• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

UAD Serahkan “Incinerator Pintar” Berbasis IoT ke Caturharjo, Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

02/09/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

 

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) serahkan “Incinerator Pintar” berbasis IoT ke Pemerintah Caturharjo (Foto. Anton Yudhana)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) resmi menyerahkan inovasi “Incinerator Pintar”. Teknologi ini dirancang untuk mengelola residu sampah secara ramah lingkungan dengan sistem pemantauan emisi berbasis Internet of Things (IoT) yang dapat diakses masyarakat melalui ponsel pintar. Serah terima sekaligus soft launching teknologi Incinerator Sampah dan Deteksi Emisi Gas Berbasis IoT tersebut berlangsung di Kalurahan Caturharjo, Ahad (30/8). Kegiatan ini menjadi bagian dari Hibah LPDP dan Program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi (BESTARI) Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Incinerator Pintar merupakan hasil dari Program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi (BESTARI) Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Program ini mengusung implementasi teknologi pengelolaan sampah terpadu di rumah kumpul sampah, yang dilengkapi aplikasi deteksi emisi gas berbahaya dan low-cost vision method berbasis IoT.

Ketua tim penelitian sekaligus pimpinan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UAD, Prof. Ir. Anton Yudhana, S.T., M.T., Ph.D. mengatakan kolaborasi antara UAD dan masyarakat Caturharjo bukanlah kerja sama yang baru dimulai. Tuturnya, kedua pihak telah membangun kolaborasi selama empat tahun.

“UAD dan Caturharjo telah berkolaborasi sejak empat tahun. UAD memiliki tanggung jawab bahwa kampus harus bermanfaat untuk kampung,” ujar Prof. Anton dalam sambutannya.

Menurut dia, keberadaan perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan penelitian dan publikasi ilmiah. Pengetahuan dan inovasi yang dihasilkan kampus harus dapat diterjemahkan menjadi solusi yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, UAD menyerahkan dua hasil inovasi. Pertama, Incinerator Pintar, yakni alat pembakar sampah yang dirancang untuk mendukung pengelolaan sampah secara lebih ramah lingkungan dan dapat dipantau secara real time. Kedua, Si Waras, sebuah aplikasi kesehatan yang merupakan hasil karya mahasiswa yang tergabung dalam PPK Ormawa UAD.

Ketua peneliti, Prof. Anton Yudhana menjelaskan, aspek “pintar” pada incinerator tersebut terletak pada kemampuan sistem untuk memantau kondisi emisi melalui perangkat digital. Masyarakat dapat memanfaatkan telepon seluler untuk memperoleh informasi mengenai hasil pembakaran dan mendeteksi apakah terdapat emisi yang berpotensi membahayakan.

“Kenapa dikatakan pintar? Semua masyarakat dapat memantau melalui handphone apakah hasil pembakaran berbahaya atau tidak,” katanya.

Ia menambahkan, teknologi tersebut diarahkan untuk menangani residu sampah yang memang tidak lagi memiliki nilai ekonomi. Dalam sistem pengelolaan terpadu, sampah terlebih dahulu dipilah sehingga material yang masih memiliki nilai ekonomi dapat dimanfaatkan atau dijual, sementara residu akhirnya dapat diproses menggunakan incinerator.

Pengelolaan Sampah Dimulai dari Hulu

Pada kesempatan tersebut, Direktur Program Bestari Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi, Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi yang diwakili oleh Dr. Aris Winarna, S.E., M.M, menekankan pentingnya mengubah cara pandang perguruan tinggi dalam menjalankan fungsi pengabdian dan penerapan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat.

Ia mengibaratkan perguruan tinggi pada masa lalu sebagai “menara gading”, sementara masyarakat sebenarnya sudah memiliki pengetahuan dan kearifan lokal yang telah teruji dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Dr. Aris, peneliti tidak boleh berhenti di laboratorium. Pengetahuan ilmiah perlu bertemu dengan pengalaman masyarakat sehingga menghasilkan inovasi yang relevan dan dapat diterapkan.

Dalam konteks Caturharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul, pengelolaan sampah dikembangkan dengan memperhatikan filosofi masyarakat setempat yang telah dikenal secara luas melalui pendekatan kearifan lokal yang disebut “Olah Sampah Coro Simbah”. Konsep ini mengadopsi kebiasaan nenek moyang terdahulu dalam mengolah sampah organik secara mandiri. Warga membuat jugangan (lubang di dalam tanah) di pekarangan rumah masing-masing untuk mengembalikan sampah organik langsung ke alam.

Ia menjelaskan, pengelolaan sampah yang efektif harus dimulai sejak dari sumbernya. Sampah organik dapat dikelola melalui jogangan, sementara sampah yang memiliki nilai ekonomi dipilah untuk dijual. Adapun residu yang tidak dapat dimanfaatkan kemudian menjadi bagian yang dikelola melalui teknologi incinerator sebagaimana yang telah dilakukan oleh masyarakat Caturharjo. “Sekali lagi, inti pengelolaan sampah adalah di hulunya,” ujarnya.

Pendekatan tersebut dinilai lebih strategis dibandingkan hanya memindahkan persoalan sampah dari satu tempat ke tempat lain.

Dr. Aris juga menyinggung persoalan sampah yang hingga kini masih menjadi tantangan besar, termasuk persoalan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Menurutnya, persoalan tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah membutuhkan pendekatan sistemik, terutama dengan memperkuat pengelolaan sejak dari sumbernya.

