• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Empat Pilar Keselamatan Dunia dan Akhirat untuk Keluarga

28/07/2026/in Feature /by Ard

Kajian Ahad Pagi Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan pembicara Ustaz Rofiul Wahyudi (Foto. Mawar)

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menggelar Kajian Ahad Pagi pada, 19 Juli 2026. Pada kesempatan tersebut, Ustaz Rofiul Wahyudi, S.E.I., M.E.I., Ph.D., anggota Majelis Tabligh PWM DIY sekaligus dosen Perbankan Syariah UAD, menyampaikan materi bertajuk “Empat Pilar Keselamatan Dunia dan Akhirat untuk Keluarga.”

Dalam ceramahnya, Ustaz Rofiul mengajak jemaah untuk terus berupaya membangun keluarga yang tidak hanya bahagia di dunia, tetapi juga memperoleh keselamatan di akhirat. Menurutnya, setiap keluarga perlu menjaga empat pilar utama agar kehidupan rumah tangga senantiasa berada dalam keberkahan Allah Swt.

Pilar pertama yang disampaikan adalah menjaga akidah dan ibadah. Ia menegaskan bahwa identitas seorang muslim harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya melalui komitmen menutup aurat sesuai syariat. Menurutnya, menjaga identitas keislaman tidak cukup dilakukan ketika berada di masjid atau pengajian, tetapi juga harus diwujudkan dalam aktivitas sehari-hari sebagai bentuk keteguhan akidah.

Selain menjaga akidah, Ustaz Rofiul menjelaskan bahwa seluruh aktivitas dapat bernilai ibadah apabila diniatkan karena Allah. Menuntut ilmu, bekerja mencari nafkah, makan, minum, hingga beristirahat dapat menjadi ibadah selama dilakukan dengan niat yang benar. Oleh sebab itu, umat Islam didorong untuk selalu memperbaiki niat dalam setiap aktivitas kehidupan.

Pilar kedua adalah menjaga semangat belajar ilmu agama. Menurutnya, kewajiban menuntut ilmu tidak mengenal batas usia. Ia mengajak masyarakat untuk terus mengikuti majelis ilmu, membaca Al-Qur’an, mempelajari hadis, serta tidak ragu bertanya kepada para ulama ketika menemui persoalan agama. “Ilmu agama menjadi bekal penting agar setiap ibadah yang dilakukan sesuai dengan tuntunan syariat,” ujarnya.

Selanjutnya, Ustaz Rofiul mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan fisik sebagai pilar ketiga. Ia menuturkan bahwa kesehatan merupakan modal utama dalam menjalankan ibadah dan aktivitas sehari-hari. Karena itu, masyarakat diimbau menjaga pola makan, memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi, serta mengatur jumlah makanan secara proporsional agar tubuh tetap sehat dan produktif.

Pilar terakhir adalah menjaga maisyah atau kondisi ekonomi keluarga. Menurutnya, Islam mengajarkan sikap qanaah (merasa cukup) dan bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah Swt. Sikap tersebut menjadi benteng agar seseorang tidak mudah tergoda gaya hidup konsumtif yang berlebihan. Ia juga mengajak jemaah untuk meneladani kesederhanaan Rasulullah saw. dalam menjalani kehidupan.

Menjelang akhir kajian, Ustaz Rofiul kembali menegaskan bahwa keempat pilar tersebut saling berkaitan dalam membentuk keluarga yang kokoh, harmonis, serta memperoleh kebahagiaan di dunia dan keselamatan di akhirat. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kajian-Ahad-Pagi-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dengan-pembicara-Ustaz-Rofiul-Wahyudi-Foto.-Mawar.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-28 08:59:002026-07-28 08:59:00Empat Pilar Keselamatan Dunia dan Akhirat untuk Keluarga

PPK Ormawa IMM FKM UAD Latih Kader Gunakan Aplikasi Digital SI-WARAS

28/07/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

PPK Ormawa IMM FKM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) latih kader gunakan aplikasi digital SI-WARAS (Foto. PPKO IMM FKM UAD)

Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menggelar kegiatan Pelita Kader Pertemuan 5 sebagai bagian dari implementasi program HAMEMAYU WARASING DESA. Kegiatan yang berfokus pada pelatihan penggunaan aplikasi SI-WARAS (Sistem Informasi Warasing Desa) ini dilaksanakan di Balai Desa Kalurahan Caturharjo pada Sabtu, 18 Juli 2026.

Acara ini dihadiri oleh Kamituwa Kalurahan Caturharjo Agung, para kader kesehatan setempat, serta Tim Pelaksana PPK Ormawa IMM FKM UAD yang bertindak sebagai pemateri dan fasilitator. Dalam sambutannya mewakili Pemerintah Kalurahan Caturharjo, Agung menyampaikan apresiasi atas inovasi digital yang dikembangkan oleh mahasiswa melalui SI-WARAS. Beliau berharap sistem tersebut mampu membantu kader dalam melakukan pencatatan data kesehatan masyarakat secara lebih efektif, akurat, dan berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal peserta, disusul dengan pemaparan materi mengenai tujuan pengembangan sistem, manfaat aplikasi, alur kerja, hingga prosedur penginputan data dan pemanfaatan dashboard untuk monitoring serta evaluasi kesehatan masyarakat. Setelah memahami alur sistem, seluruh kader kesehatan mempraktikkan langsung penggunaan SI-WARAS dengan pendampingan intensif dari tim mahasiswa. Kader melakukan simulasi secara mandiri, mulai dari proses login, pengisian identitas sasaran, input hasil pemeriksaan skrining, hingga melihat rekapitulasi data pada dashboard.

