• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Dosen Psikologi UAD Teliti Kebermaknaan Hidup

25/07/2018/in Feature /by NewsUAD

Kebermaknaan hidup merupakan satu tingkatan yang harus dipunyai semua orang untuk sampai pada tingkatan hikmah. Tingkatan ini untuk menemukan makna dari setiap kejadian, setiap hal, setiap apa yang dihadapi.

Dosen Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Dr. Mujidin, M.Si., menyelesaikan studi doktoralnya dengan meneliti kebermaknaan hidup. Ia mengungkapkan, kebermaknaan hidup sangat penting untuk seseorang yang ingin menemukan makna hidup di dunia dan akhirat.

“Kebanyakan orang bisa mengembangkan potensi kognisi, seni, akademik, dan potensi-potensi lainnya. Tetapi, mereka mengalami kebuntuan dan stres ketika tidak sampai memahami apa makna menguasai semua itu,” jelas Mujidin.

Laki-laki kelahiran Kebumen ini menyatakan, disertasi yang ia susun harus dipahami, dihayati, dan diamalkan semua orang karena hakikat hidup ini yang paling utama adalah menemukan makna hidup. Dalam penelitiannya, ia mencoba untuk melihat aspek kecerdasan spiritual.

“Saya meneiliti pengaruh kecerdasan spiritual terhadap pencapaian makna hidup yang tinggi. Saya juga melihat dari sisi latar belakang lingkungan dan dikaitkan dengan agama. Jadi misalnya lingkungan universitas islami, keluarga islami, dan lingkungan masyarakat dalam perspektif islami,” lajutnya.

Dari ketiga latar belakang tersebut, jika dilihat dari kecerdasan spiritualnya, lingkungan keluarga serta masyarakat bisa menopang dan meningkatkan kebermaknaan hidup. Tetapi, lingkungan universitas Islam justru rendah.

Dugaan Mujidin, rendahnya kecerdasan spiritual di kebayakan perguruan tinggi Islam akibat dominasi, dikotomi, dan sekulerisasi ilmu yang tinggi. Menurutnya, perguruan tinggi Islam tidak mendukung kecerdasan spiritual mahasiswa, oleh karenanya penemuan kebermaknaan hidup tidak tercapai.

“Penguasaan ilmu agama akan meningkatkan spiritualitas, spiritualitas meningkatkan kebermaknaan hidup. Banyak keilmuan di perguruan tinggi Islam, tetapi nuansa Islamnya rendah. Kebanyakan karena belum mentransformasikan nilai Islam dalam kerangka keilmuannya,” tandasnya ketika diwawancarai Rabu (11/7/2018) di kampus 1 UAD, Jln. Kapas 9, Semaki, Yogyakarta.

Ia beranggapan, harusnya nilai Islam dalam perspektif subdisiplin ilmu ada dan dikembangkan ke dalam kurikulum. Di dalam sistem kredit semester (SKS), perbandingannya masih sedikit dibanding keilmuan lainnya.

Sekulersisasi dan dikotomi ilmu di perguruan tinggi Islam masih sangat kuat. Lembaga pendidikan Islam harus berusaha menguatkan ruh Islamnya dan mengimplementasikan dalam cabang ilmu. Misalnya psikologi Islam,ekonomi Islam, sains Islam, dan sebagainya.

Mayoritas, saat ini, kebermaknaan hidup ditemukan dalam dialektika pendidikan di keluarga dan masyarakat. Praktik peribadatan di masyarakat dan keluarga mempunyai efek lebih baik daripada di perguruan tinggi.

“Implementasi filosofi Islam dalam tataran keilmuan sangat penting untuk meningkatkan kecerdasan spiritual. Kecerdasan spiritual yang tinggi akan berbanding lurus dengan kebermaknaan hidup,” pungkas Mujidin. (ard)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dosen-Psikologi-UAD-Teliti-Kebermaknaan-Hidup-2.jpg 816 1224 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2018-07-25 10:48:172018-07-25 10:48:17Dosen Psikologi UAD Teliti Kebermaknaan Hidup

Menulis di Sela-sela Kesibukan

04/07/2018/in Feature /by NewsUAD

 

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” Begitulah kata Pramoedia Ananta Toer.