Dorong Kolaborasi Pentahelik

Program BESTARI juga menempatkan kolaborasi sebagai salah satu fondasi penting dalam penerapan inovasi. Karena itu, pengembangan teknologi pengelolaan sampah di Caturharjo diarahkan untuk memperkuat kolaborasi pentahelik, yang melibatkan unsur akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan pemerintah, serta jejaring pemangku kepentingan lainnya.

Dr. Aris mengatakan penguatan kolaborasi diperlukan agar pengelolaan sampah tidak berhenti sebagai sebuah proyek teknologi, tetapi berkembang menjadi kebiasaan dan budaya baru di masyarakat.

“Penguatan kolaborasi dan kerja sama dalam pengelolaan sampah sehingga akan menjadi budaya dalam mengelola sampah yang baik,” katanya.

Menurut dia, pendekatan tersebut sejalan dengan arah program Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang mendorong hasil riset perguruan tinggi agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Laboratorium Hidup untuk Solusi Persoalan Masyarakat

Incinerator Pintar yang diterapkan di Caturharjo merupakan bagian dari penelitian yang menggunakan pendekatan living lab atau laboratorium hidup. Melalui pendekatan ini, masyarakat tidak hanya menjadi penerima teknologi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pengembangan dan penerapan inovasi.

Program tersebut diarahkan untuk mempertemukan perguruan tinggi, masyarakat, industri, dan pemerintah dalam sebuah ekosistem kolaboratif. Dengan demikian, teknologi dikembangkan berdasarkan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat sekaligus diuji dalam konteks kehidupan sehari-hari.

Program BESTARI sendiri bertujuan menghubungkan riset perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat sehingga hasil penelitian tidak berhenti sebagai dokumen akademik, melainkan dapat diterapkan dan memberikan manfaat secara langsung.

Pendanaan program didukung melalui dana LPDP melalui platform SEMESTA Kemdiktisaintek. Dalam pelaksanaannya, Prof. Anton Yudhana memimpin tim penelitian yang melibatkan Prof. Ir. Maryudi ST, MT, Ph.D., Prof. Dr. Anom Wahyu Asmorojati, S.H., M.H, Dr. Wiwiek Afifah, M.Pd dan Ulaya Ahdiani, S.S., M.Hum. dari UAD serta Asno Azzawagama Firdaus, S.Kom., M.Kom dari Universitas Qamarul Huda Baadaruddin Bagu, Lombok Tengah yang saat ini sedang menempuh studi doktor di Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM).

Caturharjo dan UAD akan semakin Mandiri dalam Membangun Ekosistem Pengelolaan Sampah

Lurah Caturharjo, H. Wasdiyanto, S.Si, serta sejumlah tokoh dan unsur masyarakat, termasuk Panewu Pandak di Kabupaten Bantul Nanang Dwi Atmoko, S.Sos, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa penerapan teknologi pengelolaan sampah tidak hanya menjadi agenda perguruan tinggi, tetapi mulai dibangun sebagai gerakan bersama di tingkat masyarakat.

Serah terima teknologi ini menandai babak baru kolaborasi UAD dan Caturharjo dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang memadukan pengetahuan masyarakat dengan teknologi hasil penelitian perguruan tinggi.

Dokumen resmi kegiatan mencatat serah terima Teknologi Incinerator Sampah dan Deteksi Emisi Gas Berbasis IoT dilaksanakan di Yogyakarta pada 30 Agustus 2026, dengan Nomor Kontrak 052.A/DST/D.D4/AL.04.03/2026.

Lebih dari sekadar memperkenalkan sebuah mesin, inovasi ini diharapkan menjadi model bagaimana perguruan tinggi dapat hadir bersama masyarakat untuk menyelesaikan persoalan lingkungan dari sumbernya.

Dari Caturharjo, riset kampus didorong untuk bergerak keluar dari laboratorium menuju ruang kehidupan masyarakat menjadikan teknologi bukan sekadar produk penelitian, tetapi bagian dari ekosistem baru pengelolaan sampah yang lebih mandiri, terukur, dan berkelanjutan.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-serahkan-Incinerator-Pintar-berbasis-IoT-ke-Pemerintah-Caturharjo-Foto.-Anton-Yudhana.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-02 09:24:262026-09-08 13:04:20UAD Serahkan “Incinerator Pintar” Berbasis IoT ke Caturharjo, Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

KKN UAD Dampingi Pemulihan Pascabencana Gempa di Manggarai Barat

01/09/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dampingi pemulihan pascabencana gempa di Manggarai Barat (Foto. KKN UAD)

Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) turut terlibat dalam upaya pemulihan pascabencana gempa bumi di wilayah Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Selain membantu masyarakat terdampak, tim KKN juga melakukan pendampingan kepada perangkat desa dalam proses pendataan dan penyaluran bantuan.

Ketua KKN UAD, Muhammad Farel Naufalino, mengatakan, “Yang pertama sudah kita lakukan adalah mendampingi perangkat desa dalam asesmen atau rekapitulasi data korban gempa pascabencana. Kemudian, rekapitulasi data rumah ibadah yang terdampak dan pendataan fasilitas umum,” ujar Farel.

Tim KKN juga membantu perangkat desa dalam menyalurkan bantuan yang berasal dari pihak-pihak di luar jaringan KKN, UAD, maupun Muhammadiyah. Bantuan tersebut di antaranya berasal dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan sejumlah pihak eksternal lainnya. Saat ini, tim juga tengah melakukan penggalangan donasi bekerja sama dengan Lazismu UAD dan Partai Parmasi.

Dalam menjalankan tugas tanggap bencana, tim KKN UAD turut berkoordinasi dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Manggarai Barat. Setiap hari, tim mengirimkan situation report (sitrep) yang berisi perkembangan kondisi di lokasi, situasi terkini masyarakat, serta pembaruan kegiatan penanganan bencana.

