• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Mahasiswa UAD Juara I Pilmapres Program Diploma LLdikti Wilayah V Yogyakarta

27/04/2026/in Prestasi /by Ard

Rizal Agus Setiawan Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Juara 1 Pilmapres Program Diploma LLDikti Wilayah V Yogyakarta (Foto. Rizal)

Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Rizal Agus Setiawan berhasil meraih Juara I dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (PILMAPRES) Program Diploma tingkat LLDIKTI Wilayah V yang diselenggarakan pada 21-22 April 2026. Capaian ini mengantarkan Rizal untuk melangkah ke tingkat nasional.

Rizal mengungkapkan bahwa perjalanan menuju posisi terbaik di tingkat wilayah bukanlah hal yang mudah. Ia mengatakan, “Tantangan terbesar yang saya hadapi adalah bagaimana menyampaikan ide inovasi secara singkat namun tetap jelas, kuat, dan meyakinkan di hadapan juri,” ujarnya.

Selain itu, sesi tanya jawab juga menjadi tantangan tersendiri baginya. “Saya harus mampu menjawab pertanyaan kritis secara cepat dan tepat,” tambahnya. Untuk mengatasi hal tersebut, Rizal melakukan persiapan yang matang dan intensif. “Saya memperdalam materi, latihan presentasi berulang-ulang, serta meminta masukan dari dosen dan teman agar penyampaian saya semakin matang,” jelasnya.

Saat diumumkan sebagai Juara I, Rizal mengaku diliputi rasa haru dan syukur. “Saya merasa sangat bersyukur dan tidak menyangka bisa meraih hasil tersebut. Ini bukan hanya hasil dari usaha saya pribadi, tetapi juga dukungan dari dosen pembimbing, keluarga, dan teman-teman,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa momen tersebut menjadi motivasi besar untuk terus berkembang dan memberikan yang terbaik pada tahap berikutnya.

Menjelang kompetisi tingkat nasional, Rizal telah menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan performanya. Ia berfokus pada penguatan substansi inovasi, peningkatan kualitas presentasi, serta kemampuan menjawab pertanyaan secara kritis dan terstruktur. “Saya juga melakukan evaluasi dari penampilan sebelumnya untuk memperbaiki kekurangan dan memaksimalkan keunggulan yang sudah ada,” ungkapnya.

Ia berpesan, “Manfaatkan waktu sebaik mungkin, cari lingkungan yang mendukung, dan jangan ragu untuk belajar dari kegagalan. Karena pada akhirnya, proses yang kita jalani hari ini akan menentukan hasil di masa depan. Jangan menyerah, karena setiap usaha pasti memiliki hasil,” pungkasnya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Rizal-Agus-Setiawan-Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Juara-1-Pilmapres-Program-Diploma-LLDikti-Wilayah-V-Yogyakarta-Foto.-Rizal.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-04-27 10:52:202026-04-27 10:52:20Mahasiswa UAD Juara I Pilmapres Program Diploma LLdikti Wilayah V Yogyakarta

Program Studi Teknik Elektro UAD Raih Akreditasi Unggul dari LAM Teknik

27/04/2026/in Terkini /by Ard

 

Akreditasi Unggul Prodi Teknik Elektro S1 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menorehkan capaian membanggakan dalam bidang penjaminan mutu pendidikan. Program Studi Teknik Elektro dari Fakultas Teknologi Industri (FTI) berhasil meraih peringkat akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Teknik (LAM Teknik). Berdasarkan Keputusan Nomor 0063/SK/LAM Teknik/AS/IV/2026, akreditasi ini berlaku mulai 21 April 2026 hingga 20 April 2031.

Pencapaian tersebut menjadi bukti komitmen Program Studi Teknik Elektro UAD dalam menjaga dan meningkatkan kualitas akademik. Melalui penguatan kurikulum berbasis kebutuhan industri, peningkatan kompetensi dosen, serta optimalisasi sarana dan prasarana laboratorium, prodi ini mampu memenuhi berbagai indikator penilaian yang ditetapkan oleh lembaga akreditasi nasional.

