• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Lawan Phubbing Lewat Permainan Tradisional

01/08/2022/in Terkini /by Ard

Layanan bimbingan kelompok menggunakan permainan tradisional oleh tim pengabdian masyarakat dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Istimewa)

Tim pengabdian masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang terdiri atas Ulfa Danni Rosada, M.Pd., Kons., Dian Ari Widyastuti, S.Pd., M.Pd., dan Siti Muyana, S.Pd., M.Pd., memberikan layanan bimbingan kelompok menggunakan permainan tradisional kepada siswa Sekolah Dasar (SD) di Kawasan Wisata Kaliurang. Bekerja sama dengan Yayasan Titian Foundation, acara ini dilaksanakan pada 25‒26 Juli 2022.

Permainan tradisional dipilih sebagai media preventif dalam upaya membentuk generasi anti-phubbing. Seiring dengan berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek), pembaruan dalam segala aspek menuntut kita untuk beradaptasi. Modernitas ini kemudian membawa beberapa dampak negatif yang salah satunya adalah phubbing, sebuah kondisi ketika seseorang rela menyakiti orang-orang di sekitarnya dengan bersikap tidak peduli dan lebih fokus pada gawai yang ada di tangan. Hal tersebut merupakan akibat dari penggunaan gadget yang berlebihan.

Target utama yang jadi sasaran dalam kegiatan adalah anak-anak SD yang sedang dalam masa transisi menuju remaja. Permainan tradisional seperti dakon (congklak) dan gobak sodor dipilih dalam sesi layanan bimbingan kelompok ini. Untuk meraih tujuan utama yaitu pembentukan generasi anti-phubbing, inovasi dilakukan dalam kedua permainan tersebut melalui game cards. Hal itu dimaksudkan untuk menginternalisasi nilai-nilai kerja sama, komunikasi interpersonal, dan interaksi sosial, sehingga rasa kepedulian terhadap lingkungan sekitar akan muncul.

Siswa yang mengikuti kegiatan mengaku senang karena mendapat banyak manfaat dari layanan bimbingan kelompok yang diadakan. Mereka mengenal istilah-istilah baru seperti nomophobia, phubbing, phubber, dan phubbee. Lalu, mereka juga belajar tentang gejala-gejala yang menandai phubbing, faktor yang memengaruhi, dampak buruk yang diakibatkan, dan hal-hal yang bisa dilakukan sebagai pencegahan. Selain itu, kemampuan para siswa dalam bekerja sama, komunikasi, dan interaksi dengan lingkungan sekitar juga bertambah.

Mengingat begitu besarnya dampak buruk phubbing bagi generasi penerus bangsa, upaya-upaya preventif seperti kegiatan ini perlu dilakukan secara konsisten. Berbeda dengan generasi sebelumnya, era globalisasi sekarang menuntut kita untuk menjadi individu yang adaptif dan produktif dalam rangka menghadapi intervensi yang kuat. “Menjawab tantangan tersebut, hal ini merupakan salah satu langkah konkret yang kami wujudkan melalui layanan bimbingan kelompok untuk membentuk generasi anti-phubbing,” ungkap Ulfa. (tsa)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Layanan-bimbingan-kelompok-oleh-tim-pengabdian-masyarakat-dosen-BK-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Istimewa.jpeg 1200 1600 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-08-01 12:55:172022-08-01 13:00:55Lawan Phubbing Lewat Permainan Tradisional

Pendampingan Psikososial untuk Komunitas Remaja dan Orang Tua

27/07/2022/in Terkini /by Ard

Pendampingan Psikososial Komunitas Remaja dan Orang Tua oleh Prodi BK Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Istimewa)

Program Studi (Prodi) Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan kegiatan pendampingan psikososial terhadap komunitas remaja dan orang tua di Dusun Ngipiksari, Hargobinangun, Sleman. Bertempat di Lavana Hotel, acara ini dihelat pada Minggu, 24 Juli 2022, dengan berkolaborasi bersama Yayasan Titian Foundation. Fokus utama dari kegiatan ini adalah untuk menambah wawasan tentang psikologi keluarga bagi remaja dan orang tua.

