• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Posts

Zul Hamdi Batubara: SE Harus Profesional dan Terus Berkembang

24/02/2026/in Terkini /by Ard

Zul Hamdi Batubara (tengah) pemateri upgrading student employment Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Mawar)

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Zul Hamdi Batubara, dipercaya menjadi pemateri dalam kegiatan Upgrading Student Employment Tahap 2 yang diselenggarakan oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Laboratorium, Kampus IV UAD. Mengusung tema “Belajar Bekerja dan Mengembangkan Pola Pikir Bertumbuh”, acara ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kompetensi mahasiswa yang tergabung dalam program Student Employment (SE) di lingkungan UAD.

Zul menjelaskan, “Tujuan acara ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi SE di lingkungan UAD, sekaligus menggali pengalaman kerja dan membangun sikap profesional dalam bekerja,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa mahasiswa perlu memiliki pola pikir bertumbuh (growth mindset) agar mampu berkembang secara berkelanjutan, adaptif terhadap tantangan, serta siap menghadapi dinamika dunia kerja yang terus berubah. Menurutnya, pengalaman menjadi Student Employment bukan sekadar bekerja paruh waktu di kampus, tetapi juga menjadi ruang belajar untuk membentuk karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab.

Dalam pemaparannya, Zul menyampaikan sejumlah materi penting, di antaranya peran dan tanggung jawab Student Employment, strategi menyeimbangkan kegiatan akademik dan nonakademik, serta cara mengembangkan soft skills dan hard skills. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kemampuan teknis sesuai bidang kerja masing-masing agar kontribusi yang diberikan benar-benar berdampak bagi unit kerja di lingkungan kampus.

Melalui kegiatan ini, Zul berharap para Student Employment dapat memaksimalkan perannya tidak hanya sebagai pelaksana tugas administratif, tetapi juga sebagai agen perubahan yang membawa semangat inovasi dan pelayanan terbaik di lingkungan UAD. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Zul-Hamdi-Batubara-tengah-pemateri-upgrading-student-employment-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Mawar.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-24 09:21:432026-02-24 09:21:43Zul Hamdi Batubara: SE Harus Profesional dan Terus Berkembang

Pentingnya Memahami KHGT dan Zakat

23/02/2026/in Feature /by Ard

 

H. Rahmadi Wibowo Suwarno, Lc., M.A., M.Hum. Penceramah Tarawih RDK Universitas Ahmad Dahlan (UAD) 1447 H (Foto. Ana)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melalui kegiatan Ramadan di Kampus (RDK) 1447 H kembali menggelar rangkaian ceramah tarawih di Masjid Islamic Center UAD. Pada kesempatan kali ini, Sabtu, 21 Februari 2026, hadir sebagai penceramah adalah H. Rahmadi Wibowo Suwarno, Lc., M.A., M.Hum. yang merupakan Kepala Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) UAD. Ia menyampaikan materi mendalam bertajuk “Membumikan Al-Islam Kemuhammadiyahan: Dari Ritual Individual Menuju Kesalehan Institusional”.

Dalam ceramahnya, ia menekankan bahwa membumikan nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) berarti membawa ibadah personal ke ranah yang lebih tertata secara kolektif dan institusional. Salah satu poin kuncinya adalah penggunaan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang kini menjadi acuan resmi di Muhammadiyah untuk menyatukan penentuan waktu ibadah umat secara global.

“Ibadah kita acuannya bukan Masehi, tetapi bulan-bulan Hijriah,” tegasnya. Ia menjelaskan bahwa kesalehan institusional dapat diwujudkan dengan kepatuhan pada sistem penanggalan yang sahih menurut hadis nabi, di mana durasi bulan hanya antara 29 atau 30 hari.

Selain terkait penanggalan, ia juga menyoroti implementasi zakat mal di lingkungan institusi. Ia memaparkan bahwa karena adanya selisih 10-11 hari antara kalender Masehi dan Hijriah setiap tahunnya, maka pada tahun ke-30, seorang muzaki wajib membayar zakatnya dua kali (dobel) agar hitungannya genap secara syariat. Ia mengingatkan bahwa jika hal ini tidak diperhitungkan, maka selisih tersebut akan menjadi hutang kepada Allah yang harus dilunasi.