Program Studi Teknik Elektro UAD juga dikenal aktif mengembangkan pembelajaran berbasis praktik dan inovasi teknologi. Berbagai kegiatan seperti pengembangan proyek berbasis rekayasa, riset di bidang kelistrikan dan sistem cerdas, hingga kolaborasi dengan mitra industri menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan teknis dan kemampuan problem solving di era transformasi digital.

Keberhasilan meraih akreditasi Unggul tidak hanya menjadi bentuk pengakuan atas mutu pendidikan, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berinovasi dan berkontribusi. Dukungan dari fakultas dan universitas turut memperkuat langkah Program Studi Teknik Elektro dalam mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing global.

Dengan capaian ini, Program Studi Teknik Elektro UAD semakin memperkokoh posisinya sebagai salah satu program studi unggulan di bidang teknik di Indonesia. UAD pun berkomitmen untuk terus mempertahankan kualitas akademik serta memperluas kontribusinya dalam menghasilkan lulusan yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan perkembangan teknologi. (Dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Akreditasi-Unggul-Prodi-Teknik-Elektro-S1-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpeg 905 1080 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-04-27 10:42:282026-04-27 10:42:28Program Studi Teknik Elektro UAD Raih Akreditasi Unggul dari LAM Teknik

Memperkuat Strategi Reframing Pembelajaran Fisika di Perguruan Tinggi

27/04/2026/in Terkini /by Ard

 

Prof. Dr. Dian Artha Kusumaningtyas, S.Pd., M.Pd.Si. Guru Besar Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menambah jajaran profesornya melalui pengukuhan Prof. Dr. Dian Artha Kusumaningtyas, S.Pd., M.Pd.Si. sebagai Guru Besar dalam Ranting Ilmu/Kepakaran Evaluasi Pembelajaran Fisika pada Sabtu, 18 April 2026, di Ruang Amphitarium Gedung Utama Kampus IV UAD.

Dalam pidato orasi ilmiah berjudul “Reframing Pembelajaran Fisika di Perguruan Tinggi”, Prof. Dian Artha menekankan bahwa tantangan Revolusi Industri 4.0 dan digitalisasi menuntut kurikulum universitas untuk mengintegrasikan penguasaan ilmu dengan kompetensi global serta literasi digital.

Strategi yang ditawarkan dalam orasi ilmiah tersebut fokus pada empat pilar utama kualitas pembelajaran fisika masa depan, yakni minimalisasi miskonsepsi melalui optimasi pengetahuan konten, penerapan pendekatan Content and Language Integrated Learning (CLIL) untuk memenuhi kebutuhan global, serta penguatan Subject Spesifik Pedagogy (SSP) pada pendidikan profesi.

Prof. Dian Artha memfasilitasi struktur kompetensi berlapis yang dimulai dari jenjang S1 dengan empat fase krusial yaitu fase fondasi, integrasi inti, integritas, dan profesi pendidikan. Secara filosofis, model ini memandang pendidikan sebagai proses humanisasi dan transformasi intelektual, sementara secara epistemologis, fisika ditempatkan sebagai bangunan pengetahuan yang koheren melalui pilar konseptualitas, empirisme terkontrol, serta modelisasi.

Karakter guru fisika unggul yang ingin dibentuk melalui model ini meliputi integritas akademik, kepekaan pada bukti empiris, keteguhan pada rasionalitas ilmiah, serta kemampuan berpikir sistematis.

Gagasan ini juga terinspirasi dengan nilai-nilai Islam berkemajuan yang menekankan keseimbangan antara iman, ilmu, dan amal untuk membangun pendidikan yang mencerahkan dan berkontribusi terhadap peradaban.

