• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Green Campus Community UAD Ajak Generasi Muda Peduli Bumi

15/12/2025/in MBKM, Terkini /by Ard

Seminar Lingkungan Nasional oleh Green Campus Community (GCC) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Annove)

Green Campus Community (GCC) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Seminar Lingkungan Nasional bertema “Peran Gen Z dan Milenial dalam Aksi Lingkungan Nasional” pada Sabtu, 6 Desember 2025, di Ruang Amphitarium Kampus IV UAD. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Ketua pelaksana, Bilal Muhammad Yusuf, menyampaikan bahwa Gen Z memiliki potensi besar sebagai motor gerakan lingkungan karena dinilai adaptif, inovatif, serta dekat dengan teknologi.

“Gen Z memiliki kekuatan besar untuk mengedukasi masyarakat, menggerakkan kampanye digital, serta menciptakan solusi baru yang berdampak nyata dalam upaya menjaga bumi. Langkah kecil seperti mengurangi sampah plastik dan memilih transportasi ramah lingkungan dapat menjadi gerakan besar jika dilakukan bersama-sama,” ujarnya.

Ketua Umum GCC 2025, Neyna Sezha Pramesthy, menyoroti penanganan sampah di Kota Yogyakarta yang dinilai masih kurang optimal. Ia berharap seminar ini dapat menjadi pemicu lahirnya ide-ide solutif dari generasi muda. “Mari jadikan seminar ini menjadi titik balik di mana generasi muda mampu melahirkan ide-ide brilian untuk menghadapi isu lingkungan yang sepertinya tiada habisnya,” tuturnya.

Salah satu narasumber, yaitu Giri Marhara, seorang pegiat lingkungan, membagikan perjalanan panjangnya dalam aksi menjaga kebersihan lingkungan. Ia telah mengikuti lebih dari 185 misi clean-up bersama 224 relawan dengan total 284,29 kilogram sampah plastik yang berhasil dibersihkan. Kecintaannya pada kebersihan bermula sejak usia 15 tahun, ketika ia terbiasa bersih-bersih dan mempertanyakan kebiasaan orang membuang sampah sembarangan.

Dalam pemaparannya, Giri menekankan bahwa masalah sampah tidak hanya berasal dari kurangnya fasilitas, tetapi juga lemahnya empati. “Saat dampaknya tidak terasa langsung, kita cenderung tidak merasa bersalah. Kalau kita buang paku sembarangan dan paku ini ada yang injak sehingga orang lain terluka, kamu akan dosa. You’re morally accountable for that. Sama halnya dengan membuang sampah sembarangan dan hewan yang kena akibatnya,” tegasnya.

Ia juga menceritakan bagaimana upayanya menjaga lingkungan kerap dilakukan seorang diri ketika teman-temannya berhenti karena menganggap aksi bersih-bersih tidak menarik. Akan tetapi, konsistensi membawanya bertemu banyak pegiat lain dari berbagai daerah. Baginya, yang terpenting adalah keberlanjutan aksi, bukan besar kecilnya jumlah orang yang terlibat.

“Kalau itu (membersihkan sampah) hal yang benar untuk dilakukan, why not just do it? Yang paling penting adalah partisipasi. Kita tidak bisa melakukan semuanya, tapi lakukan apa yang bisa kita lakukan,” ujarnya.

Narasumber kedua, yakni Fransisca Supriyani Wulandari, pendiri Bank Sampah Go-Green dan manajer program Yayasan Get Plastic Indonesia, menjelaskan krisis plastik dan berbagai dampaknya. Ia mengingatkan bahwa plastik sulit terurai, penggunaan plastik sekali pakai masih tinggi, dan pembakaran sampah di rumah justru menghasilkan polusi berbahaya. “Orang yang menjaga lingkungan adalah penjaga bumi,” ungkapnya.

Ia memaparkan bahwa terdapat lima jenis sampah plastik yang sulit terurai, antara lain kantong plastik yang akan terurai 10 hingga 20 tahun, botol plastik 50 hingga 80 tahun, sedotan plastik 20 tahun, styrofoam 450 tahun yang nantinya akan terurai menjadi mikroplastik, dan kemasan sachet 50 hingga 80 tahun.

Fransisca mengajak mahasiswa melakukan riset terkait pengelolaan sampah dan mendorong advokasi kepada pemerintah untuk menyediakan fasilitas pengolahan yang lebih memadai. Ia juga memaparkan teknologi pirolisis yang dikembangkan oleh Get Plastic, yaitu proses mengurai sampah plastik menjadi bensin, solar, gas propilena, dan residu karbon hitam yang dapat dimanfaatkan kembali.

Ia menambahkan bahwa konsep eco-theology dapat menjadi pendekatan spiritual untuk membangun kesadaran ekologis. Menurutnya, aksi lingkungan yang berbasis nilai keagamaan mampu mendorong perubahan perilaku secara lebih efektif.

Acara ini dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai universitas di Yogyakarta. Peserta diajak memulai aksi sederhana seperti edukasi lingkungan melalui media sosial, memilah sampah, dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Seminar ditutup dengan ajakan untuk menumbuhkan kesadaran dari diri sendiri.

“Kalau kita sudah cukup secara kapasitas, nanti otomatis bisa berpengaruh ke masyarakat,” tutur Fransisca. (Anove)

uad.ac.id

Tags: Berita, Berita UAD, Dosen, Dosen UAD, Mahasiswa, Mahasiswa UAD, Muhammadiyah, News UAD, UAD, UAD Jogja, UAD Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan, WeAreUAD
https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Seminar-Lingkungan-Nasional-oleh-Green-Campus-Community-GCC-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Annove.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-12-15 09:54:252026-06-17 09:55:51Green Campus Community UAD Ajak Generasi Muda Peduli Bumi
You might also like
BEM UAD Jadi Tuan Rumah Diskusi RUU Perampasan Aset, Tinjau Dampak Sosial dan Politik di Indonesia
Satlantas Polres Bantul Adakan Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas di UAD
IMM FSBK Semarakkan Ramadan dengan Podcast Mubaligh Moderat
Sahitya#2, Pertunjukan Seni Mahasiswa PG-PAUD UAD Sukses Digelar
Dukung Karier Mahasiswa, UAD Gelar Seminar Nasional Perencanaan Karier
Mahasiswa KKN UAD Adakan Sosialisasi untuk Cegah Kenakalan Remaja

PRESTASI

  • Tim Teknik Industri UAD Raih Dua Penghargaan melalui Inovasi Produk BEKRESS22/07/2026
  • Buat Inovasi Minuman Sehat Purple Moo, Tim UAD Juara I Video Kreatif Usaha21/07/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Tangkai Lomba Keroncong Putra pada PEKSIMIPROV DIY 202620/07/2026
  • Tempura Kocek, Inovasi Camilan Khas Jawa Timur Karya Mahasiswa UAD20/07/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Short Semi Documentary Kategori Cinematography pada SILAT APIK PTMA 202620/07/2026

FEATURE

  • Makna Hijrah Rasulullah saw.23/07/2026
  • Shaldan dan Tantangannya di ONMIPA Perguruan Tinggi 202621/07/2026
  • Irgiawan Aditya Rangga Alumnus UAD dengan Segudang Prestasi Akademik dan Nonakademik03/07/2026
  • Kisah Noval Arwansyah: Belajar, Bertumbuh, dan Berprestasi03/07/2026
  • Menggali Makna Hijrah Rasulullah: Benteng Keselamatan dan Kunci Masyarakat Madani27/06/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top