• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Mahasiswa Sastra Indonesia UAD Torehkan Prestasi di Dunia Tari Modern

14/04/2025/in Prestasi /by Ard

Dandi Saputra Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Berprestasi di Dunia Tari Modern (Foto. Festya)

Dandi Saputra, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra Budaya dan Komunikasi (FSBK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) angkatan 2024, terus menorehkan prestasi gemilang di bidang seni tari modern. Dengan bakat dan kerja kerasnya, Dandi berhasil memenangkan berbagai kompetisi tari modern tingkat nasional maupun lokal.

Beberapa prestasi yang berhasil ia raih di antaranya adalah juara I Modern Creative Dance dalam ajang Cultural Literation FSBK UAD 2024‒2025, juara I K-Pop Dance Cover Competition kategori grup dalam XOXO Project Palembang 2024, juara favorit K-Pop Dance Cover Competition Galaxia Event kategori grup di Solo 2023, serta juara I Show Your Talent K-Pop Dance Cover by Emina 2023. Tidak hanya itu, Dandi juga meraih juara harapan I dalam kategori lomba dance MLT Awards Festival & Dies Natalis Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Palembang 2024, serta juara II K-Pop Dance Cover Competition kategori umum dalam Himaki Festival Universitas Sriwijaya 2024.

Perjalanan Dandi dalam dunia seni tidak dimulai dari tari, melainkan dari dunia tarik suara, terutama musik dangdut. Kecintaannya terhadap seni ini berawal dari inspirasi yang diberikan oleh neneknya, yang juga memiliki bakat dan ketertarikan di bidang seni. Berkat dorongan dari sang nenek, Dandi sudah terbiasa menyanyi sejak kecil dan sering mengikuti berbagai kompetisi. Salah satu pencapaian yang ia raih dalam dunia tarik suara adalah juara I Vocal Aksioma UAD 2023 serta juara favorit dalam Lomba Menyanyi Lagu Daerah Tingkat Nasional FGD-E DIY 2022.

Perjalanan Dandi di dunia tari modern dimulai sejak ia bergabung dengan ekstrakurikuler tari saat SMA. Awalnya, ia merasa kesulitan karena tidak memiliki dasar di bidang tari modern, mengingat latar belakangnya lebih condong ke tari tradisional. Namun, berkat semangat dan kerja keras, Dandi mulai menekuni tari modern secara otodidak dan akhirnya berhasil meraih berbagai prestasi. “Dulu waktu SMA, aku jarang dipilih untuk tampil karena memang belum punya dasar tari modern. Tapi justru dari situ aku jadi termotivasi untuk terus belajar dan membuktikan bahwa aku bisa,” ujar Dandi saat diwawancarai.

Perjalanan akademiknya pun tak lepas dari tantangan. Awalnya, Dandi menempuh studi di Program Studi Pendidikan Biologi UAD pada tahun 2022. Namun, ia merasa kesulitan menyesuaikan diri dengan praktikum dan laporan akademik yang tidak sesuai dengan minatnya. Atas saran dosen pembimbing akademik, ia sempat mempertimbangkan pindah ke FSBK UAD, tetapi justru memilih beralih ke universitas lain. Sayangnya, lingkungan dan budaya akademik di tempat barunya tidak sesuai dengan ekspektasinya, sehingga ia memutuskan untuk kembali ke UAD dan berkuliah di Program Studi Sastra Indonesia pada tahun 2024.

Tantangan lain datang dari lingkungan keluarga. Awalnya, orang tua Dandi belum sepenuhnya mengetahui keterlibatannya dalam dunia tari. Namun, setelah melihat kegigihan dan pencapaiannya, mereka mulai memberikan dukungan penuh. “Saat itu ada pro dan kontra dalam keluarga, tapi aku merasa harus membuktikan kalau aku punya passion lain. Setelah aku meraih prestasi di dunia tari, akhirnya mereka mendukung,” jelasnya.

Meski memiliki kesibukan sebagai mahasiswa, Dandi mampu membagi waktunya dengan baik antara kuliah dan latihan tari. Ia memastikan tugas kuliah selalu diselesaikan lebih awal agar tidak menghambat kegiatan lainnya. Selain itu, ia juga aktif dalam berbagai ajang kompetisi, membuktikan bahwa prestasi akademik dan non-akademik bisa berjalan beriringan.

Dukungan dari lingkungan kampus juga menjadi faktor penting dalam perjalanan prestasi Dandi. Ia mengungkapkan bahwa teman-teman serta dosen di FSBK sangat mendukungnya dalam menekuni bidang seni. Ia juga hampir menjadi mahasiswa berprestasi, “Kemarin aku sempat crosscheck tanya-tanya ke beberapa dosen di FSBK, kalau di prestasi seniku belum bisa, harus prestasi yang akademik,” ungkapnya.

Akan tetapi, ia berharap ke depannya UAD dapat memberikan lebih banyak apresiasi bagi mahasiswa yang berprestasi di bidang seni, seperti yang telah diterapkan untuk bidang akademik. “Aku harap prestasi di bidang seni juga mendapatkan penghargaan yang lebih, misalnya konversi prestasi ke dalam bentuk akademik seperti kelulusan tanpa skripsi atau dukungan material dari kampus,” ujarnya.

