Kemenristekdikti Tunjuk UAD Selenggarakan PPG

0
230

 

Sudah kedua kalinya, dari ratusan perguaruan tinggi di Indonesia, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dipercaya untuk melaksanakan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabat Bersubsidi bagi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kementistedikti).

Program PPG ini secara resmi dibuka oleh Dr. Kasiyarno, M.Hum., selaku Rektor UAD. Kegiatan perkuliahan diawali dengan orientasi akademik selama tiga hari, Kamis-Sabtu (2-4/8/2018), yang berlangsung di kampus 5 Jln. Ki Ageng Pemanahan, Sorosutan, Yogyakarta.

Sebanyak 22 peserta pendaftar gelombang dua yang telah lolos seleksi dari Kemenristekdikti mengikuti acara ini. Mereka berasal dari tiga provinsi yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Peserta yang ikut nantinya akan langsung praktik di lapangan. Sebelumnya, mereka terlebih dahulu dibekali ilmu keguruan oleh narasumber yang dipilih. Di antaranya Dr. Kasiyarno, M.Hum., Dr. Muchlas, M.T., Dr. Trikanasih Handayani, M.Si., Dr. Sri Hartini, M.Pd., Dra. Sri Tutur Martaningsih, M.Pd., Ali Tamuji, S.T., M.Cs., Drs. Hendro Setiono, S.E., M.Sc., Dody Hartono, M.Pd., Dr. Dwi Sulisworo, M.T., Drs. Sarmidi, M.Si., Dra. Rini Ningsih, M.Pd., dan Dr. Suyanto, M.Pd.I.

“Program ini bertujuan untuk menyiapkan tenaga guru yang profesional, dan memiliki kualifikasi sesuai dengan kompetensi. Maka dari itu, kami memilih narasumber yang berkualitas berdasarkan pengalaman mengajar selama 10 tahun lebih dan minimal S2,” kata Sri Hartini selaku koordinator, saat diwawancara Jumat (3/8/2018) pagi.

Hartini menjelaskan, peserta ini akan belajar selama dua semester. Satu semester mengikuti workshop dan satu semester lagi Program Pengenalan Lapangan (PPL) di sekolah untuk angkatan ini. Sedangkan angkatan lalu sudah mulai PPL di sekolah.

“Melalui program ini, kami ingin meluluskan guru-guru yang profesional. Insya Allah bisa menjawab tantangan zaman di negara ini, untuk menyiapkan pendidik yang memiliki kualifikasi dan bisa mempunyai aspek untuk pendidikan ke depannya,” imbuhnya. (ASE)