiswa-Muhammadiyah-IMM-Fakultas-Sastra-Budaya-dan-Komunikasi-FSBK-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-IMM-FSBK.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-12-15 10:55:532025-12-15 10:55:53IMM FSBK UAD Gelar Aksi Donor Darah

Hubungan Agama dengan Kondisi Psikologis Manusia

15/12/2025/in Feature /by Ard

Dr. Ruslan Fariadi AM, S.Ag., M.S.I. dalam PSYTALK Paris 2025 (Foto. Annove)

Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan PSYTALK Paris 2025 pada Sabtu, 6 Desember 2025 melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Ruslan Fariadi AM, S.Ag., M.S.I. sebagai narasumber dengan topik “Psikologi Beragama: Dari Fanatisme Menuju Kesadaran Berpikir Rasional.” Acara ini diikuti oleh Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Prancis serta warga negara Indonesia yang tinggal di Paris.

Dr. Ruslan menjelaskan bahwa psikologi agama merupakan disiplin yang mempelajari hubungan antara ajaran agama dan kondisi psikologis manusia. Agama, menurutnya, tidak hanya berfungsi sebagai sistem kepercayaan, tetapi juga memengaruhi cara seseorang berpikir, merespons emosi, berinteraksi sosial, hingga membentuk identitas personal.

Pengalaman keberagamaan seseorang dapat berpengaruh signifikan terhadap kesehatan mental, baik sebagai sumber ketenangan maupun potensi munculnya masalah psikologis jika dipahami secara ekstrem. Sehubungan dengan hal tersebut, Al-Qur’an memuat berbagai ayat yang menyinggung kesehatan mental, faktor penyebab, dan terapi agar seseorang tidak mengalami penyakit mental, seperti bipolar, anxiety disorder, stres, dan depresi, di antaranya dalam QS. Al-Ma’arij ayat 19-32 dan QS. Thaha ayat 124-126.

Dalam pemaparannya, Dr. Ruslan mengupas secara mendalam mengenai cara beragama yang ideal agar seseorang terhindar dari al-Ghuluw wa al-Ifrath atau ekstremisme dan fanatisme buta. Berdasarkan ajaran Nabi Muhammad SAW, Islam hadir dengan prinsip hanifiyah atau lurus dan samhah atau toleran. Beliau menyampaikan sejumlah hadis yang menegaskan bahwa agama yang dicintai Allah adalah agama yang lurus dan penuh kelapangan, serta bahwa Nabi diutus untuk membawa kasih sayang, bukan kecaman atau cercaan.

Konsep kelembutan dan santun dalam beragama juga ditegaskan melalui QS. Ali Imran ayat 159, yang memerintahkan umat Islam untuk bersikap lembut, memaafkan, serta bermusyawarah. Sikap kasar, menurut ayat tersebut, justru menjauhkan manusia dari kebenaran agama.

Di samping itu, Dr. Ruslan menjelaskan bahwa lawan dari toleransi adalah intoleransi, yang salah satunya berbentuk ta’assub yang berarti fanatisme buta dan ghuluw yang berarti melampaui batas dalam keyakinan dan tindakan. Kedua sikap ini merupakan ciri dari cara beragama yang tidak sehat karena menutup ruang dialog dan menolak perbedaan.

Dalam konteks inilah Islam mengajarkan konsep wasathiyah atau moderasi beragama. Moderasi bukan berarti bersikap setengah-setengah, melainkan menjalankan agama secara lurus, proporsional, dan tidak ekstrem. Sikap moderat memungkinkan seseorang menjalankan ajaran agama tanpa menghilangkan ruang toleransi terhadap sesama, baik internal umat Islam maupun lintas agama.

Faktor-faktor yang memengaruhi seseorang dapat bersikap moderat antara lain tingkat pendidikan, pengalaman hidup, keterbukaan pikiran, interaksi sosial yang luas, kemampuan berpikir kritis, serta literasi keagamaan. Menurut Dr. Ruslan, semakin luas wawasan seseorang, semakin kecil kemungkinan dirinya terjebak dalam pandangan ekstrem.

