• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Ramadan, Bulan Berpuasa Agar Manusia Bersyukur

02/04/2023/in Terkini /by Ard

Pengajian Songsong Ramadan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan narasumber Prof. Dr. H. Syamsul Anwar, M.A. Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah (Foto: Istimewa)

Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta menyelenggarakan Pengajian Songsong Ramadan di lantai 2 Masjid Islamic Center (IC) Kampus IV UAD pada Senin, 20 Maret 2023 dengan tema “Ramadan Mencerahkan Semesta”. Kegiatan ini dihadiri oleh sivitas akademika dan pegawai UAD.

Rahmadi Wibowo S., Lc., M.A., M.Hum. selaku Kepala LPSI dalam sambutannya mengucapkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari Ramadan di Kampus (RDK) UAD 1444 H. Universitas UAD selama bulan Ramadan ini memang akan mengadakan beberapa kegiatan. Pertama, Kajian Duha yang akan dilaksanakan setiap Sabtu pagi. Kedua, Kajian Jelang Buka Puasa yang dilaksanakan setiap hari menjelang buka puasa dan akan disiapkan ribuan nasi kotak untuk buka puasa bersama, kemudian dilanjutkan salat Magrib berjamaah. Ketiga, salat Isya dan tarawih berjamaah, dilanjutkan dengan kajian. Kajiannya dilaksanakan di antara salat Isya dan tarawih. LPSI akan menjadwalkan untuk masing-masing fakultas setiap harinya. Keempat, nuzululquran, haflah qori’, dan salat gerhana.

“UAD akan berkomitmen betul untuk kemudian meneguhkan dan menguatkan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK),” ucapnya.

Drs. Parjiman, M.Ag. selaku Wakil Rektor Bidang AIK dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah terlibat menyukseskan kegiatan pagi itu. Permohonan maaf juga apabila kurang berkenan dalam menyambut.

“Pengajian ini sangat penting karena sering berhadapan dengan realitas kapan umat Islam akan mulai puasa Ramadan, Idulfitri, dan lain-lain. Semoga dengan adanya pengajian ini semua jamaah dapat memahami dan menghayati bulan Ramadan dengan spirit Islam dan Kemuhammadiyahan,” ucapnya.

Kegiatan tersebut menghadirkan pemateri Prof. Dr. H. Syamsul Anwar, M.A. selaku Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah. “Dalam Majelis Tarjih kriteria penetapan awal bulan itu ada 3, di antaranya ialah bulan berjalan telah mengelilingi bumi 1 putaran, tercapainya keliling itu sebelum matahari tenggelam pada akhir bulan tersebut, dan saat matahari tenggelam bulan masih di atas ufuk,” ucap Syamsul.

Puasa Ramadan adalah salah satu rukun Islam yang disyariatkan pada tahun kedua dari hijrah Nabi Muhammad saw. Puasa Ramadan wajib dilaksanakan bagi setiap muslim yang sudah balig dan berakal sehat.

“Puasa diwajibkan pada bulan Ramadan karena pada bulan inilah diturunkan Al-Qur’an, sehingga Ramadan menjadi bulan yang mulia dan penting. Alasan itulah yang membuat bulan ini layak dipuasai. Selanjutnya, karena Al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadan itu adalah petunjuk bagi manusia dan merupakan ayat-ayat yang jelas dari petunjuk Allah serta pembeda antara yang benar dan salah. Petunjuk itu ialah anugerah Illahi yang besar. Bulan Ramadan wajib dipuasai karena sebagai perwujudan rasa syukur anugerah petunjuk tersebut,” jelas Syamsul Anwar.

“Oleh karena itu, surah Al-Baqarah ayat 185 ini ditutup dengan penegasan ‘agar kamu bersyukur’. Dengan kata lain bulan Ramadan dipilih untuk dijadikan bulan berpuasa adalah agar manusia ingat dan mensyukuri anugerah petunjuk dari Allah yang diturunkan pada bulan itu. Diturunkannya Al-Qur’an pada bulan Ramadan adalah suatu malam yang penuh berkah yaitu malam kemuliaan atau malam lailatulkadar. Makanya, bulan Ramadan mengandung malam kemuliaan dan itu layak dipuasai,” sambungnya.

Diturunkannya Al-Qur’an adalah untuk memberi pencerahan, untuk mengeluarkan manusia dari berbagai kegelapan menuju pada cahaya. Pencerahan itu bisa diperoleh dengan baik apabila diamalkan dengan sungguh-sungguh dan ikhlas. Turunnya Al-Qur’an adalah untuk mencerahkan semesta.

