• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Perjalanan Tira Oktavianda: Dari Atlet Silat ke Delegasi Nasional

08/08/2025/in Terkini /by Ard

Tira Oktavianda, Wisudawan Berprestasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Tira)

Menurut Tira Oktavianda, mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Ahmad Dahlan (PAI FAI UAD), menjadi wisudawan berprestasi bukan hanya soal nilai. Ia menorehkan prestasi gemilang di bidang nonakademik, khususnya di dunia pencak silat dan pengembangan diri.

Beberapa piala dan medali turut menghiasi perjalanan Tira selama masa kuliah. Di antaranya: Juara I Kejuaraan Nasional Pencak Silat Borneo Championship I 2024; Juara I Kategori Seni dan Tanding Kejuaraan Nasional Pencak Silat Sunan Kalijaga Cup IV 2024; Juara I Tanding Kelas C Putri Kejuaraan Nasional Pencak Silat UPY Cup IV 2023; dan Juara Umum I Turnamen Lampung Championship VI Piala Menpora RI 2023.

Namun, tahun 2024 menjadi titik balik. Di tengah berkembangnya prestasi, Tira harus vakum dari dunia pencak silat karena kondisi kesehatan yang memaksanya istirahat total (bed rest) selama sebulan. Hal tersebut membuatnya berpikir ulang dan memilih fokus pada akademik serta pengembangan diri di bidang lain.

“Saya sempat merasa sangat terpuruk (down), seperti ‘ya sudahlah, sampai di sini saja prestasiku’. Tetapi, setelah pulih, saya sadar masih banyak potensi lain yang bisa saya kembangkan selain di pencak silat,” ungkap Tira.

Pilihan itu membawanya ke pengalaman baru. Ia dipercaya menjadi delegasi LLDIKTI Wilayah V dalam Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa (LKMM) Nasional yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek). Dari ratusan peserta di tingkat wilayah, hanya lima orang yang ditunjuk ke tingkat nasional dan Tira adalah salah satunya.

“Saya ini tipe anak yang tidak bisa diam. Kalau tidak sibuk dengan hal positif, saya takut malah terseret ke hal-hal negatif. Jadi, ikut lomba, menjadi delegasi, sampai menjadi volunteer itu semua bagian dari cara saya untuk tetap produktif dan berkembang,” tuturnya.

Di balik semangat dan ketangguhannya, ada sosok yang menjadi pendorong terbesar bagi Tira. “Ibu adalah garda terdepan saya. Apa pun yang saya mau coba, beliau selalu dukung. Di kampus, awalnya pelatih pencak silat banyak berjasa, tetapi setelah vakum, justru Pak Caraka dan tim PKK BIMAWA juga banyak membantu saya menemukan potensi lain,” katanya.

Berkat lingkungan positif, Tira berhasil menguasai berbagai kemampuan baru, dari public speaking, kepemimpinan, hingga manajemen acara nasional. Tak hanya dikenal sebagai jawara silat, ia juga dikenal profesional dan siap menghadapi dunia kerja dengan bekal yang tak kalah kuat dari prestasi akademik. (Lus)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tira-Oktavianda-Wisudawan-Berprestasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Tira.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-08-08 10:18:252025-08-08 10:18:25Perjalanan Tira Oktavianda: Dari Atlet Silat ke Delegasi Nasional

Cerita Asra Al Habib: Dari Santri hingga Menjadi Atlet Berprestasi

08/08/2025/in Terkini /by Ard

Asra Al Habib, Wisudawan Berprestasi Universitas Ahmad Dahlan (Foto. Asra)

Membagi waktu antara kuliah, pesantren, dan latihan fisik bukanlah hal yang mudah. Tetapi, bagi Asra Al Habib, wisudawan Program Studi Ilmu Hadis Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan (FAI UAD), hal itu adalah keseharian yang dijalani dengan penuh komitmen dan kesadaran diri.

Selama masa kuliah, Asra menorehkan beberapa prestasi di bidang karate. Ia berhasil meraih: Juara 2 Kumite Senior -67 kg Putra – Festival & Open Tournament Karate Atmajaya Cup I 2023, Juara 2 Kumite -67 Mahasiswa-Karyawan Putra – Gadjah Mada Open Karate Championship 2023, Juara 2 Kumite Perorangan Mahasiswa/Karyawan -67 kg Putra – International Karate Championship Yogyakarta Open Tournament III 2023, Juara 3 Male Senior Individual Kumite -84 kg – International Garuda Karate Championship “Ratu Kalinyamat Cup” 2023, dan Juara 2 Kumite -75 kg Male – Bali Badung Open Karate International Championship 2023.