Guna menjaga semangat dan kekompakan peserta selama pelatihan berlangsung, kegiatan juga diselingi dengan sesi ice breaking yang interaktif. Evaluasi kemudian dilakukan melalui sesi post-test yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mengoperasikan sistem pencatatan digital tersebut.

Melalui pelatihan ini, seluruh kader kesehatan Kalurahan Caturharjo diharapkan mampu mengoperasikan SI-WARAS secara mandiri. Digitalisasi pencatatan ini ditargetkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan berbasis kader sekaligus mendukung keberlanjutan program dalam pengendalian faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM). (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/PPK-Ormawa-IMM-FKM-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-latih-kader-gunakan-aplikasi-digital-SI-WARAS-Foto.-PPKO-IMM-FKM-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-28 08:00:392026-07-28 08:47:15PPK Ormawa IMM FKM UAD Latih Kader Gunakan Aplikasi Digital SI-WARAS

Tim PkM Farmasi UAD Beri Penyuluhan Kesehatan Terpadu Lansia di Mergangsan

27/07/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim PkM Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) beri penyuluhan kesehatan terpadu lansia di Mergangsan (Foto. Tim PKM UAD)

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan program penyuluhan kesehatan terpadu. Kegiatan yang mengusung tema “Pemberdayaan Lansia dengan Senam Brain Gym dan Edukasi Demensia” ini dilaksanakan secara komprehensif pada Sabtu, 18 Juli 2026 di RW 18, Mergangsan, Yogyakarta. 

Program pemberdayaan ini diketuai oleh Dr. apt. Iis Wahyuningsih, M.Si., dengan didampingi oleh dua anggota dosen, yakni apt. Prita Anggraini Kartika Sari, M.Farm. dan Dr. apt. Arif  Budi Setianto, M.Si. Pelaksanaan di lapangan digerakkan oleh tim kolaborasi mahasiswa lintas keilmuan. 

Anggota tim mahasiswa tersebut terdiri dari Fatma Marni Sarkol dan Muhammad Rafli Ichwan Rinaldo dari Program Studi Kesehatan Masyarakat, serta deretan mahasiswa Program Studi Farmasi yang meliputi Evan Ardi Kusuma, Namira Nur Aufa, Lolita Asyifa, Ilvana Rajabti, Fira Dwi Salshabirah, Alivia Hedy Putri, dan Wahyu Dyah Sarahsvati Kurniawan. 

Rangkaian kegiatan pada pagi hari dibuka dengan sesi senam pencegahan demensia atau Brain Gym. Senam ini dirancang khusus dengan gerakan ringan untuk merangsang memori, konsentrasi, dan saraf kognitif lansia. Manfaat positif dari rutinitas senam ini langsung dirasakan oleh peserta.

“Alhamdulillah, badan terasa lebih fresh. Daya ingat juga dirasa lebih meningkat dan tubuh terasa lebih bugar,” ungkap Ibu Putri Wijayanti, salah satu lansia peserta Brain Gym.

Setelah senam, acara dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan sediaan jamu kunyit. Tim PkM Farmasi UAD tidak sekadar membuat jamu tradisional biasa, melainkan memberikan inovasi berupa penambahan lada hitam untuk mengoptimalkan penyerapan senyawa aktif yang baik bagi tubuh.

Inovasi dan edukasi takaran bahan ini mendapat apresiasi tinggi dari kader setempat. Novita Wulandari, salah satu anggota Kader Lansia RW 18, menuturkan bahwa ilmu yang diberikan sangat aplikatif bagi warga.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat dan informasinya sangat lengkap. Ternyata penambahan lada hitam pada kunyit asam biasa bisa memberikan manfaat kesehatan yang jauh lebih optimal. Selain itu, takaran pembuatannya mudah dipraktikkan, serta bahan-bahannya pun murah dan terjangkau,” jelas Novita.

Memasuki sore hari, fokus kegiatan beralih pada pelayanan cek kesehatan komprehensif bagi para lansia. Sesi pemeriksaan ini dipadukan dengan pemaparan materi edukasi mengenai pentingnya kualitas tidur yang baik. Lansia diberikan pemahaman mengenai pola istirahat yang tepat agar tubuh tetap bugar di usia senja.

Didukung penuh oleh pihak Kader Lansia RW 18, seluruh rangkaian kegiatan dari pagi hingga sore ini diharapkan mampu mendorong para lansia di Mergangsan untuk lebih mandiri dalam menjaga kesehatan secara holistik, baik melalui aktivitas fisik yang rutin, pola tidur teratur, maupun pemanfaatan sediaan herbal secara tepat dan terstandar. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-PkM-Farmasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-beri-penyuluhan-kesehatan-terpadu-lansia-di-Mergangsan-Foto.-Tim-PKM-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-27 09:26:422026-07-27 09:26:42Tim PkM Farmasi UAD Beri Penyuluhan Kesehatan Terpadu Lansia di Mergangsan

Prodi Perbankan Syariah UAD Gelar Kuliah Tamu Internasional

27/07/2026/in Terkini /by Ard

Prodi Perbankan Syariah Universitas Ahmad Dahlan (UAD) gelar kuliah tamu internasional (Foto. Ana)

Program Studi Perbankan Syariah Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali memperkuat komitmen akademik global dengan menyelenggarakan International Guest Lecture bertema “Islamic Social Finance Models: Lessons from Malaysia and Indonesia”. Kegiatan yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa, akademisi, dan praktisi ini berlangsung secara luring di Amphitarium Kampus 4 UAD pada Senin, 20 Juli 2026.

