• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Ande-Ande Lumut Ala China

01/07/2013/0 Comments/in Terkini /by Super News

Yogyakarta (28/06/2013), Mahasiswa China Sastra Indonesia Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menampilkan pertunjukkan Ande-Ande Lumut di Hall Kampus 2 UAD. Selama kurang lebih 1 jam, sejumlah mahasiswa China tersebut memberikan hiburan bagi para penonton dan juga Dosen Sastra Indonesia yang pada malam itu hadir. Penampilan drama Ande-Ande Lumut ini sendiri sebenarnya merupakan rangkaian acara pelantikan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) dari Program Studi Sastra Indonesia.

“Saat merencanakan acara pelantikan HMPS ini, kebetulan mas Iqbal (dosen kelas Drama) menawarkan kami agar mahasiswa China dilibatkan dalam acara ini dengan menampilkan suatu hiburan dan mas Iqbal pun bersedia melatih mahasiswa China tersebut”, kata Dra. Ani Yuliati, M.Hum-Ketua Program Studi Sastra Indonesia UAD.

Ada hal yang menarik dari penampilan mahasiswa China tersebut, di mana banyak kosa kata bahasa Indonesia yang tidak dapat diucapkan dengan tepat sehingga menimbulkan tawa tersendiri dari para penonton. “Diajem maukah kamu menjadi istriku?”, kata Yogi-pemeran pangeran. Kata “diajem” yang seharusnya “diajeng” tersebut sontak menimbulkan canda tawa dari para penonton.

Mahasiswa China sendiri membutuhkan waktu 2 minggu untuk berlatih guna menampilkan pertunjukkan drama Ande-Ande Lumut tersebut.  Mahasiswa Sastra Indonesia UAD sendiri juga memberikan andil bagi pertunjukkan drama ini, yakni dengan membantu mahasiswa China berlatih. “Kami sangat senang, teman-teman Indonesia sangat ramah dalam membantu kami berlatih”, kata Xinxing-salah satu mahasiswa China yang ikut dalam pertunjukkan. (CF)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/field/image/ande-ande_lumut_ala_china.br_.jpg 336 448 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2013-07-01 01:54:592013-07-01 01:54:59Ande-Ande Lumut Ala China

Mahasiswa Seharusnya Menjadi Garda Terdepan Bangsa

01/07/2013/0 Comments/in Terkini /by Super News

Taufik Saefudin menyatakan, bahwa Mahasiswa yang seharusnnya menjadi garda terdepan dalam pembangunan bangsa dan Negara, justru menjadi problem kebangsaan. “Pemuda dan mahasiswa sekarang terjebak dalam paradigma pragmantis yang merupakan dampak dari pluralisme dan globalisasi” ungkap Taufik pada diskusi yang aktif Refleksi Pemuda dan Mahasiswa yang diadakan BEM Fakultas Hukum Univeristas Ahmad Dahlan (UAD) Selasa (19/6/2013)

Acara ini digelar di Hall kampus 2 UAD terseubt sebagai purna agenda sebelum mahasiswa menghadapi Ujian Akhir Semester yang akan dilaksanakan awal Bulan Juli. Refleksi ini digarap dengan wadah diskusi publik, terbuka secara umum. Acara ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu: Nurul Satria Abdi, S.H., M.H. (Dosen Fakultas Hukum), Ahmad Khalik (Mantan Ketua BEM Se-DIY), dan Taufik Saefudin (Aktivis HMI).

Diskusi yang dimoderatori oleh Supian Hadi ini mengetengahkan persoalan gerakan pemuda dan mahasiswa. Refleksi ini digelar karena menurut Erif Fahmi, selaku Ketua Panitia, bahwa basis pemuda yang kebanyakan mahasiswa sudah melenceng dari khitahnya, padahal mereka berstatus sebagai kontrol sosial.

Di sisi lain, Pak Satria, demikian Dosen Fakultas Hukum ini biasa dipanggil, mengemukakan bahwa sejatinya pemuda memiliki tiga status utama, yaitu: Agent of Change, Penegak Hukum, dan Pejuang Demokrasi.