Semua prestasi yang berhasil ia raih selama ini adalah prestasi yang terbaik baginya, karena pasti ada kerja keras tersendiri di baliknya, “Tapi kalau disuruh milih, aku pilih yang terakhir kemarin, saat memenangkan Cultural Literation Modern Creative Dance FSBK UAD 2024‒2025. Kami nggak ada persiapan apa pun dan itu beneran mendadak, tapi alhamdulillah juara I, dan yang paling berkesan menurut aku juara favorit K-Pop Dance Cover Competition Event kategori grup di Solo tahun 2024,” jelasnya.

Bagi mahasiswa lain yang ingin mengembangkan bakat di bidang seni, Dandi berpesan agar mereka tidak ragu dalam menyeimbangkan antara akademik dan passion, terutama di bidang non-akademik. “Kesuksesan sejati bukan hanya diukur dari nilai di atas kertas, tetapi juga dari keterampilan dan pengalaman yang kita bangun di luar kelas. Seimbangkan prestasi akademik dan non-akademikmu, karena kedua sayap itulah yang akan membawamu sukses ke depannya,” tutupnya.

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dandi-Saputra-Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Berprestasi-di-Dunia-Tari-Modern-Foto.-Festya.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-04-14 11:40:052025-04-14 11:40:05Mahasiswa Sastra Indonesia UAD Torehkan Prestasi di Dunia Tari Modern

Mahasiswa PBI UAD Sukses Gelar Mudik Sekolah 2025 di Provinsi Kepulauan Riau

14/04/2025/in Terkini /by Ard

Ahmed Rassel dalam Sosialisasi Program Mudik Sekolah UAD 2025 di Kepulauan Riau (Foto Rassel)

Ahmed Rassel atau kerap dipanggil Rassel, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses gelar program Mudik Sekolah UAD 2025 yang dilaksanakan di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau. Program ini dilaksanakan selama dua hari yaitu pada 17 dan 19 Maret 2025. Pada 17 Maret, program dilaksanakan di SMAN 1 Palmatak dan pada 19 Maret dilaksanakan di SMAN 1 Siantan dan Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Fatahillah.

Program Mudik Sekolah UAD 2025 sendiri merupakan program sosialisasi terkait kampus UAD ke sekolah-sekolah di Indonesia yang terbuka untuk mahasiswa maupun alumni UAD. Program ini diadakan oleh Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UAD.

Dalam sesi wawancara, Rassel mengungkapkan alasannya mengikuti program tersebut. “Alasan saya mengikuti kegiatan ini yaitu untuk menyebarluaskan informasi terkait UAD, terutama di daerah saya di mana daerah saya termasuk daerah yang amat terpelosok dan dapat disebut sebagai daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar),” ujarnya.

“Saya harap, teman-teman dari pelosok Indonesia salah satunya yaitu daerah saya bisa mengikuti jejak saya yaitu berkuliah di UAD, serta meramaikan mahasiswa yang berasal dari Kepulauan Anambas,” imbuh Rassel.

Terdapat beberapa tahapan yang dilalui Rassel untuk dapat melaksanakan kegiatan ini, yaitu mengirimkan surat tugas kepada PMB dan mengirimkan surat izin sosialisasi kepada sekolah yang dituju yang telah disediakan pihak UAD dengan tanggal yang sudah ditentukan. Barulah dapat dilakukan sosialisasi.

Rassel juga mengungkapkan perasaan bahagianya karena dapat mengikuti program ini. “Untuk perasaan mengikuti program ini tentu senang sekali karena saya dapat berbagi ilmu, motivasi, dan informasi terkait dunia perkuliahan yang tidak hanya berfokus pada UAD, tetapi juga mengenai dunia perkuliahan secara umum,” ungkapnya. (Rassel/Jun)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Ahmed-Rassel-dalam-Sosialisasi-Program-Mudik-Sekolah-UAD-2025-di-Kepulauan-Riau-Foto-Rassel.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-04-14 11:22:182025-04-14 11:22:18Mahasiswa PBI UAD Sukses Gelar Mudik Sekolah 2025 di Provinsi Kepulauan Riau

Mahasiswa UAD Inisiasi Fun Math untuk Tingkatkan Numerasi Siswa SD Muhammadiyah Gendol III

14/04/2025/in Terkini /by Ard

Fun Math Numerasi oleh Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Mahasiswa KM 8)

Mahasiswa Kampus Mengajar Angkatan 8 dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menghadirkan inovasi pembelajaran matematika melalui program fun math di SD Muhammadiyah Gendol III, Sleman, Yogyakarta. Program ini berlangsung selama empat bulan, dari September hingga Desember 2024, sebagai bagian dari inisiatif Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar.

Ketua tim Kampus Mengajar, Yandi Ade Kurniawan dari UAD, bersama rekan-rekannya, mengembangkan fun math guna meningkatkan minat siswa terhadap matematika dengan metode yang lebih interaktif dan menyenangkan. Program ini terbagi menjadi tiga fase sesuai dengan tingkat kelas.