Pencapaian tersebut diraih dengan penuh perjuangan. Di balik medali yang didapat, ada keseharian padat yang harus dijalani: menjaga IPK di atas 3,87, menyimak hafalan Al-Qur’an di pondok pesantren mahasiswa di Tamanan, serta menjalani latihan fisik yang disiplin sebagai atlet nasional. “Kadang saya berperan sebagai santri, kadang sebagai mahasiswa, dan kadang sebagai atlet. Mengelola waktu adalah tantangan yang nyata,” ujar Asra.

Motivasi terbesarnya datang dari keyakinan bahwa masa muda adalah waktu terbaik untuk menanam nilai, keterampilan, dan pencapaian yang akan dibutuhkan di masa depan. “Usia muda adalah waktu menanam benih. Hasilnya akan kita panen nanti. Saya tidak ingin masa ini lewat begitu saja tanpa karya,” tuturnya.

Asra mengakui bahwa menyusun skala prioritas dan mengorbankan sebagian kenyamanan adalah harga yang harus dibayar untuk semua prestasi. Namun, ia tidak sendiri. Sosok orang tua menjadi penyemangat utama dalam tiap langkahnya. “Orang tua saya selalu mendoakan yang terbaik. Mereka fondasi saya,” tuturnya.

Tak lupa, ia juga menyampaikan terima kasih kepada Senpai Diva Violina, S.Kom., pelatih karate yang menurutnya sangat sabar dan disiplin. “Tanpa bimbingan beliau, mungkin saya tak akan sejauh ini. Beliau sangat berjasa dalam membentuk mental dan kemampuan saya,” ungkapnya. (Lus)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Asra-Al-Habib-Wisudawan-Berprestasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-Foto.-Asra.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-08-08 10:10:322025-08-08 10:10:32Cerita Asra Al Habib: Dari Santri hingga Menjadi Atlet Berprestasi

Menjadi Fasilitator Keamanan Pangan, Cerita Adi Satria Tumbuh Bersama Sapa Kampus

08/08/2025/in Terkini /by Ard

Adi Satria , Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama Kepala Balai POM, mentor pendamping, pelaku usaha, dan peserta SAPA KAMPUS saat evaluasi program (Foto. Dyah)

Adi Satria, mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan Universitas Ahmad Dahlan (UAD), menjadi salah satu fasilitator keamanan pangan dalam program Sapa Kampus. Program ini merupakan hasil kerja sama antara Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dari Kemendikbudristek. Sapa Kampus bertujuan mencetak fasilitator keamanan pangan dari kalangan mahasiswa, sekaligus mendampingi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) untuk memenuhi standar Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB).

Program dimulai dengan pembekalan materi teknis yang dilaksanakan secara daring pada Februari hingga awal Maret 2025. Kegiatan ini dilanjutkan dengan Pelatihan Penyuluh Keamanan Pangan (PKP) oleh BPOM pada pertengahan hingga akhir Maret 2025 sebagai bentuk penguatan kompetensi mahasiswa.

Adi mendapat penugasan di Waroenk Mas Fatih, UMK pangan olahan yang menjadi mitra pendampingannya dalam magang lapangan pada April hingga awal Juni 2025. Proses pendampingan ini mencakup asesmen kondisi UMK, fasilitasi penerapan 25 aspek dan 68 klausul CPPOB, hingga penerbitan Izin Penerapan CPPOB  serta pengajuan Nomor Izin Edar (NIE). Sidang akhir pendampingan dilaksanakan pada akhir Juni 2025, sementara evaluasi program digelar pada Rabu, 6 Agustus 2025.

“Selama pendampingan, saya belajar menghadapi dinamika langsung di lapangan, mulai dari koordinasi jadwal, komunikasi dengan pelaku usaha, hingga membantu menyusun dokumen kelengkapan CPPOB. Tantangan seperti ini justru membuat saya tumbuh dan lebih siap menghadapi dunia kerja,” ujar Adi.

Ia juga menyampaikan bahwa pelaku usaha yang ia dampingi sangat terbuka dan antusias. “Waroenk Mas Fatih sangat kooperatif sehingga proses pendampingan berlangsung lancar dan menyenangkan,” ungkapnya.