Menutup pidatonya, Prof. Dian menyampaikan bahwa pencapaian jabatan akademik tertinggi ini merupakan hasil perjalanan panjang sejak ia memulai karir sebagai dosen pada tahun 2005. “Tentunya di perjalanan yang panjang ini, saya tidak menempuh seorang diri, ada banyak pihak yang telah berkontribusi memberi dukungan, kepercayaan serta kesempatan untuk terus belajar,” pungkasnya. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Prof.-Dr.-Dian-Artha-Kusumaningtyas-S.Pd_.-M.Pd_.Si_.-Guru-Besar-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-04-27 10:31:452026-04-27 10:31:45Memperkuat Strategi Reframing Pembelajaran Fisika di Perguruan Tinggi

Mahasiswa UAD Juara 1 Pilmapres LLDikti Wilayah V Yogyakarta

27/04/2026/in Prestasi /by Ard

M. Analta Gibransyah Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Juara 1 Pilmapres LLDikti Wilayah V Yogyakarta (Foto. Gibran)

Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di tingkat regional. M. Analta Gibransyah, mahasiswa Program Studi Hukum Angkatan 24, resmi dinobatkan sebagai Juara 1 Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Program Sarjana Tingkat Wilayah LLDikti Wilayah V Tahun 2026.

Capaian membanggakan ini merupakan hasil dari proses seleksi panjang dan berjenjang yang dimulai sejak tingkat fakultas hingga universitas pada November 2025 lalu. Bagi Gibran kemenangan ini bukan sekadar prestasi personal, melainkan cerminan dari dukungan kampus yang sukses mendorong perkembangan intelektual dan kepemimpinan mahasiswa.

“Alhamdulillah, capaian ini merupakan representasi dukungan ekosistem akademik kampus yang mendorong mahasiswa untuk terus berkembang secara intelektual, sosial, dan kepemimpinan,” ungkapnya.

Dalam kompetisi tersebut, Gibran mengangkat isu krusial mengenai perlindungan hak identitas hukum bagi anak-anak dari kelompok marjinal. Fokus utamanya adalah pemenuhan kepemilikan akta kelahiran bagi anak-anak yang rentan, seperti anak dari pernikahan siri, anak pekerja migran, hingga anak di panti asuhan yang masih menghadapi hambatan dalam pencatatan sipil.

Sebagai mahasiswa hukum, ia melihat bahwa identitas hukum merupakan pintu masuk utama untuk mengakses berbagai hak dasar lainnya, mulai dari pendidikan hingga layanan kesehatan. 

“Saya meyakini bahwa perlindungan identitas hukum merupakan langkah awal dalam mewujudkan keadilan sosial yang inklusif,” tambahnya.

Keberhasilan Gibran tidak diraih secara instan. Ia menjalani proses pembinaan intensif di universitas melalui dua tahapan pembinaan untuk memperkuat substansi gagasan kreatif, kemampuan bahasa Inggris, serta presentasi akademik. Tantangan terbesar baginya adalah memastikan seluruh capaian unggulannya disajikan secara sistematis dan menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat luas.

Selain berfokus pada akademik, mahasiswa semester 4 ini juga dikenal sangat aktif berorganisasi. Saat ini, ia mengemban amanah sebagai Ketua Forum Bidikmisi KIPK (Forsikip) UAD dan Ketua Outstanding Student Community (OSCOM) UAD. Di luar lingkungan kampus, Gibran juga aktif berkontribusi sebagai Jajaka Kabupaten Bogor yang berperan dalam promosi pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.

Dengan semangat sebagai agen perubahan, Gibran berharap pencapaiannya ini dapat menjadi inspirasi bagi rekan mahasiswa lainnya untuk terus bertumbuh. Ia berkomitmen untuk terus memperluas kontribusinya dalam pemberdayaan kelompok rentan melalui pendekatan hukum yang inklusif dan solutif di masa depan. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/M.-Analta-Gibransyah-Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Juara-1-Pilmapres-LLDikti-Wilayah-V-Yogyakarta-Foto.-Gibran.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-04-27 10:08:332026-04-27 10:08:33Mahasiswa UAD Juara 1 Pilmapres LLDikti Wilayah V Yogyakarta