Ana, perwakilan dari Titian Foundation, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat baik dilakukan bagi masyarakat di Dusun Ngipiksari. “Kegiatan semacam ini akan membantu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang cara menjadi keluarga yang sehat dan sejahtera,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Program Studi (Kaprodi) BK UAD Irvan Budhi Handaka, M.Pd., juga mengutarakan rasa terima kasihnya kepada seluruh peserta kegiatan dan pihak Titian Foundation yang telah berkenan hadir. “Kami harap kegiatan ini tidak hanya sekali saja dilaksanakan, tetapi bisa berkelanjutan dan rutin dilakukan di tahun-tahun mendatang,” imbuh Irvan.

Muya Barida, M.Pd., hadir sebagai pemateri pertama dengan menyampaikan pembahasan tentang kesejahteraan psikologis. Ia menjelaskan seputar cara menjadi keluarga yang bahagia. Dilanjutkan dengan Wahyu Nanda Eka Saputra, M.Pd., Kons., yang menyajikan topik mengenai pentingnya dukungan psikologi awal orang tua bagi remaja dan anak.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan Focus Group Discussion (FGD) antara remaja Dusun Ngipiksari dengan mahasiswa Prodi BK UAD yang membahas tentang kesehatan psikososial remaja. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan pembagian door prize kepada peserta kegiatan. (tsa)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pendampingan-Psikososial-Komunitas-Remaja-dan-Orang-Tua-Prodi-BK-UAD-Foto-BK-UAD.jpg 1406 2500 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-07-27 13:32:062022-07-27 13:32:43Pendampingan Psikososial untuk Komunitas Remaja dan Orang Tua

Tips Mudah Menulis Artikel Ilmiah dan Publikasinya

26/07/2022/in Terkini /by Ard

Much Fuad Syaifuddin, M.Pd., pemateri Pembekalan PLP yang diselenggarakan P3K Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Farida)

Pusat Pengembangan Profesi Kependidikan (P3K) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan pembekalan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) 2 mengenai luaran penulisan artikel ilmiah. Hadir sebagai pemateri Much. Fuad Syaifuddin, M.Pd., yang merupakan dosen Pendidikan Biologi FKIP UAD. Acara digelar secara daring melalui platform Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube FKIP UAD Official pada Jumat, 22 Juli 2022.

Fuad menyampaikan, artikel ilmiah bisa dipublikasikan dalam bentuk prosiding dan jurnal. Prosiding merupakan salah satu bentuk luaran dari seminar atau konferensi, sedangkan jurnal merupakan tempat untuk mempublikasikan artikel ilmiah, yang terbagi menjadi empat yaitu jurnal nasional, nasional terakreditasi, internasional, dan internasional bereputasi. Modal penulisan artikel ilmiah seperti pengetahuan, sampel, dan pedoman.

“Tempat mencari referensi itu ada Google Scholar, Dimensions, Science Direct. Lalu bagaimana strategi dalam pencarian? Strateginya kenali kata kunci, menggabungkan kata kunci, tahun, dan terakhir di tipe dokumen. Kata kunci sifatnya bisa kata atau frasa, misal menuliskan problem based learning dalam Google Scholar maka itu bisa jadi tiga kata kunci sehingga hasilnya cukup banyak. Namun ketika problem based learning diapit dengan tanda petik (“..”) maka akan jadi satu kata kunci dan hasilnya akan lebih spesifik, kemudian kombinasikan dengan kata kunci lain dan filterkan dengan tahun sehingga hasil yang muncul makin mengerucut atau spesifik,” jelas Fuad.

Lebih lanjut ia menjelaskan struktur artikel ilmiah itu terdiri atas judul, abstrak, pendahuluan, metode, hasil dan pembahasan, simpulkan, dan daftar pustaka. Bagian abstrak setidaknya memuat tujuan, metode, hasil, dan simpulan. Pendahuluan berisi kondisi ideal, fakta mengenai hasil penelitian atau observasi, solusi yang ditawarkan, dan tujuan dari penelitian tersebut. Metode penelitian berisikan jenis penelitian, sampling, instrumen, dan analisis data. Bagian hasil berisi temuan, gambar atau teori, argumentasi, referensi, kemudian arahkan penutup pembahasan sesuai tujuan. Dalam simpulan memuat jawaban dari tujuan penelitian dan upayakan penyajian tidak menulis ulang hasil. Bagian daftar pustaka, berisi sumber yang tepercaya, tahun yang memiliki kebaruan, jumlah, dan gaya.

