• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Hairini Nur Hanifah: Mahasiswa Berprestasi PBSI

06/04/2019/in Feature, Prestasi /by NewsUAD

Hairini Nur Hanifah tak pernah menyangka selama kuliah, ia akan mengunjungi berbagai negara. Dimulai dari Malaysia, Singapura, kemudian Thailand. Ayi, sapaan akrabnya, lahir di Rangkasbitung 3 Juli 1996. Anak sulung tiga bersaudara dari pasangan Dede Mulyadi dan Bai ini merupakan mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) semester delapan.

Berbagai prestasi telah diraih Ayi. Di antaranya menjadi finalis lomba debat nasional di Universitas Sriwijaya Palembang tahun 2017, finalis Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional di Universitas Brawijaya, pembicara pada seminar ilmiah mahasiswa PBSI di Universitas Sanata Dharma, pendamping kontingen pramuka “Lomba Pramuka Penegak Penggalang Putri” di Jawa Timur, Ketua Gugus Depan Teladan, serta Juara Umum Pramuka Gugus Depan/Pondok Alumni.

Ayi juga aktif di berbagai organisasi selama kuliah, yaitu Pendamping Asrama Putri UAD, Forum Apresiasi Sastra, dan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM-U) UAD. Perempuan berkacamata yang memiliki hobi membaca, menulis, melukis, dan travelling tersebut bercita-cita menjadi dosen dan peneliti.

Juli 2017, Ayi menjadi salah satu di antara lima delegasi universitas dalam acara International Summer Art Camp 2017 yang dilaksanakan di Universitas Teknologi Mara Malaysia. Ia berada di Malaysia selama dua minggu, yakni dari tanggal 1 sampai 14 Juli 2017. Berbagai kegiatan ia ikuti seperti pameran yang dibalut dengan seni.

Tanggal 18 sampai 20 Agustus 2017, Ayi mengikuti acara yang diselenggarakan Studec International dalam kegiatan Cultural Performance and Cultural Exchange Delegates of Pemuda Mendunia Singapore. Proses keberangkatan ke Singapura menemui banyak kendala, salah satunya terkait dana. Dana pribadi dari orang tua tidak punya, sementara dari kampus belum cair hingga H-1 keberangkatan. Namun Ayi tak habis cara. Ia meminta pengunduran masa pembayaran kepada panitia. Akhirnya, ia menunggu hingga kampus memberikan dana keberangkatannya ke Singapura.

Selain dana, kendala lainnya yang dialami Ayi adalah soal komunikasi. Selama di Singapura, gawai milikinya digunakan untuk komunikasi. “Untungnya, saya juga dibantu oleh para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang ada di Singapora. Mereka ada yang membantu menunjukkan jalan, dan lain-lain,” kenangnya.

Singapura tidak sekaya Indonesia dari segi kebudayaan. Sementara untuk menarik wisatawan, harus diadakan festival. Peran Ayi dibutuhkan di sini. Ia bersama tim menampilkan tarian, puisi, batik, serta makanan-makanan khas Indonesia. Ayi juga ditugaskan mewawancarai turis-turis yang datang ke Singapura terkait dengan wisata. Selanjutnya, hasil wawancara itu dipresentasikan.

Ternyata, Singapura bukan negara terakhir yang menuntun Ayi berpetualang. Kuliah Kerja Nyata Internasional (KKN-I) UAD 2019 membawa langkah Ayi ke negeri gajah putih, Thailand. Di Thailand, ia berkegiatan di sekolah mitra UAD yakni mengajar anak sekolah dari tingkat TK, SD, SMP, dan SMA. Menurutnya, kultur di sekolah tempat ia KKN tidak jauh berbeda dengan di Indonesia karena sekolahnya berbasis Islam. Namun ada juga hal yang membuat culture shock, misal soal makanan. Makanan di Thailand banyak yang asam, sedangkan di Indonesia banyak yang bercita rasa pedas.

“Di Thailand ada kegiatan Indonesian Day’s, yaitu pengenalan daerah-daerah dan budaya di Indonesia, serta demo masak masakan Indonesia. Saya melatih anak-anak Thailand memasak dan mengadakan pameran. Selain itu juga mengadakan pelatihan hidroponik, memperkenalkan film Nusa dari Indonesia, membuat kerajinan dari manik-manik, kain flanel, kertas lipat, herbarium, pengenalan lagu-lagu dan alat musik Indonesia seperti angklung, serta mengenalkan dan mengajarkan bahasa Indonesia di tingkat SMP dan SMA,” jelas Ayi.

Anak-anak Thailand sangat antusias mempelajari kebudayaan Indonesia terutama bahasa Indonesia. Karena keterbatasan bahasa, Ayi mengajarkan bahasa Indonesia lewat lagu, media gambar, dan gerakan.

Ayi tak pernah menyangka ia akan melangkah ke berbagai daerah dan mengunjungi berbagai negara lain. Ia hanya terus berusaha dan berdoa. Ke manakah langkah Ayi selanjutnya?

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Hairini-Nur-Hanifah-Mahasiswa-Berprestasi-PBSI.jpg 1280 960 NewsUAD https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png NewsUAD2019-04-06 08:34:172019-05-07 05:34:44Hairini Nur Hanifah: Mahasiswa Berprestasi PBSI

TERKINI

  • Tim PKM RE UAD Kembangkan Nanoterapi Berbasis Minyak Atsiri Nilam untuk PPOK06/08/2026
  • Tim PKM RE UAD Hadirkan Inovasi Inhalasi Berbasis Kitosan untuk Terapi PPOK06/08/2026
  • PPK Ormawa IMM FKM UAD Gencarkan Penanaman TOGA di Caturharjo06/08/2026
  • UAD Tingkatkan Kesiapsiagaan Darurat melalui Pelatihan Keselamatan Pengoperasian Elevator06/08/2026
  • Tim UAD Kembangkan Inhalasi Nanomucoadhesive Berbasis Nilam untuk Terapi PPOK06/08/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Cakrawala National Essay Competition31/07/2026
  • Tim BEKAMIE UAD Raih Juara 2 pada Ajang Studentpreneur Bootcamp 202629/07/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara 2 Lomba Video Kreatif Dahlan Culture Festival 202628/07/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara III Monolog pada PEKSIMIPROV DIY 202628/07/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Poster dan Juara II Video Kreatif pada UAD Fair 202625/07/2026

FEATURE

  • Perjalanan Arivansi Mengubah Kegagalan Menjadi Ruang Bertumbuh06/08/2026
  • Prestasi Bukan Soal Angka, tetapi Dampak yang Diberikan06/08/2026
  • Fredo: Bukan Tentang Siapa Paling Hebat06/08/2026
  • Memaknai Hakikat Penciptaan dan Urgensi Menuntut Ilmu29/07/2026
  • Empat Pilar Keselamatan Dunia dan Akhirat untuk Keluarga28/07/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top