• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Program Doktor Ilmu Farmasi UAD Luluskan Doktor ke-15 Melalui Riset Edukasi Vaksin Covid-19

09/08/2026/in Terkini /by Ard

Sidang Promosi Doktor Program Studi Ilmu Farmasi Program Doktor (S-3) Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Itoshiko).jpg

Program Studi Ilmu Farmasi Program Doktor (S-3) Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali meluluskan doktor baru. apt. Eka Wuri Handayani, M.P.H. sukses menjalani Sidang Promosi Doktor pada Jumat, 7 Agustus 2026. Ujian akademik ini dilangsungkan di Ruang Auditorium A Lantai 3, Kampus III UAD.

Dalam sidang tersebut, Eka Wuri mempertahankan disertasi yang berfokus pada perancangan media intervensi kesehatan masyarakat. Disertasi yang diujikan tersebut mengangkat judul “Edukasi Berdasarkan Health Belief Model terhadap Pemberian Vaksin Covid-19 untuk Orang Tua dengan Anak Usia 6-11 Tahun: Sebuah Rancangan Media Intervensi”.

Melalui disertasinya, ia menyoroti bahwa cakupan vaksin COVID-19 pada anak secara global cenderung lebih rendah dibandingkan kelompok dewasa, dan anak usia 6-11 tahun sangat rentan menjadi sumber penularan. Oleh karena itu, ia mengembangkan intervensi edukasi berbasis Health Belief Model (HBM) melalui pendekatan design thinking yang menghasilkan media leaflet dan video, dengan potensi besar untuk meningkatkan persepsi positif dan kemauan orang tua dalam memberikan vaksinasi anak.

Pelaksanaan Sidang Promosi Doktor ini dipimpin oleh Prof. Dr. apt. Nurkhasanah, M.Si. yang bertindak sebagai Ketua Sidang. Prosesi ini didampingi oleh tim promotor yang terdiri dari pakar UAD, Prof. Dr. apt. Dyah A. Perwitasari, M.Si., Ph.D., FISQua selaku Pembimbing Utama, dan akademisi Universitas Padjadjaran, Fredrick Dermawan Purba, M.Psi., Ph.D., Psikolog, selaku Pembimbing Pendamping. Guna menguji validitas dan komprehensivitas riset yang dilakukan oleh kandidat, sidang promosi doktor ini turut menghadirkan dewan penguji ahli. Para penguji tersebut meliputi Prof. Dr. apt. Dwi Endarti, M.Sc. dari Universitas Gadjah Mada dan Dr. Siti Urbayatun, M.Si., Psi. dari Universitas Ahmad Dahlan.

Acara dilanjutkan dengan prosesi yudisium. Berdasarkan pembacaan berita acara dan hasil penilaian dewan penguji, Eka Wuri Handayani resmi dinyatakan lulus dengan nilai sidang A dan berhak meraih predikat “Dengan Pujian”.

Atas capaian ini, ia resmi menyandang gelar Doktor dan tercatat sebagai doktor ke-15 dari Fakultas Farmasi UAD. Setelah dinyatakan lulus, apt. Eka Wuri Handayani, M.P.H. sangat bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pendidikannya.

“Dari sini saya belajar bahwa ilmu itu tidak datang dengan mudah, ilmu itu datang dari kesabaran dan keteguhan diri,” ungkapnya dalam pesan dan kesan.

Kelulusan doktor baru ini semakin mengukuhkan kapasitas Fakultas Farmasi UAD dalam mencetak lulusan berprestasi akademik tinggi, yang sekaligus mampu merumuskan inovasi riset kefarmasian pada ranah intervensi dan edukasi kesehatan masyarakat Indonesia. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sidang-Promosi-Doktor-Program-Studi-Ilmu-Farmasi-Program-Doktor-S-3-Fakultas-Farmasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Itoshiko.jpg.jpeg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-09 08:00:012026-08-10 15:23:31Program Doktor Ilmu Farmasi UAD Luluskan Doktor ke-15 Melalui Riset Edukasi Vaksin Covid-19

Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat

08/08/2026/in Terkini /by Ard

BEM Fakultas Hukum (FH) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Seminar Nasional (Foto. BEM FH UAD).jpg

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Seminar Nasional bertajuk “Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat: Mengawal RUU Perampasan Aset demi Keadilan Hukum, Integritas Politik, dan Kesejahteraan Ekonomi”. Bertempat di Ruang Audio Visual Muhammadiyah UAD pada Selasa, 4 Agustus 2026, kegiatan ini menghadirkan praktisi pemerintahan serta akademisi, yakni Wakil Walikota Yogyakarta Wawan Hermawan, S.E., M.M. sebagai narasumber pertama dan Dekan FH UAD 2025-2026  Dr. Mufti Khakim, S.H., M.H. sebagai narasumber kedua untuk mengupas urgensi pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset di Indonesia.

Acara dibuka secara resmi dengan sambutan dari Wakil Dekan Bidang Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK), Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni FH UAD, Nurul Satria Abdi, S.H., M.H. Dalam penyampaiannya, Nurul menegaskan bahwa seminar ini merupakan wujud pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi yang berbasis pada nilai-nilai AIK.

