• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Potong Tumpeng untuk Payment Point Ahmad Dahlan

02/10/2019/in Feature /by NewsUAD

Muhammadiyah konsen dalam pendidikan dan kesehatan. Salah satu wujud amal usaha dalam pendidikan adalah Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Persamaan visi dalam konsennya kampus ini terhadap pendidikan menjadi alasan pihak Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah menjalin kerja sama dengan UAD.

BNI Syariah bekerja sama dengan UAD sejak 2013. Payment Point Ahmad Dahlan adalah tindak lanjut yang sudah ada sejak 2013. Dahulu tidak buka outlet, namun sudah bekerja sama untuk pembayaran uang kuliah. Sempat vakum sementara, lalu dilanjutkan lagi pada 2017 dengan upgrade sistem pembayarannya. Hingga sekarang, sudah bisa membuka payment point. Terdapat sebelas outlet yang di Yogyakarta, salah satunya terletak di Kampus Utama UAD.

Edi Supriyatna selaku Branch Manager BNI Syariah menjelaskan, “Outlet BNI Syariah telah diresmikan dengan pemotongan tumpeng dan makan bersama dari pihak bank dan Yeni Indriani bagian keuangan UAD. Capaiannya adalah mempermudah segala transaksi pembayaran uang kuliah mahasiswa dan memudahkan instansi serta mahasiswa. Selain itu, pihak BNI Syariah mendapatkan benefit.”

Disediakan pula program unggulan khusus bagi mahasiswa, yaitu promo pembukaan rekening gratis. Bahkan setoran untuk rekening sudah diisi sebesar lima puluh ribu rupiah. Kuota yang disediakan sebanyak lima ribu nasabah. Program ini dimulai sejak Juni sampai Desember. Persyaratannya tak sulit, seperti pembuatan rekening pada umumnya berupa KTP atau identitas. Fasilitas yang didapatkan yaitu mobile banking syariah, bisa mengecek transaksi pembayaran, menerima kiriman, transfer ke bank lain, pembelian pulsa, serta diberi kartu atm.

Segala transaksi bisa dilakukan di outlet dan atm karena sudah dilakukan online atau house to house. Jadi, mahasiswa tidak harus antre di outlet UAD untuk melakukan pembayaran. Namun jika ingin ke outlet, bisa ke Kampus Utama UAD. Jam operasional yaitu dari 09.30 sampai 15.00 WIB. Rencananya, pada September ini akan dipasang mesin atm seraya menunggu konfirmasi dari UAD tentang titik lokasi yang disepakati. Pihak BNI berharap di depan, dekat pintu masuk samping ruang satpam. Tujuannya agar mahasiswa dan masyarakat sekitar kampus bisa mengakses dengan mudah.

“Alhamdulillah BNI Syariah diberikan kepercayaan untuk membuka outlet di Kampus Utama UAD. Kami berterima kasih kepada pihak kampus dan akan memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya serta seamanah mungkin. Semua teknologi kami upayakan berkualitas. Semoga BNI Syariah dan UAD bisa berkembang bersama,” ujar Edi pada 17-9-2019 di outlet BNI Syariah lantai II Kampus Utama UAD. (Dew)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/kerjasama-uad-dan-bni.jpg 960 1280 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2019-10-02 08:50:232019-10-02 08:50:23Potong Tumpeng untuk Payment Point Ahmad Dahlan

Nur Ratnawati Berikan Piala Juara I untuk Tapak Suci UAD

28/09/2019/in Feature /by NewsUAD

Tapak Suci (TS) adalah salah satu Organisasi Otonom (Ortom) yang ada di Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Ortom ini menyediakan beasiswa bagi mahasiswa yang mempunyai prestasi dalam pencak silat tapak suci. Nur Ratnawati termasuk mahasiswa beruntung yang mendapatkan beasiswa tersebut. Tiap semester, dirinya hanya membayar 250 ribu rupiah.

Terlahir dari keluarga Muhammadiyah, membuat perempuan yang mempunyai motto hidup mandiri, berprestasi, dan tanpa membebani ini tidak asing dengan tapak suci. Kecintaannya dengan tapak suci sudah tumbuh dan mengalir sejak duduk di bangku Sekolah Dasar. Ia suka karena ini adalah budaya asli Indonesia sehingga secara tidak langsung ia turut menjaga budaya Indonesia. Manfaat yang ia rasakan ialah sehat, bisa belajar bela diri, bisa menangkis, dan bisa belajar rol.