Di tempat terpisah, Aji Galih, Ketua BEM Fakultas Hukum UAD, menyatakan bahwa acara ini digelar bertujuan untuk memberikan kesadaran mahasiswa agar bisa kembali memahami status kepemudaan mereka, sehingga apa yang diharapkan dapat terwujud. (fmi-anr)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/field/image/mahasiswa_seharusnnya_menjadi_pembangunan_bangsa.jpg 301 448 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2013-07-01 01:46:532013-07-01 01:46:53Mahasiswa Seharusnya Menjadi Garda Terdepan Bangsa

Mahasiswa Sastra Inggris Gelar Pertunjukkan Drama dan Puisi

01/07/2013/0 Comments/in Terkini /by Super News

Yogyakarta (26/06/2013), mahasiswa kelas Telaah Drama dan Puisi, Program Studi Sastra Inggris Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan pertunjukkan drama serta puisi yang diselenggarakan di Lobby Kampus 2 UAD. Pertunjukkan ini merupakan tugas akhir bagi Mata Kuliah Telaah Drama dan Puisi, yang pada semester sebelumnya juga sudah pernah diadakan. Semua mahasiswa mengambil bagian dalam acara yang digelar selama kurang lebih 3 jam,  dari pukul 09.00-12.00 WIB. Ada yang berperan sebagai panitia acara, ada juga yang berperan untuk tampil di atas panggung. Dengan berbagai kreativitas mahasiswa yang ditampilkan di atas panggung. Acara ini dapat berjalan sukses dan mendapatkan antusias dari para mahasiswa lain yang menjadi penonton.

Selama kurang lebih 2 bulan, mahasiswa Sastra Inggris mempersiapkan acara ini. Selain harus mengadakan penjualan baju pantas pakai untuk penggalangan dana. Mereka juga harus berlatih drama dan puisi yang terkadang sampai malam hari. Banyak hal baik suka maupun duka yang dilalui ketika mempersiapkan acara tersebut. “Mencari waktu untuk berlatih bersama terkadang susah, dan dari teman-teman sendiri biasa juga ada yang kurang aktif sehingga cukup susah untuk diajak kerjasama”, kata Imanuddin-ketua panitia.

Dengan acara ini sendiri, diharapkan mahasiswa bisa menampilkan kreativitas mereka dalam bidang kesenian. Jika biasanya mahasiswa hanya mendapatkan teori tentang drama dan puisi di kelas, melalui acara ini mereka dapat praktek langsung bagaimana tampil di depan umum. “Satu hal yang menarik, bahwa ternyata mahasiswa yang mempunyai prestasi bagus di kelas ternyata ketika diminta untuk tampil di atas panggung justru kurang bagus, akan tetapi mahasiswa yang di kelas biasa saja justru cukup bagus ketika menampilkan kesenian,” kata Tri Rina Budiwati, S.S., M.Hum-Ketua Program Studi Sastra Inggris.(Doc)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/field/image/mahasiswa_sastra_inggris_gelar_pertunjukkan_drama_dan_puisi.jpg 277 448 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2013-07-01 01:33:252013-07-01 01:33:25Mahasiswa Sastra Inggris Gelar Pertunjukkan Drama dan Puisi

Studi Teater 42: “Koran” Mampu Membuat Orang Tersingkir

30/06/2013/0 Comments/in Terkini /by Super News

 

Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih. Sudah jatuh tertimpa tangga. Begitulah kira-kira nasib menjadi “wong cilik”. Warung Sanah terancam digusur karena Pemerintah sedang melakukan penataan dalam rangka promosi Kota. Tapi bukan itu saja yang membuat hati Sanah galau karena permasalahannya tidak berhenti sampai di situ. Fotonya dengan mbah Raken yang sedang pijet-pijetan di warung terpampang di Koran yang memuat berita penggusuran tersebut. Mendengar kabar tersebut, Karta, suami Sanah menjadi naik Pitam. Joko, tukang parkir, yang menjadi pelanggan setia di warung Sanah, memanfaatkan situasi ini untuk mengenyahkan saingannya, mbah Raken, dalam memperebutkna hati sanah.

