• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Gunungkidul melalui Program Kemitraan Masyarakat

31/05/2018/in Feature, Terkini /by NewsUAD

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang diadakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) merupakan program pemberdayaan masyarakat yang didanai oleh Kemenristekdikti tahun 2018. PKM yang berlokasi di Gunungkidul ini dimulai pada 12 Mei 2018 dan masih dilakukan pendampingan berkelanjutan sampai saat ini.

“Pendampingan dilakukan hingga beberapa bulan ke depan untuk melihat perkembangan masyarakat setempat,” terang Dr. Fatwa Tentama, S.Psi., M.Si., salah satu dosen yang ikut dalam penelitian.

Fatwa menjelaskan, program tersebut diawali dengan memberikan pelatihan selama dua hari pada 12 dan 13 Mei 2018 di Balai Desa Ngoro-oro dengan menggandeng dua mitra utama yaitu dusun Jatikuning dan dusun Soka. Pada 19 Mei 2018, tim ke lokasi untuk melihat produk yang dihasilkan dari program tersebut dan saat ini masyarakat sudah mampu menghasilkan produk dari pelatihan-pelatihan yang diberikan.

“Rangkaian pelatihan yang dilakukan adalah sosialisasi program PKM, penguatan kelembagaan dan pengorganisasian masyarakat, penyuluhan bahaya sampah dan limbah, penyuluhan pemanfaatan sampah untuk mendukung sektor pertanian, pelatihan perintergrasian pengolahan sampah/limbah dengan sistem pertanian hidroponik, pelatihan perintergrasian biopori dengan pemanfaatan lahan kosong pekarangan untuk bercocok tanam, pelatihan pembuatan pupuk cair, pelatihan pembuatan briket bioarang, pelatihan pembuatan media tanam, pelatihan kewirausahaan dari hasil sektor pertanian dan pengolahan limbah, serta monitoring dan evaluasi,” terang Fatwa.

PKM tersebut diketuai oleh Muchsin Maulana, S.K.M., M.P.H. dengan beranggotakan Dr. Surahma Asti Mulasari, M.Kes., Dr. Fatwa Tentama, S.Psi., M.Si., Sulistyowati, M.P.H., dan Tri Wahyuni Sukesi, M.P.H.

Menurut Muchsin, tujuan program ini adalah memanfaatkan sampah-sampah (limbah pertanian dan sampah rumah tangga) menjadi pupuk organik (kompos dan cair) dan media tanam, bahan bakar alternatif briket bioarang, biopori, serta intergrasi program pengolahan sampah dengan sistem pertanian hidroponik. Harapannya, akan dapat menyelesaikan beberapa permasalahan, sekaligus penguatan perekonomian masyarakat.

“Permasalahan di beberapa wilayah di Gunungkidul akan selesai dengan program pemanfaatan limbah ini, yaitu minimalisasi pencemaran sampah di lokasi dan mencegah pencemaran udara karena perilaku pembakaran sampah dan tidak adanya TPS legal lokasi mitra. Keuntungan lainnya adalah meningkatkan pendapatan keluarga, pupuk organik (kompos dan cair) dapat dijual dan dimanfaatkan untuk pertanian sehingga mengurangi biaya pembelian pupuk bagi lahan pertanian, serta mengatasi permasalahan lahan kering di Gunungkidul dengan sistem hidroponik,” tutur Surahma, salah satu anggota tim PKM.

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Peningkatan-Kesejahteraan-Masyarakat-Gunungkidul.jpg 960 1280 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2018-05-31 12:12:042018-05-31 12:12:04Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Gunungkidul melalui Program Kemitraan Masyarakat

Mahasiswa UAD dan Robot Pemadam Kebakaran Hutan

26/05/2018/in Feature, Terkini /by NewsUAD

Tiga mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ciptakan Prototype Robot Terbang Pemadam Kebakaran (Propeder). Adapun pencipta robot ini adalah Rochmat Diantoro, Muhamad Hamam Iqbal, dan Eka Fitriyani. Mereka dibimbing oleh Anton Yudhana, S.T.,M.T.,Ph.D. selaku dosen Teknik Elektro.