Terakhir Fuad berpesan, “Setidaknya mengejar dari sisi referensi terlebih dahulu agar dalam membuat pendahuluan maupun bagian hasil pembahasan lebih mudah dalam penyusunannya.” (frd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Much-Fuad-Syaifuddin-M.Pd_.-pemateri-Pembekalan-PLP-2-2022-Luaran-Penulisan-Artikel-Ilmiah-yang-diselenggarakan-P3K-UAD.-frd.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-07-26 13:43:392022-07-26 13:43:39Tips Mudah Menulis Artikel Ilmiah dan Publikasinya

Pentingnya Kesejahteraan Psikologis dalam Kehidupan Keluarga

25/07/2022/in Terkini /by Ard

Tim Pengabdian Masyarakat UAD melakukan home visit untuk mengetahui tingkat kesejahteraan psikologis masyarakat (Foto: Istimewa)

Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang terdiri atas Muya Barida, M.Pd. dan Dian Ari Widyastuti, M.Pd., bekerja sama dengan Titian Foundation, melakukan home visit untuk mengetahui tingkat kesejahteraan psikologis masyarakat. Kegiatan dilakukan terhadap dua puluh keluarga di Kawasan Wisata Kaliurang pada 22‒23 Juli 2022.

Kesejahteraan psikologis menjadi salah satu indikator penting dalam meraih kebahagian yang hakiki, sehingga memainkan peranan krusial dalam kehidupan berkeluarga. Kesejahteraan ini bukan sebuah kebahagiaan yang mengarah pada aktivitas hedonis atau kepuasan yang tidak terbatas. Melainkan sebuah perasaan yang berhubungan dengan kenyamanan, kedamaian, dan kebermaknaan untuk menjalani setiap waktu dengan aktivitas yang bermanfaat.

Ciri-ciri dari kesejahteraan psikologis antara lain mampu mengatur dan mengevaluasi perilaku sendiri dengan standar pribadi, mampu menciptakan suatu lingkungan yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan, serta mampu untuk mengembangkan potensi agar bisa tumbuh dan maju. Selain itu, kemampuan untuk menjalin hubungan positif dengan orang lain, kemampuan untuk menentukan tujuan hidup, dan kemampuan untuk menerima segala aspek kehidupan juga bisa dijadikan identifikasi untuk kesejahteraan psikologis.

Mengingat begitu besarnya manfaat kesejahteraan psikologis dalam perkembangan keluarga, Muya dan Dian melakukan home visit sebagai langkah konkret untuk observasi. “Hal ini perlu dilakukan agar kami bisa lebih memahami tentang kesejahteraan psikologis secara mendalam,” papar Dian.

Sebagai hasilnya, mereka mendapat enam poin penting berdasarkan kondisi realitas yang ada di masyarakat. Pertama, sebagian besar keluarga sudah menunjukkan kemandirian emosional dan finansial yang terlihat dari upaya mempertahankan kondisi ekonomi secara berdikari tanpa bergantung pada bantuan orang lain selama pandemi Covid-19. Kedua, sebagian keluarga mampu mengelola sumber daya lingkungan fisik maupun sosial untuk mempertahankan kehidupan dengan cara berwirausaha sesuai dengan keterampilan yang mereka miliki seperti berjualan roti, keripik, dan wedang uwuh. Ketiga, sebagian besar keluarga tidak mengembangkan minat dan bakat yang mereka miliki untuk mengisi waktu luang dalam kehidupan mereka. Orang tua lebih berfokus pada aktivitas mereka, sementara remaja juga lebih fokus pada dunia mereka sendiri.

Keempat, sebagian besar keluarga memiliki hubungan yang baik sesama tetangga maupun antar keluarga, tetapi dengan anak-anak mereka yang tergolong remaja, terkadang kondisi emosional tidak stabil atau sering marah karena dirasa susah untuk dinasihati. Kelima, sebagian besar keluarga tidak memiliki tujuan hidup yang spesifik dan hanya mengalir saja dalam hidup mereka. Namun, ada yang unik di mana ada satu keluarga yang menetapkan tujuan hidup untuk disepakati bersama dengan orang tua dan anak mereka. Terakhir, sebagian besar keluarga menerima kehidupan mereka sebagai takdir yang harus mereka terima dan mereka hadapi. Kepasrahan mereka terhadap segala rezeki yang telah Tuhan berikan, selama telah berusaha maka apa pun hasilnya mereka terima dengan lapang dan ikhlas. (doc)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-Pengabdian-Masyarakat-UAD-melakukan-home-visit-untuk-mengetahui-tingkat-kesejahteraan-psikologis-masyarakat-Foto-Istimewa.jpeg 720 1280 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-07-25 14:20:162022-07-25 14:20:16Pentingnya Kesejahteraan Psikologis dalam Kehidupan Keluarga