Begitulah ringkasan cerita pementasan Teater 42 yang berlangsung Sabtu 29 Juni 2013 di kampus 2 Univeritas Ahmad Dahlan (UAD). Pentas yang berlangsung di basement tersebut merupakan Studi Pentas Komunitas Teater 42 yang berkisah tentang dinamika kehidupan yang terjadi seputar warung tradisional pada naskah drama “Koran”  karya Agung Widodo.

Menurut Angga Palsewa Putra. Warung tradisional sebagai salah satu elemen penting dan tak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat kelas bawah menyimpan beragam cerita menarik. Mulai dari persoalan ekonomi, sosial, politik sampai pada perkara asmara. “Alasan tersebut yang menjadikan naskah ini layak dan menarik untuk diangkat ke atas panggung menjadi sebuah pertunjukan drama” ungkapnya dalam Facebook-nya.

“Harapannya pementasan ini dapat memberikan hiburan sekaligus sebagai sebuah bentuk usaha mendayagunakan seni yang mampu menyajikan realitas sosial disekitar kita” harapnya. (Doc)

 

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png 0 0 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2013-06-30 01:34:462013-06-30 01:34:46Studi Teater 42: “Koran” Mampu Membuat Orang Tersingkir

Lowongan Dosen Universitas Ahmad Dahlan 2013

29/06/2013/0 Comments/in Terkini /by Super News

Lowongan Dosen Universitas Ahmad Dahlan 2013, melengkapi iklan Lowongan Dosen UAD di harian Kedaulatan Rakyat dan Republika pada hari Sabtu, 29 Juni 2013 bersama ini kami sampaikan informasi sebagai berikut:

Berkas lamaran diserahkan langsung ke Bidang Pengembangan SDM Universitas Ahmad Dahlan, Kampus I Jalan Kapas 9 Semaki Yogyakarta 55166 atau dikirimkan email ke sdm[at]uad.ac.id dan berkas lamaran dilampirkan dalam sebuah file (*rar, *zip, *pdf).  Waktu pendaftaran  tanggal 1 – 10 Juli 2013, dengan dilengkapi Surat Lamaran dengan menyebutkan prodi yang dilamar, Riwayat Hidup, Surat Pernyataan dengan blanko diunduh di web psdm.uad.ac.id. 

Pengumuman Seleksi Administrasi tanggal 12 Juli 2013 dapat dilihat di psdm.uad.ac.id

lowongan dosen Universitas Ahmad Dahlan 2013

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/images/Iklan-Lowongan-Dosen-UAD-2013.jpg 1200 743 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2013-06-29 10:10:022013-06-29 10:10:02Lowongan Dosen Universitas Ahmad Dahlan 2013

Di sela-sela Kesibukan, Rektor UAD Kasiyarno Raih Gelar Doktor

27/06/2013/0 Comments/in Terkini /by Super News

 

Lulus Sangat memuaskan, Begitulah catatan para penguji saat Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Drs. Kasiyarno, M.Hum., berhasil meraih doktor dari Program S-3 Pengkajian Amerika Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM.

Kasiyarno yang juga menjadi ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah V berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul Budaya Hegemonik Amerika Serikat di Malaysia Pasca Perang Dingin 1999-2000 di hadapan tim penguji yang diketuai oleh Prof. Dr. Syamsul Hadi., S.U., M.A di Gedung R.M. Margono Djojohadikusumo, Kamis (27/06/2013).

Prof. Djuhertati Imam Muhni, M.A., Ph.D. mengatakan, saat kami tahu Kasiyarno adalah Rektor UAD. Kami sempat bertanya-tanya bahkan diragukan akan menyelesaikan Studi S-3-nya. “Tapi dengan selesainya ujian terbuka hari ini, pertanyaan tersebut terjawab sudah. Selamat”

“Saya berjuang untuk menyelesaikan disertasi ini, sebisa mungkin saya cicil. Meskipun, disibukkan dengan urusan akademik” tutur Kasiyarno.