Berdasarkan analisis LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional), hutan dan lahan seluas 2,6 juta hektar terbakar pada tahun 2015. Kebakaran hutan dan lahan paling luas terjadi di Sumatra yang mencapai 832.999 hektar serta disusul oleh Kalimantan mencapai 806.817 hektar. Presiden mengungkapkan kerugian akibat kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2015 mencapai 220 triliun rupiah.

“Prototype pesawat tanpa awak yang dapat terbang, secara otomatis memadamkan kebakaran tepat dan menjangkau area yang luas maupun sulit dijangkau. Pemadaman ini menggunakan dry chemical powder untuk mengurangi kerusakan lingkungan”, terang Hamam, sapaan akrab Muhamad Hamam Iqbal, saat ditemui di Gedung Robot UAD, Jalan Prof. Dr. Soepomo, Umbulharjo, Yogyakarta.

Propeder merupakan prototype pesawat tanpa awak yang dapat terbang secara otomatis sehingga dapat terbang membawa dry chemical powder dalam skala besar. Prototype ini dapat memadamkan kebakaran hutan secara cepat, mudah, dan dapat menjangkau wilayah hutan yang luas hingga 1 kilometer. Kelebihan lain dari Propeder adalah dapat dioperasikan dari jarak jauh. Ini tentu dapat meminimalisir dampak adanya korban jiwa jika menggunakan mobil pemadam kebakaran, helikopter, ataupun pesawat berawak.

“Harapannya, alat ini dapat membantu masyarakat. Selain itu juga membantu pemerintah dalam menghemat biaya untuk memadamkan kebakaran hutan,” tutup mahasiswa Teknik Elektro tersebut, Selasa (15/5/2018). (Ami)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/NEWS_PPM-Mahasiswa-UAD-dan-Kebakaran-Hutan_22-MEI-2018_Tami.jpg 577 720 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2018-05-26 08:54:182018-05-26 08:55:34Mahasiswa UAD dan Robot Pemadam Kebakaran Hutan

Mahasiswa UAD Ciptakan Robot Pembersih Kaca Pencakar Langit

25/05/2018/in Feature, Prestasi, Terkini /by NewsUAD

Tiga mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) terdiri atas Yusuf Suwandono, Sri Wulandari, dan Geri Asbi Hasan, ciptakan robot pembersih kaca pencakar langit. Robot tersebut bernama Quadcopter Pembersih Gedung Pencakar Langit (Qursi Genit).

Yusuf Suwandono, Sri Wulandari, dan Geri Asbi Hasan (kiri ke kanan)

“Pembersihan gedung pencakar langit di Indonesia masih menggunakan metode manual, yaitu dengan operator (pekerja gondola) langsung menggantung pada dinding gedung. Cara ini sangat membahayakan nyawa operator yang membersihkan gedung tersebut,” tutur Yusuf Suwandono saat ditemui di Gedung Robot UAD, Jalan Prof. Dr. Soepomo, Umbulharjo, Yogyakarta. Ia menceritakan alasan timnya membuat robot itu.

Ketua tim yang sering dipanggil Yusuf ini juga menuturkan, tingginya angka kecelakaan pada proses pembersihan gedung pencakar langit membuat mereka berinovasi. Sehingga, terciptalah ide tersebut guna meminimalisir terjadinya kecelakaan.

Cara kerja robot cukup sederhana. Robot dihidupkan dan diterbangkan secara manual oleh operator melalui remote control, kemudian didekatkan pada dinding. Dinding yang kotor akan dipantau melalui kamera fpv yang videonya langsung ditransfer ke layar monitor operator. Selanjutnya, jika dinding terlihat kotor, operator akan mengaktifkan logic level untuk menghidupkan pembersih dinding dan menyemprotkan cairan pembersih.