“Motivasi utama kejahatan ekonomi adalah harta. Ketika pelaku menikmati hasil tindak pidana tersebut, penegakan hukum harus hadir untuk memutus akses penikmatan aset hasil kejahatan melalui TPPU hingga digagasnya RUU Perampasan Aset,” ujar Nurul.

Pengawalan terhadap RUU yang masih dalam proses pembahasan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi atau masukan naskah akademik guna mempercepat pengesahan undang-undang, dengan catatan bahwa aset yang dirampas kelak adalah milik negara, bukan uang rakyat. Rangkaian pembukaan juga disemarakkan dengan penampilan monolog oleh mahasiswi Program Studi Hukum angkatan 2025, Fasyrasessa Almusa, yang membawakan pesan mendalam mengenai integritas, kekuasaan, dan keadilan bernegara.

Pada sesi pertama, Wakil Walikota Yogyakarta, Wawan Hermawan, S.E., M.M., memaparkan materi bertajuk “Implikasi RUU Perampasan Aset terhadap Perekonomian Nasional – Studi Kebijakan Anti Korupsi di Pemkot Yogyakarta”. Wawan menekankan bahwa RUU ini hadir sebagai instrumen penting untuk melengkapi Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dan UU TPPU.

Dalam pemaparannya, Wawan menyoroti bahwa pendekatan pemberantasan korupsi di Indonesia selama ini terlalu berorientasi pada pemidanaan badan atau penjara, padahal fokus utama seharusnya diarahkan pada pemulihan kerugian keuangan negara.

“Banyak aset hasil korupsi tidak pernah kembali ke negara karena disembunyikan lintas negara, diatasnamakan pihak lain, atau baru terungkap setelah proses pidana berakhir. Akibatnya, negara sering kali berhasil menghukum pelaku secara fisik, namun belum tentu berhasil mengembalikan kerugian keuangan negara secara optimal,” jelas Wawan.

Ia menjelaskan bahwa kendala ini semakin rumit ketika pelaku meninggal dunia, melarikan diri, atau ketika alat bukti pidana tidak cukup padahal asal-usul aset tidak dapat dipertanggungjawabkan secara sah.

Sesi kedua dilanjutkan oleh Dekan FH UAD periode 2025–2026 yang juga seorang Dosen Hukum Pidana FH UAD, Dr. Mufti Khakim, S.H., M.H., yang membawakan materi bertajuk “Urgensi RUU Perampasan Aset bagi Negara Darurat Korupsi”. Mufti memaparkan data lonjakan kasus korupsi yang dibarengi potensi kerugian negara bernilai fantastis, mulai dari puluhan triliun rupiah pada periode 2021 hingga 2023, bahkan melonjak drastis mencapai ratusan triliun rupiah pada tahun 2024.

“Tingkat pemulihan kerugian negara melalui pidana uang pengganti sejauh ini masih sangat minim dan berada di bawah delapan persen. Pengesahan RUU Perampasan Aset menjadi sangat mendesak demi mematahkan tulang punggung finansial sindikat kejahatan serta memulihkan aset negara,” ungkap Mufti.

Dari tinjauan hukum, Mufti menjelaskan bahwa RUU Perampasan Aset mengimplementasikan konsep unexplained wealth melalui pendekatan in rem dan model civil forfeiture atau gugatan keperdataan. Pendekatan ini berfokus langsung pada objek aset yang diduga berasal dari tindak pidana, bukan pada dimensi orang atau pelakunya. Mekanisme perampasan aset tanpa pemidanaan atau non-conviction based asset forfeiture ini memungkinkan negara melakukan penyitaan secara cepat atau immediate confiscation dan menerapkan prosedur pembalikan beban pembuktian atau reversal of burden of proof, di mana pemilik aset wajib membuktikan bahwa hartanya diperoleh secara sah. Dengan begitu, penyitaan dan perampasan aset tetap dapat dilakukan meskipun tersangka meninggal dunia, melarikan diri, terganggu jiwanya dalam proses pembuktian, atau tidak ditemukannya ahli waris.

Ia juga memaparkan beberapa pasal kunci dalam draf RUU tersebut, seperti Pasal 5 ayat (2) poin a mengenai perampasan aset yang tidak seimbang dengan penghasilan atau sumber penambahan kekayaan, serta Pasal 6 ayat (1) yang merinci bahwa aset yang dapat dirampas bernilai paling sedikit seratus juta rupiah atau terkait ancaman pidana penjara empat tahun atau lebih. Seluruh proses perampasan aset nantinya wajib berjalan melalui empat tahapan sistematis, mulai dari penelusuran aset, pemblokiran oleh penyidik melalui perintah tertulis ke lembaga keuangan dengan batas waktu maksimal 30 hari dan dapat diperpanjang satu kali atas izin pengadilan negeri, penyitaan, hingga diakhiri dengan permohonan serta putusan perampasan resmi di pengadilan. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/BEM-Fakultas-Hukum-FH-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-menggelar-Seminar-Nasional-Foto.-BEM-FH-UAD.jpg.jpeg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-08 09:00:162026-08-10 11:05:14Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat

UAD Terjunkan 2.496 Mahasiswa KKN-PLP Periode 2026/2027

07/08/2026/in Terkini /by Ard

 

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) terjunkan 2.496 mahasiswa KKN-PLP periode 2026-2027 (Foto. Humas UAD).jpg

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan Upacara Pelepasan Mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode 2026/2027 di Lapangan Kampus Utama UAD pada Jumat, 7 Agustus 2026. Pelaksanaan pelepasan gabungan ini menjadi kali kedua UAD menyatukan pelepasan program PLP dan KKN secara bersamaan dalam satu upacara resmi.

