• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Mahasiswa UAD Ikuti Program Pejuang Muda di Lhokseumawe

18/01/2022/in Terkini /by Ard

Tim Pejuang Muda yang diterjunkan di Lhokseumawe beserta masyarakat (Foto: Istimewa)

Irnanda Ummi Sofia, mahasiswa Teknologi Pangan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) terpilih mengikuti Program Pejuang Muda dan ditempatkan di Kota Lhokseumawe. Program Pejuang Muda diadakan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia.

Lhokseumawe adalah sebuah kota di Provinsi Aceh yang pernah dijuluki sebagai “Kota Petro Dollar” dan berada persis di tengah jalur timur Sumatera sehingga kota ini menjadi jalur distribusi dan perdagangan yang sangat penting di Provinsi Aceh.

Program Pejuang Muda ini merupakan program baru yang diluncurkan oleh Kemensos RI bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Kementerian Agama Republik (Kemenag) RI. Program berlangsung dua bulan sejak bulan Oktober hingga Desember 2021.

Sebanyak 5.140 mahasiswa untuk disebar ke 514 kota/kabupaten di seluruh Indonesia. Kegiatannya sendiri adalah verifikasi dan validasi (verivali) Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan tentunya juga harus melaksanakan team-based project untuk membantu menyelesaikan permasalahan sosial yang ada di sekitar.

Irnanda menjelaskan, ia bersama anggota tim lainnya harus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui program ini. Ia satu tim dengan Ahmad Fikri, Adlianis Fuadi, dan Adinda Sabrina Suli dari Universitas Malikussaleh, Muhammad Ghifari Adi Wicaksana dari Universitas Mercu Buana, Arba Choirul Umam dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, serta Anggun Septiani dan Nazla Ziana Fairuza dari Universitas Brawijaya.

“Selama menjalankan verivali DTKS, saya melihat langsung realitas kondisi kehidupan masyarakat, khususnya adalah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang ada di wilayah Kota Lhokseumawe,” katanya.

Ia dapat mengidentifikasi permasalahan sosial yang terjadi. Di sini ia juga bertemu banyak warga dari berbagai kalangan sehingga dapat memperluas relasi. Hal ini tentunya mengasah kemampuan dalam bidang komunikasi, teamwork, pengembangan diri, dan kemampuan untuk menyelesaikan masalah sosial.

Sebagaimana diluncurkannya program ini, Irnanda bersama tim juga melaksanakan team-based project. Pejuang Muda Kota Lhokseumawe mengusung permasalahan sampah yang ada di kota tersebut. Tim sulit menemukan tempat sampah sehingga masih sering melihat sampah-sampah yang berserakan di jalanan. Gampong Cot Girek Kandang yang berada di Kecamatan Muara Dua dipilih menjadi lokasi team-based project. Dengan waktu dan persiapan yang singkat, tim mengadakan sosialisasi mengenai sampah dengan judul “Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Budidaya Maggot BSF (Black Soldier Fly) dalam Mereduksi Sampah Organik di Gampong Cot Girek Kandang”.

Kegiatan sosialisasi ini didukung penuh oleh aparatur desa, khususnya keuchik atau kepala desa. Tarmizi selaku Keuchik Gampong Cot Girek Kandang menyampaikan selalu mendukung penuh segala kegiatan yang diadakan di Gampong Cot Girek Kandang dengan harapan dapat bermanfaat bagi mahasiswa dan warga. Masyarakat yang hadir dalam kegiatan ini adalah KPM yang berada di Gampong Cot Girek Kandang.

“Mereka terlihat antusias mengikuti sosialisasi karena merupakan pengetahuan baru. Kami berharap projek ini menjadi langkah awal bagi masyarakat di Gampong untuk mengurangi permasalahan sampah yang ada, serta mengajak masyarakat berpikir yang inovatif dan kreatif sehingga dapat berkelanjutan,” jelasnya.

Segala kegiatan Pejuang Muda Kota Lhokseumawe tidak lepas dari dukungan Dinas Sosial Kota Lhokseumawe, yakni Drs. Ridwan Jalil selaku Kepala Dinas Sosial Kota Lhokseumawe dan Azwar Zakaria selaku Koordinator Kota Lhokseumawe. “Kami menyambut baik kedatangan mahasiswa Pejuang Muda dan selalu memberikan dukungan hingga akhir kepada tim,” jelas Ridwan.

Selain itu, Indrayani, S.E., M.Si., Ak. selaku mentor eksternal Pejuang Muda Kota Lhokseumawe juga selalu memberikan arahan, dukungan, dan monitoring dari awal hingga berakhirnya program. Dukungan lain pun datang dari berbagai stakeholders, antara lain camat, keuchik, pendamping PKH, dan seluruh masyarakat yang selalu baik kepada tim.