Sebagai bentuk kecintaannya pada TS UAD, kemarin ia baru saja memenangkan perlombaan Ganda Tangan Kosong Putri dalam Tapak Suci World Championship 2019 di Solo. Menjadi juara I dalam kejuaraan nasional tidaklah mudah. Sebab, ia harus melawan 14 negara dan kurang lebih 600 peserta.

Berlatih dengan tekun menjadi salah satu kunci keberhasilan Nur. Ia mengaku latihan pukul 13.00 sampai 23.00 WIB kalau di kampus, tapi di gedung latihan bisa sampai pukul 24.00 WIB. Walaupun sampai malam, ia mengaku tetap senang dan semangat berkat dukungan dari orang tua, teman-teman, serta pihak UAD.

Tim Pekan Olahraga Daerah (Porda) ini menceritakan kisahnya, “Saya memainkan seni dan memperagakan jurus. Gerakan yang paling ekstrem dan membutuhkan tenaga yaitu bantingan karena ditarik terus dibanting. Seminggu baru sembuh dari sakitnya. Soalnya tidak pas gerakannya, sehingga terkilir. Dibanting berdua, jatuhnya kepala dahulu.”

Di sela-sela kesibukannya menjadi mahasiswa dan menekuni tapak suci, Nur juga mempunyai bisnis berupa kantin kejujuran dan usaha sablon. Hal yang lebih mengejutkan, ia mengajar tapak suci di dua belas sekolah di Yogyakarta. Tak hanya itu, di kampusnya ia belajar dan menjadi pelatih tapak suci bagian seni. Tentu saja, mahasiswa jurusan Teknik Elektro ini tidak melupakan tugasnya untuk kuliah.

“Bela diri itu kebutuhan. Kita bisa lebih berani dan kuat menghadapi apa saja. Jadilah seseorang yang mampu bermanfaat bagi orang lain. Ketika pulang sudah punya oleh-oleh, baik prestasi, ilmu, dan lainnya,” pesannya pada 19-9-2019 di Kampus I UAD. (Dew)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/prestasi-uad.jpg 453 630 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2019-09-28 09:16:112019-09-28 09:16:11Nur Ratnawati Berikan Piala Juara I untuk Tapak Suci UAD

Sehimpun Lirik Lagu yang Wajib Dilirik

24/09/2019/in Feature, Terkini /by NewsUAD

Ragam suara yang berirama sudah bukan hal baru bagi Prof. Dr. Dyah Aryani Perwitasari, Ph.D., Apt. Sejak kecil, dosen Program Studi Farmasi ini sudah berhubungan dengan lagu dan musik. Saat Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan di bangku kuliah ia mengikuti beberapa lomba cipta lagu. Ada yang tingkat SMA, se-Yogyakarta, dan melalui radio.

Kegemarannya mencipta lagu tak berhenti di bangku kuliah saja. Bahkan hingga kini menjadi dekan di Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), ia masih tetap menghasilkan karya. Ia dinobatkan sebagai pencipta Mars Jurnal Ilmiah pada September 2019 dalam suatu perlombaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI).

Kemenristekdikti RI menyelenggarakan lomba ini dengan jumlah peserta sebanyak 30. Kisahnya, setelah pengumuman Dyah diundang ke Jakarta Convention Center untuk menerima penghargaan. Sebelum itu diseleksi secara administrasi, kemudian diseleksi menjadi delapan finalis lalu di-voting-kan, hasil voting diseleksi lagi, selanjutnya dinobatkan sebagai pencipta. Mars ini merupakan karya kelima dari perempuan berdarah asli Yogyakarta ini.

Inspirasinya berawal dari sebuah pemikirannya bahwa jurnal tidak jauh dari aktivitas dosen. Ia merasa, ini pekerjaan dosen sehingga sama dengan menceritakan aktivitas dosen yang sebenarnya. Hal itu membuat ide yang didapatkan cepat. Singkat pesan dalam lirik tersebut yaitu untuk menghasilkan suatu publikasi awalnya dari membuat proposal penelitian yang bagus dan berkualitas. Kemudian, melakukan penelitian dengan baik untuk mendapatkan data. Tahap selanjutnya yaitu menulis untuk dipublikasikan. Dalam liriknya, ia tak lupa mengangkat Indonesia lebih maju. Mars itu juga merupakan salah satu penyemangat untuk terus berkarya.

