• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Mahasiswa KKN UAD Hibahkan Mesin Pencacah Sabut Kelapa

08/09/2022/in Terkini /by Ard

Sosialisasi pengelolaan sampah sabut kelapa menggunakan mesin pencacah oleh KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Istimewa)

Minggu (04-09-2022), Tim Kuliah Kerja Nyata Universitas Ahmad Dahlan (KKN UAD) yang tergabung dalam kelompok VII.C.2 melakukan kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah sabut kelapa menggunakan mesin pencacah secara manual, dengan dibimbing Adhitya Rechandy Christian, S.E., M.M. Kegiatan ini dikuti oleh ibu-ibu Dasawisma Dusun Peciro, Murtigading, Sanden, Bantul.

Di Kalurahan Murtigading, Dusun Peciro merupakan dusun penghasil sampah sabut kelapa yang cukup banyak. Adapun inovasi mesin pencacah ini digagas oleh mahasiswa KKN UAD agar dapat digunakan sebagai pengelolaan sampah sabut kelapa menjadi media tanam berupa cocopeat (sabut kelapa). Ke depannya, mesin pencacah tersebut akan diberikan kepada Mujiran selaku Kepala Dusun Peciro, sehingga dapat dimanfaatkan oleh warga dusun agar pengelolaan sampah terus berlanjut.

“Penanganan sampah dari sabut kelapa di Dusun Peciro biasanya hanya dijual tanpa ada pengelolaan sebelumnya,” ujar Sri Sunarsih, selaku Ibu Dusun Peciro.

Ketua KKN Unit VII.C.2, Ananda Ikhsan Al-Fikri, menyampaikan Dusun Peciro memiliki sumber daya alam yang melimpah, salah satunya adalah sabut kelapa. Hal itu menjadi faktor pendukung dalam memaksimalkan potensi pengelolaan sampah sabut kelapa yang memiliki nilai guna tinggi. Dengan menggunakan mesin pencacah, sampah dapat menjadi produk media tanam berupa cocopeat.

Selain itu, mahasiswa KKN UAD juga memberikan bibit semai kepada ibu-ibu Dasawisma Dusun Peciro, Murtigading. Pemberian ini sebagai bentuk uji coba penanaman bibit semai menggunakan media tanam cocopeat. (Amb/Aak)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sosialisasi-pengelolaan-sampah-sabut-kelapa-menggunakan-mesin-pencacah-oleh-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Istimewa-scaled.jpg 1920 2560 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-09-08 10:50:032022-09-08 10:50:03Mahasiswa KKN UAD Hibahkan Mesin Pencacah Sabut Kelapa

UAD dan PCIA Hong Kong Bahas Pekerja Migran Indonesia

08/09/2022/in Terkini /by Ard

FGD antara Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan PCIA Hong Kong  membahas pekerja migran Indonesia sektor informal (Foto: Istimewa)

Guna melaksanakan Catur Dharma Perguruan Tinggi, dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melakukan pengabdian masyarakat dengan skema internasional. Mereka bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah Hong Kong yang diketuai oleh Sri Nasiati Umaroh atau lebih akrab disapa Umi Nisa. Pengabdian ini bertajuk “Penguatan Kesadaran Hukum Perlindungan PMI (Pekerja Migran Indonesia) Sektor Informal pada Penempatan di Hong Kong, Cina, dan Taiwan”.

Ketua dari program pengabdian skema internasional tersebut adalah Ketua Program Studi (Kaprodi) Magister Hukum UAD Dr. Fithriatus Shalihah, S.H., M.H. sekaligus dosen Fakultas Hukum (FH) UAD. Anggotanya terdiri atas Dr. Norma Sari, S.H. M.Hum. selaku dosen FH UAD dan Wakil Rektor Bidang SDM UAD serta Rosyidah, S.E., M.Kes., Ph.D. yakni dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UAD dan dekan FKM UAD.

Selain itu, pengabdian ini juga melibatkan mahasiswa. Di antaranya Retno Damarina mahasiswa FH UAD sekaligus menjadi Ketua Panitia Focus Group Discussion (FGD), Siti Maysaroh selaku Sekretaris Panitia FGD, dan Ratna Hayu Widati sebagai anggota FGD.

Sebelumnya, tim pengabdian ini telah melakukan identifikasi masalah pada Minggu, 17 Juli 2022, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan FGD pada Minggu, 28 Agustus 2022 secara daring. Pada FGD, hadir sebagai narasumber Abdul Khakim, S.H., M.Hum. (Praktisi/Akademisi/Sekjen Perkumpulan Pengajar dan Praktisi Hukum Ketenagakerjaan Indonesia) dan Anis Hidayah, S.H., M.H. (Direktur Migrant Care Indonesia). Selain itu terdapat perwakilan atau responden dari Taiwan, Faizal Soh dan Contrinx’s selaku perwakilan PMI Hong Kong.

