Gelar Karya PPG UAD Pamerkan 30 Projek Kepemimpinan

Projek kepemimpinan pada gelar karya mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. PPG UAD)
Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses melaksanakan Gelar Karya Projek Kepemimpinan Calon Guru Tahap 1 Tahun 2026, pada Rabu, 28 Oktober 2026 di Hall Gedung A.R. Fachrudin, Kampus IV UAD.
Gelar Karya ini mengusung tema “Calon Guru Pemimpin Perubahan Indonesia: Dari Ruang Kuliah ke Masyarakat” dan memamerkan hasil karya 284 mahasiswa yang terbagi dalam 30 kelompok. Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan hasil penerapan pengetahuan dan keterampilan selama perkuliahan melalui proyek yang dilaksanakan di masyarakat pada Juli–Oktober 2026.
Melalui 30 kelompok proyek, mahasiswa mendapatkan pengalaman mengidentifikasi persoalan, merancang program, membangun kolaborasi, dan melaksanakan kegiatan sesuai kebutuhan masyarakat. Proses ini diharapkan membentuk calon guru yang kreatif, adaptif, serta mampu menghadirkan perubahan positif di lingkungan sekitarnya.
Ketua Prodi PPG FKIP UAD, Prof. Dr. Trikinasih Handayani, M.Si., menyampaikan bahwa gelar karya tersebut bertujuan memamerkan hasil Projek Kepemimpinan yang telah dilaksanakan mahasiswa di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya sekaligus membuka acara, Wakil Dekan Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) dan Akademik FKIP UAD, Prof. Dr. Suyatno, M.Pd.I., menegaskan bahwa pengetahuan dan gagasan yang diperoleh mahasiswa di ruang kuliah perlu dikembangkan agar memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat.
Menurutnya, perjalanan pendidikan selama dua semester merupakan bagian dari proses pembentukan kompetensi calon guru. Gelar Karya Projek Kepemimpinan menjadi salah satu tahapan penting menjelang penyelesaian pendidikan profesi guru sekaligus ruang untuk menunjukkan kebermaknaan proses pembelajaran.
Ia berharap gagasan yang berkembang melalui diskusi akademik tidak berhenti di ruang kelas, tetapi diwujudkan menjadi karya inovatif yang mampu menjawab persoalan nyata di masyarakat.
Karya-karya yang dipamerkan juga diharapkan dapat ditindaklanjuti dan dikembangkan sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan selama pelaksanaan proyek, tetapi berlanjut dalam jangka panjang.
Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Tri Haryani, S.E., M.M., hadir mewakili Kepala Disdikpora DIY, Drs. Raden Suci Rohmadi, M.I.P.
Dalam sambutannya, Tri Haryani menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan gelar karya tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan wujud nyata upaya menghubungkan pembelajaran di perguruan tinggi dengan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi masyarakat.
Tema “Dari Ruang Kuliah ke Masyarakat” dinilainya mencerminkan perpaduan gagasan, tindakan, dan solusi nyata yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sosial.
Ia menambahkan bahwa calon guru perlu memiliki kompetensi pedagogis sekaligus jiwa kepemimpinan. Kemampuan berkolaborasi, kreativitas, dan kepekaan terhadap persoalan sosial menjadi bekal penting agar guru tidak hanya cakap secara akademis, tetapi juga mampu menggerakkan perubahan.
Pengalaman melalui Projek Kepemimpinan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar mengenali persoalan, menyusun program, bekerja sama dengan berbagai pihak, serta memahami pentingnya keberlanjutan manfaat suatu kegiatan.
Implementasi Projek Kepemimpinan tersebut terlihat dari karya mahasiswa yang disesuaikan dengan kebutuhan sasaran program. Salah satunya ialah proyek kelompok B2 Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Perwakilan kelompok, Rahmatika Maulida, menjelaskan bahwa proyek mereka berfokus pada penumbuhan karakter kewarganegaraan (civic disposition) pada anak melalui Bhineka Ria.
“Kami bertujuan ingin menumbuhkan karakter civic disposition pada anak-anak. Jadi, sebelum gelar karya ini, kami sudah mempraktikkan media kami di TPA An-Nur,” katanya.
Menurutnya, proyek tersebut tidak hanya menjadi sarana penerapan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga memberikan pengalaman bagi mahasiswa dalam merancang dan melaksanakan program yang sesuai dengan kebutuhan sasaran. Melalui kegiatan ini, mahasiswa PPG turut mengasah kemampuan kepemimpinan sebagai bekal menjadi guru yang mampu menghadirkan pembelajaran bermakna dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui penerapan proyek di masyarakat, mahasiswa PPG memperoleh pengalaman mengembangkan program yang tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran profesi, tetapi juga diarahkan untuk menjawab kebutuhan lingkungan. Berbagai karya yang dipamerkan diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut agar manfaatnya berkelanjutan bagi masyarakat. (Mei)
