• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Menjawab Tantangan Zaman, Dosen UAD Hadiri Sarasehan Resiliensi Berbasis Budaya

08/05/2026/in Terkini /by Ard

Dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ikuti sarasehan sesiliensi berbasis budaya (Foto. Satrianawati)

Pesatnya disrupsi dan perubahan sosial menuntut pendidikan tidak lagi berfokus pada pencapaian akademik semata. Menyadari pentingnya penguatan mental generasi muda, delegasi dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) turut berpartisipasi dalam kegiatan Sarasehan Resiliensi Berbasis Budaya: Kesehatan Mental, Pendidikan, dan Pembentukan Karakter untuk Menjawab Tantangan Zaman yang diselenggarakan pada Sabtu-Minggu, 2-3 Mei 2026.

Kegiatan ini dihadiri oleh GKR Hayu serta sejumlah narasumber yang mayoritas merupakan praktisi psikologi anak dan keluarga. Sarasehan tersebut juga menjadi momentum peringatan 20 tahun pengabdian institusi Kemuning Kembar. Tidak sekadar ajang refleksi, kegiatan ini dirancang sebagai ruang strategis untuk merumuskan kembali penerapan nilai-nilai budaya dalam menghadapi tantangan era modern.

Salah satu narasumber utama, Dr. Indria Laksmi Gamayanti, M.Si., Psikolog, menyoroti fenomena meningkatnya kegelisahan generasi muda yang mulai terlepas dari akar budayanya. “Pendidikan tidak bisa hanya berorientasi pada akademik semata. Kita membutuhkan generasi yang cerdas, tangguh, berempati, serta memiliki akar budaya yang kuat. Manusia tidak dapat dipisahkan dari relasi rasa dan budaya tempat ia tumbuh,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, konsep resiliensi dikaitkan dengan filosofi Jawa ora mingkuh, yang berarti pantang menyerah dalam menghadapi ujian kehidupan. Nilai ini dinilai relevan dengan pendekatan psikologi modern dalam membangun ketangguhan mental.

Kepala Dinas Kebudayaan, Dian Laksmi Pratiwi, menegaskan bahwa budaya merupakan sumber utama kekuatan kesehatan mental. Menurutnya, generasi muda yang berbudaya akan memiliki kepercayaan diri dan ketahanan hidup yang lebih baik.

Sementara itu, Dr. Restu Gunawan menekankan pentingnya pengarusutamaan kebudayaan dalam berbagai sektor pembangunan. Ia mengibaratkan budaya sebagai investasi abadi yang tidak akan habis, melainkan terus berkembang jika dilestarikan. “Budaya seperti harmoni gamelan. Kita tidak melihat latar belakang individu, tetapi semua beriringan menciptakan keindahan. Di dalamnya terdapat nilai toleransi dan pengendalian diri,” jelasnya. Ia juga menekankan pentingnya prinsip kebahasaan: memperkuat bahasa asing, mengokohkan bahasa Indonesia, dan melestarikan bahasa daerah.

Pada hari pertama, kegiatan sarasehan dibagi ke dalam tiga sesi utama yang memadukan diskusi dan pementasan seni. Panel pertama membahas strategi pengembangan sumber daya manusia masa depan, menghadirkan anggota Komisi X DPR RI, Ruby Chaerani Syiffadia, serta GKR Hayu. Panel kedua mengangkat konsep langen cerita sebagai media penanaman nilai melalui seni tutur dan gerak. Sesi ketiga mengulas filosofi tari Jawa (wiraga, wirama, wirasa) sebagai sarana pengembangan karakter dan pengolahan rasa.

Keterlibatan dosen UAD dalam sarasehan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan iklim akademik di kampus. Nilai-nilai resiliensi berbasis budaya diharapkan dapat diintegrasikan dalam kurikulum dan pendekatan pembelajaran, sehingga mampu mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga tangguh secara mental dan berkarakter kuat. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dosen-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-ikuti-sarasehan-sesiliensi-berbasis-budaya-Foto.-Satrianawati.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-08 09:40:492026-05-08 09:40:49Menjawab Tantangan Zaman, Dosen UAD Hadiri Sarasehan Resiliensi Berbasis Budaya

IMM UAD Selenggarakan Studium Generale dan Darul Arqam Dasar 2026

08/05/2026/in Terkini /by Ard

IMM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Selenggarakan Studium Generale dan Darul Arqam Dasar 2026 (Foto. IMM UAD)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pimpinan Komisariat (PK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Cabang Djazman Al-Kindi sukses menyelenggarakan kegiatan Studium Generale dan Darul Arqam Dasar (DAD) 2026 dengan mengusung tema “Internalisasi Ideologi dan Pendalaman Intelektual sebagai Basis Transformasi Kader IMM Menuju Komisariat yang Progresif”. Kegiatan pengkaderan tingkat dasar ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai ideologi dan meningkatkan kapasitas intelektual calon kader yang berlangsung pada Sabtu hingga Minggu, 18–19 April 2026.

