• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Alumni FKIP UAD, Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd. Bagikan Perjalanan Pengabdian dari Guru hingga Birokrat

25/05/2026/in Terkini /by Ard

 

Talkshow Alumni Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menggelar Talkshow Alumni pada Jumat, 15 Mei 2026, bertempat di Ruang Amphitarium Lantai 9, Kampus IV UAD. Acara ini menghadirkan alumni inspiratif dari berbagai bidang, salah satunya Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd. yang kini menjabat sebagai Kepala DP3ACSKB (Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan, Pencatatan Sipil, dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pada kesempatan ini, Bapak Asyraf mengenang masa kuliahnya di Yogyakarta pada era 1980-an. Beliau masuk kuliah pada 1985 dan lulus pada 1990 melalui jalur skripsi, yang saat itu masih sedikit diminati mahasiswa. Kehidupan mahasiswa masa itu masih sangat sederhana, ia menggunakan bus kota dan sepeda untuk aktivitas sehari-hari.

“Waktu itu saya naik bus kota, terminal masih dekat Kampus 2 UAD. Saya juga pakai sepeda balap warna merah,” kenangnya.

Setelah menyelesaikan studi, Bapak Asyraf kembali ke Bangka Belitung dan mengabdi sebagai guru di beberapa sekolah swasta, termasuk SMA Muhammadiyah sekitar tahun 1991. Tak lama kemudian, beliau ditugaskan menjadi guru SMP di wilayah terpencil yang berjarak cukup jauh dari pusat kota.

“Jarak sekolah sekitar 100 kilometer. Pernah pulang naik truk dan tidur di sekolah,” ujarnya.

Di tengah kesibukannya mengajar, beliau tetap melanjutkan pendidikan ke jenjang magister di Jakarta, kemudian mengajar di sekolah unggulan milik PT Timah sebelum melanjutkan studi doktoral di Universitas Negeri Jakarta.

Selain berkiprah di bidang pendidikan, beliau juga aktif di organisasi keagamaan. Saat Bangka Belitung resmi menjadi provinsi, ia dipercaya menjadi ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor tingkat provinsi. Meskipun berlatar belakang dari Muhammadiyah, beliau tetap dipercaya memimpin organisasi tersebut sebagai pengabdian lintas golongan.

Karier birokrasi Bapak Asyraf dimulai ketika beliau berpindah ke Dinas Pendidikan. Beliau turut terlibat sebagai sekretaris tim pendirian Universitas Bangka Belitung saat daerah tersebut belum memiliki perguruan tinggi negeri.

“Waktu Bangka Belitung jadi provinsi, universitas negeri belum ada. Kami memproses penggabungan beberapa perguruan tinggi hingga berdiri universitas,” ungkapnya.

Dalam kiprahnya di pemerintahan, Bapak Asyraf menyoroti tingginya angka pernikahan usia anak di Bangka Belitung ini berkaitan dengan rendahnya tingkat pendidikan masyarakat. Sebagai solusinya, beliau menginisiasi program pendidikan kesetaraan melalui paket A, B, dan C serta inovasi pembaruan data pendidikan pada kartu keluarga agar data penduduk tetap akurat.

Menjelang masa pensiunnya sebagai ASN pada 1 Juni 2026, Bapak Asyraf mengaku akan kembali fokus di dunia pendidikan sebagai bagian dari Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung. Baginya, pendidikan tetap menjadi ruang utama untuk mengabdi dan memberikan manfaat kepada masyarakat. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Talkshow-Alumni-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD-1.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-25 11:13:452026-05-25 11:13:45Alumni FKIP UAD, Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd. Bagikan Perjalanan Pengabdian dari Guru hingga Birokrat

UAD dan Kalurahan Caturharjo Kolaborasikan Teknologi Pengelolaan Sampah Berbasis IoT

25/05/2026/in Terkini /by Ard

 

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Kalurahan Caturharjo Kolaborasikan Teknologi Pengelolaan Sampah Berbasis IoT (Foto. LPPM UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama Kalurahan Caturharjo dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul resmi memulai kolaborasi penelitian pengelolaan sampah berbasis Internet of Things (IoT) melalui Program BESTARI SAINTEK pada Selasa, 19 Mei 2026. Program tersebut bertujuan mendorong kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam pengelolaan sampah terpadu di Kalurahan Caturharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul.

Kegiatan diawali dengan kunjungan lapangan sebagai langkah awal pelaksanaan penelitian dan pendampingan masyarakat yang akan berlangsung selama satu tahun penuh. Penelitian dipimpin oleh Prof. Anton Yudhana, Ph.D., bersama tim multidisiplin dari berbagai program studi dan perguruan tinggi.