Kolaborasi Wujudkan Kampung Bebas Stunting

27/04/2026/in Terkini /by Ard

Tim PKM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) adakan program kampung bebas stunting bersama berbagai elemen dan PRA Timbulharjo (Foto. Tim PKM UAD)

Masjid At-Taufiq menjadi titik awal gerakan pencegahan stunting berbasis komunitas yang digelar pada Sabtu dan Minggu (18–19 April 2026). Kegiatan bertajuk “Dari Masjid untuk Generasi Sehat: Wujudkan Kampung Bebas Stunting” ini merupakan hasil kolaborasi tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan berbagai elemen masyarakat bersama Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Timbulharjo.

Sebanyak 25 peserta hadir dalam kegiatan tersebut, terdiri atas takmir masjid, kader posyandu, perwakilan PRA, serta guru TK dan SD. Panitia menyebut keterlibatan lintas elemen ini sebagai kekuatan utama dalam membangun sinergi pencegahan stunting dari tingkat akar rumput.

Pada sesi pembukaan, ditekankan bahwa peran masjid tidak hanya terbatas sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat edukasi, pemberdayaan, dan transformasi sosial. Pendekatan berbasis masjid dinilai efektif dalam menyampaikan pesan-pesan kesehatan kepada masyarakat.

Dalam sesi pertama, Erni Gustina menjelaskan bahwa stunting tidak semata disebabkan oleh kekurangan gizi, tetapi juga dipengaruhi oleh pola asuh yang kurang optimal. Ia menegaskan pentingnya pengasuhan responsif serta pemenuhan nutrisi sejak masa kehamilan.

“Pola asuh yang tepat menjadi fondasi utama dalam mencegah stunting. Peran keluarga, baik ayah maupun ibu, sangat krusial dalam memastikan anak mendapatkan asupan gizi dan perhatian yang cukup,” ujarnya.

Selanjutnya, Liena Sofiana memaparkan pentingnya pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Ia menyoroti periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai masa emas yang sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak.

“Perubahan perilaku menjadi kunci. Edukasi harus terus dilakukan agar masyarakat tidak hanya memahami, tetapi juga mampu menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Rangkaian materi ditutup oleh Yuniar Wardani yang menegaskan peran strategis masjid serta amal usaha Muhammadiyah dan Aisyiyah, mulai dari pengajian, klinik, hingga posyandu sebagai ujung tombak intervensi gizi dan edukasi kesehatan.

“Dari masjid, kita bisa membangun kesadaran kolektif untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas dari stunting,” tegasnya.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan berbagi pengalaman. Melalui forum ini, diharapkan terbangun komitmen bersama antara tokoh agama, tenaga pendidik, dan kader kesehatan dalam mewujudkan kampung bebas stunting secara berkelanjutan. (Doc)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-PKM-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-adakan-program-kampung-bebas-stunting-bersama-berbagai-elemen-dan-PRA-Timbulharjo-Foto.-Tim-PKM-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-04-27 10:01:432026-04-27 10:01:43Kolaborasi Wujudkan Kampung Bebas Stunting

UAD Gelar Sidang Terbuka Senat dalam Rangka Pengukuhan Empat Guru Besar Baru

25/04/2026/in Terkini /by Ard

 

Empat Guru Besar Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama Rektor UAD dan Ketua Senat (Foto. Humas dan Protokol UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Sidang Terbuka Senat dalam rangka Pengukuhan Guru Besar pada Sabtu, 25 April 2026. Bertempat di Amphitarium Gedung Utama Kampus IV UAD, sebanyak empat guru besar telah dikukuhkan sebagai guru besar dalam berbagai bidang kepakaran.

Sidang dibuka secara resmi oleh Ketua Senat UAD, Prof. Dr. Ir. Dwi Sulisworo, M.T., yang dilanjutkan dengan pembacaan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia oleh Dr. Farid Setiawan, M.Pd.I. mengenai kenaikan jabatan akademik tersebut.