Agenda tersebut diawali dengan seremonial pembukaan dan Studium Generale yang dipandu oleh Master of Ceremony. Seluruh peserta hadir mengikuti rangkaian acara dengan khidmat, yang dibuka dengan penyampaian sambutan-sambutan dari jajaran kepanitiaan, pimpinan, hingga pembina. Setelah pemaparan Studium Generale dan sesi tanya jawab, peserta secara resmi diserahkan kepada Master of Training (MOT) untuk kemudian diberangkatkan menuju lokasi pemusatan DAD.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan pembekalan intelektual secara berkelanjutan melalui penyampaian materi secara bertahap. Setiap selesai pemaparan, peserta dilibatkan secara aktif dalam Focus Group Discussion (FGD) untuk membedah implementasi dan memperdalam pemahaman materi yang telah diberikan.

Kegiatan tidak hanya berfokus pada intelektualitas, tetapi juga penguatan spiritual yang dikawal langsung oleh Instructor of Training (IOT). Rangkaian ibadah seperti salat Tahajud berjemaah, salat Subuh, hingga sesi mengaji dan bedah ayat rutin dilaksanakan setiap pagi. Untuk menjaga kekompakan dan kebugaran, para peserta juga berpartisipasi dalam agenda Outbound yang dipandu oleh Outbound Guide (OG) di sela-sela jadwal materi. Di penghujung malam hari kedua, suasana menjadi lebih bermakna dengan adanya sesi perenungan bertajuk “Merajut Mimpi”.

Rangkaian kegiatan pendidikan dan pembekalan kader ini kemudian ditutup dengan evaluasi berupa post-test dan Penerapan Tindak Lanjut (PTL). Melalui agenda ini, para kader baru diharapkan telah memiliki kesiapan mental, pemahaman ideologi yang mendalam, dan kualitas intelektual yang lebih matang dalam bertransformasi untuk mewujudkan komisariat yang progresif. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/IMM-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Selenggarakan-Studium-Generale-dan-Darul-Arqam-Dasar-2026-Foto.-IMM-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-08 09:26:442026-05-08 09:26:44IMM UAD Selenggarakan Studium Generale dan Darul Arqam Dasar 2026

UAD Gelar Workshop Penyelesaian Substantif Paten Bersama DJKI Kementerian Hukum RI

07/05/2026/in Terkini /by Ard

 

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Gelar Workshop Penyelesaian Substantif Paten Bersama DJKI Kementerian Hukum RI (Foto. Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Workshop Penyelesaian Substantif Paten bersama Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum Republik Indonesia pada Selasa, 6 Mei 2026 di Ruang Serba Guna UAD. Kegiatan yang bekerja sama dengan UMY ini menjadi bagian dari program percepatan pemeriksaan substantif paten guna mendukung target zero backlog nasional.

Workshop ini menghadirkan jajaran Direktorat Paten DJKI, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Daerah Istimewa Yogyakarta, pimpinan perguruan tinggi, serta para inventor dari UAD dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum penguatan sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam mendorong hilirisasi hasil riset berbasis kekayaan intelektual.

Dwi Jatmiko, S.T., M.H. Pemeriksa Paten Ahli Madya Direktorat Paten, DTLST, dan Rahasia Dagang DJKI,  dalam sambutannya menegaskan bahwa kekuatan suatu bangsa tidak lagi hanya ditentukan oleh sumber daya alam, melainkan juga kemampuan menghasilkan inovasi dan mengelola pengetahuan. “Paten bukan sekadar bentuk perlindungan hukum, tetapi juga pendorong lahirnya inovasi baru yang memiliki nilai tambah ekonomi,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah melalui RPJMN 2025-2029 menempatkan penguatan ekosistem riset dan inovasi sebagai prioritas utama. Salah satu indikator pentingnya ialah meningkatnya jumlah dan kualitas paten yang dihasilkan oleh para inventor Indonesia.

Menurutnya, DJKI tidak hanya berperan sebagai lembaga pendaftaran dan perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI), tetapi juga sebagai fasilitator penguatan ekosistem inovasi nasional melalui percepatan layanan, digitalisasi sistem, dan peningkatan kualitas pemeriksaan substantif paten.

Apresiasi juga diberikan kepada UAD atas keterlibatan aktif dalam program percepatan pemeriksaan substantif paten. Perguruan tinggi dinilai memiliki peran strategis sebagai penghasil invensi sekaligus model pengelolaan paten yang efektif, mulai dari penyusunan dokumen hingga hilirisasi hasil penelitian.

Sambutan dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Daerah Istimewa Yogyakarta yang diwakili oleh Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Evy Setiawati Handayani, S.H., turut menyoroti perkembangan UAD dalam bidang riset dan inovasi. Ia menyampaikan bahwa UAD menjadi salah satu perguruan tinggi dengan keluaran kekayaan intelektual yang tinggi, khususnya pada bidang paten. “Perkembangan UAD sangat pesat. Banyak karya riset, teknologi, serta invensi yang lahir dari UAD dan menjadi keluaran KI terbanyak. Potensi ini tentu menjadi aset besar yang perlu terus dioptimalkan melalui perlindungan kekayaan intelektual, khususnya paten,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa proses pengajuan paten, terutama pada tahap pemeriksaan substantif, membutuhkan waktu dan ketelitian yang tidak singkat. Oleh karena itu, workshop ini diharapkan menjadi ruang diskusi langsung antara inventor dan pemeriksa paten untuk menyelesaikan berbagai kendala teknis yang dihadapi.