FGD berlangsung selama kurang lebih empat jam menghasilkan beberapa poin. Perlu ada program support moral bagi calon PMI dan PMI di saat menghadapi masalah atau menjadi korban pelecehan seksual saat akan bekerja dan sudah bekerja di negara tujuan. Perampasan hak secara manusia dan kekerasan fisik masih belum ada rujukan khusus untuk mendapatkan perhatian sehingga perlu adanya pemahaman tentang peraturan legalitas di negara Indonesia, yang disinkronkan dengan regulasi di negara penempatan melalui penandatanganan perjanjian.

Di samping itu, juga harus ada bargaining power yang seimbang sebagai pihak (supplier tenaga kerja). Ada banyak fakta dialami oleh PMI di Taiwan seperti jam kerja yang dijalankan PMI telah melebihi ketentuan atau tidak sesuai dengan peraturan atau kontrak kerja. Perlu masukan adanya keterbukaan informasi publik yang harus dijalankan lebih jelas, tegas, lugas, tanpa kasak-kusuk para pihak yang berkepentingan.

Selain poin-poin tersebut, terdapat problematika yang tidak kalah penting dialami oleh PMI di negara tujuan, yaitu persoalan akses jaminan sosial atau BPJS Ketenagakerjaan. Pelaksanaan program tersebut ternyata belum efektif di negara tujuan penempatan PMI, padahal jaminan sosial bagi PMI diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 18 Tahun 2018.

“Semoga pelaksanaan pengabdian masyarakat skema internasional ini dapat memberikan manfaat kepada para PMI sektor informal. Kita tidak boleh lupa bahwa PMI adalah penyumbang devisa negara Indonesia terbesar nomor dua di atas sektor pariwisata,” tutur Dr. Fithriatus.

Ia melanjutkan, “Penguatan kesadaran hukum bagi PMI menjadi urgen mengingat begitu banyak permasalahan hukum yang dihadapi PMI sektor informal pada masa penempatan. Mudah-mudahan program pengabdian skema internasional seperti ini dapat berkesinambungan. Harapannya, kegiatan yang akan datang tetap bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Istimewa Hongkong yang telah menjadi mitra saat ini dan membangun kerja sama juga dengan PCIA di negara-negara lainnya.” (Retno/guf)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/FGD-antara-UAD-dan-PCIA-Hong-Kong-Gelar-Bahas-PMI-Indonesia-Sektor-Informal-Foto-Istimewa.jpg 519 1024 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-09-08 08:03:262022-09-08 08:12:06UAD dan PCIA Hong Kong Bahas Pekerja Migran Indonesia

KKN UAD Dukung Percepat Program Bantul Bebas Sampah 2025

07/09/2022/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN UAD melakukan Pendataan Indeks Kesejahteraan Sosial (IKS) pada salah satu warga Pucanganom II (Foto: Istimewa)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Selasa, 9 Agustus 2022, melepas 758 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat di Kabupaten Bantul. Mereka terbagi di tiga kecamatan, yakni Bantul, Pandak, dan Sanden. Pelepasan mahasiswa KKN Reguler 96 UAD berlangsung secara daring melalui live Zoom Meeting. Kehadiran mahasiswa KKN disambut baik oleh masyarakat setempat, salah satunya Kelompok KKN VII.B.1 yang ditempatkan di Dusun Pucanganom II, Kalurahan Murtigading, Kecamatan Sanden.

Lurah Murtigading, Drs. Sutrisno, dalam sambutannya menyebut bahwa Kalurahan Murtigading telah menandatangani kerja sama dengan UAD selama lima tahun, serta menjadikan kalurahan tersebut sebagai laboratorium pengelolaan sampah. “Kami mewakili segenap warga Murtigading menyambut baik mahasiswa KKN UAD, terlebih kalurahan ini sudah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan UAD dan menjadikan laboratorium pengelolaan sampah. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama tingkatkan pengelolaan sampah agar nantinya bisa sampai zero waste dan program Bantul Bebas Sampah 2025 lebih cepat terlaksana,” ujarnya pada Selasa, (09-08-2022).

Hal serupa juga disampaikan oleh Kepala Padukuhan 13 Pucanganom II, Bahron Junianto, S.Pd., bahwa kehadiran mahasiswa KKN UAD telah ditunggu-tunggu oleh masyarakat. “Sudah dua tahun ini padukuhan tidak ada kegiatan akibat adanya pandemi, semua kegiatan vakum. Maka dari itu, kedatangan mahasiswa KKN UAD telah ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Kami berharap mahasiswa KKN dapat menghidupkan kembali kegiatan padukuhan serta membuat program yang bermanfaat bagi warga,” ujar Bahron.