Kuliah tamu internasional ini menghadirkan dua narasumber kompeten di bidangnya, yakni Asst. Prof. Dr. Noor Aimi Mohamad Puad dari International Islamic University of Malaysia (IIUM) dan Rofiul Wahyudi, Ph.D. dari UAD. Kehadiran para pakar ini bertujuan untuk memberikan perbandingan mendalam mengenai strategi dan tata kelola keuangan sosial Islam di kedua negara serumpun.

Dalam pemaparannya, Rofiul Wahyudi, Ph.D. menyoroti penguatan pengelolaan zakat di Indonesia yang semakin akuntabel dan transparan melalui implementasi Zakat Core Principles (ZCP) serta optimalisasi kinerja Lembaga Amil Zakat (LAZ).

Sementara itu, Asst. Prof. Dr. Noor Aimi Mohamad Puad memaparkan peta jalan keuangan sosial Islam di Malaysia yang ditopang oleh empat instrumen utama: Zakat, Waqf, Sadaqah, dan Qard Hasan. Ia menjelaskan bahwa pengelolaan zakat dan wakaf di Malaysia didukung oleh kerangka kelembagaan yang kuat, mulai dari State Religious Councils (SRCs) di tingkat negara bagian hingga koordinasi federal oleh JAWHAR dan Yayasan Waqf Malaysia.

“Adopsi digital yang masif telah membantu lembaga zakat di Malaysia konsisten mengumpulkan dana hingga melampaui RM 1 miliar setiap tahunnya,” ujarnya. Selain itu, instrumen wakaf di Malaysia pun terbukti sukses mendukung pembangunan infrastruktur strategis seperti universitas berbasis wakaf, pusat kesehatan, hingga fasilitas pendidikan yang selaras dengan tujuan SDGs.

Diskusi interaktif tersebut juga mengupas berbagai tantangan pengelolaan, seperti tata kelola yang terfragmentasi antarwilayah serta tuntutan transparansi dari generasi muda. Oleh karena itu, penguatan harmonisasi regulasi, profesionalisme pengelola, dan inovasi berbasis fintech serta crowdfunding menjadi arah strategis ke depan.

Melalui penyelenggaraan agenda internasional ini, PBS UAD berharap para mahasiswa dan sivitas akademika dapat memperkaya wawasan global dan merumuskan inovasi kolaboratif ke depannya. (Ana)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Prodi-Perbankan-Syariah-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-gelar-kuliah-tamu-internasional-Foto.-Ana.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-27 09:19:142026-07-27 09:19:14Prodi Perbankan Syariah UAD Gelar Kuliah Tamu Internasional

Refreshing AIK Pegawai UAD 2026 Perkuat Budaya Hidup Sehat dan Pengamalan Nilai AIK

27/07/2026/in Terkini /by Ard

Program Refreshing AIK Pegawai Universitas Ahmad Dahlan (UAD) tahun 2026 (Foto. Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melalui Lembaga Pengembangan dan Studi Islam (LPSI) menyelenggarakan Refreshing AIK Pegawai Universitas Ahmad Dahlan 2026 pada Jumat, 24 Juli 2026 di Masjid Islamic Center Kampus IV UAD. Kegiatan ini menjadi sarana penyegaran nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) sekaligus memperkuat budaya hidup sehat, kebersamaan, dan produktivitas bagi dosen serta tenaga kependidikan.

Kepala LPSI UAD, Rahmadi Wibowo, Lc., M.A.,M.Hum., Ph.D., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang terus berkembang setiap tahunnya. Menurutnya, jika sebelumnya refreshing AIK lebih banyak dilaksanakan di dalam ruangan, tahun ini kegiatan dikemas lebih inovatif dengan memadukan penguatan nilai AIK dan aktivitas olahraga di luar ruangan.

Rahmadi mengapresiasi tingginya partisipasi sivitas akademika. Sebanyak 1.068 pegawai mengikuti kegiatan ini, terdiri atas 588 peserta fun walk, 379 peserta senam, dan 101 peserta fun run. Ia menegaskan bahwa Refreshing AIK merupakan bagian dari ikhtiar UAD dalam mewujudkan kesehatan yang paripurna, meliputi kesehatan spiritual, fisik, intelektual, dan ekonomi.

“Semoga kegiatan AIK seperti ini dapat terus dikembangkan menjadi semakin baik, semakin menarik, dan semakin memberikan manfaat bagi seluruh sivitas akademika Universitas Ahmad Dahlan,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T., mengajak seluruh pegawai membangun kebahagiaan melalui kesehatan yang menyeluruh. Menurutnya, kebahagiaan tidak hanya ditentukan oleh kesehatan jasmani, tetapi juga kesehatan mental, spiritual, keharmonisan keluarga, komunikasi sosial, serta kondisi finansial.

Ia berharap program AIK di lingkungan UAD terus dikembangkan dengan pendekatan yang menggembirakan sehingga mampu menumbuhkan kecintaan terhadap nilai-nilai Islam dan Muhammadiyah. Selain itu, Muchlas juga mengajak seluruh pegawai memperdalam pemahaman terhadap berbagai dokumen Persyarikatan Muhammadiyah, seperti Risalah Islam Berkemajuan, Darul Ahdi wa Syahadah, dan Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM), serta berperan aktif dalam kepengurusan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di berbagai tingkatan.