Pada fase pertama (paint by numbers), siswa kelas 1 dan 2 diajak menyelesaikan soal penjumlahan atau pengurangan sebelum mewarnai gambar sesuai hasil yang diperoleh. Fase kedua yang ditujukan bagi kelas 3 dan 4 mengombinasikan permainan crossword dan snake and ladder dengan soal matematika untuk melatih ketelitian dan kecepatan berpikir siswa. Sementara itu, fase ketiga menggunakan metode team games tournament (TGT) bagi kelas 5 dan 6, di mana siswa berkompetisi menyelesaikan soal interaktif menggunakan laptop dan proyektor.

Kepala SD Muhammadiyah Gendol III, Aris Suranto, S.Pd., menyatakan bahwa program fun math membawa dampak positif terhadap numerasi siswa, yang terlihat dari peningkatan hasil asesmen mereka. Yandi Ade Kurniawan juga mengungkapkan harapannya agar metode ini dapat terus diterapkan di sekolah.

Dengan pendekatan inovatif, fun math terbukti meningkatkan pemahaman dan minat siswa terhadap matematika sekaligus mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kolaborasi.

uad.ac.id

 

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Fun-Math-Numerasi-oleh-Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Mahasiswa-KM-8.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-04-14 10:41:442025-04-14 10:41:44Mahasiswa UAD Inisiasi Fun Math untuk Tingkatkan Numerasi Siswa SD Muhammadiyah Gendol III

Finalis LIDM 2024 Berbagi Pengalaman dalam Sharing Session GELATIK UAD

14/04/2025/in Terkini /by Ard

Sharing Session FINALIS LIDM (Foto. Itoshiko)

Program Kreativitas Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta (PKM UAD) sukses menyelenggarakan sharing session bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan inovasi digital dalam ajang Pagelaran Sains Data, Inovasi Digital, serta Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) (GELATIK) 2025. Kegiatan tersebut diselenggarakan secara daring melalui platform Google Meet pada Sabtu, 15 Maret 2025, yang menghadirkan tiga finalis Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) 2024 sebagai narasumber.

Ketiga narasumber tersebut adalah Riga Setya Manasa selaku Finalis LIDM 2024 Bidang Microteaching Digital, Shaldhan Bayu Yuska selaku Finalis LIDM 2024 Bidang Inovasi Pembelajaran Digital Pendidikan, dan Yuni Puji Astuti selaku Finalis LIDM 2024 Bidang Microteaching Digital. Mereka berbagi pengalaman tentang tantangan, strategi, serta manfaat yang diperoleh dari kompetisi LIDM.

Dalam pemaparannya, Riga Setya Manasa menekankan pentingnya komunikasi dan kerja tim dalam kompetisi. “Setiap tantangan adalah peluang untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan menciptakan solusi yang bermanfaat bagi banyak orang,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bagaimana timnya mengembangkan Rangkul Ular Tangga yaitu sebuah permainan edukatif berbasis augmented reality (AR) untuk pembelajaran multikultural.

Dalam Kesempatan yang sama, Shaldhan Bayu Yuska juga berbagi pengalaman dalam menciptakan Jagratara Word Game yaitu sebuah media edukasi berbasis virtual reality (VR) yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman siswa tunadaksa tentang pencegahan kekerasan seksual. “Kami memilih untuk mengembangkan media edukasi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga dapat diakses dan bermanfaat bagi siswa yang berkebutuhan khusus,” jelasnya.

Sementara itu, Yuni Puji Astuti sebagai finalis di bidang microteaching digital, menyoroti strategi mengajar yang efektif dalam kompetisi LIDM. Ia berbagi tips tentang bagaimana menyusun modul ajar yang inovatif dan menarik, serta pentingnya public speaking yang baik dalam presentasi final. “Jangan hanya fokus pada konten media pembelajaran, tetapi juga tentang bagaimana menyampaikannya dengan efektif. Public speaking yang baik menjadi salah satu kunci dalam kompetisi ini,” ungkapnya.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan tentang kompetisi LIDM, tetapi juga menjadi ajang motivasi bagi mahasiswa yang ingin berkompetisi di tingkat nasional. Dengan adanya sesi ini, diharapkan mahasiswa UAD semakin siap untuk berpartisipasi dalam GEMASTIK 2025 dan mengembangkan inovasi digital yang berdampak bagi dunia pendidikan. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sharing-Session-FINALIS-LIDM-Foto.-Itoshiko.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-04-14 10:30:472025-04-14 10:31:20Finalis LIDM 2024 Berbagi Pengalaman dalam Sharing Session GELATIK UAD

Finalis Satria Data Berbagi Pengalaman dalam Sharing Session Pejuang GELATIK

14/04/2025/in Terkini /by Ard

Sharing Session Pejuang GELATIK (Foto. Septia)

Program Kreativitas Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (PKM UAD) sukses menggelar Sharing Session Pejuang GELATIK, yang merupakan kepanjangan dari Pagelaran Sains Data, Inovasi Digital, serta Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada Sabtu, 15 Maret 2025 melalui Google Meet. Kegiatan ini menghadirkan para finalis Satria Data 2021 untuk berbagi pengalaman dan wawasan kepada mahasiswa. Mereka adalah Lisa Nuryanti selaku Finalis SIC dan Erykka Yustari selaku Finalis SEC.

