• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Pengaruh Puasa dan Zikir terhadap Struktur Otak Manusia

03/03/2026/in Terkini /by Ard

Ceramah Tarawih RDK Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Kupas Pengaruh Puasa dan Zikir Terhadap Struktur Otak Manusia (Foto. Septia)

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menyelenggarakan rangkaian kegiatan Ramadan di Kampus (RDK) 1447 H. Pada malam kedelapan Ramadan yang bertepatan dengan Rabu, 25 Februari 2026, agenda diisi dengan ceramah tarawih yang disampaikan oleh Kepala Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) UAD sekaligus Pimpinan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Suyadi, M.Pd.I. Beliau membawakan tema yang unik bertajuk “Neurosains Ibadah: Bagaimana Puasa dan Zikir Mengubah Struktur Otak dan Perilaku Manusia”.

Dalam pemaparannya, Prof. Suyadi mengawali kajian dengan mengupas Surah Ali Imran ayat 190–191 yang membahas tentang konsep Ulul Albab. Ia menjelaskan bahwa Ulul Albab bukan sekadar merujuk pada orang yang berakal secara rasional, melainkan mereka yang memiliki inti dari pemikiran esensial. Pemikiran ini senantiasa didasari oleh kejernihan hati, sehingga seseorang mampu berpikir jauh lebih mendalam dalam merenungkan setiap ciptaan Allah Swt.

Lebih lanjut, ia mengaitkan konsep Ulul Albab tersebut dengan bidang kajian mutakhir neurosains, khususnya neuroteologi atau spiritualitas otak. Berdasarkan riset yang menggunakan teknologi pencitraan otak, para ilmuwan menemukan fakta bahwa ketika seseorang melakukan ibadah sesuai keyakinannya, terdapat area-area tertentu di dalam otak yang dialiri darah lebih banyak dibandingkan saat melakukan aktivitas biasa. Ibadah juga terbukti memicu terbentuknya gelombang otak khusus yang sering dikenal dengan istilah God Spot atau sirkuit spiritual.

Prof. Suyadi kemudian menekankan keistimewaan ibadah puasa dibandingkan ibadah mahdah lainnya. Menurutnya, puasa sangat fleksibel karena dapat dilakukan bersamaan dengan ibadah ghairu mahdah.

“Jika seorang dosen mengajar dalam keadaan berpuasa, maka ibadah mahdah berupa puasa dan ibadah ghairu mahdah berupa mentransfer ilmu akan berjalan secara beriringan,” jelasnya.

Pengulangan rutinitas ibadah semacam ini membuat struktur sirkuit di dalam otak semakin terkondisikan dengan baik. Semakin sering seseorang beribadah, maka struktur otaknya akan semakin terbiasa merespons berbagai hal untuk membentuk kepribadian yang bertakwa. Indikator utama dari ketakwaan ini dapat dilihat dari cara seseorang bertindak, berpikir, dan merenung yang selalu dilandasi dengan kebeningan hati serta kejernihan pikiran. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ceramah-Tarawih-RDK-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Kupas-Pengaruh-Puasa-dan-Zikir-Terhadap-Struktur-Otak-ManusiaFoto.-Septia.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-03 11:10:092026-03-03 11:10:09Pengaruh Puasa dan Zikir terhadap Struktur Otak Manusia

Ibadah Berkualitas Kunci Kesehatan Mental

03/03/2026/in Terkini /by Ard

Dr. Ruslan Fariadi AM, S.Ag., M.S.I. pada tarawih ke-12 Ramadan 1447 H dalam rangkaian RDK Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Ana)

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menyelenggarakan Ceramah Tarawih dalam rangkaian Ramadan di Kampus (RDK) 1447 H pada Ahad malam, 1 Maret 2026. Acara tersebut menghadirkan Dr. Ruslan Fariadi AM, S.Ag., M.S.I., Ketua Bidang Fatwa dan Pengembangan Tuntunan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, sebagai penceramah.

Dalam ceramah bertajuk “Psychological Well-being dalam Islam: Meraih Ketenangan Jiwa Melalui Ibadah yang Berkualitas”, Dr. Ruslan menjelaskan bahwa Ramadan bukan sekadar bulan pendidikan atau ibadah, melainkan juga disebut sebagai sahru’l ilaj atau bulan terapi yang menawarkan penyembuhan jiwa dan fisik. Ia memaparkan bahwa ibadah puasa merupakan bentuk imunisasi spiritual dan fisik yang efektif, didukung oleh berbagai riset medis. “Lambung manusia adalah pusat berbagai macam penyakit, maka manajemen perut melalui ibadah puasa merupakan terapi untuk mendapatkan kesehatan yang ideal dan maksimal,” ungkapnya.