Sementara itu, Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T., menyampaikan apresiasinya kepada para inventor yang dinilai berhasil menunjukkan perkembangan hilirisasi riset di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah. “Saya sangat bangga karena Bapak dan Ibu inventor telah menunjukkan bahwa proses hilirisasi riset kita berjalan dengan baik. UAD menjadi perguruan tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah yang dipandang leading dalam produksi paten sederhana,” tuturnya.

Ia mengungkapkan bahwa UAD saat ini masih menjadi perguruan tinggi dengan jumlah hak kekayaan intelektual tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta, yakni mencapai 5.328 item HKI. Untuk kategori paten sederhana, UAD berada pada posisi kedua setelah Universitas Gadjah Mada (UGM).

Menurut Muchlas, capaian tersebut harus menjadi motivasi bagi para dosen untuk terus meningkatkan kualitas riset hingga mencapai tahap hilirisasi dan komersialisasi. “Kita tidak perlu terlalu bangga jika riset hanya berhenti pada publikasi jurnal internasional. Riset harus mampu mencapai level komersialisasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara inventor, industri, dan investor dalam mendukung produksi massal dan pemasaran hasil inovasi. Menurutnya, hilirisasi riset pada akhirnya harus bermuara pada kesejahteraan masyarakat dan peningkatan daya saing bangsa.

Dwi Jatmiko, S.T., M.H. menambahkan bahwa program percepatan penyelesaian paten dilakukan untuk mendukung target zero backlog nasional pada Agustus 2026. DIY menjadi salah satu wilayah prioritas dengan jumlah dokumen backlog mencapai hampir 600 dokumen.

Pada batch pertama program percepatan ini, DJKI melibatkan sekitar 20 pemeriksa paten untuk menyelesaikan sekitar 200 dokumen. Dari total tersebut, capaian penyelesaian dokumen DIY mencapai 78 persen dengan tingkat paten granted sekitar 73 persen.

Secara khusus, UAD tercatat memiliki 44 dokumen backlog dalam program tersebut. Hingga pelaksanaan workshop, sebanyak 35 dokumen telah selesai diproses dan 30 di antaranya berhasil memperoleh status granted.

“UAD kami tempatkan sejajar dengan UGM dan perguruan tinggi besar lainnya karena sentra KI berjalan baik, invensinya banyak, dan permohonannya tinggi,” ujar Dwi Jatmiko.

Ia juga mengingatkan pentingnya respons cepat dari para inventor dan sentra KI dalam melengkapi dokumen paten agar proses pemeriksaan dapat segera diselesaikan. Menurutnya, keberhasilan percepatan substantif paten sangat bergantung pada kolaborasi aktif antara pemeriksa paten dan perguruan tinggi.

Pada sesi pemaparan materi, workshop dimoderatori oleh Dr. Engineering Ir. Pinta Astuti, S.T., Master of Engineering. Adapun narasumber utama dalam sesi tersebut ialah Apoteker Gawang Sudrajat, S.Farm., M.M., Pemeriksa Paten Ahli Madya Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum RI yang telah berpengalaman sebagai pemeriksa paten sejak tahun 2011.

Dalam paparannya, Gawang Sudrajat menjelaskan berbagai tahapan hilirisasi riset, strategi komersialisasi hasil invensi, hingga alur dan timeline pengajuan paten. Ia menekankan bahwa proses perlindungan kekayaan intelektual tidak berhenti pada pengajuan paten semata, tetapi harus diarahkan menuju pemanfaatan dan komersialisasi hasil riset agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan industri.(Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Gelar-Workshop-Penyelesaian-Substantif-Paten-Bersama-DJKI-Kementerian-Hukum-RI-Foto.-Humas-UAD-4.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-07 15:19:412026-05-07 15:19:41UAD Gelar Workshop Penyelesaian Substantif Paten Bersama DJKI Kementerian Hukum RI

Prodi BSA UAD Kembali Menggelar Acara Tahunan AWFest #8

07/05/2026/in Terkini /by Ard

Prodi BSA Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Menggelar Acara Tahunan AWFest #8 (Foto. BSA UAD)

Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menggelar acara tahunan Arabic World Festival ke-8 (AWFest #8). Acara yang berpusat di Kampus 4 UAD ini mengusung tema besar “From Bayt al-Hikmah to Digital Era: Dari Cahaya Literasi Klasik Menuju Cakrawala Teknologi”.

Rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 27 – 29 April 2026 ini menghadirkan berbagai agenda, mulai dari seminar internasional hingga beragam perlombaan seni dan bahasa Arab. Acara ini menjadi ikhtiar bagi mahasiswa BSA UAD untuk melestarikan warisan budaya dunia sekaligus mengadaptasi nilai-nilai klasik ke dalam perkembangan teknologi modern.

Ketua Panitia AWFest #8, Ahmad Aziz Ismail, melaporkan bahwa partisipasi peserta pada tahun ini sangat luar biasa dengan total 152 peserta dari seluruh cabang lomba. “Semoga teman-teman diberikan kelancaran dan dipermudahkan dalam mengikuti rangkaian acara pada hari ini,” tuturnya.