“Harapannya, robot ini dapat membantu operator kebersihan dalam melakukan pembersihan dinding gedung pencakar langit, yang semula dengan cara manual diganti dengan quadcopter. Tentu ini lebih efisien dan tidak mengancam nyawa pekerja,” tutup mahasiswa asal Purbalingga itu, Selasa (15/5/2018). (Ami)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/NEWS_PPM_-_Mahasiswa_UAD_Ciptakan_Robot_Pembersih_Kaca_Pencakar_Langit_22_MEI_2018_Tami.jpg 262 587 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2018-05-25 11:32:202018-05-25 11:32:46Mahasiswa UAD Ciptakan Robot Pembersih Kaca Pencakar Langit

Memberdayakan Masyarakat dan Menanggulangi Gizi Buruk di Indonesia

24/05/2018/in Feature /by NewsUAD

 

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki penduduk berjumlah besar. Dibandingkan dengan negara lain, Indonesia berada di peringkat nomor empat dengan penduduk terbanyak di dunia. Sudah ada penelitian yang mengatakan, penduduk Indonesia akan terus bertambah sampai tahun 2050. Meskipun penduduknya banyak, kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia masih terbilang sangat rendah jika dibandingkan negara lain seperti Jepang, Tiongkok, Singapura, dan Myanmar.

Penyebab rendahnya kualitas disebabkan penduduk di Indonesia kekurangan angka kepintaran dan kecerdasan. Menurut IPM metode tahun 2016, angka penduduk yang berharap untuk hidup saat lahir mencapai 70,90%, rata-rata penduduk yang sekolah hanya mencapai 7,95%, dan penduduk yang berharap untuk sekolah mencapai 12,72%. Ketinggian penduduk yang mau sekolah dengan yang masih sekolah, menjadi salah satu penyebab kualitas SDM di Indonesia masih buruk.

“Banyak orang mengatakan, kita harus mempunyai penduduk yang besar supaya negara semakin maju. Padahal, penduduk besar tidak menjamin kualitas yang bagus,” jelas Dr. Ir. Dwi Listyawardani, M.Sc., Dip.Com. selaku pemeteri dalam acara kuliah umum bertemakan “Kebijakan Program KKBPK dalam Pencegahan Stunting melalui Pola Asuh Keluarga”. Acara ini diselenggarakan oleh Program Studi Bimbingan Konseling, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, Universitas Ahmad Dahlan (BK FKIP UAD) yang bertempat di Islamic Center (IC) UAD Jln. Ringroad Selatan, Tamanan, Banguntapan, Bantul, Senin (14/5/2018).

Ia menegaskan, kita harus menjadi umat yang kuat dalam hal materi dan kuat dalam pemikiran. Supaya kita tidak melulu menjadi umat yang selalu dibodohi oleh umat lainnya.

“Dalam menanggulangi kejadian ini, pemerintah harus pintar mengatur keseimbangan antara pertumbuhan penduduk dengan kebutuhan pangan. Menurut teori, semakin banyak penduduk maka semakin banyak pula mulut yang harus diberi makan,” lanjutnya.

Selain itu, Indonesia digegerkan lagi dengan fenomena stunting yang menyerang balita dan anak-anak. Penyebab stunting biasanya terjadi akibat kekurangan gizi, gizi berlebihan, dan salah gizi saat janin masih ada di dalam kandungan. Terjadinya fenomena ini biasanya ditandai dengan ukuran badan, dan berat badan yang tidak normal dengan usianya.

“Sudah tercatat, kekurang gizi pada balita dan anak-anak mencapai angka 37,2%, berat badan berlebihan mencapai angka 12,1% , dan kekurusan mencapai angka11,9%,” jelasnya.

Peristiwa ini banyak terjadi di daerah Kalimantan tepatnya ada di Suku Dayak, dan di Nusa Tenggara Timur tepatnya ada di Suku Asmat. Meskipun kedua suku tersebut memiliki angka kelahiran yang sangat tinggi dibandingkan dengan suku lainnya, akibat gizi buruk ini angka kematian di lingkungan kedua suku tersebut sangat tinggi juga. Sehingga, peningkatan dari kedua suku tersebut tidaklah terlihat atau teregisterasi oleh pemerintah.