Kasiyarno berharap Penelitian tersebut, dapat bermanfaat untuk menambah khasanah keilmuwan dalam American Studies, terutama dalam setting pengaruh budaya hegemonik AS keluar negeri, khususnya ke wilayah Asia Tenggara. 

Pada kesempatan tersebut, hadir juga Prof Dr. Amien Rais yang juga menjadi salah satu penguji dari delapan penguji. (Sbwh)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/field/image/disela-sela_kesibukan_rektor_uad_kasiyarno_raih_gelar_doktor.jpg 299 404 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2013-06-27 12:12:532013-06-27 12:12:53Di sela-sela Kesibukan, Rektor UAD Kasiyarno Raih Gelar Doktor

Ulil Amri dalam Pandangan Islam

26/06/2013/0 Comments/in Terkini /by Super News

“Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah rasul, dan ulil amri diantara kalian.” (QS. an-Nisaa’: 59)

Begitulah Hadis yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc. M.Ag pada pengajian songong ramadhan Selasa (25/062013) di Auditorium Kampus 1. Lebih lanjut dia menambahkan bahwa Para ulama mengatakan: yang dimaksud dengan ulil amri adalah orang-orang yang Allah wajibkan untuk ditaati yaitu penguasa dan pemerintah. Inilah pendapat yang dipegang oleh mayoritas ulama salaf/terdahulu dan kholaf atau belakangan dari kalangan ahli tafsir maupun ahli fikih dan selainnya. “Ada yang berpendapat bahwa ulil amri itu adalah para ulama. Ada yang mengatakan bahwa mereka itu adalah umara’/pemerintah dan ulama” tutur Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc. M.Ag  

Yunahar Ilyas  yang juga menjadi Pengurus Badan Pembina Harian (BPH)  mengatakan. Jika ada perbedaan dalam menentukan ramadhan atau lenbaran, kemungkinan yang terjadi pertikayan. Maka dari itu pemerintah sebagai ulil amri, di sini Majelis Ulama Indonesia (MUI) wajib memutuskan, untuk meredap perbedaan.

“Yang harus diperhatikan adalah, bahwa perbedaan penentuan lebaran bukan masalah masyarakat, bukan masalah politk keagamaan. Ini masalah agama, jadi harus diselesaikan dengan keagamaan tanpa embel-embel di belakangnya”

Acara yang dihadir oleh karyawan dan dosen UAD tersebut, merupakan acara rutin tahunan yang diadakan oleh Pengurus Badan Pembina Harian. Pada kesempatan tersebut tema yang diangkat tentang Ulil Amri dalam Pandangan Islam. (Sbwh)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/field/image/ulil_amri_dalam_pandangan_islam_yunahar.jpg 266 448 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2013-06-26 06:21:172013-06-26 06:21:17Ulil Amri dalam Pandangan Islam

Membentuk Karakter Melalui Cerita Motivasi

25/06/2013/0 Comments/in Terkini /by Super News

 

Sule Subaweh

Karyawan UAD

Pengamat Pendidikan

Pendidikan berkarakter pada kurikulum 2013 begitu ramai diperbincangkan. Bahkan pemerintah telah siap dengan kurikulum terbaru berbasis karakter Kemahiran Berfikir secara Kreatif dan Kritis (KBKK) untuk direalisasikan. Kurikulum yang didesain dengan tujuan agar siswa mendapat latihan berfikir secara kritis dan kreatif untuk membuat keputusan dan menyelesaikan masalah dengan bijak, dapat mengaplikasikan pengetahuan, pengalaman dan kemahiran berfikir secara lebih praktik sama ada di dalam atau di luar sekolah, dan dapat menghasilkan idea atau ciptaan yang kreatif dan inovatif.