“Puasa bukan semata hanya aktivitas fisik saja. Aktivitas fisik hanyalah sebuah kegiatan yang di baliknya terdapat simbolisasi makna yang mendalam. Jadi, agama itu adalah dunia makna-makna. Setiap apa yang dilakukan terutama dalam hal ibadah, yang lebih penting adalah makna yang terkandung di dalamnya bukan aktivitas fisiknya,” tutupnya. (Zah)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pengajian-Songsong-Ramadan-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-dengan-narasumber-Prof.-Dr.-H.-Syamsul-Anwar-M.A.-Ketua-Majelis-Tarjih-dan-Tajdid-Pimpinan-Pusat-Muhammadiyah-Foto-Istimewa.png 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-04-02 16:31:172023-04-02 16:31:17Ramadan, Bulan Berpuasa Agar Manusia Bersyukur

Musyker IMM FAST: Wujudkan Spirit Kolektif sebagai Optimalisasi Kader Intelektual

02/04/2023/in Terkini /by Ard

Musyawarah Kerja (Musyker) IMM Fakultas Sains dan Teknologi Terapan (FAST) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Royan Agil N)

Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Sains dan Teknologi Terapan (FAST) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) telah sukses melaksanakan Musyawarah Kerja (Musyker) bertempat di Kampus IV UAD pada Minggu, 26 Maret 2023.

Acara yang dihadiri oleh seluruh PK, demisioner, dan kader IMM FAST tersebut berlangsung khidmat. Musyker dibuka secara resmi oleh Ketua Umum PK IMM FAST, Widi Pinastika Istirofah, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi.

Widi menyampaikan, “Dengan semangat baru, optimisme, dan kolaborasi, kita akan wujudkan arah gerak IMM FAST ke depan lebih baik lagi. Periode ini kami membawa misi ‘Spirit Kolektif sebagai Optimalisasi Kader Intelektual’ sebagai arah gerak selama 1 periode.”

Musyker merupakan kegiatan permusyawaratan yang membahas mengenai program kerja inti dan masing-masing bidang PK IMM FAST yang akan dilaksanakan selama 1 periode. Termasuk di antaranya adalah arah gerak dan pemantapan visi dan misi ketua umum.

Berbagai macam polemik dan permasalahan perkaderan di semua bidang yang belum tuntas pada periode sebelumnya, menjadi pertimbangan utama PK IMM FAST dalam merumuskan rancangan program kerja. Tentunya yang inovatif sesuai dengan visi Widi yaitu optimalisasi fungsi kader IMM melalui trilogi dan tri kompetensi sebagai upaya memajukan komisariat IMM FAST yang berjiwa militan.

Syawal Saputra selaku Ketua Bidang Organisasi yang menyelenggarakan acara ini menyampaikan, “Poin penting dalam Musyker yaitu bagaimana kita dapat menarik kader dengan mengadakan diskusi sesuai minat mereka, serta mengadakan kegiatan luring yang mampu mengekspresikan suara kader. Lebih penting lagi, hal itu dapat berdampak bagi peningkatan kualitas kader sebagai bentuk upaya kaderisasi kader Muhammadiyah yang progresif dan menjawab tantangan dakwah ke depan.”

Partisipasi kader cukup aktif dalam merespons pemaparan program dari PK. “Pertimbangannya yaitu bagaimana program kerja mampu mewujudkan substansi. Selain itu, bobot kompetensi yang sudah disusun oleh bidang kader dapat tersampaikan dengan baik kepada kader. Pada tahap akhir, kami sesuaikan dengan kalender akademik agar tidak mengganggu jalannya perkuliahan,” ungkap Syawal.

Farid Suryanto, S. Pd., M.T. selaku Pembina IMM FAST telah menyetujui program kerja dengan catatan substansi dan pokok materi harus terjawab. Ketika program kerja itu tidak bisa menjawab, maka program tersebut jelas tidak akan bermanfaat. Ia juga berpesan untuk memperbanyak kegiatan bertema keilmuan sebagai wadah kader untuk memperluas khazanah kajian diskusi dan mampu mengkritisi segala keresahan dan permasalahan yang ada saat ini.

“Hal itulah yang menjadi salah satu pembeda IMM dengan organisasi pergerakan lainnya. Kita memiliki wawasan intelektual yang tinggi dan kritis dalam menanggapi segala hal,” jelasnya.

Syawal berpesan kepada seluruh PK, “Sesuai arah gerak dan visi misi ketua umum, mari kita perkuat sinergitas dan nilai altruisme kita agar kita menjadi makin kompak, kader pun nyaman dan semangat dalam mengikuti seluruh kegiatan yang kita laksanakan nanti.”

“PK saat ini harus lebih militan ber-IMM dan selalu berprestasi dalam hal apa pun sesuai minat dan bakat masing-masing sebagai bentuk optimalisasi kader intelektual. Perlu kerja sama tim untuk bersama-sama membangun IMM FAST lebih baik lagi, itulah wujud dari spirit kolektif,” tutup Widi. (roy)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Musyawarah-Kerja-IMM-Fakultas-Sains-dan-Teknologi-Terapan-FAST-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Royan-Agil-N.jpg 1200 1600 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-04-02 14:11:582023-04-02 14:11:58Musyker IMM FAST: Wujudkan Spirit Kolektif sebagai Optimalisasi Kader Intelektual

PWM DIY Gelar Pengajian Ramadan di UAD

01/04/2023/in Terkini /by Ard

Pengajian Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Humas dan Protokol UAD)

Pengajian Ramadan 1444 Hijriah dengan tema “Membumikan Risalah Islam Berkemajuan Mencerahkan D.I. Yogyakarta”, resmi dihelat pada Jumat, 31 Januari 2023 di Amphitarium Gedung Utama Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Kegiatan ini merupakan inisiasi dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan akan berlangsung selama 3 hari ke depan hingga tanggal 2 April 2023.