Beberapa orang  ingin menjadi seorang penulis, tetapi tidak jarang orang tersebut gagal memanagemen diri sendiri dengan baik. Hadi Suyono adalah salah satu penulis buku nonfiksi yang mampu berkarya di sela-sela kesibukannya sebagai dosen.

Dosen Psikologi di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ini memiliki beberapa cara untuk mencuri waktu dalam mengembangkan dan memanfaatkan hobinya. Ia mengaku merasa gelisah jika belum membuat karya. Cara yang pertama yang ia lakukan yaitu menentukan kerangka tulisan. Jika kita sudah membuat kerangka tulisan, maka seseorang akan mudah melanjutkan tulisan tersebut, tanpa keluar dari konteks. Seseorang yang tidak melanyelesaikan pekerjaan menulisnya dalam waktu itu juga, memiliki kemungkinan lupa dengan sesuatu yang akan ia tuliskan. Maka, kerangka tulisan sangat diperlukan untuk menghindari hal itu.

Selain itu, bapak dua anak ini selalu berusaha menjaga ritme. Maksudnya ialah menjaga suasana hati dalam menulis. Sehingga, seseorang akan dapat menuangkan sesuatu yang ada dalam pikirannya dengan baik, tanpa terpengaruh hal di luar yang akan dituliskan.

Hadi tidak pernah menganggap menulis adalah beban. Namun ia menganggap pekerjaan ini sebagai passion. Dengan menganggap pekerjaan sebagai passion, maka kita akan nyaman dan senang dalam melakukannya. Tentu saja, finansial akan mengikuti.

Kunci dari menulis adalah banyak membaca. Seseorang akan dapat menulis dengan baik setelah ia membaca. Dengan membaca, seseorang mendapatkan ilmu pengetahuan dan wawasan untuk dapat dituangkan ke dalam sebuah tulisan.

Di tengah jadwal yang padat, tentu seseorang pasti memiliki waktu yang kosong. Maka, Hadi menggunakan waktu tersebut untuk menulis. Sebelum menjadi seorang dosen, ia biasa mengkhususkan waktu untuk menulis, misalnya sebelum menjalankan ibadah salat Subuh. (dok)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Hadi-Suyono-UAD.jpg 391 598 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2018-07-04 09:02:542018-07-04 09:02:54Menulis di Sela-sela Kesibukan

Dosen Harus Memiliki Kesadaran Menulis, Mengapa?

02/07/2018/in Feature /by NewsUAD

 

Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Dr. Rina Ratih menilai, agar hidup lebih bermakna maka setiap orang perlu menulis.

“Dosen yang baik haruslah menulis. Sebab, ia akan menjadi contoh mahasiswa. Selain itu, menulis juga sebagai salah satu cara berekspresi,” tutur Rina saat ditemui di kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Selasa (15/5/2018).

Sayangnya, tidak banyak dosen yang sadar akan ketentuan itu. Komitmen untuk selalu istiqomah dalam menulis memang sangat dibutuhkan. Untuk itu, perlu kesadaran yang sangat tinggi.

Menurut Rina, kualitas literasi di UAD khususnya Program Studi PBSI sudah baik. Sebagian dosen sudah ada kesadaran untuk menulis dan berkarya. Idealnya, setiap dosen memang seperti itu. Selama ini, langkah awal yang diambil Rina untuk menjadi penulis tunggal dan produktif adalah dengan menerbitkan karya di setiap hari ulang tahunnya. Ini bertujuan agar iklim berkarya melalui tulisan muncul di UAD, khususnya PBSI.

Menghasilkan satu buku yang diterbitkan tidaklah mudah di sela-sela kesibukannya sebagai dosen. Motivasi dari setiap tulisannya yang lahir itu berasal dari kesadaran dan komitmen.

Mulai dari jenjang S1 hingga S3, tidak habis-habisnya prestasi yang diraih Rina Ratih. Ia merupakan lulusan dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Seni IKIP Muhammadiyah Yogyakarta (sekarang UAD) lulus tahun 1986. Ia kemudian melanjutkan S2 Ilmu Sastra Fakultas Ilmu Budaya Pascasarjana Universitas Gadjah Mada dengan predikat cum laude dan lulusan terbaik dengan indeks prestasi 4,0 pada tahun 2003. Ia juga menjadi dosen teladan di Universitas Ahmad Dahlan dan kopertis wilayah V DIY.