Pendidikan karakter mengingat telah terjadi degradasi moral pada masyarakat bangsa kita ini khususnya generasi penerus bangsa. Pertanyaannya apakah perubahan kurikulum ini bisa menjamin terbentuknya karakter anak?

Faktor guru

Salah satu faktor keberhasilan kurikulum adalah guru. Banyak guru-guru atau pendidik cerdas di antara kita, namun hanya segelintir dari mereka yang jujur dan bisa membakar semangat siswanya untuk belajar. Mereka cerdas, pengetahuannya luas tapi tidak banyak dari mereka yang bisa membangun motivasi anak didiknya. Sebab itulah banyak siswa hanya bisa menghafal daripada mengembangkan. Banyak siswa yang tidak mampu menjangkau imajinasinya untuk berkembang sehingga imajinasi yang muncul adalah pikiran-pikiran yang kurang bermanfaat yang mengakibatkan mereka tidak punya karakter yang bermoral.

Salah satu penyebabnya adalah kurangnya retorika guru dalam menyampaikan pelajaran. Retorika yang menyelipkan unsur motivasi dalam mata pelajaran masih jarang digunakan oleh guru. Sehingga siswa hanya menerima tanpa bayangan motivasi atas apa yang diterimanya.

Kebanyakan guru hanya bisa bercerita tanpa muatan motivasi yang kuat. Lepas dari dunia diksi bercerita. Banyak guru yang hanya mendapatkan bahan ajar dari literatur internet atau buku. Buku akan berbeda rasa dan imbasnya di hati ketika seseorang itu mengalami sendiri apa yang ia ucapkan. Sebenarnya jika guru mampu bercerita dengan baik, sekalipun menggunakan bahan dari buku cerita yang dibaca dan mampu memberikan motivasi, itu tidak masalah. Hanya saja tidak banyak guru yang bisa bercerita dengan baik. Maksudnya tidak sebaik menceritakan pengalamannya sendiri. Sehingga banyak pesan moral dalam cerita tidak sampai dengan baik.

Dengan pengalaman guru sendiri siswa akan mendapat asupan motivasi dari sumber yang tepercaya. Seorang guru melalui cerita yang dialaminya menjadi bahan ajar bagi anak didiknya. Dengan bercerita tentang pengalamannya sendiri, siswa akan lebih yakin bahwa apa yang didengarnya begitu nyata. Sebab orang yang mengalami sebuah peristiwa dialah pendongeng yang sesungguhnya.

Orang yang menceritakan pengalamanya sendiri akan lebih lues, dengan aliran alur cerita yang sudah menyatu dengan dirinya sendiri. Sehingga terlihat dan terasa begitu nyata. Terlebih dengan gaya bahasa yang baik.

Mari jadikan diri kita sebagai sosok pendidik yang mampu memberi motivasi hidup untuk anak didik kita melalu cerita inspiratif dari diri kita sendiri, bukan hanya cerita bualan kosong tapi sebuah realita hidup. Semua kalimat motivasi yang berasal dari pengalaman hidup akan lebih bermakna dan membekas di lubuk hati setiap orang yang mendengarnya. Guru dengan segudang pengalaman hidup, seluas samudra ilmu dan wawasannya, sebening air budi dan akal kita. Maka menamkan karakter pada anak tidak akan sulit, karena mereka melihat sosok kita benar seperti apa yang mereka lihat di depan mata. Dengan begitu sisiwa dapat meningkatkan aspek kognitif dan afektif, dan seterusnya perkembangan intelek mereka yang berkarakter. Semoga.

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/images/sule subaweh.jpg 413 336 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2013-06-25 03:29:242013-06-25 03:29:24Membentuk Karakter Melalui Cerita Motivasi

Semarak Lomba Anak-anak se-Gedongan

25/06/2013/0 Comments/in Terkini /by Super News

Mahasiswa KKN Alternatif Universitas Ahmad Dahlan, Unit III.A.1, dengan DPL Bapak Beni Suhendra Winarso, S.E,. M.Si, mengadakan berbagai perlombaan anak-anak se-Gedongan, Kelurahan Purbayan, Kecamatan Kota Gede, Minggu (23/6), bertempat di lapangan depan Mushola Al-Hidayah, RW 01 Gedongan.         