Acara dibuka oleh Indana Azza selaku perwakilan dari PKM UAD. Ia menjelaskan bahwa Satria Data merupakan bagian dari GELATIK 2025 yang merupakan gabungan dari tiga kompetisi besar, yaitu Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (GEMASTIK), Satria Data, dan Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM). Kompetisi Satria Data sendiri terbagi menjadi empat bidang lomba, yaitu National Statistic Competition (NSC), Statistic Essay Competition (SEC), Statistic Infographic Competition (SIC), dan Big Data Challenge (BDC). Indana Azza juga memberikan informasi mengenai lini masa dan persiapan yang perlu dilakukan oleh peserta, termasuk pencarian tim dan dosen pembimbing.

Selanjutnya, Lisa Nuryanti menjelaskan bahwa dalam SIC, peserta tidak hanya dituntut untuk menyajikan infografis yang menarik, tetapi juga harus mampu mengolah data secara mendalam. Ia memberikan tips tentang teknik ATM (amati, tiru, modifikasi) dalam mendesain infografis serta pentingnya memahami buku pedoman lomba secara mendalam.

“Salah satu tantangan terbesar adalah mengelola data dalam jangka waktu 20 tahun, dan menyajikannya dalam bentuk infografis yang jelas serta informatif,” ungkapnya.

Sementara itu, Erykka Yustari berbagi pengalaman dalam SEC, di mana peserta harus melakukan analisis data dan mengembangkan argumen berbasis statistik. Ia juga menyoroti pentingnya pemilihan alat analisis data, seperti Python, Excel, atau SPSS, yang harus disesuaikan dengan kebutuhan tim.

“Ketersediaan data sering menjadi kendala utama dalam lomba ini. Oleh karena itu, penting bagi peserta untuk mengumpulkan data dari berbagai sumber resmi dan menggunakan metode analisis yang sesuai,” jelasnya.

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta. Melalui Sharing Session Pejuang GELATIK, Universitas Ahmad Dahlan berharap semakin banyak mahasiswa yang tertarik dan siap berkompetisi dalam ajang Satria Data, serta mampu mengembangkan keterampilan analisis data dan inovasi dalam bidang statistik dan teknologi. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sharing-Session-Pejuang-GELATIK-Foto.-Septia-2.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-04-14 10:09:302025-04-14 10:31:39Finalis Satria Data Berbagi Pengalaman dalam Sharing Session Pejuang GELATIK

Finalis GEMASTIK Berbagi Inspirasi

12/04/2025/in Terkini /by Ard

Sharing Session finalis Gemastik dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Septia)

Program Kreativitas Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (PKM UAD) menggelar Sharing Session Pejuang Pagelaran Sains Data, Inovasi Digital, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) atau biasa disebut GELATIK. Acara ini menghadirkan para finalis Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (GEMASTIK) untuk berbagi pengalaman dan wawasan kepada mahasiswa. Acara berlangsung secara daring melalui Google Meet pada Sabtu, 15 Maret 2025. Tiga narasumber utama, yaitu Irsyadul Ibad selaku finalis GEMASTIK 2022 bidang Kota Cerdas, Hilda Isnaini selaku finalis bidang Pengembangan Bisnis TIK, dan Ahmad Fadli Rismanda selaku finalis GEMASTIK 2024 bidang Aplikasi Permainan, berbagi tentang kisah mereka.

Faisal Khairullah selaku perwakilan dari PKM UAD membuka acara dengan pemaparan mengenai pentingnya kompetisi sebagai ajang pengembangan keterampilan mahasiswa. Ia menyampaikan bahwa kompetisi seperti GEMASTIK merupakan tempat bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuannya. 

Hilda Isnaini menekankan pentingnya kesiapan produk sebelum kompetisi. “Tim yang sukses adalah tim yang mempersiapkan ide dan produknya dengan baik sejak awal, bahkan sebelum kompetisi dimulai,” jelasnya. 

Sementara itu, Ahmad Fadli Rismanda menambahkan bahwa strategi dan inovasi sangat berpengaruh dalam menentukan hasil kompetisi. “Kami belajar banyak dari finalis lain, terutama dalam hal inovasi dan fitur yang ditawarkan. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan ide,” katanya.

Selain pemaparan dari para narasumber, acara ini juga memberikan informasi mengenai GELATIK 2025, yang merupakan gabungan dari tiga kompetisi besar, yaitu GEMASTIK, Satria Data, dan Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM). Perwakilan dari PKM UAD, Indana Aza, menjelaskan bahwa GELATIK 2025 terdiri atas berbagai subkompetisi, termasuk National Statistic Competition, Statistic Essay Competition, Statistic Infographic Competition, dan Big Data Challenge. Ia juga memberikan gambaran mengenai tahapan persiapan lomba, pencarian tim dan dosen pembimbing, serta strategi dalam mengikuti rangkaian pemanasan kompetisi.

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang interaktif, di mana peserta berkesempatan untuk bertanya langsung kepada para finalis mengenai strategi dan tantangan dalam kompetisi nasional. Acara kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi bersama.

Melalui Sharing Session Pejuang GELATIK, UAD berharap dapat mencetak lebih banyak mahasiswa berprestasi yang siap bersaing dalam kompetisi akademik tingkat nasional. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Sharing-Session-finalis-Gemastik-dari-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Septia.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-04-12 09:55:542025-04-12 09:55:54Finalis GEMASTIK Berbagi Inspirasi

Tuhan Setelah Ramadan dan Mengapa Ibadah Kita Berubah?