Empat guru besar yang dikukuhkan yakni Prof. Dr. Ishafit, M.Si. di bidang Pembelajaran Fisika Berbasis Laboratorium dan ICT, Prof. Dr. Yudi Ari Adi, M.Si. di bidang Pemodelan Matematika Interaksi Populasi, Prof. Dr. Fatwa Tentama, M.Si. di bidang Psikologi Kerja, Organisasi, dan Kewirausahaan, serta Prof. Wajiran, Ph.D. di bidang Kritik Sastra.

Prosesi pengukuhan dilakukan oleh Ketua Senat UAD Prof. Dwi Sulisworo didampingi Rektor UAD Prof. Dr. Muchlas, M.T. Prof. Dwi Sulisworo dalam sambutannya berpesan agar gelar yang didapat mampu memberi manfaat dan kesejahteraan bagi umat manusia. “UAD sudah memiliki 50 guru besar. Semoga bermanfaat tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga umat manusia,” tuturnya.

Sementara Prof. Muchlas mengungkapkan kebanggaannya, karena tiga dari keempat guru besar ini merupakan alumni dari UAD. Jumlah guru besar UAD saat ini merupakan yang terbanyak di lingkungan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah se-Indonesia, dan terdapat sebanyak 150 lektor kepala.

“Kami akan terus mengikuti arahan dari Majelis Diklitbang PP Muhammadiyah maupun dari BPH untuk terus melaksanakan program-program akselerasi lektor kepala dan guru besar sehingga UAD dapat dijadikan sebagai rujukan perguruan tinggi khususnya di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah di Indonesia.” tutupnya. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Empat-Guru-Besar-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-bersama-Rektor-UAD-dan-Ketua-Senat-Foto.-Humas-dan-Protokol-UAD-1.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-04-25 13:52:502026-04-25 13:52:50UAD Gelar Sidang Terbuka Senat dalam Rangka Pengukuhan Empat Guru Besar Baru

Edukasi Keuangan Syariah Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Muhammadiyah DIY

24/04/2026/in Terkini /by Ard

Edukasi keuangan syariah bagi warga Muhammadiyah DIY di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Edukasi keuangan syariah bagi warga Muhammadiyah DIY digelar di Amphitarium Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan mengusung tema “Penguatan Literasi dan Implementasi Keuangan Syariah Menuju Kemandirian Ekonomi Warga Muhammadiyah.”

Kegiatan yang berlangsung pada 23 April 2026 ini bertujuan meningkatkan literasi serta penerapan prinsip keuangan syariah dalam kehidupan sehari-hari guna mendorong kemandirian ekonomi warga Muhammadiyah.

Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T., menegaskan pentingnya literasi keuangan syariah sebagai fondasi utama. “Saya kira literasi keuangan ini sangat penting bagi umat Muhammadiyah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kemandirian ekonomi tidak akan tercapai tanpa pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan berbasis syariah. “Kemandirian tidak akan terwujud kalau tidak ada pemahaman yang baik tentang pengelolaan keuangan yang sesuai prinsip syariah,” jelasnya.

Ketua PWM DIY, Dr. Muhammad Ikhwan Ahada, M.A., menyebut literasi keuangan syariah sebagai bagian dari upaya mencapai kesejahteraan hidup. “Literasi keuangan syariah penting bagi kita, jalan mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat,” ujarnya.

Ia juga menilai kebijakan penggunaan sistem keuangan syariah di lingkungan Muhammadiyah sebagai langkah strategis. “Ini merupakan langkah strategis agar dunia keuangan syariah bisa lebih bergairah,” tambahnya.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, H. Singgih Januratmoko, S.H., M.M., menekankan peran keuangan syariah dalam menciptakan keadilan ekonomi. “Keuangan syariah bukan lagi bicara halal dan haram, tetapi instrumen membangun ekonomi yang berkeadilan,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi BUMN, Dr. Ferry Irawan, S.E., M.S.E., menyoroti masih adanya kesenjangan antara keuangan konvensional dan syariah. “Konvensional sudah sekitar 93 persen, sedangkan syariah baru 13,4 persen,” jelasnya, seraya menegaskan perlunya peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah.