Penyelenggaraan AWFest #8 mencakup berbagai cabang lomba mulai dari kaligrafi, khitobah bagi siswa dan mahasiswa, takdimul kisoh, hingga debat yang diikuti oleh 10 tim. Selain perlombaan, festival ini juga menjadi ajang sosialisasi bagi siswa SMA dan mahasiswa internasional untuk mengenal lebih dalam Program Studi Bahasa dan Sastra Arab UAD.

Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) UAD, Dr. Arif Rahman, S.Pd.I., M.Pd.I., secara resmi membuka acara ini dengan pemukulan gong sebagai simbolis dimulainya festival. Ia berpesan agar seluruh peserta dapat berkompetisi dengan penuh sukacita dan kegembiraan selama berada di lingkungan kampus UAD yang nyaman.

Dalam sambutannya, Dr. Arif Rahman berpesan agar para peserta menjadikan ajang ini sebagai sarana untuk mengasah potensi dengan rasa syukur dan kebahagiaan. “Mudah-mudahan kegiatan ini berjalan dengan lancar, mohon diikuti dengan khidmat, kegembiraan, dengan penuh sukacita, dan berkompetisi dengan kompetisi yang riang gembira,” tegasnya.

AWFest #8 diharapkan mampu mendorong peserta untuk terus mengekspresikan potensi terbaik mereka dalam bidang bahasa dan seni Arab. (anw)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Prodi-BSA-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Menggelar-Acara-Tahunan-AWFest-8-Foto.-BSA-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-07 09:26:482026-05-07 09:26:48Prodi BSA UAD Kembali Menggelar Acara Tahunan AWFest #8

Tingkatkan Literasi Keuangan, Mahasiswa Perbankan Syariah UAD Lakukan Kunjungan Edukatif ke Bank Indonesia

07/05/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa Prodi Perbankan Syariah Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Lakukan Kunjungan Edukatif ke Bank Indonesia (Foto. Ana)

Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Perbankan Syariah Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan kegiatan Sharia Trip berupa kunjungan edukatif ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Yogyakarta pada Selasa, 28 April 2026. Kegiatan bertema “Meningkatkan Literasi dan Kesadaran Keuangan pada Generasi Muda melalui Kunjungan Edukatif ke Bank Indonesia” ini diikuti oleh 59 peserta yang terdiri atas mahasiswa angkatan 2024 dan 2025.

Kunjungan ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai peran strategis Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas moneter dan sistem pembayaran di era ekonomi digital. Melalui observasi lapangan, diharapkan para calon bankir syariah ini tidak hanya memahami teori di kelas, tetapi juga mengenal kondisi riil industri keuangan nasional secara bijak.

Ketua HMPS Perbankan Syariah UAD, Syahdan Ardiansyah menjelaskan bahwa inisiatif ini diambil untuk membekali mahasiswa dengan kesadaran finansial yang lebih kuat sejak dini. “Kami ingin teman-teman mahasiswa tidak hanya melek teori saja, tetapi juga mampu memahami bagaimana kebijakan bank sentral menjaga stabilitas ekonomi kita,” ujarnya.

Selama berada di BI Yogyakarta, para peserta mendapatkan materi mendalam mengenai materi kebanksentralan. Antusiasme mahasiswa terlihat cukup tinggi, terutama saat sesi pendalaman materi mengenai fungsi Bank Indonesia sebagai penjaga nilai tukar rupiah dan stabilitas sistem keuangan.

Setelah menyelesaikan agenda edukasi di Bank Indonesia, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Candi Prambanan untuk sesi kunjungan wisata dan keakraban. Momen ini dimanfaatkan untuk mempererat solidaritas dalam suasana yang lebih santai setelah mendapatkan materi yang intens.  

Syahdan menegaskan bahwa agenda di Prambanan memiliki peran krusial dalam merangkul mahasiswa Perbankan Syariah angkatan baru agar lebih aktif berorganisasi. “Harapan kami kunjungan ke Prambanan ini dapat mempererat kekeluargaan, sekaligus memicu antusiasme angkatan 2025 untuk lebih aktif mengikuti berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh HMPS ke depannya,” tuturnya.

Kegiatan yang berlangsung hingga sore hari ini diharapkan menjadi modal berharga bagi mahasiswa Perbankan Syariah UAD dalam menapaki karier di dunia keuangan syariah. (anw)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Prodi-Perbankan-Syariah-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Lakukan-Kunjungan-Edukatif-ke-Bank-Indonesia-Foto.-Ana.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-07 09:04:322026-05-07 09:04:32Tingkatkan Literasi Keuangan, Mahasiswa Perbankan Syariah UAD Lakukan Kunjungan Edukatif ke Bank Indonesia

Dinamika Populasi melalui Permodelan Matematika

07/05/2026/in Terkini /by Ard

Prof. Dr. Yudi Ari Adi, S.Si., M.Si. Guru Besar Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Prof. Dr. Yudi Ari Adi, S.Si., M.Si. resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Pemodelan Matematika Interaksi Populasi pada Sidang Terbuka Senat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang diselenggarakan di Amphitarium Gedung Utama Kampus IV UAD. Dalam momentum tersebut, ia menegaskan bahwa pemodelan matematika bukan sekadar aktivitas akademik di atas kertas, melainkan instrumen ilmiah yang krusial sebagai referensi pengambilan kebijakan berbasis data agar lebih tepat sasaran.