Menutup ceramahnya, Ustaz Rahmadi Wibowo mengajak jemaah untuk menyadari bahwa setiap ritual ibadah, termasuk zakat dan puasa, pada hakikatnya kembali untuk kemaslahatan diri kita sendiri. Ia berharap agar ibadah yang dijalankan tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi benar-benar membekas dalam diri kita.

“Semoga Allah memberi umur panjang kepada kita supaya kita bisa menyelesaikan ibadah kita hingga akhir ramadan nanti. Semoga 30 hari tidak terputus puasa serta bacaan Al-Qur’an kita, sehingga kita termasuk orang-orang yang bertakwa,” pungkasnya. (anw)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/H.-Rahmadi-Wibowo-Suwarno-Lc.-M.A.-M.Hum_.-Penceramah-Tarawih-RDK-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-1447-H-Foto.-Ana.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-23 11:51:292026-02-23 11:51:29Pentingnya Memahami KHGT dan Zakat

Dari Mahasiswa Saleh ke Alumni Berdampak

23/02/2026/in Feature /by Ard

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menggelar rangkaian kegiatan Ramadan di Kampus (RDK) 1447 H pada Jumat, 20 Februari 2026. Pada kesempatan kali ini, tausiah salat tarawih diisi oleh Dr. Gatot Sugiharto, S.H., M.H., selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UAD sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Olahraga PP Muhammadiyah. Tausiah tersebut mengusung tema utama “Mahasiswa dan Tanggung Jawab Sosial: Dari Mahasiswa Saleh ke Alumni Berdampak”.

Sebelum salat tarawih dimulai, panitia mengumumkan adanya fasilitas ruang khusus di lantai 1 bagi jemaah yang membawa anak usia balita. Fasilitas area bermain yang didampingi oleh panitia RDK ini disediakan agar putra-putri jemaah tetap kondusif, sehingga dapat menjaga kekhusyukan ibadah salat berjemaah di masjid.

Mengawali tausiahnya, Dr. Gatot mengajak jemaah untuk bersyukur kepada Allah Swt. karena telah dipertemukan kembali dengan bulan yang penuh ampunan dan keberkahan. Ia mengibaratkan perjalanan hidup manusia dan fluktuasi iman layaknya mengendarai kendaraan yang sedang menempuh perjalanan jauh. Setelah setahun berlalu, indikator “bahan bakar” keimanan manusia sering kali menipis. Oleh karena itu, bulan Ramadan menjadi momentum esensial untuk kembali mengisi penuh takwa dan iman melalui berbagai ibadah wajib maupun sunah sebagai bekal hidup satu tahun ke depan.

Lebih lanjut, ia menyoroti peran strategis kaum intelektual dan mahasiswa. Menurutnya, gelar dan kemuliaan seseorang tidak sebatas diukur dari tingginya ilmu di belakang nama, melainkan sejauh mana ilmu tersebut membawa kemaslahatan bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan sabda Nabi Muhammad saw. bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Dr. Gatot juga mengingatkan pesan dalam Surah Ali Imran bahwa umat Islam diciptakan untuk saling menyuruh pada yang makruf dan mencegah kemungkaran. Ia memaparkan bahwa baik atau buruknya masa depan negara sangat bergantung pada generasi yang ada saat ini.

“Kaum-kaum terpelajar yang masih muda ini merupakan miniatur bangunan bangsa Indonesia 20 hingga 30 tahun yang akan datang,” tegasnya.

Sebagai sebuah institusi pendidikan, UAD diharapkan mampu mencetak lulusan dengan tiga karakter utama. Karakter pertama adalah integritas, yakni adanya kesesuaian dan kesinambungan antara apa yang dipikirkan dan diperbuat agar selaras dengan norma maupun etika. Kedua, lulusan diharapkan memiliki filantropi ilmu, yang bermakna kemampuan dalam mendayagunakan pengetahuannya untuk memberdayakan masyarakat secara nyata. Terakhir, lulusan harus mempunyai social leadership atau kepemimpinan sosial, sehingga mereka mampu menjadi panutan serta mengambil peran terdepan dalam merespons dan menyelesaikan berbagai problematika sosial di tengah masyarakat.