Salah satu bagian penting dalam materi adalah pembahasan mengenai peran akal. Islam, menurut Dr. Ruslan, menempatkan akal pada posisi yang proporsional. Agama tidak mendewakan akal, tetapi juga tidak mengabaikannya. Banyak ayat Al-Qur’an yang mengajak manusia untuk berpikir, merenung, dan menggunakan logika dalam memahami ajaran agama.

Akal difungsikan untuk memproses informasi, menimbang argumentasi, dan menghindarkan manusia dari kesesatan yang diakibatkan ketidaktahuan. Dengan demikian, rasionalitas menjadi pilar penting dalam menjaga keberagamaan yang sehat. Hal ini ditegaskan melalui sabda Nabi: “Agama itu untuk orang yang berakal; tidak ada agama bagi orang yang tidak berakal.”

Pada sesi diskusi, peserta mengajukan pertanyaan mengenai kehidupan muslim di negara minoritas, cara menjaga konsistensi dalam beragama tetapi tetap terbuka terhadap perbedaan, hingga hukum berbagi hadiah dengan nonmuslim. Diskusi berlangsung dinamis dan menunjukkan tingginya antusiasme peserta terhadap isu moderasi beragama.

Melalui PSYTALK Paris 2025, Dr. Ruslan mendorong pemahaman keberagamaan yang lebih dewasa, yaitu toleran, rasional, dan selaras dengan nilai kemanusiaan universal. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-Ruslan-Fariadi-AM-S.Ag_.-M.S.I.-dalam-PSYTALK-Paris-2025-Foto.-Annove.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-12-15 10:46:312025-12-15 10:46:31Hubungan Agama dengan Kondisi Psikologis Manusia

Inovasi Laboran UAD Raih Tiga Besar KILAB 2025

15/12/2025/in Prestasi /by Ard

Yoga Dwi Prabowo, S.Pd., pranata laboratorium pendidikan (PLP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Yoga Dwi)

Yoga Dwi Prabowo, S.Pd., pranata laboratorium pendidikan (PLP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) meraih prestasi nasional pada ajang Karya Inovasi Laboran (KILAB) Tahun 2025. Prestasi tersebut ditandai dengan masuknya inovasi yang dihasilkan ke dalam tiga besar terbaik kategori Sains, sebagaimana diumumkan dalam kegiatan Diseminasi Nasional KILAB 2025.

Penghargaan ini diberikan oleh Direktorat Sumber Daya sebagai bentuk apresiasi terhadap karya inovatif yang dinilai memberikan kontribusi pada pengembangan laboratorium pendidikan di Indonesia. Ajang KILAB merupakan program tahunan yang mempertemukan tenaga laboran dari berbagai perguruan tinggi untuk menunjukkan inovasi terbaik mereka.

Biro Sumber Daya Manusia (BSDM) UAD, universitas menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas capaian tersebut. BSDM UAD menegaskan bahwa pencapaian ini menjadi dorongan bagi tenaga kependidikan untuk terus berkarya dan meningkatkan kualitas layanan laboratorium.

Raihan tiga besar kategori Sains tersebut menegaskan bahwa inovasi yang diajukan telah melalui proses seleksi yang ketat, mencakup aspek kebaruan, manfaat, serta potensi penerapan di lingkungan laboratorium. Penghargaan ini sekaligus menjadi bukti komitmen UAD dalam mendorong peningkatan kompetensi tenaga laboratorium secara berkelanjutan.

