• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Pusat Barang Hilang: Inisiatif Keamanan untuk Mahasiswa

11/11/2014/0 Comments/in Terkini /by Super News

 

Ditemui di pos satpam kampus II Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Ngadi Widodo menuturkan bahwa tidak ada peraturan kampus tentang pengelolaan pusat barang hilang yang selama ini telah beroperasi di setiap kampus. Menurut laki-laki yang telah mengabdi di UAD selama hampir 29 tahun ini, pengelolaan Pusat Barang Hilang adalah inisiatif dari pihak Keamanan yang berkoordinasi dengan bagian Kerumahtanggaan dan Cleaning Service.

            Sejak 2005 saat Ngadi Widodo dipindahtugaskan ke kampus II, petugas keamanan direpotkan dengan sulitnya melacak berbagai barang hilang atau tertinggal di area kampus. Oleh karena itu, mereka memulai pengelolaan Pusat Barang Hilang dengan tujuan agar dapat melayani dan membantu mahasiswa semaksimal mungkin.

Tidak hanya pihak Keamanan dan Cleaning Service, selama ini mahasiswa juga turut berperan aktif dalam pelaporan barang hilang atau tertinggal. Namun dengan tidak adanya peraturan kampus, klaim atas barang temuan yang dipamerkan di lemari Pusat Barang Hilang dilakukan dengan sistem kejujuran. Mahasiswa hanya menuliskan identitas di buku pengambilan barang temuan.

Saat ditanya bagaimana dengan barang temuan yang terlalu lama tidak diklaim oleh pemiliknya?

            Ngadi menjelaskan bahwa barang yang terlalu lama atau bahkan pemiliknya sudah lulus, kami salurkan ke panitia Bakti Sosial (Baksos). Tolong kalau ada barang yang masih berguna atau bermanfaat, silakan disumbangkan saja. Kalau untuk berapa lamanya, kami tidak membatasi, selama lemari display masih muat. Kalau sudah tidak muat, kami kumpulkan di pos satpam tengah.(Dev)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png 0 0 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2014-11-11 01:08:462014-11-11 01:08:46Pusat Barang Hilang: Inisiatif Keamanan untuk Mahasiswa

Sajikan Islam dengan Cara Berbeda

11/11/2014/0 Comments/in Terkini /by Super News

            Berbagai acara dalam rangka Milad Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ke-54 terus berlanjut. Salah satunya lomba Cerdas Cermat yang diikuti oleh dosen UAD. Lomba yang diadakan pada Sabtu (8/11/2014) di hall kampus II ini diikuti oleh 12 kelompok dari 8 fakultas. Tujuan lomba ini adalah untuk mengeratkan ukhwah antardosen, meningkatkan wawasan, dan pemahaman tentang al-Islam serta kemuhammadiyahan.

           Menurut keterangan  Dra. Nurmahni, M.Ag. selaku ketua panitia pelaksana, lomba ini dibagi menjadi dua babak, yaitu babak penyisihan dan babak final. Pada babak penyisihan, juri melempar pertanyaan yang selanjutnya menjadi rebutan para kelompok. Setelah melewati babak penyisihan, tiga kelompok yang berhasil maju ke babak final adalah Fakultas Teknologi Industri, Fakultas Hukum, dan Fakultas Psikologi. Ketiganya kembali bertanding di babak final.

Lomba yang baru pertama kali diadakan di Milad UAD ini mempercayakan Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) sebagai juri, yakni Dra. Nurmahni, M.Ag. dan Sucipto, S.Pd., M.Pd. BI. Selain itu, di babak final juga mendatangkan juri khusus, yaitu Dr. H. Untung Cahyono, Dr. H. Kamiran Komar, dan Dr. H. Hamdan Hambali.

“Kami mencoba untuk menyajikan Islam dengan cara sedikit berbeda,” ujar Nurmahni saat ditemui dalam kemeriahan acara lomba tersebut.

Akhirnya, Fakultas Psikologi keluar sebagai juara, kemudian disusul oleh Fakultas Hukum, lalu Fakultas Teknologi Industri di posisi ketiga. Para juara mendapatkan hadiah berupa uang dan sertifikat yang akan diberikan pada puncak perayaan Milad UAD.