Dalam pidato iftitahnya, Ketua PWM DIY Muh. Ikhwan Ahada, S.Ag., M.A. mengatakan bahwa pengajian Ramadan kali ini, selain sebagai sarana silaturahmi antara jamaah Muhammadiyah dan pimpinan se-wilayah Muhammadiyah DIY, juga bertujuan untuk lebih menyosialisasikan Islam Berkemajuan. Harapannya, diperoleh pemahaman yang benar dan tepat tentang isi putusan Muktamar itu.

Berdasarkan isi amanat dari Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si., risalah Islam berkemajuan mengandung substansi tentang Islam sebagai pandangan keagamaan yang di dalamnya terdapat nilai-nilai mendasar dan utama tentang kemajuan dalam perspektif Islam sekaligus dalam berbagai aspek kehidupan.

Sementara itu, Rektor UAD Dr. Muchlas, M.T. memberikan sapaan hangat kepada seluruh jamaah yang hadir sekaligus berbagi wawasan tentang Islam berkemajuan dalam perspektif keilmuannya. Topik bahasan yang diangkat adalah “Peran Teknologi untuk Dakwah Islam Berkemajuan”.

Berdasarkan pengamatannya, Muchlas menyampaikan, saat ini di dalam perserikatan Muhammadiyah implementasi teknologi informasi sudah cukup masif. Hanya saja, dalam perspektif IT terdapat persoalan yang cukup pelik yang dihadapi yaitu sistem dan data antarbagian yang belum terintegrasi sehingga data terdistribusi ke mana-mana.

Selain itu, adanya disrupsi digital mempermudah masyarakat dalam menyumbang berbagai informasi. “Celakanya, kebebasan berekspresi yang tidak didukung dengan aturan menyebabkan berita yang ditulis menjadi berkualitas rendah hingga hoaks,” paparnya. Tak hanya itu, lahirnya Artificial Intelligent (AI) seperti ChatGPT, sebuah mesin cerdas berbasis pengetahuan yang dapat mengelaborasi, punya potensi mengatasi otoritas keagamaan yang dibangun oleh Muhammadiyah.

Dalam kesempatan ini pula, Muchlas pun menyampaikan berbagai langkah solutif di antaranya penciptaan SuperApp Muhammadiyah, sebuah platform yang dapat mengintegrasikan seluruh data antarbagian perserikatan. Perlunya memperkuat konten di semua lini platform media daring dengan prinsip media konvergen diharapkan dapat menetapkan konten-konten yang valid sebagai sumber untuk sosial media.

Selain itu reaktif, atau memiliki sosial media analisis untuk mendeteksi sentimen positif dan negatif terhadap Muhammadiyah sehingga dapat dilakukan antisipasi. Terakhir, membangun server AI yakni informasi yang ditaruh di dalam adalah informasi yang valid dengan harapan post-truth atau berita bohong yang diyakini kebenarannya dapat diatasi.

“Mudah-mudahan, pengajian kita selama 3 hari ke depan ini dapat memenuhi fungsinya untuk mengkristalisasikan dan menyosialisasikan konsep Islam berkemajuan,” tutupnya.s (eka)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pengajian-Pimpinan-Wilayah-Muhammadiyah-PWM-DIY-di-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Humas-dan-Protokol-UAD.jpg 1333 2000 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-04-01 12:51:572023-04-01 12:51:57PWM DIY Gelar Pengajian Ramadan di UAD

PMM MBKM: Find Your Treasure

01/04/2023/in Terkini /by Ard

Program “FKIP Berbincang” yang diselenggarakan BEM dan IMM FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) membahas MBKM (Foto: Catur Rohmiasih)

Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), merupakan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang bertujuan mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan atau keahlian yang berguna untuk memasuki dunia kerja. Kampus Merdeka (KM) memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memilih mata kuliah yang akan mereka ambil.

Sementara itu, Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) merupakan program dari MBKM. Salah satu kampus Muhammadiyah yaitu Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sangat mendukung program ini, terbukti dari jumlah mahasiswa yang mengikuti MBKM makin meningkat. Hal ini disampaikan oleh Dr. Suyatno, S.Pd., M.Pd.I. selaku Wakil Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dalam sambutannya pada acara FKIP Berbincang. Tema yang diambil find your treasure, peran mahasiswa dalam menemukan pengalaman autentik melalui program PMM.

Acara yang terselenggara oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP UAD berkolaborasi dengan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bimbingan dan Konseling (BK), Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), dan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) itu sukses digelar secara daring pada Minggu, 26 Maret 2023. Pemateri pertama merupakan Kepala Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) UAD Dr. Ishafit, M.Si. dan pemateri kedua Adisty Griselda, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) yang mengikuti PMM 2 di universitas yang berada di Makassar. Saat sesi tanya jawab, acara makin interaktif dipandu oleh Rashika Ardafa Sahila yang juga pernah mengikuti PMM angkatan 1.

