• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

KKN UAD Dampingi Pemulihan Pascabencana Gempa di Manggarai Barat

01/09/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dampingi pemulihan pascabencana gempa di Manggarai Barat (Foto. KKN UAD)

Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) turut terlibat dalam upaya pemulihan pascabencana gempa bumi di wilayah Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Selain membantu masyarakat terdampak, tim KKN juga melakukan pendampingan kepada perangkat desa dalam proses pendataan dan penyaluran bantuan.

Ketua KKN UAD, Muhammad Farel Naufalino, mengatakan, “Yang pertama sudah kita lakukan adalah mendampingi perangkat desa dalam asesmen atau rekapitulasi data korban gempa pascabencana. Kemudian, rekapitulasi data rumah ibadah yang terdampak dan pendataan fasilitas umum,” ujar Farel.

Tim KKN juga membantu perangkat desa dalam menyalurkan bantuan yang berasal dari pihak-pihak di luar jaringan KKN, UAD, maupun Muhammadiyah. Bantuan tersebut di antaranya berasal dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan sejumlah pihak eksternal lainnya. Saat ini, tim juga tengah melakukan penggalangan donasi bekerja sama dengan Lazismu UAD dan Partai Parmasi.

Dalam menjalankan tugas tanggap bencana, tim KKN UAD turut berkoordinasi dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Manggarai Barat. Setiap hari, tim mengirimkan situation report (sitrep) yang berisi perkembangan kondisi di lokasi, situasi terkini masyarakat, serta pembaruan kegiatan penanganan bencana.

Berdasarkan hasil rekapitulasi data yang dilakukan tim, sekitar 40 persen bangunan di wilayah tersebut terdampak gempa. Kendati demikian, tingkat kerusakan didominasi kategori ringan karena lokasi berada cukup jauh dari pusat gempa. Sementara itu, sekitar 5-10 persen bangunan diperkirakan mengalami kerusakan berat.

Kerusakan juga ditemukan pada sejumlah fasilitas umum. Salah satunya adalah puskesmas yang menurut pengamatan tim mengalami kerusakan cukup berat. Namun, pihak puskesmas menyebut tingkat kerusakan masih dalam kategori sedang karena masih menunggu hasil kajian dari kementerian dan dinas terkait.

Farel menambahkan, “Kalau terkait kondisi warga, rata-rata masih trauma. Ada beberapa yang trauma berat, tetapi kami belum melakukan asesmen lanjutan karena belum ada psikolog atau pendamping yang memiliki kompetensi khusus di sini,” tandasnya.

Hingga saat ini, belum tersedia tenda evakuasi maupun pos koordinasi yang memadai di lokasi selain yang berada di sekitar kediaman kepala desa. Meski demikian, semangat gotong royong masyarakat terlihat kuat. Satu tenda dapat digunakan oleh beberapa kepala keluarga, sementara warga yang memiliki keterbatasan, termasuk lansia yang tinggal seorang diri, dibantu oleh warga lainnya untuk melakukan evakuasi dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Di sini yang dievakuasi bukan hanya satu rumah dalam satu tenda. Satu tenda bisa digunakan untuk beberapa KK. Ada juga lansia yang sudah sepuh dan tinggal sendiri, kemudian dibantu warga lainnya untuk dievakuasi dan tinggal bersama mereka,” tutur Farel.

Melihat kondisi tersebut, program prioritas tim KKN saat ini diarahkan pada pendampingan tanggap bencana bersama perangkat desa serta kegiatan psikososial. Pendampingan tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat menghadapi trauma pascabencana. Namun, intervensi psikologis yang lebih mendalam belum dapat dilakukan karena tim masih membutuhkan pendampingan tenaga profesional, khususnya psikolog.

Untuk sementara, kegiatan psikososial dilakukan melalui aktivitas sederhana seperti terapi seni (art therapy), olahraga, dan kegiatan kesenian. Tim berharap relawan yang memiliki pengalaman dalam penanganan bencana maupun intervensi psikososial dapat memberikan arahan dan pendampingan kepada mereka.