Sekretaris Tim Task Force KKN UAD, Jefree Fahana, S.T., M.Kom., menjelaskan bahwa terdapat tiga tujuan utama dari kolaborasi pelepasan ini. Pertama, untuk membangun branding dan citra positif UAD di masyarakat dengan menampilkan jumlah mahasiswa yang besar secara bersamaan. Kedua, skema ini memberikan efisiensi melalui rekognisi KKN bagi mahasiswa PLP.

“Di dalam pelaksanaan PLP ini, sebagian mahasiswa direkognisi di KKN. Mereka melaksanakan PLP di pagi harinya, lalu sore harinya melaksanakan KKN dengan sasaran sivitas sekolah. Pelaksanaan dua kegiatan sekaligus dalam satu waktu ini ibarat sekali dayung dua tiga pulau terlampaui,” ujar Jefree.

Selain itu, Jefree menegaskan bahwa tujuan ketiga dari kolaborasi ini adalah sebagai program percepatan bagi mahasiswa. Meskipun secara pembagian waktu pelaksanaan berbeda, mahasiswa yang mengikuti skema ini dapat langsung memperoleh 8 Satuan Kredit Semester (SKS) sekaligus, yaitu 4 SKS dari KKN dan 4 SKS dari PLP.

Pada periode 2026/2027 ini, UAD mencatat sebanyak 235 mahasiswa mengikuti KKN Alternatif di wilayah Yogyakarta, serta 1.441 mahasiswa terdaftar dalam KKN Reguler dan Rekognisi. Untuk KKN Reguler, sebaran lokasi meliputi kawasan Kebumen, Sentolo, Temon, Nglipar, Gedangsari, Turi, hingga Tirtoadi. Selain wilayah tersebut, UAD menerjunkan mahasiswa dalam berbagai program KKN tematik dan kemitraan berskala nasional hingga internasional, seperti KKN ADi di Muna Barat, KKN Anak Bangsa di Mbeliling Nusa Tenggara Timur, KKN Mas di Malang, KKN Internasional di Thailand, KKN Ekspedisi Dahlan Muda di Mentawai, serta KKN Tematik Sekolah di Kulon Progo dan Gunungkidul.

Salah satu inovasi baru yang diluncurkan pada semester ini adalah program KKN Tematik Sekolah. Berbeda dengan PLP, KKN Tematik Sekolah merupakan murni KKN yang menyasar penguatan sekolah dan mahasiswa tidak diperbolehkan mengajar, melainkan fokus pada penguatan perpustakaan, ekstrakurikuler, robotik, dan program pendukung lainnya.

“Ini memang piloting dalam rangka memberikan layanan kepada sekolah-sekolah yang memberikan sumbangsih besar kepada UAD untuk distribusi siswanya. Tentu ini kami piloting dan kami evaluasi efektivitas programnya, sementara untuk pelaksanaan KKN-nya terus kami bangun untuk memperbaiki,” jelas Jefree.

Ia menambahkan, harapannya penamaan atau branding UAD di sekolah-sekolah tersebut dapat terus terpatri dalam ingatan masyarakat melalui media seperti stiker, sehingga UAD menjadi top of mind.

Sementara itu, pada jalur KKN Rekognisi, UAD mengintegrasikan berbagai program seperti Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Dosen Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM), Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPKO), Program Meramu, serta PKM Racana Tepat Jogja. Khusus PKM Racana Tepat Jogja, program ini digagas berdasarkan amanah Wali Kota Yogyakarta untuk menyelesaikan kondisi yang ada di Yogyakarta melalui pedoman pengembangan berbasis lokal di masing-masing kelurahan atau kampung, seperti penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), wisata kuliner, dan sebagainya, tergantung kondisi kampung tersebut.

Jefree menegaskan bahwa Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UAD berharap penerjunan KKN kali ini benar-benar memberikan dampak nyata.