Adi berharap program ini terus berjalan di masa mendatang agar semakin banyak pelaku UMK yang bisa naik kelas dan siap bersaing di pasar industri pangan yang kompetitif. “Saya berharap Waroenk Mas Fatih bisa terus menjaga standar keamanan pangannya. Semoga setelah mendapatkan IP CPPOB dan NIE, produknya semakin dikenal dan dipercaya konsumen,” tutupnya. (AS)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Adi-Satria-Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-bersama-Kepala-Balai-POM-mentor-pendamping-pelaku-usaha-dan-peserta-SAPA-KAMPUS-saat-evaluasi-program-Foto.-Dyah.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-08-08 10:03:082025-08-08 10:03:08Menjadi Fasilitator Keamanan Pangan, Cerita Adi Satria Tumbuh Bersama Sapa Kampus

Shifa Maulidya: Setiap Langkah Adalah Pilihan untuk Terus Tumbu

07/08/2025/in Terkini /by Ard

Shifa Maulidya, wisudawan terbaik Program Studi Fisika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Shifa)

Perjalanan studi Shifa Maulidya di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) akhirnya sampai di garis akhir. Mahasiswi kelahiran Wonogiri ini resmi menjadi salah satu Wisudawan Terbaik pada Wisuda Periode IV Tahun Akademik 2024/2025. Baginya, momen kelulusan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bukti nyata dari perjuangan panjang yang penuh tantangan. “Sangat senang dan bangga karena perjuangan ini tidak mudah untuk bisa sampai di tahap ini,” ungkapnya.

Perjalanan yang ia tempuh tidak sebentar. Butuh waktu 4 tahun 8 bulan hingga akhirnya Shifa menyandang gelar sarjana. Namun, selama itu pula, ia tidak hanya sibuk dengan kegiatan akademik, tetapi juga aktif di organisasi, menjalani magang, serta membagi waktu dengan cermat agar semua berjalan seimbang. “Saya membuat agenda harian dan alarm agar semua kegiatan tepat waktu,” ujar Shifa.

Shifa mengakui, salah satu fase tersulit adalah saat mengerjakan skripsi. Tetapi, berkat dukungan dari keluarga dan teman-teman terdekat, ia berhasil melewatinya dengan baik. “Mereka adalah support system yang tidak pernah padam, yang memberi api dalam diri saya,” katanya mengenang momen-momen penuh tekanan itu. Dukungan orang tua dan keluarga adalah faktor paling penting yang mendorongnya untuk terus melangkah.

Salah satu nilai berharga yang ia pelajari selama kuliah adalah tentang kesabaran dan kebersamaan. “Kadang hidup tidak sesuai dengan rencana, dan di situ kita belajar sabar. Tetapi, kebersamaan akan selalu menguatkan hati saat kita berada di titik terendah,” tambahnya.

Selama kuliah, Shifa juga merasakan langsung bagaimana lingkungan UAD turut membentuk karakternya. Ia merasa didorong untuk terus maju, sejak awal masuk kampus hingga menjelang kelulusan. Menurutnya, fasilitas kampus sudah memadai dan para dosen pun memberikan bekal ilmu yang relevan serta mendalam. “Kita juga difasilitasi konsultasi karier, bahkan ada job fair untuk alumni,” jelasnya.

Momen yang paling membekas di hati Shifa selama menempuh studi adalah saat menjalani magang dan menyelesaikan skripsi bersama teman-teman terdekat. Ia juga tak lupa kenangan mengerjakan tugas dan rapat organisasi yang padat namun tetap menyenangkan. “Walaupun terlihat sibuk, saya sangat menikmati hal-hal itu,” katanya sambil tersenyum.

Kini, setelah lulus, Shifa berharap mahasiswa lain bisa terus fokus pada tujuan menyelesaikan studi. Ia juga mengajak generasi berikutnya untuk terus menebarkan semangat belajar, berjuang, berkolaborasi, dan memberikan dampak bagi lingkungan sekitar. “Bagikan ilmu yang kalian punya untuk orang lain,” tutupnya penuh inspirasi. (Adi)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Shifa-Maulidya-wisudawan-terbaik-Program-Studi-Fisika-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Shifa.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-08-07 16:26:302025-08-07 16:26:30Shifa Maulidya: Setiap Langkah Adalah Pilihan untuk Terus Tumbu

Lifa: Saya Bersyukur Menjadi Bagian dari UAD

07/08/2025/in Terkini /by Ard

Lifa, Wisudawan Terbaik Program Studi Informatika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Lifa)

Bagi Lifa, menjadi cerdas saja tidak cukup. Harus ada hati yang kuat, keberanian untuk mencoba, dan niat untuk memberi manfaat. Prinsip inilah yang mengiringi langkah mahasiswi Program Studi Informatika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ini hingga akhirnya meraih predikat Wisudawan Terbaik pada Wisuda Periode IV Tahun Akademik 2024/2025.