Menutup ceramahnya, Dr. Gatot berpesan bahwa menunaikan tanggung jawab sosial adalah sebuah bentuk investasi untuk akhirat. Ia mendorong para jemaah dan lulusan UAD untuk senantiasa berkolaborasi secara positif. Sebab, melalui komunitas yang solid, umat tidak hanya sekadar bisa melakukan perubahan, tetapi juga bisa menciptakan sejarah baru bagi kemajuan peradaban. (Ito)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-Gatot-Sugiharto-S.H.-M.H.-saat-menyampaikan-ceramah-Tarawih-di-Masjid-Islamic-Center-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-UAD-Foto.-Itoshiko.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-23 11:36:412026-02-23 11:36:41Dari Mahasiswa Saleh ke Alumni Berdampak

Gelar Tarawih Perdana 1447 H Rektor UAD Tekankan Pentingnya Kalender Hijriah Global Tunggal

23/02/2026/in Terkini /by Ard

 

Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Prof. Dr. Muchlas, M.T. pada tarawih perdana Ramadan 1447 H dalam rangkaian RDK UAD (Foto. Septi)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan agenda rutin Ramadan di Kampus (RDK). Salat tarawih perdana Ramadan 1447 H di Masjid Islamic Center (IC) UAD disiarkan langsung melalui kanal YouTube Masjid Islamic Center UAD pada Selasa, 17 Februari 2026. Tema ceramah tarawih bertajuk “Ramadan Berdampak: Meneguhkan Peran Kampus Sebagai Pusat Peradaban Berdampak dan Berkemajuan”.

Dalam ceramahnya, Rektor UAD Prof. Dr. Muchlas, M.T., menyampaikan bahwa momentum ini menjadi sejarah baru karena Persyarikatan Muhammadiyah resmi mulai memberlakukan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) untuk memberikan kepastian waktu ibadah bagi umat Islam di seluruh dunia.

Prof. Muchlas menjelaskan bahwa penerapan KHGT sangat mendesak untuk mengatasi perbedaan penetapan hari besar Islam yang kerap terjadi akibat penggunaan kalender lokal. Ia mencontohkan kasus nyata di mana jemaah umrah yang berlebaran di Mekkah bisa mengalami masa puasa hanya 28 hari karena perbedaan awal Ramadan antarnegara.

Oleh karena itu, KHGT hadir dengan prinsip kesatuan matlak, yang memandang seluruh permukaan bumi sebagai satu kesatuan zona waktu, sehingga umat Islam dapat merayakan Idulfitri dan Iduladha pada hari yang serentak tanpa kebingungan.

Dalam kesempatan tersebut, Muchlas menegaskan bahwa penyatuan kalender ini merupakan wujud kemandirian umat dalam menjawab tantangan zaman dan melunasi “hutang peradaban” Islam. “Jika umat Islam mampu bersatu dalam penentuan waktu, ini akan menunjukkan kematangan dan kemandirian dalam mengelola urusan keagamaan kita di tengah arus globalisasi,” ungkapnya.

Ia berharap kehadiran kalender global ini dapat meminimalisir konflik perbedaan serta memperkuat persatuan dan solidaritas umat Islam di masa depan.

Selain menyampaikan materi terkait KHGT, Rektor UAD juga secara resmi membuka kegiatan RDK 1447 H dan menginformasikan ketersediaan fasilitas ramah anak berupa area bermain yang didampingi panitia agar orang tua dapat beribadah dengan khusyuk. Rangkaian acara malam tersebut kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan salat iftitah dan salat tarawih berjemaah. (Septia)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Rektor-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Prof.-Dr.-Muchlas-M.T.-pada-tarawih-perdana-Ramadan-1447-H-dalam-rangkaian-RDK-UAD-Foto.-Septi.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-23 10:21:442026-02-23 10:22:27Gelar Tarawih Perdana 1447 H Rektor UAD Tekankan Pentingnya Kalender Hijriah Global Tunggal

Tim MKM FKM UAD Luncurkan Sekolah Lansia BKL SETAMAN

23/02/2026/in Terkini /by Ard

Tim MKM FKM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) luncurkan Sekolah Lansia BKL SETAMAN (Foto. TIM PKL MKM FKM UAD)

Untuk memperkuat pemberdayaan lansia di tingkat komunitas, mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) Magister Kesehatan Masyarakat (MKM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) secara resmi meluncurkan Sekolah Lansia BKL SETAMAN (Bina Keluarga Lansia Sehat, Tangguh, dan Mandiri) RW 10 Jogokariyan, Kemantren Mantrijeron, Kota Yogyakarta pada 10 Februari 2026. Kegiatan peluncuran dilaksanakan secara daring dan luring serta menjadi bagian dari peluncuran sembilan Sekolah Lansia di Kota Yogyakarta.