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/field/image/sajikan_islam_dengan_cara_berbeda_2.jpg 299 448 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2014-11-11 01:03:012014-11-11 01:03:01Sajikan Islam dengan Cara Berbeda

Mengkritisi Model Pengajaran Bahasa dan Sastra di Indonesia

07/11/2014/0 Comments/in Terkini /by Super News

 

Oleh

Wajiran, S.S., M.A.

(Mahasiswa PhD University of Tasmania, Australia &

Dosen FSBK UAD Yogyakarta)

 

Acara sastra budaya yang dilaksanakan oleh kemendikbud di Padang pada tanggal 13 September 2014 merupakan kegiatan yang sangat positif bagi pendidikan kita. Pasalnya, selama ini ranah sastra seperti disepelekan, dianggap tidak penting. Walhasil, pengajaran yang diberikan di sekolah seperti setengah hati. Model dan materi pengajaran sangat tidak memenuhi standar agar siswa benar-benar mendapatkan manfaat dari mata pelajaran sastra dan budaya di sekolah.

Karya sastra memiliki peran besar di dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan (moral values) bagi generasi muda. Oleh karena itu, acara budaya yang diikuti sekitar 1200 orang itu merupakan tolakukur akan adanya kesadaran dari lembaga kemendikbud akan pentingnya sastra, bahasa dan budaya dalam proses pendidikan. Meskipun mungkin masih diperlukan adanya perubahan model pengajaran bahasa dan sastra bagi para siswa. Pengajaran bahasa dan sastra haruslah mampu merangsang siswa lebih kreatif. Memanfaatkan kekuatan daya khayal dan nalarnya dalam menelaah karya sastra sekaligus bias belajar berkarya. Dengan menelaah karya-karya yang bagus para siswa mendapatkan pelajaran dan contoh yang baik dari tokoh-tokoh dalam karya sastra itu.

Karya sastra merupakan media yang paling istimewa. Media ini dapat diterima di segala kalangan. Model penyampaian gagasan, pendapat dan kritik yang disampaikan di dalam karya sastra lebih fleksible, sehingga secara tidak langsung pembaca akan terpengaruh oleh gagasan yang ada di dalam sastra itu. Itulah sebabnya, Lotman mengatakan bahwa karya sastra adalah media yang tidak tergantikan dengan media lain, literature is untransmitable by other means.

Mengingat pentingnya pengajaran bahasa dan sastra dalam menanamkan nilai-nilai moral, maka perlu kiranya dipertimbangkan kembali model pengajaran sastra di negeri kita. Sebagaimana yang pernah penulis alami, pengajaran bahasa dan sastra dari SMP sampai SMA hanya menghafalkan nama-nama pengarang serta judul-judul karyanya, sedangkan isi dari karya sastra itu justru tidak pernah ditelaah. Kalaupun kita dianjurkan membaca tetapi tidak pernah diajarakan untuk mencoba menulis kembali atau menceritakan kembali. Siswa hanya sekedar diminta mencari ringkasan dari inti suatu karya sastra. Lebih seringnya siswa hanya disuruh menghafal nama pengarang, judul dan angkatan karya sastra itu. Hal ini tentu tidak akan pernah menambah pengetahuan akan aspek lain dari pengajaran sastra.

Sebagai negara yang kaya dengan suku, agama dan budaya, negeri ini memiliki begitu banyak  sastrawan-sastrawan yang sangat mumpuni. Itu sebabnya sangat perlu diperkenalkan karya-karya mereka di sekolah. Khususnya karya sastra yang mengajarkan nilai-nilai kebaikan dan kemanusiaan. Novel-novel, puisi dan drama yang mengajarkan akan nilai-nilai kemanusiaan cukup penting untuk ditelaah, agar para siswa bisa berfikir dan berimajinasi berdasar nilai-nilai kebaikan yang ada di dalam karya sastra itu. Para siswa juga akan semakin terbuka atas dinamika kehidupan yang sesungguhnya terjadi di masyarakat. Pada dasarnya dinamika yang terefleksikan di dalam karya sastra adalah terjadi dalam masyarakat sesungguhnya.