Ishafit banyak menyampaikan paparan mengenai MBKM, khususnya manfaat program PMM. Pertama, untuk meningkatkan wawasan kebangsaan, integritas, solidaritas, dan wadah perekat kebangsaan antarmahasiswa se-Indonesia melalui pembelajaran antarbudaya. Kedua, mengembangkan kepemimpinan dan soft skills yang adaptif terhadap beragam latar belakang sehingga meningkatkan nilai persatuan dan nasionalisme. Ketiga, memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar di Perguruan Tinggi (PT) penerima, serta mendapat pengakuan Sistem Kredit Semester (SKS). Keempat, memperkuat, menambah, dan memperkaya kompetensi mahasiswa.

Sedangkan untuk PT, dapat meningkatkan kemampuan PT dalam mengelola program pertukaran mahasiswa, meningkatkan keberagaman mahasiswa di PT penerima sekaligus membuka ruang jumpa mahasiswa dari PT penerima dan PT pengirim, serta meningkatkan kerja sama antar-PT dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Adisty mengaku banyak mendapatkan pengalaman menarik selama mengikuti program PMM. “Asyiknya bisa merasakan belajar di kampus lain di luar pulau Jawa. Saya sangat senang dapat mengenal banyak kawan di sana. Pengalaman ini sungguh tidak akan terlupa,” ungkapnya. Selain itu, Adisty juga mendapatkan mata kuliah modul nusantara bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif tentang kebhinekaan, wawasan kebangsaan, dan cinta tanah air.

Dalam modul ini ada 4 jenis kegiatan utama. Kegiatan pertama kebhinekaan, yaitu mahasiswa mengikuti kegiatan promosi kebhinekaan yang diadakan PT penerima. Contohnya seperti kunjungan museum, kunjungan rumah ibadah, tur wisata, dan lain-lain. Kegiatan kedua inspirasi. Mahasiswa mengikuti talkshow dari figur inspiratif daerah. Contohnya budayawan daerah, atlet berprestasi daerah, kepala daerah, pengusaha, figur-figur sukses, dan sebagainya.

Kegiatan ketiga yaitu refleksi. Mahasiswa merefleksikan pengalaman kebhinekaan untuk memahami dan menghargai keberagaman. Misalnya diskusi kelompok, refleksi, dan renungan. Kegiatan keempat, kontribusi sosial. Mahasiswa melaksanakan kegiatan kontribusi sosial di daerah PT penerima. Contohnya bakti sosial, pentas budaya, relawan rumah sakit, membuat kelas inspirasi di sekolah, dan lain sebagainya.

Di akhir acara Ishafit menyampaikan, “Sesuai dengan pemeo dari PMM yaitu ‘Bertukar Sementara, Bermakna Selamanya’, harapannya untuk program PMM angkatan 3 pada tahun ini lebih banyak yang mengikuti. Mengingat pengalaman belajar dan bersosial yang besar. (ctr)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Program-FKIP-Berbincang-yang-diselenggarakan-BEM-dan-IMM-FKIP-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Catur-Rohmiasih.jpg 635 1356 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-04-01 10:35:362023-04-01 10:35:36PMM MBKM: Find Your Treasure

Penelitian, Publikasi, hingga KI Jadi Kunci Klaster Mandiri

01/04/2023/in Terkini /by Ard

Anton Yudhana, S.T., M.T., Ph.D Kepala LPPM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Ardy Priyantoko)

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Anton Yudhana, S.T., M.T., Ph.D. menyampaikan bahwa penelitian, publikasi, hingga Kekayaan Intelektual (KI) mengantarkan UAD meraih predikat klaster Mandiri Perguruan Tinggi (PT) tahun 2023. Bahasan ini ia sampaikan dalam Zoom Meeting Sosialisasi Panduan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat oleh LPPM UAD pada Jumat, 17 Maret 2023.

“Alhamdulillah, kita bisa menyelenggarakan acara ini. Sosialisasi di internal perlu kita adakan sebagai bagian dari penegasan dan penguatan untuk penelitian dan pengabdian yang hilirnya berupa publikasi dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Publikasi dan penelitian sudah makin bagus serta KI meningkat tajam sehingga kita dianggap layak untuk masuk ke klaster Mandiri di antara 40 PT lainnya.”

Dilansir dari situs web LPPM UAD, data Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) UAD tahun 2019 menunjukkan angka 121 PkM, sedangkan pada tahun 2021 sebesar 336 PkM. Hal ini menunjukkan kenaikan PkM UAD secara signifikan. Adapun publikasi baik Scopus, Web of Science, Garba Rujukan Digital (GARUDA), dan Google Scholar, dari tahun ke tahun terus mengalami kenaikan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para dosen atas keikutsertaannya dalam program Matching Fund. Matching Fund merupakan program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) Pendidikan Tinggi (Dikti) dengan sasaran pendanaan program penguatan antara PT dengan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI).