Berdasarkan hasil rekapitulasi data yang dilakukan tim, sekitar 40 persen bangunan di wilayah tersebut terdampak gempa. Kendati demikian, tingkat kerusakan didominasi kategori ringan karena lokasi berada cukup jauh dari pusat gempa. Sementara itu, sekitar 5-10 persen bangunan diperkirakan mengalami kerusakan berat.

Kerusakan juga ditemukan pada sejumlah fasilitas umum. Salah satunya adalah puskesmas yang menurut pengamatan tim mengalami kerusakan cukup berat. Namun, pihak puskesmas menyebut tingkat kerusakan masih dalam kategori sedang karena masih menunggu hasil kajian dari kementerian dan dinas terkait.

Farel menambahkan, “Kalau terkait kondisi warga, rata-rata masih trauma. Ada beberapa yang trauma berat, tetapi kami belum melakukan asesmen lanjutan karena belum ada psikolog atau pendamping yang memiliki kompetensi khusus di sini,” tandasnya.

Hingga saat ini, belum tersedia tenda evakuasi maupun pos koordinasi yang memadai di lokasi selain yang berada di sekitar kediaman kepala desa. Meski demikian, semangat gotong royong masyarakat terlihat kuat. Satu tenda dapat digunakan oleh beberapa kepala keluarga, sementara warga yang memiliki keterbatasan, termasuk lansia yang tinggal seorang diri, dibantu oleh warga lainnya untuk melakukan evakuasi dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Di sini yang dievakuasi bukan hanya satu rumah dalam satu tenda. Satu tenda bisa digunakan untuk beberapa KK. Ada juga lansia yang sudah sepuh dan tinggal sendiri, kemudian dibantu warga lainnya untuk dievakuasi dan tinggal bersama mereka,” tutur Farel.

Melihat kondisi tersebut, program prioritas tim KKN saat ini diarahkan pada pendampingan tanggap bencana bersama perangkat desa serta kegiatan psikososial. Pendampingan tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat menghadapi trauma pascabencana. Namun, intervensi psikologis yang lebih mendalam belum dapat dilakukan karena tim masih membutuhkan pendampingan tenaga profesional, khususnya psikolog.

Untuk sementara, kegiatan psikososial dilakukan melalui aktivitas sederhana seperti terapi seni (art therapy), olahraga, dan kegiatan kesenian. Tim berharap relawan yang memiliki pengalaman dalam penanganan bencana maupun intervensi psikososial dapat memberikan arahan dan pendampingan kepada mereka.

“Kami sangat membutuhkan pendampingan dan arahan dari relawan-relawan yang sudah berpengalaman. Kami di KKN ini memang ada yang berlatar belakang psikologi, tetapi rata-rata bukan dari program studi psikologi. Jadi, kami benar-benar belajar dari nol sambil mempraktikkannya secara langsung,” ungkap Farel.

Di tengah keterbatasan tersebut, Farel menilai banyak pelajaran yang diperoleh selama mendampingi masyarakat terdampak bencana. Salah satunya adalah pentingnya kerja sama, toleransi, dan semangat kekeluargaan. Tim KKN ditempatkan di lingkungan yang mayoritas masyarakatnya beragama Katolik. Kondisi tersebut menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung praktik toleransi dan kehidupan masyarakat yang saling membantu tanpa memandang perbedaan agama.

“Pelajaran yang sangat kami dapatkan di sini adalah toleransi beragama dan pluralisme. KKN kami berada di tempat yang mayoritas Katolik. Selain itu, hidup bersama, kekeluargaan, dan saling tolong-menolong juga menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kami,” ujarnya.

Farel mengajak masyarakat luas untuk terus mengikuti perkembangan kondisi pascabencana dan tidak berhenti memberikan perhatian kepada para korban. Menurutnya, dukungan masyarakat dapat diberikan melalui bantuan moril maupun materiel, termasuk berpartisipasi dalam penggalangan donasi yang dilakukan oleh lembaga dan pihak terpercaya.

“Duka mereka adalah duka kita semua. Kami berharap masyarakat terus mengikuti berita terbaru dan apabila ada penggalangan donasi, dapat menyisihkan rezekinya untuk warga yang membutuhkan,” pungkasnya.

Ia juga mengingatkan agar perhatian terhadap masyarakat terdampak tidak berhenti ketika pemberitaan mengenai bencana mulai berkurang. Pemulihan membutuhkan waktu dan pendampingan berkelanjutan agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara layak. “Jangan sampai perhatian kita redup. Kita bantu sampai benar-benar pulih,” tegas Farel. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dampingi-pemulihan-pascabencana-gempa-di-Manggarai-Barat-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-01 09:06:092026-09-08 13:04:08KKN UAD Dampingi Pemulihan Pascabencana Gempa di Manggarai Barat

Perluas Jangkauan Pitutur Waras, PPKO IMM FKM UAD Sasar Empat Padukuhan di Caturharjo

31/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim PPKO IMM FKM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) memperluas jangkauan program Hamemayu Warasing Desa di kalurahan Caturharjo (Foto. PPKO IMM FKM UAD)

Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) terus memperluas jangkauan implementasi program HAMEMAYU WARASING DESA. Kegiatan bertajuk “Pitutur Waras” ini sukses dilaksanakan secara maraton pada tanggal 13, 18, dan 19 Agustus 2026, menyasar pelayanan Posyandu di Padukuhan Tegalsempu, Gluntung Kidul, Banyuurip, dan Kuroboyo yang berada di wilayah Kalurahan Caturharjo.