Hanya dalam waktu dua jam, Dyah dapat menyelesaikan lirik mars tersebut. Mengejutkan, ia mengaku tidak mendapatkan kendala selama proses. Terdiri atas empat bait, tiap-tiap bait terdiri atas empat kalimat. Salah satu lirik favoritnya yaitu Gerakkan penamu, tajamkan idemu. Intinya, penulisan ilmiah dari para dosen terdapat dalam lirik bagian itu.

“Jurnal ilmiah merupakan parameter kinerja perguruan tinggi. Dikatakan kinerjanya baik bisa dilihat dari publikasi jurnal ilmiahnya. Selama kita menjadi dosen, maka suatu keharusan untuk terus berkarya. Kalau sudah mulai bosan dan menyerah, ingat kembali bahwa ada pekerjaan dan kewajiban yang harus dijalankan. Bagi dosen di seluruh Indonesia, jangan bosan untuk menulis, meneliti, dan berkarya,” tutup Dyah pada 17-9-2019 di Kampus I UAD. (Dew)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/prof.dyah-juara-mars-jurnal.jpeg 853 1280 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2019-09-24 09:42:322019-09-24 09:42:32Sehimpun Lirik Lagu yang Wajib Dilirik

Lomba Poster Ajang Berkreasi dan Berinovasi

19/09/2019/in Feature /by NewsUAD

Berkreasi dan berinovasi dalam lomba poster di Universitas Muhammadiyah Magelang (UMM), menjadi misi tersendiri bagi tiga mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Mereka membentuk sebuah tim yang bernama start up. Tak sia-sia, kunjungannya ke Magelang pada 19 Agustus 2019 untuk berpartisipasi dalam lomba membuat mereka mengantongi juara satu dan favorit. Tentunya, setelah melawan universitas baik negeri maupun swasta tingkat nasional.

Adalah Ely Novianti dari Program Studi Pendidikan Agama Islam angkatan 2017 selaku ketua, Hudzaifah Saiful Haq dari Program Studi Sistem Informasi angkatan 2017 selaku desain poster, dan Ismayatun dari Program Studi Jasa Makanan angkatan 2017 sebagai anggota, yang berhasil menyampaikan pesan melalui isi poster.

How start business in digital era, merupakan sebuah ide yang diangkat oleh tim start up. Cara berbisnis mahasiswa di era 4.0 dijelaskan dalam poster. Mahasiswa harus mengenal dirinya sendiri, mencari kelemahan dan kelebihan kita. Selanjutnya, penting juga mencari sesuatu yang disukai. Misal suka di bidang kuliner, dapat memanfaatkannya untuk berwirausaha di era digital ini.

Poin selanjutnya mencari tim, sesuai dengan tugasnya. Ketika sudah membentuk sebuah tim, maka diperlukan team work. Memotivasi satu sama lain, diskusi, mencari goal, pemasaran, dan relasi. Ide, validasi ide, pelaksanaan, pemasaran, dan pendanaan, intinya seperti itu. Dosen pembimbing juga diperlukan perannya. Percaya diri dan berani mengambil risiko sangat diperlukan.

Isma menuturkan alur saat lomba, yakni mempresentasikan filosofi, isi, dan gambaran di hadapan juri. Penjurian melalui pameran untuk siswa SMA dan SMK. Tidak ribet, peserta hanya menyetorkan poster. Sebelumnya, mereka ikut seleksi kemudian lolos 10 besar dari 36 peserta se-Indonesia. Saat final, mereka mendapat juara satu dan juara favorit.

“Kami negative thinking karena jumlah pendaftar awal hanya 10. Tapi ternyata keseluruhannya ada 36 peserta. Ini membuat kami sangat terkejut. Kami hanya optimis pada juara favorit dengan fokus memantau like posting-an di Instagram. Pihak yang mem-posting dari panitia, tim kami hanya membagikan info setiap hari,” ujar Isma saat ditemui di Kampus I UAD.