12/04/2025/in Feature /by Ard

Foto Ilustrasi oleh Ilhamsyah Muhammad Nurdin, mahasiswa Magister Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD)

Penulis: Ilhamsyah Muhammad Nurdin (Mahasiswa Magister Psikologi UAD)

Ramadan selalu datang dengan nuansa spiritual yang khas. Bulan ini menjadi momen refleksi, perbaikan diri, dan peningkatan ibadah bagi umat Islam. Namun, sebuah pertanyaan tajam dari Jalaluddin Rumi menggugah kesadaran kita: “Tuhan yang engkau sembah di bulan Ramadan adalah Tuhan yang sama yang engkau jauhi di bulan-bulan lainnya. Lantas mengapa caramu beribadah berbeda?” Refleksi ini mengantarkan kita pada perenungan mendalam tentang bagaimana manusia mempersepsi spiritualitas dalam kehidupannya dan bagaimana kita dapat mengantisipasi peralihan dari Ramadan ke bulan-bulan berikutnya tanpa kehilangan semangat ibadah.

Dalam perspektif psikologi, perilaku manusia dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal. Ramadan menghadirkan kombinasi dari aspek spiritual, sosial, dan budaya yang mendorong seseorang untuk meningkatkan ibadahnya. Manusia adalah makhluk sosial yang cenderung menyesuaikan diri dengan norma yang berlaku di lingkungannya. Ramadan menciptakan ekosistem sosial di mana ibadah menjadi norma kolektif, sehingga seseorang lebih mudah terlibat dalam aktivitas keagamaan secara lebih intensif. Selain itu, banyak orang beribadah di bulan Ramadan dengan harapan pengampunan dosa dan perasaan bersalah yang coba ditebus melalui peningkatan aktivitas spiritual. Momentum ini menciptakan suasana yang mendorong individu untuk lebih sadar akan hubungannya dengan Tuhan.

Akan tetapi, setelah Ramadan berlalu, banyak individu mengalami penurunan dalam intensitas ibadah mereka. Hal ini terjadi karena absennya lingkungan yang mendukung, hilangnya pola kebiasaan yang terbentuk, serta kembali munculnya distraksi kehidupan duniawi yang mengalihkan fokus dari ibadah. Setelah sebulan penuh melatih diri dalam disiplin spiritual, seharusnya manusia mampu menjadikan kebiasaan tersebut sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan hanya sebagai ritual musiman. Jika ibadah hanya dipandang sebagai kewajiban tahunan, maka nilainya tidak akan bertransformasi menjadi karakter yang melekat dalam diri seseorang.

Salah satu alasan mengapa ibadah sering kali menurun setelah Ramadan adalah karena banyak orang hanya berfokus pada aspek ritual tanpa benar-benar memahami esensi spiritualnya. Ibadah yang dilakukan hanya karena dorongan eksternal, seperti suasana Ramadan yang mendukung, cenderung tidak bertahan lama ketika lingkungan berubah. Dalam psikologi, fenomena ini dikenal sebagai external motivation, di mana perilaku seseorang dipengaruhi oleh faktor luar, bukan karena kesadaran intrinsik. Jika motivasi ibadah tidak berasal dari kesadaran diri, maka ketika stimulus luar menghilang, perilaku pun melemah.

Agar ibadah tidak menjadi fenomena musiman yang hanya meningkat di bulan Ramadan dan menurun setelahnya, diperlukan strategi spiritual dan psikologis untuk mempertahankan konsistensi dalam beribadah. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan mengubah perspektif tentang ibadah, melihatnya sebagai kebutuhan, bukan hanya kewajiban. Ibadah seharusnya menjadi ekspresi cinta kepada Tuhan, bukan sekadar rutinitas yang dilakukan karena kewajiban tahunan. Dengan memahami bahwa ibadah adalah jalan menuju kebahagiaan dan ketenangan batin, seseorang akan lebih termotivasi untuk menjadikannya bagian dari kehidupannya secara konsisten.

Menjaga kesinambungan ibadah juga dapat dilakukan dengan menetapkan target ibadah yang realistis. Setelah Ramadan, banyak orang kehilangan momentum karena kembali ke pola hidup sebelumnya tanpa adanya rencana spiritual yang jelas. Oleh karena itu, penting untuk membuat komitmen yang dapat dijalankan secara konsisten, seperti menjaga kebiasaan shalat malam meskipun hanya dua rakaat atau tetap melanjutkan tilawah Al-Qur’an secara rutin. Target yang realistis lebih mudah dipertahankan dibandingkan upaya yang terlalu drastis dan sulit dijalankan dalam jangka panjang.

Membangun lingkungan yang mendukung juga menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan ibadah. Berinteraksi dengan komunitas religius atau memiliki teman yang memiliki semangat spiritual yang sama dapat membantu menjaga semangat ibadah tetap terjaga setelah Ramadan berakhir. Psikologi sosial menunjukkan bahwa perilaku individu sangat dipengaruhi oleh lingkungannya. Jika seseorang berada dalam lingkungan yang mendukung ibadah, maka kemungkinan besar ia akan lebih konsisten dalam menjalankan ibadahnya.