Mengakhiri sambutannya, ia secara resmi membuka kegiatan Refreshing AIK Pegawai UAD 2026 dan mengajak seluruh peserta mengikuti rangkaian acara dengan penuh semangat agar kembali bekerja dengan kondisi yang lebih sehat, bahagia, dan produktif.

Memasuki acara inti, peserta mengikuti kajian “Ngaji Sehat dan Bahagia: Sehat sebagai Amanah, Olahraga sebagai Ibadah, Ikhtiar Mewujudkan Sivitas Akademika yang Sehat, Produktif, dan Berdampak” yang disampaikan oleh dr. Muallim Hawari, M.M.R.

Dalam penyampaiannya, Muallim menegaskan bahwa kesehatan merupakan amanah dari Allah Swt. yang harus dijaga. Mengutip hadis Rasulullah saw., ia mengingatkan bahwa terdapat dua nikmat yang sering dilalaikan manusia, yakni kesehatan dan waktu luang. Karena itu, olahraga dan pola hidup sehat harus dipandang sebagai bentuk ikhtiar sekaligus ibadah apabila diniatkan untuk menjaga amanah tersebut.

Muallim mengajak peserta menjadikan olahraga sebagai kebiasaan hidup, bukan sekadar mengikuti tren. Menurutnya, aktivitas fisik tidak harus mahal. Berjalan kaki, bersepeda, maupun olahraga ringan yang dilakukan secara rutin sudah memberikan manfaat besar bagi kesehatan.

Ia juga membagikan berbagai pengalaman dan kisah inspiratif tentang perubahan gaya hidup sehat yang mampu meningkatkan kualitas hidup, termasuk pentingnya menjaga pola makan, waktu istirahat, serta kesehatan mental. Menurutnya, tujuan utama berolahraga adalah menjaga kesehatan agar dapat beribadah, bekerja, dan mengabdi kepada masyarakat secara optimal.

Melalui Refreshing AIK Pegawai 2026, Rahmadi berharap budaya hidup sehat, semangat kebersamaan, dan pengamalan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan semakin mengakar dalam kehidupan sivitas akademika sehingga mampu melahirkan insan yang sehat, produktif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Program-Refreshing-AIK-Pegawai-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-tahun-2026-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-27 09:07:312026-07-27 09:07:31Refreshing AIK Pegawai UAD 2026 Perkuat Budaya Hidup Sehat dan Pengamalan Nilai AIK

Tim PPK Ormawa IMM FKM UAD Perkuat Sinergi di Caturharjo

26/07/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim PPK Ormawa IMM FKM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar monitoring dan evaluasi (Foto. Tim PPKO FKM UAD)

Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pada Rabu, 8 Juli 2026. Bertempat di Balai Desa Kalurahan Caturharjo, kegiatan ini bertujuan memantau perkembangan program, mengevaluasi kendala, serta memperkuat sinergi antarpihak dalam implementasi program HAMEMAYU WARASING DESA.

Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UAD Dr. Gatot Sugiharto, S.H., M.H., Lurah Caturharjo H. Wasdiyanto, S.Si., serta perwakilan dari pihak universitas yakni Riswanda Himawan, M.Pd. Turut hadir pula para kader kesehatan Caturharjo bersama Tim PPK Ormawa IMM FKM UAD.

Dalam sambutannya, Gatot Sugiharto menyampaikan apresiasinya atas dukungan seluruh pihak terhadap program pengabdian ini. Beliau menekankan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat sangat penting untuk menghasilkan program yang memberikan manfaat nyata, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kapasitas warga melalui pemberdayaan kader.

Senada dengan hal tersebut, Lurah Caturharjo Wasdiyanto menegaskan komitmen penuh pemerintah kalurahan dalam mendukung keberlangsungan program. Dukungan tersebut diwujudkan melalui fasilitasi tempat kegiatan, peminjaman peralatan, hingga pengoordinasian kader kesehatan agar terus berpartisipasi aktif dalam setiap agenda yang telah direncanakan.

Sesi kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang melibatkan kader kesehatan, mahasiswa, pihak universitas, dan pemerintah kalurahan. Forum dua arah ini membahas perkembangan capaian program, kendala teknis di lapangan, serta rencana perbaikan untuk kegiatan selanjutnya. Para kader menyumbangkan berbagai masukan konstruktif berdasarkan pengalaman nyata saat mengedukasi warga.

Berdasarkan hasil monitoring tersebut, pelaksanaan program dinilai telah berjalan dengan optimal dan sesuai dengan jadwal. Melalui kegiatan evaluasi bersama ini, seluruh pihak sepakat untuk terus menjaga koordinasi agar program pengendalian faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) di Caturharjo ini dapat terus memberikan dampak positif yang berkelanjutan. (ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-PPK-Ormawa-IMM-FKM-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-menggelar-monitoring-dan-evaluasi-Foto.-Tim-PPKO-FKM-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-26 09:00:292026-07-27 14:09:24Tim PPK Ormawa IMM FKM UAD Perkuat Sinergi di Caturharjo

Mewujudkan Takwa dan Akhlak Mulia

26/07/2026/in Feature /by Ard

Kajian Ahad Pagi Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan pembicara Ustaz Fajar Rachmadhani (Foto. Mawar)

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menggelar Kajian Ahad Pagi yang menghadirkan Ustaz Fajar Rachmadhani, Lc., M.Hum., Ph.D., anggota Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Mengangkat tema “Takwa dan Akhlak Mulia”, kajian ini mengajak jemaah memahami hakikat ketakwaan sekaligus pentingnya membangun akhlak sebagai fondasi kehidupan seorang muslim.