“Selama dua bulan di Kota Lhokseumawe saya mendapatkan banyak sekali pelajaran berharga. Di kota ini masyarakat masih sangat menjunjung tinggi budaya dan nilai-nilai keislaman sehingga juga harus beradaptasi dengan keadaan sosial masyarakat. Toleransi menjadi poin utama,” terang Irnanda.

Ia menjelaskan, pengalaman merasakan kehidupan secara langsung berbeda jika dibandingkan hanya dari sebuah omongan sehingga dapat membuktikan stereotip yang ada. Dengan begitu akan membentuk pola pikir yang lebih kritis bagi mahasiswa. Kesempatan ini menjadi hal yang luar biasa karena juga mendapatkan ilmu dan wawasan baru yang tidak bisa didapat di dalam kelas perkuliahan. (doc)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-Pejuang-Muda-yang-diterjunkan-di-Lhokseumawe-beserta-masyarakat-Foto-Istimewa.jpg 900 1600 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-01-18 09:00:492022-01-18 09:17:17Mahasiswa UAD Ikuti Program Pejuang Muda di Lhokseumawe

Memimpin dengan Nilai Progresif, Inovatif, dan Kritis

17/01/2022/in Feature /by Ard

Alaf Muhammad Zulfikri ketua umum terpilih IMM FAI Universitas Ahmad Dahlan periode 2022/2023 (UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) senantiasa memberikan ruang bagi organisasi otonom milik Muhammadiyah, salah satunya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Pada 13 Januari 2022 lalu, IMM Fakultas Agama Islam (FAI) UAD resmi dilantik untuk kepengurusan yang baru, dengan mengambil tema “Reaktualisasi Teologi Al-‘Asr wujudkan IMM Berkemajuan”. Alaf Muhammad Zulfikri selaku ketua umum terpilih periode 2022/2023 menegaskan bahwa tema ini diambil karena sesuai dengan grand design yang akan dibawa satu periode yang akan datang. Alaf sudah menyiapkan beberapa hal untuk menakhodai IMM FAI ke depan. Jika dalam menjalani kepemimpinan nanti mengalami beberapa hambatan maka sangat dibutuhkan kerja sama tim untuk mewujudkan IMM FAI yang berkemajuan dengan teologi Al-Maun sebagai landasan.

Apa saja yang sudah disiapkan untuk menjadi seorang pemimpin?

Persiapan dengan tolok ukur gambaran ke depannya, baik pengalaman yang dimiliki, jiwa kader yang dibangun selama menjadi kader, dan menjabat sebagai Pimpinan Komisariat. Semuanya senantiasa dilalui dengan ikhlas Lillahi ta’ala. Selain itu dalam ber-IMM tidak digunakan semata-mata untuk eksistensi belaka, tetapi sebagai jalan dakwah perjuangan di ikatan untuk membantu terwujudnya cita-cita Muhammadiyah.

Grand design apa yang akan dibawa selama satu periode ke depan?

Grand desain satu periode ini berlandaskan bangunan awal yang menjadi impian besar demi mewujudkan IMM FAI yang berkemajuan. Kami mempunyai visi yakni transformasi spirit iqra spirit berkemajuan sebagai basis gerakan. Sedangkan misi ada empat, yaitu menanamkan ideologi secara masif, optimalisasi pengilmuan IMM, revitalisasi creative minority, dan menumbuhkan etos ejawantah sebagai bentuk semangat transformasi.

Strategi kepemimpinan seperti apa yang akan diterapkan di IMM FAI?

Untuk strategi simpelnya gaya kepemimpinan ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. Di depan memberi contoh, di tengah membangun prakarsa, di belakang memberi dorongan.

Nilai apa yang harus diterapkan untuk menjadi seorang pemimpin yang baik dan berhasil?

Nilai yang ditumbuhkan sebagai pemimpin sebenarnya sangat kompleks. Banyak hal yang mungkin bisa langsung dilihat secara langsung terjun ke lapangan secara historis, tidak sekadar teoritis saja. Sampai saat ini nilai-nilai yang saya bangun untuk diterapkan menjadi pemimpin yaitu nilai profesionalitas, yakni seorang pemimpin mampu mengayomi, melayani, menjadi teladan contoh yang baik, mendorong support dari belakang, dan membangun suatu bangunan yang kokoh.

Kedua, soliditas. Inilah poin penting seorang pemimpin bisa memengaruhi untuk saling bersinergi dari segenap pimpinan dari atas hingga turunannya, untuk saling beriringan gerak bersama agar tercapai visi misi dan kegiatan, proker yang diinginkan untuk mewujudkan cita-cita tujuan IMM dan Persyarikatan Muhammadiyah.

Lalu nilai inovatif, yang menjadi pokok seseorang di setiap organisasi untuk berpikir, bertindak untuk membangun inovasi hal-hal baru agar berkembang dan lebih bermanfaat lagi. Nilai progresif, ini juga menjadi daya juang sebagai kader mampu bergerak maju lebih berkembang dari hari ke hari agar ke arah kemajuan untuk memperbaiki keadaan.