Dr. Ruslan juga menyoroti peran strategis zikir dalam menata emosi dan memberikan ketenangan jiwa. Ia menyebutkan bahwa lebih dari 75% solusi bagi problematika manusia berasal dari hati yang tenang melalui zikir dan ibadah. Sebaliknya, lalai dari zikir dapat menyebabkan penyakit mental kronis seperti stres dan depresi. “Sebab dalam diri manusia terdapat dua potensi, potensi yang sering menyebabkan orang kemudian jauh dari Allah sehingga mengalami suatu keadaan-keadaan yang tidak membahagiakan dirinya serta potensi yang bisa menyebabkan manusia mengalami ketenangan, ketenteraman, dan kesehatan mental,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ibadah yang berkualitas harus dilandasi niat ikhlas, memahami filosofi ibadah, serta dilakukan dengan penuh kemantapan atau biwakorin. Ia juga mengisahkan perjuangan Ali bin Abi Thalib yang menjadikan salat sebagai kekuatan spiritual luar biasa dalam menghadapi ujian hidup.

Menutup ceramahnya, Dr. Ruslan mengajak jemaah untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk memaksimalkan potensi positif dalam diri dan menekan potensi negatif melalui manajemen hati. Ia berharap melalui ibadah yang berkualitas dan totalitas, setiap individu dapat meraih derajat ketakwaan sekaligus ketenangan jiwa yang hakiki. (ana)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-Ruslan-Fariadi-AM-S.Ag_.-M.S.I.-pada-tarawih-ke-12-Ramadan-1447-H-dalam-rangkaian-RDK-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Ana.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-03 10:46:322026-03-03 10:46:32Ibadah Berkualitas Kunci Kesehatan Mental

UAD Adakan Silaturahmi dan Buka Bersama LKSA Muhammadiyah ’Aisyiyah se-DIY

03/03/2026/in Terkini /by Ard

Silaturahmi bersama LKSA Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah DIY di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menjadi tuan rumah kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Muhammadiyah ’Aisyiyah se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, 26 Februari 2026. Kegiatan yang diikuti sekitar 700 peserta tersebut berlangsung di Masjid Islamic Center UAD.

Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan Ketua Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (MPKS PWM) DIY, Zainal Arifin. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa UAD merupakan tuan rumah ketiga dalam rangkaian agenda buka bersama LKSA DIY, setelah Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

“Agenda buka bersama ini sebelumnya sudah dilaksanakan di UNISA, UMY, dan hari ini diselenggarakan di UAD,” ujarnya. Ia juga menyoroti tagline #Semua Bisa Kuliah di UAD yang diharapkan mampu memotivasi anak-anak panti asuhan untuk melanjutkan kuliah dan terus semangat meraih mimpi.

Kepala Bidang Kemasyarakatan Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) UAD, Muh. Saeful Effendi, M.Pd.B.I., menyampaikan bahwa UAD bekerja sama dengan Lazismu UAD untuk dalam memberikan bantuan. ”Kami bekerja sama dengan Lazismu UAD untuk memberikan bingkisan berupa alat tulis dan alat mandi. Selain itu, UAD juga menyediakan beasiswa bagi siswa penghafal Al-Qur’an,” jelasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis dari Lazismu UAD oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) UAD, Kepala LPSI UAD, dan Ketua Lazismu UAD kepada Pengurus Panti Asuhan Abdul Alim Imogiri, Panti Asuhan Ahmad Dahlan, Kulon Progo, dan Panti Asuhan A.R. Fachruddin, Kulon Progo selaku perwakilan panti asuhan Muhammadiyah se-DIY.

Ketua PWM DIY, Dr. Nurahman Gazali, M.A., menyampaikan bahwa hingga saat ini terdapat 24 panti asuhan yang berada di bawah naungan LKSA DIY.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan kajian bertema “Ramadan Madrasah Kehidupan” yang disampaikan oleh Ustaz Rahmadi Wibowo Suwarno, Lc., M.A., M.Hum. (Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Silaturahmi-bersama-LKSA-Muhammadiyah-dan-Aisyiyah-DIY-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-03 10:26:322026-03-03 10:26:32UAD Adakan Silaturahmi dan Buka Bersama LKSA Muhammadiyah ’Aisyiyah se-DIY

PWM DIY Gelar Wisuda Perdana Peserta Sekolah Ideologi Muhammadiyah di UAD

02/03/2026/in Terkini /by Ard

Prosesi Wisuda Sekolah Ideologi Muhammadiyah (SIM) Angkatan Pertama (Foto. Humas UAD)

Momen bersejarah mewarnai agenda Pengajian Ramadan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Ahad, 1 Maret 2026 di Amphitarium Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Rangkaian kegiatan pengajian hari kedua tersebut diwarnai dengan Wisuda Peserta Sekolah Ideologi Muhammadiyah (SIM) Angkatan Pertama.