Dalam pemaparannya, Ustaz Fajar mengawali kajian dengan mengulas hadis ke-18 dalam kitab Arba’in An-Nawawi yang berbunyi, “Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada, iringilah keburukan dengan kebaikan niscaya kebaikan itu akan menghapusnya, dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik.”

Menurutnya, takwa bukan sekadar menjalankan ibadah, tetapi merupakan sikap hati-hati dalam menjalani kehidupan. Ia mengutip penjelasan sahabat Umar bin Khattab yang mengibaratkan takwa seperti seseorang yang berjalan di jalan gelap penuh duri sehingga harus melangkah dengan penuh kewaspadaan agar tidak terluka.

“Takwa adalah bentuk kehati-hatian kita dalam menjalani kehidupan. Kita harus berhati-hati terhadap perkara yang halal, haram, maupun syubhat agar tidak terjerumus dalam kemaksiatan,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan pandangan Ali bin Abi Thalib bahwa takwa berarti takut kepada Allah. Namun, rasa takut tersebut bukan membuat seseorang menjauh dari Allah, melainkan semakin mendekat melalui ibadah dan amal saleh. Sementara itu, menurut Ibnu Umar, seseorang yang bertakwa tidak akan merasa dirinya lebih baik daripada orang lain.

Lebih lanjut, Ustaz Fajar menegaskan bahwa ketakwaan harus diwujudkan dalam setiap kondisi, baik ketika berada di tengah keramaian maupun saat sendirian. Menurutnya, menjaga ketakwaan ketika tidak ada seorang pun yang melihat justru menjadi ujian terbesar bagi seorang hamba.

“Manusia mungkin bisa tertipu oleh pencitraan, tetapi Allah mengetahui segala sesuatu, termasuk apa yang kita lakukan saat tidak ada orang lain,” ujarnya.

Selain membahas makna takwa, ia juga menyoroti pentingnya keikhlasan dalam beramal. Ia menjelaskan bahwa salah satu ciri orang yang ikhlas ialah kualitas amalnya tetap sama, baik ketika dipuji maupun dicela, serta ketika dilakukan secara terbuka maupun tersembunyi.

Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Fajar mengingatkan bahaya melakukan dosa secara terang-terangan atau membanggakan kemaksiatan. Ia menjelaskan bahwa Rasulullah saw. menyebut perilaku tersebut sebagai mujahir, yaitu orang yang membuka sendiri aib dan dosa yang telah Allah tutupi.

“Kalau seseorang masih malu ketika berbuat dosa, berarti iman dan rasa malunya masih hidup. Namun ketika dosa dilakukan terang-terangan dan bahkan dibanggakan, itu menjadi tanda yang sangat berbahaya,” ungkapnya.

Sebagai solusi, ia mengajak jemaah untuk senantiasa memperbanyak amal saleh sebagai bentuk penghapus dosa-dosa kecil. Ia menegaskan bahwa setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan, tetapi Allah membuka pintu taubat seluas-luasnya bagi hamba yang sungguh-sungguh kembali kepada-Nya.

Pada akhir kajian, Ustaz Fajar menekankan bahwa akhlak mulia merupakan bukti nyata ketakwaan seseorang. Menurutnya, ilmu pengetahuan yang tinggi tidak akan memberikan manfaat apabila tidak disertai akhlak yang baik.

“Orang pintar banyak, tetapi orang berilmu yang berakhlak mulia justru semakin langka. Karena itu, yang harus kita bangun bukan hanya kecerdasan intelektual, tetapi juga karakter dan akhlak,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan para orang tua agar tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik anak, tetapi lebih mengutamakan pembentukan akhlak, keimanan, dan kebiasaan beribadah sebagai bekal kehidupan dunia maupun akhirat. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kajian-Ahad-Pagi-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dengan-pembicara-Ustaz-Fajar-Rachmadhani-Foto.-Mawar.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-26 08:00:522026-07-27 08:54:51Mewujudkan Takwa dan Akhlak Mulia

Mahasiswa UAD Raih Juara I Poster dan Juara II Video Kreatif pada UAD Fair 2026

25/07/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) juara I poster dan juara II video kreatif pada UAD Fair 2026 (Foto. Ibnu)

Tim mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang UAD Fair 2026. Melalui usaha Kopi Kebun Jogja, mereka sukses memborong dua penghargaan sekaligus, yaitu Juara I Lomba Poster dan Juara II Lomba Video Kreatif.

Tim Kopi Kebun Jogja beranggotakan Ibnu Rabbul Nur Anja, Azka Adhyatma, David Khalid Ideal Putra, Rafi Zakia Ramadhan, dan Kevin Umar Abdallah. Keberhasilan tersebut menjadi buah dari kerja sama tim, kreativitas, dan konsistensi mereka dalam mengembangkan usaha sekaligus mempersiapkan kompetisi.

Azka mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas capaian tersebut. “Jujur, kami senang sekali dan tidak menyangka bisa membawa pulang dua penghargaan sekaligus. Bagi kami, ini bukan sekadar memenangkan lomba, tetapi merupakan hasil kerja sama tim dan buah dari ketekunan dalam mempersiapkan segala sesuatu untuk mengikuti event ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah memberikan dukungan dan apresiasi kepada kelompok usaha kami.”