“Pada tahun ini, keikutsertaan dosen-dosen UAD dalam program Matching Fund makin baik, terdapat 27 proposal yang berhasil submit di Batch 1 dan 10 kelompok lolos pitching, 4 di antaranya sudah mendapat undangan verifikasi keuangan. Ini menjadi alternatif pendanaan kita dari eksternal karena kini penelitian bersifat kompetitif, tak lagi desentralis. Oleh karena itu, kami berharap dengan adanya sosialisasi dan klinik minggu depan, kualitas proposal yang dihasilkan makin membaik. Di periode ini juga kami berharap bisa meningkatkan kegiatan-kegiatan yang sifatnya internasional baik penelitian maupun pengabdian karena hal ini masih menjadi catatan. Semoga kita bisa bersanding dan mengimbangi PT lain dalam klaster Mandiri ini,” papar Anton Yudhana.

Turut hadir dalam sosialisasi yakni Wakil Rektor bidang Akademik Rusydi Umar, S.T., M.T., Ph.D. Ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh dosen atas kinerjanya yang sudah mengantarkan UAD menuju klaster Mandiri. “Ini pencapaian yang sungguh luar biasa, kita harus mempertahankan klaster ini pada tahun-tahun berikutnya.” (nov)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Anton-Yudhana-S.T.-M.T.-Ph.D-Kepala-LPPM-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Ardy-Priyantoko.jpg 1124 2000 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-04-01 10:13:132023-04-01 10:13:13Penelitian, Publikasi, hingga KI Jadi Kunci Klaster Mandiri

Muspan ke-39 UKM Pramuka: Kunci Organisasi Kuat Adalah Solidaritas dan Sinergisitas

01/04/2023/in Terkini /by Ard

Musyawarah Pandega ke—39 UKM Pramuka Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Pramuka UAD)

Solidaritas dan sinergitas sangat dibutuhkan dalam sebuah organisasi. Solidaritas adalah sifat satu rasa atau perasaan saling percaya antara para anggota dalam satu kelompok, sedangkan sinergisitas merupakan kerja sama antara semua pihak untuk mencapai tujuan yang baik. Berdasarkan hal tersebut, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengangkat tema “Satukan Suara dalam Membangun Kepengurusan yang Solidaritas dan Sinergisitas” dalam Musyawarah Pandega (Muspan) ke-39. Acara yang berlangsung pada Minggu–Selasa, 19–21 Maret 2023, bertempat di Joglo Riverside Guest House, Bantul itu, dihadiri oleh alumni UKM Pramuka sebagai perwakilan dari pembina, anggota, dan panitia.

Muspan sendiri adalah kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh UKM Pramuka sebagai forum tertinggi dalam pengambilan keputusan di lingkungan Pramuka UAD atau Racana Kiai Haji Ahmad Dahlan & Nyi Hajah Ahmad Dahlan. Sama halnya dengan kongres atau musyawarah lainnya, Muspan membahas mengenai tata tertib musyawarah, sidang pleno I tentang pemaparan dan pandangan umum laporan pertanggungjawaban dewan racana, sidang pleno II tentang tata adat racana, arah kebijakan, serta program kerja, dan pemilihan ketua sekaligus pemangku adat periode 2023–2024.

Upacara pembukaan atau biasa disebut tata adat buka, menjadi awal kegiatan Muspan, yaitu proses pembacaan sandi racana oleh pemangku adat putra dan putri seraya mengeluarkan keris dari sarungnya dan memeluk Al-Qur’an. “Amar ma’ruf nahi munkar fastabiqul khairaat, itulah cita-cita racana kami,” ucap Cholil Ahmad sebagai Pemangku Adat Putra yang diikuti semua peserta upacara. Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan laporan pertanggungjawaban ketua reka kerja atau panitia Muspan.

Siti Mawaddah selaku Sekretaris Muspan yang mewakili ketua panitia menyampaikan bahwa Pramuka UAD senantiasa semaksimal mungkin untuk melakukan yang terbaik dalam mengembangkan fungsi dan peranannya melalui kegiatan–kegiatan yang berdasarkan prinsip Dasar Metodik Pendidikan Kepramukaan. Banyak prestasi yang sudah diraih oleh Pramuka UAD, baik dari ranah universitas maupun luar universitas. Pramuka UAD memerlukan generasi baru dan pembaruan program kerja serta evaluasi untuk masa bakti 2021–2022. Maka dari itu, perlu adanya kegiatan Muspan ke-39.

Setelah laporan panitia, dilanjutkan dengan sambutan dari alumni sebagai perwakilan pembina yang berhalangan hadir. Rizeqi Indah Wulandari mengatakan dengan tegas bahwa Muspan ini sebagai ranah belajar bagi anggota Pramuka UAD dalam membentuk organisasi yang baik serta mempererat tali persaudaraan. “Kakak harap 3 hari ke depan akan berjalan dengan lancar dan kita mendapatkan ketua sekaligus pemangku adat periode 2023–2024 yang amanah dan mampu bertanggung jawab,” ucapnya.