Pesan bagi mahasiswa dari Ely dan Isma, “Kembangkan minat bakatmu. Jangan pernah takut untuk mencoba. Ukir prestasimu mulai dari sekarang. Percaya diri, siapa saja lawanmu tetap optimis. Buang pesimis dengan berangkat, lawan, dan maju. Pantang menyerah. Kuatkan doa supaya diberi kelancaran, supaya berbuah manis di akhir perjuangan.” (Dew)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/juara-lomba-poster-uad_Copy2.jpg 560 657 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2019-09-19 09:09:352019-09-19 09:09:35Lomba Poster Ajang Berkreasi dan Berinovasi

Teater JAB Sodorkan Juara Dua melalui Monolog

16/09/2019/in Feature /by NewsUAD

Teater Jaringan Anak Bahasa (JAB) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) tidak mati dari prestasi. Pada 14 Agustus lalu, teater ini mengikuti Pekan Seni Mahasiswa (PSM) di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).

Dzaki Muhammad Fadhiil selaku sutradara, tetapi lebih suka disebut sebagai penggarap atau pembantu teman-teman ini, mengikuti tim monolog. Dzaki menjelaskan kisahnya beserta tim sebelum mengantongi juara dua dari PSM tingkat Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia.

Proses dimulai dari bulan Maret. Awalnya penggarapan naskah dari teks cerpen dijadikan teks monolog. Dalam lomba ini disediakan tiga cerpen oleh panitia. Selanjutnya dibuat naskah sendiri, lalu dipentaskan. Teater JAB memilih “Hati dalam Sebuah Gelas” karya Mohamad Ali, karena dua cerpen lainnya sudah pernah dipentaskan. Hal unik dari naskah, bisa disampaikan pesan moral yaitu ketika ada masalah seharusnya tidak hanya melihat yang ada di depannya, tetapi menelisik atau menganalisis hal-hal di dalamnya. Dari situ khalayak dapat berbenah diri.

Tim monolog ada manajer, sutradara, aktor, setting, lighting, musik, dan penggarap naskah. Penggarapan naskah dibantu oleh Rizki Ramdhani. Aktor diperankan oleh Aditya Kurniawan, manajer dipegang oleh Wiwin Astuti, setting oleh Rizal, dan lighting oleh Hakim. Bagian musik dibantu oleh Ridho Iqbal Subariansyah.

Mereka melewati masa latihan yang cukup panjang. Vokal, gerak, dan rasa semua dimatangkan dalam latihan. Siang, sore, dan malam menghiasi masa latihan mereka. Karena kampus hanya bisa membuka gerbang sampai pukul sembilan, maka tidak selalu latihan pada malam hari.

Penuh penghayatan Dzaki mengungkapkan, “Sumber semangat berasal dari Tuhan. Gebrakan yang begitu nyata terasa. Hal-hal yang bisa saya lihat yaitu penyadaran pada diri sendiri terhadap job masing-masing dan stimulus yang dikeluarkan oleh beberapa tim.”

Pentas terlaksana setelah Zhuhur dengan durasi 30 menit di UMP. Durasi tersebut meliputi setting barang masuk, pementasan, dan barang keluar jadi total 30 menit. Pementasan itu menaklukkan peserta monolog dari 14 universitas, UAD meraih juara dua.

Walaupun tak mendapat juara satu, Dzaki mengaku perasaannya tetap lega. Hal ini membuatnya terpancing untuk berproses lagi. Prestasi bukan hanya piala, juara kedua menjadi sebuah stimulus bagi Dzaki dan timnya. Capaian tersebut dijadikan stimulus untuk berproses lagi di atasnya itu.

Buah prestasi tim ternyata tak jauh dari dukungan berbagai penjuru. Pertama dari orang tua walau sekadar melalui telepon atau pesan, anggota teater JAB, alumni JAB, dan pihak UAD. Dukungan terbesar adalah stimulus. Arahan dan bimbingan dari Kurniaji Satoto terus mendorong munculnya gairah untuk terus maju.