Kegiatan ini diharapkan mendorong warga Muhammadiyah menjadi pelaku aktif dalam penguatan ekonomi berbasis syariah. (Dnd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Edukasi-keuangan-syariah-bagi-warga-Muhammadiyah-DIY-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-04-24 09:32:302026-04-24 09:32:30Edukasi Keuangan Syariah Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Muhammadiyah DIY

Mahasiswa UAD Raih Juara I Mawapres PTMA Program Diploma, Usung Inovasi Pangan Berkelanjutan

24/04/2026/in Prestasi /by Ard

Rizal Agus Setiawan, Juara I Mawapres PTMA Program Diploma (Foto. Mawar)

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Rizal Agus Setiawan, mahasiswa Program Studi D4 Bisnis Jasa Makanan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, berhasil meraih Juara I dalam ajang Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA).

Rizal mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian tersebut. “Saya merasa sangat bersyukur dan bangga, karena pencapaian ini bukan hanya hasil dari usaha saya sendiri, tetapi juga dukungan dari dosen, kampus, dan orang-orang terdekat. Ini juga menjadi momen yang sangat berharga dalam perjalanan akademik saya,” ujarnya.

Perjalanan menuju Mawapres PTMA tidaklah instan. Rizal menjelaskan bahwa proses tersebut dimulai dari keaktifannya dalam bidang akademik maupun non-akademik. Ia juga mengembangkan inovasi karya tulis berupa produk OKANA, yaitu daging analog berbasis ampas tahu dan jantung pisang. “Saya melalui seleksi di tingkat kampus, mempersiapkan berkas, karya ilmiah, presentasi, hingga akhirnya bisa mewakili kampus di ajang Mawapres PTMA,” tuturnya.

Dalam proses tersebut, Rizal menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam membagi waktu. “Tantangan terbesar adalah membagi waktu antara akademik, pengembangan inovasi, dan persiapan kompetisi. Cara saya mengatasinya adalah dengan manajemen waktu yang disiplin, terus belajar dari feedback, serta menjaga konsistensi dan motivasi diri,” ungkapnya.

Keunggulan Rizal dalam kompetisi ini terletak pada inovasi yang ia angkat. Produk OKANA yang dikembangkannya menawarkan solusi terhadap isu pangan berkelanjutan. “Inovasi ini tidak hanya kreatif, tetapi juga solutif terhadap isu nyata seperti pangan darurat, limbah pangan, dan ketahanan pangan,” jelas Rizal.

Ia menambahkan bahwa Gagasan Kreatif (GK) yang diusung berfokus pada pengembangan daging analog berbasis bahan lokal dengan teknologi retort. “Produk ini tahan lama, bergizi, praktis, dan tanpa bahan pengawet. Selain itu, juga mengusung konsep zero waste serta mendukung ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan,” paparnya.

Rizal juga menekankan peran besar kampus dalam mendukung prestasinya. “Kampus memberikan fasilitas, bimbingan dosen, serta dukungan penuh dalam pengembangan ide dan kompetisi. Lingkungan kampus juga mendorong saya untuk aktif, berkembang, dan berani berinovasi,” katanya.

Sebagai penutup, Rizal menyampaikan motivasi yang mendorongnya untuk terus berprestasi. “Motivasi terbesar saya adalah ingin memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya melalui inovasi di bidang pangan. Saya juga ingin membuktikan bahwa mahasiswa bisa berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan nyata di lingkungan sekitar,” pungkasnya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Rizal-Agus-Setiawan-Juara-I-Mawapres-PTMA-Program-Diploma-Foto.-Mawar.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-04-24 09:09:392026-04-24 09:12:00Mahasiswa UAD Raih Juara I Mawapres PTMA Program Diploma, Usung Inovasi Pangan Berkelanjutan

Sebanyak 337 Mahasiswa KKN Dukung Penguatan Kampung Tematik di Kota Yogyakarta

22/04/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) tergabung dalam tim KKN untuk penguatan kampung tematik di Kota Yogyakarta (Foto. KKN UAD)

Sebanyak 337 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari empat perguruan tinggi resmi dilepas untuk melaksanakan pengabdian masyarakat di Kota Yogyakarta, Senin, 20 April 2026. Kegiatan pelepasan berlangsung di Halaman Balai Kota Yogyakarta.