Action Research: Ciptakan Suasana Baru dalam Pembelajaran

23/07/2022/in Terkini /by Ard

Muhammad Ragil Kurniawan, M.Pd., dalam acara Workshop Action Research di Sekolah Dasar oleh Prodi PGSD UAD (Foto: Farida)

“Mengapa penelitian dilakukan? Sebab dalam Islam sangat menjunjung tinggi nilai-nilai ilmu dan pengetahuan, termasuk penelitian. Banyak hal, hadis, maupun ayat yang menginspirasi munculnya ilmu baru yang saat ini dimanfaatkan, salah satunya dalam Q.S. Az-Zumar ayat 9. Perlu dipahami pula bahwa akar dari penelitian adalah berpikir logis dan berpikir sistematis, itulah yang menjadi ruh dari ajaran Islam.”

Kutipan tersebut disampaikan Muhammad Ragil Kurniawan, M.Pd. Ia merupakan dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang pada Sabtu, 16 Juli 2022 lalu menjadi narasumber dalam Workshop Action Research di Sekolah Dasar (SD). Acara yang diselenggarakan oleh PGSD UAD ini disiarkan secara daring melalui platform Zoom Meeting dan kanal YouTube PGSD Official.

Ragil memaparkan, “Action research merupakan pembelajaran sosial transformatif yang bertujuan membuat situasi lingkungan sosial seperti kelas, sekolah, ataupun komunitas, menjadi lebih baik berdasarkan kebutuhan dan perbaikan yang berkelanjutan. Seperti yang diharapkan dari sebuah penelitian, yaitu adanya solusi yang ada di setiap permasalahan. Transformatif ini menjadi makna perubahan dari kondisi sosial agar menjadi lebih baik berdasarkan kondisi kebutuhan lingkungannya.”

Lebih lanjut, Ragil menjelaskan mengenai Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK adalah penelitian yang mengangkat masalah-masalah aktual yang dilakukan oleh para guru, yang merupakan pencermatan kegiatan belajar berupa tindakan untuk memperbaiki dan meningkatkan praktik pembelajaran di kelas secara lebih profesional. Tujuan dilakukannya action research untuk menciptakan suasana baru dalam kelas, sekolah, dan organisasi. Selain itu PTK yang dinamis menjadi bentuk kuat implementasi teori ke dalam praktik, memecahkan permasalahan nyata yang terjadi di dalam kelas yang dialami langsung dalam interaksi antara guru dengan siswa yang sedang belajar, untuk meningkatkan profesionalisme guru, serta menumbuhkan budaya akademik di kalangan guru.

Terakhir, Ragil menyampaikan ciri-ciri PTK yaitu salah satu bentuk kegiatan nyata untuk meningkatkan mutu kegiatan belajar mengajar. PTK merupakan tindakan oleh guru kepada siswa, tindakan harus berbeda dari kegiatan biasanya, terjadi dalam siklus berkesinambungan, dan ada pedoman yang jelas secara tertulis. (frd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Muhammad-Ragil-Kurniawan-M.Pd_.-dalam-acara-Workshop-Action-Research-di-Sekolah-Dasar-PGSD-UAD-3.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-07-23 08:54:512022-07-23 08:54:51Action Research: Ciptakan Suasana Baru dalam Pembelajaran

Prodi PGSD UAD Adakan Workshop Ecoprint

20/07/2022/in Terkini /by Ard

Workshop Ecoprint yang diselenggarakan Program Studi PGSD Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Farida)

Teknik ecoprint merupakan salah satu bentuk seni rupa yang memanfaatkan bahan alam. Pada umumnya, teknik ini diaplikasikan pada kain yang menjadikannya produk kriya. Banyak orang menyebutkan bahwa ecoprint salah satu kategori batik, tetapi sebenarnya tidak. Zat alami yang umum digunakan berasal dari berbagai bagian tumbuhan, di antaranya bagian kulit pohon seperti kayu manis dan mahoni, atau bagian daun seperti jati, teh, dan indigofera.

Begitulah paparan Fery Setyaningrum, M.Pd., mengenai poin pemahaman dasar teknik ecoprint.

“Kelebihan berkreasi dengan ecoprint sangat banyak, salah satunya teknik-teknik tersebut dapat dilakukan baik di laboratorium maupun dapur rumah dengan peralatan yang sederhana. Ecoprint dianggap unggul dalam bidang ramah lingkungan, sehingga teknik ini makin populer tidak hanya di kalangan tata busana, tetapi juga di kalangan umum seperti seniman dan pengrajian homemade handcraft,” lanjut dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) itu ketika menyampaikan kelebihan berkreasi dengan ecoprint.