Sebagai negara yang mayoritas berpenduduk muslim kita patut bersyukur dengan lahirnya karya-karya sastra yang telah ditulis oleh kaum muslim. Karya-karya sastra islami bias menjadi alternative yang menawarkan ajaran moral, dedikasi dan nilai-nilai kemanusiaan yang sangat penting bagi generasi muda. Nilai-nilai kemandirian, kesabaran, keikhlasan dan keteguhan dalam menjalan kehidupan secara benar sangat banyak tergambar di dalam karya-karya sastra islam. Itu sebabnya, sayang jika maraknya karya-karya sastra islam yang sangat baik ini tidak dimanfaatkan secara maksimal oleh generasi muda.

Adanya upaya ekranisasi dari karya sastra ke dalam film merupakan keuntungan tersendiri. Hal itu akan semakin memudahkan generasi muda menerima nilai-nilai moral yang terdapat di dalam karya sastra tersebut. Meskipun sebenarnya membaca akan lebih memberikan nilai positif bagi kepribadian para siswa. Dengan membaca daya imajinasi mereka akan semakin terolah karena terbiasa memanfaatkan daya intelektual mereka. Itulah sebabnya, pelajaran bahasa dan sastra harus dimanfaatkan untuk mendorong para siswa agar lebih suka membaca daripada menonton. Kebiasaan membaca telah banyak memberikan manfaat bagi perkembangan emosional, intelektual bahkan spiritual seseorang.

Kembali pada model pengajaran bahasa dan sastra di negeri kita. Rasanya generasi muda kita tidak akan mendapatkan manfaat yang lebih baikjika model pengajaran bahasa dan sastra masih sekedar menghafalkan penulis, angkatan dan ringkasan karya sastra. Model pengajaran yang menumpukan menghafal harus dirubah menjadi model penelaahan. Dengan kebiasaan menelaah atau meinterpretasi siswa akan terbiasa menggunakan daya intelektualnya merespon secara positif atas segala persoalan yang di hadapi masyarakat negeri ini. Siswa juga akan memiliki kemampuan mengungkapkan baik dengan lisan dan tulisan, pemikiran-pemikiran mereka atas penyelesaian persoalan yang dihadapi masyarakatnya. Semoga!

Hobart-Australia, 15 September 2014

 

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png 0 0 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2014-11-07 02:31:322014-11-07 02:31:32Mengkritisi Model Pengajaran Bahasa dan Sastra di Indonesia

Harumkan UAD dan Indonesia Lewat Debat Bahasa Arab

07/11/2014/0 Comments/in Terkini /by Super News

Harumkan UAD dan Indonesia Lewat Debat Bahasa Arab

Setelah menyabet juara II lomba Debat Bahasa Arab antar-universitas se-Indonesia pada Festival Timur Tengah 2014 di Universitas Indonesia, kini salah satu mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yaitu Ahmad Luqman Hakim kembali meraih 1st Runner Up Debat Bahasa Arab antar-universitas se-Malaysia dalam acara Ma’al Hijrah Arabic Debate Championship 1436 H/2014 M. Acara yang diikuti oleh 20 universitas ini berlangsung di International Islamic Universiti Malaysia (IIUM) Gombak, Kuala Lumpur, Malaysia.

Luqman yang merupakan mahasiswa semester VII Program Studi Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Tarbiyah dan Dirasat Islamiyah UAD, mendapatkan beasiswa Dirjen DIKTI untuk mengikuti Program ASEAN International Mobility Student (AIMS) di Universiti Malaya. Kemudian, ia terpilih untuk mewakili Tim Debat Bahasa Arab Universiti Malaya.

Selama ini, Luqman dilatih secara intensif oleh pembimbing debat bahasa Arab berkebangsaan Libya, Dr. Shabah Madhi. Ia merupakan salah satu Asisten Profesor di Akademi Pengajian Islam Universiti Malaya, dan tergabung dalam tim utama mewakili Universiti Malaya.

“Selain dilatih di UM, sebenarnya saya sudah mendapatkan teknik seni debat bahasa Arab dari dosen Bahasa dan Sastra Arab UAD, yaitu Abdul Malik, S.S., M.Hum. Hal tersebut sangat bermanfaat dan berpengaruh dalam kemenangan saya di Malaysia,” terang Luqman.