Dwi Listyawardani mengimbau, salah satu penyebab fenomena ini terjadi diakibatkan pernikahan muda. Hal ini dipicu karena calon ibu masih mempunyai masa pertumbuhan. Jika mengandung, secara langsung asupan gizi yang dibutuhkan oleh ibu dan janin berlipat ganda. Dari fenomena itulah yang menjadi penyebab pernikahan muda dilarang oleh undang-undang di Indonesia. (ASE)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/rsz_memberdayakan_masyarakat_dan_menanggulangi_gizi_buruk_di_indonesia.jpg 1728 2592 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2018-05-24 09:05:552018-05-24 09:05:55Memberdayakan Masyarakat dan Menanggulangi Gizi Buruk di Indonesia

Pesilat Perempuan Terbaik

24/05/2018/in Feature /by NewsUAD

Herdiyana Asmoroningtyas merupakan salah satu pesilat perempuan terbaik yang dimiliki Ortom Tapak Suci Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Pada Kamis-Sabtu (3-5/5/2018) di kejuaraan nasional Tapak Suci IPB Open 2018 di Graha Widya Wisuda IPB, ia berhasil meraih juara 1 lagi.

Perempuan yang akrab dipanggil Herdiyana ini adalah mahasiswa dari Program Studi Sastra Indonesia UAD. Ia baru 10 bulan bergabung dan latihan, tetapi jangan diremehkan kemampuan bela dirinya. Ia sudah empat kali meraih juara dalam kejuaraan tingkat nasional selama bergabung di Tapak Suci UAD. Memang, sejak SMP ia sudah aktif bergelut di bidang olahraga bela dari, dan banyak memboyong piagam emas, perak, serta perunggu, dari tingkat regional maupun nasional.

Hal yang melatarbelakanginya sangat menyukai tapak suci karena ia nyaman berada di lingkungan tersebut. Selain itu, ia juga sangat mencintai olahraga bela diri yang satu ini.

“Dari apa yang sudah saya cintai, maka saya lebih mudah untuk menekuninya. Dari kecintaan itu, membuat motivasi saya sebagai perempuan ingin menggali potensi lain di luar bidang akademik,” jelasnya.

Banyak kendala yang ia hadapi saat di gelanggang, seperti kurang percaya diri, rasa takut, dan sindrom sebelum pertandingan. Seiring berjalannya waktu, ia sudah ahli menangkal kendala itu dan mempunyai trik tersendiri. Misalnya dengan menyendiri, berdoa, telepon orang tua sebelum masuk ke gelanggang, konsultasi ke teman terdekat, dan sharing dengan pelatih.

“Sebenarnya ketika berada di gelanggang, saya hanya bermain bahagia saja, dan arahan pelatih membuat pertandingan saya lebih lancar.”

“Harapan ke depannya nanti, semoga saya dapat mempertahankan posisi sekarang ini ketika ada event selanjutnya,” tambahnya.

 

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pesilat-Perempuan-Terbaik.jpg 960 1280 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2018-05-24 08:59:072018-05-24 08:59:07Pesilat Perempuan Terbaik

Menyambut Ramadan bersama Amein Rais

23/05/2018/in Feature /by NewsUAD

 

“Berpuasalah supaya menjadi manusia yang bertakwa kepada Allah. Perlu diketahui, orang yang berpuasa termasuk gambaran orang yang sangat bertakwa, seperti yang dijelaskan di dalam Quran surat Al-Baqarah,” jelas Prof. Dr. H. M. Amien Rais, M.A., saat mengisi ceramah perdana untuk menyambut Ramadan di Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (IC UAD) Jln. Ringroad, Tamanan, Banguntapan, Bantul, Rabu (16/5/2018) malam.

Secara etimologi, salah satu manusia yang bertakwa ialah ketika orang menunaikan puasa di bulan Ramadan. Bulan Ramadan juga bagus untuk menerapkan terapi pola hidup sehat. Sebab, secara langsung orang harus menahan lapar setelah imsak sampai Maghrib. Sangat dianjurkan bagi manusia untuk makan secukupnya selama bulan Ramadan, supaya pikiran tetap jernih dan tubuh bisa tetap sehat.

 

“Orang yang bertakwa harus percaya kepada Allah, percaya sama Hari Akhir, percaya kepada malaikat, dan percaya kepada nabi utusan. Selain itu juga selalu membayar zakat dan sedekah kepada orang yang membutuhkan, serta tidak pernah ingkar janji kepada orang lain.”

Amien Rais menambahkan, berpuasa bukan hanya menahan lapar saja, kita juga harus jihad melawan nafsu yang bisa menjerumuskan kita menjadi orang buruk. Melawan nafsu merupakan anjuran utama yang ada di dalam Quran. Nafsu yang harus dilawan yaitu nafsu kepada lawan jenis dan nafsu saat melihat makanan selama berpuasa. Orang yang berpuasa juga harus jihad di jalan Allah, seperti tidak menyekutukan-Nya serta tidak menyembah selain Allah.