Dengan keberhasilan ini, diharapkan inovasi tenaga laboran dapat terus dikembangkan dan memberi dampak positif bagi dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Ajang KILAB 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat kontribusi dalam menghasilkan karya yang relevan dan bermanfaat bagi masyarakat. (Dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Yoga-Dwi-Prabowo-S.Pd_.-pranata-laboratorium-pendidikan-PLP-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Yoga-Dwi.jpeg 1356 1282 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-12-15 10:35:592025-12-15 10:35:59Inovasi Laboran UAD Raih Tiga Besar KILAB 2025

Tingkatkan Budaya Literasi dan Riset, dengan Basic Research Training

15/12/2025/in Terkini /by Ard

Basic Research Training oleh PK IMM FEB Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. PK IMM FEB UAD)

Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melalui Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan (RPK) sukses menyelenggarakan kegiatan Basic Research Training. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 8 November 2025, bertempat di Aula Islamic Center (IC) Kampus IV UAD.

Mengusung tema “From Research Design to Data Processing untuk Pemula”, pelatihan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman mendasar mengenai alur penelitian ilmiah. Latar belakang diselenggarakannya acara ini merujuk pada keresahan mahasiswa yang sering kali mengalami kesulitan dalam memulai penelitian, baik dalam menentukan fokus masalah, memilih metode yang tepat, maupun memahami keterkaitan desain riset.

Acara ini menghadirkan narasumber kompeten, yakni Dimas Maheswara Permana, S.E., yang merupakan lulusan terbaik Program Studi Ekonomi Pembangunan periode Oktober 2025. Dalam pemaparannya, Dimas mengupas tuntas mengenai dasar-dasar metode riset, mulai dari perbedaan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, jenis data primer dan sekunder, hingga penentuan variabel independen dan dependen.

Tidak hanya teori, pelatihan ini juga membedah alat analisis data yang kompleks, tetapi krusial bagi mahasiswa ekonomi. Dimas menjelaskan penggunaan berbagai model seperti Vector Autoregressive (VAR), Autoregressive Distributed Lag (ARDL), hingga Panel Data Analysis yang menggabungkan data time series dan cross-section.

Peserta juga diperkenalkan dengan teknis pengolahan data menggunakan perangkat lunak statistik seperti STATA, mulai dari import data, statistik deskriptif, hingga uji pemilihan model terbaik antara Common Effect, Fixed Effect, atau Random Effect Model.

Antusiasme peserta yang terdiri atas kader IMM dan mahasiswa FEB UAD terlihat pada sesi Hands-on Practice. Pada sesi ini, peserta berlatih langsung membedah artikel penelitian yang disediakan panitia, mulai dari mengidentifikasi judul, rumusan masalah, hingga metode yang digunakan, yang kemudian mendapatkan tanggapan langsung dari pemateri.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.30 WIB ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif dan post-test untuk mengukur pemahaman akhir para peserta. Melalui pelatihan ini, IMM FEB UAD berharap dapat mencetak insan intelektual yang kritis dan berkemajuan, serta meningkatkan minat riset di kalangan mahasiswa sebagai bentuk penguatan tradisi keilmuan. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Basic-Research-Training-oleh-PK-IMM-FEB-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-PK-IMM-FEB-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-12-15 10:27:172025-12-15 10:27:17Tingkatkan Budaya Literasi dan Riset, dengan Basic Research Training

Sumpah Profesi Psikologi UAD Tahun 2025

15/12/2025/in Terkini /by Ard

Sumpah Profesi Program Studi (Prodi) Profesi Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Sebanyak 35 lulusan Program Studi (Prodi) Profesi Psikologi, yang merupakan angkatan I prodi ini, sukses mengikuti rangkaian pengambilan sumpah profesi di Amphitarium Lantai 9 Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Acara ini berlangsung Selasa, 9 Desember 2025.

Dekan Fakultas Psikologi UAD, Prof. Eli Nurhayati, M.P.H., Ph.D., Psi., mengucapkan selamat kepada para psikolog baru dan menyebut bahwa ini adalah angkatan yang sukses karena lulus serentak. Beliau juga menyinggung bahwa psikologi adalah caring science dan masyarakat sudah menanti pengabdian seluruh lulusan.

Sementara Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T., dalam sambutannya juga menegaskan rasa syukur atas kelancaran acara yang disebutnya sebagai beta test yang baik dan mengesankan. Beliau berbangga bahwa Fakultas Psikologi UAD masuk dalam 20 besar fakultas psikologi terbaik di Indonesia.

