Program Doktor Ilmu Farmasi UAD Luluskan Doktor ke-15 Melalui Riset Edukasi Vaksin Covid-19

Sidang Promosi Doktor Program Studi Ilmu Farmasi Program Doktor (S-3) Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Itoshiko).jpg
Program Studi Ilmu Farmasi Program Doktor (S-3) Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali meluluskan doktor baru. apt. Eka Wuri Handayani, M.P.H. sukses menjalani Sidang Promosi Doktor pada Jumat, 7 Agustus 2026. Ujian akademik ini dilangsungkan di Ruang Auditorium A Lantai 3, Kampus III UAD.
Dalam sidang tersebut, Eka Wuri mempertahankan disertasi yang berfokus pada perancangan media intervensi kesehatan masyarakat. Disertasi yang diujikan tersebut mengangkat judul “Edukasi Berdasarkan Health Belief Model terhadap Pemberian Vaksin Covid-19 untuk Orang Tua dengan Anak Usia 6-11 Tahun: Sebuah Rancangan Media Intervensi”.
Melalui disertasinya, ia menyoroti bahwa cakupan vaksin COVID-19 pada anak secara global cenderung lebih rendah dibandingkan kelompok dewasa, dan anak usia 6-11 tahun sangat rentan menjadi sumber penularan. Oleh karena itu, ia mengembangkan intervensi edukasi berbasis Health Belief Model (HBM) melalui pendekatan design thinking yang menghasilkan media leaflet dan video, dengan potensi besar untuk meningkatkan persepsi positif dan kemauan orang tua dalam memberikan vaksinasi anak.
Pelaksanaan Sidang Promosi Doktor ini dipimpin oleh Prof. Dr. apt. Nurkhasanah, M.Si. yang bertindak sebagai Ketua Sidang. Prosesi ini didampingi oleh tim promotor yang terdiri dari pakar UAD, Prof. Dr. apt. Dyah A. Perwitasari, M.Si., Ph.D., FISQua selaku Pembimbing Utama, dan akademisi Universitas Padjadjaran, Fredrick Dermawan Purba, M.Psi., Ph.D., Psikolog, selaku Pembimbing Pendamping. Guna menguji validitas dan komprehensivitas riset yang dilakukan oleh kandidat, sidang promosi doktor ini turut menghadirkan dewan penguji ahli. Para penguji tersebut meliputi Prof. Dr. apt. Dwi Endarti, M.Sc. dari Universitas Gadjah Mada dan Dr. Siti Urbayatun, M.Si., Psi. dari Universitas Ahmad Dahlan.
Acara dilanjutkan dengan prosesi yudisium. Berdasarkan pembacaan berita acara dan hasil penilaian dewan penguji, Eka Wuri Handayani resmi dinyatakan lulus dengan nilai sidang A dan berhak meraih predikat “Dengan Pujian”.
Atas capaian ini, ia resmi menyandang gelar Doktor dan tercatat sebagai doktor ke-15 dari Fakultas Farmasi UAD. Setelah dinyatakan lulus, apt. Eka Wuri Handayani, M.P.H. sangat bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pendidikannya.
“Dari sini saya belajar bahwa ilmu itu tidak datang dengan mudah, ilmu itu datang dari kesabaran dan keteguhan diri,” ungkapnya dalam pesan dan kesan.
Kelulusan doktor baru ini semakin mengukuhkan kapasitas Fakultas Farmasi UAD dalam mencetak lulusan berprestasi akademik tinggi, yang sekaligus mampu merumuskan inovasi riset kefarmasian pada ranah intervensi dan edukasi kesehatan masyarakat Indonesia. (Ito)