“Haram hukumnya bagi manusia yang menyembah setan,” ucap Amien Rais mengakhiri ceramahnya. (ASE).

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/amien-rais.png 765 1359 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2018-05-23 09:30:432018-05-23 09:30:43Menyambut Ramadan bersama Amein Rais

GLS Upaya Tingkatkan Literasi Siswa

21/05/2018/in Feature, Terkini /by NewsUAD

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan salah satu wujud kepedulian masyarakat, terutama perguruan tinggi. Program ini menjadi salah satu program literasi secara nasional. Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan literasi secara nasional maupun internasional. Sebab, literasi merupakan hal dasar yang wajib dikuasai setiap anak.

Di Indonesia, berdasarkan data dari Programme for International Student Assesment (PISA), lebih dari 50 persen anak Indonesia berusia 15 tahun tidak memiliki kemampuan dasar yang baik dalam membaca. Sumber tersebut menyebutkan bahwa tingkat literasi Indonesia masih pada peringkat 10 terbawah.

Sumber lain dari Programme for the International Assessment of Adult Competencies (PIAAC) terhadap orang dewasa usia 16-65 tahun di Jakarta, pada tahun 2015 menunjukkan lebih dari 70 persen individu berada di bawah level 1 (terendah) dalam hal literasi.

Penguatan literasi siswa dan masyarakat terus menjadi perhatian banyak pihak. Tidak terkecuali dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Dra. Sudarmini, M.Pd. dan Prof. Drs. Soeparno. Keduanya melakukan pengabdian masyarakat melalui GLS untuk meningkatkan literasi siswa di SMP Muhammadiyah 9 Yogyakarta.

“Program GLS yang dicanangkan pemerintah belum tersosialisasikan dengan baik ke sekolah, termasuk di SMP Muhammadiyah 9 Yogyakarta. Kegiatan literasi di sekolah ini masih sangat rendah. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata jam kunjung perpustakaan harian hanya mencapai lima persen dari jumlah siswa,” papar Sudarmini.

Ia menambahkan, kendala utama implementasi GLS di antaranya padatnya kegiatan dengan program lima hari sekolah, terbatasnya sumber daya manusia pelaksana karena harus dilaksanakan di luar jam belajar, dan terbatasnya sarana serta prasarana penunjang. Oleh karenanya, diperlukan mitra untuk mendampingi dan memberikan arahan, yang dalam hal ini diperankan oleh perguruan tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat.

Berkaca dari fakta tersebut, Sudarmini dan tim merancang kegiatan penyuluhan dan kampanye GLS khusus untuk siswa pada 23-24 April 2018. Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa. Kegiatannya antara lain membaca efektif (membaca sastra dan membaca SQ3R), pelatihan menulis (puisi, sinopsis, dan resensi), serta lomba menulis puisi dan resensi.

“Kegiatan ini tidak hanya dikhususkan kepada siswa saja. Semua unsur di sekolah termasuk kepala sekolah dan jajaran pimpinan, guru, staf tata usaha, perpustakaan, bahkan satpam turut terlibat. Program ini menjadi tanggung jawab bersama. Akan ada tindak lanjut kontrak kesepakatan hasilnya maksimal.”

Salah satu implementasi GLS yang memiliki andil besar meningkatkan literasi siswa dengan menghidupkan perpustakaan sekolah. Perpustakaan menjadi salah satu pusat aktivitas yang menyenangkan dalam rangka membangun literasi sekolah.

Pada kegiatan ini, Sudarmini melibatkan alumni dan mahasiswa PBSI sebagai mentor belajar siswa. Ia berharap, program GLS di SMP Muhammadiyah 9 Yogyakarta dapat meningkatkan kemampuan literasi siswa dan membudayakan kegiatan baca dan tulis. (ard)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pengabdian-Masyarakat-GLS-oleh-Dosen-PBSI-UAD-2.jpg 853 1280 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2018-05-21 10:38:022018-05-21 10:38:54GLS Upaya Tingkatkan Literasi Siswa

Milad ke-16, Fakultas Kesehatan Masyarakat Gelar Seminar Kesehatan

21/05/2018/in Feature, Terkini /by NewsUAD

Suasana seminar kesehatan yang diadakan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan pada Senin (7/6/2018).