Banyak hal yang perlu dibangun sebagai pemimpin yang berani untuk dipimpin. Tidak lupa pula untuk adaptasi, menyesuaikan keadaan dan perkembangan zaman. Dengan begitu, maka impian besar organisasi pun akan tercapai.

Satu lagi nilai kritis, untuk selalu berpikir ke depan baik untuk memutuskan suatu dan menyelesaikan persoalan dengan solusi dan memecahkan masalah dengan menempatkan posisinya.

Seberapa pentingnya peran internal untuk kemajuan IMM FAI?

Penting banget, karena internal ini yang menjadi peranan yang sangat besar, dari konseptor dan eksekutor yang saling bersinergi, juga para Pimpinan Komisariat dari atas hingga ke bawah yang saling berintegrasi.

Harapan untuk IMM FAI ke depan?

Membangun sebuah kekeluargaan yang saling merangkul yang menjadikan IMM ini rumah. Ketika ada masalah atau persoalan maka saling berbagi suka maupun duka. Selain itu sebagai ladang perjuangan, ladang dakwah, ladang untuk berani berproses, berani berubah lebih baik ke arah kemajuan. Tujuannya agar bermanfaat bagi diri sendiri, orang lain, IMM, dan Persyarikatan Muhammadiyah.

Selanjutnya yaitu harapan yang sangat besar, impian besar mengenai membangun kultur IMM FAI. Hal ini berhubungan dengan tri kompetensi dasar atas arah gerak IMM dan sebagai kader mampu menanamkan nilai religiusitas, intelektualitas, serta humanitas. Kader IMM semoga juga mampu memahami prinsip ideologi IMM secara menyeluruh sehingga diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, juga mampu menyesuaikan keadaan bergerak maju, meningkatkan progresivitas agar lebih baik ke depannya dalam segala hal, berjuang di jalan Allah untuk berdakwah di mana pun berada dan kapan pun. (wid)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Alaf-Muhammad-Zulfikri-ketika-menyampaikan-sambutan-sebagai-ketua-umum-terpilih.jpeg 1066 1599 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-01-17 09:10:022022-01-17 08:48:24Memimpin dengan Nilai Progresif, Inovatif, dan Kritis

Istri Ridwan Kamil: Insecure Tidak Akan Mengubah Hidup

17/01/2022/in Terkini /by Ard

Narasumber Atalia Praratya istri Ridwan Kamil (Atas) pada acara Kepoy Beauty Privilege BEM Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Laelatul Hidayah)

“Beauty privilege bukan selalu tentang fisik. Membuat orang nyaman dan menjaga attitude juga termasuk beauty, karena pada dasarnya cantik itu relatif dan setiap orang bisa mendapatkan beauty privilege tersebut dengan caranya sendiri,” ucap Atalia.

Pemilik nama lengkap Atalia Praratya K., S.IP., M.Ikom. yang juga merupakan istri Gubernur Jawa Barat itu menjadi narasumber dalam acara yang diadakan Departemen Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), bertajuk Kepoy Beauty Privilege dengan mengusung tema “Beruntungnya Jadi Orang Cakep”.

Kegiatan berlangsung pada Kamis (13-01-2022) melalui live Instagram BEM-F Psikologi UAD. Tidak hanya dihadiri Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Psikologi UAD, mahasiswa fakultas dan universitas lain turut menjadi partisipan. Alfedra Fatiyah, yang akrab disapa Yaya, selaku host dan Wakil Gubernur BEM Psikologi UAD turut membersamai acara ini.

Yaya mengatakan bahwa Kepoy merupakan ajang bincang-bincang dengan narasumber hebat yang akan membagi ilmu, pengalaman, dan tips-tips menghilangkan insecure dari dalam diri. Tema beauty privilege diangkat untuk menjawab keresahan dalam menghadapi fenomena tersebut, karena tidak sedikit yang beranggapan bahwa beauty privilege terkadang mendapat kemudahan ketika ia menginginkan sesuatu, serta mudah dimaklumi jika berbuat kesalahan.

“Beauty privilege atau good looking tidak lagi asing didengar, trennya membuat orang berlomba-lomba terlihat cantik. Banyak juga profesi yang memang memprioritaskan beauty privilege seperti pramugari, customer service, model, dan masih banyak lainnya,” ungkap Atalia.

Sementara itu, banyak partisipan yang turut aktif menanyakan perihal menghadapi insecure. Bisa dilihat fenomena kini, makin hari makin berlanjut tiada henti. Bahkan, insecure membuat mereka tidak percaya diri akan potensi yang dimilikinya. Menanggapi hal tersebut, Atalia menyampaikan bahwa setiap orang mempunyai ciri khas masing-masing.

Dengan memaksimalkan potensi serta menutupi kekurangan dengan kelebihan-kelebihan akan membawa perubahan yang akan mengubah cara pandang orang lain terhadap kita. Memosisikan diri sesuai tempatnya dan menjaga attitude menjadi poin penting dalam membangun hubungan dengan orang lain. Insecure tidak akan mengubah hidup karena tidak ada dorongan untuk melangkah maju, tumbuhkan rasa percaya diri perlahan dan lakukan apa yang bisa kamu lakukan untuk menarik simpati orang.