Dalam melaksanakan pengabdian, kelompok KKN Reguler 96 UAD Unit VII.B.1 akan menggerakkan salah satu program kolaborasi dengan Kalurahan Murtigading dalam pengelolaan sampah yaitu program Shodaqoh Sampah. Selain itu juga program-program lain yang berjalan di antaranya mengadakan TPA, sosialisasi stunting, edukasi jenis obat-obatan, vertical garden botol plastik, jalan sehat, penanaman TOGA, pemanfaatan limbah sampah, edukasi narkoba, edukasi cara hidup hemat, edukasi kesehatan mental, dan Pendataan Indeks Kesejahteraan Sosial (IKS).

Ketua Unit KKN Reguler UAD 96 VII.B.1, Abid, memaparkan program Shodaqoh Sampah merupakan langkah dalam pengelolaan sampah yang baik, khususnya untuk sampah rumah tangga. Ia berharap, mahasiswa dan masyarakat bisa berkolaborasi menciptakan lingkungan yang bersih, mampu mengurangi sampah rumah tangga dan menambah pemasukan Pucanganom II, serta ke depannya program ini bisa berkelanjutan.

“Nantinya, sampah yang telah disedekahkan oleh masyarakat akan dijual ke Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan hasilnya akan dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat,” ungkap Abid.

Lebih lanjut, pada Minggu, 28 Agustus 2022, mahasiswa KKN Unit VII.B.1 telah melakukan pendampingan kepada masyarakat Pucanganom II dalam pembentukan dan pelatihan administrasi pengurus Shodaqoh Sampah. Hadir sebagai pemateri adalah Amir Hidayatulloh, S.E., M.Sc., selaku dosen Akuntansi UAD. 

Saat memberikan materi, ia memberi masukan, “Saya berharap, agar pembukuan administrasi pengurus Shodaqoh Sampah tidak lagi menggunakan buku konvensional. Melainkan, buku administrasi yang berbentuk digital, tujuannya untuk efisiensi pendataan administrasi kegiatan Shodaqoh Sampah ini.” (Fauzan/guf)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-UAD-melakukan-Pendataan-Indeks-Kesejahteraan-Sosial-IKS-pada-salah-satu-warga-Pucanganom-II-Foto-Istimewa-scaled.jpg 1707 2560 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-09-07 14:28:482022-09-07 14:28:48KKN UAD Dukung Percepat Program Bantul Bebas Sampah 2025

Yang Dicintai dan yang Dibenci Allah

07/09/2022/in Terkini /by Ard

Kajian Rutin Ahad Pagi Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Widia)

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada 4 September 2022 kembali adakan Kajian Rutin Ahad Pagi dengan mengambil tema “Yang Dicintai dan yang Dibenci Allah”. Dr. H. Ustadzi Hamzah, M.Ag. hadir sebagai narasumber membahas sabda Rasulullah saw. mengenai tiga hal yang diridai Allah dan tiga hal yang dibenci oleh Allah. Tema ini dipilih dengan harapan masyarakat dapat memenuhi perintah Rasulullah saw. yaitu menghayatinya.

Ustadzi Hamzah membuka kajian dengan hadis Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah yang berbunyi “Sesungguhnya Allah rida atas tiga hal, yang pertama selalu beribadah kepada Allah, yang kedua tidak melakukan syirik atau perbuatan yang menyekutukan Allah, dan yang ketiga selalu berpegang teguh kepada agama Allah dan tidak bercerai berai. Kemudian Allah membenci tiga hal, yang pertama perbuatan yang berdasar pada katanya-katanya, yang kedua banyak tanya yang maksudnya di sini bukan untuk mengerti dan paham tetapi lebih kepada hanya sekadar keingintahuan, kemudian terakhir yaitu menghamburkan uang.”

“Hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ini tidak mungkin bertentangan dengan Al-Qur’an, karena Rasulullah saw. dalam menyampaikan serta mengucapkan sesuatu tidak bersumber dari hawa nafsu melainkan bersumber dari Al-Qur’an,” jelas Ustadzi Hamzah.   

Ia kemudian menjelaskan mengenai apa yang dimaksud dari ibadah. Ibadah merupakan mendekatkan diri kepada Allah dengan menaati segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya, serta mengamalkan segala hal yang diizinkan oleh Allah. “Dalam agama Islam, ibadah dibedakan menjadi dua yaitu ibadah yang bersifat khusus dan ibadah yang bersifat umum.”

Ibadah yang bersifat umum ialah segala amalan yang diizinkan oleh Allah, contohnya aktif dalam masyarakat. Sedangkan ibadah khusus yaitu apa yang telah ditetapkan oleh Allah terkait perincian-perinciannya, tingkah dan tata caranya telah ditentukan oleh Allah secara spesifik. Contohnya yaitu salat, zakat, puasa, dan haji.