Pada tahun 1987, Rina diangkat menjadi staf pengajar di UAD hingga sekarang. (Doc)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dosen-Harus-Memiliki-Kesadaran-Menulis.jpg 466 349 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2018-07-02 10:34:292018-07-02 10:34:29Dosen Harus Memiliki Kesadaran Menulis, Mengapa?

Retina Chika: Pentingnya Berkegiatan dan Berposes Kreatif

26/06/2018/in Feature /by NewsUAD

Sering kali, mahasiswa mengabaikan kegiatan yang dilimpahkan dalam organisasi dan komunitas di luar maupun dalam kampus. Paling parahnya, justru yang diabaikan adalah kegiatan yang bisa menuntun untuk berpikir lebih luas. Untungnya, hal ini tidak berlaku untuk mahasiswa asal Pekalongan Jawa Tengah bernama Retina Chika Ardeviya Rista.

Baginya, kuliah memang penting untuk dijalani, tapi tidak ada salahnya untuk menghadiri kegiatan lain. Selagi itu baik untuk menambah wawasan.

Saat ditemui di sela acara pelatihan jurnalistik untuk reporter Humas Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Chika memberi pendapat terkait mahasiswa yang kurang berkegiatan di luar maupun dalam kampus.

“Menimba ilmu dan mencari pengalaman sangat penting untuk mahasiswa. Oleh sebab itu, keduanya perlu seimbang. Mengikuti kegiatan di kampus atau di luar, bisa menjadi wadah untuk mengarungi semua itu. Beruntungnya ketika ikut kegiatan, kita akan mendapatkan pembekalan secara khusus. Seperti pelatihan kali ini, kita bisa lebih membuka wawasan seputar ilmu jurnalistik. Dengan  pelatihan ini, saya lebih bersemangat lagi untuk menulis dan berkegiatan di kampus,” paparnya.

Selain menjadi mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia UAD, Chika juga mendapat kepercayaan dari Kepala Program Studi Sastra Indonesia yaitu Drs. Ani Yuliati, M.Hum., untuk bergabung menjadi reporter fakultas.

Sejak menjadi bagian reporter fakultas, ia sering mengikuti praktik di lapangan dengan berbekal pelatihan dari Humas UAD. Berbagai medan sudah ia jalani, meskipun sering kewalahan dalam membagi waktu antara berkegiatan dengan kuliah.

“Dari semua itu saya bisa belajar untuk membagi waktu antara kegiatan dan kewajiban. Alhamdulillah dari pembelajaran itu, sekarang saya tetap mengirim berita ke web fakultas. Semua itu saya lakukan untuk mengasah kemampuan menulis saya,” ucap Chika.

Selain di reporter, ia juga bergiat di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Himpunan Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Sahabat Dakwah, dan sekarang tinggal di Pesantren Ahmad Dahlan (Persada) UAD.

Sejak sekolah dasar, Chika sudah sering menulis. Semakin bertambah usia, kemampuannya itu berkembang dengan menghasilkan cerita inspirasi, cerita pendek, dan artikel. Proses menulis kreatifnya itu tidak lepas dari dukungan orang tua dan latar belakang dari hobi menulis, membaca, serta jalan-jalan. Dengan hobi itu, secara tidak langsung ia merekam semua kejadian yang pernah dilalui untuk dijadikan ide dalam tulisan.

Proses kreatifnya sudah terbukti, yakni dengan menjadi juara mulai dari tingkat regional maupun nasional. Ia menjadi juara 2 pada event nasional pada 28 Oktober 2017 melalui cerita inspiratifnya berjudul “Lentera Senja”. Di tingkat Provinsi Jawa Tengah yang berlangsung di Magelang pada Juli 2017, ia juga mendapatkan juara 1 penulisan karya fiksi cerita pendek berjudul “Kerabat Hijrah”.