 “Menjadi beauty dengan cara sendiri akan lebih nyaman, mampukan diri untuk memberikan yang terbaik. Temukan kecantikan hakiki pada dirimu dengan terus berprogres,” tutupnya. (ela)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Narasumber-Atalia-Praratya-Atas-beserta-Host-Alfreda-Fatiyahbawah-Kepoy-beauty-privilege-foto-laelatul-hidayah.jpg 605 1253 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-01-17 08:08:252022-01-17 08:08:25Istri Ridwan Kamil: Insecure Tidak Akan Mengubah Hidup

Kuliah Mulus, Hobi Jalan Terus

15/01/2022/in Terkini /by Ard

Program Podcast mahasiswa FAST mengundang narasumber Dimas Fathurahman (tengah). (Foto: Eka Marcella)

Dimas Fathurrahman, mahasiswa semester 7 Program Studi (Prodi) Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Terapan (FAST) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), menjadi salah satu mahasiswa yang tetap aktif berprestasi dalam hobi fotografi yang digelutinya tanpa mengesampingkan perkuliahan.

Dimas mengungkapkan hobi fotografinya dimulai dari tahun 2015, saat baru menginjak bangku SMA dengan kamera yang digunakan adalah kamera digital atau pocket. Namun, seiring berkembangnya pengetahuan dan skill fotografinya, ia beralih menggunakan kamera DSLR. Melalui hobi itu, ia pernah meraih berbagai kejuaraan bergengsi dari tingkat nasional hingga internasional.

Beberapa kejuaraan yang pernah diraihnya yaitu, juara I lomba fotografi tingkat Universitas Ahmad Dahlan (UAD), juara I lomba fotografi tingkat HMPS, juara II lomba fotografi dalam acara Amazing Orange, menjadi pameris foto di Universitas Sanata Dharma, runner up I lomba Internasional Photography Contest kategori tourism, juara II lomba fotografi Hiphotesa Universitas Gadjah Mada, diterima empat karya di Afrika Selatan dan German dalam lomba foto Cross Continental Circuit 2020 (CCC 2020), masuk penjurian stage 3 dari 123.418 orang dan 173 negara, serta masuk top 150 fotografer Indonesia dalam ajang 35 Award ke-6.

Di balik prestasi gemilang itu, Dimas mengaku mendapat dukungan yang sangat besar, baik dari orang tua maupun universitas. “Dukungan orang tua sangat besar, setelah melihat karya dan kegigihan saya untuk terus berkembang, mereka mendukung dengan memberikan kamera serta alat-alat yang saya perlukan, begitu pun dengan kampus. Saat menang lomba fotografi untuk seleksi Peksiminas PTM 2019, saya difasilitasi dari makan hingga biaya transportasi serta diberi pembimbing fotografer langsung.”

Dalam hal membagi waktu antara kuliah dan hobi, Dimas membocorkan bahwa tips dan triknya cukup mudah, terutama jika hobi yang digeluti adalah fotografi.

“Membagi waktu antara kuliah dan hobi cukup gampang, jadi kalau kuliah kan kita sudah ada jadwalnya. Nah untuk fotografi, kita perbanyak saja entah itu foto katalog atau lainnya sehingga nanti ketika ada lomba, kita tinggal menyesuaikan dengan tema. Misal ada ketentuan satu tahun sebelum yang sedang dilombakan, itu bisa kita ambil sehingga waktu kuliah tidak akan terganggu,” paparnya dalam acara FASTcast yang disiarkan langsung melalui akun YouTube resmi FAST UAD (14-01-2022).

Melihat perkembangan zaman yang makin maju, Dimas berharap ke depannya bisa lebih kreatif lagi, sehingga pola pikir ide kreatif ikut berkembang juga agar lebih menjual ke mancanegara. (eka)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Program-Podcast-mahasiswa-FAST-mengundang-narasumber-Dimas-Fathurahman-tengah.-Foto-Eka-Marcella.jpg 720 1520 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-01-15 07:58:262022-01-24 08:11:43Kuliah Mulus, Hobi Jalan Terus

Olah Ampas Tahu, Mahasiswa UAD Sabet Juara III Pimtanas

15/01/2022/in Terkini /by Ard

Tim PKM-K Universitas Ahmad Dahlan (UAD) saat melakukan presentasi hasil riset (Foto: Eka Marcella)

Lima mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dari Program Studi (Prodi) Biologi, Fisika, Ekonomi Pembangunan, dan Sastra Indonesia, mengoptimalisasikan ampas tahu sebagai pupuk cerdas solusi lingkungan hijau. Produk yang dihasilkan Misbahul Munir, Putri Julia Afikasari, Tatas Arya Putra, Dandi Ramdhan Yahya, dan Lukman Hakim, dengan didampingi dosen UAD yaitu Dra. Hj. Listiatie Utami, M.Sc. ini menyabet juara III di Pekan Kreativitas Mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta Tingkat Nasional (Pimtanas) 2021.