Rangkaian kegiatan di setiap padukuhan tersebut selalu diawali dengan sambutan dari Lurah Caturharjo serta Kepala Dukuh (Bapak Dukuh) setempat. Kehadiran jajaran pemerintah desa dan padukuhan ini menjadi wujud dukungan nyata terhadap pelaksanaan pelayanan kesehatan masyarakat yang digerakkan oleh kader.

Fokus utama dari kegiatan Pitutur Waras ini adalah mengimplementasikan integrasi pelayanan Posyandu melalui konsep One Stop Service. Melalui alur ini, masyarakat mendapatkan pelayanan utuh mulai dari proses pendaftaran, pelayanan dan pemeriksaan, pencatatan hasil, hingga tahap konseling dalam satu pintu. Penerapan sistem ini dinilai efektif untuk mendukung pelayanan Posyandu yang lebih terstruktur dan memudahkan baik kader maupun warga yang mengikuti rangkaian pelayanan.

Dalam praktiknya, para kader kesehatan di masing-masing padukuhan mencatat setiap hasil pelayanan menggunakan Kartu Jati Waras. Untuk memastikan pendokumentasian yang berkelanjutan, data hasil pemeriksaan dari kartu tersebut juga diinput ke dalam aplikasi SI-WARAS (Sistem Informasi Warasing Desa). Digitalisasi pencatatan data ini dilakukan dengan pendampingan langsung dari Tim PPK Ormawa IMM FKM UAD.

Berkat keterlibatan aktif kader kesehatan dan dukungan penuh dari pemerintah kalurahan serta masing-masing padukuhan, pelaksanaan Pitutur Waras di keempat padukuhan tersebut berjalan dengan sangat baik. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas kader dalam memberikan pelayanan Posyandu yang terintegrasi, terarah, dan terdokumentasi, sekaligus mendorong pemanfaatan sistem pencatatan digital di Caturharjo. (ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-PPKO-IMM-FKM-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-memperluas-jangkauan-program-Hamemayu-Warasing-Desa-di-kalurahan-Caturharjo-Foto.-PPKO-IMM-FKM-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-31 09:01:172026-09-08 13:03:58Perluas Jangkauan Pitutur Waras, PPKO IMM FKM UAD Sasar Empat Padukuhan di Caturharjo

KKN ADI UAD Mengabdi di Muna Barat, Sulawesi Tenggara

31/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

 

KKN ADI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengabdi di Muna Barat, Sulawesi Tenggara (Foto. KKN ADI UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali mengirimkan mahasiswa terbaiknya dalam agenda pengabdian masyarakat lintas daerah. Sebanyak 18 mahasiswa UAD resmi diterjunkan dalam program Kuliah Kerja Nyata Ahmad Dahlan (KKN ADI) angkatan ke-160 yang berpusat di Kabupaten Muna Barat, dengan masa pengabdian selama satu bulan penuh sejak 15 Agustus hingga 15 September 2026.

Dalam gerakan pengabdian ini, kontingen UAD berkolaborasi dengan 64 mahasiswa dari empat Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) mitra. Total 82 peserta yang terdiri atas UAD, Institut Teknologi Bisnis dan Kesehatan Muhammadiyah (TBKM) Muna Barat (32 orang), Universitas Muhammadiyah Buton (13 orang), ITBKM Wakatobi (10 orang), dan Universitas Muhammadiyah Kendari (9 orang), disebar ke 11 titik lokasi. Wilayah sasaran mencakup Desa Sukadamai, Waturempe, Lombu Jaya, Marobea, Guali, Lahaji, Waulai, Lapolea, Walelei, Latugho, serta Kelurahan Wamelai, dengan isi 7 hingga 8 mahasiswa di tiap posko.

Prosesi pelepasan dan penerimaan peserta dipusatkan di Kampus ITBKM Muna Barat selaku tuan rumah. Suasana penyambutan berlangsung hangat dan sarat nilai budaya melalui penampilan tarian adat Muna Raya untuk mengenalkan kearifan lokal kepada para mahasiswa. Rangkaian acara juga diisi dengan penyerahan cenderamata serta pelepasan jaket almamater yang dilanjutkan dengan pemakaian rompi KKN ADI secara simbolis.

Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, hadir langsung untuk menyambut jajaran sivitas akademika dan menyuarakan komitmen Pemkab dalam mendukung kelancaran program kerja mahasiswa di lapangan. Momentum tersebut turut dimanfaatkan untuk memperkuat payung kerja sama daerah melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemkab Muna Barat dengan UM Kendari di bidang pendidikan dan pengabdian.

Kegiatan ini dihadiri pula oleh perwakilan UAD Yogyakarta, Rektor UM Kendari Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Nurdin, M.Sc., Ketua TP-PKK Muna Barat Rika Purwaningsih Darwin, jajaran Forkopimda, serta para kepala desa setempat. Usai penerimaan resmi, seluruh mahasiswa langsung bertolak menuju desa penempatan masing-masing untuk memulai proses adaptasi dan merealisasikan program pemberdayaan bersama warga lokal. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-ADI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-mengabdi-di-Muna-Barat-Sulawesi-Tenggara-Foto.-KKN-ADI-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-31 08:47:542026-09-08 13:03:49KKN ADI UAD Mengabdi di Muna Barat, Sulawesi Tenggara

Tim MeRAMU IMM FEB UAD Bekali Pelaku Usaha MieDes Pembukuan dan Pengelolaan Finansial

28/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim MeRAMU IMM FEB Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekali pelaku usaha Miedes pembukuan dan pengelolaan finansial (Foto.Tim MeRAMU UAD)

Tim MeRAMU Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar kegiatan Pelatihan Literasi Keuangan bertema “Edukasi Literasi Keuangan: Keuangan Teratur, Usaha Lebih Terukur” pada Selasa, 18 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 2 Kantor Kelurahan Srihardono ini diikuti secara antusias oleh 37 pelaku usaha MieDes se-Kalurahan Srihardono.