Rangkaian acara Milad ke-16, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (FKM UAD) menggelar seminar kesehatan di auditorium kampus 4 UAD, pada Senin (7/5/2018). Seminar ini bertema “Mewujudkan Masyarakat Sehat dengan Healthy City & Healthy Tourism”. Peserta tak hanya datang dari mahasiswa FKM, namun juga dari umum.

Hadir sebagai narasumber dalam acara ini yakni Jati Untari, S.K.M.,M.Kes. (Pengurus IAKMI Pengda DIY), Drg. Muhammad Taufik Abdul Kadir, M.Kes. (Kepala Bidang Yankes), Ir. Aris Riyanta, M.Si. (Kepala Dinas Pariwisata DIY), dan Drh. Asep Rustiawan, M.S.

Ahmad Ahid Mudayana, S.K.M.,M.P.H. selaku wakil ketua panitia menuturkan, penyelenggaraan seminar ini bertujuan untuk mengenalkan kepada publik bahwa ternyata ada aturan dan standar tersendiri untuk menjadikan kota Jogja yang sehat dan sebagai kawasan wisata.

Sementara Jati Untari mengatakan, definisi sehat menurut determinan kesehatan dalam kualitas sumber daya manusia terdiri atas sehat badan, tidak ada gejala dan tanda-tanda sakit, sampai dengan harus produktif secara ekonomi serta sosial.

“Harapannya, determinan sehat itu menjadi tanggung jawab semua komponen di negara kita. Jadi, bangsa kita menjadi tanggung jawab kita semuanya,” ungkapnya.

Ahmad menambahan, “Semoga Jogja bisa menjadi kawasan kota sehat, termasuk kawasan wisata yang sehat. Tidak hanya Jogja sebenarnya, tetapi Indonesia. Di sisi lain, program healthy city dan healthy tourism bisa mengindonesia karena banyak orang yang belum tahu terkait ini.”

Dalam acara tersebut, sekaligus dilaksanakan pengumuman lomba debat, lomba tahfidz, dan lomba poster yang telah dilaksanakan sebelumnya. (dta)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/rsz_milad_ke-16_fakultas_kesehatan_masyarakat_gelar_seminar_kesehatan.jpg 949 2050 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2018-05-21 10:31:182018-05-21 10:31:18Milad ke-16, Fakultas Kesehatan Masyarakat Gelar Seminar Kesehatan

Kuliah Umum bersama Prof. Dr. Adiwijaya

10/05/2018/in Feature, Terkini /by NewsUAD

Suasana kuliah umum Program Studi Matematika yang diadakan di aula Islamic Center kampus 4 UAD pada Rabu (9/5/2018).

Program Studi Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Ahmad Dahlan (FMIPA UAD) menyelenggarakan kuliah umum di aula Islamic Center kampus 4 UAD pada Rabu (9/5/2018).

Pada kesempatan kali ini, Program Studi Matematika mendatangkan Prof. Dr. Adiwijaya yang merupakan Guru Besar Bidang Ilmu Matematika Fakultas Informatika dari Universitas Telkom. Tema yang diangkat pada kuliah umum adalah “Menumbuhkan Budaya Inovasi pada Era Industri 4.0”.

Acara yang dimulai pukul 09.00 tersebut diawali dengan sambutan perwakilan dosen Program Studi Matematika, Yudi Ari Adi, S.Si.,M.Si. Dalam Sambutannya, ia mengatakan inovasi harus dilakukan di segala bidang. Semua orang perlu menumbuhkan inovasi terkait dengan budaya atau kemampuan masing-masing.

“Inovasi adalah salah satu usaha kita untuk mengubah suatu keadaan. Semoga kuliah umum ini bisa menambah wawasan dan kemajuan kita bersama,” ucapnya.

Adiwijaya mengatakan, era internet pada saat ini sudah merajalela. Internet sudah menjadi sebuah kebutuhan. Akibatnya, teknologi sekarang tidak bisa dibendung dan sangat bergantung kepada internet.