“Dari pencapain itu, banyak juga tantangan yang saya hadapi saat menulis. Mulai dari mengambangkan ide cerita dan melawan rasa malas yang bermukim dalam diri saya,” tutupnya. (ASE)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Retina-Chika-Pentingnya-Berkegiatan-dan-Berposes-Kreatif.jpg 640 480 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2018-06-26 08:46:322018-06-26 08:46:32Retina Chika: Pentingnya Berkegiatan dan Berposes Kreatif

Dr. Rully Charitas Indra Prahmana Saragih, S.Si., M.Pd., Menekuni Pendidikan Matematika Realistik

23/06/2018/in Feature /by NewsUAD

Rully Charitas Indra Prahmana Saragih memiliki sederet prestasi yang mengagumkan. Dosen Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UAD itu menempuh pendidikan dari jenjang sarjana, magister, hingga doktor dengan beasiswa. Ia lulus dari S-1 Matematika UGM, S-2 Pendidikan Matematika Universitas Sriwijaya (Unsri), dan S-3 Pendidikan Matematika Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

“Alhamdulillah semoga semuanya penuh berkah dan manfaat,” ucapnya singkat, Rabu (14/3).

Sewaktu menempuh program S-3, Rully menulis disertasi berjudul “Local Instruction Theory Penelitian Pendidikan Matematika untuk Menumbuhkan Keterampilan Mahasiswa Calon Guru dalam Melakukan Penelitian dan Menulis Karya Ilmiah”. Di bawah bimbingan supervisor Prof. Yaya S. Kusumah, Ph.D. dan Prof. Dr. Darhim, M.Si., ia berhasil menyelesaikan disertasi itu tepat pada bulan Agustus 2016.

“Saya mulai kuliah S-3 pada bulan Agustus 2013. Alhamdulillah lulus tepat tiga tahun,” ujarnya.

Saat ditanya apa perasaannya setelah berhasil meraih gelar doktor di usia muda, Rully menjawab singkat, “Alhamdulillah senang dan gak nyangka bisa menyelesaikan studi dalam waktu kurang dari tiga tahun.” Dengan lulus tepat waktu, ia bisa membuat bahagia orang tuanya, khususnya ibu. Ayahanda dari Rully telah tiada sejak dirinya kecil.

“Janji saya yang belum saya tepati kepada Ibunda ialah dapat mengundang beliau di acara pengukuhan guru besar saya. Insyaallah,” harapnya.

Rully berencana, setelah meraih SK Lektor Kepala, ia ingin melakukan Summer Course di Utrecht University, Belanda. Di sana, katanya, pusat penelitian di bidang Pendidikan Matematika Realistik dan Desain Penelitian berada. “Setelah itu, saya ingin mengajukan usulan jabatan fungsional Guru Besar. Semuanya ini saya lakukan untuk mendukung UAD dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) dalam target meningkatkan poin saat reakreditasi institusi lima tahun ke depan,” kata suami dari Rina Sri Kalsum Siregar, S.ST., M.Stat. dan ayah dari Muhammad  Zuna Prahmana Saragih dan Quthbie Shofwan Saragih. Selamat dan semoga sukses, Pak Rully! (dok)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/dosen-UAD-Rully-charitas.jpg 1280 720 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2018-06-23 07:58:372018-06-23 07:58:37Dr. Rully Charitas Indra Prahmana Saragih, S.Si., M.Pd., Menekuni Pendidikan Matematika Realistik

Dr. Salamatun Asakdiyah, M.Si. , Mumpuni di Bidang Manajemen Pemasaran

21/06/2018/in Feature /by NewsUAD

 

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UAD Dra. Salamatun Asakdiyah, M.Si. berhasil meraih gelar doktor ilmu ekonomi dari Program Pascasarjana Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII), Sabtu (20/1). Bu Diyah—begitu nama sapaan beliau—dinyatakan lulus dengan predikat “Memuaskan” dari Program Doktor Ilmu Ekonomi PPs FE UII. “Alhamdulillah, semoga ilmu yang saya peroleh ini bermanfaat,” ucapnya.

Di bawah bimbingan promotor Prof. Dr. Suyudi Mangunwihardjo dan kopromotor 1 Drs. Asmai Ishak, M.Bus., Ph.D. dan kopromotor 2 Dr. Yuni Istanto, S.E., M.Si., Diyah menulis disertasi berjudul “Membangun Komunikasi Word of Mouth Melalui Akseden dan Konsekuensi Kualitas Pelayanan Perguruan Tinggi”. Saat itu, kata Diyah, hadir Dewan Penguji, antara lain, Nandang Sutrisno, S.H., LLM., M.Hum., Ph.D (Ketua Sidang), Dr. Zainal Mustafa E.Q., M.M. (Penguji 1), Dr. M. Irhas Effendi, S.E., M.Si. (Penguji 2), Drs. Anas Hidayat, M.B.A., Ph.D. (Penguji 3), dan promotor serta kopromotor 1 dan 2.