Acara diawali dengan prosesi penyematan tanda lulus secara simbolis kepada para mahasiswa SIM oleh Ketua PWM DIY dan Direktur Sekolah Ideologi Muhammadiyah. Setelah itu, para wisudawan SIM membaca Ikrar Komitmen Ideologi bersama-sama. Kehadiran para pendamping, yakni suami maupun istri dari wisudawan, turut menambah suasana haru dan bangga dalam prosesi tersebut.

Dalam laporannya, Direktur Sekolah Ideologi Muhammadiyah, Dr. Hardi Santosa, M.Pd., menyampaikan proses panjang dan komprehensif yang telah dilalui oleh para peserta SIM selama satu tahun hingga akhirnya dinyatakan lulus dan siap berkontribusi bagi persyarikatan. Ia menyebutkan bahwa 90 persen lulusan angkatan pertama ini adalah kepala sekolah dan guru, yang merupakan hasil kerja sama dengan Majelis Dikdasmen PWM DIY.

Hardi menjelaskan bahwa sejarah berdirinya SIM berawal dari kegelisahan bersama dan arahan Ketua PWM DIY untuk merancang program penguatan ideologi. Setelah melalui proses diskusi, benchmarking ke UNIMMA, hingga workshop penyusunan kurikulum, terbentuklah 13 mata kuliah yang ditempuh selama dua semester. Selain itu, peserta juga harus mengikuti ujian akhir komprehensif yang bertujuan untuk menguatkan tata pikir ideologis sekaligus membangun nalar metodologis.

“Kami ingin mahasiswa memiliki tata pikir ideologis yang kuat, tetapi juga disesuaikan dengan cara berpikir metodologis agar mampu survive saat mengambil keputusan-keputusan strategis di tempat kerja masing-masing,” paparnya.

Selama masa pendidikan, peserta tidak hanya dibekali materi di dalam kelas, tetapi juga mengikuti kegiatan malam muhasabah ideologi untuk menguatkan ruhul jihad dan keikhlasan, serta kegiatan outbound. Ke depannya, SIM juga sedang memproses pendaftaran gelar CMI (Certified in Muhammadiyah Ideology) ke Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) agar kelak bisa diakui secara nasional maupun internasional. Hardi turut mengumumkan bahwa pendaftaran SIM gelombang kedua akan dibuka mulai 1 Maret hingga 31 Mei, dengan perkuliahan perdana dijadwalkan pada 17 Juli mendatang di UAD.

Menutup laporannya melalui sebuah pantun, ia merefleksikan kembali tema keadaban ekologis yang menjadi fokus kajian Ramadan dan mendorong para wisudawan SIM untuk segera membuktikan diri melalui karya serta kiprah yang nyata di masyarakat. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa gelar CMI yang diperoleh para lulusan tidak seharusnya dijadikan sebagai ajang pamer atau gagah-gagahan, melainkan sebagai penanda kuat atas komitmen ideologi yang telah mereka ikrarkan. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Prosesi-Wisuda-Sekolah-Ideologi-Muhammadiyah-SIM-Angkatan-Pertama-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-02 10:03:142026-03-02 10:03:14PWM DIY Gelar Wisuda Perdana Peserta Sekolah Ideologi Muhammadiyah di UAD

KKN UAD Gelar Edukasi Stunting pada Remaja di Bantar Kulon

02/03/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) memberikan edukasi pencegahan stunting kepada para remaja di Dusun Bantar Kulon Progo (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan Reguler 155 Unit I.C.1 menggelar kegiatan edukasi stunting pada remaja pada Sabtu, 21 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Dusun Bantar Kulon, Kalurahan Banguncipto, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari program kerja tematik KKN yang berfokus pada upaya promotif dan preventif pencegahan stunting. Bantar Kulon dipilih sebagai lokasi kegiatan karena perlunya peningkatan pemahaman remaja mengenai persoalan tersebut, terutama terkait pemenuhan gizi seimbang, kesehatan reproduksi, serta persiapan kehidupan berkeluarga. Remaja dinilai memiliki peran strategis sebagai calon orang tua, sehingga edukasi sejak dini diharapkan mampu memutus rantai stunting antargenerasi.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN memaparkan materi yang mencakup pengertian, penyebab, dan dampak jangka panjang stunting terhadap pertumbuhan fisik maupun perkembangan kognitif anak. Mereka juga menjelaskan siklus terjadinya stunting, yakni bermula dari remaja putri dengan status gizi kurang yang berisiko menjadi ibu hamil dengan anemia atau Kekurangan Energi Kronis (KEK).

Kondisi tersebut rentan menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah. Apabila tidak diimbangi pola asuh dan asupan gizi yang baik, anak berisiko mengalami stunting dan siklus tersebut dapat berulang pada generasi berikutnya.