Perjalanan intelektualnya bermula dari sebuah refleksi mendalam saat menempuh studi S1 di Universitas Gadjah Mada (UGM) mengenai relevansi matematika dalam kehidupan, yang kemudian menemukan jawabannya melalui pendalaman teori diferensial dan dinamika populasi selama menempuh pendidikan magister di Institut Teknologi Bandung (ITB) hingga doktoral di UGM.

Mengawali karier sebagai dosen di UAD sejak tahun 2001, Prof. Yudi memiliki rekam jejak kepemimpinan yang panjang di lingkungan kampus. Ia tercatat pernah menjabat sebagai Ketua Program Studi (Kaprodi) selama hampir satu dekade, yaitu sejak tahun 2009 hingga 2018 sebelum akhirnya dipercaya menjadi Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Terapan (FAST) periode 2022 hingga 2026.

Landasan keilmuan Prof. Yudi memiliki dimensi spiritualitas yang kuat, di mana ia mengintegrasikan analisis sistem dinamik dengan nilai-nilai luhur Al-Qur’an. “Pidato ini berangkat dari tiga ayat Al-Qur’an yang menegaskan prinsip keseimbangan, ukuran, dan waktu dalam kehidupan. Dalam hal ini, pemodelan matematika menjadi alat ilmiah untuk memahami dinamika sistem secara sistematis, termasuk mengkaji kestabilan, perubahan, dan momen intervensi yang tepat,” tuturnya. Ia menjabarkan bahwa QS. Al-Qamar ayat 49 melandasi analisis parameter pertumbuhan, QS. Ar-Rahman ayat 7 menjadi dasar prinsip keseimbangan sistem biologis, dan QS. Al-A’raf ayat 34 memberikan perspektif mengenai fase kritis serta titik ekuilibrium dalam suatu fenomena.

Prof. Yudi memaparkan perkembangan pemodelan epidemiologi melalui berbagai pendekatan mutakhir. Ia menjelaskan transisi dari model kompartemen klasik seperti SIR dan SEIR menuju integrasi aspek biologis dan perilaku manusia. Salah satu kontribusi pentingnya adalah penggunaan pendekatan orde pecahan untuk menangkap “efek memori”, di mana riwayat infeksi masa lalu memengaruhi dinamika saat ini adalah sebuah pendekatan yang sangat relevan untuk penyakit dengan fase panjang seperti Tuberkulosis (TB).

Selain itu, Prof. Yudi memperkenalkan penggunaan fuzzy number untuk mengakomodasi ketidakpastian parameter di lapangan, serta pendekatan stokastik guna menangkap fluktuasi acak pada fase awal penyebaran wabah. “Matematika itu, ‘kan, ada yang bilang makin tekun makin tidak karuan, tapi lebih tepatnya sebetulnya makin tekun makin tidak kabur. Maka saya menekuni bidang ini sejak magister, hingga menjadi fokus utama dalam perjalanan akademik dan penelitian saya sampai saat ini,” jelasnya.

Dalam pemaparannya, riset yang ia kaji merambah pada strategi pengendalian optimal yang menyeimbangkan efektivitas intervensi dengan efisiensi sumber daya. Melalui integrasi kontrol optimal dan Physics-Informed Neural Networks (PINNs), Prof. Yudi menawarkan arah baru dalam strategi pengendalian penyakit yang adaptif dan responsif terhadap data nyata.

Di balik pencapaian akademik yang gemilang tersebut, Prof. Yudi memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada sang istri serta ketiga buah hatinya. Baginya, keluarga adalah energi utama yang menjaga keteguhannya selama menempuh perjalanan panjang di dunia akademik hingga mencapai titik tertinggi dalam jabatan fungsional dosen ini.

Prof. Yudi menegaskan bahwa seluruh capaian ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dalam menjaga kehidupan. “Pengembangan pemodelan epidemiologi merupakan ikhtiar menghadirkan ilmu yang adaptif, sejalan dengan semangat Islam Berkemajuan yang mengintegrasikan nilai keislaman, rasionalitas, dan inovasi untuk menjawab persoalan kemanusiaan. Semoga ikhtiar ini dapat menjadi jalan kebermanfaatan dan amal jariyah yang terus mengalir,” pungkasnya. Melalui visi ini, Prof. Yudi berharap transformasi sosial dan kemaslahatan umat dapat terus diwujudkan melalui sains yang berlandaskan amanah dan ihsan. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Prof.-Dr.-Yudi-Ari-Adi-S.Si_.-M.Si_.-Guru-Besar-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-07 08:35:212026-05-07 08:35:21Dinamika Populasi melalui Permodelan Matematika

Prodi BSA UAD Gelar Arabic World Festival

06/05/2026/in Terkini /by Ard

Prodi BSA Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar ajang bergengsi bertajuk Arabic World Festival (AWF) (Foto. Septi)

Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menggelar ajang bergengsi bertajuk Arabic World Festival (AWF). Salah satu agenda perlombaan utama yang diselenggarakan adalah kompetisi pidato bahasa Arab (khitabah) tingkat nasional yang mengusung tema “From Bayt al-Hikmah to Digital Era: Dari Cahaya Literasi Klasik Menuju Cakrawala Teknologi”.