Kegiatan tersebut mendapatkan antusiasme yang besar dari anak-anak yang berpartisipasi pada acara tersebut. Kurang lebih 50 anak dari 3 RW di Gedongan ikut dalam memeriahkan kegiatan lomba. Kegiatan tersebut pun semakin meriah dengan puluhan doorprize yang disediakan panitia.

Pemuda dan pemudi setempat berpartisipasi aktif dalam menyukseskan acara ini. Masyarakat pun tertarik untuk menonton karena semarak tawa canda dan semangat anak-anak mengikuti sesi demi sesi perlombaan.

            Menurut Lutfi salah satu panitia mengatakan. Terdapat masing-masing 3 juara baik individu maupun tim. “Perlombaan meliputi lomba mencari koin dalam lumuran kecap, lomba makan kerupuk, lomba memasukkan pensil ke dalam botol, lomba balap kelereng dan lomba pindah air ke dalam botol” terangnya.(Doc)

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/field/image/semarak_lomba_anak-anak_se-gedongan.jpg 333 448 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2013-06-25 02:55:582013-06-25 02:55:58Semarak Lomba Anak-anak se-Gedongan

Korupsi dan Kekuasaan

24/06/2013/0 Comments/in Terkini /by Super News

*Hendra Darmawan

Dosen Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Univeristas Ahmad Dahlan (UAD)

Diktum Lord Acton (1834-1902) yang mengatakan: “Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely” rupanya masih relevan bahkan di masa 100 tahun setelah kematian pencetusnya. Sejarah manusia mencatat bahwa kekuasaan yang mutlak cenderung menjadikan seseorang berbuat korupsi, dan itu berlaku hingga sekarang.

Secara garis besar terdapat dua jenis korupsi; (1) korupsi karena kebutuhan (corruption by need) dan (2) korupsi karena keserakahan (corruption by greed). Jenis pertama jelas dilakukan lantaran keterdesakan ekonomi atau gaji yang tidak mencukupi sehingga oknum tersebut melakukan penyelewengan sampai merugikan negara. Corruption by need biasanya dilakukan secara individu, tidak sistematis dan dalam skala yang tidak terlalu besar. Praktek ini juga pernah dilakukan oleh para pegawai rendahan VOC pada tahun 1799 yang akhirnya menyebabkan lembaga tersebut bangkrut.

Adapun corruption by greed adalah jenis korupsi yang cukup ‘menggemaskan’ karena dilakukan oleh individu/sekelompok orang yang sebenarnya tidak kekurangan (kaya) namun karena serakah dan memiliki kesempatan maka terjadilah korupsi. Dalam hal ini kekuasaanlah yang kerap disebut-sebut sebagai katalisator seseorang berbuat korup; kesempatan datang karena yang bersangkutan memiliki wewenang untuk melakukan apa saja yang ia sukai. Korupsi jenis ini biasanya dilakukan secara sistematis, skala besar, berjamaah dan memiliki efek domino yang kuat.

Bukan rahasia lagi jika para penguasa Negara kita menjadi penganot corruption by greed. Berdasarkan Corruption Perception Indeks tahun 2012, Indonesia menempati urutan ke-118 dari 176 negara paling korup di dunia, atau dengan skor 32 pada skala 100 (www.trancparency.org). Mengapa demikian? Dari dimensi lintas budaya, Hofstede (2001) menggolongkan Indonesia kedalam kategori negara dengan power distance yang tinggi. Ini artinya bahwa hierarki kekuasaan menjadi hal yang utama dalam konteks struktural ataupun relasi sosial dan rakyat menerima kekuasaan yang tidak terdistribusi secara adil/merata tersebut. Power distance yang tinggi memberikan konsekuensi bahwa orang Indonesia memiliki ketergantungan tinggi terhadap kekuasaan, terdapat ketimpangan hak antara yang berkuasa dan yang tidak, karakteristik pemimpin yang cenderung dominan dan tersentral, serta komunikasi terjadi secara tidak langsung sehingga sulit mendapatkan feedback dari bawahan. Konsekuensi terakhir ini seringkali menjadi dalih sulitnya pengungkapan korupsi di sebuah instansi, karena budaya pekewuh dan sungkan pada atasan lebih dominan daripada mengungkap kebenaran. Akhirnya kejahatan elit terlegitimasi.