“Bagi mahasiswa, selain tugasnya belajar di kampus seharusnya juga belajar menjadi manusia. Namun kenyataannya banyak yang tidak peduli terhadap lingkungan dan kebersihan. Rasa toleran hanya sedikit karena di kelas hanya belajar teori dan banyak pelajaran kehidupan yang belum didapatkan di kelas,” pesan Dzaki. (Dew)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/monolog-juara-UAD.jpg 575 485 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2019-09-16 14:00:172019-09-16 14:00:17Teater JAB Sodorkan Juara Dua melalui Monolog

Kartun UAD Tembus Pimnas ke Bali

04/09/2019/in Feature, Terkini /by NewsUAD

Sebuah Program Kreativitas Mahasiswa Karya Cipta (PKM-KC) mengantarkan Ponco Sukaswanto dari Program Studi Teknik Elektro angkatan 2016 dan timnya untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama. Bersama Ahmad Yogaswara yang satu program studi dan angkatan dengannya, juga Farah Nurul Yanis dari Fakultas Kesehatan Masyarakat angkatan 2017, Kartun tercipta. Nuryono Satya Widodo S.T., M. Eng. selaku dosen Teknik Elektro bertindak sebagai pembimbing tim.

Kartun adalah sebuah akronim dari kacamata pintar dengan navigasi suara untuk tunanetra. Alat ini terdiri atas kacamata yang dipakai oleh tunanetra dan smartband yang dipakai di lengannya.

Sebelum perjalanannya menyambut Pekan Ilmiah Nasional (Pimnas) ke Bali, ternyata Ponco sudah pernah mengikuti lomba internasional. Di acara itu, Ponco melihat anak Rusia yang membuat kacamata untuk tunanetra. Lalu, kakak tingkatnya ada yang membuat sebuah alat lagi. Dari situlah muncul ide untuk menggabungkan dua alat menjadi satu sistem.

Kepulangannya dari lomba internasional itu, Ponco bertekad akan mewujudkan sebuah karya yang berguna bagi akademiknya dan penyandang tunanetra. Dosen menyarankan Ponco, Ahmad, dan Farah untuk mengikuti PKM.

“Awalnya, saya mengalami kebingungan. Kemudian saya diajak bergabung dalam tim. Hambatan terbesar yaitu malas. Hambatan lain terletak saat uji coba. Kami harus cermat membagi waktu, karena saya dan Ahmad ikut tim robot juga. Harus pintar bagi waktu antara menggarap robot dan PKM ini. Tapi, alhamdulillah semua itu bisa terselesaikan,” ujar Ponco selaku ketua tim, pada 21-8-2019.

Uji coba Kartun dilakukan Ponco dan timya kepada seorang tunanetra dari Riau bernama Taufik yang sedang kuliah di UNY. Taufik masuk kategori baru menjadi tunanetra karena kecelakaan. Taufik paham menggunakan smartphone sehingga GPS dan WhatsApp bukan hal baru baginya.

Kartun membuat penggunanya dapat mengetahui lokasi sekitar kemudian keluarganya dapat mengetahui keberadaan tunanetra lewat smartband yang dipasang di lengannya. Jadi misalnya tersesat, ada satu tombol yang bisa ditekan oleh pengguna. Selanjutnya, muncul pemberitahuan pada keluarganya. Kalau minta jemput, maka keberadaan pengguna akan terdeteksi lewat link google maps, kemudian penjemput hanya mengeklik link tersebut. Kacamata dipakai untuk melihat keadaan sekitar oleh penyandang tunanetra. Sementara smartband dipasang di lengan berfungsi untuk monitoring keberadaan dirinya.

Ponco mengakhiri wawancara dengan beberapa pesan, “Harapan kami, alat ini bisa menghilangkan depresi, meringankan beban, dan meminimalisir kekhawatiran keluarga tunanetra. Semoga alat ini bisa membantu mereka, supaya dapat mengetahui lingkungan sekitar dan orang tua dapat mengetahui lokasinya lewat jarak jauh. Pesan bagi mahasiswa UAD teruslah berkarya, jalani saja sesuatu yang disukai. Lakukan saja. Pelan-pelan saja yang penting terlaksana.” (Dew)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/kartun-tunanetra-karya-UAD-1.jpg 1115 1279 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2019-09-04 10:57:322019-09-04 10:57:32Kartun UAD Tembus Pimnas ke Bali

Pejual Cilok Mendapatkan Beasiswa di UAD

03/09/2019/in Feature, Terkini /by NewsUAD

Acing Ahmad Fahrudin yang akrab dipanggil Acing, merupakan laki-laki yang berprofesi sebagai pedagang cilok asal Ciamis, Jawa Barat. Ia kini berstatus sebagai mahasiswa baru (maba) setelah mendapatkan Beasiswa Program Misi Keluarga Perserikatan (BPM-KP) di Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Sebelum daftar dan masuk di UAD, Acing sempat menganggur karena keadaan kondisi ekonomi keluarganya.