Selain Fery, Handoyo, S.E. yang merupakan pemilik Sogga Batik juga menyampaikan hal-hal dalam pembuatan ecoprint. Berbicara mengenai olah kain, maka faktor utamanya adalah kain. Kain yang digunakan harus menggunakan serat alami, yaitu kapas, rayon, sutra, wol, dan linen. Sementara itu, daun yang banyak mengeluarkan pigmen adalah daun bagian punggungnya yang akan menempel di kain utama.

“Proses mencelupkan kain ke warna membutuhkan waktu lima belas menit atau lebih. Pemilihan warna dalam penyerapannya juga berpengaruh. Kalau ingin warna soft pakai warna alami dan tambahkan air. Jangan lupa, di samping ia menguatkan antara pigmen dengan kain, zat morgan akan mengubah warna juga,” jelas Handoyo.

Kegiatan workshop ini diakhiri dengan praktik langsung mahasiswa PGSD Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang didampingi langsung oleh Handoyo dalam membuat ecoprint secara berkelompok. Mahasiswa sangat antusias dalam mengikuti Workshop Ecoprint tersebut. Acara ini diselenggarakan oleh Program Studi PGSD UAD, pada Rabu, 13 Juli 2022. Selain secara luring bertempat di Kampus V UAD Yogyakarta Jl. Ki Ageng Pemanahan No.19, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, kegiatan ini juga disiarkan secara daring melalui platform Zoom Meeting dan kanal YouTube PGSD Official. (frd)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Workshop-Ecoprint-yang-diselenggarakan-PGSD-UAD.-foto-farida.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-07-20 12:36:122022-07-20 12:36:26Prodi PGSD UAD Adakan Workshop Ecoprint

Mahasiswa PPKn UAD Juara I Lomba English Speech Competition

08/07/2022/in Prestasi /by Ard

Yulia Gesti Merkuri Mahasiswa Program Studi PPKn Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Istimewa)

“Motivasi, sebenarnya bisa dibuat sendiri sesuai dengan kebutuhan. Saya menginginkan menjadi mahasiswa yang aktif dengan mengikuti berbagai perlombaan dan akhirnya tertarik. Kemudian disusul juga dengan ketertarikan saya belajar bahasa asing. Dari hal itu, akan muncul perasaan nyaman dan senang saat mengerjakannya. Alasan lain ialah topiknya. Topik yang diberikan tentang nasionalisme dan edukasi, kedua topik itu merupakan bidang yang saya tekuni di Program Studi PPKn ini.”

Hal tersebut disampaikan oleh Yulia Gesti Merkuri, mahasiswa Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Perempuan cantik yang akrab disapa Yulia itu merupakan angkatan 2021 yang baru saja menjuarai peringkat pertama lomba English Speech Competition.

“Saya dasarnya memang bukan dari jurusan sastra maupun dari bahasa Inggris jadi agak kesulitan untuk menentukan kata yang pas saat membuat video presentasi. Kendala lainnya, saya mengetahui perlombaan ini yang sudah mendekati batas akhir pengumpulan. Namun, hal ini tidak menjadikan saya patah semangat untuk terus menggali bakat yang saya miliki dengan banyak berdiskusi bersama dosen maupun kakak tingkat,” ucap Yulia saat diwawancarai via WhatApps (05-07-2022).

Yulia memaparkan, perlombaan dilaksanakan secara daring oleh Himpunan Mahasiswa (Hima) Pendidikan Bahasa Inggris Universitas PGRI Sumatra Barat. Untuk mempersiapkan perlombaan itu, ia memerlukan waktu kurang lebih selama satu bulan. Dirinya mengetahui informasi lomba melalui pamflet di grup komunitas, setelah itu membaca ketentuan dan persyaratannya. Kemudian ia menghubungi kontak yang tertera untuk meminta informasi lebih lanjut.

“Di awal, saya membuat kerangka naskah lalu membuat naskahnya. Setelah itu menerjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Selanjutnya memahami kembali naskah yang telah disusun, dan hal terakhir adalah praktik menyelaraskan antara ekspresi dengan kalimat yang akan disampaikan. Tidak lupa juga naskah yang telah disusun dihafal. Dalam menghafal, saya juga sembari memahami jadi tidak hanya sekadar menghafal saja. Untuk pengambilan video tidak cukup hanya satu kali maupun dua kali saja, tetapi sampai berkali-kali. Kurang lebih 10 sampai 12 kali. Tahap terakhir yaitu mengedit video dan memastikan video yang akan dikumpulkan sudah sesuai ketentuan,” jelasnya.