Inisiatif ini dihadirkan untuk memberikan pemahaman praktis mengenai manajemen keuangan usaha mikro. Melalui pengelolaan yang terstruktur, para pelaku usaha diharapkan dapat mengetahui kondisi finansial bisnis secara presisi, menetapkan Harga Pokok Produksi (HPP) yang tepat, serta mengambil keputusan pengembangan usaha secara lebih terukur.

Lurah Srihardono, Awaludin, menyampaikan dukungan penuh atas terselenggaranya pelatihan ini. Ia mengimbau agar materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan komunikatif, mengingat sebagian besar pelaku usaha MieDes merupakan warga lanjut usia.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Tim MeRAMU IMM FEB UAD, Muhamad Abi Saputra, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai wadah bertukar pengalaman, bukan panggung untuk menggurui. “Kami hadir di sini untuk berbagi pengetahuan akademis yang diharapkan dapat melengkapi pengalaman praktis bapak dan ibu yang telah bertahun-tahun menjalankan usaha MieDes di lapangan,” ujar Abi.

Rangkaian acara diawali dengan pengerjaan pre-test untuk memetakan pemahaman awal peserta, dilanjutkan pemaparan materi inti oleh dua anggota tim, Rudi Yuli Nugroho dan Afifah Nuur Khoirutunnimah. Sesi materi menyoroti tiga pilar utama pengelolaan keuangan UMKM, yaitu pemisahan uang usaha dan pribadi, penyusunan HPP untuk kepastian harga jual, serta pembukuan arus kas harian secara sederhana.

Dari hasil diskusi interaktif, terungkap bahwa kendala utama sebagian besar peserta terletak pada percampuran dana operasional usaha dengan kebutuhan rumah tangga, serta pencatatan transaksi yang belum konsisten. Rangkaian pelatihan kemudian diakhiri dengan evaluasi melalui post-test dan dokumentasi bersama. Melalui pendampingan ini, Tim MeRAMU IMM FEB UAD berharap para pelaku usaha MieDes di Srihardono mampu menerapkan pembukuan terencana demi mendorong keberlanjutan ekonomi lokal. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-MeRAMU-IMM-FEB-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-bekali-pelaku-usaha-Miedes-pembukuan-dan-pengelolaan-finansial-Foto.Tim-MeRAMU-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-28 09:20:232026-09-08 13:03:39Tim MeRAMU IMM FEB UAD Bekali Pelaku Usaha MieDes Pembukuan dan Pengelolaan Finansial

KKN UAD Optimalisasi Peran Kader Posyandu dalam Pencegahan Stunting di Mertelu

28/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) optimalisasi peran kader posyandu dalam pencegahan stunting di Mertelu (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 159 Unit V.B.3 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar kegiatan Optimalisasi Peran Kader dalam Pencegahan Stunting di Ruang Rapat Kelurahan Mertelu, Gedangsari, Gunungkidul, Jumat 21 Agustus 2026. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dalam upaya pencegahan stunting.

Sebanyak 13 kader Posyandu dari tiga wilayah di Kelurahan Mertelu, yakni Krinjing, Mertelu, dan Mertelu Kulon, mengikuti kegiatan tersebut. Kegiatan menghadirkan Nur Syarianingsih Syam, S.KM., M.Kes., dosen Kesehatan Masyarakat UAD sekaligus Dosen Pembimbing Lapangan KKN UAD 159 Unit V.B.3, sebagai pemateri.

Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengetahui pemahaman awal peserta. Acara kemudian dibuka oleh pembawa acara dan dilanjutkan sambutan Kamituo Kelurahan Mertelu, Supriyanta, S.Sos. Ia menekankan pentingnya pemahaman kader dalam melakukan pengukuran antropometri serta pemantauan status tumbuh kembang bayi dan balita sebagai bagian dari pencegahan stunting.

Selain edukasi, mahasiswa KKN UAD juga memberikan pelatihan melalui studi kasus. Para kader diberi kesempatan mempraktikkan materi, khususnya dalam pencatatan dan plotting hasil pengukuran serta menentukan langkah tindak lanjut berdasarkan kondisi pertumbuhan balita.

Setelah penyampaian materi dan praktik, peserta mengikuti post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap kegiatan. Melalui rangkaian edukasi dan pelatihan tersebut, kader diharapkan mampu meningkatkan keterampilan dalam memantau pertumbuhan balita dan menjalankan perannya secara optimal di masyarakat.

“Peningkatan kapasitas kader diharapkan dapat mendukung pelaksanaan Posyandu yang lebih optimal dan berkelanjutan dalam menjaga kesehatan serta tumbuh kembang anak,” ujar Refika, perwakilan KKN UAD Unit Mertelu Kulon.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN UAD dalam mendukung penguatan kapasitas kader Posyandu sekaligus meningkatkan peran masyarakat dalam pencegahan stunting di Kelurahan Mertelu. (tifa)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-optimalisasi-peran-kader-posyandu-dalam-pencegahan-stunting-di-Mertelu-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-28 09:01:422026-09-08 13:03:29KKN UAD Optimalisasi Peran Kader Posyandu dalam Pencegahan Stunting di Mertelu

Tim MeRAMU IMM Farmasi UAD Dorong Kesehatan Salamrejo

27/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim MeRAMU IMM Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dorong kesehatan Salamrejo (Foto. Tim MeRAMU UAD)

Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) resmi menerjunkan tim MeRAMU IMM Farmasi UAD di Kalurahan Salamrejo, Jumat 7 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi awal pelaksanaan program pengabdian mahasiswa yang berfokus pada bidang kesehatan dan lingkungan.