Inisiatif strategis yang digagas oleh Dr. Heni Trisnowati, S.K.M., M.P.H., bersama empat mahasiswa UAD yaitu Rini Ismiyati (ketua tim), Ghanis Kristia, Lutviyah Nurfath, dan Fitri Rahmayani ini membantu mahasiswa dalam mengintegrasikan teori promosi kesehatan mulai dari analisis situasi, pemetaan pemangku kepentingan, hingga strategi keberlanjutan program secara sistematis dan berbasis evidence.

Heni Trisnowati menyampaikan, “Sekolah Lansia BKL SETAMAN dirancang sebagai model pembelajaran sepanjang hayat bagi lansia yang menekankan pendekatan promotif dan preventif, bukan hanya kuratif.”

Diawali dengan penguatan konsep melalui kajian literatur serta kuliah tamu bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta. Kemudian dilanjutkan dengan koordinasi bersama Ketua RW 10 Jogokariyan, pengurus Posyandu Lansia Brotowali 10, Petugas KB Kemantren Mantrijeron, serta para kader sebagai bentuk pendekatan partisipatif.

Dilakukan juga skrining calon peserta melalui pengkajian Activity of Daily Living (ADL), Instrumental Activities of Daily Living (IADL), serta risiko jatuh. Heni menambahkan langkah ini menunjukkan bahwa Sekolah Lansia BKL SETAMAN tidak sekadar seremonial. “Sekolah ini dirancang secara komprehensif dan profesional dengan struktur kepengurusan terdiri atas kepala sekolah, sekretaris, bendahara, dan kader, sebagai fondasi keberlanjutan program,” ujarnya.

Setelah seremoni peluncuran, kegiatan dilanjutkan dengan stadium general bertema “Proses Menua” sebagai materi perdana. Pembelajaran akan dilaksanakan rutin setiap hari Rabu minggu kedua setiap bulan. Kolaborasi ini turut didukung oleh Prof. Dr. Sitti Nur Djannah, M.Kes., sebagai Kaprodi S2 Kesehatan Masyarakat FKM UAD, DP3AP2KB Kota Yogyakarta, dan Kemantren Mantrijeron.

Kehadiran Sekolah Lansia BKL SETAMAN menjadi representasi bahwa sinergi antara kepemimpinan akademik dan semangat mahasiswa mampu melahirkan inovasi sosial yang berkelanjutan. Harapannya, model ini dapat direplikasi di wilayah lain sebagai bagian dari penguatan kualitas hidup lansia yang sehat, tangguh, dan mandiri. (doc/Juni)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Tim-MKM-FKM-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-luncurkan-Sekolah-Lansia-BKL-SETAMAN-Foto.-TIM-PKL-MKM-FKM-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-23 10:09:142026-02-23 10:09:14Tim MKM FKM UAD Luncurkan Sekolah Lansia BKL SETAMAN

FAI UAD Gelar Temu Alumni Lintas Generasi

23/02/2026/in Terkini /by Ard

Temu Alumni Lintas Generasi FAI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. FAI UAD)

Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Temu Alumni FAI Lintas Generasi pada Sabtu, 14 Februari 2026. Bertempat di Ruang Aula Yunahar Ilyas (Aula Islamic Center), Kampus IV UAD, acara ini menjadi wadah bernostalgia sekaligus memperkuat jejaring silaturahmi bagi alumni yang hadir.

Para peserta merupakan representasi dari berbagai program studi di lingkungan FAI, mulai dari Perbankan Syariah, Ilmu Hadis, Pendidikan Agama Islam, hingga Bahasa dan Sastra Arab.

Dekan Fakultas Agama Islam, Dr. Arif Rahman, M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh alumni yang telah meluangkan waktu untuk kembali sejenak ke kampus.“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh rekan alumni FAI yang telah menyempatkan waktunya untuk hadir. Harapan saya nantinya silaturahmi kita terus berlanjut dan semoga jejaring ini dapat membuka jalan menuju berbagai kesempatan di masa mendatang”, ujarnya.