Produk yang diusung tim adalah Kopi Kebun Jogja, sebuah usaha yang menawarkan berbagai varian kopi proper mulai dari menu esensial seperti Espresso dan Americano, hingga minuman bercita rasa creamy seperti Latte, Butterscotch, Salted Caramel, dan Kopi Susu Gula Aren.

Keunikan Kopi Kebun Jogja tidak hanya terletak pada kualitas produknya, tetapi juga pada strategi bisnis yang diterapkan. Di tengah menjamurnya kedai kopi di Yogyakarta dengan harga yang cenderung meningkat akibat berbagai faktor ekonomi, tim memilih menghadirkan kopi berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau melalui konsep penjualan di Kebun Dakwah Muhammadiyah. Selain itu, dukungan subsidi modal dari Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BIMAWA) UAD selama penyelenggaraan kegiatan turut membantu menekan biaya operasional sehingga efisiensi tersebut dapat dikembalikan kepada konsumen dalam bentuk kualitas produk yang tetap kompetitif.

Keikutsertaan dalam UAD Fair pada awalnya bertujuan untuk memperkenalkan Kopi Kebun Jogja kepada mahasiswa sebagai target pasar utama. Untuk mendukung promosi tersebut, tim memanfaatkan pendekatan visual melalui media sosial dengan mengunggah dokumentasi pelanggan dalam bentuk foto maupun cerita di Instagram. Strategi sederhana tersebut dinilai mampu membangun kedekatan emosional dengan calon konsumen sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.

Melalui kompetisi ini, tim memperoleh banyak pelajaran berharga, khususnya mengenai pentingnya membangun narasi yang jujur dalam memasarkan sebuah produk. Azka menambahkan, “Kami belajar bahwa produk yang bagus harus dibarengi dengan narasi yang jujur. Mahasiswa saat ini tidak hanya melihat tampilan visual yang menarik, tetapi juga mencari nilai dan manfaat nyata dari produk yang mereka beli. Karena itu, kami tidak hanya belajar meracik kopi, tetapi juga belajar berkomunikasi secara efektif dengan calon pelanggan.”

Tim juga memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan yang dinilai mampu menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan sekaligus menunjukkan kreativitas. “Event ini seru sekali dan menjadi wadah yang sangat baik bagi kelompok usaha mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan. Meskipun kompetitif, suasananya tetap suportif. Kami berharap Saudagar Dahlan Muda pada tahun-tahun mendatang dapat diselenggarakan dengan skala yang lebih besar. Bagi mahasiswa yang belum pernah mengikuti kegiatan ini, jangan ragu untuk mencoba dan berani memulai hal baru.” (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-juara-I-poster-dan-juara-II-video-kreatif-pada-UAD-Fair-2026-Foto.-Ibnu.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-25 09:00:232026-07-27 08:48:40Mahasiswa UAD Raih Juara I Poster dan Juara II Video Kreatif pada UAD Fair 2026

Pengobatan Klenik Modern dan Ancaman bagi Akidah

25/07/2026/in Feature /by Ard

Nur Utami Hidayati mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Nur Utami)

Penulis: Nur Utami Hidayati (Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat) Universitas Ahmad Dahlan (UAD)

Di tengah kemajuan dunia kesehatan modern, pesona pengobatan klenik masih memiliki tempat di hati masyarakat. Ketika layanan kesehatan semakin berkembang, teknologi kedokteran semakin canggih, dan akses informasi kesehatan semakin mudah, praktik-praktik pengobatan klenik tetap diminati. Mungkin masih segar diingatan kita  kasus menghebohkan dukun cilik Ponari, hingga praktik supranatural Ningsih Tinampi, fenomena ini menggambarkan bahwa masyarakat masing sangat mempercayai pengobatan klenik. Di berbagai daerah, masih banyak pula paranormal, dukun, “orang pintar”, hingga praktisi metafisika yang menawarkan pengobatan untuk kesembuhan berbagai penyakit.

Sebenarnya apa itu pengobatan klenik? Menurut Kamus Bahasa Indonesia klenik memiliki arti  kegiatan perdukunan dengan cara-cara yang sangat rahasia dan tidak masuk akal, tetapi dipercayai oleh banyak orang. Dalam kehidupan masyarakat, istilah klenik merujuk pada berbagai praktik yang mengandalkan kekuatan mistis, mantra, jimat, komunikasi dengan makhluk gaib, atau ritual tertentu yang diyakini dapat memberikan kesembuhan, keberuntungan, perlindungan, maupun solusi atas berbagai persoalan kehidupan. Dengan demikian, pengobatan klenik dapat dipahami sebagai bentuk pengobatan yang menggunakan praktik-praktik gaib atau perdukunan sebagai sarana memperoleh kesembuhan.

Pengobatan klenik bukanlah fenomena baru. Masyarakat Nusantara telah mengenal praktik ini  sejak sebelum masuknya agama-agama besar yaitu ketika masyarakat masih menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. Kepercayaan tersebut kemudian diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya sebagai amanah turun-temurun. Tradisi yang diwariskan turun-temurun inilah yang menyebabkan praktik klenik tetap bertahan, meskipun tidak seluruhnya sejalan dengan ajaran Islam maupun ilmu pengetahuan modern.

Praktik pengobatan klenik berkembang dalam berbagai bentuk, sebagian dilakukan secara terang-terangan, sebagian lagi dikemas dengan istilah religius atau ilmiah dan bertransformasi mengikuti perkembangan zaman agar lebih mudah diterima masyarakat.