“Harapan kami dari LPPM, KKN kali ini benar-benar berdampak. Berdampak baik bagi UAD untuk memperluas jangkauan pengabdiannya sehingga berdampak pada penambahan mahasiswa, maupun berdampak langsung pada masyarakat dalam peningkatan literasi, peningkatan ekonomi melalui pendampingan UMKM, sosial masyarakat, hingga dakwah Persyarikatan Muhammadiyah,” pungkasnya. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-terjunkan-1.676-mahasiswa-KKN-PLP-periode-20262027-Foto.-Humas-UAD.jpg.jpeg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-07 08:00:042026-08-11 10:39:20UAD Terjunkan 2.496 Mahasiswa KKN-PLP Periode 2026/2027

Tim PKM RE UAD Kembangkan Nanoterapi Berbasis Minyak Atsiri Nilam untuk PPOK

06/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim PKM RE Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembangkan nanoterapi berbasis minyak atsiri nilam untuk PPOK (Foto. Tim PKM RE UAD)

Paparan asap rokok masih menjadi faktor risiko utama berbagai penyakit pernapasan, termasuk Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Kandungan radikal bebas dan senyawa toksik dalam asap rokok memicu stres oksidatif yang berkelanjutan sehingga menyebabkan inflamasi kronis, kerusakan jaringan alveolus, serta penurunan fungsi paru-paru. Hingga saat ini, terapi yang tersedia umumnya berfokus pada pengendalian gejala dan peradangan, namun penggunaan obat sintetik dalam jangka panjang masih berpotensi menimbulkan efek samping sehingga mendorong perlunya pengembangan terapi alternatif yang lebih aman dan efektif.

Indonesia sebagai salah satu negara penghasil tanaman nilam terbesar di dunia memiliki potensi besar dalam pengembangan obat berbasis bahan alam. Minyak atsiri daun nilam (Pogostemon cablin) diketahui mengandung senyawa aktif patchouli alcohol, yaitu komponen utama yang memiliki aktivitas antiinflamasi, antioksidan, dan imunomodulator. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa senyawa tersebut berpotensi membantu menekan respons peradangan akibat paparan radikal bebas serta melindungi jaringan paru dari kerusakan oksidatif.

Melihat besarnya potensi tersebut, tim PKM RE Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengembangkan penelitian mengenai pemanfaatan minyak atsiri daun nilam sebagai bahan aktif dalam formulasi inhalasi nanomucoadhesive untuk terapi PPOK. Penelitian dilaksanakan pada Mei–Agustus 2026 di Laboratorium Struktur Fisiologi dan Tumbuhan, Laboratorium Struktur dan Fisiologi Hewan, Laboratorium Teknologi Farmasi, serta Laboratorium Biologi Farmasi UAD, Yogyakarta.

Tim peneliti terdiri atas M. Faiz Hasan (Program Studi Biologi), Muhammad Rifqi Rahadi, Jenny Reinita, dan Diva Iedhari Nisa (Program Studi Farmasi), serta Khayru Diaz Ravikhasyah Untoro (Program Studi Biologi) dengan dosen pendamping Haris Setiawan, S.Pd., M.Sc.

Inovasi yang dikembangkan mengombinasikan minyak atsiri daun nilam dengan teknologi nanopartikel sehingga senyawa patchouli alcohol dapat dihantarkan secara langsung menuju jaringan paru-paru yang mengalami inflamasi. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan stabilitas minyak atsiri yang mudah menguap, memperbaiki penyerapan zat aktif pada organ target, serta meningkatkan efektivitas terapi dengan dosis yang lebih rendah.

Melalui pemanfaatan kekayaan hayati Indonesia yang dipadukan dengan teknologi farmasi modern, penelitian ini diharapkan dapat membuka peluang lahirnya terapi inhalasi herbal yang lebih efektif, aman, dan inovatif dalam penanganan penyakit akibat paparan asap rokok.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-PKM-RE-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kembangkan-nanoterapi-berbasis-minyak-atsiri-nilam-untuk-PPOK-Foto.-Tim-PKM-RE-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-06 10:37:182026-08-10 10:40:48Tim PKM RE UAD Kembangkan Nanoterapi Berbasis Minyak Atsiri Nilam untuk PPOK

Tim PKM RE UAD Hadirkan Inovasi Inhalasi Berbasis Kitosan untuk Terapi PPOK

06/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) masih menjadi salah satu penyakit pernapasan dengan angka kejadian yang terus meningkat akibat tingginya paparan asap rokok. Paparan zat toksik dalam asap rokok mampu memicu peradangan kronis, kerusakan alveolus, hingga penumpukan mukus yang menyebabkan fungsi paru-paru menurun secara bertahap.

Meskipun terapi inhalasi telah menjadi pilihan utama dalam pengobatan PPOK, efektivitas obat sering kali terkendala oleh mekanisme pembersihan alami saluran napas (mucociliary clearance) yang menyebabkan obat cepat tereliminasi sebelum bekerja secara optimal.

Menjawab tantangan tersebut, pemanfaatan polimer alami mulai banyak dikembangkan sebagai sistem penghantaran obat modern. Salah satu bahan yang memiliki potensi besar adalah kitosan, biopolimer hasil deasetilasi kitin yang dikenal memiliki sifat biokompatibel, biodegradable, tidak toksik, serta mampu melekat pada lapisan mukosa (mucoadhesive).

Karakteristik tersebut memungkinkan kitosan meningkatkan waktu tinggal obat di saluran pernapasan, memperbaiki penyerapan zat aktif, serta mendukung pelepasan obat secara lebih terkontrol sehingga berpotensi meningkatkan efektivitas terapi PPOK.