Lurah Caturharjo, Wasdiyanto, menyampaikan bahwa persoalan sampah masih menjadi tantangan besar bagi masyarakat. Namun, menurutnya, pengelolaan sampah yang tepat dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial. “Permasalahan sampah harus dihadapi bersama karena jika dikelola dengan baik dapat menjadi sumber manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Saat ini, Kalurahan Caturharjo memiliki 14 Rumah Kumpul Sampah (RKS) yang tersebar di berbagai wilayah padukuhan. Pengelolaan sampah dilakukan melalui pemilahan sampah organik dan nonorganik dengan pendekatan daur ulang. Sampah organik diolah melalui program jogangan, sedangkan sampah bernilai jual dipisahkan untuk mendukung keberlanjutan program lingkungan.

Pimpinan Padukuhan Gluntung Kidul, Ngadiono, mengatakan bahwa program Rumah Kumpul Sampah yang telah berjalan selama empat tahun memberikan dampak sosial bagi masyarakat. “Beberapa manfaat yang telah diberikan adalah santunan kepada lansia, bingkisan untuk guru TK, serta pendanaan aksi sosial,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Penelitian sekaligus pimpinan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UAD, Anton Yudhana, menjelaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kalurahan, dan masyarakat menjadi kunci pengelolaan sampah berkelanjutan. “Pendampingan universitas tidak hanya berhenti pada transfer teknologi, tetapi juga membangun perubahan pola pikir masyarakat agar mampu menciptakan kemandirian dalam pengelolaan lingkungan,” jelasnya.

Melalui program tersebut, tim peneliti akan mengembangkan teknologi pengelolaan sampah berbasis IoT, seperti sistem deteksi emisi gas berbahaya dan low-cost vision method untuk pemantauan visual pengolahan sampah. Selain itu, pengembangan fasilitas insinerator juga dirancang untuk membantu penanganan sampah residu secara mandiri dan lebih efisien.

Program ini turut diintegrasikan dengan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi yang melibatkan 34 mahasiswa dari berbagai program studi di UAD. Melalui keterlibatan tersebut, mahasiswa diharapkan dapat berpartisipasi langsung dalam pemberdayaan masyarakat dan implementasi teknologi pengelolaan sampah berbasis IoT di Kalurahan Caturharjo.

Kegiatan yang berlangsung di Emperan Inspirasi Toga Tobato atau Rumah Dilan tersebut dihadiri perangkat kalurahan, pengelola Rumah Kumpul Sampah, kader lingkungan, komunitas masyarakat, hingga para lansia penerima santunan sembako. Melalui kolaborasi ini, Kalurahan Caturharjo diharapkan dapat menjadi model pengelolaan sampah terpadu berbasis teknologi dan pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi di berbagai wilayah Indonesia.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dan-Kalurahan-Caturharjo-Kolaborasikan-Teknologi-Pengelolaan-Sampah-Berbasis-IoT-Foto.-LPPM-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-25 10:31:492026-05-25 10:31:49UAD dan Kalurahan Caturharjo Kolaborasikan Teknologi Pengelolaan Sampah Berbasis IoT

UAD Kenalkan Eco-Printing kepada Siswa Sekolah di Jepang

25/05/2026/in Terkini /by Ard

 

Dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kenalkan eco-printing kepada siswa sekolah di Jepang (Foto. Vera Yuli)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali memperluas kiprahnya di tingkat internasional melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Jepang. Pada 14 Mei 2026, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia UAD Dr. Norma Sari, S.H., M.Hum. bersama dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Dr. Vera Yuli Erviana, M.Pd. memberikan pelatihan eco-printing kepada 106 siswa kelas IV di Hanaoka Elementary School, Kota Kitakyushu, Jepang.

Eco-printing merupakan teknik pewarnaan kain ramah lingkungan yang memanfaatkan bahan alami, seperti daun, untuk menghasilkan motif dan pola unik pada kain. Di Indonesia, teknik ini diajarkan dalam pendidikan dasar sebagai upaya menumbuhkan kreativitas sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan. Pada kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan penjelasan dan demonstrasi mengenai proses pembuatan eco-print serta diperlihatkan berbagai karya yang menampilkan detail urat daun pada kain.

Setelah sesi demonstrasi, siswa mengikuti praktik pembuatan eco-print menggunakan daun untuk memindahkan pigmen alami ke kain. Meskipun daun musim semi yang digunakan memiliki kandungan getah lebih sedikit sehingga menghasilkan warna yang tidak terlalu pekat, para siswa tetap menunjukkan antusiasme tinggi. Dengan kreativitas masing-masing, mereka menghasilkan beragam karya unik yang mencerminkan imajinasi dan karakter pribadi.