Acara tersebut juga diikuti oleh International Islamic Universiti Malaysia (IIUM), Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), Universiti Malaya (UM), Universiti Pertahanan Malaysia (UPM), Kolej Pengajian Tinggi Islam Johor (MARSAH), Universiti Sultan Zainal Abidin Malaysia (UNISZA), dan berbagai universitas lainnya. 

“Alhamdulillah kami juara, Luqman dari UAD ini sangat berpengaruh dalam kesuksesan tim debat Universiti Malaya. Karena sebelum ini, kami belum pernah menjuarai lomba Debat Bahasa Arab se-Malaysia,” tutur Dr. Muhammad Hazrul, salah satu dosen di Akademi Pengajian Islam Universiti Malaya.

Di lain pihak, Luqman juga menuturkan, “Saya sebagai mahasiswa UAD sangat bersyukur dapat mengharumkan nama Indonesia di negeri Jiran, walaupun dengan mewakili tim dari Universiti Malaya. Dan semoga ilmu yang saya dapatkan bisa bermanfaat untuk Indonesia, serta UAD khususnya.”

Ma’al Hijrah Arabic Debate Championship merupakan acara tahunan perlombaan debat bahasa Arab antar-universitas se-Malaysia. Acara ini berlangsung dari 31 Oktober−3 November 2014. Debat didesain dalam posisi pro dan kontra di antara kedua kelompok. Materi yang diperdebatkan seputar isu-isu tentang Malaysia, Islam, dan di dunia internasional.

Dari prestasi tersebut, Tim Debat Universiti Malaya mendapat hadiah berupa uang tunai sebesar RM 1500 atau sekitar 5,5 juta rupiah sebagai hadiah, dan RM 800 sekitar 3 juta rupiah sebagai penghargaan. Selain itu juga mendapatkan piagam, tropi, dan cinderamata.

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/field/image/harumkan_uad_dan_indonesia_lewat_debat_bahasa_arab.jpg 251 448 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2014-11-07 01:58:542014-11-07 01:58:54Harumkan UAD dan Indonesia Lewat Debat Bahasa Arab

Pengumuman: Jadwal Pembagian Beasiswa UAD Tahap II Diundur

06/11/2014/0 Comments/in Terkini /by Super News

 

Kamis, 6 November 2014 jadwal pembagian beasiswa UAD tahap II mengalami perubahan jadwal. Pemberian beasiswa ini dijadwalkan akan dibagikan pada tanggal 6 November 2014 pukul 80.00 di kampus 1 UAD. Namun berubah menjadi pukul 12.00. Ditemui di kantor Biro Kemahasiswaan dan Alumni, Hendro Setiono menyatakn bahwa hal ini disebabkan oleh keterlambatan mahasiswa yang mengumpulkan KHS.

Dia melanjutkan, bahwa hampir sekitar 100 mahasiswa yang belum mengumpulkan KHS sebagai bukti bahwa mahasiswa tersebut termasuk kedalam daftar penerima beasiswa. Bagi mahasiswa yang belum mengumpulkan KHS, BIMAWA memberikan kesempatan hingga akhir bulan ini.

Beasiswa sebesar 420.000 rupiah ini akan di bagikan pada pukul 12.00 hingga selesai, kepada sekitar 600 mahasiswa. Setiap mahasiswa wajib membawa fotokopi KTM, atau menunjukan KTM kepada petugas.

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png 0 0 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2014-11-06 04:11:002014-11-06 04:11:00Pengumuman: Jadwal Pembagian Beasiswa UAD Tahap II Diundur

PGSD dan BK Adakan Seminar Nasional

05/11/2014/0 Comments/in Terkini /by Super News

Program Studi PGSD & Bimbingan Konseling FKIP Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta akan mengadakan Seminar Nasional dengan tema “Optimalisasi Peran Pendidikan dalam Membangun Karakter Anak untuk Menyongsong Generasi Emas Indonesia”

Seminar tersebut akan diselenggarakan di Jogja Expo Center (JEC) pada hari Ahad, 14 Desember 2014.info lengkap kunjungi: www.pgsd.uad.ac.id dan www.bk.uad.ac.id

Pendaftaran peserta, via online dengan mengisi form pendaftaran di web www.pgsd.uad.ac.id disertai upload bukti transfer pembayaran seminar paling lambat 30 November 2014

Pendaftaran pemakalah: via online mengisi form pendaftaran pemakalah di web www.pgsd.uad.ac.id disertai upload abstrak.