Berangkat dari potensi tersebut, tim PKM RE Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengembangkan penelitian berupa formulasi nanomucoadhesive minyak atsiri daun nilam (Pogostemon cablin) terinkorporasi kitosan sebagai sistem penghantaran obat inhalasi untuk terapi PPOK akibat paparan asap rokok.

Penelitian dilaksanakan pada Mei–Agustus 2026 di Laboratorium Struktur Fisiologi dan Tumbuhan, Laboratorium Struktur dan Fisiologi Hewan, Laboratorium Teknologi Farmasi, serta Laboratorium Biologi Farmasi UAD, Yogyakarta. Tim peneliti terdiri atas M. Faiz Hasan (Program Studi Biologi), Muhammad Rifqi Rahadi, Jenny Reinita, dan Diva Iedhari Nisa (Program Studi Farmasi), serta Khayru Diaz Ravikhasyah Untoro (Program Studi Biologi) dengan dosen pendamping Haris Setiawan, S.Pd., M.Sc.

Dalam inovasi tersebut, kitosan tidak hanya berfungsi sebagai pembawa obat, tetapi juga dikombinasikan dengan minyak atsiri daun nilam yang mengandung patchouli alcohol beraktivitas antiinflamasi dan antioksidan. Melalui teknologi nanomucoadhesive, formulasi ini dirancang untuk melindungi senyawa aktif dari degradasi, meningkatkan daya lekat pada mukosa paru, serta menghantarkan zat aktif langsung ke jaringan yang mengalami inflamasi.

Inovasi ini diharapkan dapat menjadi alternatif terapi inhalasi herbal yang lebih efektif dengan dosis lebih rendah dan efek samping yang lebih minimal, sekaligus membuka peluang pemanfaatan biomaterial alami Indonesia dalam pengembangan teknologi farmasi berbasis nanoteknologi.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-PKM-RE-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Hadirkan-Inovasi-Inhalasi-Berbasis-Kitosan-untuk-Terapi-PPOK-Foto.-Tim-PKM-RE-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-06 10:17:262026-08-10 10:40:42Tim PKM RE UAD Hadirkan Inovasi Inhalasi Berbasis Kitosan untuk Terapi PPOK

PPK Ormawa IMM FKM UAD Gencarkan Penanaman TOGA di Caturharjo

06/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

PPK Ormawa IMM FKM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) gencarkan penanaman TOGA di Caturharjo (Foto. PPKO IMM FKM UAD)

Rangkaian kegiatan Pelita Kader yang diinisiasi oleh Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) resmi berakhir. Pertemuan ke-7 Pelita Kader ini sebagai penutup, kegiatan ini diselenggarakan di Balai Desa Kalurahan Caturharjo pada Sabtu, 1 Agustus 2026.

Kegiatan pamungkas ini mengangkat tema “Kesehatan Lingkungan: Menjaga Lingkungan, Menjaga Kesehatan Jiwa”. Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman kader mengenai keterkaitan erat antara lingkungan yang sehat, pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA), dan kesehatan jiwa sebagai langkah preventif pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM).

Acara ini dihadiri oleh Lurah Caturharjo H. Wasdiyanto, S.Si., Dosen Pendamping PPK Ormawa IMM FKM UAD Drs. Hadi Sasongko, M.Si., para kader kesehatan, dan Tim PPK Ormawa IMM FKM UAD. Dalam sambutannya, H. Wasdiyanto menyampaikan apresiasi tinggi atas berbagai inovasi pemberdayaan yang telah dilakukan mahasiswa. Beliau menaruh harapan besar agar keterampilan dan inovasi yang telah diberikan dapat menjadi program yang berkelanjutan di Caturharjo.

Memasuki sesi materi, peserta mengikuti pre-test sebelum mendengarkan pemaparan dari Drs. Hadi Sasongko, M.Si. Materi yang disampaikan menyoroti pentingnya menjaga kesehatan lingkungan sebagai penentu derajat kesehatan masyarakat. Beliau juga memaparkan hubungan lingkungan sehat dengan kesehatan jiwa, manfaat penghijauan, serta pemanfaatan TOGA sebagai pendukung pencegahan penyakit tidak menular.

Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif selama tujuh pertemuan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat penghargaan secara simbolis kepada perwakilan kader oleh Lurah Caturharjo dan Dosen Pendamping.

Momen puncak kegiatan ini ditandai dengan serah terima bibit TOGA dari Tim PPK Ormawa IMM FKM UAD kepada Pemerintah Kalurahan Caturharjo. Selanjutnya, H. Wasdiyanto mendistribusikan bibit tersebut secara simbolis kepada perwakilan kader dari 14 padukuhan.