Mahasiswa juga memaparkan pentingnya pendekatan pencegahan yang melibatkan seluruh anggota keluarga, terutama pada keluarga dengan faktor risiko seperti kondisi sosial ekonomi rendah, sanitasi kurang baik, dan jarak kehamilan yang terlalu dekat. Pemaparan juga menyinggung peran Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam percepatan penurunan stunting melalui pendampingan keluarga, edukasi kesehatan reproduksi remaja, program keluarga berencana, serta penguatan Tim Pendamping Keluarga (TPK).

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi penyampaian materi, diskusi, dan tanya jawab bersama para remaja. Ketua RW 01 Bantar Kulon, Hardi, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif mahasiswa KKN UAD tersebut. Menurutnya, edukasi ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan wawasan serta kesadaran remaja tentang pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UAD Reguler 155 Unit I.C.1 berharap para remaja di Bantar Kulon dapat lebih memahami peran mereka dalam pencegahan stunting dan menerapkan pola hidup sehat sebagai langkah nyata dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat. (ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-memberikan-edukasi-pencegahan-stunting-kepada-para-remaja-di-Dusun-Bantar-Kulon-Progo-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-02 09:50:472026-03-02 09:50:47KKN UAD Gelar Edukasi Stunting pada Remaja di Bantar Kulon

Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam

02/03/2026/in Feature /by Ard

Prof. Dr. Ir. Zahrul Mufrodi, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., narasumber Pengajian Ramadan PWM DIY di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Krisis lingkungan yang kian nyata mendorong Perguruan Tinggi Muhammadiyah untuk mengambil peran aktif sebagai pusat keunggulan (center of excellence) dalam memberikan solusi ekologis. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Biro Sarana dan Prasarana Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Prof. Dr. Ir. Zahrul Mufrodi, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., saat menjadi narasumber pada rangkaian Pengajian Ramadan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Ahad, 1 Maret 2026 di Amphitarium Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Dalam materi bertajuk “Etika Islam & Edu-Ekologi dalam Menjaga Keseimbangan Alam”, Prof. Zahrul menjabarkan lima prinsip utama etika Islam terkait lingkungan. Prinsip tersebut meliputi kewajiban melindungi alam, menghargai alam sebagai subjek, tanggung jawab moral, solidaritas antarmakhluk, hingga penerapan gaya hidup sederhana. Terlebih, DIY saat ini menghadapi masalah pengelolaan sampah yang serius, di mana penyumbang 38% dari total sampah plastik di wilayah ini adalah dari kalangan mahasiswa. Oleh karena itu, ia menekankan bahwa kampus tidak boleh menjadi bagian dari masalah lingkungan tersebut.

Sebagai wujud komitmen nyata, UAD telah membangun sistem pengelolaan lingkungan terpadu yang membuahkan hasil positif. Tercatat, angka residu sampah kampus berhasil ditekan secara drastis dari 72% (98.786 kg) pada tahun 2024 menjadi 29% (52.066 kg) pada 2025. Sampah organik diolah menjadi kompos bermerek “PupukMu 100% Produk Kompos Organik”, sementara sampah plastik residu dikonversi menjadi bahan bakar minyak (bio-oil) menggunakan teknologi pirolisis. Di sektor pengelolaan air, UAD mengoptimalkan pemanenan air hujan (rainwater harvesting) berkapasitas 2.500 meter kubik di Kampus IV, serta mengolah air limbah melalui Sewage Treatment Plant (STP) untuk kebutuhan penyiraman tanaman dan flushing toilet.

Komitmen ekologis UAD juga menyentuh aspek efisiensi energi dan desain arsitektur. Kampus menargetkan penghematan listrik hingga 15% melalui penerapan lima hari kerja, penggunaan AC Inverter, transisi ke lampu LED, hingga pemanfaatan panel surya sebagai energi terbarukan. Secara fisik, gedung-gedung UAD dirancang dengan struktur sirip eksterior untuk mengoptimalkan sirkulasi udara dan cahaya alami agar ruangan tidak pengap tanpa harus bergantung penuh pada pendingin ruangan. Lingkungan belajar pun dibuat asri melalui kehadiran hutan kampus, vertical garden, serta program konservasi tanaman langka.

Berbagai infrastruktur tersebut didukung dengan penguatan budaya peduli lingkungan, seperti larangan penggunaan plastik sekali pakai, kewajiban membawa botol minum (tumbler), hingga edukasi terpadu yang menjadikan UAD sebagai rujukan pembelajaran lingkungan bagi berbagai instansi di Bantul.