Penerimaan abstrak  s.d 20 November  2014
Pengumuman abstrak diterima 22 November 2014
Upload full paper dan bukti transfer pembayaran seminar plg lambat 27 Nov 2014

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png 0 0 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2014-11-05 07:13:582014-11-05 07:13:58PGSD dan BK Adakan Seminar Nasional

Ciptakan Nasyid Berbeda

05/11/2014/0 Comments/in Terkini /by Super News

 

Minggu (2/11), diadakan lomba Nasyid untuk SMA dan SMK Muhammadiyah se-Yogyakarta. Lomba yang bertempat di auditorium Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kampus I ini diikuti oleh 19 grup. Lisna, mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) yang merupakan sekretaris acara lomba tersebut mengatakan, “Lomba nasyid diadakan untuk memeriahkan milad UAD yang ke-54. Selain itu, acara ini juga diharapkan dapat mengubah cara pandang orang terhadap nasyid.”

“Selama ini nasyid dianggap musik yang kuno, namun sekarang nasyid dapat dikolaborasikan dengan beatbox misalnya. Sehingga menghasilkan musik yang lebih segar. Kriteria penjurian dalam lomba ini terdiri atas materi yang dibawakan, penampilan, dan musikalitas dari masing-masing grup,” lanjutnya saat ditemui di tengah kemeriahan acara.

Salah satu peserta yang menamai grup mereka Nisanada mengatakan, persiapan yang dilakukan cukup mepet, namun mereka tetap berusaha melakukan yang terbaik untuk lomba kali ini.  

“Meskipun kami pernah menjuarai lomba Nasyid ketika Milad Fakultas Farmasi UAD, namun kali ini rasanya beda, rasanya grogi,” kata salah satu anggota Nisanada.  Grup yang terdiri atas Silma, Arika, Astria, Zulfi, dan Malika ini membawakan dua lagu. Satu lagu yang merupakan lagu wajib dan satu lagi lagu pilihan.

“Kami akan melakukan yang terbaik agar meraih juara lagi kali ini,” lanjutnya.

Lomba yang dimulai pukul 08.00 WIB ini diakhiri dengan pengumuman pemenang. Juara I diraih SMA Muhamadiyah 2 Yogyakarta, juara II diraih MA Muallimat, dan juara III diraih MA Muallimat. Selamat kepada para juara! Semoga dapat membuat nasyid yang berbeda!

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png 0 0 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2014-11-05 06:59:182014-11-05 06:59:18Ciptakan Nasyid Berbeda

UAD Gelar Training of Trainer

05/11/2014/0 Comments/in Terkini /by Super News

Sabtu (01/11), Universitas Ahmad Dahlan (UAD) adakan Training of Trainer Softskills (Pelatihan untuk Pemateri Softskills). Acara yang bertempat di Ros In Hotel Jalan Ringroad Selatan, Yogyakarta, ini diprakarsai oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) UAD. Acara berlangsung selama satu hari dan dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama dimulai pukul 08.00−12.00 WIB, dan sesi kedua dimulai pukul 13.00−16.00 WIB.

Hadir sebagai pemateri dalam acara tersebut, dr. Taufiqurrahman, M.Kes. selaku Ketua PWM DIY dan Dr. Khoirudin Bashori. Mereka mengarahkan peserta training agar mampu menjadi trainer yang andal. Selain itu untuk menyegarkan suasana, diadakan pula simulasi game oleh Tim Trainer Bimawa UAD.

Drs. Hendro Setyono, SE., M.Si. selaku Kepala Bidang Kemahasiswaan dan Alumni (Kabid Mawa) UAD sekaligus ketua panitia acara tersebut mengungkapkan, “Acara ini bertujuan untuk menyiapkan trainer-trainer andal serta berkomitmen, untuk nantinya mampu mengisi pelatihan softskills mahasiswa baru UAD 2014.”