Jarak kekuasaan memang sudah terjadi sejak zaman kerajaan majapahit dengan istilah feodalisme dan budaya patrimonial. Raja yang dianggap representasi Tuhan di dunia ditempatkan sebagai makhluk tanpa cacat oleh rakyatnya. Apa yang dilakukan dan diperintahkan semua dianggap benar. Sehingga pada masa tersebut Raja berhak menguasai tanah seluruh negeri secara bebas meskipun tidak demi kemaslahatan rakyat yang dipimpinnya. Itulah bibit-bibit korupsi.

Solusi: Distribusi Kekuasaan

Kita telah sepakat bahwa korupsi merupakan musuh bersama dan para koruptor mesti diganjar hukuman setimpal. Namun demikian, perlu kiranya dirumuskan beberapa solusi konkret untuk mencegah korupsi kekuasaan. Pertama, merubah paradigma kekuasaan, Paradigma ini baik bagi penguasa atau juga yang dikuasai/diperintah. Kedua belah pihak harus sepakat bahwa kekuasaan tidak bersifat mutlak dan menindas, tapi justru melindungi dan sebagai alat strategis untuk mensejahterakan rakyat. Kedua, distribusi kekuasaan yang adil. Kesempatan berkuasa harus diberikan kepada semua pihak yang mampu dan dalam jangka waktu yang proporsional, sehingga tidak terjadi kejumudan kekuasaan.  Ketiga, membangun sistem kontrol yang ketat. Lingkungan masyarakat(cultural) dan birokrasi yang bersih (structural) harus menjadi lokomotif pengontrol pemimpin yang korup, sehingga tidak perlu lagi ada budaya pekewuhuntuk menegur penguasa yang salah.

https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png 0 0 Super News https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Super News2013-06-24 03:06:342013-06-24 03:06:34Korupsi dan Kekuasaan
Page 686 of 796«‹684685686687688›»

TERKINI

  • Gelar Karya PPG UAD Pamerkan 30 Projek Kepemimpinan30/10/2026
  • FKIP UAD Gelar Pelepasan Calon Wisudawan Periode I 2026/202730/10/2026
  • UAD dan UNJAYA Kembangkan Robot Pemilah Sampah Untuk Bangun Ekosistem Ekonomi Hijau Di Parangtritis Bantul30/10/2026
  • HISKI Komisariat UAD Raih Dua Penghargaan dalam KIK ke-35 HISKI29/10/2026
  • FKIP UAD Gelar Perdana Sidang Promosi Doktor29/10/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa PBI UAD Raih Juara I Seni Beregu Putri di POMDA DIY 202629/10/2026
  • Tim Voli Putri UAD Raih Juara III Liga Voli Mahasiswa 202615/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Math Essay Competition Nasional15/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Writing Contest FOMUNY 202612/10/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara III pada Kejurnas IX Senior-Junior Hapkido Indonesia 202630/09/2026

FEATURE

  • Menanggapi Musibah dari Perspektif Islam30/10/2026
  • Gelar Dokter adalah Awal dari Pengabdian27/10/2026
  • Menjadi Orang Tua Dimulai Sebelum Anak Hadir26/10/2026
  • Meneladani Keteguhan dan Keluhuran Akhlak Rasulullah di Tengah Pemboikotan12/10/2026
  • Kesederhanaan yang Menjadi Pilihan Hidup Rasulullah06/10/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top