Menutup pemaparannya, Prof. Zahrul menegaskan bahwa menjaga lingkungan adalah bagian integral dari dakwah peradaban Muhammadiyah. Etika Islam tidak boleh berhenti pada ibadah ritual semata, melainkan harus terwujud dalam cara mengelola sumber daya, yang pada akhirnya melahirkan kesadaran ekologis berbasis iman. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Prof.-Dr.-Ir.-Zahrul-Mufrodi-S.T.-M.T.-IPM.-ASEAN-Eng.-narasumber-Pengajian-Ramadan-PWM-DIYdi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-02 09:35:312026-03-02 09:35:31Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam

Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan

01/03/2026/in Feature /by Ard

Irfan Amali, M.A., serta H. Budi Setiawan, S.T., dalam Penyampaian Materi II Pada Pengajian Ramadan PWM DIY (Foto. Humas UAD)

Materi kedua dalam rangkaian Pengajian Ramadan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM DIY) mengangkat tema “Resiliensi Bencana dan Gerakan Ekologi di Lembaga Pendidikan”. Sesi ini menghadirkan Irfan Amali, M.A., Pimpinan Pondok Pesantren Welas Asih sekaligus Direktur Eksekutif Peace Generation Indonesia, serta H. Budi Setiawan, S.T., Ketua Lembaga Resiliensi Bencana/Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PP Muhammadiyah.

Dalam paparannya, Irfan Amali menekankan pentingnya welas asih terhadap semesta ekologi yang diwujudkan melalui kebijakan konkret di lingkungan pendidikan. Ia mencontohkan kebijakan di pesantren yang melarang penggunaan minuman kemasan dalam setiap program dan kegiatan.

“Alhamdulillah kami bisa mengurangi sampah anorganik karena membuat kebijakan tidak ada minuman dengan kemasan. Semua program dan acara tidak menggunakan itu. Kebijakan kecil, tetapi dampaknya signifikan,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan terbesar dalam pengelolaan sampah adalah residu yang sulit diolah, seperti pembalut dan popok. “Yang paling menantang bagi kita itu residu, yang tidak bisa diapakan lagi. Tidak ada cara lain selain mengubah gaya hidup,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan penggunaan insinerator sebagai salah satu solusi teknis. “Ketika kami menggunakan insinerator, pembakaran efektif dilakukan sebelum angin kencang, sekitar pukul 11 siang, dengan suhu 300 derajat Celsius. Itu membuat prosesnya lebih efektif,” jelasnya.

Namun demikian, Irfan menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus diawali dengan kesadaran dan pengukuran. “Kalau kita tidak pernah tahu seberapa banyak sampah yang kita hasilkan, maka kita tidak pernah tahu bagaimana memanajennya. Muhasabah atau pengukuran itu sesuatu yang penting,” katanya.

Ia juga memperkenalkan konsep design for change, termasuk dalam praktik ibadah sehari-hari seperti wudu. Menurutnya, penggunaan air saat wudu perlu menjadi perhatian di tengah krisis air yang melanda sejumlah daerah.

“Wudu ini menjadi sesuatu yang harus kita perhatikan, karena kita perlu melihat seberapa banyak air yang kita gunakan setiap kali berwudu. Tanpa kita sadari, itu menjadi masalah global. Saya sangat senang karena Muhammadiyah mulai membahas fiqih air,” ungkapnya.

Dalam konteks budaya sekolah atau hidden curriculum, ia menyampaikan tiga hal penting, yakni memahami bahwa tidak ada benda mati, memberikan pelatihan teknis sebagai bentuk memuliakan benda, serta membangun budaya dan ekosistem yang konsisten mendukung kepedulian lingkungan.

Ia juga menyoroti pentingnya prinsip 3R bahkan 5R dengan menambahkan rethink. “Kalau rethink digunakan, R setelahnya bisa jadi tidak perlu. Problem kita hari ini adalah ignorance, orang tidak berpikir, ‘ah cuma segini sampahnya’. Padahal Rasulullah hidup sangat minimalis dan memperlakukan benda dengan penuh kasih,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa kesadaran efisiensi energi juga perlu diperhatikan, termasuk di tempat ibadah. “Masjid itu nomor tiga paling boros energi setelah hotel dan mal. Ini perlu menjadi perhatian kita bersama,” ujarnya.

Sementara itu, H. Budi Setiawan menekankan pentingnya resiliensi bencana sebagai bagian dari ketangguhan umat. Ia menjelaskan bahwa resiliensi adalah kemampuan untuk segera pulih dari kesulitan atau bencana.

“Ketika kita melihat kejadian bencana, pikiran kita harusnya berpikir kapan kita segera pulih dari kesulitan itu,” katanya.

Menurutnya, membangun ketangguhan harus dilandasi iman serta diwujudkan melalui ikhtiar, kesabaran, dan tawakal. Prinsip resiliensi meliputi persiapan, pengurangan risiko, respons cepat, dan pemulihan.

Ia menekankan pentingnya kesadaran risiko sebelum bencana terjadi. “Kesadaran risiko bencana itu dibangun ketika bencana belum terjadi,” tegasnya.

Ia menyebut tiga urgensi utama resiliensi, yakni mengurangi risiko bencana, meningkatkan keselamatan, dan memperkuat komunitas. Adapun tantangan yang dihadapi meliputi kurangnya kesadaran, keterbatasan sumber daya, serta dampak perubahan iklim.