Acara inti diisi dengan sesi talkshow oleh Ust. Budi Jaya Putra, S.Th.I., M.H., seorang alumni FAI UAD yang menekankan pentingnya peran alumni bagi dosen dan almamaternya. Ia menyampaikan bahwa kontribusi nyata alumni di masyarakat merupakan bentuk amal jariah bagi para pendidik dan institusi yang telah membentuk mereka.

“Kemajuan alumni menjadi tolok ukur bagi almamaternya. Jika ingin memajukan almamater, berkaryalah untuk masyarakat,” tambahnya sebagai pesan motivasi bagi para peserta.

Suasana penuh keakraban semakin memuncak saat panitia memutar video kilas balik yang menampilkan momen-momen kebersamaan para alumni sewaktu masih menjadi mahasiswa. Gelak tawa dan rona haru tampak di wajah para peserta saat melihat kembali memori perjuangan mereka di bangku perkuliahan, mulai dari momen di kelas hingga aktivitas organisasi.

Selain itu, acara juga dimeriahkan dengan penampilan nyanyian serta stand-up comedy persembahan dari alumni dan mahasiswa FAI UAD yang berhasil menciptakan atmosfer hangat dan penuh kekeluargaan. (anw)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Temu-Alumni-Lintas-Generasi-FAI-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-FAI-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-23 09:45:572026-02-23 09:45:57FAI UAD Gelar Temu Alumni Lintas Generasi

Peletakan Batu Pertama Klinik dan Apotek UAD

23/02/2026/in Terkini /by Ard

Peletakan Batu Pertama pembangunan Klinik dan Apotek Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Humas dan Protokol UAD)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Klinik dan Apotek UAD pada Jumat, 20 Februari 2026. Prosesi dilakukan di area barat kampus IV dan secara simbolis dipimpin oleh Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) UAD, Prof. Dr. H. Irwan Akib, M.Pd. Kegiatan ini menandai dimulainya pembangunan fasilitas kesehatan yang ditujukan untuk memperluas dan mendekatkan layanan bagi sivitas akademika serta masyarakat sekitar.

Direktur Utama PT Adi Multi Sejahtera, Dr. Riduwan, S.E., M.Ag., menyampaikan bahwa klinik dan apotek yang akan dibangun merupakan langkah strategis pengembangan layanan kesehatan UAD. Ia menambahkan bahwa pembangunan ini dilakukan oleh PT Adi Multi Sejahtera. Pembangunan menelan anggaran 9 miliar rupiah dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar 10 bulan.

“Klinik ini dihadirkan untuk memberikan layanan yang lebih dekat dan mudah dijangkau oleh mahasiswa. Sebelumnya, UAD telah memiliki RS UAD di Maguwo, dan kini layanan kesehatan diperluas melalui pembangunan klinik di lingkungan kampus,” ujarnya.

Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T., mengungkapkan rasa syukur atas terwujudnya pembangunan fasilitas kesehatan tersebut. “Alhamdulillah, hari ini kita dapat mengimplementasikan cita-cita bersama untuk membangun layanan kesehatan bagi keluarga besar UAD dan masyarakat sekitar,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa Klinik UAD nantinya akan dikelola langsung oleh PT Adi Multi Husada, yang juga telah berpengalaman mengelola RS UAD. Menurutnya, kehadiran klinik ini diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang optimal sekaligus menjadi unit usaha yang berkontribusi secara finansial bagi pengembangan institusi.

Senada dengan itu, Ketua BPH UAD Irwan Akib menegaskan bahwa pembangunan klinik dan apotek tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga pada pelayanan prima. Ia berharap terjalin sinergi yang kuat antara pusat pendidikan kesehatan dan layanan kesehatan di UAD, mengingat kampus ini memiliki Fakultas Kedokteran, Fakultas Farmasi, dan Fakultas Kesehatan Masyarakat. “Kami berharap pembangunan ini menjadikan UAD semakin sehat dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Peletakan-Batu-Pertama-pembangunan-Klinik-dan-Apotek-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Humas-dan-Protokol-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-23 09:26:162026-02-23 14:33:54Peletakan Batu Pertama Klinik dan Apotek UAD

Self-Regulation Skill sebagai Modal Mental Mahasiswa Tangguh

20/02/2026/in Terkini /by Ard

Dr. Dewi Ekowati, M.Psi. pemateri pengajian bulanan mahasiswa FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Mawar)

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), kembali menggelar Pengajian Bulanan Mahasiswa edisi #7. Kajian kali ini mengangkat tema Self-Regulation Skill sebagai Modal Mental Mahasiswa Tangguh. Dalam sambutannya, Koordinator Tim AIK FKIP UAD, Dwi Astuti, S.Pd.Si., M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan rutin tersebut.