Pada 21 Maret 2023 pukul 21.15 WIB telah terpilih ketua dan pemangku adat periode 2023–2024 yang akan melanjutkan perjuangan periode sebelumnya. Kemudian, kegiatan ditutup dengan prosesi tata adat tutup yang hampir sama dengan upacara pembukaan, penutupan keris atau memasukkan keris ke dalam sarungnya sebagai pembeda dari prosesi tersebut. (Ema)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Musyawarah-Pandega-ke—39-UKM-Pramuka-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Pramuka-UAD-scaled.jpg 1707 2560 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-04-01 09:06:312023-04-01 09:06:31Muspan ke-39 UKM Pramuka: Kunci Organisasi Kuat Adalah Solidaritas dan Sinergisitas

Masyarakat Butuh Role Model Nyata di Tengah Masifnya Teknologi

01/04/2023/in Terkini /by Ard

Dialog Nasional Milad Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Muh Raihan)

Ketua Bidang Riset, Inovasi, dan Publikasi Tablig Majelis Tablig Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Pradana Boy ZTF, Ph.D. mengungkapkan bahwa saat ini masyarakat kesulitan dalam menentukan role model seiring dengan perkembangan teknologi. Hal tersebut disampaikan saat ia memberikan penjelasan dalam Dialog Nasional Milad Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada, Senin, 20 Maret 2023.

Role model sangat penting dan dibutuhkan masyarakat untuk dijadikan arahan dalam menjalankan sebuah kehidupan. Sebaiknya role model juga dapat hadir secara nyata. “Saya melihat yang dibutuhkan oleh masyarakat itu sebenarnya adalah role model. Namun masalahnya hidup di dunia ketika teknologi seperti sekarang berkuasa, kita kehilangan dan sulit menentukan role model itu siapa,” jelasnya.

Oleh karena itu, Pradana menjelaskan penentuan role model pada zaman teknologi saat ini disebut sebagai citizen dan netizen. Sehingga, hal tersebut telah mengubah hakikat manusia dalam menjalankan kehidupan.

“Kita sebagai warga Indonesia itu bahasa Inggrisnya citizen, yang artinya nyata. Orangnya ngomong apa itu terlihat. Namun dengan adanya teknologi, lahirlah yang disebut netizen atau warganet. Orangnya ada, tetapi tidak terlihat,” kata Pradana.

Dalam penjelasan yang disampaikan, ia membeberkan adanya perbedaan antara citizen dan netizen. Citizen merupakan sosok role model yang memiliki tanggung jawab, sedangkan netizen tidak memiliki tanggung jawab dalam menggunakan teknologi. Hal ini berdampak pada adanya kecenderungan masyarakat dalam bermedia sosial yang akhirnya turut mengubah keadaan role model. Secara tidak langsung, role model telah hadir secara nyata sebagai seorang pengguna teknologi masa kini.

“Iklim yang seperti ini, maka yang kita sebut role model itu sesungguhnya harus hadir dalam kehidupan sehari-hari kalau ilmu bisa diperoleh dari media sosial,” tutupnya. (Han)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Dialog-Nasional-Milad-Ikatan-Mahasiswa-Muhammadiyah-IMM-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Muha-Raihan.jpeg 727 1280 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-04-01 08:46:022023-04-01 08:46:02Masyarakat Butuh Role Model Nyata di Tengah Masifnya Teknologi

UAD Raih Penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Bantul

31/03/2023/in Terkini /by Ard

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) meraih penghargaan dari Pemkab Bantul Yogyakarta atas kerja sama dan pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi (Gambar: Istimewa)

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) meraih penghargaan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Bupati Bantul atas dukungan dan peran serta dalam pengelolaan lingkungan di Kabupaten Bantul. Ini merupakan apresiasi dan wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta kerja sama antara UAD dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul.

Dilansir dari situs web Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UAD, pada tahun 2022, sebanyak 58,3% mitra merasa sangat puas atas penyelenggaraan pengabdian kepada masyarakat oleh UAD. DLH Kabupaten Bantul merupakan salah satu mitranya. UAD dan DLH Kabupaten Bantul resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) mengenai Pendampingan Gerakan Bantul Bersih Sampah (Bantul Bersama) 2025 pada 3 November 2021 lalu. Dalam kurun waktu 5 tahun kerja sama, UAD melakukan pendampingan, pengembangan dan pembangunan, koordinasi, hingga penugasan dosen dan mahasiswa untuk melakukan pengabdian Bantul Bersama 2025. Anton Yudhana, S.T., M.T., Ph.D. selaku Kepala LPPM UAD menyampaikan bahwa hingga saat ini sebagian besar program kerja sama sudah terlaksana.

“UAD memiliki banyak sekali kontribusi kepada Pemkab Bantul, baik pendampingan, penyusunan, pengabdian kepada masyarakat, maupun penelitian oleh dosen serta penerjunan KKN (bergelombang) terkait Bantul Bersama. UAD juga mendirikan Laboratorium Sampah di 2 kapanewon (kecamatan), yaitu Kapanewon Sanden dan Pandak. Perbaikan sistem informasi di DLH Pemkab Bantul pun tak luput dari perhatian. Secara umum, program sudah berjalan, tetapi perlu penguatan dan pendalaman.”