Pelaksanaan kegiatan didukung oleh guru sekolah setempat, seorang penerjemah, serta mahasiswa seminar Prof. Ogata dari Kyushu International University yang membantu pengelolaan kelas dan mendampingi siswa selama praktik. Kehadiran para mahasiswa tersebut memberikan pengalaman berharga dalam berpartisipasi secara aktif pada kegiatan pertukaran internasional sekaligus mendukung proses pembelajaran yang interaktif.

Selain pelatihan eco-printing, para siswa juga berkesempatan berinteraksi dengan tamu dari Indonesia melalui percakapan dalam bahasa Inggris. Dalam sesi tersebut, Norma Sari dan Vera Yuli Elviana memperkenalkan berbagai destinasi wisata dan kehidupan masyarakat Indonesia melalui sejumlah foto yang ditampilkan.

Pada kesempatan yang sama, Vera Yuli turut menjelaskan pemanfaatan eco-printing sebagai sarana pemberdayaan perempuan di Yogyakarta. Melalui pelatihan ini, ibu tunggal yang belum memiliki pekerjaan tetap diberi kesempatan memproduksi berbagai kerajinan, seperti kipas, pouch, dan suvenir pernikahan yang bernilai ekonomi.

Kegiatan pengabdian ini tidak hanya memperkenalkan budaya dan praktik pendidikan Indonesia kepada siswa Jepang, tetapi juga memperkuat kerja sama internasional, meningkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan. (Dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dosen-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-kenalkan-eco-printing-kepada-siswa-sekolah-di-Jepang-Foto.-Vera-Yuli.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-25 10:13:322026-05-25 10:13:32UAD Kenalkan Eco-Printing kepada Siswa Sekolah di Jepang

HISKI UAD dan Balai Bahasa DIY Gelar Siniar Literasi

22/05/2026/in Terkini /by Ard

HISKI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Balai Bahasa DIY Gelar Siniar Literasi (Foto. HISKI UAD)

Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Komisariat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama HISKI Komisariat Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar program siniar kolaboratif pada Senin, 18 Mei 2026. Kegiatan tersebut membahas buku terbaru karya akademisi UAD, Prof. Wajiran, S.S., M.A., Ph.D., berjudul Karya Sastra dan Pendidikan Moral: Fondasi Literasi dan Pembentukan Karakter Siswa Indonesia.

Siniar dipandu oleh Ratun Untoro, M.Hum., selaku Widyabasa Ahli Madya sekaligus Ketua Tim Kerja Pelindungan Bahasa dan Sastra di Balai Bahasa Provinsi DIY. Diskusi berlangsung hangat dengan mengangkat pentingnya karya sastra dalam membangun moral dan karakter siswa Indonesia.

Dalam pemaparannya, Prof. Wajiran menyoroti rendahnya budaya membaca di Indonesia. Menurutnya, karya sastra memiliki banyak nilai penting seperti kejujuran, kedisiplinan, empati, dan norma sosial yang dapat membentuk karakter peserta didik. Ia juga membagikan pengalamannya selama berada di Australia yang menunjukkan bahwa budaya membaca telah ditanamkan sejak usia dini melalui dongeng, buku bergambar, ruang baca yang nyaman, hingga kewajiban membaca novel di sekolah.

“Di Australia, siswa belajar bahasa melalui sastra. Bahkan novel Indonesia seperti Laskar Pelangi karya Andrea Hirata juga digunakan sebagai bahan bacaan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pemerintah Australia turut mendukung budaya literasi melalui penyediaan perpustakaan anak serta pembatasan penggunaan smartphone di sekolah.

Selain itu, Prof. Wajiran menjelaskan perbedaan pembelajaran bahasa di Indonesia dan Australia. Menurutnya, pembelajaran di Indonesia masih berfokus pada struktur bahasa, sedangkan di Australia lebih menitikberatkan pada kesusastraan. Ia menilai sastra seharusnya menjadi media utama pembelajaran bahasa karena mampu meningkatkan kosakata, pemahaman bacaan, sekaligus menanamkan nilai moral secara alami.