Tidak sekadar seremonial, kegiatan ditutup dengan aksi nyata. Sebagai tindak lanjut, mahasiswa bersama kader langsung melaksanakan penanaman bibit TOGA di pekarangan rumah kader di 14 padukuhan dengan pendampingan melekat. Aksi penanaman ini menjadi wujud implementasi nyata dalam menciptakan lingkungan Caturharjo yang sehat, hijau, dan produktif secara berkelanjutan. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/PPK-Ormawa-IMM-FKM-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-gencarkan-penanaman-TOGA-di-Caturharjo-Foto.-PPKO-IMM-FKM-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-06 09:50:532026-08-10 10:40:34PPK Ormawa IMM FKM UAD Gencarkan Penanaman TOGA di Caturharjo

UAD Tingkatkan Kesiapsiagaan Darurat melalui Pelatihan Keselamatan Pengoperasian Elevator

06/08/2026/in Terkini /by Ard

 

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) tingkatkan kesiapsiagaan darurat melalui pelatihan keselamatan pengoperasian elevator (Foto. BSP UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerja sama dengan PT Kone Indonesia menyelenggarakan Pelatihan Keselamatan Pengoperasian Elevator pada 28–29 Juli 2026 sebagai bagian dari komitmen penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan perguruan tinggi. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut diikuti oleh 70 tenaga kependidikan UAD yang terdiri atas petugas keamanan (satpam) dan teknisi.

Pelatihan ini diinisiasi sebagai respons terhadap pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat, seperti kebakaran, gempa bumi, maupun insiden penumpang yang terjebak di dalam lift. Materi yang diberikan meliputi pemeriksaan visual dan fungsi keselamatan di sekitar lift serta di dalam sangkar lift, pengenalan mode operasi lift yang mencakup normal rescue, technical rescue, dan emergency rescue, serta prosedur keselamatan di dalam maupun di sekitar lift.

Kepala Biro Sarana dan Prasarana UAD, Prof. Dr. Ir. Zahrul Mufrodi, S.T., M.T., IP., ASEAN Eng., dalam sambutannya menyampaikan bahwa ketenangan dan kemampuan mengendalikan kepanikan menjadi faktor penting dalam menangani situasi darurat.

“Ketenangan hati dan tidak panik sangat dibutuhkan saat menangani keadaan darurat seperti terjebak di dalam lift. Untuk mendapatkan ketenangan diperlukan pengetahuan dan kebiasaan dalam menangani kejadian yang sedang berlangsung. Karena itu, pelatihan ini penting sebagai penyegaran bagi tenaga kependidikan UAD,” ujarnya.

Rangkaian pelatihan dibagi menjadi dua sesi utama, yakni pendalaman teori keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta simulasi praktik yang dipandu langsung oleh tim Safety Operational PT Kone Indonesia. Pada sesi praktik, peserta melakukan simulasi penyelamatan penumpang yang terjebak (trapped passenger rescue), termasuk penerapan prosedur normal rescue dan technical rescue.

Melalui pelatihan yang dilaksanakan secara berkala ini, UAD berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi tenaga kependidikan dalam penanganan keadaan darurat sekaligus memastikan seluruh fasilitas gedung beroperasi sesuai standar keselamatan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-tingkatkan-kesiapsiagaan-darurat-melalui-pelatihan-keselamatan-pengoperasian-elevator-Foto.-BSP-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-06 09:43:082026-08-06 09:43:08UAD Tingkatkan Kesiapsiagaan Darurat melalui Pelatihan Keselamatan Pengoperasian Elevator

Tim UAD Kembangkan Inhalasi Nanomucoadhesive Berbasis Nilam untuk Terapi PPOK

06/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

Tim Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembangkan Inhalasi Nanomucoadhesive berbasis nilam untuk terapi PPOK (Foto. Haris Setiawan)

Paparan asap rokok masih menjadi salah satu ancaman terbesar bagi kesehatan masyarakat. Berbagai senyawa toksik yang terkandung dalam asap rokok dapat memicu kerusakan saluran pernapasan, meningkatkan stres oksidatif, serta menyebabkan inflamasi kronis yang berujung pada berbagai penyakit, seperti Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), kanker paru, penyakit kardiovaskular, hingga penurunan kualitas hidup. Bahkan, PPOK saat ini menjadi penyebab kematian terbesar ketiga di dunia, dengan sebagian besar kasus dipicu oleh paparan asap rokok aktif maupun pasif. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengendalian dampak rokok tidak hanya memerlukan upaya pencegahan, tetapi juga inovasi terapi yang lebih efektif.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap tingginya angka penyakit akibat asap rokok, tim mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menginisiasi penelitian yang berfokus pada pengembangan terapi inovatif berbasis bahan alam Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan pada Mei–Agustus 2026 di Laboratorium Struktur Fisiologi dan Tumbuhan, Laboratorium Struktur dan Fisiologi Hewan, Laboratorium Teknologi Farmasi, serta Laboratorium Biologi Farmasi UAD, Yogyakarta.

Tim peneliti terdiri atas M. Faiz Hasan (Program Studi Biologi), Muhammad Rifqi Rahadi, Jenny Reinita, dan Diva Iedhari Nisa (Program Studi Farmasi), serta Khayru Diaz Ravikhasyah Untoro (Program Studi Biologi) dengan dosen pendamping Haris Setiawan, S.Pd., M.Sc.

Melalui penelitian tersebut, tim mengembangkan formulasi nanomucoadhesive minyak atsiri daun nilam (Pogostemon cablin) terinkorporasi kitosan sebagai sistem penghantaran obat inhalasi (lung-directed drug delivery) untuk terapi PPOK. Inovasi ini memanfaatkan kandungan patchouli alcohol pada minyak atsiri daun nilam yang memiliki aktivitas antiinflamasi, kemudian dikombinasikan dengan kitosan sebagai polimer mucoadhesive untuk meningkatkan waktu retensi obat pada mukosa paru, melindungi senyawa aktif dari degradasi, serta meningkatkan efektivitas penghantaran obat langsung ke jaringan paru-paru.