Sebagai langkah konkret, ia mengajak lembaga pendidikan dan masyarakat untuk mengenali ancaman dan risiko bencana, menyusun rencana darurat, menyiapkan emergency kit, serta rutin melakukan latihan dan simulasi.

Melalui materi ini, gerakan ekologi dan resiliensi bencana ditegaskan bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari transformasi budaya dan sistem di lembaga pendidikan demi membangun masa depan yang lebih tangguh dan berkelanjutan. (Dnd)

uad.ac.id

 

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Irfan-Amali-M.A.-serta-H.-Budi-Setiawan-S.T.-dalam-Penyampaian-Materi-II-Pada-Pengajian-Ramadan-PWM-DIY-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-01 13:22:152026-03-01 13:22:15Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan

Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan

01/03/2026/in Feature /by Ard

Kusno Wibowo, S.T., M.Si., dan Hening Purwati Parlon, S.Sos., M.M., dalam Penyampaian Materi I Pada Pengajian Ramadan PWM DIY (Foto. Humas UAD)

Pengajian Ramadan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menghadirkan materi pertama bertajuk “Restorasi Lingkungan dalam Perkhidmatan Masa Depan” dalam rangkaian Pengajian Ramadan. Sesi ini menghadirkan Kusno Wibowo, S.T., M.Si., dan Hening Purwati Parlon, S.Sos., M.M., yang memaparkan krisis lingkungan global serta langkah nyata yang telah dilakukan di DIY.

Dalam paparannya, Hening menegaskan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi triple planetary crisis, yakni perubahan iklim, polusi, dan kehilangan keanekaragaman hayati. Ia menjelaskan bahwa perubahan iklim banyak dipicu oleh bencana hidrometeorologi, sementara polusi terjadi ketika lingkungan terkontaminasi zat berbahaya melebihi ambang batas aman sehingga mengancam kesehatan makhluk hidup.

Terkait biodiversitas, ia mengingatkan pentingnya kesadaran atas kekayaan alam Indonesia yang kian menyusut. “Betapa kayanya Indonesia, lalu yang terjadi saat ini sangat berkurang,” tuturnya. Ia menyebut Indonesia telah kehilangan sekitar 11 juta hektare hutan atau setara 110 kali luas Kota Jakarta.

Lebih lanjut, Hening menegaskan bahwa persoalan lingkungan tidak dapat dilepaskan dari nilai spiritual. “Kita kembali kepada akidah, maka tauhid kita tercerminkan dalam tindakan,” ujarnya.

Sejak 2007, Teologi Lingkungan bekerja sama dengan Majelis Lingkungan Hidup serta Kementerian Lingkungan Hidup menginisiasi berbagai gerakan, termasuk Gerakan 1000 Cahaya. Dalam dua tahun terakhir, program tersebut telah menggandeng 270 kepala keluarga Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) untuk mengikuti pelatihan efisiensi energi. Pelatihan juga melibatkan 40 peserta dari Pondok Pesantren Zamzam dan 50 guru.

Audit energi yang dilakukan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping menunjukkan temuan menarik. “Ternyata yang berat itu bukan di ruang operasi tetapi di ruang tempat makan dan laundry,” ungkapnya. Hasil audit tersebut akan segera diluncurkan sebagai dasar rekomendasi efisiensi serta potensi transisi energi di sejumlah titik yang dinilai boros.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY, Kusno Wibowo, S.T., M.Si., menyampaikan capaian positif bahwa Yogyakarta dinobatkan sebagai provinsi dengan pengelolaan hutan terbaik se-Indonesia pada 2025. “Yogyakarta hutannya sebagai hutan terbaik se-Indonesia tahun 2025, tidak ada perusakan hutan dan alhamdulillah mendapat penghargaan,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan masih terdapat sejumlah isu strategis yang perlu menjadi perhatian, seperti perubahan iklim global, tingginya timbulan sampah, menurunnya kualitas air sungai akibat limbah industri rumah tangga, kos, dan laundry, serta rendahnya tingkat ketaatan pelaku usaha terhadap regulasi lingkungan.

Permasalahan sampah menjadi tantangan besar karena sebagian besar sampah DIY berakhir di TPA Piyungan. Berdasarkan surat Gubernur DIY tertanggal 19 Oktober 2023, pengelolaan sampah akan didesentralisasikan ke kabupaten/kota mulai 2024 dengan pelaksanaan penuh mempertimbangkan kapasitas zona tampung di TPA Piyungan serta kesiapan fasilitas pengelolaan di masing-masing daerah.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat melalui prinsip 3R (reduce, reuse, recycle). “Jangan lupa bapak ibu untuk menangani pengelolaan dan mengurangi sampah dengan 3R,” pesannya. Data menunjukkan bahwa timbulan sampah terbesar di DIY berasal dari sisa makanan, sehingga gerakan minim sampah seperti menghabiskan makanan dan menggunakan tumbler menjadi langkah sederhana namun berdampak.