Lalu, ia memilih ikut kakak kandungnya untuk merantau ke Yogyakarta dan berdagang cilok guna mendapatkan penghasilan dari keringatnya sendiri. Ia pun sering menjual cilok di depan gerbang belakang Kampus Utama UAD Jln. Ahmad Yani, Tamanan, Banguntapan, Bantul. Oleh sebab itu, ia banyak kenal dengan mahasiswa UAD dan dapat informasi sekaligus disarankan daftar kuliah di jalur BPM-KP.

“Setelah tahu itu, saya menyiapkan persyaratan daftar BPM-KP seperti surat rekomendasi dari Muhammadiyah, nilai rapot, dan nilai ujian nasional. Alhamdulillah saya diterima dan senang rasanya,” terangnya saat diwawancara di sela hari kedua Program Pengenalan Kampus (P2K), Selasa (3-9-2019).

Mendengar ia diterima, kedua orang tuanya pun turut senang. Di UAD, Acing melanjutkan belajarnya di Program Studi Sastra Indonesia (Sasindo) Fakultas Sastra Budaya dan Komunikasi (FSBK). Ia memilih Sasindo karena kecintaannya sejak SMA terhadap dunia karang-mengarang, khusus karya sastra seperti cerpen.

“Saya berharap bisa menjalani kuliah dengan baik di UAD, berprestasi, dan dapat membanggakan orang tua maupun kampus,” imbuhnya. (ASE)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Acing-Ahmad-Fahrudin-MABA-UAD-2019.jpg 1932 2562 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2019-09-03 13:01:522019-09-04 13:24:36Pejual Cilok Mendapatkan Beasiswa di UAD

Tetap Fokus, Lunturkan Kemalasan Demi Wawasan

02/09/2019/in Feature /by NewsUAD

Salah satu hal yang membuat cepat proses skripsi adalah fokus. Kalimat tersebut ditulis oleh Helmi Nasir saat diwawancarai melalui WhatsApp pada 19 Juli 2019. Walaupun sebagai mahasiswa waktu itu dirinya tidak hanya fokus kuliah, pendidikan tetaplah sangat penting baginya. Masuk di Program Studi Teknik Elektro pada 2013, menjadi mahasiswa tidak melulu soal buku dan belajar di kelas.

Bagi ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro 2015 ini, pendidikan sangat penting karena sebagai wawasan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan kedewasaan seseorang. Selain itu, masyarakat akan lebih mempercayai seseorang yang menempuh pendidikan lebih daripada yang tidak saat terjun di masyarakat.

Tapi, menurutnya pendidikan dan dunia kerja berbeda. Oleh karena itu, acap kali seseorang setelah lulus mendapatkan pekerjaan yang berbeda dengan jurusannya. Hal itu jangan dijadikan alasan untuk mengeluh, karena pendidikan tujuannya bukan untuk mencari kerja. Tapi coba renungi lagi fungsi pendidikan bertujuan untuk menambah kedewasaan, keterampilan, dan pola pikir.

Kendala terbesar dalam perkuliahan Helmi adalah hanya sebatas kemalasan. Satu hal yang membuat skripsi lama, dirasakan betul oleh peraih juara tiga wirausahawan muda Daerah Istimewa Yogyakarta ini. Terkadang ia lalai dengan bisnis dan kegiatan eksternalnya. Namun akhirnya sebagai pembuktian kuliahnya, ia mampu merampungkan skripsinya dengan satu kunci yaitu fokus.

