Budidaya Udang Galah sebagai Media Wirausaha Masyarakat Mandiri

0
238

 

Melalui mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM), Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil membudidayakan udang galah di Pantai Trisik, Dusun XIII, Banaran, Galur, Kulonprogo.

“Alasan memilih pantai Trisik, selain sebagai salah satu pantai yang menjadi tujuan wisata yang diunggulkan di Kulonprogo, juga karena mudah membudidayakan udang galah di sini,” kata Anom Wahyu Asmorojati, S.H., M.H.

KKN PPM yang diterjunkan telah memberikan pembinaan dan pendampingan secara intensif serta berkala kepada kelompok Pembudidayaan Udang Galah “Sido Makmur”. Khususnya dalam hal intensifikasi dan ekstentifikasi lahan tambak.

Selain itu, kata Anom, mahasiswa membantu perwujudan empang/tambak baru dan memberikan pelatihan pembudidayaan serta pengolahan udang galah kepada anggota kelompok. Penyuluhan tentang gizi juga tidak lupa disampaikan kepada masyarakat. Harapannya, masyarakat mengetahui pentingnya udang galah sebagai sumber gizi yang tinggi.

Menurut Dosen PPKn ini, udang merupakan salah satu sumber protein yang sangat diperlukan oleh manusia, terutama dalam usia emas (golden age),yaitu pada usai 0-5 tahun. Udang juga memiliki nilai ekonomis tinggi dan mudah dibudidayakan di daerah pantai. Dengan demikian, pembudidayaan udang akan meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat.

“Saat ini, usia udang sudah 2 bulan, dan berdasarkan pengontrolan yang dilakukan, pertumbuhan udang sangat baik. Satu bulan lagi siap dipanen. Adapun modal untuk 2 tambak sampai panen diperkirakan 300 juta. Selain itu, beberapa anggota kelompok ini secara swadana telah memulai menyemaikan udang galah, dengan usia satu dan dua minggu. Target kelompok dalam setiap bulan dapat panen udang galah minimal 5 kuintal. Ke depannya, setiap anggota ditargetkan memiliki minimal satu tambak/empang.”

Dalam kelompok Pembudidayaan Udang Galah “Sido Makmur”, dibentuk divisi kerja. Tujuannya agar pembagian pekerjaan menjadi jelas sehingga hasil kerja lebih optimal dan profesional. Perintisan kerja sama dengan beberapa instansi antara lain Dinas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral, serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata telah dilakukan. Hal ini membuat kelompok “Sido Makmur” lebih dikenal oleh masyarakat luas.

Harapan untuk selanjutnya, mahasiswa KKN juga ditempatkan di padukuhan XIII Sidorejo wilayah Trisik, Tanjungsari, dan Bleberan, Desa Banaran, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulonprogo. Wilayah-wilayah tersebut masih memerlukan program-program lainnya.

“Masyarakat juga diharapkan dapat melanjutkan kegiatan budidaya udang ramah lingkungan ini dan mengembangkan produk olahan agar dapat mencapai skala industri,” harap Anom.