Ketua Tim Misbahul Munir mengatakan, penciptaan produk itu dilatarbelakangi oleh adanya produksi tahu yang limbahnya kurang dimanfaatkan. “Kebanyakan dari yang kami lihat di produksinya, limbah produksi tahu yang dihasilkan masih menumpuk,” kata Misbahul saat diwawancarai melalui WhatsApp pada Senin (10-01-2022).

Melihat fenomena tersebut, Misbahul dan keempat temannya tergerak untuk menggarap Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K). Tim menciptakan produk berupa pupuk dari ampas tahu yang dapat dimanfaatkan oleh para pencinta tanaman, baik itu petani, pencinta bunga, atau buah-buahan untuk meningkatkan produksi hasil panen dengan harga yang terjangkau.

Dalam persiapannya, Misbahul mengungkapkan banyak mengorek informasi melalui paper para peneliti yang sudah menerbitkan tentang pemanfaatan ampas tahu, dan berdiskusi dengan dosen pembimbing yaitu Listiatie Utami yang berasal dari Prodi Biologi.

Misbahul dan tim membutuhkan waktu kurang lebih sekitar satu bulan untuk membuat pupuk. Dalam prosesnya, mereka selalu memantau agar pupuk matang dengan sempurna karena pupuk yang dibuat merupakan pupuk organik.

“Ke depannya kami berharap pupuk ini memang bisa dimodifikasi, dalam artian bisa dibuat lebih bagus ke tanaman dan bisa menciptakan produk hampir serupa tetapi memiliki efek khusus untuk tanaman tertentu. Selain itu kami juga ingin membuat suatu komunitas sendiri atau mungkin pabrik supaya bisa menyuplai ke para pencinta tanaman,” tutup Misbahul. (eka)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-UAD-saat-babak-penilaian-dalam-presentasi-hasil-pelaksanaan-kegiatan-PKM-K-Foto-Eka-Marcella.jpg 507 1233 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-01-15 07:50:592022-01-15 07:50:59Olah Ampas Tahu, Mahasiswa UAD Sabet Juara III Pimtanas

Mahasiswa UAD Berbagi Ilmu Melalui KKN Kampus Mengajar

11/01/2022/in Terkini /by Ard

Raden Roro Gina Paramita mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) saat melakukan bimbingan belajar (Foto: Istimewa)

Merdeka Belajar-Kampus Merdeka merupakan salah satu kebijakan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Tujuannya adalah untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar mengembangkan potensi diri, selain untuk mengabdi kepada masyarakat. Mahasiswa dapat berkontribusi sebagai agen perubahan untuk tantangan pendidikan di Indonesia, menjadi mitra guru untuk berinovasi dalam pembelajaran literasi, numerasi, adaptasi teknologi, serta mengasah keterampilan sosial seperti empati, komunikasi, kepemimpinan, kreativitas, pemecahan masalah, inovasi, dan kreativitas.

Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Raden Roro Gina Paramita, ikut serta berkontribusi dalam program Kampus Mengajar angkatan 2 yang berlangsung pada 2 Agustus 2021 sampai 22 Desember 2021. Ia ditempatkan di SD Negeri Kampung Baru Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Provinsi Banten.

Gina, sapaan akrabnya, menuturkan bahwa selama di SD tersebut ia bersama teman-temannya membantu tugas para guru, seperti melakukan bimbingan khusus kepada para siswa SD yang belum lancar dalam membaca, berhitung, juga menulis.

“Selain membantu para guru untuk bimbingan belajar, kami juga membantu dalam segi administrasi sekolah. Kami melakukan program kerja (proker) kelompok dan individu, dan tentu tujuannya untuk membantu kekurangan di SD tersebut yang masih terakreditasi B,” jelas Gina ketika diwawancara pada Senin, (3-01-2021).

Lebih lanjut, selama membantu proses mengajar, banyak kegiatan yang mereka lakukan seperti lomba daur ulang atau prakarya, serta praktikum guna mengasah dan meningkatkan kreativitas siswa-siswi SDN Kampung Baru tersebut.

“Pada waktu itu kami fokuskan untuk bimbingan belajar kepada siswa, khususnya bagi mereka yang memiliki daya tangkap rendah dalam membaca, berhitung, dan menulis. Kami melakukan metode bimbingan secara individu dan terkadang melakukan pembelajaran secara kelompok. Alhamdulillah sebagian besar telah menunjukkan peningkatan, terbukti saat selesai pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah (UAS) hasilnya bagus,” jelasnya.