Kolaborasi antara HISKI UAD dan HISKI Balai Bahasa DIY menjadi bentuk sinergi antar lembaga dalam menghidupkan ekosistem literasi di Yogyakarta. Melalui program siniar tersebut, kedua pihak berharap dapat mendorong lahirnya diskusi-diskusi serupa demi memperkuat pendidikan karakter bangsa melalui sastra.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/HISKI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dan-Balai-Bahasa-DIY-Gelar-Siniar-Literasi-Foto.-HISKI-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-22 12:57:502026-05-22 12:57:50HISKI UAD dan Balai Bahasa DIY Gelar Siniar Literasi

Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Debat Bahasa Indonesia Tingkat Nasional

22/05/2026/in Prestasi /by Ard

Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Debat Bahasa Indonesia Tingkat Nasional (Foto. Mawar)

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Tim delegasi UAD berhasil meraih Juara II dalam ajang Lomba Debat Bahasa Indonesia Mahasiswa Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tanjungpura Pontianak pada 2-5 Mei 2026.

Kompetisi tersebut dilaksanakan melalui beberapa tahapan, dimulai dari babak prelim secara daring yang terdiri atas tiga ronde, dilanjutkan seleksi quarter final, hingga babak semifinal dan grand final yang dilaksanakan secara langsung di Universitas Tanjungpura Pontianak.

Tim UAD diketuai oleh Farid Bagaskara dari Program Studi Sastra Inggris angkatan 2024 bersama dua anggota lainnya, yakni Muhamad Andika dari Program Studi Teknik Industri angkatan 2024 dan Shania Ayu Salsabila dari Program Studi Ilmu Komunikasi angkatan 2024.

Atas pencapaian tersebut, tim mengaku bersyukur dan bahagia karena berhasil membawa nama baik UAD di ajang nasional.N“Alhamdulillah kami merasa senang bisa mendapatkan Juara II di ajang Lomba Debat Bahasa Indonesia Mahasiswa Tingkat Nasional,” ujar Shania.

Dalam mempersiapkan kompetisi, tim melakukan latihan secara rutin melalui kegiatan sparing debat serta evaluasi menyeluruh setelah sesi latihan maupun setelah setiap ronde perlombaan selesai dilaksanakan. Persiapan tersebut dilakukan untuk memperkuat kemampuan argumentasi, kerja sama tim, serta strategi debat.

Mengusung tema “Cerdas Berpikir, Berani Mengukir”, kompetisi ini menuntut peserta untuk mampu berpikir kritis dan menyampaikan argumentasi secara sistematis. Tim UAD pun memiliki strategi khusus dalam memahami dan menyusun argumen selama perlombaan berlangsung. “Kami memahami terlebih dahulu kata kunci dari mosi, kemudian membagi tugas kepada masing-masing pembicara untuk menyusun kasus. Setelah itu, pada lima menit terakhir kami berdiskusi bersama untuk menyelaraskan seluruh argumentasi agar lebih kuat saat dibawakan dalam debat,” jelas Andika.

Selama perlombaan berlangsung, tim mengaku tidak menghadapi hambatan yang terlalu besar. Mereka percaya bahwa usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan menghasilkan capaian yang baik.

Salah satu momen paling berkesan bagi tim adalah ketika berhasil masuk ke babak breaking team setelah menyelesaikan tiga ronde awal dengan mengungguli hampir 30 universitas dari berbagai daerah di Indonesia. Tidak hanya itu, tim juga berhasil meraih peringkat pertama pada babak quarter final hingga melaju ke semifinal dan grand final.

Selain memperoleh prestasi, kompetisi tersebut juga memberikan pengalaman berharga bagi tim, terutama dalam memperluas relasi dengan peserta dari berbagai universitas serta menjalin kedekatan dengan panitia penyelenggara.

Ke depan, tim berharap dapat terus meningkatkan kemampuan debat, berpikir kritis, serta keterampilan menyampaikan argumentasi secara lebih baik. Mereka juga menargetkan mampu meraih Juara I pada kompetisi-kompetisi selanjutnya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-UAD-Raih-Juara-II-Lomba-Debat-Bahasa-Indonesia-Tingkat-Nasional-Foto.-Mawar.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-22 12:41:062026-05-22 12:41:06Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Debat Bahasa Indonesia Tingkat Nasional

PBI UAD Terima Kunjungan Edukatif SD BIAS Klaten

22/05/2026/in Terkini /by Ard

Kunjungan SD BIAS Klaten di Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. PBI UAD)

Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menerima kunjungan siswa-siswi SD BIAS Klaten dalam kegiatan bertajuk UADventure pada Senin, 4 Mei 2026, di Kampus 4 UAD. Sebanyak 70 siswa kelas 3 dan 4 mengikuti kegiatan pembelajaran bahasa Inggris interaktif yang dibagi ke dalam enam kelompok.

Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Program Studi PBI UAD, Sucipto, M.Pd.B.I., Ph.D. Ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi pengalaman belajar bagi siswa, tetapi juga menjadi ruang praktik mahasiswa PBI UAD dalam pembelajaran Teaching English to Young Learners (TEYL).