Sebagai upaya jangka panjang, DIY memprioritaskan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Piyungan. Program ini diharapkan mampu mengurangi beban sampah sekaligus mendukung konsep ekonomi sirkular. Melalui kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan masyarakat, restorasi lingkungan diharapkan menjadi gerakan nyata, bukan sekadar wacana, demi masa depan yang lebih berkelanjutan. (Dnd)

uad.ac.id

 

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kusno-Wibowo-S.T.-M.Si_.-dan-Hening-Purwati-Parlon-S.Sos_.-M.M.-dalam-Penyampaian-Materi-I-Pada-Pengajian-Ramadan-PWM-DIY-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-01 11:33:292026-03-01 11:35:47Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan

Pengajian Ramadan PWM DIY Perkuat Sinergi Pelestarian Lingkungan

01/03/2026/in Terkini /by Ard

Sambutan Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Prof. Dr. Muchlas, M.T., pada Pengajian Ramadan PWM DIY (Foto. Humas UAD)

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM DIY) menyelenggarakan Pengajian Ramadan pada Sabtu–Minggu, 28 Februari–1 Maret 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Amphitarium Lantai 9 Gedung Ahmad Dahlan Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Pengajian tahun ini mengusung tema “Keadaban Ekologis untuk Masa Depan Semesta” sebagai ajakan untuk berpikir jernih, bersikap berani, dan bertanggung jawab demi keberlangsungan kehidupan. Tema tersebut menjadi refleksi atas pentingnya kesadaran ekologis dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat.

Sebagai bagian dari risalah Islam Berkemajuan, Muhammadiyah memandang bahwa membangun peradaban ekologis merupakan mandat teologis yang tidak dapat ditawar. Upaya menjaga kelestarian alam dan keberlangsungan kehidupan diposisikan sebagai tanggung jawab moral sekaligus spiritual umat Islam.

Rektor UAD, Prof.Muchlas, dalam sambutannya menegaskan bahwa tugas Muhammadiyah tidak terbatas pada kepentingan jangka pendek, melainkan perjuangan berkelanjutan yang dilandasi keyakinan bersama.

“Tugas Muhammadiyah tidak hanya untuk KHGT saja. Insyaallah akan ada saatnya, entah berapa hari atau berapa abad ke depan. Kita terus berjuang untuk keyakinan yang kita tetapkan bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa memperjuangkan keadaban lingkungan perlu terus ditumbuhkembangkan di lingkungan persyarikatan. Menurutnya, isu kelestarian bumi telah menjadi kebijakan dan perhatian global yang menuntut kontribusi nyata dari seluruh elemen masyarakat.

“Memperjuangkan keadaban lingkungan ini harus tumbuh dan berkembang di persyarikatan kita, karena masyarakat global saat ini menjadikan kelestarian bumi sebagai kebijakan bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PWM DIY, Dr. Muh. Ikhwan Ahada, S.Ag., M.A., menyoroti berbagai persoalan ekologis yang kian mengkhawatirkan. Ia menyebut kerusakan alam akibat pertambangan yang tidak bertanggung jawab berdampak luas terhadap kehidupan. Selain itu, sekitar 60 persen sungai di Indonesia dalam kondisi tercemar.

“Kerusakan alam karena pertambangan yang tidak bertanggung jawab telah membawa dampak yang tidak baik bagi kehidupan. Realitasnya, sekitar 60 persen sungai kita dalam kondisi tercemar. Ini tentu menjadi peringatan serius bagi kita semua,” ujarnya.

Ia juga menyinggung persoalan sampah plastik yang merusak ekosistem laut hingga menyebabkan terumbu karang yang semula indah berubah seperti kawasan terdampak perang. Lenyapnya hutan serta praktik modifikasi cuaca yang berpotensi memunculkan bencana baru di wilayah yang belum siap juga menjadi perhatian serius.

“Sampah plastik telah mempidana ekosistem laut. Terumbu karang yang indah bisa berubah seperti bekas perang. Hutan-hutan kita pun terus lenyap, dan kini muncul praktik modifikasi cuaca yang berpotensi menghadirkan bencana baru di tempat yang belum siap menghadapinya,” tegasnya.

Menurutnya, persoalan modifikasi cuaca menjadi pekerjaan rumah bersama, termasuk dalam hal pengendalian dan mitigasi yang melibatkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

“Modifikasi cuaca ini menjadi PR kita bersama. Pengendalian dan mitigasinya harus benar-benar diperhatikan, karena jika tidak terkendali, dampaknya bisa luas,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa tema pengajian ini sangat relevan dan tidak boleh berhenti pada forum diskusi semata, tetapi harus diwujudkan dalam gerakan praksis.

