Mahasiswa University of Malaya Belajar di UAD

0
157

                Experience is the best teacher (pengalaman adalah sebaik-baiknya guru) merupakan kalimat yang tepat untuk menyebut program yang dilaksanakan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) saat ini. Program Studi (Prodi) Bahasa dan Sastra Arab UAD kembali bersyukur atas kedatangan enam mahasiswa dan mahasiswi University of Malaya (Malaysia). Mereka merupakan peraih beasiswa Program Student Exchange ASEAN International Mobility Students (AIMS) angkatan keempat yang akan belajar di Prodi Bahasa dan Sastra Arab selama satu semester.

                Para mahasiswa University of Malaya ini mengaku sangat gembira karena dapat menuntut ilmu di Indonesia, khususnya di Yogyakarta. Mereka terdiri atas Muhammad Fikri bin Johan, Muhammad Hafizuddin bin Hussin, Farah As-Sofia binti Harolizam, Wardah Hanim binti Muhammad Nabil, Zafirah Afifah binti Ahmad Luthfi, dan Nabilah binti Halim. Selain kuliah di kampus, mereka juga belajar dan tinggal di Pesantren Mahasiswa K.H. Ahmad Dahlan (kampus IV).

                Selain kedatangan para mahasiswa University of Malaya, empat mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Arab yang mendapatkan beasiswa Program Student Exchange AIMS angkatan tiga juga berangkat ke University of Malaya. Mereka diberangkatkan dengan beasiswa dari Dikti pada 2 September 2014, setelah berpamitan dengan Rektor UAD. Sebelumnya, berbagai prosedur ujian dan mufakat sudah dilakukan antara Ketua Prodi Bahasa dan Sasta Arab, Abdul Mukhlis, S.Ag., M.Ag. dengan pejabat akademik Fakultas Agama Islam (FAI).

                Empat mahasiswa FAI UAD yang diberangkatkan ke University of Malaya, yaitu Ahmad Luqman Hakim, Muhammad Wahid Hasyim, Muhammad Husni Imaduddin, dan Muhammad Khairul Anam. Ahmad Luqman Hakim sebelumnya sudah pernah menjadi utusan FAI UAD ke Suez Canal University, Mesir, pada Undergraduate Sandwich Program selama satu semester.

“Saya sangat bersyukur kepada Allah karena saya kuliah di FAI UAD lalu mendapatkan kesempatan menimba ilmu di luar negeri. Pertama di Mesir, lalu sekarang Malaysia. Jangan sia-siakan kesempatan-kesempatan yang ada di FAI UAD,” pinta Mukhlis. (Doc)