“Kami sangat membutuhkan pendampingan dan arahan dari relawan-relawan yang sudah berpengalaman. Kami di KKN ini memang ada yang berlatar belakang psikologi, tetapi rata-rata bukan dari program studi psikologi. Jadi, kami benar-benar belajar dari nol sambil mempraktikkannya secara langsung,” ungkap Farel.

Di tengah keterbatasan tersebut, Farel menilai banyak pelajaran yang diperoleh selama mendampingi masyarakat terdampak bencana. Salah satunya adalah pentingnya kerja sama, toleransi, dan semangat kekeluargaan. Tim KKN ditempatkan di lingkungan yang mayoritas masyarakatnya beragama Katolik. Kondisi tersebut menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung praktik toleransi dan kehidupan masyarakat yang saling membantu tanpa memandang perbedaan agama.

“Pelajaran yang sangat kami dapatkan di sini adalah toleransi beragama dan pluralisme. KKN kami berada di tempat yang mayoritas Katolik. Selain itu, hidup bersama, kekeluargaan, dan saling tolong-menolong juga menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kami,” ujarnya.

Farel mengajak masyarakat luas untuk terus mengikuti perkembangan kondisi pascabencana dan tidak berhenti memberikan perhatian kepada para korban. Menurutnya, dukungan masyarakat dapat diberikan melalui bantuan moril maupun materiel, termasuk berpartisipasi dalam penggalangan donasi yang dilakukan oleh lembaga dan pihak terpercaya.

“Duka mereka adalah duka kita semua. Kami berharap masyarakat terus mengikuti berita terbaru dan apabila ada penggalangan donasi, dapat menyisihkan rezekinya untuk warga yang membutuhkan,” pungkasnya.

Ia juga mengingatkan agar perhatian terhadap masyarakat terdampak tidak berhenti ketika pemberitaan mengenai bencana mulai berkurang. Pemulihan membutuhkan waktu dan pendampingan berkelanjutan agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara layak. “Jangan sampai perhatian kita redup. Kita bantu sampai benar-benar pulih,” tegas Farel. (Mawar)

uad.ac.id

Tags: Berita, Berita UAD, Dosen, Dosen UAD, KKN, KKN UAD, Mahasiswa, Mahasiswa UAD, Muhammadiyah, News UAD, UAD, UAD Jogja, UAD Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan, WeAreUAD
https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dampingi-pemulihan-pascabencana-gempa-di-Manggarai-Barat-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-01 09:06:092026-09-08 13:04:08KKN UAD Dampingi Pemulihan Pascabencana Gempa di Manggarai Barat
You might also like
Pameran Seni Jadi Proker Unggulan KKN UAD di Pandean
Pagelaran Wayang Kulit UAD dalam Rangka Memeringati Milad ke-59 dengan Lakon "Wisanggeni Dadi Ratu" Dalang Ki Seno…
Tim MeRAMU HMTP UAD Kembangkan Potensi Talas melalui Program TALENTA di Tridadi
Empat Pilar Keluarga Sakinah
Empat Karakter Penting untuk Keseimbangan Dunia dan Akhirat
Perbaiki Menu Sehat Anak, Dosen UAD Edukasi Pembuatan Olahan Pangan Lokal

PRESTASI

  • Tim Voli Putri UAD Raih Juara III Liga Voli Mahasiswa 202615/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Math Essay Competition Nasional15/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Writing Contest FOMUNY 202612/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara III pada Kejurnas IX Senior-Junior Hapkido Indonesia 202630/09/2026
  • Tim Al Qorni UAD Raih Dua Gelar Juara di Ajang KMLI 202630/09/2026

FEATURE

  • Meneladani Keteguhan dan Keluhuran Akhlak Rasulullah di Tengah Pemboikotan12/10/2026
  • Kesederhanaan yang Menjadi Pilihan Hidup Rasulullah06/10/2026
  • Runtuhkan Sekat Pembatas, Dekan FKIP UAD Tekankan Kolaborasi Pendidikan yang Berdampak28/09/2026
  • Menelusuri Hakikat dan Empat Tanda Kebahagiaan di Dunia15/09/2026
  • Memaknai Singkatnya Kehidupan dan Rahmat Berlimpah Menuju Surga10/09/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top