Ia berpesan agar para psikolog baru melaksanakan tugas profesi dengan sebaik-baiknya menggunakan spirit nilai-nilai UAD: Inovatif (penanda keunggulan), Profesional (itqon), dan Dedikatif (ihsan, bermanfaat bagi masyarakat). Beliau juga meminta para lulusan untuk menjaga nama baik almamater, terus meningkatkan kompetensi, serta mengatur diri sendiri agar lebih kuat dari pasiennya (tidak mudah stres).

Inti dari acara sumpah profesi ini adalah pembacaan sumpah atau janji psikolog yang dipimpin oleh Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Miftahun Ni’mah Suseno, S.Psi., M.A., dan disaksikan oleh rohaniwan Dr. H. Khoiruddin Bashori, M.Si.

Sumpah tersebut meliputi delapan poin utama, di antaranya adalah membaktikan ilmu sesuai martabat profesi, menggunakan keahlian untuk kepentingan masyarakat, memelihara standar kompetensi, menjaga kerahasiaan informasi, menjalankan profesi tanpa terpengaruh pertimbangan sosial/politik, memberikan penghormatan kepada guru dan sejawat, menjaga martabat profesi, serta menjunjung tinggi dan mengamalkan Kode Etik Profesi Psikologi Indonesia.

Prosesi dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara secara simbolis oleh Ketua HIMPSI DIY dan perwakilan psikolog baru, Detty Putri Pratiwi Oktavia, S.Psi., Psi. Kemudian, dilaksanakan penyerahan sertifikat kompetensi psikolog oleh Ketua HIMPSI DIY dan penyerahan sertifikat psikolog oleh Dekan Fakultas Psikologi UAD.

Acara diakhiri dengan pemutaran video suka duka perjalanan para psikolog baru selama menempuh pendidikan. Lulusan juga diharapkan dapat menjaga nama baik UAD dan bersedia berkolaborasi bersama HIMPSI untuk membangun negeri menuju Indonesia Emas, bukan Indonesia Cemas. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sumpah-Profesi-Program-Studi-Prodi-Profesi-Psikologi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-12-15 10:18:462025-12-15 10:18:46Sumpah Profesi Psikologi UAD Tahun 2025

UAD FC Kenalkan 24 Pemain untuk Liga 4 Piala Gubernur DIY 2025–2026

15/12/2025/in Terkini /by Ard

24 Pemain Universitas Ahmad Dahlan (UAD) FC Liga 4 Piala Gubernur DIY 2025–2026 (Foto. UAD FC)

UAD FC resmi mendaftarkan 24 pemain untuk mengarungi kompetisi Liga 4 Piala Gubernur DIY 2025–2026. Di musim ini, skuad berjuluk The Sun Shine ini diisi oleh kombinasi pemain berpengalaman dan mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang tergabung di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sepak Bola.

“Di awal persiapan kompetisi musim ini, kita sempat agak kesulitan untuk mencari pemain yang ideal untuk bisa bergabung dengan UAD FC. Ideal di sini, ya, antara perjanjian dan kebutuhan tim pelatih. Setelah berkomunikasi dengan beberapa pihak dan beberapa kali melakukan seleksi internal hingga deadline pendaftaran ditutup, bismillah kita tetapkan 24 pemain tersebut untuk musim ini,” ujar Pelatih Kepala UAD FC, Pramono.

Musim ini, kompetisi akan berjalan sekitar dua bulan hingga awal tahun depan. Pada Selasa, 9 Desember lalu, UAD FC telah memainkan satu pertandingan dengan hasil imbang 2-2 melawan JK United di Stadion Dwi Windu Bantul. Gol dicetak oleh dua pemain depan UAD FC, Fajar Nur Hidayat dan Rois Triambada.

