Launching Buku Biografi Muchlas Abror: “Hidup untuk Mengabdi”
Prinsip hidup manusia adalah hak bagi setiap manusia itu sendiri. Hal ini merupakan pilihan dan sangat erat kaitannya dengan pribadi diri. H. M Muchlas Abror menjadikan hidupnya sebagai tempat untuk mengabdi. Mengabdi kepada Allah dengan tetap terus menjaga keramahan, kearifan dan kerendahan hati.
Jumat, (23/9/2011), bertempat di kampus 1 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) digelar launching buku biografi Muchlas Abror. Acara yang berlangsung mulai pukul 19.00-22.00 ini menjadi forum yang asyik karena diskusi berlangsung dengan penuh antusias. Hadir dalam launching tersebut Muchlas Abror, Mustofa W. Hasyim, selaku tim penulis buku, Drs. Kasiyarno, M.Hum. selaku Rektor UAD, Muchlas M.T. selaku Wakil Rektor III UAD, Drs Jabrohim, M.M. selaku Kepala LSBO PP Muhammadiyah Yogyakarta, dan beberapa tamu undangan.
“Pemimpin boleh datang dan pergi namun khasanah pemimpin di panggung Muhammadiyah dan nasional adalah mozaik yang harus dilestarikan dan diabadikan. Hal tersebut sebagai cermin dan juga jendela untuk meneropong ke depan dan Muhammadiyah pada abad kedua nanti.” papar Drs. M. Nurul Yamin, selaku sekretaris dalam penulisan buku biografi Muchlas Abror dalam sambutannya.
“Bukan hal yang mudah untuk mengungkap segala sesuatu yang ada di diri Pak Muchlas karena sifat pendiam dan rendah hatinya. Kalau tidak ditabuh maka tidak bunyi. Jadi harus ada trik untuk bertanya dan saya meninggalkan pertanyaan-pertanyaan di rumah beliau kemudian beliau mengisinya.” tambah Mustofa W Hasyim.
Buku biografi Muchlas Abror ini diharapkan nantinya dapat menjadi inspirasi dan motivator bagi para pembaca. Banyak ilmu yang diberikan melalui buku ini seperti ilmu hidup, ilmu agama, ilmu organiasi, juga ilmu dakwah. (FM)

Berabad-abad lalu pernah diungkapkan bahwa, “Kejarlah ilmu sampai ke negeri China”. Mengapa demikian? Kenapa harus China? Mungkin pertanyaan sederhana ini sering sekali muncul saat membaca ungkapan tersebut. Melihat sejarahnya, tidak bisa dipungkiri kalau China adalah negeri yang memang memiliki berbagai macam ilmu dan kebudayaan tinggi. Hal itu dapat dilihat dari ilmu yang mereka kuasai, mulai dari ilmu pengobatan, bela diri, strategi perang, sampai dengan ilmu keabsarahan, wabil khusus ilmu sastra.
Sabtu (17/8/2011) di Auditorium Kampus I seluruh dosen dan karyawana yang ada di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) hadiri acara syawwalan yang juga dihadiri oleh Prof. Dr. H.M. Amien Rais, M.A. sekaligus sebagai penceramah.
Selasa (13/09/2011), Biro Sistem Informasi dan Komunikasi (BISKOM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, mengadakan studi banding ke Jakarta dan Bandung. Perjalanan yang dilaksanakan selama 4 hari (terhitung tanggal 13 – 16 September 2011) ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dalam pengelolaan sistem informasi dan komunikasi di daerah Jakarta dan Bandung.