“Alhamdulillah, pengajian ini bukan sekadar agenda formal, tetapi ruang bertumbuh bagi mahasiswa untuk menguatkan mental dan spiritualitasnya di tengah tantangan zaman,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi kerja keras tim pendamping AIK serta semangat mahasiswa yang tetap hadir meskipun cuaca kurang bersahabat dan agenda perkuliahan sedang padat.

Pemateri, Dr. Dewi Ekowati, M.Psi., menekankan bahwa membangun vibes positif merupakan bagian dari self-regulation. “Regulasi diri bukan proses instan. Ia adalah keterampilan yang terus dilatih sepanjang hidup, terutama ketika kita berada dalam tekanan,” jelasnya. Mahasiswa sebagai generasi yang hidup di tengah dinamika akademik dan sosial dituntut memiliki ketahanan mental serta kemampuan mengelola emosi secara bijak.

Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa kesehatan mental berkaitan erat dengan kemampuan mengelola stres, kecemasan, overthinking, dan berbagai tekanan hidup lainnya. Tantangan menuju kedewasaan memang tidak ringan, tetapi setiap ujian selalu disertai kemudahan.

Berpikir positif (husnuzan), bersyukur atas ujian, serta memahami bahwa setiap kesulitan membawa peluang peningkatan derajat menjadi landasan penting dalam membangun mental yang sehat. Regulasi emosi membantu mahasiswa tetap rasional dalam mengambil keputusan dan tidak larut dalam tekanan.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa regulasi emosi dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu cognitive reappraisal (mengubah cara pandang terhadap situasi) dan suppression (menekan respons emosi). Keduanya dapat digunakan sesuai konteks. Mengubah persepsi negatif menjadi sudut pandang yang lebih konstruktif dapat meredakan kecemasan, sementara menahan respons emosional dapat mencegah konflik yang lebih besar. Namun, penekanan emosi tanpa penyelesaian masalah berpotensi menjadi beban terpendam, sehingga diperlukan kesadaran untuk mengelolanya secara sehat.

Ia menguatkan dengan perspektif Islam, bahwa pengelolaan emosi juga dicontohkan melalui kisah-kisah para nabi dan tokoh teladan, seperti menangis sebagai bentuk pelepasan emosi, menyibukkan diri dengan aktivitas positif, berdiam diri untuk introspeksi, serta menahan ucapan saat marah. Kunci utamanya adalah mengambil keputusan dalam keadaan tenang dan memberi jeda sebelum menilai orang lain. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu menjadi pribadi yang matang, tenang, dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. (Mawar)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-Dewi-Ekowati-M.Psi_.-pemateri-pengajian-bulanan-mahasiswa-FKIP-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Mawar.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-20 09:49:362026-02-20 09:49:36Self-Regulation Skill sebagai Modal Mental Mahasiswa Tangguh

Songsong Ramadan dengan Ibadah Berdampak

20/02/2026/in Terkini /by Ard

Dr. Syakir Jamaluddin, S.Ag., M.A. pemateri pengajian FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Mawar)

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), kembali menggelar Pengajian Bulanan Dosen dan Tendik #33 mengangkat tema “Fikih Ibadah di Bulan Ramadan” dengan menghadirkan Dr. Syakir Jamaluddin, S.Ag., M.A. sebagai penceramah.

Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa menyambut Ramadan tidak cukup hanya dengan tradisi seremonial, tetapi harus disertai pembekalan ilmu agar ibadah semakin bermakna. “Pengajian harus menggerakkan amal dan ibadah kita. Kalau tidak menggerakkan, ya tidak bisa,” tegasnya. Menurutnya, eksistensi sebuah gerakan akan langgeng jika mampu menunjukkan kebenaran sekaligus manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia juga mencontohkan gerakan “Kopi Ngaji” yang awalnya merupakan pengabdian masyarakat berbasis penguatan ekonomi, kini berkembang hingga ratusan jemaah. Tidak hanya menghadirkan kajian keislaman, program tersebut juga membuka ruang kolaborasi bisnis, koperasi, hingga penguatan jejaring digital. Bahkan, ia menyebut pengajian harus solutif terhadap persoalan umat, termasuk persoalan jodoh dan keluarga. “Jangan hanya dari sekadar ngaji ke ngaji tapi tidak ada solusinya, tidak ada gerakannya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dr. Syakir mengingatkan pentingnya meluruskan niat dan pemahaman dalam menyongsong Ramadan. Ia menyoroti sejumlah tradisi yang berkembang di masyarakat, seperti salat atau puasa tertentu yang didasarkan pada hadis lemah bahkan palsu. Ia menegaskan bahwa motivasi beribadah tidak boleh dibangun di atas dalil yang tidak sahih. “Bukan masanya lagi kita berlindung di balik ketidaktahuan. Sekarang bisa ngaji, bisa searching,” katanya. Ia juga menjelaskan bahwa doa yang baik tetap boleh diamalkan selama tidak disandarkan secara keliru kepada Nabi Muhammad saw.

Selain itu, ia menekankan bahwa ibadah harus berdampak sosial. Puasa, menurutnya, tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi harus melahirkan amal saleh dan meninggalkan keburukan. Ia mengingatkan agar menjelang Ramadan umat Islam melunasi utang puasa, memperbanyak sedekah, serta memperbaiki hubungan sosial tanpa harus terjebak pada ritual yang tidak memiliki dasar kuat. Tradisi seperti ziarah kubur tetap diperbolehkan sebagai sunah, namun bukan sebagai ritual khusus penyambutan Ramadan.

Dr. Syakir juga mengajak peserta menjadikan Ramadan sebagai momentum transformasi diri dan gerakan. Ia mencontohkan bagaimana fikih tidak berhenti pada teks, tetapi melahirkan solusi, termasuk dalam persoalan perempuan hamil dan menyusui yang memiliki keringanan syariat. Baginya, Islam adalah agama yang memudahkan sekaligus mencerahkan. Dengan bekal ilmu yang benar dan semangat amal yang nyata, Ramadan diharapkan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan ruang pembuktian ketakwaan yang berdampak luas bagi diri dan masyarakat. (Mawar)

uad.ac.id

 

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dr.-Syakir-Jamaluddin-S.Ag_.-M.A.-pemateri-pengajian-FKIP-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto.-Mawar.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-20 09:35:512026-02-20 09:38:52Songsong Ramadan dengan Ibadah Berdampak

CIRNOV UAD Produksi Bom Drone ‘Gambit Merapi’ Untuk Penguatan Pertahanan Negara

20/02/2026/in Terkini /by Ard

CIRNOV Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Produksi Bom Drone ‘Gambit Merapi’ Untuk Penguatan Pertahanan Negara (Foto. CIRNOV UAD)

Peperangan yang terjadi di dunia sekarang telah membuka mata bahwa peran drone menjadi sangat vital. Selain tidak beresiko terhadap manusia yang mengendalikannya, drone dengan bom yang dibawa terbilang efektif dan efisien dalam melumpuhkan lawan, menyertai penggunaan rudal untuk kombinasi serangan. Perang berkepanjangan antara Rusia lawan Ukraine, Israel lawan Hamas, dan masih banyak lagi konflik antar negara menunjukkan semakin masifnya penggunaan senjata tersebut.

Seiring dengan perubahan konflik geopolitik, Indonesia sebagai negara non Blok yang juga memiliki kekuatan militer tentu juga harus mampu menjaga kepentingan negara di hadapan negara lain yang semakin transaksional dalam menjalin persahabatan. Terlebih, Presiden Prabowo Subianto pernah mengatakan bahwa ‘Jika Indonesia Diserang, No Body is Going to Help Us’. Untuk itu Pusat Riset CIRNOV Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang dikenal mampu membuat rudal anti pesawat terbang (Rudal Merapi) dan juga rudal anti tank / kendaraan tempur (Rudal Kodok) kaliber 70 telah melakukan riset pembuatan bom drone yang sudah diuji cobakan baik statis maupun dinamis untuk kepentingan produksi.