Lifa menuntaskan studinya dalam waktu 3 tahun 9 bulan. Selama masa perkuliahan, ia aktif di berbagai kegiatan di luar akademik, mulai dari organisasi kemahasiswaan, menjadi asisten praktikum, mengikuti magang, hingga tergabung dalam program student employment di museum. Semua itu dilakukan sambil tetap menjaga capaian akademik dan tanggung jawab keluarga.

“Tantangan terbesar saya adalah mengatur waktu dan kondisi ekonomi keluarga. Tetapi, saya yakin, kalau dilakukan dengan disiplin dan niat yang jelas, semua bisa dilalui,” ungkapnya.

Bagi Lifa, keluarga adalah fondasi utama. Ibu, kakak, dan sahabat terdekatnya, Rifal, selalu hadir menjadi penyemangat di saat ia merasa lelah. Ia pun terbiasa membuat daftar tugas (to-do list) harian dan menentukan prioritas agar bisa menyeimbangkan akademik dengan kegiatan lainnya.

Ia mengaku sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari UAD. “Kampus ini bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat saya bertumbuh. Para dosen membuka ruang diskusi, teman-teman memberi semangat, dan lingkungan kampusnya sangat mendukung,” tutur Lifa.

Momen paling membekas selama kuliah, menurutnya, adalah ketika mengikuti KKN, mengerjakan proyek bersama teman, dan magang di luar kampus. “Di situ, saya belajar bagaimana memberi dampak nyata, bekerja dalam tim, dan menghadapi tantangan kehidupan yang sesungguhnya,” kenangnya.

Gelar wisudawan terbaik yang ia sandang bukan semata-mata karena prestasi akademik, tetapi juga hasil dari perjuangan panjang, semangat untuk bertahan, dan motivasi kuat untuk membahagiakan orang tua. “Saya ingin membuktikan bahwa mimpi bisa dicapai dengan kerja keras. Gelar ini adalah milik semua orang yang telah percaya dan mendoakan saya sejak awal,” tutupnya. (Adi)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Lifa-Wisudawan-Terbaik-Program-Studi-Informatika-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Lifa.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-08-07 14:35:562025-08-07 14:35:56Lifa: Saya Bersyukur Menjadi Bagian dari UAD

Mahasiswa KKN ADI Resmi Diterima Rektor UMK dan Wali Kota Kendari

07/08/2025/in Terkini /by Ard

Mahasiwa KKN ADI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari (Foto. KKN ADI)

Sebanyak 61 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Ahmad Dahlan Mengabdi (KKN ADI) diterima secara resmi oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) dan Wali Kota Kendari. Kegiatan ini menjadi bagian dari KKN kolaboratif antara Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan sejumlah Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di wilayah Sulawesi Tenggara.

Penerimaan oleh Rektor UMK berlangsung di kampus UMK, yang disusul dengan seremoni resmi oleh Wali Kota Kendari pada Rabu, 6 Agustus 2025, di Kantor Wali Kota Kendari. Tahun ini, UMK bertindak sebagai tuan rumah pelaksanaan KKN ADI yang melibatkan kolaborasi antara UAD, Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton), Institut Teknologi Bisnis Muhammadiyah Wakatobi (ITBM Wakatobi), dan Institut Teknologi Bisnis dan Kesehatan Muhammadiyah Munabarat (ITBK Muhammadiyah Munabarat).

Acara penerimaan turut dihadiri oleh Wakil Rektor I UMK, Dr. Ahmad Muhlis Nuryadi, S.Pi., M.Si., Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Kendari, Imran, S.Pt., M.Si., jajaran pimpinan PTMA mitra, para dosen pembimbing lapangan (DPL), serta para wakil rektor dan direktur di lingkungan UMK.

Dalam sambutannya, Dr. Ahmad Muhlis menyampaikan bahwa KKN merupakan media pembelajaran penting bagi mahasiswa untuk mengenali dan turut serta menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat. “Kami berharap KKN ADI ini dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan dan pengetahuannya dalam memberdayakan masyarakat lokal serta melestarikan lingkungan,” ujarnya.

Lokasi KKN tersebar di tiga kelurahan di Kota Kendari, yaitu Tipulu, Watu-Watu, dan Mangga Dua. Para mahasiswa dijadwalkan melaksanakan berbagai program seperti pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, serta pengembangan taman hutan rakyat.

Sementara itu, Ketua Panitia KKN ADI, Fajriah, menyampaikan apresiasinya atas kerja sama yang terjalin. “Kami berharap KKN ADI ini dapat menjadi contoh bagi PTMA lain dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.