Relawan rumah zakat ini bercerita, “Pesan dosen saya, fokuslah satu bulan untuk menyelesaikan skripsi. Walaupun sempat terbengkalai saat masa revisi yang pernah saya tinggalkan, alhamdulillah ketika saya benar-benar fokus bisa menyelesaikan skripsi.”

Perjalanan kuliahnya tak hanya dikatakan sebagai kuliah pulang atau “kupu-kupu” saja. Tapi, dibumbui dengan prestasi yang membanggakan Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Sebagai staf pengkaderan tapak suci, ia mampu mengantongi juara dua dan tiga tingkat nasional. Kemudian pada 2014, ia dinobatkan sebagai pesilat terbaik kategori seni dalam Bupati Cup.

Selain itu, bisnis yang Helmi jalani membuatnya diundang sebagai pemateri pelatihan kewirausahaan dengan tema “Muda Berkarya, Muda Berwirausaha”. Seperti yang ia sampaikan, keterampilan dan kedewasaan merupakan tujuan dari pendidikan. Berangkat dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, tumbuh kesadaran menjadi relawan zakat. Ia terjun ke masyarakat saat masih menjadi mahasiswa. Keterampilan berbisnis juga dijalaninya ketika masih kuliah. (Dew)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/HelmiNasir_Copy1.jpg 836 956 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2019-09-02 10:43:102019-09-02 10:43:10Tetap Fokus, Lunturkan Kemalasan Demi Wawasan

Ubah Haluan, Isbata Lakukan Peluncuran Pertama

02/09/2019/in Feature /by NewsUAD

Istana Bawah Tangga (Isbata) nama Lembaga Semi Otonom dari Seni, Budaya, dan Olahraga (SBO) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) PB II, memiliki sejarah yang unik. Karena dahulu kantor pimpinan komisariat IMM PB II berada di bawah tangga, maka diberi nama Isbata. Sebuah forum diskusi isu-isu terhangat yang dibentuk oleh Saiful Efendi M. Pd.

Namun, kiprahnya mendiskusikan seputar isu terbaru kampus tak berlangsung lama. Kini Isbata berubah haluan menjadi pergerakan seni, yakni mencakup seni musik, teater, tari, dan tarik suara. Belum banyak yang tahu, sebelum pindah haluan Isbata sempat vakum pada 2014 lalu hidup kembali.

 

 

 

 

 

 

 

 

Kini tujuan Isbata yaitu berdakwah melalui seni. Seni yang diambil Isbata yaitu yang tidak menyimpang ajaran Islam. Seni yang masih mengenal batasan, dakwah beresensi bahwa sesama manusia harus saling mengingatkan.

Isbata sangat identik dengan sastra, sesuai dengan komisariat IMM PB II yang merupakan gabungan dari Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Kewarganegaraan.

Menurut Bayu Apriliansyah selaku anggota Isbata dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris angkatan 2016, alasan Isbata memilih seni sebagai sarana dakwah yaitu karena seni merupakan hal yang menyenangkan. Berdakwah tidak harus hanya ceramah. Isbata mencoba menyisipkan nilai seni dalam menyampaikan dakwah.

Kendala yang menerpa Isbata tak membuat surut semangat anggotanya. Antusias anggota baru yang mulai meredup sebisa mungkin bisa diatasi. Selain itu, waktu terkadang menjadi hambatan bagi beberapa anggota. Pilihan malam hari untuk latihan memang harus berjuang keras. Perizinan yang sulit, karena beberapa anggota merupakan santri Persada. Hingga kesungguhan anggota yang tetap bertahan selama proses, akhirnya menghasilkan sebuah karya. Peluncuran Isbata yang pertama telah terlaksana pada Desember 2018 lalu.

The Rise of Isbata adalah sebuah tema yang berhasil memikat 100 penonton yang menghadiri peluncuran di auditorium kampus II UAD. Sebanyak 16 penampilan baik berupa drama, pembacaan puisi, musik, dan musikalisasi puisi meramaikan acara ini. Esensi tema The Rise of Isbata yaitu sebuah kebangkitan kembali dari Isbata setelah vakum lumayan lama.

