Mewujudkan Koperasi dan UMKM Berkualitas Dunia

Ada lima negara yang memiliki koperasi terbesar di dunia, yakni Prancis, Jerman, Republik Korea, Amerika Serikat, dan Jepang. Masing-masing koperasi dari negara itu, sudah mencapai kualitas dunia, dengan jutaan pelanggan dan ratusan karyawan di dalamnya.
Koperasi di Indonesia secara kuantitas tertinggi di dunia, yaitu 212. 315, tetapi secara kualitas masih jauh dari harapan. Hal ini ditunjukkan dengan dampak koperasi terhadap produk domestik bruto Indonesia yang masih rendah, yaitu 4,48%. Kecenderungannya memang meningkat, tetapi dirasa masih kurang, mengingat cita-cita koperasi adalah sebagai Saka Guru perekonomian Indonesia.
Sudah ada 200 ribuan koperasi di Indonesia. Sayangnya, hanya 3 koperasi yang berhasil masuk ke deretan 300 koperasi besar dunia menurut International Cooperative Consultant (ICA). Di antaranya Koperasi Warga Semen Gresik (KWSG), Kospin Jasa, dan Koperasi Karyawan Telkomsel (Kisel).
Sementara itu, UMKM di Indonesia sebenarnya berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia, bahkan mencapai 60%. Namun, UMKM tak luput dari berbagai tantangan, mulai dari permasalahan akses permodalan, pemasaran, pengelolaan, perizinan, sampai harus bersaing dengan pemodal besar.
Untuk mewujudkan koperasi dan UMKM berkulitas dunia, Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Ahmad Dahlan (FEB UAD) menyelenggarakan seminar nasional koperasi dan UMKM. Acara ini membahas strategi pengelolaan koperasi dan UMKM yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Selain itu, tentu saja sebagai wahana sosialisasi mengenai kebijakan pemberdayaan koperasi dan UMKM oleh pemerintah dan pihak terkait, serta sebagai wahana pembelajaran bagi mahasiswa mengenai kewirausahaan dan perkoperasian.
Bertema “Mewujudkan Koperasi dan UMKM Berkualitas Kelas Dunia”, acara ini mendatangkan Drs. Setyo Heriyanto, M.M. Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi Koperasi Jasa Keuangan (LSP KIK) Jakarta, Dr. Purwoko, S.E., M.M. dosen Magister Manajemen UAD sekaligus Ketua Asosiasi Koperasi Pati, serta Drs. Tri Saktiyana. M.Si. Kepala Dinas Koperasi dari UMKM Daerah Istimewa Yogyakarta. Bertindak sebagai moderator adalah Bagus Gumelar, S.E., M.M. yang merupakan dosen Program Studi Manajemen UAD. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (07/04/2018) di kampus 1 UAD Jln. Kapas No. 9, Semaki, Yogyakarta. (ASE)






Melalui disertasinya yang berjudul Model Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelayanan Kesehatan Seksual Remaja, Dr. Sitti Nur Djannah, M.Kes. berhasil meraih gelar doktor di Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta. Dalam disertasi tersebut, ia menyampaikan permasalahan kesehatan remaja pada beberapa tahun terakhir ini yakni terkait dengan masalah perilaku seks bebas dan kekerasan oleh para remaja. Penelitian yang mengambil kasus pada kelompok remaja di sebuah paguyuban seni jathilan tersebut menghasilkan sebuah model alternatif dalam memberdayakan masyarakat.
Bidang kepuasan bersekolah (school satisfaction) belum banyak ditekuni oleh para akademisi. Di antara yang sedikit itu, muncullah Dr. Nurul Hidayah, S.Psi., M.Si., Psikolog. dari Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Bu Nurul, begitu ia biasa disapa, telah berhasil meraih gelar doktor di Program Studi S-3 Psikologi Pendidikan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM), Malang, dengan predikat kelulusan cum laude.
Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) berhasil menambah daftar panjang dosen doktor di Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Kali ini, Muhammad Joko Susilo, M.Pd. berhasil meraih gelar doktor dari Program Studi S-3 Penelitian dan Evaluasi Pendidikan PPs Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Untuk meraih gelar tersebut, Joko, begitu ia biasa disapa, menulis disertasi berjudul “Pengembangan Model Evaluasi Kemandirian Sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Sleman”.
Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) memiliki dosen yang menekuni bidang farmasetika dan teknologi farmasi. Nama dosen itu ialah Iis Wahyuningsih, M.Si., Apt. Iis, begitu sapaannya, telah berhasil meraih gelar doktor dari Program S-3 Ilmu Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia menulis disertasi berjudul “Formulasi Self-Nano Emulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) Furosemid: Studi Parameter Fisikokimia, Biovailabilitas, Efek Diuretik, dan Toksisitas”.