Penerjunan dihadiri Lurah Salamrejo Dani dan Kepala Bidang Pembinaan Organisasi Kemahasiswaan dan Prestasi Mahasiswa UAD, Danang. Dalam kegiatan tersebut, tim MeRAMU memaparkan program kerja yang akan dilaksanakan bersama masyarakat selama masa pengabdian.

Empat program utama yang dipaparkan meliputi SEDAYA, GEMPAR JENTIK, SAPA HIPERTENSI, dan SUMBER URIP. Keempatnya dirancang dengan pendekatan edukatif dan partisipatif agar masyarakat dapat terlibat aktif dalam pelaksanaan program.

SEDAYA berfokus pada pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. GEMPAR JENTIK diarahkan pada edukasi dan pemantauan jentik nyamuk sebagai upaya pencegahan penyakit. Sementara itu, SAPA HIPERTENSI menghadirkan edukasi mengenai pencegahan, deteksi dini, dan penerapan pola hidup sehat.

Program SUMBER URIP berfokus pada konservasi dan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Melalui program ini, masyarakat diajak mengenal jenis, pemanfaatan, serta pentingnya menjaga keberlanjutan tanaman obat sebagai bagian dari potensi kesehatan dan lingkungan di Kalurahan Salamrejo.

Pelaksanaan seluruh program akan mengedepankan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah kalurahan, dan masyarakat. Sebagai tanda dimulainya kegiatan, dilakukan penandatanganan berita acara penerjunan oleh Lurah Salamrejo Dani dan Danang selaku Kepala Bidang Pembinaan Organisasi Kemahasiswaan dan Prestasi Mahasiswa UAD.

Melalui MeRAMU IMM Farmasi UAD 2026, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga belajar dari masyarakat dan membangun kepedulian sosial. Program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata serta mendorong terciptanya masyarakat Salamrejo yang lebih sehat, mandiri, dan berdaya.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-MeRAMU-IMM-Farmasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dorong-kesehatan-Salamrejo-Foto.-Tim-MeRAMU-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-27 08:45:372026-09-08 13:03:20Tim MeRAMU IMM Farmasi UAD Dorong Kesehatan Salamrejo

Tim PKM-PM UAD Buat SMART CELL ENGLISH untuk Tingkatkan Life Skills Anak Binaan LPKA Yogyakarta

27/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim PKM-PM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) buat SMART CELL ENGLISH untuk tingkatkan Life Skills anak binaan LPKA Yogyakarta (Foto. Tim PKM UAD)

Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) hadirkan inovasi “SMART CELL ENGLISH: Pengembangan Platform Microlearning Android Terintegrasi Siniar untuk Meningkatkan Keterampilan Hidup (Life Skills) Anak Binaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Yogyakarta.” Program yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tahun 2026 ini diketuai oleh Ika Juni Astiti, bersama Isna Rodiana Binti Munawaroh, Fadia Al-Afwa, Fanny Rahmadani, dan Rafi Amrullah Al-Baihaqi Gunawan, di bawah bimbingan Nur Rifai Akhsan, S.Pd., M.Ed. Melalui program tersebut, tim mengembangkan platform pembelajaran digital yang menggabungkan microlearning, Bahasa Inggris, dan siniar untuk membantu peserta meningkatkan life skills berupa komunikasi, kepercayaan diri, serta independent learning.

SMART CELL ENGLISH tidak hanya digunakan sebagai media belajar Bahasa Inggris, tetapi dirancang agar anak binaan dapat belajar secara praktis, dan mandiri. Materi dalam platform dilengkapi dengan menu podcast mandiri yang mendorong peserta untuk berani berbicara dan mengekspresikan diri menggunakan Bahasa Inggris.

Sebelum program dimulai, tim melakukan koordinasi dengan mitra, menyusun materi, mengembangkan website, serta menyiapkan media dan instrumen pembelajaran. Tim juga melakukan needs assessment melalui observasi dan pre-test untuk mengetahui kebutuhan peserta. Berdasarkan hasil tersebut, materi kemudian disusun agar lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan anak binaan LPKA Yogyakarta.

Pembelajaran dilaksanakan dalam enam pertemuan dengan durasi 90 menit dan diikuti oleh 26 anak binaan. Materi yang diberikan meliputi Greetings and Simple Conversation, Daily Life at LPKA, Giving Directions, Expressing Opinion, Job Skills, dan Future Plans. Kegiatan dikemas melalui speaking practice, vocabulary, dan berbagai aktivitas komunikasi sehingga peserta tidak hanya memahami materi, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mempraktikkannya secara langsung.

Ketua Tim SMART CELL ENGLISH, Ika Juni Astiti, mengatakan bahwa program ini terbentuk sesuai dengan permasalahan utama mitra. “Dengan adanya program ini Bahasa Inggris tidak hanya dipelajari sebagai materi di dalam kelas, tetapi juga menjadi sarana untuk melatih komunikasi, keberanian mengekspresikan diri, dan kepercayaan diri. Oleh karena itu, perlunya menggabungkan platform microlearning dengan pembelajaran intensif dan siniar agar peserta bisa belajar sekaligus mempraktikkan kemampuan mereka,” ungkapnya.