Selain itu, menerapkan teknik pengaturan diri dengan membuat jurnal refleksi ibadah dan melakukan muhasabah secara berkala juga bisa menjadi metode efektif untuk memastikan ibadah tetap berlanjut. Jurnal refleksi dapat membantu seseorang melihat perkembangan spiritualnya dari waktu ke waktu, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang membuat ibadahnya meningkat atau menurun. Dengan demikian, seseorang dapat lebih sadar terhadap perubahan dirinya dan mengambil langkah-langkah untuk menjaga kualitas ibadahnya.

Sebagai bentuk antisipasi dalam meninggalkan Ramadan, seseorang perlu memiliki kesadaran bahwa keberkahan bulan ini bukan hanya ada dalam ritualnya, tetapi dalam perubahan karakter yang dibentuk melalui latihan selama sebulan penuh. Kesungguhan yang dicurahkan dalam Ramadan seharusnya tidak hanya menjadi kilasan momen, tetapi menjadi awal dari perjalanan panjang dalam mendekatkan diri kepada Tuhan. Jika kita mampu menjaga kebiasaan baik yang telah dibentuk, maka Ramadan tidak akan menjadi sekadar sebuah perayaan yang datang dan pergi, tetapi akan menjadi titik awal bagi perjalanan spiritual yang lebih mendalam sepanjang tahun.

Pada akhirnya, kita perlu memahami bahwa Tuhan yang kita sembah di bulan Ramadan adalah Tuhan yang sama di bulan-bulan lainnya. Oleh karena itu, ibadah tidak seharusnya terikat waktu, tetapi harus menjadi bagian dari kehidupan yang utuh. Transformasi spiritual sejati bukan hanya terletak pada intensitas ibadah di bulan Ramadan, tetapi pada bagaimana kita mempertahankannya sepanjang tahun. Jika Ramadan berhasil mengajarkan kita disiplin, kesabaran, dan ketakwaan, maka sejatinya pelajaran itu tidak boleh berakhir ketika bulan suci berlalu. Kita tidak hanya mencari Tuhan di saat-saat tertentu, tetapi seharusnya selalu bersama-Nya dalam setiap aspek kehidupan kita. (Ilham)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Foto-Ilustrasi-oleh-Ilhamsyah-Muhammad-Nurdin-mahasiswa-Magister-Psikologi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-04-12 09:50:442025-04-12 09:50:44Tuhan Setelah Ramadan dan Mengapa Ibadah Kita Berubah?

Perjalanan Akademis Danang, Alumnus Magister Farmasi UAD

12/04/2025/in Terkini /by Ard

Apt. Danang Prasetyaning Amukti, M.Farm., alumnus Magister Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Dok. Danang)

Apt. Danang Prasetyaning Amukti, M.Farm., alumnus Magister Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), telah membuktikan konsistensi dan dedikasinya dalam dunia akademik. Dengan ketekunan yang tinggi, ia berhasil mempublikasikan berbagai penelitian di jurnal bereputasi internasional. Beberapa jurnal yang telah menerima hasil risetnya antara lain BIO Web of Conferences, Scypta Medica, Bulgarian Cardiology, serta berbagai jurnal terindeks SINTA seperti Jurnal Pharmascience dan Biomedical Journal of Indonesia. Berkat kiprahnya di bidang farmasi klinis, namanya semakin dikenal sebagai akademisi yang produktif dan berkompeten.

Perjalanan publikasi akademik ini tentu bukan tanpa tantangan. Danang menekankan pentingnya konsistensi dalam menetapkan target penelitian tahunan, serta keterampilan menulis akademik yang terus diasah. Ia juga mengungkapkan bahwa membangun kebiasaan membaca jurnal bereputasi sangat membantu dalam memahami tren penelitian terbaru, sekaligus memperkaya wawasan untuk menghasilkan penelitian berkualitas. Selain itu, kolaborasi dengan dosen serta mahasiswa lain turut memberikan perspektif yang lebih luas dalam penelitian, sehingga hasilnya semakin solid dan bernilai tinggi di dunia akademik.

Dalam menyusun publikasi, Danang memiliki trik tersendiri agar dapat menembus jurnal bereputasi. Salah satunya adalah mencari jurnal open-access berkualitas menggunakan platform seperti Scimago Journal & Country Rank serta SINTA. Selain itu, ia juga menggunakan visualisasi data melalui BioRender untuk memperjelas konsep penelitian, sehingga lebih mudah dipahami oleh editor dan reviewer jurnal. Dengan pendekatan ini, banyak publikasinya yang berhasil diterima di jurnal internasional bereputasi.

Motivasi utama Danang dalam perjalanan akademiknya berasal dari pesan orang tuanya: kayfa akhofu minal faqr wa ana abd Al-Ghaniy (bagaimana aku takut miskin, sementara aku adalah hamba dari Zat yang Maha Kaya). Prinsip ini membuatnya terus berusaha dan tidak takut menghadapi tantangan dalam dunia akademik maupun profesional. Baginya, usaha yang gigih dan kepercayaan diri adalah kunci utama dalam meraih sukses.