“Ibadah umum dan khusus semuanya harus menyatu, kita tidak boleh memilah-milah. Sebagai umat Islam, keduanya harus kita lakukan karena tertib dalam mengunjungi masjid, puasa, zakat, dan salat, juga harus diimbangi dengan tertib bermasyarakat. Hal inilah yang dicintai oleh Allah dan Rasulullah,” tutupnya. (wid)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kajian-Rutin-Ahad-Pagi-Masjid-Islami-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD.jpg 540 960 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-09-07 14:02:162022-09-07 14:02:16Yang Dicintai dan yang Dibenci Allah

Mahasiswa UAD Dampingi Masyarakat Olah Singkong Jadi Tepung Serbaguna

06/09/2022/in Terkini /by Ard

Mahasiswa HMPS Bisnis Jasa Makanan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) saat menggelar pelatihan pembuatan tepung gaplek dari bahan baku singkong (Foto: Istimewa)

Himpunan Mahasiswa Program Studi Bisnis Jasa Makanan (HMPS Bisma) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mendapatkan hibah Program Pemberdayaan Masyarakat Desa (P2MD) tahun 2022. P2MD adalah kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa melalui organisasi mahasiswa (ormawa) yang bertujuan agar mahasiswa mampu menumbuhkan rasa peduli dan turut berkontribusi kepada masyarakat desa, terbangun desa binaan yang aktif, mandiri, berwirausaha, dan sejahtera. Selain itu dapat menerapkan karakter positif, empatik, peduli, ulet, kreatif, serta bertanggung jawab melalui ormawa.

P2MD membawa misi menemukan atau mengembangkan potensi desa untuk pembinaan dan pemberdayaan masyarakat. Mereka juga membangun kerja sama yang baik antara organisasi mahasiswa, perguruan tinggi, pemerintah daerah, swasta dan masyarakat, serta membangun kemandirian masyarakat secara berkelanjutan. Tak ketinggalan, peran penting lain seperti mengembangkan kegiatan kemahasiswaan di desa yang dapat direkomendasikan sebagai konversi mata kuliah pun digalakan.

P2MD HMPS Bisma UAD 2022 ini diketuai oleh Atika Silma Daima. Sementara Nisywa Dwiza Reihan, Indah Sinawang Cahyani, Dwi Lestari Lukviana, Lathifah Apriana Putri, Fani melani, Fatma Dwi Kusuma, Puandira Caesha Naila Syaltha, Hafidz Izzulhaq Hadian, dan Muhammad Rasyid Ridha berperan sebagai anggota. Mereka semua berasal dari Prodi Bisma. Tim hebat tersebut dibimbing Yunda Maymanah Rahmadewi, S.T.P., M.Sc. yang juga merupakan dosen Prodi Bisma.

Pada Sabtu, 3 September 2022, mereka sukses menggelar pelatihan pembuatan tepung gaplek dari bahan baku singkong khas Gunung Ireng, Pengkok, Gunungkidul. Kegiatan ini diikuti oleh beberapa perwakilan dari Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Dukuh Panjatan, Ngembes, Pengkok, Srumbung, Ngrancahan, Kalinampu, Desa Pengkok. Acara telah terlaksana dengan baik di Balai Padukuhan Pengkok.

Saat diwawancarai via WhatsApp (03-09-2022), Silma menjelaskan, program tersebut merupakan salah satu usaha dalam meningkatkan potensi kewirausahaan dan kreativitas masyarakat dalam mengembangkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Desa Pengkok.

“Dengan adanya pelatihan pembuatan tepung gaplek ini, ibu-ibu diharapkan dapat memanfaatkan hasil panen singkong dari kebunnya. Harapan lainnya yakni dapat memperpanjang umur simpan singkong dan dapat diolah menjadi berbagai macam produk. Salah satu pelatihan yang akan dilakukan Tim P2MD minggu depan adalah pelatihan pembuatan keripik, brownies, dan cookies dari bahan baku singkong yang sudah diolah menjadi tepung gaplek,” terangnya.