Acara yang dibuka dan ditutup oleh Wakil Rektor III Dr. Abdul Fadlil, MT. tersebut dihadiri oleh beberapa dosen UAD. Mereka adalah peserta training yang bertugas mengisi pelatihan softskills akhir November mendatang. (CH)

 

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/field/image/uad_adakan_training_of_trainer_1.jpg 252 448 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2014-11-05 06:58:442014-11-05 06:58:44UAD Gelar Training of Trainer

21 SMA Muhammadiyah Ikuti Lomba Kreatifitas di UAD

05/11/2014/0 Comments/in Terkini /by Super News

 

Sebanyak 12 sekolah Muhamamdiyah di DIY mengikuti ajang kreatifitas di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Ahad (2/11). Ajang yang menjadi rangkaian peringatan Milad UAD ke-54 ini menampilkan beberapa event lomba antarpelajar. Antara lain lomba Pidato Bahasa Inggris, Cerdas Cermat Agama, Pidato Bahasa Arab, dan Nasyid.

Humas Milad UAD, Farida, mengatakan bahwa antusias sekolah Muhammadiyah mengikuti ajang ini cukup tinggi. Terbukti dari sekolah yang mengirimkan dua timnya sekaligus. “Melihat hal tersebut, ke depan ajang ini akan kami gelar bukan hanya untuk sekolah Muhammadiyah, tetapi juga sekolah umum,” ujarnya.

Lomba Cerdas Cermat Agama dimenangkan oleh SMA Muhammadiyah I,  juara II oleh MA Mualimat Yogyakarta, dan juara III diraih MA Mualimin Muhammadiyah Yogyakarta.
Sementara itu, dalam lomba Pidato Bahasa Arab, juara I diraih SMA Muhammadiyah Boarding School, juara II diraih MA mualimat Muhammadiyah, dan juara III diraih SMA Muhammadiyah Boarding School.

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png 0 0 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2014-11-05 06:49:212014-11-05 06:49:2121 SMA Muhammadiyah Ikuti Lomba Kreatifitas di UAD

Budaya Disiplin (Waktu)

04/11/2014/0 Comments/in Terkini /by Super News

Oleh: Dr. Suyatno, M.Pd.I.

Dosen Prodi PGSD Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta

Disiplin memang masih menjadi barang langka dan berharga di tempat kita, baik di sekolah, kampus, kantor, maupun di masyarakat umum. Kata-kata “mohon maaf Pak/Bu, saya terlambat” masih menjadi pemandangan sehari-hari. Terlambat masih dianggap hal yang wajar dan biasa, bahkan telah menjadi budaya. Bahkan di sebuah acara, ada yang telah membuat kesepakatan untuk terlambat selama 30 menit dalam setiap kali pertemuan. Sungguh mengherankan, kok “maksiat” disepakati. Apa gerangan sebabnya orang tidak disiplin dalam waktu? Sebab utamanya hanya satu, kurang menghargai nilai waktu. Kita tidak merasa kehilangan sesuatu dan eman-eman apabila kita terlambat beberapa menit bahkan jam ketika mengikuti sebuah acara rapat, seminar, kuliah, workshop dan lain sebagainya.

Bagaimana merubah budaya? Budaya memang tidak mudah untuk dirubah, dalam waktu yang singkat. Tidak mudah bukan berarti tidak bisa. Renald Khasali dalam bukunya Myelin mengungkapkan berdasarkan pengalaman bersama tim yang dipimpinnya, setidaknya ada 5 langkah yang harus dilakukan untuk merubah budaya, yaitu; dipaksa, terpaksa, bisa, biasa, dan akhirnya menjadi budaya.

Pertama, dipaksa. Untuk membuat perubahan secara masal memang tidak cukup menunggu kesadaran dari masing-masing individu, harus ada peraturan yang memaksa. Konon, orang-orang Barat bisa disiplin bukan hanya karena faktor individu melainkan ada aturan yang tegas dan tidak dapat ditawar-tawar. Yang salah ditindak tegas, yang benar ada jaminan keselamatan.