“Dan sekolah pada saat itu telah melaksanakan pembelajaran luring tetapi masuknya bergantian, ada yang sesi pagi dari pukul 7 sampai pukul 9, untuk sesi siang dari pukul 10 sampai pukul 12. Namun setelah tiga bulan berjalan, ada beberapa kelas yang tidak bersesi yaitu kelas 6a dan 6b. Selain itu kami juga melakukan bimbingan belajar secara daring tetapi hanya tiga minggu karena sekolah sedang fokus Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) untuk siswa kelas 5,” tutup Gina. (hmd)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Raden-Roro-Gina-Paramita-mahasiswa-UAD-saat-melakukan-bimbingan-belajar-foto_-Istimewa.jpg 746 1080 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-01-11 09:30:152022-01-11 08:42:11Mahasiswa UAD Berbagi Ilmu Melalui KKN Kampus Mengajar

Regenerasi Kepemimpinan IMM FSBK UAD Melalui Gerakan Ilmu dan Amal

11/01/2022/in Terkini /by Ard

IMM FSBK Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dalam Musyawarah Komisariat XIV (Foto: Istimewa)

Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Sastra, Budaya dan Komunikasi (FSBK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Musyawarah Komisariat (Musykom) XIV pada 5‒8 Januari 2022. Acara diselenggarakan secara blended melalui daring (Google Meet) dan luring (bertempat di Aula Masjid Sulthonain). Tema yang diusung kali ini adalah “Maklumat Kader Profetik: Membumikan Gerakan Ilmu dan Amal”.

Regenerasi adalah salah satu upaya kaderisasi dalam menyiapkan pemimpin terbaik yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan. Sebagai bagian dari organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah, maka dalam praktiknya IMM menggunakan kepemimpinan profetik sebagai landasan etik dan Muhammadiyah sebagai landasan ideologi. Kedua poin penting ini akan bersinergi dan membuat arah gerak IMM senantiasa selaras dengan tujuannya, yaitu mengusahakan terbentuknya akademisi Islam yang berakhlak mulia dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah.

Musykom sebagai permusyawaratan tertinggi di tingkat komisariat, bersifat sakral karena berhubungan langsung dengan keberlangsungan ikatan. Syauqi Khaikal Zulkarnain selaku Ketua Umum PK IMM FSBK periode 2020‒2021 menjelaskan bahwa Musykom adalah ajang untuk refleksi, kontemplasi, dan evaluasi atas segala hal yang telah dilakukan selama satu periode.

“Untuk membentuk kepemimpinan yang transformatif, maka yang menjadi fokus adalah gagasan, segala subjektivitas perlu dihilangkan guna mencapai tujuan bersama, yaitu IMM FSBK yang progresif,” terang Syauqi.

IMM FSBK berkomitmen untuk membumikan gerakan ilmu dan amal, sesuai dengan tema yang juga tercantum dalam Enam Penegasan IMM, yakni ilmu amaliah dan amal ilmiah. Hal ini memiliki arti bahwa segala ilmu pengetahuan harus diimplementasikan dalam gerakan nyata dan segala amal perbuatan yang dikerjakan harus didasari atas ilmu. “Martabat manusia tidak terletak pada pemenuhan hak asasi semata-mata, tetapi terletak pada akal budi manusia yang relational dengan nilai-nilai transenden” ‒Djazman Al-Kindi. (tsa)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/IMM-FSBK-UAD-dalam-Musyawarah-Komisariat-XIV-Foto-IMM-FSBK.jpg 1875 2500 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-01-11 08:19:482022-01-11 08:19:48Regenerasi Kepemimpinan IMM FSBK UAD Melalui Gerakan Ilmu dan Amal

Jangan Ragu Ikut PKM, Enggak Ada Ruginya!

10/01/2022/in Feature /by Ard

Program podcast mahasiswa FAST mengundang narasumber Aulia Husnia Putri (kanan) dan Abimanyu Diba Pradana (tengah) (Foto: Didi)

Fakultas Sains dan Teknologi Terapan (FAST), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), dalam program FASTcast Episode 3 membawakan tema menarik serta penuh pembelajaran yang bermanfaat. Tayang secara langsung di kanal YouTube FAST UAD pada Jumat, 7 Januari 2022, program ini dipandu oleh Feny Pramadita, mengundang narasumber Aulia Husnia Putri mahasiswi Fakultas Farmasi UAD sekaligus Ketua Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM Center) UAD 2021, dan Abimanyu Diba Pradana mahasiswa Program Studi (Prodi) Biologi UAD sekaligus Ketua Tim Finalis Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-34 Universitas Sumatera Utara (USU).

PKM Center UAD adalah sebuah organisasi mahasiswa (ormawa) guna mewadahi para mahasiswa UAD yang terjun ke dalam suatu kompetisi, salah satunya ialah kompetisi PKM. “Selain mengurus kompetisi PKM, banyak kegiatan maupun kompetisi yang juga diurus oleh PKM Center, di antaranya ialah Program Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI), Kompetisi Mahasiswa Nasional Bidang Ilmu Bisnis, Manajemen dan Keuangan (KMBK), Program Wira Desa, Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D), Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (GEMASTIK), dan lain sebagainya,” jelas Aulia.