Diyah menjelaskan, setelah berhasil meraih gelar doktor, dirinya akan menulis buku, melakukan penelitian, dan menulis artikel yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah. “Di samping itu, saya juga akan aktif dalam kegiatan lain yang mendukung peningkatan Tridarma Perguruan Tinggi,” ujar istri dari Drs. Subarjo Suroso dan ibu dari Rizkiya Ayu Maulida, S.IP., M.A. dan Faris Mujaddid Adinugroho, S.E.

Sebelum menjadi Dekan FEB UAD, Diyah pernah diamanahi sebagai Pembantu Dekan FE UAD. Setelah itu, ia fokus untuk menempuh studi S-3 di PPs FE UII Bidang Pemasaran (Marketing). Dari sejumlah penelitian dan publikasinya selama ini, Diyah memang sosok yang mumpuni di bidang manajemen pemasaran. Selamat dan semoga sukses selalu, Bu! (dok/sdy)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/BU-DIYAH-UAD-1.jpg 960 1280 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2018-06-21 12:12:442018-06-21 12:12:44Dr. Salamatun Asakdiyah, M.Si. , Mumpuni di Bidang Manajemen Pemasaran

Pendidik Harus Kreatif dan Pandai Pecahkan Masalah 

18/06/2018/in Feature /by NewsUAD

Pada seminar nasional yang diselenggarakan program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Sapardi Djoko Damono menyampaikan pentingnya bahasa, sastra, pendidikan dan teknologi. Ia merupakan penyair dan juga pendidik di salah satu universitas di Indonesia yang telah mendapat penghargaan nasional maupun internasional.

Sapardi mengingatkan, di era digital mahasiswa harus memiliki inisiatif untuk mempelajari hal-hal yang tidak diajarkan di perkuliahan. Penambahan pengetahuan ini sangat penting, utamanya untuk memahami karya sastra dan sebagai bekal menjadi pendidik.

“Paham kebahasaan saja tidak cukup, harus memahami kebudayaan dan keilmuan lain seperti teknologi untuk memahami karya sastra. Mahasiswa harus mandiri, mencari sumber-sumber maupun referensi, misalnya sekarang ada e-book dan audio book.”

Untuk pendidik Bahasa Indonesia, Sapardi menyarankan setiap pendidik harus memiliki kreativitas dalam mengajarkan kesusastraan kepada para siswanya. Terkadang pembelajaran sastra menjadi membosankan karena metode mengajarnya yang monoton. Ia menyarankan kepada pendidik maupun mahasiswa sebagai calon pendidik membentuk paradigma baru dalam menghadapi masalah.

“Masalah harus diciptakan dan dipecahkan agar ilmu pengetahuan tidak berjalan di tempat. Salah satunya dengan menciptakan teknologi untuk melakukan sesuatu, untuk menjawab setiap permasalahan,” paparnya dalam seminar bertajuk Paradigma Mutakhir Pembelaharan Bahasa dan Sastra Indonesia pada Abad XXI, Sabtu (3/3/2018) di Grand Inna Malioboro. (ard)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sapardi-dan-Dosen-UAD.jpg 720 1080 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2018-06-18 14:45:402018-06-18 14:45:40Pendidik Harus Kreatif dan Pandai Pecahkan Masalah 

Penelitian Dosen UAD Semakin Meningkat

18/06/2018/in Feature /by NewsUAD

Tri Darma Perguruan Tinggi menyebutkan bahwa dosen harus melakukan penelitian, pendidikan, dan pengabdian. Artinya, ketiga hal itu secara otomatis adalah kewajiban dan tugas yang harus dilakukan oleh dosen. Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melalui Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah (LPP, sekarang LPPM) selalu bekerja keras untuk meningkatkan jumlah dosen yang melakukan penelitian. Salah satu peluang yang bisa didapatkan oleh dosen adalah dengan mengajukan proposal kepada Ristek Dikti yang nantinya akan mendapatkan dana hibah penelitian secara kompetitif nasional maupun melalui LPP UAD (sekarang LPPM).