Berikut adalah daftar 24 pemain UAD FC yang akan berkompetisi di Liga 4 Piala Gubernur DIY musim 2025–2026: Rois Triambada, Rupeka Firlian Nur Sya’ban, Bayu Agus Setyawan, Fikri Raomaddany, Kelvin Putra Korniawan, Muhammad Iqbal Al Anbari, Angga Maulana Isnan, Muhammad Zidan Assyafi Saputra, Fakhri Farizi, Ahmad Fatwa Falah, Yudoyono Agum Triwijaya, Fatah Dwi Apriyanto, Rifki Abdul Rohman, Muhammad Zaky Mubarak, Rifki Prasetyo, Riandika Vemas Arroyan, Fajar Nur Hidayat, Idris Mualif, Amirul Muttaqin, Ari Jumarno, Reza Rifan Rahardiyan, Muhammad Radja Firmansyah, Nadjib Izyan Fahrezi, Affan Rifqi Yulianto.

(Ang)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/24-Pemain-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-FC-Liga-4-Piala-Gubernur-DIY-2025–2026-Foto.-UAD-FC.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-12-15 10:08:012025-12-15 10:10:31UAD FC Kenalkan 24 Pemain untuk Liga 4 Piala Gubernur DIY 2025–2026

Green Campus Community UAD Ajak Generasi Muda Peduli Bumi

15/12/2025/in Terkini /by Ard

Seminar Lingkungan Nasional oleh Green Campus Community (GCC) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Annove)

Green Campus Community (GCC) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Seminar Lingkungan Nasional bertema “Peran Gen Z dan Milenial dalam Aksi Lingkungan Nasional” pada Sabtu, 6 Desember 2025, di Ruang Amphitarium Kampus IV UAD. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Ketua pelaksana, Bilal Muhammad Yusuf, menyampaikan bahwa Gen Z memiliki potensi besar sebagai motor gerakan lingkungan karena dinilai adaptif, inovatif, serta dekat dengan teknologi.

“Gen Z memiliki kekuatan besar untuk mengedukasi masyarakat, menggerakkan kampanye digital, serta menciptakan solusi baru yang berdampak nyata dalam upaya menjaga bumi. Langkah kecil seperti mengurangi sampah plastik dan memilih transportasi ramah lingkungan dapat menjadi gerakan besar jika dilakukan bersama-sama,” ujarnya.

Ketua Umum GCC 2025, Neyna Sezha Pramesthy, menyoroti penanganan sampah di Kota Yogyakarta yang dinilai masih kurang optimal. Ia berharap seminar ini dapat menjadi pemicu lahirnya ide-ide solutif dari generasi muda. “Mari jadikan seminar ini menjadi titik balik di mana generasi muda mampu melahirkan ide-ide brilian untuk menghadapi isu lingkungan yang sepertinya tiada habisnya,” tuturnya.

Salah satu narasumber, yaitu Giri Marhara, seorang pegiat lingkungan, membagikan perjalanan panjangnya dalam aksi menjaga kebersihan lingkungan. Ia telah mengikuti lebih dari 185 misi clean-up bersama 224 relawan dengan total 284,29 kilogram sampah plastik yang berhasil dibersihkan. Kecintaannya pada kebersihan bermula sejak usia 15 tahun, ketika ia terbiasa bersih-bersih dan mempertanyakan kebiasaan orang membuang sampah sembarangan.

Dalam pemaparannya, Giri menekankan bahwa masalah sampah tidak hanya berasal dari kurangnya fasilitas, tetapi juga lemahnya empati. “Saat dampaknya tidak terasa langsung, kita cenderung tidak merasa bersalah. Kalau kita buang paku sembarangan dan paku ini ada yang injak sehingga orang lain terluka, kamu akan dosa. You’re morally accountable for that. Sama halnya dengan membuang sampah sembarangan dan hewan yang kena akibatnya,” tegasnya.

Ia juga menceritakan bagaimana upayanya menjaga lingkungan kerap dilakukan seorang diri ketika teman-temannya berhenti karena menganggap aksi bersih-bersih tidak menarik. Akan tetapi, konsistensi membawanya bertemu banyak pegiat lain dari berbagai daerah. Baginya, yang terpenting adalah keberlanjutan aksi, bukan besar kecilnya jumlah orang yang terlibat.