Yulia mengakui bahwa dirinya sangat bersyukur atas perolehan juara yang didapat. Hal yang ingin disampaikan ialah, apa yang sudah diperoleh dirinya dan universitas itu bisa memotivasi orang lain. Dengan ilmu yang dimiliki, ia ingin terus mengikuti berbagai kompetisi. Sebab, makin melihat orang lain yang pencapaiannya lebih maka akan makin membuat Yulia menyadari bahwa ia sendiri belum ada apa-apanya. Oleh karena itu, sangat penting mencoba kompetisi untuk benar-benar dapat memanfaatkan ilmu yang sudah didapatkan.

Di akhir, Yulia berpesan bahwa, “Kita semua unik dan berbeda. Tidak ada yang sama persis atau lebih bagus dari orang lain. Setiap hidup orang mempunyai sisi positif dan negatifnya masing-masing, tergantung kita memilih untuk fokus ke sisi yang mana. Berhenti membandingkan kesuksesan dirimu dengan orang lain, bandingkanlah dirimu dengan hari yang kemarin.” (ctr)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Yulia-Gesti-Merkuri-Juara-I-National-English-Speech-Competition.jpeg 1215 1201 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-07-08 08:31:062022-07-08 08:33:35Mahasiswa PPKn UAD Juara I Lomba English Speech Competition

PPKn UAD Gelar Bincang Buku ‘Lembaga Budi’ Karya Prof. Dr. Hamka

05/07/2022/in Terkini /by Ard

Dr. Farid Setiawan, M.Pd.I., pembicara Bincang Buku “Lembaga Budi” Karya Prof. Dr. Hamka yang diselenggarakan PPKn Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Farida)

Tidak ada pekerjaan yang hina asal halal; tiap-tiap pekerjaan ada manfaatnya untuk diri sendiri, keluarga, dan masyarakat; beberapa orang menilai sebuah pekerjaan hanya dari segi gaji atau jabatan, sedangkan sebagian persen lainnya menilai sebuah pekerjaan dari segi kepuasan hati. Selain itu, secara filosofi kerja buka hanya sekadar insting untuk mencari materi, tetapi pekerjaan bisa menjadi sumber kebahagiaan yang besar.

Begitulah paparan Dr. Triwahyuningsih, M.Hum. mengenai poin penting tentang sifat bekerja yang ada dalam BAB VIII buku Lembaga Budi karya Prof. Dr. Hamka.

“Bekerjalah sesuai bidang yang Anda sukai, jangan hanya sekadar bekerja tetapi harus punya mimpi. Bekerja juga harus dengan cerdas, pandai bergaul dengan rekan kerja, inovatif, dan kreatif. Apa pun pekerjaan Anda, lakukanlah dengan tulus dan ikhlas. Seperti jargon di Muhammadiyah ‘Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Ikhlas, Mumtaz’,” lanjut dosen PPKn Universitas Ahmad Dahlan (UAD) itu ketika menyampaikan tips ketika terjun ke dunia kerja.

Menurutnya, aspek penting dalam BAB VIII yakni tentang kesungguhan dalam bekerja dan pentingnya budi serta akhlak. Tujuan pembinaan budi yaitu untuk mencintai sesama orang yang tercermin dalam perkataan maupun perbuatan dan perilaku, berusaha menghias diri dari sifat-sifat terpuji, dan tidak kaku bersifat keras ketika berinteraksi dengan orang lain.

Selain Triwahyuningsih, Dr. Farid Setiawan, M.Pd.I. yang merupakan dosen Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) juga menyampaikan BAB VII mengenai budi mulia dalam buku Lembaga Budi. Hamka merupakan seorang pembelajar yang otodidak. Ia belajar mengenai budaya, tasawuf, sosiologi, hingga politik. Predikat yang diberikan kepada Hamka dikenal sebagai ulama, aktivis, pendidik, sastrawan, jurnalis, dan wartawan. Selama hidupnya, Hamka juga memiliki karya 118 judul buku. Karya-karya yang dimilikinya memiliki bobot tersendiri yang berbeda-beda setiap judul.