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi pengalaman belajar bagi siswa, tetapi juga ruang praktik bagi mahasiswa PBI UAD dalam pembelajaran Teaching English to Young Learners (TEYL),” ujarnya.

Wakil Kepala Sekolah BIAS Klaten, Ust. Wahyu Hidayat, berharap para siswa dapat menikmati proses belajar bahasa Inggris dengan cara yang menyenangkan selama berada di PBI UAD.

Selama kegiatan berlangsung, siswa mengikuti sistem rotasi di enam laboratorium, yakni Laboratorium Bahasa A, Bahasa B, Journalism, TEYL, Tourism, dan Microteaching. Di Laboratorium Bahasa A, siswa belajar melalui video dan permainan edukatif, sedangkan di Laboratorium Bahasa B mereka mencoba aktivitas membaca berbasis Augmented Reality (AR) serta latihan pelafalan bahasa Inggris.

Di Laboratorium Journalism, siswa berlatih membuat siniar sederhana menggunakan percakapan bahasa Inggris untuk meningkatkan kemampuan berbicara dan rasa percaya diri. Sementara itu, di Laboratorium TEYL siswa mengikuti kegiatan reading aloud dan bookish play, sedangkan di Laboratorium Tourism mereka belajar mendeskripsikan tempat menggunakan bahasa Inggris sederhana. Adapun di Laboratorium Microteaching, siswa diajak mengenal berbagai profesi melalui aktivitas imaginative speaking dan sentence building.

Salah satu peserta, Ilham, mengaku antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. “Kegiatan hari ini sangat seru dan menyenangkan. Paling seru itu kegiatan di Lab Journalism karena membuat podcast,” ujarnya.

Melalui kegiatan UADventure, PBI UAD berharap dapat menghadirkan pengalaman belajar bahasa Inggris yang kreatif, interaktif, dan menyenangkan bagi anak-anak sekaligus mengenalkan lingkungan kampus sejak dini. (Dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kunjungan-SD-BIAS-Klaten-di-Pendidikan-Bahasa-Inggris-PBI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-PBI-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-22 12:25:062026-05-22 12:25:06PBI UAD Terima Kunjungan Edukatif SD BIAS Klaten

Membangun Akhlak Digital Pelajar di Era Media Sosial

21/05/2026/in Terkini /by Ard

Prodamat Mahasiswa Prodi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di SMK Muhammadiyah 1 Purbalingga (Foto. Tim Prodamat UAD)

Mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Ahmad Dahlan melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema “Akhlak Bermedia Sosial dan Strategi Monetisasi Digital bagi Pengurus IPM SMK Muhammadiyah 1 Purbalingga” di SMK Muhammadiyah 1 Purbalingga.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh mahasiswa MPAI UAD, yaitu Yusron Latif, Anisa Dwi Hartanti, dan Dewi Kartika, sebagai bagian dari tugas Program Pemberdayaan Umat (Prodamat) dan bentuk kontribusi mahasiswa dalam memberikan edukasi kepada pelajar di era digital.

Sosialisasi dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan teknologi digital yang memengaruhi pola pikir dan perilaku remaja, terutama dalam penggunaan media sosial. Platform digital saat ini tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga ruang untuk berekspresi, belajar, bahkan memperoleh penghasilan. Namun, di balik kemudahan tersebut, terdapat tantangan besar yang harus dihadapi generasi muda, yaitu bagaimana menggunakan media sosial secara bijak dan tetap berlandaskan nilai-nilai akhlak.

Di era digital saat ini, media sosial memiliki pengaruh besar terhadap pola pikir dan perilaku remaja. Tidak sedikit pelajar yang menggunakan media sosial tanpa memahami dampak dari setiap unggahan, komentar, maupun informasi yang mereka sebarkan. Padahal, dalam perspektif pendidikan Islam, penggunaan media sosial seharusnya tetap mencerminkan akhlak yang baik, seperti berkata santun, menghindari fitnah, tidak menyebarkan hoaks, serta mampu menjaga etika dalam berinteraksi di ruang digital.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, peserta diberikan pemahaman bahwa media sosial dapat menjadi sarana dakwah, edukasi, dan pengembangan kreativitas apabila digunakan secara tepat. Selain itu, peserta juga dikenalkan dengan berbagai strategi monetisasi digital yang dapat dimanfaatkan oleh pelajar, seperti membuat konten edukatif, desain digital, pengelolaan media sosial, hingga pemanfaatan platform digital untuk membangun personal branding yang positif.