Dengan mengusung semangat sinergi dan kolaborasi, KKN ADI diharapkan mampu memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat Kota Kendari serta menjadi inspirasi bagi pelaksanaan program serupa di masa mendatang. (Dnd/doc)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiwa-KKN-ADI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dengan-Rektor-Universitas-Muhammadiyah-Kendari-Foto.-KKN-ADI.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-08-07 14:28:302025-08-07 14:28:30Mahasiswa KKN ADI Resmi Diterima Rektor UMK dan Wali Kota Kendari

Mufti Putri Dewi: Tumbuh dari Tantangan, Lulus dengan Kehormatan

07/08/2025/in Terkini /by Ard

Mufti Putri Dewi Buana, Mahasiswa KIP-K UAD Jadi Wisudawan Berprestasi (Foto. Mufti)

Tidak ada kata biasa dalam perjalanan Mufti Putri Dewi Buana, mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), yang resmi dikukuhkan sebagai Wisudawan Berprestasi UAD Periode IV Tahun Akademik 2024/2025 untuk Kegiatan Kemahasiswaan Bidang Akademik dan Nonakademik. Lahir dan besar di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Mufti bukan hanya berhasil menamatkan studi dengan gemilang, tetapi juga menorehkan prestasi yang mengharumkan nama kampus hingga ke kancah internasional.

Dibesarkan oleh pasangan Painten dan Sukadi, Mufti tumbuh sebagai sosok yang tangguh dan penuh semangat. Di balik gelar wisudawan berprestasi yang kini disandangnya, tersimpan rangkaian capaian luar biasa yang lahir dari kerja keras, konsistensi, dan keyakinan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk melangkah jauh.

Deretan Prestasi Membanggakan

Selama kuliah, Mufti aktif di berbagai kegiatan. Ia pernah menyandang gelar Duta Pemuda Kulon Progo 2021, terpilih sebagai Duta Inspirasi Indonesia 2023, hingga meraih Juara Harapan II Mahasiswa Berprestasi Tingkat Universitas 2024. Dalam dunia kompetisi ilmiah dan inovasi, Mufti meraih Gold Medal Smart Innovation Competition di Sarawak, Malaysia, tahun 2024, sebuah pencapaian yang disebutnya paling berkesan. “Itu pertama kalinya saya naik pesawat dan langsung ke luar negeri. Pengalaman itu membuka mata saya akan luasnya dunia dan pentingnya relasi internasional,” kenangnya.

Tidak hanya itu, ia juga menjuarai PR Campaign Nasional 2023, meraih pendanaan PKM GFT 2023 dan 2024, serta menyabet Juara Harapan II KMI Expo Lomba P2MW kategori Manufaktur dan Teknologi Terapan 2023. Dalam ajang Ahmad Dahlan International Youth Camp 2023, Mufti menyabet The 1st Place Best Paper untuk kategori kelas 1.

Belajar dari Tantangan dan Proses

Perjalanan ini tentu tidak selalu mulus. Salah satu tantangan terberat bagi Mufti adalah ketika laptop pribadinya sering bermasalah. Ia harus meminjam perangkat teman untuk menyelesaikan tugas kuliah hingga skripsi. “Saya sempat burnout dan menangis. Tetapi, saya belajar bahwa menangis pun bisa menjadi cara sehat untuk melepas emosi, lalu bangkit lagi,” tuturnya.

Mufti aktif di Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Debating Community, menjadi narasumber talkshow dan seminar nasional, bahkan menciptakan HKI Jagratara Board Game dan menulis di jurnal SINTA-4 lewat riset berjudul “Komunikasi Komunitas Regas dalam Mempertahankan Eksistensi Sastra Jawa di Yogyakarta”.

“Saya percaya belajar itu bukan hanya dari kelas. Belajar bisa dari siapa saja dan dari tantangan apa pun. Kalau ada peluang, langsung saja meski belum yakin bisa. Dari situ kita tumbuh,” pesan Mufti, yang juga tercatat sebagai peserta program Wirausaha Merdeka UNY 2023.

Bagi Mufti, inspirasi terbesar datang dari keluarga. “Orang tua saya adalah guru kehidupan. Mereka memberikan kebebasan sekaligus tantangan dan itu yang membentuk saya seperti sekarang,” katanya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Universitas Ahmad Dahlan, yang telah menjadi tempat belajar dan bertumbuhnya selama ini, terutama melalui dukungan penuh beasiswa KIP-Kuliah yang ia terima sejak awal. “Saya sadar bahwa bisa kuliah di UAD itu adalah rezeki luar biasa. Tidak semua orang seberuntung saya,” ucapnya haru.

