Tim PkM Kesehatan Masyarakat UAD Gelar Pelatihan K3 bagi Pengelola Tebing Breksi

Tim PkM Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) beri pelatihan K3 pengelola Tebing Breksi (Foto. PKM Kesmas UAD)
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Pelatihan Investigasi Kecelakaan Kerja dan Pemahaman tentang Safety Sign bagi pengelola wisata Tebing Breksi pada Selasa, 23 Juni 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di kawasan wisata Tebing Breksi, Sambirejo, Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kegiatan pengabdian ini diketuai oleh Machfudz Eko Arianto, S.K.M., M.Sc. dengan anggota tim Muchammad Rifai, S.K.M., M.Sc. dan Julian Dwi Saptadi, M.Sc. Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada sektor pariwisata, khususnya di destinasi wisata berbasis alam.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengelola wisata dalam mengenali potensi bahaya, menginvestigasi kecelakaan kerja, serta memahami fungsi dan penerapan safety sign sebagai media komunikasi keselamatan di lingkungan kerja dan kawasan wisata.
Materi yang disampaikan meliputi konsep dasar K3 dan kecelakaan kerja, tahapan investigasi kecelakaan, identifikasi akar penyebab (root cause analysis), prosedur pelaporan insiden, serta jenis-jenis safety sign beserta implementasinya sesuai potensi risiko di kawasan Tebing Breksi. Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti diskusi interaktif, studi kasus dan simulasi investigasi kecelakaan.
Ketua tim pengabdian, Machfudz Eko Arianto, S.K.M., M.Sc., menyampaikan bahwa pengelolaan keselamatan di destinasi wisata merupakan aspek penting dalam mendukung keberlanjutan pariwisata.
“Keselamatan bukan hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi merupakan budaya yang harus dibangun oleh seluruh pengelola destinasi wisata. Dengan kemampuan melakukan investigasi kecelakaan dan memahami fungsi safety sign, diharapkan risiko kecelakaan dapat diminimalkan sehingga tercipta lingkungan wisata yang aman bagi pekerja maupun wisatawan,” ujarnya.
Salah satu peserta pelatihan sekaligus pengelola wisata Tebing Breksi, Yulius, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini memberikan wawasan baru serta meningkatkan pemahaman kami terkait pengelolaan destinasi wisata yang sehat, aman, dan berkelanjutan. Melalui pelatihan ini, kami memperoleh pengetahuan yang bermanfaat mengenai kesehatan lingkungan, pelayanan kepada wisatawan, serta pentingnya menjaga kebersihan dan keselamatan kawasan wisata,” ungkapnya.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung melalui diskusi aktif dan keterlibatan dalam setiap sesi praktik. Diharapkan pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam operasional sehari-hari sehingga mampu memperkuat budaya keselamatan kerja dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada wisatawan.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan terus berkomitmen mendukung pengembangan destinasi wisata yang tidak hanya menarik untuk dikunjungi, tetapi juga memenuhi prinsip keselamatan, kesehatan, dan keberlanjutan sebagai bagian dari implementasi konsep Healthy Tourism. (Mei)