“Hamka mengelompokkan pengarang itu ada tiga: pengarang buku ilmu pengetahuan, pengarang di surat kabar (wartawan), dan pengarang hikayat dan syair (sastrawan). Hamka juga menekankan seorang pengarang itu perlu memiliki budi yang baik karena tanpa budi yang baik akan menyesatkan masyarakat. Budi itu sangat penting, karena cita-cita seorang pengarang adalah ia mampu meninggikan kecerdasan masyarakat. Artinya, posisi pengarang juga sebagai media edukasi, media sosialisasi, media transformasi bagi orang lain,” jelas Farid.

Terakhir, ia menyampaikan larangan bagi seorang pengarang yakni mengumpat, menggunjing, memfitnah, takabur, sombong, dan membawa permusuhan.

Triwahyuningsih dan Farid Setiawan menjadi narasumber dalam acara yang diselenggarakan oleh Program Studi (Prodi) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) UAD. Bincang buku Lembaga Budi itu sukses digelar pada Sabtu, 02 Juli 2022, secara daring melalui platform Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube PPKn UAD. (frd)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-Farid-Setiawan-M.Pd_.I.-pembicara-Bincang-Buku-Lembaga-Budi-Karya-Prof.-Dr.-Hamka-yang-diselenggarakan-PPKn-UAD.-foto-Farida-2.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-07-05 11:25:442022-07-05 11:27:01PPKn UAD Gelar Bincang Buku 'Lembaga Budi' Karya Prof. Dr. Hamka

Menjadi Generasi Anti Galau

02/07/2022/in Terkini /by Ard

Lovandri Dwanda Putra, M.Pd., pembicara Talkshow Menjadi Generasi Masa Depan Anti Galau yang diselenggarakan PGSD Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Farida)

“Menjadi Generasi Masa Depan Anti Galau”, tema inilah yang diangkat oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Sabtu, 25 Juni 2022, dalam acara talkshow yang disiarkan langsung di kanal YouTube PGSD Official. Hadir sebagai pembicara yaitu Dr. Sri Tutur Martaningsih, M.Pd., yang merupakan Kepala Program Studi PGSD FKIP UAD dan Lovandri Dwanda Putra, M.Pd., yang dikenal sebagai dosen PGSD FKIP UAD sekaligus Founder High Teach Teacher Indonesia.

Dalam kesempatan kali ini, Lovandri Dwanda Putra menyampaikan mengenai sebuah keharusan menyesuaikan kehidupan dengan perkembangan sekarang. Zaman ini adalah era digital, pembahasan yang sering terdengar yaitu mengenai Era Vuca. Lalu, apakah Era Vuca itu? Vuca merupakan singkatan dari volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity, artinya saat ini kita berada di era yang serba bergejolak dan tidak pasti. Pandemi yang tiba-tiba melanda dunia dan mengharuskan untuk di rumah saja selama dua tahun, menjadi tanda-tanda bahwa Era Vuca sedang datang.

“Apa yang harus kita lakukan sebagai generasi masa depan ketika Era Vuca atau istilahnya negara api telah menyerang? Bersiap-siap agar kita punya pemikiran baru dan penelitian baru. Pentingnya mendalami kenyataan era saat ini yang berkaitan dengan dunia digital memang tidak bisa kita hindari. Kita harus menyesuaikan diri, begitu juga orang tua dan seorang guru. Seperti sebuah pesan yang disampaikan Ali bin Abi Thalib yaitu, ‘Didiklah anak sesuai dengan zamannya’. Hal ini menjadi peringatan bagi seorang guru dan orang tua untuk memahami perkembangan yang terjadi,” papar Lovandri.

Pada dasarnya teknologi itu seperti dua mata pisau, tergantung siapa yang menggunakannya. Teknologi apabila digunakan untuk kebaikan maka akan sangat membantu. Apabila digunakan untuk hal-hal yang bersifat negatif sangat bisa juga, sehingga banyak hal menimbulkan kerugian. Teknologi ini tergantung siapa yang mengendalikan dan menggunakan.

Demi menunjang generasi masa depan yang mengikuti perkembangan digital, mahasiswa juga perlu diberikan ruang untuk mengembangkan minat bakatnya baik di bidang seni, penelitian, olahraga, maupun teknologi. Selain itu, program studi atau universitas juga harus memfasilitasi apa yang dibutuhkan mahasiswa untuk terus mengembangkan minat bakatnya.