Ia juga menyebut dosen pembina beasiswa, Dr. Caraka Putra Bhakti, M.Pd., serta sahabat-sahabat terdekatnya, Gege dan Afdri, sebagai sosok yang sangat berarti dalam perjalanannya.

Mufti berharap ke depannya ia bisa terus belajar bersama siapa pun dan di mana pun. Untuk adik tingkatnya, ia berpesan, “Bersyukurlah bisa kuliah. Berikan versi terbaik dari dirimu. Selesaikan apa yang kamu mulai dengan sepenuh hati. Dan jadilah tangguh karena dunia butuh lebih banyak orang yang kuat dan penuh kasih,” tutup Mufti. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mufti-Putri-Dewi-Buana-Mahasiswa-KIP-K-UAD-Jadi-Wisudawan-Berprestasi-Foto.-Mufti.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-08-07 14:18:242025-08-07 14:18:24Mufti Putri Dewi: Tumbuh dari Tantangan, Lulus dengan Kehormatan

Putri Nirmalasari Raih Juara Harapan I dalam Kompetisi Poster Nasional 2025

07/08/2025/in Prestasi, Terkini /by Ard

Putri Nirmalasari Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Raih Juara Harapan 1 dalam Kompetisi Poster Nasional 2025 (Foto. Septia)

Putri Nirmalasari, mahasiswi Program Studi Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) angkatan 2024 Universitas Ahmad Dahlan (UAD), kembali mengukir prestasi dengan meraih Juara Harapan I dalam ajang Kompetisi Poster #3 Tingkat Nasional Tahun 2025. Kompetisi yang diselenggarakan oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BIMAWA) UAD bekerja sama dengan Give Creative ini berlangsung selama satu pekan, sejak 11 hingga 17 Juli 2025.

Ajang kompetisi ini bertujuan untuk mendorong kreativitas mahasiswa dalam menyampaikan isu-isu penting melalui media visual. Sebanyak 305 peserta dari 21 perguruan tinggi di seluruh Indonesia mendaftar, dan 236 karya poster berhasil diseleksi ke tahap final.

Putri mengangkat tema mental health awareness dalam karyanya. Ia mempersiapkan diri dengan mengikuti pelatihan terlebih dahulu, memahami tema secara mendalam, serta menyusun konsep yang kuat. Dalam proses desain, ia menyusun elemen gambar, teks, warna, dan tipografi agar saling mendukung pesan yang ingin disampaikan. Untuk memperkaya materi, Putri juga merujuk pada jurnal-jurnal terkait isu kesehatan mental serta memanfaatkan berbagai sumber inspirasi, termasuk media sosial dan kecerdasan buatan (AI), untuk eksplorasi warna namun tetap menjunjung tinggi orisinalitas karya.

“Jujur, menurut saya, hasilnya kurang maksimal karena pengerjaannya mendadak dan waktunya terbagi dengan perlombaan lain. Tetapi, saya tetap berusaha memberikan yang terbaik dan, alhamdulillah, masih bisa meraih juara meski bukan juara I, II, atau III,” ungkapnya.

Putri juga menyampaikan bahwa tantangan terbesar dalam kompetisi ini adalah menjaga keaslian karya karena banyaknya poster dengan tema serupa yang beredar. Ia menekankan pentingnya ketelitian dan usaha ekstra agar tidak meniru karya lain serta memastikan pesan dari poster dapat tersampaikan secara efektif.

“Pengalaman paling berkesan adalah bisa kembali berkompetisi di tingkat nasional bersama peserta dari berbagai perguruan tinggi. Itu menjadi momen penting dan membanggakan bagi saya,” tambahnya.

Ia pun menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian ini. Meskipun proses pengerjaan poster dilakukan secara mendadak dalam waktu hanya dua jam, ia tetap mampu menorehkan prestasi. “Saya sangat bersyukur dan bangga. Ini menjadi kebanggaan tersendiri karena saya tetap bisa membawa nama baik Universitas Ahmad Dahlan, apalagi posisi juara utama I, II, dan III diraih oleh universitas lain,” tuturnya.