Kegiatan berlangsung secara aktif dan interaktif. Para peserta terlihat antusias mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab. Banyak peserta yang mulai menyadari bahwa media sosial tidak hanya digunakan untuk hiburan semata, tetapi juga dapat menjadi peluang untuk mengembangkan kemampuan diri dan meningkatkan produktivitas.  
Keberhasilan kegiatan ini juga terlihat dari adanya peningkatan pemahaman peserta berdasarkan hasil pretest dan posttest yang disediakan oleh penyelenggara. Sebelum kegiatan, sebagian peserta masih memiliki pemahaman terbatas mengenai akhlak bermedia sosial dan strategi monetisasi digital. Setelah mengikuti sosialisasi, hasil posttest menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan.

Pada akhirnya, perkembangan teknologi digital tidak dapat dihindari, tetapi dapat diarahkan. Oleh karena itu, pendidikan akhlak digital menjadi hal yang sangat penting agar generasi muda tidak hanya cakap dalam menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki karakter dan tanggung jawab moral dalam memanfaatkannya.

Melalui kegiatan ini diharapkan para pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) mampu menjadi pelopor pelajar yang cerdas bermedia sosial, memiliki akhlak digital yang baik, serta mampu memanfaatkan teknologi untuk kegiatan yang positif dan bermanfaat. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Prodamat-Mahasiswa-Prodi-Magister-Pendidikan-Agama-Islam-MPAI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-di-SMK-Muhammadiyah-1-Purbalingga-Foto.-Tim-Prodamat-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-21 09:54:352026-05-21 09:54:35Membangun Akhlak Digital Pelajar di Era Media Sosial

FEB dan FSBK UAD Adakan Pelatihan Konten dan Regulasi

21/05/2026/in Terkini /by Ard

FEB dan FSBK Universitas Ahmad Dahlan (UAD) adakan pelatihan konten dan regulasi (Foto. Ika)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) bersama Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerja sama dengan TikTok Shop dan Tokopedia menggelar pelatihan bertajuk Standar Konten dan Regulasi pada Kamis, 7 Mei 2026 di Aula Masjid Islamic Center UAD. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Waktunya STARt Academy yang diikuti mahasiswa FEB dan FSBK UAD.

Pelatihan menghadirkan Sugeng Wibowo selaku Marketplace Expert. Dalam pemaparan materi, dijelaskan bahwa kualitas konten dan performa akun menjadi hal penting di TikTok Shop. Ia juga mengenalkan sistem health rating akun yang memengaruhi kesempatan pengguna mengikuti program campaign.

Selain itu, peserta mendapat materi tentang berbagai pelanggaran yang sering terjadi di TikTok Shop, seperti konten live yang tidak sesuai produk, menampilkan anak di bawah umur, melakukan overclaim, hingga melanggar aturan saat siaran langsung. Peserta juga diberi pemahaman cara menjaga kesehatan akun serta melakukan banding jika terjadi pelanggaran.

PIC kegiatan, Dr. agr. Ir. Adhita Sri Prabakusuma, S.P., M.Sc., IPM., mengungkapkan bahwa program ini hadir untuk membantu mahasiswa memahami dunia bisnis digital secara langsung. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap menjadi pelaku di ekosistem digital dan mampu bersaing di dunia kerja maupun bisnis,” ujarnya.

Menurut Adhita, pelatihan ini juga membantu mahasiswa memahami perubahan dunia bisnis yang kini semakin berbasis digital. Mahasiswa diharapkan memiliki keterampilan membuat konten, memahami pasar, dan memanfaatkan platform e-commerce sejak masih kuliah.

Salah satu peserta, Aprilia Azmi, mengaku pelatihan ini membantunya memahami TikTok Shop untuk berjualan maupun menjadi afiliator. “Saya jadi lebih paham cara promosi digital dan memahami target pasar. Semoga ke depan program seperti ini terus dikembangkan agar mahasiswa lebih siap menghadapi persaingan bisnis digital,” ujarnya di sesi wawancara. (Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/FEB-dan-FSBK-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-adakan-pelatihan-konten-dan-regulasi-Foto.-Ika.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-21 09:50:432026-05-21 09:50:43FEB dan FSBK UAD Adakan Pelatihan Konten dan Regulasi

Antara Iman dan Cinta: Belajar Adab Berdakwah dari Kisah Nabi Ibrahim

21/05/2026/in Feature /by Ard

Ustaz Yusuf Hanafiah, S.Pd.I., M.Pd. penceramah kajian Ahad Pagi di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Ito)

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menggelar Kajian Rutin Ahad Pagi pada 17 Mei 2026. Kajian kali ini menghadirkan Ustaz Yusuf Hanafiah, S.Pd.I., M.Pd., anggota Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY sekaligus Dosen Pendidikan Agama Islam UAD, yang mengusung tema “Antara Iman & Cinta: Hikmah Kisah Nabi Ibrahim a.s. dan Ayahnya”. Dalam tausiahnya, Ustaz Yusuf mengajak jemaah untuk menggali pelajaran berharga dari interaksi dakwah Nabi Ibrahim kepada ayahandanya, Azar, yang merupakan seorang pembuat sekaligus penyembah berhala.