Beberapa jenis klenik

Pengobatan melalui dukun atau paranormal, biasanya dukun atau paranormal ini  mengaku mampu mengetahui penyebab penyakit melalui kemampuan gaib, kemudian melakukan ritual tertentu sebagai sarana penyembuhan yaitu dengan membaca jampi-jampi , meniup air, memindahkan penyakit ke hewan atau benda tertentu serta mengaku bisa melihat makhluk halus penyebab penyakit.

Jimat, pasien diberikan benda tertentu yang diyakini mempunyai kekuatan penyembuh seperti cincin, rajah, keris, dan lain-lain.

Pengobatan melalui ritual tertentu seperti berendam tengah malam, menyediakan sesajen, berpuasa tidak sesuai dengan syariat, dan lain-lain

Pengobatan berkedok agama seperti mencampurkan ayat Al-Qur’an dengan mantra, memberikan rajah Arab yang tidak dipahami maknanya atau mengaku memiliki khodam wali.

Pengobatan klenik digital, era media sosial melahirkan bentuk baru pengobatan klenik seperti transfer energi jarak jauh, terapi aura, penyembuhan melalui video call, konsultasi supranatural melalui WhatsApp atau pembukaan cakra secara daring

Fatwa Muhammadiyah

Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid secara konsisten mengajak umat Islam untuk memurnikan akidah dari praktik tahayul, bid’ah, dan khurafat. Majelis Tarjih Muhammadiyah dengan tegas mengeluarkan fatwa haram terhadap pengobatan berbasis supranatural destruktif/klenik.

Dalam berbagai fatwa dan putusan tarjih dijelaskan bahwa seorang muslim wajib bertawakal hanya kepada Allah Swt. dan tidak boleh meyakini adanya kekuatan gaib yang berasal dari selain-Nya. Penyakit dan kesembuhan berada sepenuhnya di bawah kehendak dan kekuasaan Allah Swt.

Seperti firman Allah Swt.:

“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.”
(QS. Al-Fatihah [1]: 5)

“Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku.”
(QS. Asy-Syu’ara’ [26]: 80).

Dalam himpunan putusan tarjih Muhammadiyah dan berbagai fatwa tarjih, ditegaskan pula bahwa praktik perdukunan, penggunaan jimat, ramalan, serta pengobatan yang meminta bantuan jin atau kekuatan gaib termasuk perbuatan yang bertentangan dengan prinsip tauhid.

Seperti firman Allah Swt.:

“Dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu hanya menambah bagi mereka dosa dan kesesatan.”
(QS. Al-Jin [72]: 6)

Islam mengajarkan bahwa setiap penyakit memiliki sebab dan Allah Swt. menyediakan obatnya. Oleh karena itu, umat Islam diperintahkan untuk berikhtiar mencari pengobatan yang benar yaitu pengobatan yang halal, tidak menimbulkan bahaya, tidak mengandung unsur sirik, dilakukan melalui cara-cara yang sesuai dengan syariat dan berdasarkan ilmu pengetahuan.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Nur-Utami-Hidayati-mahasiswa-Magister-Kesehatan-Masyarakat-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Nur-Utami.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-25 08:00:452026-07-27 08:41:09Pengobatan Klenik Modern dan Ancaman bagi Akidah

Olahraga dalam Perspektif Al-Qur’an dan Hadis

24/07/2026/in Feature /by Ard

Kajian Ahad Pagi Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan pemateri Ustaz Muhammad Hasnan Nahar (Foto. Mawar)

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menggelar Kajian Ahad Pagi pada Minggu, 5 Juli 2026. Kajian kali ini mengangkat tema “Olahraga dalam Tinjauan Al-Qur’an dan Hadis” dengan menghadirkan Ustaz H. Muhammad Hasnan Nahar, S.Th.I., M.Ag., dosen Program Studi Ilmu Hadis UAD. Kajian tersebut mengajak jemaah memahami pentingnya menjaga kesehatan jasmani sebagai bagian dari implementasi ajaran Islam.

Dalam pemaparannya, Ustaz Muhammad Hasnan Nahar menegaskan bahwa Islam tidak hanya mengajarkan kesehatan spiritual, tetapi juga mendorong umatnya menjaga kesehatan fisik. Menurutnya, tubuh yang sehat akan mendukung pelaksanaan ibadah dan aktivitas sehari-hari secara optimal.

Beliau mengawali kajian dengan mengisahkan ketegasan Umar bin Khattab terhadap gaya hidup yang berlebihan. Diceritakan bahwa Umar pernah menegur seseorang yang memiliki perut buncit karena dianggap sebagai simbol kemalasan dan terlalu mencintai dunia. “Pada masa itu, perut buncit dipandang sebagai simbol hidup bermalas-malasan, berfoya-foya, dan terlalu mendahulukan kenikmatan dunia sehingga melalaikan ibadah,” jelasnya.

Namun demikian, ia menekankan bahwa kondisi fisik seseorang tidak bisa langsung dijadikan ukuran. Obesitas yang disebabkan oleh faktor biologis atau keturunan tentu berbeda dengan kondisi yang muncul akibat pola hidup tidak sehat.

Selain menjelaskan pandangan para sahabat, beliau juga memaparkan kondisi kesehatan masyarakat Indonesia saat ini. Berdasarkan data World Obesity Atlas 2025, Indonesia menempati peringkat kelima dengan sekitar 13 persen penduduk dewasa mengalami obesitas. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa masyarakat perlu lebih memperhatikan pola makan dan aktivitas fisik.