Lebih lanjut, Anton menuturkan program kemitraan ini dilakukan secara berkelanjutan (sustain), dari pengabdian menghasilkan penelitian dan sebaliknya yang hilirnya berupa karya publikasi. Mahasiswa juga turut andil dalam program ini melalui Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

“Saat ini sedang kami inisiasi pengabdian multitahun di beberapa tempat yang menjadi desa mitra. Wilayah Caturharjo, Pandak, merupakan mitra yang akan kami angkat menjadi topik persampahan pada tahun 2023,” tambahnya.

Apresiasi yang diberikan oleh Pemkab Bantul tersebut menjadi angin segar dan motivasi UAD untuk terus memberikan kontribusi yang lebih baik, terutama di bidang persampahan. “Saya sangat gembira tentunya. Ini adalah hasil kerja sama antara UAD dan Pemkab Bantul dan wujud sinergisitas antara dunia akedemisi dengan pemerintah. Sebuah motivasi juga bagi kami untuk melakukan pengabdian yang lebih meluas, mendalam (fokus bidang), dan berkelanjutan,” pungkasnya. (nov)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-meraih-penghargaan-dari-Pemkab-Bantul-Yogyakarta-atas-kerja-sama-dan-pelaksanaan-tri-dharma-perguruan-tinggi-Gambar-Istimewa.png 485 669 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-03-31 09:56:052023-03-31 09:56:05UAD Raih Penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Bantul

Pererat Silaturahmi, Mahasiswa UAD Adakan Buka Bersama dengan Warga Niten

31/03/2023/in Terkini /by Ard

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama anak-anak dan remaja Kampung Niten, Bantul, Yogyakarta pada acara buka bersama (Foto: Istimewa)

Eks peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 101 Unit VIII.A.2 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan buka bersama warga Kampung Niten, Kelurahan Trirenggo, Bantul, pada Rabu, 29 Maret 2023. Ketua KKN Muh. Raihan Muzakki menyampaikan pada pertemuan antara warga bahwa hal tersebut bertujuan agar silaturahmi antara mahasiswa dengan warga tidak terputus.

“Tujuan utama kami melakukan buka bersama warga Kampung Niten agar silaturahmi antara mahasiswa KKN UAD dengan warga tetap terjalin,” jelasnya.

Menurutnya, selain bertujuan untuk mempererat silaturahmi juga mengobati rasa rindu mahasiswa di lokasi KKN. Tidak hanya itu, Raihan mengatakan bahwa hal tersebut merupakan agenda yang positif untuk kemajuan KKN UAD sebagai mitra.

“Memang ini juga sekaligus mengobati rasa kangen kami terhadap warga dan lokasi KKN. Sebab, KKN UAD berperan sebagai mitra dalam hal kemajuan di berbagai desa di Yogyakarta,” ujarnya.

Lebih lanjut, dalam kegiatan buka bersama, warga Kampung Niten sangat antusias dengan kehadiran kembali mahasiswa KKN UAD. Warga pun masih memiliki kerinduan yang sama saat para mahasiswa menjalankan program KKN. Mereka sangat antusias terhadap kehadiran mahasiswa, terutama anak-anak.

Dalam acara yang semarak itu, mahasiswa KKN UAD Unit VIII.A.2 turut membagikan makanan berbuka untuk warga. Adapun makanan tersebut berupa jajanan yang dikemas secara unik untuk dibagikan kepada anak-anak Kampung Niten. (Han)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Mahasiswa-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-bersama-anak-anak-dan-remaja-Kampung-Niten-Yogyakarta-Foto-Muh-Raihan.jpg 1012 1800 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-03-31 09:36:482023-03-31 09:36:48Pererat Silaturahmi, Mahasiswa UAD Adakan Buka Bersama dengan Warga Niten

Ciptakan Benih Kentang Berkualitas dari Teknik Kultur Jaringan

31/03/2023/in Terkini /by Ard

Adhi Nurcholis, S.Pd., M.Sc. narasumber kuliah umum tentang kultur jaringan pada benih kentang yang diselenggarakan Program Studi Biologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Ummi Hasanah)

Program Studi Biologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan kuliah umum dengan menghadirkan narasumber pakar kultur jaringan tumbuhan kentang yakni Adhi Nurcholis, S.Pd., M.Sc. Acara berlangsung pada Sabtu, 18 Maret 2023 di Islamic Center Kampus IV UAD. Adhi menyampaikan topik “Produksi Kentang Berkualitas dengan Teknik Kultur Jaringan untuk Mencapai Kemandirian Pangan” sebagai materi utama dalam kuliah umum tersebut.

Ia membuka pembahasan dengan memaparkan awal mula munculnya ide untuk menghasilkan benih kentang yang berkualitas. “Semua berawal dari penelitian tesis yang pernah saya lakukan, yakni mengenai fusi protoplas kentang. Fusi protoplas merupakan salah satu aplikasi dari teknik kultur jaringan atau lanjutan dari kultur jaringan,” jelas Adhi.

Selama melakukan penelitian tersebut, ia mulai mengetahui berbagai permasalahan pertanian khususnya komoditas kentang di dataran tinggi Dieng. “Banyak kendala yang dialami petani di antaranya tidak adanya benih yang berkualitas, mahalnya harga benih di pasaran, harga sayur yang tidak stabil, dan tanaman yang mudah terserang penyakit,” jelasnya.