Terakhir, harapan P2MD HMPS Bisma adalah dapat memanfaatkan hasil panen lokal masyarakat berupa singkong. Selebihnya, setelah dilakukan program pemberdayaan ini, masyarakat dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan. Nantinya produk yang dihasilkan akan digunakan sebagai oleh-oleh khas dari wisata Gunung Ireng di Desa Pengkok, Gunungkidul, Yogyakarta. Oleh karena itu, masyarakat akan berdaya dengan menghasilkan produk khas secara mandiri yang unik dan menarik. (ctr)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/HMPS-Bisma-UAD-saat-menggelar-pelatihan-pembuatan-tepung-gaplek-dari-bahan-baku-singkong.jpg 854 1280 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-09-06 09:34:182022-09-06 09:34:18Mahasiswa UAD Dampingi Masyarakat Olah Singkong Jadi Tepung Serbaguna

KKN UAD Bantu Warga Kelola Sampah Rumah Tangga Anorganik

06/09/2022/in Terkini /by Ard

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) memasang kantong pilah sampah anorganik di rumah warga (Foto: Istimewa)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menerjunkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat yang berlokasi di Padukuhan Mayungan 2, Desa Murtigading, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul. Pada pengabdian kali ini, mahasiswa yang tergabung dalam Unit KKN VII.A.3 berfokus dalam pengelolaan sampah rumah tangga untuk membantu percepatan program Bantul Bebas Sampah 2025.

Dalam melaksanakan program kerja baik tematik maupun nontematik, salah satu yang diusung oleh kelompok KKN VII.A.3 di bawah dosen bimbingan Dr. Surahma Asti Mulasari, S.Si, M.Kes. yakni melakukan pemilahan sampah anorganik dengan bentuk “Shodaqoh Sampah” menggunakan tiga kantong pilah sampah. Untuk menyukseskan program tersebut, para mahasiswa membagikan tiga kantong kepada setiap warga Padukuhan Mayungan 2 guna memisahkan sampah anorganik. Sehingga warga bisa menggunakan kantong pilah sampah itu untuk kemudian hasilnya disedekahkan kepada Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Murtigading.

Sembari membagikan kantong pilah sampah, mahasiswa KKN juga melakukan edukasi serta sosialisasi penggunaan tiga kantong itu kepada warga. Dijelaskan bahwa kantong berwarna merah digunakan untuk sampah berbahan dasar plastik, kantong berwarna hitam untuk sampah besi dan kaca, kemudian kantong berwarna biru khusus untuk sampah kertas.

Lebih lanjut, sampah-sampah anorganik yang terkumpul akan dikelola oleh BUMKal. Pembagian dana dari hasil penjualan sampah anorganik sebesar 30% akan digunakan untuk operasional seperti membayar pegawai BUMKal, sedangkan 70% untuk kepentingan dusun seperti pembangunan, pendidikan, santunan, dan kegiatan lainnya.

Adanya program Shodaqoh Sampah ini, mahasiswa KKN UAD berharap dapat menjadi percontohan bagi daerah-daerah lain berkaitan dengan pengelolaan sampah anorganik. Paling penting, bisa mengurangi permasalahan sampah guna keberlangsungan hidup generasi selanjutnya yang lebih bersih dan sehat. (guf)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-memasang-kantong-pilah-sampah-anorganik-di-rumah-warga-Foto-Istimewa.jpeg 900 1600 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-09-06 09:18:072022-09-06 09:18:07KKN UAD Bantu Warga Kelola Sampah Rumah Tangga Anorganik

45 Mahasiswa Akuntansi Ikuti Program Magang Kampus Merdeka

06/09/2022/in Terkini /by Ard

Pelepasan mahasiswa magang Kampus Merdeka dari Prodi Akuntansi FEB Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Istimewa)

Sebanyak 45 mahasiswa Program Studi (Prodi) Akuntansi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) angkatan 2019 berhasil lolos Program Magang Kampus Merdeka dan pada 1-9-2022 mengikuti acara pelepasan untuk mempersiapkan keberangkatan. Bertempat di Aula Masjid Islamic Center UAD, acara dihadiri oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan dosen-dosen Prodi Akuntansi.

Mewakili Rektor, Utik Bidayati, S.E., M.M. selaku Wakil Rektor Bidang Keuangan, Kehartabendaan, dan Administrasi Umum, melakukan pelepasan secara langsung. Selanjutnya, para mahasiswa akan melaksanakan magang selama 4 bulan di 21 mitra berbeda. Seperti program Kampus Merdeka lainnya, kegiatan magang ini juga akan mendapatkan rekognisi hingga 20 SKS pada mata kuliah yang relevan.

Dalam sambutannya, Utik berpesan bahwa mahasiswa harus menjalankan kegiatan magang dengan baik agar bisa merasakan manfaatnya. “Dengan usaha yang maksimal, kalian nanti dapat menikmati hasilnya seperti membangun jejaring yang semakin kuat, memberikan jejak yang baik, dan memperkuat Prodi Akuntansi serta nama baik UAD,” ungkapnya.

Program yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia ini menawarkan insentif sebesar Rp1.200.000,00 yang akan diterima mahasiswa setiap bulannya. Nantinya, insentif tersebut akan disalurkan melalui hibah Program Kompetisi-Kampus Merdeka (PK-KM).