Bom yang dibawa drone untuk melumpuhkan target, dapat menggunakan teknik impact-fuze (benturan bersama drone) seperti yang digunakan oleh drone Kamikaze, maupun teknik dropping, yang dijatuhkan dari drone yang terbang. Bom yang dibuat CIRNOV menggunakan sistem keamanan (safety system) berlapis yang menjadi persyaratan suatu produk hankam yang harus dipastikan aman bagi pengguna dan sekitarnya. Sistem keamanan dilakukan melalui sekuensial fungsi komponen Pin Mekanik Fuze, Safety Pin, Timer, dan Self Destruction. Bom secara umum terdiri dari dua bagian penting yaitu rangkaian fuze dan bahan peledak yang diaktifkan oleh detonator yang menjadikan bom mampu melumpuhkan target. Rangkaian fuze harus memiliki sistem keamanan yang akurat, sedangkan bagian detonator yang terhubung dengan rangkaian fuze akan mentriger bahan TNT atau sejenisnya sehingga akan blasting / meledak dengan kekuatan tinggi yang mampu menghamburkan isian bom seperti bola baja, pecahan logam keras dan lain-lain untuk melumpuhkan target pada radius tertentu. Besar kecilnya radius dapat diatur melalui jumlah bahan peledak yang dipergunakan serta teknik sebaran obyek yang berfungsi untuk menghantam sasaran.

Seluruh komponen Gambit Merapi dibuat menggunakan komponen lokal sehingga sangat mandiri dan memiliki potensi mudah dibuat dalam jumlah besar untuk mendukung operasi berkepanjangan jika diperlukan. Selain itu dalam pembuatannya, berbagai konsep dasar ilmu-ilmu Fisika dan Material juga diterapkan seperti penggunaan kalkulasi akurat sistem firing pin (kekuatan pegas), vibrasi struktur bahan dan kehandalan rangkaian elektronika yang ada, juga ilmu Aerodinamika yang harus dikuasai agar bom yang dijatuhkan mampu merubah arah jatuh dari posisi horizontal ke vertical sehingga firing pin dapat aktif mendetonasi bom sewaktu mengalami benturan terhadap target untuk nilai hentakan tertentu.

Uji fungsi detonator bom sudah dilakukan CIRNOV UAD bersama PT DAHANA yang selama ini ada kerjasama pengembangan teknologi alutsista. Gambit Merapi dibuat dalam dua jenis yaitu untuk drone Kamikaze dan juga drop drone bomb sehingga cukup fleksible. Sekarang ini sudah ada pihak  yang berminat dan dalam proses pembelian produk tersebut. Diharapkan produksi bisa semakin masif dan handal untuk mencukupi kebutuhan bagi penguatan teknologi pertahanan Indonesia agar nantinya tidak tergopoh-gopoh harus mengimpor dari luar negeri jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dalam kerangka mempertahankan NKRI, demikian kata Prof. Hariyadi selaku Kepala CIRNOV UAD. (Doc)

uad.ac.id

 

 

 

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/CIRNOV-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Produksi-Bom-Drone-‘Gambit-Merapi-Untuk-Penguatan-Pertahanan-Negara-Foto.-CIRNOV-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-02-20 09:15:542026-02-20 09:15:54CIRNOV UAD Produksi Bom Drone ‘Gambit Merapi’ Untuk Penguatan Pertahanan Negara
Page 10 of 541«‹89101112›»

TERKINI

  • UAD Siap Gelar Salat Idulfitri 1447 H pada 20 Maret di Kampus IV19/03/2026
  • Mahasiswa KKN UAD Edukasi Pemanfaatan TOGA di Dusun Pundak Tegal19/03/2026
  • Mahasiswa BISMA UAD, Rizal Agus Setiawan Jadi Pemateri dalam Webinar Nasional Kewirausahaan19/03/2026
  • KKN UAD Dorong Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Sehat di Dusun Bojong18/03/2026
  • UAD Terapkan KHGT dalam Penentuan Idulfitri 1447H17/03/2026

PRESTASI

  • Inovasikan AR dan Permainan Edukatif, Mahasiswa UAD Juara 2 Microteaching International Competition09/03/2026
  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top