“Sedari sekarang apakah PKM Center sudah melakukan persiapan atau sosialisasi kepada para mahasiswa, untuk berbagai kompetisi yang akan datang, khususnya kompetisi PKM itu sendiri?” tanya Feny.

“Sudah tentunya, PKM Center UAD sejak bulan November tahun lalu telah mengadakan sosialisasi kepada mahasiswa, narasumbernya berasal dari finalis di kompetisi PKM, dosen pembina, dan para pendamping tim. Untuk saat ini PKM Center masih terus melakukan sosialisasi, dan di bulan Januari ini insyaallah akan diluncurkan timeline UAD. Dari timeline itu akan membantu para mahasiswa UAD untuk bisa melakukan persiapan dini, sembari menunggu timeline resmi dari pemerintah pusat,” jawab Aulia.

Kompetisi PKM adalah suatu rangkaian acara yang panjang. Di dalamnya terdapat persiapan dari para peserta, pencarian kelompok, diskusi dengan dosen pembimbing, penentuan judul dan tema penelitian, pengajuan proposal, dan jika tahapan itu telah selesai dan dinyatakan lolos, akan maju ke tahap berikutnya.

“Tahap selanjutnya ini ialah proses penelitian, masuk ke dalam rangkaian acara, lalu sampai di penghujung kompetisi PKM, yaitu mempresentasikan hasil penelitian kepada para juri yang terdiri atas dosen-dosen terbaik dan terpilih di Indonesia,” Diba menambahkan.

Saat ditanya apa hal yang diperoleh ketika mengikuti kompetisi PKM oleh Feny, Diba menjawab lugas dan penuh kebahagiaan, “Bagi saya adalah mendapatkan pengalaman ketika di laboratorium, karena disibukkan dengan kegiatan penelitian yang jarang didapat pada bangku perkuliahan umum, dan bagaimana bekerja di dalam sebuah tim.”

“Kepada mahasiswa yang masih bimbang untuk mengikuti kompetisi PKM ini ke depannya, jangan ragu dan cobain aja dulu, enggak akan ada ruginya, kok! Banyak kegiatan dan pembelajaran yang mahasiswa UAD bisa dapatkan dari mengikuti kompetisi PKM. Bahkan saya setelah mengikuti kompetisi PKM ini, terasa sangat mudah dalam mengerjakan proposal skripsi, enggak sampai sehari!” pesan Diba. (didi)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Program-podcast-mahasiswa-FAST-mengundang-narasumber-Aulia-Husnia-Putri-dan-Abimanyu-Diba-Pradana.jpg 566 1007 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-01-10 10:39:332022-01-10 10:40:27Jangan Ragu Ikut PKM, Enggak Ada Ruginya!

Penutupan Milad ke-61 UAD

10/01/2022/in Terkini /by Ard

Sunardi, S.T., M.T., Ph.D. Ketua Milad UAD (kiri) dan Dr. Muchlas, M.T. Rektor UAD (kanan) saat melakukan pembagian door prize (Foto: Gufron)

Serangkaian Milad ke-61 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bertajuk “Transformasi Teknologi untuk Ketahanan Ekonomi Menuju Pembangunan yang Berkelanjutan” telah sampai di pengujung acara. Pada Jumat, (07-01-2021), UAD menyelenggarakan upacara penutupan milad secara luring dan daring bertempat di ruang Amphitarium Kampus IV. Dihadiri oleh Dr. Muchlas, M.T. selaku Rektor UAD, panitia milad, dosen, beserta tamu undangan.

Sunardi, S.T., M.T., Ph.D. Ketua Milad UAD menyampaikan laporan pelaksanaan selama Milad ke-61 UAD berlangsung. Ia menjelaskan agenda-agenda yang telah terlaksana seperti, peluncuran logo dan tema, bulan publikasi, lomba magister (demo produk inovasi dan lomba poster magister), lomba nonakademik (17 jenis lomba), bakti sosial dan pengabdian masyarakat, pengajian milad, dan pidato ilmiah, serta laporan Rektor UAD.

Lebih lanjut, ia menjelaskan terkait lomba yang lebih banyak diminati. Peserta lomba meliputi dosen, tenaga kependidikan (tendik), anak-anak dosen/tendik, mahasiswa, dan siswa SMA/SMK. Lomba-lomba tersebut adalah lomba unit terdapat empat jenis (virtual tour, karaoke duet, foto atau video story, dan dekorasi), lomba bagi siswa SMA/SMK (film pendek meraih masa depan bersama UAD), lomba masak mi instan, lomba tanaman hias, lomba video profil bisnis, lomba cover lagu, lomba khusus mahasiswa yaitu standup comedy, lomba untuk anak-anak dosen dan tendik (hafalan surat, ucapan milad, dan fotografi), terakhir adalah lomba sehat yang paling banyak mendapat sponsorship yaitu virtual run bagi dosen, tendik, dan mahasiswa.