Diketahui sebelumnya bahwa Prodi Akuntansi telah berhasil memperoleh hibah Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) pada tahun 2020. Lalu, pada 2021 mereka juga berhasil memperoleh hibah PK-KM untuk pertama kali. Dilanjutkan pada 2022 yang sukses menjadi tahun kedua bagi mereka untuk mendapatkan hibah PK-KM lagi.

Dalam pelaksanaannya, hibah ini ditujukan untuk akselerasi program Kampus Merdeka di Prodi Akuntansi. Adapun sejumlah aktivitas yang diusung dalam program ini antara lain adalah magang, praktik kewirausahaan, visiting lecturer, peningkatan kompetensi dosen, dan pengembangan laboratorium bisnis syariah serta mini bank syariah. (tsa)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pelepasan-mahasiswa-magang-Kampus-Merdeka-dari-Prodi-Akuntansi-FEB-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Istimewa.jpg 768 1024 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-09-06 08:14:442022-09-06 08:14:4445 Mahasiswa Akuntansi Ikuti Program Magang Kampus Merdeka

Tim PKM UAD Beri Pelatihan Peningkatan Omzet kepada Pelaku Usaha

06/09/2022/in Terkini /by Ard

Pelatihan Peningkatan Daya Saing Usaha melalui Digital Marketing oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Istimewa)

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menghelat pelatihan dengan tema “Peningkatan Daya Saing Usaha melalui Digital Marketing dan Packaging” pada 15‒16 Agustus 2022. Pelatihan ini menyasar pelaku usaha yang terhimpun dalam Ikatan Pengusaha ‘Aisyiyah (IPAS) Yogyakarta dengan bentuk usaha yang beragam.

Diikuti oleh 25 anggota IPAS Yogyakarta, pelatihan digelar dengan mengundang narasumber dari berbagai bidang seperti akademisi, praktisi, dan pelaku usaha untuk mendapatkan aspek yang lengkap. Pada hari pertama, kegiatan diisi dengan materi tentang sosialisasi awal, penentuan STP (Segmentasi, Target, Pasar), pemasaran melalui Instagram, dan pemasaran melalui Shopee. Sementara pada hari kedua, materi yang disampaikan meliputi urgensi desain kemasan dan cara membuatnya agar menarik serta kemasan ramah lingkungan.

Program PKM ini merupakan bentuk kemitraan antara UAD dengan IPAS Yogyakarta yang diinisiasi oleh Lulu Nafiati, S.E., M.Sc. dan Sulistyawati, S.Si., M.P.H., Ph.D. Dalam pelaksanaannya, mereka dibantu oleh tim pelaksana teknis yang terdiri atas Dr. Surahma Asti Mulasari, M.Kes., Dr. Tri Wahyuni Sukesi, M.P.H., Dr. Bambang Sudarsono, M.Pd., Dr. Fatwa Tentama, M.Si., Herman Yuliansyah, S.T., M.Eng., dan Fanani Arief Ghozali, S.Pd., M.Pd.

Selaku ketua program, Lulu menyampaikan bahwa pelatihan tersebut akan memberi banyak manfaat untuk para pelaku usaha. “Di masa sekarang, cara yang paling tepat untuk meningkatkan omzet adalah melalui digital marketing dan packaging,” ungkapnya. Ia juga berharap agar hasil dari pelatihan ini dapat diterapkan oleh peserta.

Hal senada juga dijelaskan oleh Sulistyawati bahwa selain packaging yang menarik, pelaku usaha juga perlu memperhatikan sisi kesehatan dari packaging tersebut. “Solusinya adalah melalui penggunaan kemasan yang ramah lingkungan,” tandasnya. (tsa)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pelatihan-Peningkatan-Daya-Saing-Usaha-melalui-Digital-Marketing-oleh-Tim-Pengabdian-kepada-Masyarakat-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Istimewa.jpg 960 1280 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-09-06 07:54:372022-09-06 07:54:56Tim PKM UAD Beri Pelatihan Peningkatan Omzet kepada Pelaku Usaha

Kuliah di PBSI UAD, Apa yang Bisa Didapat?

05/09/2022/in Terkini /by Ard

Acara Sapa Prodi PBSI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan narasumber Iis Suwartini, M.Pd. (kanan) (Foto: Catur)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melalui akun Instagram @pmb_uad melakukan siaran langsung pada Selasa, (30-08-2022) mengenai seluk-beluk Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI). Hadir sebagai narasumber tunggal Iis Suwartini, M.Pd. selaku dosen di Prodi PBSI dan Tim Pembina Mahasiswa (TPM).