Upaya untuk mendukung hal ini, UAD melalui LPP sering menyelenggarakan pelatihan-pelatihan dan workshop yang berguna untuk meningkatkan kemampuan dosen dalam melakukan penelitian. Tindakan saat ini adalah membuat skim-skim penelitian internal yang mirip dengan yang ada di Ristek Dikti, termasuk dalam syarat dan peraturannya. Metode ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas proposal penelitian dosen sehingga bisa memperoleh dana hibah dari sana.

“Alhamdulillah, penelitian dosen UAD sekarang semakin lama semakin meningkat. Beberapa tahun ini, UAD tercatat mendapatkan dana dari Kopertis dengan jumlah nominal lima juta rupiah per judul. Dosen yang mengajukan proposal ke Kopertis dan Ristek Dikti juga banyak yang diterima,” ucap Dr. Widodo, M.Si. selaku Kepala LPP UAD (sekarang LPPM).

Tahun lalu, dosen yang mengikuti penelitian hanya sekitar 100 orang, tetapi tahun ini sudah hampir 400 proposal diajukan. Peningkatan ini berasal dari penelitian internal maupun yang menggunakan lembaga eksternal UAD.

Dana penelitian selain dari UAD dan Dikti, juga ada yang berasal dari Pemerintah Kota yang jumlahnya bisa mencapai 25 juta rupiah. Di tingkat provinsi, LPP pernah mendapatkan panggilan untuk membahas tentang dana-dana penelitian, dan tahun ini ada 115 proposal dari dosen UAD yang diterima. Jumlah tersebut meningkat dari tahun lalu yang berjumlah 80 proposal.

Saat orientasi dosen baru, LPP tidak pernah lupa untuk selalu memotivasi dosen untuk melakukan penelitian. Sebab, manfaat yang diperoleh akan banyak sekali, terutama yang dari Dikti. Mereka akan mendapat reputasi bagus karena berhasil lolos dalam kompetisi dengan dosen di perguruan tinggi lain skala nasional. Selain itu, dana yang didapatkan bisa untuk mendukung penelitian, dan jika naik jabatan akan mendapat nilai tambahan.

Selanjutnya, untuk meningkatkan minat dosen, LPP akan memberikan reward di setiap karya yang dibuat oleh dosen, yakni dengan menciptakan output dalam bentuk jurnal nasional maupun internasional. Selain itu, riset juga dapat dibuat sebagai buku ajar dan karya cipta yang bisa dipatenkan.

Jadwal Dikti membuka penerimaan proposal adalah bulan April atau Mei. Proposal dikirim secara online dan hasil yang lolos bisa dilihat dari website Ristekdikti. Dosen yang dapat melihat hanya yang memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN).

Sementara itu, penelitian yang saat ini difokuskan oleh UAD meliputi bidang pendidikan, sosial humaniora, obat dan kesehatan, sains dan teknologi, serta bidang keagamaan. Output-nya bisa dipublikasikan di jurnal nasional atau internasional, seminar nasional dan internasional, serta ada yang dipatenkan.

“Kami harap pimpinan UAD terus mendukung, terutama masalah dana, agar dosen-dosen memiliki gairah untuk meneliti. Nantinya, hasil ini dapat meningkatkan nilai akreditasi. Dalam waktu dekat, kegiatan LPP adalah menyiapkan kontrak peneliti, dan setelah itu kami serahkan dana untuk peneliti. Dana ini tidak akan dipotong sedikit pun agar dosen lancar dalam penelitian,” tutup Widodo. (AK/CF)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Penelitian-Dosen-UAD-Semakin-Meningkat.jpg 1202 1679 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2018-06-18 14:39:542018-06-18 18:54:18Penelitian Dosen UAD Semakin Meningkat

Agus Ria Kumara, Dosen UAD Pengembang Games Android

14/06/2018/in Feature /by NewsUAD

 

Agus Ria Kumara, Dosen Program Studi Bimbingan Konseling (BK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) saat ini sedang mengembangkan games berbasis android. Nantinya, games ini berguna untuk menentukan perencanaan karier dan dapat digunakan oleh siswa sekolah menengah pertama (SMP) hingga mahasiswa. Penelitian ini ditujukan untuk mempermudah siswa SMP dalam merencakanan karier di masa depan.