Mahasiswa tersebut berasal dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Janabadra. Mereka akan menjalankan program KKN tematik sebagai bagian dari kolaborasi antara Pemerintah Kota Yogyakarta dengan perguruan tinggi dalam skema Kampung Tematik sekaligus mendukung konsep One Village One University.

Dalam program ini, Pemkot Yogyakarta mengusung 10 tema pengabdian, antara lain tematik sungai, kampung Inggris, pengelolaan sampah, pembinaan wirausaha, pendampingan kelompok rentan, kesehatan jiwa, pengembangan ruang terbuka hijau publik (RTHP), sekolah lansia, jam belajar masyarakat, serta program WNA mengajar.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam membangun kesadaran sosial masyarakat, terutama terkait isu lingkungan. Ia menekankan pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah, mulai dari membuang sampah pada tempatnya hingga mengolah sampah organik dan mengurangi food waste.

“Mahasiswa harus peka terhadap lingkungan. Mereka adalah agen perubahan yang mampu mengubah pola pikir masyarakat,” ujarnya.

Hasto juga menjelaskan bahwa pendekatan One Village One University diharapkan mampu menciptakan kesinambungan program di tingkat kampung. Dengan pendampingan berkelanjutan dari perguruan tinggi, setiap kampung dapat fokus pada satu tema sehingga hasilnya lebih terukur.

Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V DIY, Setyabudi Indartono, menekankan bahwa keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari pelaksanaan program, tetapi juga dari respons masyarakat.

“Kampus harus menjadi solusi bagi masyarakat. Keberhasilan ditentukan dari sejauh mana masyarakat merasakan manfaatnya,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk menjaga etika, meningkatkan kreativitas, serta membangun komunikasi aktif agar program berjalan efektif dan tepat sasaran.

Salah satu peserta KKN dari UAD, Dwi Mulyadi, menyampaikan bahwa kelompoknya akan fokus pada pendampingan lansia, khususnya dalam aspek kesehatan mental. Selain itu, mereka juga akan memberikan perhatian pada remaja, terutama dalam persiapan karier.

Melalui kolaborasi lintas kampus ini, program KKN tematik diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kota Yogyakarta serta memperkuat peran mahasiswa sebagai motor perubahan sosial. (Doc)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-tergabung-dalam-tim-KKN-untuk-penguatan-kampung-tematik-di-Kota-Yogyakarta-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-04-22 10:08:032026-04-22 10:08:03Sebanyak 337 Mahasiswa KKN Dukung Penguatan Kampung Tematik di Kota Yogyakarta

Fenomena Komodifikasi Bahasa Religi Islam di Era Media Digital

22/04/2026/in Terkini /by Ard

 

Prof. Dr. Rika Astari, S.S., M.A. Guru Besar Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali mengukuhkan salah satu guru besar barunya, Prof. Dr. Rika Astari, S.S., M.A. dalam ranting ilmu/kepakaran bahasa dan media. Acara ini dilaksanakan pada Sabtu, 18 April 2026, di Ruang Amphitarium Gedung Utama Kampus IV UAD.

Dalam pidato pengukuhannya, Prof. Dr. Rika Astari, S.S., M.A. mengangkat orasi ilmiah berjudul “Komodifikasi Bahasa Religi Islam pada Media di Era Digital.” Menurutnya, saat ini terdapat fenomena pergeseran fungsi bahasa religi yang tidak lagi hanya berperan sebagai penuntun spiritual, tetapi juga sebagai instrumen ekonomi dalam berbagai praktik media.