Acara yang berlangsung pada 10–12 Zulhijah 1447 H atau bertepatan dengan 27–29 April 2026 ini diikuti secara antusias oleh peserta dari berbagai kalangan. Partisipan tersebut mencakup siswa-siswi madrasah dan pesantren dari seluruh Indonesia, hingga mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, seperti UAD selaku tuan rumah, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan berbagai institusi lainnya.

Rangkaian perlombaan dalam festival ini berlangsung dengan khidmat dan kompetitif. Salah satu peserta, Naila Lathifa dari Pesantren Modern Internasional Dea Malela Sumbawa, berkesempatan menyampaikan pidato yang mengupas tuntas mengenai relevansi kejayaan Bayt al-Hikmah terhadap tantangan literasi ilmu di era digital.

Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa Bayt al-Hikmah bukan sekadar catatan sejarah, melainkan inspirasi yang mengajarkan nilai-nilai penting, seperti cinta terhadap ilmu, keterbukaan terhadap pengetahuan, serta kemampuan mengolah informasi menjadi sebuah kebijaksanaan. Naila juga secara persuasif mengajak para audiens untuk lebih bijak dalam memosisikan kemajuan teknologi pada kehidupan sehari-hari.

“Bayt al-Hikmah mengajarkan kita bahwa umat yang besar adalah umat yang mencintai ilmu. Di era ini, kita harus mampu memanfaatkan teknologi sebagai alat peningkatan kualitas diri, bukan justru menjadikannya sebagai pengendali hidup kita,” ujar Naila dalam pidatonya.

Melalui kegiatan Arabic World Festival ini, pihak penyelenggara berharap generasi muda dapat menyadari bahwa kemudahan akses informasi pada masa kini tidak akan menjamin kualitas ilmu jika tidak dibarengi dengan rasa tanggung jawab yang besar. Harapannya, para peserta maupun audiens dapat menggunakan media sosial dan teknologi sebagai sarana belajar yang produktif—bukan hanya untuk hiburan semata—demi meneruskan estafet literasi yang telah menyala sejak era peradaban klasik. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Prodi-BSA-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-menggelar-ajang-bergengsi-bertajuk-Arabic-World-Festival-AWF-Foto.-Septi.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-06 12:15:182026-05-06 12:15:18Prodi BSA UAD Gelar Arabic World Festival

Perkuat Solidaritas dan Kapasitas Organisasi, Tapak Suci UAD Gelar Upgrading dan Makrab

06/05/2026/in Terkini /by Ard

Tapak Suci (TS) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) periode 2026 menyelenggarakan Upgrading dan Malam Keakraban (Foto. TS UAD)

Tapak Suci (TS) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) periode 2026 sukses menyelenggarakan kegiatan Upgrading dan Malam Keakraban pada Sabtu-Minggu, 25-26 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara kombinasi di Ruang Sidang Kampus 2A UAD dan dilanjutkan dengan sesi outdoor di Waduk Sermo, Kulon Progo.

Sesi hari pertama dimulai di kampus dengan pembekalan materi mengenai keorganisasian dan kepemimpinan, serta sosialisasi administrasi. Materi ini sangat penting agar setiap pengurus memiliki standar yang sama dalam menjalankan roda organisasi selama satu periode ke depan.

Terkait urgensi kegiatan ini bagi internal Tapak Suci, Ketua Tapak Suci UAD menyampaikan bahwa pembekalan ini merupakan modal utama dalam menjalankan amanah. “Kedua materi ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi kita semua dalam menjalankan amanah kepengurusan dengan lebih terarah, profesional, dan penuh tanggung jawab,” jelasnya.

Setelah pembekalan formal, seluruh pengurus bergerak menuju Waduk Sermo untuk memulai agenda malam keakraban. Di sana, para peserta ditantang untuk membangun tenda secara mandiri guna melatih kemandirian dan kerja sama tim dalam suasana alam.

Malam harinya, kegiatan dimeriahkan dengan pentas seni kreatif dari masing-masing departemen serta sesi bercerita bersama. Sesi ini menjadi ruang bagi para kader untuk saling mengenal lebih dalam guna meningkatkan solidaritas antarpengurus.

Ketua Tapak Suci UAD menyebutkan bahwa pemilihan lokasi di alam terbuka ini bertujuan untuk membangun jiwa kepemimpinan yang lebih kuat. “Kegiatan ini bukan sekadar aktivitas lapangan, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan, melatih komunikasi, meningkatkan solidaritas, serta membangun kekompakan,” tambahnya.

Kegiatan yang ditutup pada hari Minggu ini diharapkan menjadi titik awal bagi kepengurusan Tapak Suci UAD 2026 yang lebih solid dan progresif. Dengan bekal kepemimpinan dan ikatan emosional yang kuat, para pengurus siap membawa Tapak Suci UAD terus berprestasi di masa mendatang. (anw)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tapak-Suci-TS-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-periode-2026-menyelenggarakan-Upgrading-dan-Malam-Keakraban-Foto.-TS-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-06 11:23:062026-05-06 11:23:06Perkuat Solidaritas dan Kapasitas Organisasi, Tapak Suci UAD Gelar Upgrading dan Makrab

Remote Physics Laboratory: Menghadirkan Sains ke Pelosok Negeri

06/05/2026/in Terkini /by Ard

 

Prof. Dr. Ishafit, M.Si. Guru Besar Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) resmi mengukuhkan Prof. Dr. Ishafit, M.Si. sebagai Guru Besar dalam Sidang Terbuka Senat di Amphitarium Kampus IV pada Sabtu, 25 April 2026. Bagi Prof. Ishafit, UAD merupakan rumah sejarah yang sangat personal karena ia tercatat sebagai mahasiswa angkatan pertama Pendidikan Fisika pada tahun 1985 saat kampus ini masih bernama Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Muhammadiyah Yogyakarta. Visi Ishafit terhadap teknologi pendidikan bahkan telah melampaui zamannya sejak tahun 1987, di mana ia sudah mempresentasikan karya ilmiah mengenai penerapan komputer untuk pembelajaran fisika di saat akses terhadap teknologi tersebut masih sangat langka.