“Kalau itu (membersihkan sampah) hal yang benar untuk dilakukan, why not just do it? Yang paling penting adalah partisipasi. Kita tidak bisa melakukan semuanya, tapi lakukan apa yang bisa kita lakukan,” ujarnya.

Narasumber kedua, yakni Fransisca Supriyani Wulandari, pendiri Bank Sampah Go-Green dan manajer program Yayasan Get Plastic Indonesia, menjelaskan krisis plastik dan berbagai dampaknya. Ia mengingatkan bahwa plastik sulit terurai, penggunaan plastik sekali pakai masih tinggi, dan pembakaran sampah di rumah justru menghasilkan polusi berbahaya. “Orang yang menjaga lingkungan adalah penjaga bumi,” ungkapnya.

Ia memaparkan bahwa terdapat lima jenis sampah plastik yang sulit terurai, antara lain kantong plastik yang akan terurai 10 hingga 20 tahun, botol plastik 50 hingga 80 tahun, sedotan plastik 20 tahun, styrofoam 450 tahun yang nantinya akan terurai menjadi mikroplastik, dan kemasan sachet 50 hingga 80 tahun.

Fransisca mengajak mahasiswa melakukan riset terkait pengelolaan sampah dan mendorong advokasi kepada pemerintah untuk menyediakan fasilitas pengolahan yang lebih memadai. Ia juga memaparkan teknologi pirolisis yang dikembangkan oleh Get Plastic, yaitu proses mengurai sampah plastik menjadi bensin, solar, gas propilena, dan residu karbon hitam yang dapat dimanfaatkan kembali.

Ia menambahkan bahwa konsep eco-theology dapat menjadi pendekatan spiritual untuk membangun kesadaran ekologis. Menurutnya, aksi lingkungan yang berbasis nilai keagamaan mampu mendorong perubahan perilaku secara lebih efektif.

Acara ini dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai universitas di Yogyakarta. Peserta diajak memulai aksi sederhana seperti edukasi lingkungan melalui media sosial, memilah sampah, dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Seminar ditutup dengan ajakan untuk menumbuhkan kesadaran dari diri sendiri.

“Kalau kita sudah cukup secara kapasitas, nanti otomatis bisa berpengaruh ke masyarakat,” tutur Fransisca. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Seminar-Lingkungan-Nasional-oleh-Green-Campus-Community-GCC-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Annove.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-12-15 09:54:252025-12-15 09:54:25Green Campus Community UAD Ajak Generasi Muda Peduli Bumi

Setetes Darah untuk Seribu Harapan

15/12/2025/in Terkini /by Ard

Donor Darah oleh Himpunan Mahasiswa (HIMA) Program Studi (Prodi) Sistem Informasi (SI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. HIMASI UAD)

Himpunan Mahasiswa (HIMA) Program Studi (Prodi) Sistem Informasi (SI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menginisiasi program donor darah sebagai bagian dari agenda Divisi Sosial dan Keagamaan (Sosma). Kegiatan ini telah dilaksanakan pada Jumat, 5 Desember 2025, bertempat di Ruang Pojok Kependudukan, Lantai 1, Kampus 4 UAD.

Indi Nuraeni, mahasiswa Sistem Informasi angkatan 2023 yang juga menjabat sebagai Kepala Divisi Sosial Agama serta Ketua Panitia Donor Darah, menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan utama untuk menanamkan nilai kemanusiaan dalam diri mahasiswa dan masyarakat. “Kami ingin menanamkan nilai-nilai kemanusiaan seperti kepedulian di masyarakat, membantu menyelesaikan permasalahan kebutuhan dalam ketersediaan darah di masyarakat, serta memberikan manfaat terhadap masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.

