Dosen UAD Ajarkan Membuat Brownies Kukus dan Egg Roll

0
123

“Brownies dari tepung mocaf memiliki kelebihan yaitu tidak mengandung gluten yang terdapat di gandum. Tepung mocaf juga dinamai zero gluten di toko. Tepung ini melewati proses fermentasi, direndam 3 × 24 jam, sehingga bisa bertahan 9−14 bulan, tidak berjamur, dan tidak bau. Mocaf sendiri ialah produk asli desa Kemiri, Gunungkidul, yang sudah diekspor ke Malaysia,” jelas Dra. Sudarmini, M. Pd. saat memberikan pelatihan untuk Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dusun Pucangsari, Soga, dan Gunungkunir, desa Candirejo, Semanu, Gunungkidul.

Dra. Sudarmini, MPd. Saat Ajarkan Membuat Brownies Kukus

Tepung modified cassava flour (mocaf), atau dalam bahasa Indonesia berarti modifikasi tepung ketela pohon. Tepung ini memiliki tekstur lebih halus, elastisitas meningkat, lebih mengembang saat digunakan sebagai bahan baku pembuatan olahan kue, rendah gula, aman dikonsumsi oleh semua orang, serta cocok bagi penderita diabetes dan autis.

“Agar brownies berbeda dengan yang lainnya, ibu-ibu harus memberikan inovasi. Misalnya inovasi rasa seperti cokelat, pandan, keju, dan red velvet. Rasa brownies juga semakin sempurna dengan tambahan topping berupa kacang almond, parutan keju, dan choco chips,” ujarnya pada (7-2-2020).

Selain membuat brownies kukus, sehari sebelumnya, dosen tersebut bersama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta (UAD) juga memberikan pelatihan membuat egg roll di dusun Pucangsari, Candirejo, Semanu, Gunungkidul. Makanan ini berupa biskuit gulung yang bersifat renyah dan mudah pecah menjadi bagian-bagian kecil. Egg roll lazim dibuat dari tepung terigu, telur, margarin, dan gula, dan berbentuk gulungan. Namun, saat ini sudah berkembang varian egg roll dengan bahan dasar selain terigu, misalnya diganti dengan tepung mocaf yang berasal dari singkong.

Menurut Sudarmini, pelatihan pembuatan brownies dan egg roll selain memberikan keterampilan baru bagi ibu-ibu juga bertujuan untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Sehingga, kelak sesudah kegiatan pelatihan ini diharapkan mereka bisa membuat brownies sendiri dan dijadikan salah satu sumber pendapatan keluarga untuk menopang kemandirian ekonomi keluarga.