Pengembangan games ini merupakan program penelitian Agus yang mendapat dana hibah dari Dikti. Tahun 2017 menjadi awal penelitiannya, dan September tahun ini ditargetkan selesai. Total dana yang ia peroleh adalah 300 juta rupiah. Tahun pertama penelitian, ia membuat kalender yang berguna untuk mempermudahkan siswa SMP untuk menentukan dan memahami proses karier yang akan dilakukan.

Penelitian Agus menggunakan metode sampling dengan melibatkan 11 SMP yang ada di Yogyakarta. Ia bersama timnya yang berjumlah 10 orang, mula-mula mencari siswa SMP yang memiliki prestasi bagus. Kemudian, dilihat apakah saat di SMA masih bagus atau tidak.

“Untuk rentangnya, itu didesain kelas 1, 2, 3, tapi cakupan yang kami lakukan khusus di kelas 3. Dari situ nanti dilihat prospeknya ketika masuk SMA,” ucap Agus.

Agus dalam mengerjakan penelitian dibantu oleh UAD yang sudah memiliki kerja sama dengan beberapa sekolah dan guru BK yang mengajar praktisi di UAD. Ini tentu saja menjadi keuntungan yang dapat dimanfaatkan oleh Agus dan timnya untuk mempermudah akses masuk ke SMP yang ada di Yogyakarta.

Untuk proses di tahun kedua ini, sudah disusun delapan  program. Agus dan tim yang terdiri atas mahasiswa dan dosen juga sudah mulai mengembangkan games android yang harapannya dapat di-launching pada akhir Agustus tahun ini.

Dalam mengembangkan games android tersebut, Agus belum berencana untuk menggandeng development luar dan hanya memberdayakan kemampuan mahasiswa yang memang memiliki minat di bidang pembuatan games berbasis android. Namun, Agus juga tidak menutup kemungkinan untuk melibatkan pihak eksternal dengan melihat progresnya nanti.

“Semisal nanti melibatkan developer lain, kami akan melibatkan dari UAD juga. Tapi kami manfaatkan sumber daya manusia yang ada di dalam prodi kami dulu.”

Alasan Agus mengangkat penelitian ini karena ia pernah terlibat dalam K13 di kementerian. Saat memonitoring pelaksanaan kurikulum sekolah, terdapat satu siswa SMP yang sudah bisa menentukan akan masuk ke SMA dan universitas mana. Bahkan ia sudah membuat daftar pekerjaan yang direncanakan di masa depan.

“Pola pikir itu, menurut saya tidak secara utuh bisa didapatkan oleh mahasiswa atau anak-anak sekarang,” ungkap Agus.

Latar belakang itulah yang akhirnya membawa Agus berkutat dengan penelitiannya kini. Penelitian ini mendapatkan dukungan penuh dari universitas, mulai dari pemanfaatan fasilitas laboratorium BK hingga perpustakaan kampus yang selalu membantu untuk mencari referensi dari dalam maupun luar negeri. Petugas perpustakaan juga selalu siap membantu untuk keperluan ini.

Agus bersama timnya mentargetkan penelitian ini selesai pada September 2018 dan dapat menghasilkan software untuk dipublikasikan dalam seminar. (AK/CF).

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mengembangkan-Games-Android-1.jpg 933 971 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2018-06-14 11:44:192018-06-14 11:44:19Agus Ria Kumara, Dosen UAD Pengembang Games Android

Kaum Milenial Merupakan Penduduk Asli di Dunia

12/06/2018/in Feature /by NewsUAD

 

Sering kali orang beranggapan negatif ketika berpikir tentang kaum milenial. Dari penafsiran itu, banyak pula pendidik dan kaum agama yang tidak mengerti cara mendidik kaum milenial, karena yang mampu mendidik kaum milenial hanyalah pengusaha atau pedagang. Dari ketidaktahuan itu, banyak organisasi agama yang bubar atau mengubah visi dan misi sebelumnya.

Perlu diketahui, otak kaum milenial diciptakan sangat berbeda dengan orangtua sekarang. Meskipun memiliki emosi yang memuncak, sebetulnya mereka sangat jujur untuk mengutarakan pemikirannya kepada orangtua.