Putri berharap prestasi ini menjadi awal dari pengembangan kemampuan diri, baik dari segi teknis maupun pengalaman dalam dunia desain. Ia juga berharap suatu saat dapat meraih juara utama dan terus menginspirasi mahasiswa UAD lainnya untuk percaya diri serta aktif mengikuti kompetisi di berbagai bidang. (Septia)

uad.ac.id

 

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Putri-Nirmalasari-Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Raih-Juara-Harapan-1-dalam-Kompetisi-Poster-Nasional-2025-Foto.-Septia.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-08-07 14:10:352025-08-07 14:10:35Putri Nirmalasari Raih Juara Harapan I dalam Kompetisi Poster Nasional 2025

Zalfadhia: Setiap Langkah Menjadi Cerita, Hari Ini Adalah Salah Satunya

06/08/2025/in Terkini /by Ard

Zalfadhia Luthfia Oemardy, wisudawan Program Studi Teknologi Pangan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Zalfa)

Menjadi wisudawan tentu menjadi momen penuh makna, termasuk bagi Zalfadhia Luthfia Oemardy. Mahasiswi Program Studi Teknologi Pangan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ini percaya bahwa setiap proses, sekecil apa pun itu, akan menjadi bagian penting dari cerita panjang hidup seseorang. “Setiap langkah yang saya ambil selama kuliah adalah cerita. Dan hari ini, wisuda, adalah salah satu langkah penting yang saya syukuri,” ujar Zalfa, sapaan akrabnya.

Zalfa menyelesaikan studinya dengan aktif mengikuti berbagai kegiatan kemahasiswaan. Ia pernah menjabat sebagai Koordinator Departemen Komunikasi dan Informasi di Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (HMTP), menjadi tim pelaksana dalam Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) tahun 2023, serta tergabung dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) tahun 2024. Selain itu, ia juga berkesempatan mewakili kampus dalam ajang KMI Expo XV 2024 di Universitas Halu Oleo dan ABDIDAYA PPK Ormawa 2023 di Universitas Jember. Baginya, kampus bukan hanya tempat belajar teori, melainkan ruang untuk berproses, berinteraksi, dan bertumbuh bersama.

“Motivasi saya selama kuliah adalah menyelesaikan dengan baik apa yang telah saya mulai. Saya percaya pendidikan tidak hanya membuka wawasan, tetapi juga membentuk pola pikir dan membuka banyak kesempatan di masa depan,” tuturnya. Di balik semangatnya, ada sosok keluarga yang menjadi kekuatan utama. Ia menyebut kedua orang tuanya, terutama ibu dan ayah, sebagai tokoh paling berperan dalam perjalanan pendidikannya.

Menyeimbangkan akademik, tanggung jawab keluarga, dan aktivitas organisasi menjadi tantangan besar selama masa kuliahnya. Namun, dengan disiplin, manajemen waktu yang baik, serta penetapan skala prioritas, semua bisa ia lewati. “Saya mencoba menyelesaikan semua tugas secepat mungkin dan menjaga komunikasi yang baik agar semua tanggung jawab tetap berjalan tanpa saling mengganggu,” katanya.

Dukungan dari teman, dosen, dan lingkungan kampus sangat dirasakannya. Ia mengaku atmosfer kampus yang kondusif membuat proses belajar terasa menyenangkan. “Para dosen sangat mendukung, bukan hanya di kelas, tetapi juga dalam kegiatan luar akademik. Teman-teman juga menjadi penguat saat lelah dan menghadapi tantangan,” ujarnya.

Selama kuliah, Zalfa memetik banyak pelajaran hidup, salah satunya tentang konsistensi dan keterbukaan pada proses. Menurutnya, tidak semua hal berjalan mulus, namun dengan tanggung jawab dan kesabaran, hasil akan datang pada waktunya. Setelah lulus, ia berencana untuk terus mengembangkan diri, baik di dunia kerja maupun lewat pengembangan kemampuan personal. Ia ingin ilmunya memberi manfaat nyata dan berdampak bagi masyarakat.

Untuk mahasiswa UAD lainnya, ia menitipkan pesan sederhana namun penuh makna, “Gunakan waktu di kampus sebaik mungkin. Belajar, mencoba hal baru, dan terus berkembang agar siap memberi kontribusi bagi lingkungan sekitar.” (Adi)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Zalfadhia-Luthfia-Oemardy-wisudawan-Program-Studi-Teknologi-Pangan-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Zalfa.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-08-06 10:54:342025-08-06 10:54:34Zalfadhia: Setiap Langkah Menjadi Cerita, Hari Ini Adalah Salah Satunya

Lulus Kurang dari 3 Tahun, apt. Yuniariana Pertiwi Jadi Lulusan ke-8 PSDIF UAD

06/08/2025/in Terkini /by Ard

Sidang Promosi Doktor Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD)(Foto. Septia)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali melahirkan doktor baru melalui Program Studi Doktor Ilmu Farmasi (PSDIF). Pada Selasa, 5 Agustus 2025, bertempat di Ruang 207, Lantai 2, Kampus III UAD, apt. Yuniariana Pertiwi, M.M., secara resmi dinyatakan lulus dalam Sidang Promosi Doktor, yang menjadikannya doktor ke-8 dari program tersebut. Gelar doktor ini diraih dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) luar biasa, yakni 3,99, dan studi diselesaikan dalam waktu 2 tahun 5 bulan 5 hari.