Selaku TPM, Iis mengakui dirinya diberikan amanah oleh pihak universitas untuk membina, merangkul, mempersiapkan, melatih, dan membimbing mahasiswa baik di bidang minat, bakat, maupun prestasi. Ia juga memberikan motivasi kepada mahasiswa agar potensi mereka dapat terarah dengan baik guna meraih prestasi. Saat ini, Iis membawahi tiga organisasi mahasiswa tingkat prodi yakni Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), Kreativitas Kita (Kreskit), dan Jaringan Anak Bahasa (JAB), beserta mengarahkan mahasiswa baru agar dapat menemukan bakat dan minat di Prodi PBSI.

Iis menjelaskan, akreditasi Prodi PBSI sudah mendapatkan nilai A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) periode tahun 2020–2025. Perkuliahan untuk semester depan sudah mulai dilakukan secara luring.

“Lulusan Prodi PBSI tidak hanya akan menjadi seorang guru, tetapi dapat menjadi penulis, editor naskah, wirausaha di bidang literasi, percetakan, memiliki usaha di bidang pembuatan media pembelajaran, presenter, wartawan, penyiar radio, sastrawan, dan sebagainya. Sebab, Prodi PBSI sendiri memiliki mata kuliah peminatan, di antaranya jurnalistik, kepenyiaran, perfilman, dan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA),” tuturnya.

Perbedaan Prodi Sastra Indonesia dengan PBSI terletak pada pengajaran yang diajarkan. Jika di Prodi PBSI, mahasiswa dibekali materi sastra beserta pengajarannya. Salah satunya adalah magang di sekolah dengan mengikuti Pelatihan Lapangan Persekolahan (PLP), mempelajari materi media pembelajaran, dan instrumen pembelajaran. Dengan mengikuti PLP, mahasiswa akan terjun secara langsung untuk mengajar siswa di kelas. Tentunya dengan bekal yang diperoleh selama di bangku kuliah.

“HMPS PBSI sendiri sudah sangat banyak menorehkan prestasi. Pada tahun 2020 mendapatkan hibah pengabdian kepada masyarakat yang diperoleh dari kementrian. Begitu pun dengan tahun 2021–2022 banyak penghargaan yang telah diraih mulai dari tingkat regional sampai tingkat nasional baik di bidang sastra, teater, jurnalistik, penalaran, maupun hibah pengabdian kepada masyarakat,” paparnya.

Di sesi akhir acara, Iis menyampaikan untuk tidak perlu ragu dan takut saat memilih masuk di Prodi PBSI karena sudah terbukti banyak melahirkan generasi hebat. Pilihlah universitas yang banyak memberikan keuntungan bagi mahasiswa. Dengan masuk UAD, kita dapat mengembangkan bakat dan minat yang dimiliki. Tidak lupa juga dengan banyaknya beasiswa yang ada. Itu semua, harapannya dapat mempermudah mahasiswa untuk meraih cita-cita.

“Di mana pun teman-teman nantinya memilih universitas untuk menimba ilmu, pilih perguruan tinggi yang bisa mengapresiasi perkembangan minat bakat yang dimiliki secara penuh. Jangan sampai salah pilih karena sudah pasti akan menyesal di kemudian hari. Kesuksesan seorang mahasiswa tidak hanya bisa tercapai dari kepandaian dan nilai yang dimilikinya. Namun lingkungan keluarga, teman, sahabat, dan universitas juga berpengaruh. Semoga selalu semangat untuk mencari universitas impian yang teman-teman harapkan!” (ctr)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Acara-Sapa-Prodi-PBSI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dengan-narasumber-Iis-Suwartini-M.Pd_.-Foto-Catur.jpg 411 579 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-09-05 10:23:482022-09-05 10:23:48Kuliah di PBSI UAD, Apa yang Bisa Didapat?

Business Plan Competition, Tingkatkan lde Kreativitas Bisnis Mahasiswa UAD

05/09/2022/in Terkini /by Ard

Webinar Business Plan Competition oleh BEM FTI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Laela)

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknologi Industri Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada 29 Agustus 2022 adakan Webinar Business Plan Competition dengan mengusung tema “Showing and Growing Your Business ldea”. Acara ini menjadi salah satu rangkaian program kerja dari Departemen Ekonomi Kreatif BEM FTI UAD, dengan tujuan sebagai wadah untuk meningkatkan kreativitas ide dan menyiapkan rancangan bisnis yang selaras dengan perkembangan zaman. Mahasiswa dan pelajar se-DlY termasuk sasaran target dari webinar ini.

Berlangsung selama tiga jam melalui Zoom Meeting, dalam acara itu hadir Muhammad Fauzi Abdullah selaku pemateri sekaligus Kepala Departemen Kewirausahaan PKM Center UAD. Sebanyak 41 partisipan yang terdiri atas BEM FTl UAD, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), dan partisipan umum lainnya ikut dalam acara tersebut.