“Industri 4.0 adalah transformasi digital pada industri menggunakan teknologi baru seperti Al, loT, Big Data, Cloud Computing, dan sebagainya. Industri 4.0 sangat menguntungkan.”

Ia menambahkan, sekarang ada lima sektor yang menurut perkiraan akan menjadikan Indonesia di era 4.0, yaitu makanan dan minuman, tekstil dan pakaian , otomotif, elektronik, serta obat.

“Keahlian yang harus kita miliki untuk hari ini dan masa depan yaitu kreativitas termasuk pembuatan ide dan pemikiran kritis, manajemen inovasi, kewirausahaan, tinjauan ke masa depan atau studi di masa depan, serta metode penelitian,” jelasnya. (dta)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kuliah-Umum-bersama-Prof.-Dr.-Adiwijaya-2.jpg 921 2080 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2018-05-10 08:59:322018-05-22 09:10:46Kuliah Umum bersama Prof. Dr. Adiwijaya

UAD Aktif dalam Kerja Sama Internasional

04/05/2018/in Feature, Terkini /by NewsUAD

Dari dulu, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) aktif menjalin kerja sama dengan negara tetangga seperti Filipina, Thailand, Tiongkok, dan Malaysia. Fakultas dan program studi pun banyak yang menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi di negara lain. Biasanya, kerja sama itu berupa pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen, dan jurnal.

“UAD sudah lama bekerja sama di kancah internasional, entah itu kerja sama dari segi pendidikan maupun sumber daya mahasiswa. Kita harus meningkatkan kerja sama lagi. Sebab, itu sangat dibutuhkan untuk melihat seberapa jauh potensi kita sekarang,” jelas Dr.  Kasiyarno, M.Hum. Rektor UAD saat memberi sambutan di acara Sosialisasi Kerja Sama Perguruan Tinggi di Belanda, Senin (23/4/2018).

Turut hadir dalam acara tersebut adalah Din Wahid, Ph.D. selaku dosen UIN Jakarta sekaligus Peneliti Pusat Kajian Islam dan Masyarakat (PPKIM) UIN Jakarta.

Berkat kerja sama yang sering dilakukan, kini UAD semakin dikenal meluas. Selain itu, banyaknya realisasi dari beragam MoU, turut mengantarkan UAD terakreditasi A. Jurnal yang dimiliki pun masuk dalam kategori jurnal terbaik di Indonesia.

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-Kasiyarno-M.Hum-dan-Din-Wahid-Ph.D-.jpg 864 1296 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2018-05-04 15:27:192018-05-04 15:27:19UAD Aktif dalam Kerja Sama Internasional
Page 71 of 74«‹6970717273›»

TERKINI

  • Alumni FKIP UAD, Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd. Bagikan Perjalanan Pengabdian dari Guru hingga Birokrat25/05/2026
  • UAD dan Kalurahan Caturharjo Kolaborasikan Teknologi Pengelolaan Sampah Berbasis IoT25/05/2026
  • UAD Kenalkan Eco-Printing kepada Siswa Sekolah di Jepang25/05/2026
  • HISKI UAD dan Balai Bahasa DIY Gelar Siniar Literasi22/05/2026
  • PBI UAD Terima Kunjungan Edukatif SD BIAS Klaten22/05/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Debat Bahasa Indonesia Tingkat Nasional22/05/2026
  • Lawan Rasa Insecure, Dara Safina Raih Juara 3 Qiroatus Syi’ir di AWFest 202611/05/2026
  • Tim Bola Voli Putra UAD Raih Juara 3 di Ajang Immanuel Trans X FEBI Cup 202604/05/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Bronze Medal di Bandung Essay Competition #304/05/2026
  • Mahasiswa Prodi PBS UAD Torehkan Prestasi dalam Ajang Porseni 202604/05/2026

FEATURE

  • Antara Iman dan Cinta: Belajar Adab Berdakwah dari Kisah Nabi Ibrahim21/05/2026
  • Perjuangan Sabriyandi Jadi Wisudawan Terbaik FKIP UAD21/05/2026
  • Regina Nadyani Ungkap Strategi Meraih Predikat Wisudawan Terbaik FSBK UAD19/05/2026
  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top