Sidang ini dihadiri oleh para promotor dan penguji dari berbagai institusi, termasuk Rektor dan Wakil Rektor Universitas Al-Irsyad Cilacap, tempat Yuniariana juga aktif mengajar. Sidang dipimpin langsung oleh Prof. Dr. apt. Kintoko, M.Sc., sebagai pembimbing utama, serta Prof. Dr. Suliyanto, M.M., sebagai pembimbing pendamping.

Disertasi yang diangkat Yuniariana berjudul “Mediasi dalam Manajemen Konflik pada Usaha Kecil Obat Tradisional di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta”. Penelitian ini menyoroti delapan faktor penyebab konflik dan menghasilkan temuan baru berupa pendekatan Hope Mediation, yaitu teknik mediasi yang menekankan eksplorasi harapan para pihak sebagai upaya menghindari konflik berulang.

Dalam presentasinya, Yuniariana menjelaskan bahwa konflik dalam organisasi kecil seperti UKOT tidak selalu bersifat negatif, namun dapat menjadi sumber pembelajaran dan peningkatan kinerja. Ia mengklasifikasikan bentuk konflik menjadi tiga, yaitu konflik vertikal, horizontal, dan antarorganisasi.

Salah satu novelty utama dari disertasi ini adalah kombinasi pendekatan Facilitative Mediation dengan Hope Mediation, yang belum banyak digunakan dalam konteks UKOT. Para penguji menekankan bahwa temuan Yuniariana memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi instrumen riset konflik yang aplikatif di sektor UMKM kesehatan.

Setelah dinyatakan lulus, Yuniariana menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada keluarga, promotor, serta rekan-rekan seperjuangan. Ia juga berharap hasil penelitiannya bisa memberikan kontribusi bagi pengembangan UKOT, kebijakan publik, dan dunia pendidikan, serta menjadi inspirasi bagi peneliti lainnya. “Sidang ini bukan akhir, tetapi awal dari perjalanan akademik saya untuk terus meneliti dan berkontribusi bagi masyarakat,” ucapnya.

Dengan pencapaian ini, Dr. apt. Yuniariana Pertiwi, M.M., dinyatakan lulus dengan predikat “Sangat Memuaskan” dan berhasil mengukuhkan dirinya sebagai salah satu doktor terbaik yang lahir dari PSDIF UAD. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sidang-Promosi-Doktor-Farmasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UADFoto.-Septia.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-08-06 10:49:382025-08-06 10:49:38Lulus Kurang dari 3 Tahun, apt. Yuniariana Pertiwi Jadi Lulusan ke-8 PSDIF UAD
Page 8 of 340«‹678910›»

TERKINI

  • Perkuat Tradisi Akademik, UAD Kukuhkan Empat Guru Besar Baru31/08/2025
  • BIMAWA UAD Latih Mahasiswa Tingkatkan Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi Melalui LKMM-TD 202528/08/2025
  • Cassmelcake: Dari Singkong Tradisional Menuju Inovasi UMKM Warga Balong28/08/2025
  • Mahasiswa KKN UAD Inisiasi Program Biopori dan Jugangan untuk Memperbaiki Kualitas Tanah28/08/2025
  • Menjaga Ekosistem Mangrove untuk Kelestarian Lingkungan Pesisir28/08/2025

PRESTASI

  • Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan III Kompetisi Artikel Ilmiah Tingkat Nasional 202528/08/2025
  • Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan I di National Economic Business Competition 202527/08/2025
  • Mahasiswa UAD Raih Penghargaan Karya Jurnalistik Terbaik Pers Mahasiswa 2025 dari AJI Indonesia25/08/2025
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Pengabdian Masyarakat Tingkat Nasional pada ASLAMA PTMA 202519/08/2025
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II di Ajang AILEC 202519/08/2025

FEATURE

  • Cerita Dwi Nur Fadhliyah, Dari Iseng Hingga Raih Prestasi di BICF 202527/08/2025
  • Nikmat Tak Bisa Terhitung, Syukur Tak Boleh Terputus26/08/2025
  • Psikologi Profetik sebagai Paradigma Integratif Ilmu dan Iman21/08/2025
  • Prof. Maryudi Dorong Inovasi Polimer untuk Lingkungan yang Berkelanjutan20/08/2025
  • Implikasi Putusan MK 135/PUU-XXII/2024: Momentum Baru Demokrasi Lokal Indonesia20/08/2025

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top