Melalui inovasi tersebut, tim berharap dapat menghadirkan alternatif terapi PPOK yang lebih efektif dengan penggunaan dosis yang lebih rendah dan efek samping yang lebih minimal dibandingkan terapi konvensional. Penelitian ini juga diharapkan mampu menunjukkan potensi besar pemanfaatan kekayaan hayati Indonesia melalui pendekatan nanoteknologi modern dalam pengembangan terapi penyakit pernapasan.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kembangkan-Inhalasi-Nanomucoadhesive-berbasis-nilam-untuk-terapi-PPOK-Foto.-Haris-Setiawan.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-06 09:36:162026-08-10 10:40:28Tim UAD Kembangkan Inhalasi Nanomucoadhesive Berbasis Nilam untuk Terapi PPOK

UAD Lantik Dekan Periode 2026–2030

04/08/2026/in Terkini /by Ard

 

Pelantikan Dekan di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) periode 2026-2030 (Foto. Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan pelantikan dekan masa jabatan 2026–2030 pada Selasa, 4 Agustus 2026, di Ruang Amphitarium Kampus IV. Pelantikan tersebut menjadi momentum estafet kepemimpinan akademik dalam mengarahkan pengembangan fakultas selama lima tahun ke depan.

Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UAD, Prof. Dr. Irwan Akib, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada para dekan periode 2022–2026 atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan. Ia juga mengucapkan selamat kepada para dekan yang baru dilantik serta berharap mereka mampu menjalankan amanah dengan baik.

“Terima kasih atas pengabdian dan kerja kerasnya selama ini. Dan tentu selamat untuk teman-teman, semoga dapat mengemban amanah dan bisa melakukan perbaikan-perbaikan di masa yang akan datang,” ujarnya.

Prof. Irwan menegaskan bahwa seorang pemimpin harus memiliki kecerdasan, kejujuran, dan keteguhan pendirian. Selain itu, kepemimpinan juga perlu dibangun melalui komunikasi yang mengedepankan prinsip saling memanusiakan, saling memuliakan, dan saling mengingatkan.

Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T., menegaskan bahwa pelantikan dekan bukan sekadar pergantian jabatan struktural, melainkan estafet kepemimpinan akademik yang akan menentukan arah perkembangan fakultas dan universitas. Ia turut menyampaikan penghargaan kepada para dekan periode sebelumnya atas dedikasi yang telah berkontribusi dalam peningkatan mutu akademik UAD.

Dalam sambutannya, Prof. Muchlas mengajak para dekan untuk mewujudkan visi UAD sebagai Community Services University melalui lima agenda strategis, yakni transformasi caturdarma perguruan tinggi yang terintegrasi dan berdampak, pembangunan budaya akademik yang unggul dan adaptif, penguatan riset, inovasi, serta pengembangan sumber daya manusia, peningkatan reputasi dan jejaring internasional, serta tata kelola fakultas yang profesional, berkelanjutan, dan berintegritas.

“Jabatan yang Bapak dan Ibu emban bukan sekadar amanah administratif, melainkan amanah intelektual, amanah moral, dan amanah peradaban,” tegasnya. Ia juga mengajak seluruh dekan menghadirkan kepemimpinan yang kolaboratif, melayani, dan mampu menjadi teladan bagi sivitas akademika.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr. Muh. Ikhwan Ahada, S.Ag., M.A., turut menyampaikan ucapan selamat kepada para dekan yang baru dilantik. “Para dekan harus mampu mengayomi seluruh sivitas akademika dengan berlandaskan nilai-nilai kepemimpinan Muhammadiyah,” ujarnya.

Pelantikan dekan masa jabatan 2026–2030 diharapkan menjadi awal kepemimpinan baru yang semakin memperkuat budaya akademik, meningkatkan kualitas caturdarma perguruan tinggi, serta membawa UAD semakin berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional. (Dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pelantikan-Dekan-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-periode-2026-2030-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-04 13:04:282026-08-04 13:04:28UAD Lantik Dekan Periode 2026–2030

UAD Kembangkan Program Sekolah Aman Digital bagi Guru PAUD ‘Aisyiyah

04/08/2026/in MBKM, Terkini /by Ard

 

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembangkan program sekolah aman digital bagi guru PAUD ‘Aisyiyah (Foto. Tim Dosen UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengembangkan Program Sekolah Aman Digital bagi guru PAUD ‘Aisyiyah di bawah naungan Majelis PAUDDASMEN PCA Banguntapan Selatan selama Februari hingga Juni 2026. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kapasitas guru dalam menghadapi tantangan era digital melalui penguatan literasi kecerdasan buatan artificial intelligence (AI), perlindungan konsumen digital, keamanan data anak, serta pengasuhan anak usia dini.