Melihat permasalahan tersebut, Adhi justru menjadikannya sebagai peluang usaha yang menjanjikan. Ia menawarkan solusi dengan membantu menyediakan benih berkualitas mulai dari kelas benih sumber sampai benih sebar.

Pentingnya Benih dalam Pertanian Kentang

Pemilihan jenis benih kentang sangat penting guna menunjang hasil panen yang maksimal dan berkualitas. Menurut Adhi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dari tanaman kentang. “Benih kentang yang ditanam berasal dari bagian vegetatif tanaman yaitu umbi. Selain nutrisi hasil fotosintesis, umbi juga akan menampung penyakit bagi tanaman. Oleh karena itu, tanaman kentang akan mudah rusak,” tuturnya.

Selain itu, makin lama generasi umbi yang ditanam, maka kandungan penyakit akan makin banyak. Ketika ditanam, benih yang terserang penyakit akan mati sebelum waktunya dan menyebabkan hasil panen tidak maksimal. “Ini merupakan alasan mengapa tanaman kentang perlu diperbaiki kualitas benihnya menggunakan teknik kultur jaringan,” ungkap Adhi.

Kultur Jaringan

Kultur jaringan adalah metode mengisolasi bagian tanaman seperti sel, jaringan atau organ (daun, akar, batang, tunas) serta membudidayakannya dalam lingkungan yang aseptik sehingga dapat beregenerasi menjadi tanaman lengkap.

Kultur jaringan disebut juga sebagai teknik memperbanyak tanaman tetapi hanya mengambil sebagian saja. “Teknik ini harus dilakukan dalam kondisi lingkungan yang steril dengan menggunakan alat-alat yang steril pula dan tidak boleh ada mikroba atau organisme lainnya,” ujarnya.

Teknik kultur jaringan dipilih karena memiliki beberapa manfaat untuk pengembangan pembenihan, di antaranya memperbanyak benih unggul hasil pemuliaan secara massal, menyediakan benih tanaman yang bebas penyakit dan pertumbuhannya seragam, serta menyediakan benih atau bibit tanaman yang tidak tergantung musim dalam jumlah yang tidak terbatas.

Menurut Adhi, teknik kultur jaringan memerlukan biaya produksi yang tinggi, sehingga tidak disarankan untuk produksi benih tanaman yang memiliki nilai ekonomi rendah. “Kultur jaringan cocok digunakan pada benih tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan membutuhkan benih dalam jumlah yang banyak,” terangnya. Selain itu, teknik ini dapat digunakan pada tanaman yang sulit dikembangbiakkan dan tanaman yang terancam punah. (umk)

uad.ac.id

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Adhi-Nurcholis-S.Pd_.-M.Sc_.-narasumber-kuliah-umum-yang-diselenggarakan-Program-Studi-Biologi-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-Foto-Ummi-Hasanah.jpg 768 1366 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2023-03-31 09:10:262023-03-31 09:10:26Ciptakan Benih Kentang Berkualitas dari Teknik Kultur Jaringan
Page 339 of 769«‹337338339340341›»

TERKINI

  • IMM FAI UAD Sukses Gelar Darul Arqam Dasar 202609/07/2026
  • UAD Perkuat Literasi Kesehatan Ibu-Ibu Aisyiyah09/07/2026
  • Tim PESTAMI UAD Olah Limbah Pisang Jadi Inovasi Ekonomi Sirkular09/07/2026
  • FEB UAD Gelar 3rd International Economic Fair 202609/07/2026
  • Mahasiswa Ilkom UAD Sukses Gelar Dahlan Muda Fashion Week 309/07/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa Kedokteran UAD Raih Juara II Lomba Literature Review Tingkat Nasional09/07/2026
  • Mahasiswa Sistem Informasi UAD Raih Dua Penghargaan Nasional Lewat Inovasi Bioenergi Daun Pepaya Jepang08/07/2026
  • Mahasiswa Ilmu Komunikasi UAD Juara 1 Lomba Fotografi di Ajang SILAT APIK PTMA 202606/07/2026
  • Mahasiswa UAD Juara I Poster Competition GALA BISMA VI 202602/07/2026
  • Mahasiswa Ilmu Komunikasi UAD Raih Juara III dalam University Clash 202625/06/2026

FEATURE

  • Irgiawan Aditya Rangga Alumnus UAD dengan Segudang Prestasi Akademik dan Nonakademik03/07/2026
  • Kisah Noval Arwansyah: Belajar, Bertumbuh, dan Berprestasi03/07/2026
  • Menggali Makna Hijrah Rasulullah: Benteng Keselamatan dan Kunci Masyarakat Madani27/06/2026
  • Hukum Puasa Asyura Tanpa Tasu’a: Kajian Ahad Pagi UAD Kupas Tuntas Fikih Muharram22/06/2026
  • Dari Jalur Beasiswa, Rentetan Medali, Hingga Predikat Wisudawan Berprestasi18/06/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top