Prof. Rika menilai bahwa kekuatan bahasa tidak hanya untuk menyampaikan pesan, tetapi juga membentuk persepsi dan nilai dalam masyarakat. Dalam konteks digital, bahasa bahkan menjadi bagian dari strategi pemasaran yang memengaruhi cara pandang publik terhadap suatu produk atau fenomena.

Ia memaparkan bahwa komodifikasi bahasa religi terjadi di berbagai sektor, mulai dari industri perfilman, produk komersial, hingga layanan finansial digital. Dalam industri film, istilah religius kerap digunakan untuk memperkuat daya tarik cerita, baik dalam genre romantis maupun horor. Sementara itu, dalam dunia bisnis, simbol keagamaan dimanfaatkan sebagai strategi branding untuk membangun kepercayaan konsumen.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa komodifikasi bahasa religi Islam dapat dibagi menjadi dua, yaitu berdampak positif dan negatif. Pada sisi positif, komodifikasi dapat menjadi sarana syiar beragama yang efektif, misalnya melalui film maupun iklan produk bertema hijab yang mampu menginspirasi serta memperkuat identitas keagamaan dan kedekatan dengan masyarakat.

Namun, pada sisi negatif, komodifikasi berpotensi melemahkan nilai-nilai agama ketika digunakan semata-mata untuk kepentingan komersial, bahkan dapat memicu kesenjangan sosial dan ekonomi di tengah masyarakat.

Sebagai respons atas fenomena tersebut, ia menekankan pentingnya penguatan literasi bahasa dan digital bagi masyarakat. Selain itu, diperlukan pedoman etika komunikasi bagi industri kreatif agar penggunaan bahasa religi tetap menghormati nilai teologis dan tidak semata-mata berorientasi pada kepentingan ekonomi.

Prof. Rika menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil dari dukungan dan doa banyak pihak. “Capaian ini adalah capaian bersama, capaian keluarga, capaian anak-anak kita.” ucapnya. Ia juga mengucap terima kasih kepada keluarga, kolega, dan sivitas akademika yang telah membersamai. (Mei)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Prof.-Dr.-Rika-Astari-S.S.-M.A.-Guru-Besar-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-04-22 09:49:022026-04-22 09:49:02Fenomena Komodifikasi Bahasa Religi Islam di Era Media Digital
Page 8 of 404«‹678910›»

TERKINI

  • Dosen PGSD UAD Paparkan Etika Bermedia Sosial untuk Hindari Perundungan Siber26/05/2026
  • Mahasiswa KKN UAD Gelar Kerja Bakti Pengelolaan Kawasan Sungai di Kali Code26/05/2026
  • Tujuh Dokter Baru Resmi Dilantik pada Sumpah Dokter Periode IV UAD26/05/2026
  • UAD Gelar Gala Dinner Temu Keluarga Alumni Ahmad Dahlan26/05/2026
  • Talkshow Alumni UAD Hadirkan Inspirasi Wirausaha Digital26/05/2026

PRESTASI

  • Tapak Suci UAD Borong Medali di 1st Muhammadiyah Games 202626/05/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Debat Bahasa Indonesia Tingkat Nasional22/05/2026
  • Lawan Rasa Insecure, Dara Safina Raih Juara 3 Qiroatus Syi’ir di AWFest 202611/05/2026
  • Tim Bola Voli Putra UAD Raih Juara 3 di Ajang Immanuel Trans X FEBI Cup 202604/05/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Bronze Medal di Bandung Essay Competition #304/05/2026

FEATURE

  • Antara Iman dan Cinta: Belajar Adab Berdakwah dari Kisah Nabi Ibrahim21/05/2026
  • Perjuangan Sabriyandi Jadi Wisudawan Terbaik FKIP UAD21/05/2026
  • Regina Nadyani Ungkap Strategi Meraih Predikat Wisudawan Terbaik FSBK UAD19/05/2026
  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top