“Ada hadits yang menjelaskan, kalau mau mendidik anak, didiklah sesuai dengan zamannya. Kaum milenial juga merupakan penduduk asli di dunia ini, kita yang orangtua hanya menjadi orang imigran yang sebentar lagi akan dibuang atau tidak ada di dunia ini,” jelas Irfan Amalee saat mengisi acara tentang “Dakwah Komunitas untuk Era Milenial” dalam acara pengajian Ramadan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY. Dengan mengusung tema “Menyemai Dakwah Komunitas untuk Islam Berkemajuan”, acara yang berlangsung di kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jln. Ringroad Selatan, Tamanan, Banguntapan, Bantul, Sabtu (2/6/2018) ini berjalan sukses.

Irfan Amalee menceritakan tragedi kebakaran masjid Tolikara di Papua yang dibakar oleh masyarakat sana. Dari kejadian itu, banyak orang yang beranggapan negatif terhadap orang Papua, apalagi dengan agama Kristen. Dengan menggunakan media, banyak orang menyebarkan kabar hoax terkait kejadian itu. Namun, di sana juga ada seorang milenial yang bernama Panji. Ia menanggapi berita di media dan mencoba melawannya.

“Istimewanya, Panji sebagai kaum milenial memecahkan masalah dengan respons sangat baik, yakni dengan kata sederhana dan menggalang dana melalui media daring.”

Untuk mengalihkan berita hoax, Panji melakukan penggalangan dana hingga bisa terkumpul sekitar 300 juta rupiah dalam waktu sangat singkat.

Irfan Amalee menerangkan, kaum milenial bisa mengubah peristiwa dunia dengan cara mereka sendiri. Mereka sangat tidak percaya dengan organisasi besar yang di dalamnya didominasi orangtua. Sebab, kepercayaan mereka terhadap orangtua hanya 16% saja, selebihnya dia percaya kepada kaum milenial dan dirinya sendiri. Mereka mempunyai pemikiran dengan tujuan mengubah dunia agar lebih baik lagi.

“Bagi kaum milenial, waktu lebih berharga daripada uang. Mereka sebagai pewaris dunia yang sah memiliki pola berpikir berbeda dengan orangtua.”

Selain itu, kaum milenial bekerja dalam proyek sendiri atau bersama orang lain. Ketika ada proyek yang tidak menarik dan tidak sesuai dengan gaya pemikirannya, mereka dengan tegas menolak. Bagi mereka, keunikan dan kretivitas suatu proyek adalah hal yang penting. Misalnya seperti Indonesia Berbagi, Indonesia Berkebun, Indonesia Mengajar, Laskar Sedekah, Berbagi Nasi, dan Kampung Belajar. (ASE)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/rsz_kaum_milenial_merupakan_penduduk_asli_di_dunia.jpg 1728 2592 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2018-06-12 09:58:282018-06-12 09:58:28Kaum Milenial Merupakan Penduduk Asli di Dunia
Page 72 of 76«‹7071727374›»

TERKINI

  • Tim PKM RE UAD Kembangkan Nanoterapi Berbasis Minyak Atsiri Nilam untuk PPOK06/08/2026
  • Tim PKM RE UAD Hadirkan Inovasi Inhalasi Berbasis Kitosan untuk Terapi PPOK06/08/2026
  • PPK Ormawa IMM FKM UAD Gencarkan Penanaman TOGA di Caturharjo06/08/2026
  • UAD Tingkatkan Kesiapsiagaan Darurat melalui Pelatihan Keselamatan Pengoperasian Elevator06/08/2026
  • Tim UAD Kembangkan Inhalasi Nanomucoadhesive Berbasis Nilam untuk Terapi PPOK06/08/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Cakrawala National Essay Competition31/07/2026
  • Tim BEKAMIE UAD Raih Juara 2 pada Ajang Studentpreneur Bootcamp 202629/07/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara 2 Lomba Video Kreatif Dahlan Culture Festival 202628/07/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara III Monolog pada PEKSIMIPROV DIY 202628/07/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Poster dan Juara II Video Kreatif pada UAD Fair 202625/07/2026

FEATURE

  • Perjalanan Arivansi Mengubah Kegagalan Menjadi Ruang Bertumbuh06/08/2026
  • Prestasi Bukan Soal Angka, tetapi Dampak yang Diberikan06/08/2026
  • Fredo: Bukan Tentang Siapa Paling Hebat06/08/2026
  • Memaknai Hakikat Penciptaan dan Urgensi Menuntut Ilmu29/07/2026
  • Empat Pilar Keselamatan Dunia dan Akhirat untuk Keluarga28/07/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top