Keberhasilan akademiknya juga membawanya mendapatkan kesempatan menjadi dosen di Universitas Alma Ata sebelum resmi diwisuda. Setelah menyelesaikan sidang pendadaran tesis, Danang langsung melamar ke berbagai perguruan tinggi dan akhirnya diterima. Portofolio yang telah ia bangun selama studi di Magister Farmasi UAD menjadi bekal utama dalam membuktikan kompetensinya sebagai calon akademisi. Kampus Alma Ata menjadi tempat yang tepat baginya untuk berkembang dan berkontribusi lebih jauh dalam dunia pendidikan.

Program Magister Farmasi di UAD turut berperan besar dalam kesuksesan Danang. Program ini menyediakan fasilitas lengkap, mulai dari kurikulum yang selalu diperbarui sesuai perkembangan ilmu farmasi, bimbingan akademik yang intensif, hingga dukungan dalam publikasi dan penelitian. Mahasiswa juga diberikan motivasi serta pendampingan yang kuat agar siap menghadapi dunia kerja dan riset. Dengan pendekatan ini, lulusan Magister Farmasi UAD tidak hanya memiliki gelar akademik, tetapi juga kompetensi yang mumpuni untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Keberhasilan Danang Prasetyaning Amukti menjadi bukti bahwa dengan dedikasi, strategi yang tepat, dan dukungan akademik yang kuat, mahasiswa dapat mencapai pencapaian luar biasa bahkan sebelum menyelesaikan studi mereka. (Dilla)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Apt.-Danang-Prasetyaning-Amukti-M.Farm_.-alumnus-Magister-Farmasi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Dok.-Danang.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-04-12 09:43:032025-04-12 09:43:03Perjalanan Akademis Danang, Alumnus Magister Farmasi UAD

Mahasiswa UAD Gelar Lokakarya Penggunaan Gim Pembelajaran di SMP Muhammadiyah Pleret

12/04/2025/in Terkini /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Gelar Lokakarya Penggunaan Gim Pembelajaran di SMP Muhammadiyah Pleret (Foto. Naila)

Pada Kamis, 14 November 2024, dua mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Naila Hasnal Fuadah dan Ribhia Avissa Niwanda, menyelenggarakan lokakarya penggunaan gim pembelajaran di SMP Muhammadiyah Pleret. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kampus Mengajar Angkatan 8 yang bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa melalui metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari pihak sekolah, yang diwakili oleh Sri Rejeki Murtiningsih, M.Ed., Ph.D. selaku guru pamong. Ia menyampaikan harapan bahwa lokakarya ini dapat memberikan inovasi dalam proses belajar mengajar dan meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran.

Pada sesi pertama, Naila Hasnal Fuadah menyampaikan materi tentang pentingnya penggunaan teknologi dalam pendidikan, khususnya gim pembelajaran. Dalam presentasinya, ia menjelaskan bahwa gim pembelajaran tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga dapat menjadi metode efektif untuk membantu siswa memahami konsep-konsep yang kompleks dengan cara yang lebih menarik.

“Penggunaan gim dalam pembelajaran dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam proses belajar,” ujar Naila saat menjelaskan manfaat dari metode pembelajaran interaktif ini.

Melanjutkan sesi sebelumnya, Ribhia Avissa Niwanda memperkenalkan beberapa platform gim pembelajaran yang dapat diimplementasikan di kelas, seperti Kahoot dan Quizizz. Ia memaparkan bagaimana cara menggunakan platform tersebut untuk membuat kuis interaktif yang dapat meningkatkan partisipasi siswa. Selain itu, Ribhia juga memberikan panduan kepada para guru tentang cara mengintegrasikan gim pembelajaran ke dalam kurikulum yang ada, untuk meningkatkan efektivitas pengajaran.

Lokakarya ini dihadiri oleh dewan guru SMP Muhammadiyah Pleret, khususnya para pengampu mata pelajaran numerasi dan literasi, yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap penggunaan gim dalam pembelajaran. Pada sesi tanya jawab, banyak guru yang menanyakan tentang cara mengakses gim pembelajaran dan bagaimana mereka dapat mengembangkan konten gim yang relevan dengan mata pelajaran mereka.

Meskipun demikian, beberapa guru juga menyampaikan tantangan yang mereka hadapi, yaitu keterbatasan akses terhadap teknologi yang diperlukan untuk mendukung penggunaan gim pembelajaran. Mereka mengemukakan bahwa tidak semua guru memiliki perangkat yang memadai atau koneksi internet yang stabil, yang dapat menghambat implementasi metode pembelajaran ini di kelas.

“Kami sangat tertarik dengan metode pembelajaran berbasis gim ini, tetapi keterbatasan fasilitas teknologi di sekolah kami masih menjadi kendala utama,” ungkap salah seorang guru peserta lokakarya.

Menanggapi hal tersebut, Naila dan Ribhia menyarankan beberapa alternatif solusi, seperti penggunaan gim pembelajaran secara berkelompok atau pemanfaatan fasilitas laboratorium komputer sekolah untuk kegiatan pembelajaran interaktif.