“Kenapa kita harus mengembangkan Remote Physics Laboratory? Karena Remote Physics Laboratory ini berangkat dari landasan filosofis tentang kajian fisika, yaitu aspek tinjauan ontologis atau epistimologis,” ucapnya. Secara filosofis, Prof. Ishafit membedah bahwa pengembangan Remote Physics Laboratory (R-Phylab) berangkat dari tinjauan ontologis dan epistemologis terhadap fisika. Secara ontologis, fisika dipahami sebagai ilmu yang mengkaji hakikat realitas alam semesta berupa materi, energi, ruang, waktu, serta interaksinya. Sementara secara epistemologis, fisika merupakan pengetahuan yang diperoleh melalui metode ilmiah sistematis yang menggabungkan observasi, eksperimen, dan pemodelan matematika yang bersifat tentatif serta terbuka untuk dikoreksi.

“Pada salah satu diagram, yang dilakukan adalah melakukan eksperimen untuk melakukan pembuktian pengambilan data dan analisis, apakah prediksi yang kita gunakan, usulkan, itu terbukti atau tidak, maka muncullah eksperimen yang membutuhkan perangkat, yaitu laboratorium yang disediakan,” ujarnya. “Di era digital, laboratorium berkembang tidak lagi tradisional. Yang biasanya peserta didik atau mahasiswa datang ke lab untuk melakukan eksperimen secara langsung, tapi sekarang ada Remote Physics Laboratory, di mana peralatan yang sama, yang real atau nyata, tetapi bisa dikendalikan dengan jarak jauh.” Tutupnya.

Beliau menekankan bahwa eksperimen membutuhkan perangkat laboratorium yang memadai, namun di era digital, laboratorium tradisional kini bertransformasi menjadi laboratorium jarak jauh. Melalui R-Phylab, peralatan yang nyata dapat dikendalikan dari mana saja untuk mengatasi keterbatasan fasilitas, biaya operasional yang tinggi, serta disparitas akses yang selama ini dialami oleh institusi di wilayah pedesaan. Laboratorium jarak jauh memberikan pengalaman belajar setara laboratorium tradisional dalam pemahaman konsep dan keterampilan ilmiah. Di samping itu, adanya R-Phylab juga bertujuan untuk mengurangi kebutuhan sumber daya fisik dan konsumsi energi, selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Inovasi R-Phylab yang dikembangkan di program studi Pendidikan Fisika UAD ini mencakup experimental apparatus (perangkat eksperimen), sistem akuisisi data berbasis LabVIEW, server pengendali, hingga platform pembelajaran Moodle. Prof. Ishafit menjelaskan bahwa laboratorium jarak jauh ini bukan sekadar solusi teknis, melainkan wujud nyata dari upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDG) 4 tentang pendidikan berkualitas.

Melalui mekanisme demokratisasi akses, peningkatan kualitas eksplorasi tanpa batas waktu, serta keberlanjutan ekonomi dan lingkungan, R-Phylab hadir untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi abad ke-21 seperti literasi digital, pemecahan masalah, dan kolaborasi jarak jauh. Beliau menegaskan visinya dengan menyatakan bahwa dari UAD untuk Indonesia, menghadirkan laboratorium ke hadapan peserta didik Indonesia, serta dengan misi berbagi laboratorium untuk pemerataan akses dan mutu pendidikan sains Indonesia

Guna memastikan teknologi tersebut efektif, Prof. Ishafit juga memperkenalkan model integrasi Theoretical Experimental Computational Learning Approach (TECLA) dan inovasi Classroom Physics Experiment. Dengan pendekatan ini, demonstrasi eksperimen di kelas dapat dilakukan cukup dengan terkoneksi ke laboratorium jarak jauh tanpa harus menghadirkan peralatan fisik secara langsung.

“Keberhasilan keberadaan teknologi tidak serta merta meningkatkan proses pembelajaran menjadi berkualitas, maka perlu kita pertimbangkan juga bentuk interaksional seperti apa yang efektif untuk pembelajaran. Maka kami juga mengembangkan inovasi pembelajaran dengan R-Phylab, Classroom Physics Experiment, di mana eksperimen demonstrasi di kelas tidak harus menghadirkan peralatan cukup dengan melakukan koneksi terhadap remot laboratorium. Kemudian juga kita bisa melakukan model intregasi, model TEC, yaitu model teoretis, eksperimental, dan kompurasional,” jelasnya.