Selain memasuki era digital, perkembangan zaman juga masuk era kolaborasi. Kolaborasi ini sangat penting dilakukan untuk dapat berkembang menjadi lebih baik lagi. Kolaborasi antara mahasiswa dengan dosen dapat dilakukan misalnya pada sebuah penelitian. Dengan kolaborasi dan menikmati perkembangan teknologi, kita dapat menjadi manusia yang update tentang kebutuhan, selain itu banyak hadiah dan ilmu yang akan didapatkan.

Terakhir Lovandra berpesan, “Mahasiswa sudah dipersiapkan memahami dunia digital, sehingga ketika terjun ke dunia sekolah sudah siap. Jadi, teruslah ajarkan anak-anak kita sesuai dengan perkembangannya.” (frd)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Lovandri-Dwanda-Putra-M.Pd_.kanan-pembicara-Talkshow-Menjadi-Generasi-Masa-Depan-Anti-Galau-yang-diselenggarakan-PGSD-UAD.-foto-Farida-4.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-07-02 08:21:292022-07-02 08:21:58Menjadi Generasi Anti Galau

Meneladani Sifat K.H. Ahmad Dahlan Melalui Film Sang Pencerah

28/06/2022/in Terkini /by Ard

IMM PBII FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) adakan nonton bareng film Sang Pencerah (Foto: Widia)

Sebagai kampus yang menggunakan nama pendiri Muhammadiyah, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berperan mengenalkan K.H. Ahmad Dahlan kepada mahasiswa. Biasanya, dalam memerankan tugas tersebut UAD dibantu oleh organisasi otonom. Hal inilah yang mendorong Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Komisariat Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, serta Pendidikan Bahasa Inggris (atau biasa disebut dengan IMM PBII) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UAD, adakan kegiatan nonton bareng (nobar) film Sang Pencerah pada 18 Juni 2022 lalu.

“Latar belakang diadakannya kegiatan ini adalah untuk mengenalkan Muhammadiyah kepada kader dengan metode yang berbeda,” ujar Yuhyin Nufus selaku ketua Bidang Kader.

Mereka sengaja tidak menggunakan metode ceramah atau diskusi dalam mengenalkan tokoh Muhammadiyah, tetapi mengganti dengan berusaha menyuguhkan pengetahuan mengenai Muhammadiyah dengan cara yang lebih menarik, yakni melalui nobar. Acara yang diselenggarakan di Laboratorium Program Studi PBI itu berlangsung selama 3 jam dengan diikuti oleh 10 kader dan 13 Pimpinan Komisariat.

Selain itu, tujuan kegiatan ini untuk memberikan informasi terkait sejarah Muhammadiyah kepada kader IMM PBII yang memiliki latar belakang beragam. Lebih lagi, film Sang Pencerah dipilih karena di dalamnya memuat sekaligus menjelaskan perjuangan K.H. Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah.

“Film ini juga terdapat banyak ilmu pengetahuan serta hikmah yang dapat diambil, yang nantinya dapat dijadikan sebagai semangat kader-kader baru,” tambah Yuhyin ketika ditanyai mengenai alasan dipilihnya film Sang Pencerah.

Ia berharap kader IMM PBII dapat meneladani sifat-sifat K.H. Ahmad Dahlan untuk ber-IMM, seperti sifat tidak mudah putus asa, sabar, berani menegakkan kebenaran, serta memiliki girah berorganisasi yang tinggi. (wid)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/IMM-PBII-FKIP-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-adakan-nonton-bareng-film-Sang-Pencerah-Foto-Widia.jpg 1500 2000 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2022-06-28 08:47:112022-06-28 08:47:11Meneladani Sifat K.H. Ahmad Dahlan Melalui Film Sang Pencerah
Page 24 of 29«‹2223242526›»

TERKINI

  • Mengapa Generasi Muda Terjebak Pinjol dan Paylater Demi Gaya Hidup?11/03/2026
  • KKN UAD Kenalkan Teh Herbal dari Limbah Rambut Jagung11/03/2026
  • Dakwah Perempuan Berkemajuan dalam Merespons Krisis Lingkungan11/03/2026
  • Mahasiswa UAD Edukasi Warga Padukuhan Pengkok Olah Limbah Dapur Menjadi Pupuk Organik11/03/2026
  • Banjir dalam Perspektif Iman dan Manajemen Risiko11/03/2026

PRESTASI

  • Inovasikan AR dan Permainan Edukatif, Mahasiswa UAD Juara 2 Microteaching International Competition09/03/2026
  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top