“Harapannya dengan terlaksananya Webinar Business Plan Competition ini dapat memberikan banyak manfaat kepada seluruh partisipan. Semoga pula dapat menambah semangat dalam meningkatkan ide kreativitas bisnis yang mumpuni hingga masuk dalam konsep perancangan bisnis, sehingga terwujud implementasi berbisnis dalam kehidupan nyata. Keaktifan partisipan menjadi bukti kelancaran webinar ini. Selain paham akan teori, webinar juga menjadi bekal kita untuk membangun usaha sendiri ataupun saat bekerja di sebuah instansi,” papar Anzala Ahmad Sauqi selaku Gubernur BEM FTl UAD dalam sambutannya.

Masuk ke tema bahasan, Muhammad Fauzi begitu ia akrab disapa, menyampaikan bahwa UAD memberikan wadah untuk mengembangkan kreativitas mahasiswa dalam berbisnis. Program tersebut biasa dikenal dengan nama PKM Center UAD. Terdapat empat bagian dari PKM yakni Departemen PKM yang terdiri atas PKM dan FFMI, Departemen PM terdiri atas PPK Ormawa dan Abdidaya, Departemen KWU terdiri atas P2MW dan KBMK, serta Departemen Saintek terdiri atas LIDM, Gemastik, Satria Data, dan lain-lain.

“Program tersebut merupakan peluang yang harus dimanfaatkan mahasiswa untuk mengembangkan diri dalam dunia bisnis. Program juga bergerak dalam ketentuannya masing-masing, seperti halnya menitikberatkan pada orientasi ide, proses, dan hasil usaha. Tak ketinggalan, terdapat pula pembinaan, pendampingan, serta pelatihan usaha kepada mahasiswa, khususnya kepada peserta yang lolos dalam P2MW,” jelas Muhammad Fauzi.

Lebih lanjut ia menjelaskan, “Hal yang harus diperhatikan dalam berbisnis yaitu rancangan inovasi produk yang menarik, karena pada faktanya UMKM masih banyak menghadapi kendala terutama dalam menghadapi persaingan global. UMKM merupakan bentuk konkret dalam membantu, mendukung pertumbuhan, dan perkembangan usaha kecil. Selain itu, strategi marketing yang berikatan dengan harga jual juga termasuk aspek penting yang harus diperhatikan dalam berbisnis.”

“Melihat kemajuan teknologi saat ini, pemasaran dengan menggunakan media sosial akan lebih efektif. Namun hal tersebut tidak menutup kemungkinan meminimalisasi pemasaran secara langsung,” tutupnya. (lae)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Webinar-Business-Plan-Competition-oleh-BEM-FTI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Laela.jpg 655 1277 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-09-05 08:33:012022-09-05 08:33:01Business Plan Competition, Tingkatkan lde Kreativitas Bisnis Mahasiswa UAD
Page 398 of 769«‹396397398399400›»

TERKINI

  • IMM FAI UAD Sukses Gelar Darul Arqam Dasar 202609/07/2026
  • UAD Perkuat Literasi Kesehatan Ibu-Ibu Aisyiyah09/07/2026
  • Tim PESTAMI UAD Olah Limbah Pisang Jadi Inovasi Ekonomi Sirkular09/07/2026
  • FEB UAD Gelar 3rd International Economic Fair 202609/07/2026
  • Mahasiswa Ilkom UAD Sukses Gelar Dahlan Muda Fashion Week 309/07/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa Kedokteran UAD Raih Juara II Lomba Literature Review Tingkat Nasional09/07/2026
  • Mahasiswa Sistem Informasi UAD Raih Dua Penghargaan Nasional Lewat Inovasi Bioenergi Daun Pepaya Jepang08/07/2026
  • Mahasiswa Ilmu Komunikasi UAD Juara 1 Lomba Fotografi di Ajang SILAT APIK PTMA 202606/07/2026
  • Mahasiswa UAD Juara I Poster Competition GALA BISMA VI 202602/07/2026
  • Mahasiswa Ilmu Komunikasi UAD Raih Juara III dalam University Clash 202625/06/2026

FEATURE

  • Irgiawan Aditya Rangga Alumnus UAD dengan Segudang Prestasi Akademik dan Nonakademik03/07/2026
  • Kisah Noval Arwansyah: Belajar, Bertumbuh, dan Berprestasi03/07/2026
  • Menggali Makna Hijrah Rasulullah: Benteng Keselamatan dan Kunci Masyarakat Madani27/06/2026
  • Hukum Puasa Asyura Tanpa Tasu’a: Kajian Ahad Pagi UAD Kupas Tuntas Fikih Muharram22/06/2026
  • Dari Jalur Beasiswa, Rentetan Medali, Hingga Predikat Wisudawan Berprestasi18/06/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top