Dengan adanya lokakarya ini, mahasiswa UAD berharap dapat memberikan inspirasi kepada para guru untuk lebih aktif dalam mengadopsi gim pembelajaran dan memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu dalam proses belajar mengajar. Mereka juga menekankan pentingnya kolaborasi antara guru dan pihak sekolah untuk mencari solusi atas tantangan yang ada.

“Lokakarya ini merupakan langkah awal untuk memperkenalkan metode pembelajaran berbasis teknologi. Kami berharap para guru dapat mengembangkan dan menerapkan metode ini sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sekolah,” kata Ribhia saat menutup kegiatan.

Kegiatan lokakarya penggunaan gim pembelajaran ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dan mendorong guru untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih inovatif serta berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di SMP Muhammadiyah Pleret. (Naila/Ribhia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Gelar-Lokakarya-Penggunaan-Gim-Pembelajaran-di-SMP-Muhammadiyah-Pleret-Foto.-Naila.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-04-12 08:43:212025-04-12 08:43:21Mahasiswa UAD Gelar Lokakarya Penggunaan Gim Pembelajaran di SMP Muhammadiyah Pleret

Islam dan Cinta Lingkungan

10/04/2025/in Terkini /by Ard

Kajian RDK 1446 H di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Ito)

Pengurus Pesantren KH. Ahmad Dahlan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan Ramadan dengan menggelar Kajian Berbuka Puasa pada Sabtu, 29 Maret 2025, bertempat di Masjid Islamic Center UAD. Yahya Hanafi, M.Sc. selaku Kepala Bidang Kaderisasi Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) UAD hadir sebagai pembicara. Ia membahas pentingnya kesadaran ekologis dalam perspektif Islam.

Dalam ceramahnya, Yahya Hanafi menyoroti bagaimana Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga keseimbangan alam sebagai bagian dari tanggung jawab khalifah di bumi. Ia menegaskan bahwa cinta lingkungan bukan hanya sekadar isu modern, tetapi telah menjadi bagian dari ajaran Islam sejak dahulu. Menurutnya, menjaga lingkungan merupakan wujud nyata dari ketakwaan dan bentuk ibadah yang mencerminkan kepedulian terhadap sesama makhluk Allah.

Ia juga menekankan bahwa salah satu tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah eksploitasi alam yang berlebihan tanpa memperhatikan keseimbangan ekosistem. Oleh karena itu, dibutuhkan kesadaran kolektif dalam menerapkan prinsip keberlanjutan dan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Islam mengajarkan prinsip moderasi (wasathiyah), yang jika diterapkan dengan baik, dapat menjadi solusi atas permasalahan lingkungan yang semakin kompleks.

Selain itu, Yahya Hanafi mengajak jamaah untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum refleksi dalam meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Ia menegaskan bahwa seorang muslim idealnya memiliki kesadaran ekologis yang tinggi, termasuk dalam mengurangi limbah, menghemat sumber daya alam, dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Dengan adanya ceramah ini, diharapkan para jamaah dapat memahami urgensi menjaga lingkungan sebagai bagian dari ajaran Islam serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Islam tidak hanya mengajarkan ibadah ritual, tetapi juga menuntun umatnya untuk menjadi individu yang berkontribusi positif bagi kelestarian alam dan kesejahteraan umat manusia. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Kajian-RDK-1446-H-di-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Ito.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2025-04-10 12:48:342025-04-10 12:48:34Islam dan Cinta Lingkungan
Page 144 of 498«‹142143144145146›»

TERKINI

  • Usung Program NAWASENA, Tim PPK Ormawa RDC UAD Siap Terapkan Sistem Pertanian Cerdas24/06/2026
  • Tim PkM UAD Tingkatkan Literasi Digital Guru melalui Generative AI24/06/2026
  • HMPS PBSI UAD Gelar Aksi Bakti Sosial di Panti Asuhan Giwangan24/06/2026
  • HMPS Perbankan Syariah UAD Gelar Seminar Nasional Pengembangan Diri24/06/2026
  • BEM Fakultas Psikologi UAD Gelar Diskusi dan Kajian NONGKI24/06/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa UAD Raih Penghargaan Favorit pada Kompetisi Fotografi Internasional di Malaysia23/06/2026
  • Mahasiswa Gizi UAD Raih Dua Gelar Juara dalam Kompetisi Artikel Ilmiah Nasional 202622/06/2026
  • Tim CIVIC’S UNITED UAD Raih Juara Harapan I pada Semarak Keilmuan 2026 Lewat Inovasi Pengelolaan Sampah Sungai22/06/2026
  • Mahasiswa Kedokteran UAD Raih Medali Perunggu ONMIPA-PT 202618/06/2026
  • Mahasiswa UAD Juara III Solo Vocal Pop pada Euphoria Art Competition 2026 Tingkat Nasional15/06/2026

FEATURE

  • Hukum Puasa Asyura Tanpa Tasu’a: Kajian Ahad Pagi UAD Kupas Tuntas Fikih Muharram22/06/2026
  • Dari Jalur Beasiswa, Rentetan Medali, Hingga Predikat Wisudawan Berprestasi18/06/2026
  • Menghindari Penyesalan Abadi11/06/2026
  • Menggali Makna Kesetiaan dan Pengorbanan01/06/2026
  • Sabil Isan Permana: Kalah Harus Bangkit Lagi30/05/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top