“Sempat vakum selama beberapa tahun, kami tetap bertekad untuk bangkit. Mencoba mengenal Isbata dengan wajah baru. Mengaktifkan kembali Isbata seperti tahun 2014 pada masa naik daun,” tambah Risa Puspitarini selaku sekretaris SBO IMM PB II. (Dew)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/crew_Copy1.jpg 686 1201 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2019-09-02 10:20:292019-09-02 10:20:29Ubah Haluan, Isbata Lakukan Peluncuran Pertama

Selayang Pandang Farmasi dalam Mengukir Prestasi

31/08/2019/in Feature, Terkini /by NewsUAD

Technical Meeting (TM) Program Pengenalan Kampus (P2K) Fakultas Farmasi mengangkat tema “Budayakan Prestasi Berlandaskan Iman (Integritas, Moral, Amanah) dan Berwawasan Internasional”. Alasannya, karena Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berlandaskan keislaman, membentuk moral berdasarkan Alquran dan Hadis. Berwawasan internasional sudah ada dari tahun sebelum-sebelumnya. Kelas internasional sudah biasa diadakan di fakultas ini. Panitia berharap mahasiswa baru ke depannya mendapatkan prestasi tingkat nasional maupun internasional.

Kelas internasional hampir sama dengan yang lainnya, hanya perkuliahan mereka semua memakai bahasa Inggris. Tidak ada yang memakai bahasa Indonesia sama sekali, kecuali beberapa tambahan mata kuliah yang memakai bahasa Indonesia. Mahasiswa yang masuk kelas internasional diseleksi berdasarkan TPA dan persyaratan lainnya.

Muhammad Fajrin ketua Fakultas Farmasi P2K 2019 menyampaikan, “Materi selayang pandang PKM yang menjadi pembeda dengan fakultas lain bertujuan untuk mempersiapkan prestasi yang bertaraf internasional. Fakultas Farmasi juga memperkenalkan materi portal, pembagian buku petunjuk untuk mahasiswa baru, penjelasan teknis, pengenalan Masa Taaruf (Masta) Farmasi, dan peraturan pelaksanaan P2K sampai closing.”

“Farmasi tergolong fakultas yang sering melakukan penelitian terhadap hal-hal yang berinovasi. Jadi, panitia mengajak mahasiswa baru dari tahun ke tahun untuk mengenal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) agar teman-teman terlatih dan terasah dari semester satu. Ketika semester atas, mereka sudah bisa dan lancar menyusun PKM. Pengenalan PKM tidak pada saat perkuliahan dimulai, namun saat TM sudah dikenalkan oleh panitia,” jelas Muhammad di Kampus III UAD pada 31-8-19.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Selanjutnya, sesi pengenalan Masta diiringi dengan yel-yel yang memicu gairah para mahasiswa baru untuk semangat. Ada tiga poin yang mereka sampaikan. Pertama, jika kakak dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Farmasi bilang “satu” maka peserta wajib menjawab “woy” disambung menepuk pundak teman sebelahnya. Kedua, jika bilang “dua”, maka harus dijawab “asyik” disambung mengangkat ibu jari ke teman sebelahnya. Terakhir, jika bilang tiga maka dijawab “ea” dengan membelai dagu teman yang sesama jenis.

Tempat duduk mahasiswa baru putra dan putri dipisah. Saat melakukan gerak yel-yel pun mahasiswa tidak resah terkena bersentuhan dengan lawan jenis. Hal tersebut menjadi lancarnya yel-yel yang memerlukan gerakan badan. Yel-yel dimaksudkan untuk menambah semangat dan konsentrasi mahasiswa baru. (Dew)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/IMG_3421.jpg 1724 2282 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2019-08-31 15:22:132019-09-06 10:24:45Selayang Pandang Farmasi dalam Mengukir Prestasi
Page 59 of 73«‹5758596061›»

TERKINI

  • Tiga Modal Mendidik Generasi Masa Depan03/03/2026
  • Pengaruh Puasa dan Zikir terhadap Struktur Otak Manusia03/03/2026
  • Ibadah Berkualitas Kunci Kesehatan Mental03/03/2026
  • UAD Adakan Silaturahmi dan Buka Bersama LKSA Muhammadiyah ’Aisyiyah se-DIY03/03/2026
  • PWM DIY Gelar Wisuda Perdana Peserta Sekolah Ideologi Muhammadiyah di UAD02/03/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan I Presenter Terbaik pada ADIYC 202522/01/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top