Menurut Indi, alasan HIMASI UAD menginisiasi program ini tak lepas dari pentingnya darah bagi kehidupan manusia. Ia menegaskan bahwa kehilangan darah dapat menyebabkan dampak fatal sehingga donor darah menjadi salah satu wujud kepedulian nyata. “Darah merupakan salah satu bagian terpenting dalam tubuh dan memiliki banyak fungsi, sehingga akibatnya akan sangat fatal bagi mereka yang kehilangan banyak darah. Oleh karena itu, donor darah merupakan salah satu bentuk nyata dari saling membantu. Dengan menyumbangkan sebagian darah kita, kita telah memberikan harapan baru bagi mereka yang membutuhkan,” jelasnya.

Kegiatan donor darah tahun ini bersifat terbuka untuk umum dan menyediakan berbagai layanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan berat badan, tekanan darah, golongan darah, hingga gula darah. Pelaksanaan kegiatan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Yogyakarta sebagai mitra utama.

Secara teknis, proses donor darah dilakukan melalui beberapa tahap. Calon pendonor diminta mengisi lembar skrining data diri dan kesehatan yang disediakan PMI. Selanjutnya, pendonor menjalani tes kesehatan langsung oleh petugas PMI. “Jika lolos dari tes kesehatan maka proses pengambilan darah akan dilangsungkan, tetapi jika tidak memenuhi standar kesehatan maka pengambilan donor darah akan ditunda atau dibatalkan,” jelas Indi.

Tahun ini, panitia menargetkan sebanyak 30 pendonor. Program donor darah ini juga merupakan kegiatan rutin Divisi Sosma HIMASI yang telah berjalan sejak tahun 2024 dan kembali dilaksanakan pada tahun 2025.

Indi mengungkapkan bahwa antusiasme peserta terlihat sangat tinggi sejak kegiatan dimulai. “Sejauh ini para peserta donor darah terlihat sangat antusias dan bersemangat. Dari hal ini kami dapat melihat dari mereka adanya jiwa-jiwa kepedulian terhadap sesama dengan keberanian yang mereka miliki untuk menyumbangkan darah mereka,” tuturnya.

Ia berharap dengan diadakannya kegiatan donor darah ini bisa membantu mereka yang membutuhkan, meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama, dan bisa mengetahui betapa pentingnya setetes darah kita terhadap mereka yang membutuhkan. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Donor-Darah-oleh-Himpunan-Mahasiswa-HIMA-Program-Studi-Prodi-Sistem-Informasi-SI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-HIMASI-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-12-15 09:43:002025-12-15 09:43:00Setetes Darah untuk Seribu Harapan

Cara Menggapai Pertolongan Allah

12/12/2025/in Feature /by Ard

Ust. Drs. Masykur Azhari, M.A., Pemateri Kajian Ahad Pagi Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. IC UAD)

Kajian Ahad Pagi Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Ahad, 7 Desember 2025, menghadirkan Ustaz Drs. Masykur Azhari, M.A. dari Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman dengan tema “Menggapai Pertolongan Allah”. Dalam ceramahnya, beliau mengajak jemaah untuk memahami tabiat manusia serta cara meraih pertolongan Allah melalui kesabaran, syukur, dan keikhlasan.

Mengawali kajian, Ustaz Masykur mengutip Surah Al-Ma‘arij ayat 19–21 yang menjelaskan bahwa manusia diciptakan dalam keadaan mudah berkeluh kesah. “Sesungguhnya manusia itu diciptakan oleh Allah dalam keadaan keluh kesah. Jika diberi ujian kesulitan, curhat itu boleh asal memenuhi beberapa ketentuan,” ujarnya.

Ia kemudian menegaskan dua batasan penting dalam menyampaikan keluh kesah. “Pertama, jangan curhat ke HP atau lewat status dan grup WhatsApp. Kedua, jangan curhat kepada setiap orang karena tidak semua orang cocok dengan kita,” jelasnya. Menurut kajian psikologi, hanya sekitar 20 persen orang yang benar-benar mampu menunjukkan empati ketika mendengarkan curahan hati. “Bisa jadi orang yang kita curhati tidak bisa menjaga rahasia kita,” tambahnya.