“Pengajian ini tidak boleh berhenti sebagai ruang diskusi. Ini harus menjadi gerakan praksis yang kita mulai dari lingkungan persyarikatan, lalu menginspirasi dan bersinergi dengan berbagai pihak untuk menyelamatkan lingkungan melalui pola dan tindakan yang tepat,” pungkasnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilaksanakan peluncuran buku Ekologi Berkemajuan serta penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PWM DIY dan Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan sebagai bentuk komitmen bersama dalam penguatan gerakan pelestarian lingkungan. (Dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sambutan-Rektor-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Prof.-Dr.-Muchlas-M.T.-pada-Pengajian-Ramadan-PWM-DIY-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-01 10:59:022026-03-01 10:59:02Pengajian Ramadan PWM DIY Perkuat Sinergi Pelestarian Lingkungan

Garda Depan Melawan Dengue: Mahasiswa UAD Perkuat Peran Jumantik di Bokoharjo

27/02/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Gelar PRODAMAT di Kelurahan Bokoharjo (Foto. Tim Prodamat UAD)

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman serius di wilayah tropis, termasuk Indonesia. Menyikapi hal tersebut, tim mahasiswa Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan Program Pemberdayaan Umat (PRODAMAT) bertajuk “Penguatan Peran Jumantik di Kelurahan Bokoharjo” pada Rabu, 11 Februari 2026, sebagai upaya nyata mencegah DBD berbasis masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Kelurahan Bokoharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, ini menyasar para kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) setempat. Wilayah ini dipilih karena memiliki banyak tempat penampungan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti. Melalui program ini, para kader kembali dibekali pemahaman dan keterampilan terkait pemantauan jentik serta edukasi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus sebagai langkah pencegahan yang efektif.

Program yang diketuai oleh Nurham Al Afgani Agusalim, bersama tim yang terdiri atas Rizkita Arfiana, Gusti Mursalina, Lutfi Munifah Izzah, Dwi Yuliatin Sholiah, Misyka Fajratul Izzah, dan Miersa Sawitri Hayyusari ini diikuti oleh 24 kader kesehatan. Kegiatan diawali dengan koordinasi bersama pihak kelurahan, dilanjutkan dengan penyampaian data kasus DBD terkini, serta pelatihan teknik mengenali dan memantau jentik nyamuk. Para kader yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga berusia 51–60 tahun tampak antusias selama kegiatan berlangsung. Di sela-sela kegiatan, Nurham menyampaikan pandangannya.

“Kami melihat bahwa peran kader di lapangan sangat vital. Namun, pengetahuan mereka perlu terus diperbarui agar pesan pencegahan DBD yang disampaikan kepada warga tetap efektif dan relevan dengan kondisi lapangan saat ini,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya pembaruan pengetahuan bagi kader sebagai ujung tombak edukasi kesehatan di masyarakat. Hasil evaluasi pun menunjukkan dampak yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan kader. Skor rata-rata pre-test meningkat dari 21,71 menjadi 23,50 pada post-test, terutama pada aspek menguras penampungan air secara rutin, menutup wadah air, dan mendaur ulang barang bekas.

Dosen Pembimbing Lapangan, Prof. Sulistyawati, S.Si., M.P.H., Ph.D., turut menekankan harapan dari pelaksanaan program ini. ”Pemberdayaan kader diharapkan tidak hanya berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga bertransformasi menjadi praktik pencegahan yang konsisten,” tuturnya.

Dengan meningkatnya kapasitas kader, diharapkan Angka Bebas Jentik (ABJ) di Kelurahan Bokoharjo dapat terus meningkat. Dengan demikian, risiko penularan DBD dapat ditekan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara tenaga kesehatan, pemerintah lokal, dan masyarakat. (Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Magister-Kesehatan-Masyarakat-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Gelar-PRODAMAT-di-Kelurahan-Bokoharjo-Foto.-Tim-Prodamat-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-27 11:54:482026-02-27 11:54:48Garda Depan Melawan Dengue: Mahasiswa UAD Perkuat Peran Jumantik di Bokoharjo
Page 7 of 540«‹56789›»

TERKINI

  • Mewujudkan Peran Khalifah Melalui Pelestarian Alam16/03/2026
  • Mahasiswa KKN UAD Sosialisasikan Pengelolaan Sampah di Padukuhan Bejaten16/03/2026
  • Implementasi Teknologi Lubang Resapan Biopori sebagai Strategi Mitigasi Genangan Air di Desa Kalibondol16/03/2026
  • Profesionalisme Profetik dalam Membangun Peradaban Berilmu15/03/2026
  • Bimawa UAD Dorong Kemandirian Usaha Mahasiswa15/03/2026

PRESTASI

  • Inovasikan AR dan Permainan Edukatif, Mahasiswa UAD Juara 2 Microteaching International Competition09/03/2026
  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top