Untuk mengetahui status berat badan, beliau memperkenalkan perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT), yaitu berat badan dibagi tinggi badan dalam satuan meter kuadrat. Hasil perhitungan tersebut dapat digunakan sebagai acuan apakah seseorang berada pada kategori berat badan ideal, kelebihan berat badan, atau obesitas.

Mengacu pada ajaran Islam, beliau menjelaskan bahwa konsep diet sehat telah diajarkan dalam Al-Qur’an. Prinsip tersebut meliputi tidak makan dan minum secara berlebihan, mengonsumsi makanan yang halal dan baik (halalan thayyiban), menjaga keseimbangan gizi, serta menghindari makanan yang diharamkan.

“Yang pertama jangan makan dan minum berlebihan. Badan kita sebenarnya memiliki sistem yang sudah diatur Allah. Yang sering kali berlebihan justru keinginan mata dan lidah kita,” ungkapnya.

Beliau juga mengingatkan pentingnya mengatur jadwal makan secara teratur. Salah satu pola yang disarankan adalah konsep 3+2, yaitu tiga kali makan utama dan dua kali camilan sehat agar tubuh memperoleh asupan energi secara seimbang tanpa memicu makan berlebihan.

Selain pola makan, olahraga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan. Dalam kajian tersebut, beliau menjelaskan perbedaan antara aktivitas fisik dan olahraga. Aktivitas sehari-hari seperti menyapu, mencuci, atau naik tangga memang membuat tubuh bergerak, tetapi belum tentu termasuk olahraga karena tidak dilakukan secara terstruktur dan sistematis.

“Olahraga memiliki gerakan yang terukur, sistematis, dan dilakukan secara terencana. Berbeda dengan aktivitas fisik sehari-hari yang sifatnya spontan,” jelasnya.

Menurutnya, olahraga memberikan manfaat berbeda pada setiap kelompok usia. Bagi anak-anak, olahraga membantu perkembangan motorik dan kemampuan bersosialisasi. Pada usia dewasa, olahraga berfungsi membakar kalori, menjaga tekanan darah, mengontrol kolesterol, serta mencegah berbagai penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung. Sementara bagi lansia, olahraga membantu menjaga keseimbangan tubuh, mempertahankan massa otot, serta mengurangi risiko osteoporosis dan jatuh.

Dalam perspektif Al-Qur’an, beliau mengutip kisah Nabi Talut dalam Surah Al-Baqarah ayat 247 sebagai gambaran pentingnya memiliki fisik yang kuat. Menurutnya, kekuatan Talut dan pasukannya bukan diperoleh secara instan, melainkan melalui latihan dan kedisiplinan.

Beliau juga mengutip hadis Rasulullah saw. yang diriwayatkan Imam Muslim mengenai keutamaan seorang mukmin yang kuat. “Mukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah, meskipun pada keduanya terdapat kebaikan,” tuturnya.

Di akhir kajian, beliau mengingatkan bahwa olahraga bukan sekadar menjaga penampilan, tetapi merupakan bentuk ikhtiar untuk merawat amanah berupa tubuh yang telah diberikan Allah Swt. “Jangan menunggu sakit untuk mulai hidup sehat. Ketika hasil Indeks Massa Tubuh sudah menunjukkan overweight atau bahkan obesitas, mulailah mengatur pola makan dan berolahraga. Ikhtiar adalah tugas manusia, sedangkan hasilnya Allah yang menentukan,” pesannya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kajian-Ahad-Pagi-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dengan-pemateri-Ustaz-Muhammad-Hasnan-Nahar-Foto.-Mawar.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-07-24 10:41:242026-07-24 10:41:24Olahraga dalam Perspektif Al-Qur'an dan Hadis
Page 9 of 579«‹7891011›»

TERKINI

  • Program Doktor Ilmu Farmasi UAD Tambah Lulusan Baru26/08/2026
  • Prodi Perbankan Syariah FAI UAD Gelar Sosialisasi dan Pembekalan Magang26/08/2026
  • Dosen Farmasi UAD Edukasi DAGUSIBU Obat dan Kosmetik di Pulau Jeju, Korea Selatan26/08/2026
  • Dosen Farmasi UAD Berdayakan Guru Thailand Selatan melalui Inovasi Herbal Wedang Uwuh26/08/2026
  • 15 Mahasiswa KKN AB XIII UAD Bantu Pemulihan Pascagempa di Manggarai Barat24/08/2026

PRESTASI

  • Buat Inovasi Pendidikan dan Literasi, Mahasiswa UAD Raih Tiga Prestasi Nasional20/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Gold dan Silver Medal pada Essay National Competition 202619/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Poster Edukatif Kesehatan Mental18/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Lomba Baca Puisi Dahlan Culture Festival 202608/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Cakrawala National Essay Competition31/07/2026

FEATURE

  • Dhita Pratama Beberkan Pentingnya Marketing Communication untuk Perkuat Karier20/08/2026
  • Hafiz Ahmad Rumalutur, Wisudawan FH UAD Dengan Segudang Prestasi Nasional19/08/2026
  • Di Balik Deretan Prestasi, Ada Perjalanan yang Tidak Sederhana19/08/2026
  • Kemerdekaan Bukan Sekadar Perayaan: Belajar Delayed Gratification dari Semangat Para Pejuang19/08/2026
  • Mengenal Suster Felika, Biarawati yang Menempuh Studi di UAD18/08/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top