“Alhamdulillah, semua rangkaian acara yang telah disiapkan untuk menyemarakkan milad telah berjalan tepat waktu, dan penutupan kali ini adalah agenda tambahan,” ujar Sunardi.

Acara diakhiri dengan pengumuman pemenang lomba dan pembagian door prize untuk dosen dan tendik. (hmd)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sunardi-Ketua-Milad-UAD-kanan-dan-Muchlas-MT-Rektor-UAD-kiri-saat-melukan-pembagian-doorprizeFoto_-Gufron.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-01-10 09:18:022022-01-10 09:30:43Penutupan Milad ke-61 UAD

Mahasiswa Farmasi UAD Sabet Juara I PKM-RE antar PTMA se-Indonesia

10/01/2022/in Prestasi /by Ard

Widyanari Febriana Wulansari (kanan), Mila Erliyana (tengah), dan Dea Anggrainy Wumu (kiri) mahasiswa Farmasi UAD meraih juara I PKM-RE antar PTMA se-Indonesia (Foto: Istimewa)

“Diabetes melitus merupakan komorbid dari infeksi Covid-19, sehingga hal tersebutlah yang mendorong kami untuk membuat inovasi atau formulasi terbaru dalam pengobatan diabetes ini. Banyak tanaman tradisional yang saat ini digunakan sebagai alternatif pengobatan diabetes melitus, salah satunya jahe merah. Jahe merah memiliki senyawa antioksidan yang mampu menurunkan kadar gula darah pada penderita. Namun, jahe merah juga memiliki bioavailabilitas yang rendah sehingga efek terapi yang diinginkan juga kurang maksimal. Dari kekurangan itulah kami membuat inovasi terbaru yang dikenal dengan Self Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) sehingga bioavailabilitas jahe merah akan meningkatkan dan efek terapi yang diinginkan akan semakin cepat,” papar Mila saat diwawancarai melalui WhatsApp pada Kamis (06-01-2022).

Mila adalah salah satu dari tiga mahasiswa Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang ikut berpartisipasi dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta Tingkat Nasional (Pimtanas) tahun 2021, yang diadakan oleh Pusat Prestasi Mahasiswa (Puspresma) Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA). Bersama Dea Anggrainy Wumu dan Widyanari Febriana Wulansari, Mila Erliyana meraih juara I.

Program Kreativitas Mahasiswa-Riset Eksakta (PKM-RE) bertujuan untuk mengungkap hubungan sebab-akibat, aksi–reaksi, rancang bangun, perilaku sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, atau budaya baik dalam aspek eksperimental maupun deskriptif. PKM-RE kali ini mengangkat tema “Formula Solid-snedds Zingiber Officinale sebagai Upaya Peningkatan Efektivitas Pengobatan Diabetes Melitus” dengan pembimbing Dr.apt. Wahyu Widyaningsih, M.Si. selaku dosen Farmasi. Tema yang membawa mereka menjadi juara I tersebut dilatarbelakangi dari banyaknya kasus penderita diabetes melitus di Indonesia.

Lomba dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Minggu, 19 Desember 2021. Serangkaian persiapan untuk mengikuti perlombaan mulai dari tahap penelitian hingga didapatkan hasil, kemudian hasil tersebut disuguhkan dalam bentuk Power Point (PPT) agar lebih singkat dan mudah dipahami.

Lebih lanjut, Mila mengatakan harapan untuk ke depannya dengan adanya penelitian yang timnya lakukan dapat dikembangkan lagi dan dilakukan uji klinis sehingga formula ini dapat diproduksi dan memberikan dampak yang lebih baik bagi penderita diabetes melitus. Selain itu, penelitian ini juga dapat dijadikan sebagai acuan penelitian-penelitian selanjutnya. (frd)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Widyanari-Febriana-Wulansari-kanan-Mila-Erliyana-tengah-Dea-Anggrainy-Wumukiri-mahasiswa-Farmasi-UAD-meraih-juara-I-PKM-RE-antar-PTMA-se-Indonesia-foto-farida.jpg 1410 2500 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-01-10 08:44:382022-01-10 08:55:32Mahasiswa Farmasi UAD Sabet Juara I PKM-RE antar PTMA se-Indonesia
Page 518 of 540«‹516517518519520›»

TERKINI

  • KKN UAD Dorong Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Sehat di Dusun Bojong18/03/2026
  • UAD Terapkan KHGT dalam Penentuan Idulfitri 1447H17/03/2026
  • KKN UAD Gelar Pelatihan Ecoprint untuk Anak-Anak di Padukuhan Gedangan17/03/2026
  • KKN UAD Edukasi Gerakan 3M dan PSN di Pronosutan17/03/2026
  • Mewujudkan Peran Khalifah Melalui Pelestarian Alam16/03/2026

PRESTASI

  • Inovasikan AR dan Permainan Edukatif, Mahasiswa UAD Juara 2 Microteaching International Competition09/03/2026
  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top