Selama program berlangsung, tim menghasilkan beberapa luaran, yaitu website SMART CELL ENGLISH, enam modul pembelajaran, video pembelajaran, dua podcast, worksheet, dan sertifikat. Hasil evaluasi terhadap 18 Anak Binaan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai dari 58,22 pada pre-test menjadi 75,72 pada post-test, atau meningkat 17,50 poin. Dosen Pembimbing Nur Rifai Akhsan menilai bahwa keberlanjutan program juga menjadi perhatian tim melalui pelatihan penggunaan website, penyediaan modul dan pedoman, serta pembentukan Smart Cell English Rangers. “Yang kami bangun bukan hanya sebuah website, tetapi media pembelajaran yang menghubungkan Bahasa Inggris dengan life skills,” tuturnya. (Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-PKM-PM-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-buat-SMART-CELL-ENGLISH-untuk-tingkatkan-Life-Skills-anak-binaan-LPKA-Yogyakarta-Foto.-Tim-PKM-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-27 08:23:082026-09-08 13:03:10Tim PKM-PM UAD Buat SMART CELL ENGLISH untuk Tingkatkan Life Skills Anak Binaan LPKA Yogyakarta

Dosen Farmasi UAD Edukasi DAGUSIBU Obat dan Kosmetik di Pulau Jeju, Korea Selatan

26/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Dosen Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) edukasi DAGUSIBU obat dan kosmetik di Pulau Jeju, Korea Selatan (Foto. Iis Wahyuningsih)

Dosen Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melanjutkan program pengabdian masyarakat (PkM) tentang edukasi DAGUSIBU di Pulau Jeju, Korea Selatan. Kegiatan ini diselenggarakan di Masjid Baiturrahman bekerja sama dengan komunitas Muslim Jeju pada Minggu, 9 Agustus 2026.

Ketua PkM, Dr. apt. Iis Wahyuningsih, M.Si., mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai kelanjutan dari edukasi daring sebelumnya sekaligus membawa pembahasan lebih dekat dengan komunitas. Dalam kegiatan lanjutan ini, pembahasan diperluas ke aspek DAGUSIBU berikutnya, yaitu menyimpan dan membuang obat dengan tepat.

“Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program daring kami sebelumnya mengenai cara mendapatkan dan menggunakan obat dengan benar. Dengan bertemu langsung dengan komunitas di Jeju, kami berharap informasi yang disampaikan menjadi lebih praktis dan lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Iis.

Selain itu, kegiatan ini juga memperkenalkan DAGUSIBU kosmetik, mengingat pentingnya peran produk kosmetik dalam kehidupan sehari-hari. Kosmetik digunakan secara luas oleh berbagai kalangan dan kelompok usia, sehingga penting bagi konsumen untuk memahami cara memilih, menggunakan, menyimpan, dan membuang produk kosmetik secara aman dan bertanggung jawab.

Ia menambahkan bahwa topik kosmetik disertakan untuk menjawab kebutuhan sehari-hari komunitas tersebut.

“Kosmetik banyak digunakan di Korea, jadi kami merasa DAGUSIBU tidak terbatas pada obat-obatan saja. Masyarakat juga perlu mengetahui cara memilih, menggunakan, menyimpan, dan membuang produk kosmetik dengan tepat,” ungkapnya.

Setelah penyampaian materi, peserta secara aktif mengajukan pertanyaan dan terlibat dalam diskusi mengenai topik yang dibahas. Banyak pertanyaan berfokus pada situasi yang mereka hadapi sehari-hari, termasuk cara menyimpan obat dengan benar, penanganan obat yang tidak terpakai atau kedaluwarsa, serta cara memilih dan menggunakan produk kosmetik secara aman. Diskusi tersebut menjadikan sesi lebih interaktif dan memberikan kesempatan bagi peserta untuk bertanya tentang hal-hal praktis secara langsung dengan narasumber.

Komunitas Muslim Jeju menyambut baik kelanjutan program ini. Yoga, yang mewakili komunitas tersebut, menyatakan bahwa topik-topik yang dibahas sangat relevan dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat.

“Topik-topik ini sangat dekat dengan kebutuhan sehari-hari kita. Kita menggunakan obat-obatan dan kosmetik, namun terkadang kita kurang memperhatikan bagaimana cara penyimpanan, penggunaan, atau pembuangannya yang tepat. Program ini memberikan informasi praktis yang dapat kami bagikan kepada keluarga dan komunitas kami,” ujar Yoga.

Ke depannya, Iis berharap kerja sama antara Fakultas Farmasi UAD dan komunitas Muslim Jeju dapat terus berlanjut melalui kegiatan edukasi yang lebih rutin dan relevan.

“Kami berharap ini bukan sekadar kegiatan sekali jalan. Di masa mendatang, kami ingin terus membangun kerja sama dengan komunitas Muslim di Jeju serta mengembangkan berbagai program edukasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung pemahaman dan penerapan perilaku hidup yang aman dan sehat dalam kehidupan sehari-hari,” kata Iis.

Yoga juga menyampaikan harapannya agar kerja sama ini dapat diperluas di masa depan.