Kedua, setelah dipaksa orang akan merasa terpaksa. Orang akan terpaksa bekerja keras agar dapat mengikuti segala jadwal dan kegiatan secara on time, tidak terlambat. Mereka akan lebih memanage waktu sebaik-baiknya agar dapat melakukan setiap kegiatan dengan tepat waktu. Ketiga, setelah terpaksa beberapa lama akhirnya bisa. Tidak bisa bukan karena sulit melainkan karena belum pernah mencoba untuk tepat waktu.

 Keempat, setelah bisa toh akhirnya menjadi biasa. Pada fase ini orang sudah tidak lagi merasakan berat, apalagi merasa dipaksa dan terpaksa. Semuanya telah berjalan secara otomatis karena saraf dalam tubuh telah terkondisikan bahwa semuanya harus berjalan sesuai waktu yang ditentukan. Kelima, kebiasaan yang dilakukan berulang-ulang dan dibumbui dengan penghayatan akhirnya akan menjadi budaya. Maka terbentuklah budaya disiplin.

Menurut Khasali, untuk merubah budaya tidak disiplin menjadi budaya disiplin sebagaimana dijelaskan dalam langkah-langkah di atas, butuh waktu kira-kira 7 tahun. Memang cukup lama.

Selain lima langkah di atas ada satu hal lagi yang sangat penting untuk membentuk budaya kedisiplinan, yaitu dengan cara menetapkan the time of value. Hargailah waktu anda setinggi-tingginya. Sebagai contoh, seseorang telah menetapkan harga waktunya adalah 100.000,- rupiah per jam. Jika seseorang gagal memanfaatkan waktu 1 jam saja setiap hari maka seakan-akan orang itu telah kehilangan uang sebanyak angka itu. Bagaimana kalau gagal memanfaatkan waktu 2, 3, 4, atau 5 jam perhari? Tentu ia akan merasa kehilangan uang dalam jumlah lebih banyak lagi.

Ah, sungguh materialis. Jika ada yang berkomentar demikian, itu hanya sekedar contoh. Kita dapat menghargai waktu dengan cara yang berbeda-beda. Tetapi sebagai orang beriman, ada yang telah kita sepakati bersama bahwa bukankah Allah juga akan menanyakan kepada hamba-Nya setiap detik waktu yang telah dilewatkan?

 

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png 0 0 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2014-11-04 03:34:492014-11-04 03:34:49Budaya Disiplin (Waktu)
Page 603 of 766«‹601602603604605›»

TERKINI

  • Lulusan Fisika Harus Adaptif dengan AI01/07/2026
  • PK IMM FTI UAD Gelar Darul Arqam Dasar 202601/07/2026
  • Remote Physics Laboratory, Solusi Praktikum Fisika Jarak Jauh30/06/2026
  • PPK Ormawa IMM FKM UAD dan Dinkes Bantul Edukasi Kader Caturharjo Terkait Penyakit Tidak Menular29/06/2026
  • Kupas Peluang Green Jobs, BPSDM ESDM Ajak Fisikawan UAD Kawal Transisi Energi29/06/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa Ilmu Komunikasi UAD Raih Juara III dalam University Clash 202625/06/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Penghargaan Favorit pada Kompetisi Fotografi Internasional di Malaysia23/06/2026
  • Mahasiswa Gizi UAD Raih Dua Gelar Juara dalam Kompetisi Artikel Ilmiah Nasional 202622/06/2026
  • Tim CIVIC’S UNITED UAD Raih Juara Harapan I pada Semarak Keilmuan 2026 Lewat Inovasi Pengelolaan Sampah Sungai22/06/2026
  • Mahasiswa Kedokteran UAD Raih Medali Perunggu ONMIPA-PT 202618/06/2026

FEATURE

  • Menggali Makna Hijrah Rasulullah: Benteng Keselamatan dan Kunci Masyarakat Madani27/06/2026
  • Hukum Puasa Asyura Tanpa Tasu’a: Kajian Ahad Pagi UAD Kupas Tuntas Fikih Muharram22/06/2026
  • Dari Jalur Beasiswa, Rentetan Medali, Hingga Predikat Wisudawan Berprestasi18/06/2026
  • Menghindari Penyesalan Abadi11/06/2026
  • Menggali Makna Kesetiaan dan Pengorbanan01/06/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top