Ustaz Yusuf memaparkan bahwa Nabi Ibrahim hidup di tengah tantangan dakwah yang sangat berat karena paganisme atau penyembahan berhala telah menjadi tradisi turun-temurun di masyarakat saat itu. Meski menghadapi kaum dan ayahnya sendiri yang menyekutukan Allah Swt., Nabi Ibrahim tetap menunjukkan keberanian untuk menyampaikan kebenaran ajaran tauhid. Keberanian tersebut selalu diiringi dengan sikap lemah lembut dan adab yang tinggi, tecermin dari panggilan “Ya Abati” yang diulanginya di dalam Al-Qur’an. Panggilan ini merupakan bentuk penghormatan dengan sehormat-hormatnya serta wujud cinta yang mendalam kepada sang ayah, meskipun mereka berbeda keyakinan.

Selain mengedepankan adab, metode dakwah Nabi Ibrahim juga sarat akan pendekatan rasionalitas dan pemikiran kritis. Ustaz Yusuf mengisahkan kecerdasan logis Nabi Ibrahim saat menghancurkan patung-patung kecil dan mengalungkan kapak pada patung terbesar guna menyadarkan kaumnya bahwa berhala tidak memiliki kekuatan apa pun untuk membela diri. Hal ini memberikan penekanan bahwa iman dan dakwah harus dilandasi oleh ilmu dan rasionalitas yang kuat, bukan sekadar asal bunyi atau mengikuti tradisi secara membabi buta tanpa sumber kebenaran yang jelas.

Di akhir kajian, ia menyoroti risiko dan penolakan keras yang diterima Nabi Ibrahim hingga diancam akan dirajam dan diusir dalam waktu yang lama oleh ayahnya sendiri. Namun, penolakan dan perlakuan menyakitkan tersebut dibalas dengan kesabaran dan doa memohon keselamatan serta ampunan bagi sang ayah. Dari kisah ini, umat Islam diajarkan tentang batasan ketaatan kepada orang tua; di mana anak wajib terus menyayangi, menghormati, dan mendoakan orang tuanya, namun ketaatan tersebut secara mutlak gugur apabila orang tua memerintahkan untuk berbuat syirik atau kemaksiatan kepada Allah Swt. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ustaz-Yusuf-Hanafiah-S.Pd_.I.-M.Pd_.-penceramah-kajian-Ahad-Pagi-di-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Ito.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-21 09:37:232026-05-21 09:37:23Antara Iman dan Cinta: Belajar Adab Berdakwah dari Kisah Nabi Ibrahim

Perjuangan Sabriyandi Jadi Wisudawan Terbaik FKIP UAD

21/05/2026/in Feature /by Ard

 

Sabriyandi Wisudawan S1 Terbaik Fakultas FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) wisuda periode III 2025-2026 (Foto. Sabriyandi)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Wisuda Terapan, Sarjana, Magister, dan Doktor pada Sabtu, 9 Mei 2026, menetapkan Sabriyandi sebagai Wisudawan S1 Terbaik Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) angkatan 2022 ini berhasil meraih predikat tersebut dengan raihan IPK nyaris sempurna, yakni 3,99. Meskipun mencatatkan angka yang gemilang, bagi Sabriyandi pencapaian ini merupakan hasil dari proses panjang dan konsistensi sebagai anak rantau yang harus belajar mandiri di Yogyakarta.

Perjalanan Sabriyandi dimulai saat ia datang dari Kalimantan Barat dengan segala tantangan adaptasi budaya dan sistem perkuliahan yang baru. Ia mengaku sempat menghadapi rasa lelah dan kurang percaya diri, namun motivasi untuk membawa harapan orang tua membuatnya tetap bertahan. Sabriyandi percaya bahwa hasil besar tidak datang secara instan, melainkan dari usaha kecil yang dilakukan terus-menerus. Baginya, predikat wisudawan terbaik ini bukan hanya tentang nilai, tetapi tentang perjuangan yang tidak berhenti di tengah jalan.