Program dipimpin oleh Dr. Norma Sari, S.H., M.Hum., bersama Dr. Riana Mashar, M.Si., Psi., dan Ir. Sri Winiarti, S.T., M.Cs. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa dari bidang hukum, pendidikan anak usia dini, dan teknologi informasi sebagai bentuk kolaborasi lintas disiplin.

Program tersebut dilatarbelakangi meningkatnya penggunaan teknologi digital, aplikasi pembelajaran, video daring, hingga platform berbasis AI dalam kehidupan anak usia dini. Namun, perkembangan tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan kemampuan guru dan orang tua dalam memahami berbagai risiko digital, seperti paparan konten yang tidak sesuai usia, iklan tersembunyi, pembelian dalam aplikasi, pengumpulan data pribadi anak, hingga potensi manipulasi algoritma.

Melalui pelatihan yang diberikan, guru PAUD dibekali pemahaman mengenai perlindungan konsumen digital, pedagogi penggunaan media digital untuk anak usia dini, serta literasi dan etika AI. Peserta juga diajak menganalisis aplikasi pembelajaran, mengenali praktik digital yang berisiko, dan menyusun panduan praktis untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman secara digital.

Salah satu luaran program ini ialah penyusunan Kurikulum Mini PAUD Aman Digital dan SOP Keamanan Digital PAUD. Kedua dokumen tersebut diharapkan menjadi pedoman bagi satuan PAUD dalam mengatur penggunaan gawai, memilih aplikasi pembelajaran yang aman, melindungi data pribadi anak, serta menangani potensi insiden digital di lingkungan sekolah.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti program. Pemahaman guru mengenai konsep AI meningkat dari 92 persen menjadi 100 persen, literasi digital dari 95 persen menjadi 100 persen, pedagogi PAUD dari 94 persen menjadi 100 persen, kesadaran terhadap risiko digital dari 85 persen menjadi 100 persen, serta aspek hukum dan perlindungan anak meningkat dari 55 persen menjadi 90 persen.

Ketua tim pengabdian, Dr. Norma Sari, menjelaskan bahwa guru memiliki peran strategis sebagai pendidik sekaligus pelindung anak di ruang digital. Menurutnya, pemanfaatan AI dan teknologi pendidikan harus selalu memperhatikan aspek keamanan, etika, perlindungan anak, dan kesadaran sebagai konsumen digital sehingga penggunaannya tetap sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak.

Program ini juga mengintegrasikan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, khususnya prinsip itqan, yang menekankan pentingnya bekerja secara tepat, terarah, jelas, dan tuntas. Nilai tersebut diterapkan dalam tata kelola pendidikan yang bertanggung jawab, perlindungan anak, serta pembentukan budaya sekolah yang aman dan beretika.

Ke depan, Program Sekolah Aman Digital diharapkan dapat direplikasi di TK ABA lainnya, baik di wilayah Banguntapan Selatan maupun di jaringan PAUD ‘Aisyiyah yang lebih luas. Dengan dukungan kurikulum mini, SOP keamanan digital, serta guru yang telah mendapatkan pelatihan, program ini diharapkan menjadi model penguatan literasi AI dan perlindungan anak usia dini di lingkungan pendidikan.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kembangkan-program-sekolah-aman-digital-bagi-guru-PAUD-‘Aisyiyah-Foto.-Tim-Dosen-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-04 12:43:432026-08-10 10:40:20UAD Kembangkan Program Sekolah Aman Digital bagi Guru PAUD ‘Aisyiyah
Page 23 of 796«‹2122232425›»

TERKINI

  • UAD Jadi Tuan Rumah LSF Goes to Campus, Kenalkan Budaya Sensor Mandiri 05/11/2026
  • Angkat Etnomedisin Suku Osing, Mahasiswa PSDIF UAD Raih Gelar Doktor dengan IPK Sempurna05/11/2026
  • UAD Mewisuda 2.130 Mahasiswa pada Wisuda Periode I TA 2026/202702/11/2026
  • HISKI UAD Luncurkan Antologi Puisi di KIK ke-3502/11/2026
  • Gelar Karya PPG UAD Pamerkan 30 Projek Kepemimpinan30/10/2026

PRESTASI

  • Tim Debat UAD Raih Juara Harapan I pada Kompetisi Debat Tingkat Nasional04/11/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Debat Nasional VERDE 202604/11/2026
  • Mahasiswa UAD Juara III Lomba Poster Kesehatan Mental Tingkat Nasional04/11/2026
  • Tim Futsal FKIP UAD Raih Juara 1 Ahmad Dahlan Sport Competition 202603/11/2026
  • Futsal UAD Raih Juara 1 Liga Futsal Kampus Yogyakarta 202602/11/2026

FEATURE

  • Kesehatan Jiwa untuk Masa Depan yang Indah03/11/2026
  • Menanggapi Musibah dari Perspektif Islam30/10/2026
  • Gelar Dokter adalah Awal dari Pengabdian27/10/2026
  • Menjadi Orang Tua Dimulai Sebelum Anak Hadir26/10/2026
  • Meneladani Keteguhan dan Keluhuran Akhlak Rasulullah di Tengah Pemboikotan12/10/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top