“Kami berharap kerja sama semacam ini dapat terus berlanjut, dengan lebih banyak topik dan kegiatan yang bermanfaat bagi komunitas Muslim di Jeju,” ujarnya.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan informasi yang praktis dan relevan, tetapi juga membuka ruang dialog dan memperkuat interaksi dalam upaya membangun kolaborasi yang berkelanjutan. Fakultas Farmasi UAD berharap kegiatan seperti ini dapat terus berkembang melalui berbagai program edukasi kesehatan yang bermanfaat bagi komunitas Muslim di Korea Selatan. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dosen-Farmasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-edukasi-DAGUSIBU-obat-dan-kosmetik-di-Pulau-Jeju-Korea-Selatan-Foto.-Iis-Wahyuningsih.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-26 08:34:042026-09-08 13:03:00Dosen Farmasi UAD Edukasi DAGUSIBU Obat dan Kosmetik di Pulau Jeju, Korea Selatan

Dosen Farmasi UAD Berdayakan Guru Thailand Selatan melalui Inovasi Herbal Wedang Uwuh

26/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

 

Dosen Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berdayakan guru thailand selatan melalui inovasi herbal wedang uwuh (Foto. Ichwan Ridwan)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali memperkuat kiprahnya di tingkat internasional melalui program pengabdian kepada masyarakat. Dosen Fakultas Farmasi UAD, apt. Ichwan Ridwan Rais, M.Sc., Ph.D., melaksanakan program pengabdian masyarakat mandiri di Sangkhom Wittaya Islamic School, Sadao, Songkhla, Thailand Selatan, pada Selasa 11 Agustus 2026.

Kegiatan yang menjadi bagian dari agenda pendampingan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Thailand tersebut menyasar para guru sebagai mitra utama. Program berfokus pada pemberdayaan melalui pelatihan pembuatan Wedang Uwuh, minuman herbal tradisional khas Yogyakarta yang memanfaatkan berbagai rempah dan bahan alami.

Wedang Uwuh merupakan minuman tradisional yang terdiri atas sejumlah rempah, seperti jahe (Zingiber officinale), kayu secang (Caesalpinia sappan), kayu manis (Cinnamomum verum), cengkih (Syzygium aromaticum), kapulaga, dan gula batu. Perpaduan bahan tersebut mengandung berbagai senyawa bioaktif, seperti flavonoid dan senyawa fenolik, yang dikenal memiliki aktivitas antioksidan.

Pemilihan guru sebagai sasaran program didasarkan pada peran strategis mereka sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah dan masyarakat. Melalui pelatihan tersebut, para guru diharapkan tidak hanya mampu menerapkan pengetahuan tentang herbal secara mandiri, tetapi juga meneruskannya kepada siswa, keluarga, serta komunitas di sekitarnya.

Pelatihan dilaksanakan melalui dua tahapan. Tahap pertama berupa pembekalan teori mengenai identifikasi bahan, profil fitokimia, serta manfaat dari berbagai komponen Wedang Uwuh. Selanjutnya, peserta mengikuti lokakarya interaktif melalui praktik langsung, mulai dari pemilihan bahan baku, pengeringan secara higienis, hingga standardisasi formulasi agar kualitas produk tetap terjaga.

Menariknya, peserta juga didorong untuk mengembangkan inovasi dengan memanfaatkan tanaman obat lokal yang tersedia di Thailand Selatan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membuat pengetahuan yang diperoleh lebih mudah diterapkan secara berkelanjutan sesuai dengan potensi sumber daya setempat.

Hasil evaluasi menunjukkan para guru mampu memahami materi sekaligus mempraktikkan proses pembuatan, pengeringan, dan penyajian minuman herbal secara mandiri. Selain menjadi sarana transfer pengetahuan kesehatan, program ini juga membuka peluang pengembangan produk herbal sebagai bagian dari potensi ekonomi sekolah.

Melalui kegiatan tersebut, Fakultas Farmasi UAD tidak hanya memperluas edukasi mengenai pemanfaatan herbal, tetapi juga mendorong pertukaran pengetahuan dan budaya antara Indonesia dan Thailand. Program ini diharapkan menjadi langkah awal bagi pengembangan produk herbal berbasis potensi lokal yang dapat memberikan manfaat kesehatan sekaligus nilai ekonomi bagi masyarakat. (Dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dosen-Farmasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-berdayakan-guru-thailand-selatan-melalui-inovasi-herbal-wedang-uwuh-Foto.-Ichwan-Ridwan.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-26 08:27:392026-09-08 13:02:49Dosen Farmasi UAD Berdayakan Guru Thailand Selatan melalui Inovasi Herbal Wedang Uwuh
Page 5 of 34«‹34567›»

TERKINI

  • Mahasiswa Gizi UAD Gelar Program GENZI di SMPN 3 Berbah07/10/2026
  • UAD PTS Terbaik DIY Berdasar Pemeringkatan THE WUR07/10/2026
  • Mahasiswa PBI UAD Terpilih sebagai Google Student Ambassador 2026 Batch 207/10/2026
  • Menempa Mahasiswa Menuju Konselor Profesional yang Unggul dan Berkemajuan07/10/2026
  • Prodi BK UAD Pererat Kebersamaan melalui Camp Counseling 202606/10/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa UAD Raih Juara III pada Kejurnas IX Senior-Junior Hapkido Indonesia 202630/09/2026
  • Tim Al Qorni UAD Raih Dua Gelar Juara di Ajang KMLI 202630/09/2026
  • Pustakawan UAD Raih Prestasi di IPI Awards DIY 202629/09/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Esai Nasional Ajang PIKIR 202629/09/2026
  • Tim King Phoenix UAD Juara III Kontes Robot Terbang Indonesia28/09/2026

FEATURE

  • Kesederhanaan yang Menjadi Pilihan Hidup Rasulullah06/10/2026
  • Runtuhkan Sekat Pembatas, Dekan FKIP UAD Tekankan Kolaborasi Pendidikan yang Berdampak28/09/2026
  • Menelusuri Hakikat dan Empat Tanda Kebahagiaan di Dunia15/09/2026
  • Memaknai Singkatnya Kehidupan dan Rahmat Berlimpah Menuju Surga10/09/2026
  • Menapaki Jalan Lurus melalui Sepuluh Wasiat Allah04/09/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top