Menutup pidatonya, beliau menggarisbawahi bahwa pemanfaatan R-Phylab sangat relevan dengan konsep Islam Berkemajuan yang diusung Muhammadiyah. Integrasi antara iman, ilmu, dan teknologi ini merupakan upaya membangun peradaban Islam yang unggul sekaligus mewujudkan prinsip rahmatan lil ‘alamin. Bagi beliau, pemanfaatan teknologi ini adalah langkah tajdid atau pembaruan yang adaptif terhadap zaman demi memberikan manfaat pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi. (Anove)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Prof.-Dr.-Ishafit-M.Si_.-Guru-Besar-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-06 11:08:072026-05-06 11:08:07Remote Physics Laboratory: Menghadirkan Sains ke Pelosok Negeri

Mubaligh Hijrah UAD Beri Kontribusi Nyata untuk Dusun Ngepoh Melalui Literasi dan Dakwah

04/05/2026/in Terkini /by Ard

Mahasiswa Program Mubaligh Hijrah Universitas Ahmad Dahlan (UAD) 2026 (Foto. Ilyas)

Program Mubaligh Hijrah Universitas Ahmad Dahlan (UAD) 2026 menjadi momentum pengabdian bagi mahasiswa di Masjid An-Nur, Dusun Ngepoh, Gunungkidul. Tim yang beranggotakan Ilyas Rofik, Hana Fia Fakhira Isnaeni, dan Hasna Umainah Al Atsariyah ini mengaktifkan syiar Islam di wilayah tersebut selama bulan Ramadan.

Aktivitas para mahasiswa di Dusun Ngepoh berpusat sepenuhnya pada masjid, mulai dari salat Subuh berjemaah hingga agenda kultum rutin. Selain di masjid, mereka juga memberikan bimbingan keagamaan serta membantu proses belajar mengajar di SDN Nglindur yang disambut antusias oleh warga setempat.

Salah satu guru di SDN Nglindur mengapresiasi bantuan para mahasiswa dalam membimbing hafalan doa dan baca tulis Al-Qur’an bagi siswa. “Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada kakak-kakak dari Universitas Ahmad Dahlan yang banyak membantu di sekolah kami,” ujarnya.

Pada sore hari, pengabdian berlanjut di TPA Masjid An-Nur dengan metode mengajar yang menyenangkan melalui ajakan bernyanyi dan bermain. Pendekatan kreatif ini bertujuan agar materi keagamaan dapat tersampaikan secara efektif kepada anak-anak di lingkungan tersebut.

Sebagai warisan pengabdian, tim mahasiswa menyusun naskah “Buku Panduan Salat dan Doa Sehari-hari” yang ditujukan untuk semua kalangan usia di Dusun Ngepoh. Buku tersebut disusun selama sepekan sebelum masa tugas berakhir dan memuat berbagai adab anak muslim untuk dipelajari saat mengaji.

Apresiasi juga datang dari tokoh masyarakat setempat yang merasakan langsung dampak positif kehadiran mahasiswa di dusun tersebut. Pak Hardi menuturkan, “Terima kasih atas kedatangan adik-adik yang datang untuk mengajar di kampung saya, mudah-mudahan segala yang dikerjakan berhasil”.

Rangkaian kegiatan ini membuktikan bahwa peran mahasiswa sangat krusial dalam membangun umat melalui dedikasi langsung di lapangan. Sinergi antara mahasiswa dan warga Dusun Ngepoh diharapkan mampu menjadi fondasi kuat bagi peradaban Islam yang berkemajuan. (anw)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Program-Mubaligh-Hijrah-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-2026-Foto.-Ilyas.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-05-04 11:21:242026-05-04 11:21:24Mubaligh Hijrah UAD Beri Kontribusi Nyata untuk Dusun Ngepoh Melalui Literasi dan Dakwah
Page 5 of 404«‹34567›»

TERKINI

  • Dosen PGSD UAD Paparkan Etika Bermedia Sosial untuk Hindari Perundungan Siber26/05/2026
  • Mahasiswa KKN UAD Gelar Kerja Bakti Pengelolaan Kawasan Sungai di Kali Code26/05/2026
  • Tujuh Dokter Baru Resmi Dilantik pada Sumpah Dokter Periode IV UAD26/05/2026
  • UAD Gelar Gala Dinner Temu Keluarga Alumni Ahmad Dahlan26/05/2026
  • Talkshow Alumni UAD Hadirkan Inspirasi Wirausaha Digital26/05/2026

PRESTASI

  • Tapak Suci UAD Borong Medali di 1st Muhammadiyah Games 202626/05/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Debat Bahasa Indonesia Tingkat Nasional22/05/2026
  • Lawan Rasa Insecure, Dara Safina Raih Juara 3 Qiroatus Syi’ir di AWFest 202611/05/2026
  • Tim Bola Voli Putra UAD Raih Juara 3 di Ajang Immanuel Trans X FEBI Cup 202604/05/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Bronze Medal di Bandung Essay Competition #304/05/2026

FEATURE

  • Antara Iman dan Cinta: Belajar Adab Berdakwah dari Kisah Nabi Ibrahim21/05/2026
  • Perjuangan Sabriyandi Jadi Wisudawan Terbaik FKIP UAD21/05/2026
  • Regina Nadyani Ungkap Strategi Meraih Predikat Wisudawan Terbaik FSBK UAD19/05/2026
  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top