Dalam hal manajemen waktu, Sabriyandi mengandalkan skala prioritas dan kedisiplinan. Meski tidak mengikuti organisasi formal, pengalamannya sebagai Student Employment melatihnya membagi tanggung jawab antara pekerjaan dan kuliah. Ia terbiasa membuat daftar hal yang harus diselesaikan berdasarkan tingkat kepentingan dan berusaha untuk tidak menunda pekerjaan agar tugas tidak menumpuk. Menurutnya, mahasiswa harus belajar bertanggung jawab dengan pilihan dan komitmen yang telah diambil meskipun tidak harus menjadi sempurna dalam membagi waktu.

Untuk menjaga fokus, Sabriyandi memiliki kebiasaan melakukan refleksi diri seperti berjalan sendiri atau mendengarkan musik agar pikiran tetap tenang. Ia menilai menjaga kesehatan pikiran sangat penting untuk mendukung produktivitas. Selain akademik, ia menekankan beberapa skill wajib bagi mahasiswa saat ini, yaitu kemampuan komunikasi, adaptasi, bahasa Inggris, serta public speaking. Ia meyakini bahwa keberanian mencoba hal baru dan kemampuan membangun relasi sangat dibutuhkan di luar materi kelas.

“Tips untuk adik-adik mahasiswa, jangan terlalu sibuk membandingkan diri dengan orang lain. Fokuslah pada proses dan perkembangan diri sendiri. Jangan takut gagal, karena kadang pengalaman yang paling berharga justru datang dari kegagalan,” tuturnya.

Pencapaian IPK 3,99 ini diakuinya didukung penuh oleh peran orang tua, teman, dan para dosen di PGSD FKIP UAD. Orang tua menjadi alasan terbesarnya untuk bertahan, sementara dukungan dosen memberikan motivasi bagi dirinya untuk terus berkembang. Sabriyandi berpesan kepada mahasiswa lain agar tidak takut bermimpi besar meski berasal dari keterbatasan.

“Jangan takut untuk bermimpi besar walaupun berasal dari keterbatasan. Tidak semua proses akan berjalan mudah, tetapi percayalah setiap perjuangan yang dijalani dengan sungguh-sungguh akan menemukan jalannya,” ucapnya. Ia juga menekankan kepada mahasiswa yang masih menempuh perkuliahan untuk memanfaatkan masa kuliah bukan hanya untuk mencari nilai, tetapi juga untuk mencari pengalaman, relasi, dan mengenal potensi diri sendiri. “Jangan takut mencoba, jangan takut gagal, dan jangan cepat menyerah hanya karena prosesnya terasa berat. Karena pada akhirnya, yang membuat seseorang sampai ke titik keberhasilan bukan hanya siapa yang paling pintar, tetapi siapa yang mampu bertahan dan terus melangkah.” Tambahnya. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sabriyandi-Wisudawan-S1-Terbaik-Fakultas-FKIP-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-wisuda-periode-III-2025-2026-Foto.-Sabriyandi-1.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-21 09:25:592026-05-21 09:25:59Perjuangan Sabriyandi Jadi Wisudawan Terbaik FKIP UAD
Page 7 of 409«‹56789›»

TERKINI

  • Tim PPK Ormawa IMM FKM UAD Usung Program Desa Sehat di Caturharjo11/06/2026
  • Perkuat Budaya Riset, UAD Hadirkan Akademisi NTU Singapura dalam Workshop Publikasi Ilmiah10/06/2026
  • Baitul Arqam Mahasiswa UAD Angkatan 2025 Gelombang 2 Resmi Ditutup10/06/2026
  • Dahlan Muda Menginspirasi di MA Miftahunnajah Sleman10/06/2026
  • Mahasiswa UAD Berbagi Inspirasi di Ponpes Taruna Al-Qur’an Putri09/06/2026

PRESTASI

  • Kajian Pemulihan Ekonomi Pascabencana Antarkan Mahasiswa UAD Raih Prestasi Nasional11/06/2026
  • Inovasi Kuliner Sehat Mahasiswa UAD Sabet Penghargaan di Kompetisi Nasional11/06/2026
  • Mahasiswa UAD Borong Tiga Penghargaan dalam Lomba National Essay & Business Plan Catalyst Future Competition10/06/2026
  • Pustakawan UAD Raih Juara II Riset Terbaik pada SILASMA 202609/06/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara Nasional, Teliti Duolingo dalam Meningkatkan Self-Directed Learning09/06/2026

FEATURE

  • Menghindari Penyesalan Abadi11/06/2026
  • Menggali Makna Kesetiaan dan Pengorbanan01/06/2026
  • Sabil Isan Permana: Kalah Harus Bangkit Lagi30/05/2026
  • Peran Alumni UAD sebagai Problem Solver Publik29/05/2026
  • Fikih Kurban Menurut Muhammadiyah: Dari Nilai Tauhid hingga Aturan Praktis28/05/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top