Ustaz Masykur menyampaikan bahwa ujian sering kali merupakan cara Allah menyapa hamba-Nya. “Kalau kita punya masalah, itu tandanya Allah sedang rindu kepada kita. Allah ingin menyapa kita, dan sapaan Allah itu ada dua, yaitu dengan kenikmatan atau dengan ujian,” terangnya.

Jika diberi nikmat, seorang mukmin diperintahkan untuk bersyukur; namun jika diberi sesuatu yang tidak menyenangkan, ia harus bersabar. Ustaz Masykur mengutip sabda Nabi Muhammad saw. bahwa tidak ada ujian yang menimpa seorang hamba kecuali menjadi sebab gugurnya dosa-dosa hingga ia berjalan di muka bumi tanpa dosa. “Allah menguji kita sampai dosa kita habis. Allah akan mencabut ujian itu ketika kita berjalan tanpa membawa dosa sedikit pun,” tuturnya.

Menurutnya, bukti iman seorang muslim adalah sabar saat diuji, syukur ketika diberi nikmat, serta ikhlas menerima takdir Allah, termasuk urusan jodoh. Ia mengaitkan hal tersebut dengan Surah At-Taubah ayat 25 yang mengingatkan manusia agar tidak terpedaya dengan banyaknya harta dan kemampuan.

Ia menegaskan bahwa harta paling berharga di dunia ini bukan sekadar emas dan perak. Mengutip Fiqh as-Sunnah dalam bab nikah, ia menyebut tiga “celengan” yang melebihi keduanya. “Jika kalian memiliki tiga hal ini, maka kalian orang yang kaya akhirat. Tiga hal tersebut ialah lisan yang pandai berzikir, hati yang pandai bersyukur, serta seorang istri yang mukminah dan membantu agama suami. Allah menolong agama seorang laki-laki separuhnya melalui istri yang mukminah,” ungkapnya.

Ustaz Masykur juga mengutip nasihat Ibnu Mas‘ud tentang tiga amalan penting untuk memperkuat spiritualitas: memperbanyak membaca Al-Qur’an, menghadiri majelis taklim, serta menyendiri untuk berzikir meninggalkan hiruk pikuk dunia (khalwah). Menjawab pertanyaan tentang bagaimana menghadapi persoalan agar ditolong oleh Allah, beliau menegaskan, “Kuncinya mintalah pertolongan Allah dengan sabar dan salat.”

Ia menekankan bahwa kesabaran perlu dilatih sejak dari rumah, dimulai dengan memperbanyak zikir dan doa. “Doa itu senjatanya orang mukmin. Maka hati-hati jika menzalimi orang lain,” pesannya.

Kajian ditutup dengan ajakan untuk memperkuat kesadaran spiritual dan memelihara hubungan dengan Allah agar setiap ujian hidup menjadi jalan meraih ampunan dan pertolongan-Nya. (Lus)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ust.-Drs.-Masykur-Azhari-M.A.-Pemateri-Kajian-Ahad-Pagi-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-IC-UAD-scaled.jpg 1440 2560 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-12-12 11:34:322025-12-12 11:34:32Cara Menggapai Pertolongan Allah
Page 24 of 541«‹2223242526›»

TERKINI

  • Refleksi Kemanusiaan dan Kebencanaan dalam Khotbah Idulfitri 1447 H UAD22/03/2026
  • UAD Gelar Salat Idulfitri 1447 H di Kampus IV22/03/2026
  • UAD Siap Gelar Salat Idulfitri 1447 H pada 20 Maret di Kampus IV19/03/2026
  • Mahasiswa KKN UAD Edukasi Pemanfaatan TOGA di Dusun Pundak Tegal19/03/2026
  • Mahasiswa BISMA UAD, Rizal Agus Setiawan Jadi Pemateri dalam Webinar Nasional Kewirausahaan19/03/2026

PRESTASI

  • Inovasikan AR dan Permainan Edukatif, Mahasiswa UAD Juara 2 Microteaching International Competition09/03/2026
  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top